• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Pengolahan Data dan Analisis Data

Dalam dokumen Frekuensi Umur Responden Belanja Online (Halaman 49-52)

BAB 3 Metodologi Penelitian

3.5 Metode Pengolahan Data dan Analisis Data

3.5.1 Pengolahan Data 1. Editing

Dilakukan untuk mengoreksi kelengkapan data yang sudah ada.

Bagaimana pengisian data itu apakah sudah lengkap unsur-unsur datanya dan apakah data yang dimasukan sudah benar dan sesuai.

31

2. Koding

Dilakukan untuk memberikan kode pada data yang akan dibuat, kode yang diberikan tersebut berupa angka. Selanjutnya kode tersebut dimasukkan dalam tabel kerja untuk mempermudah data pengerjaan.

3. Tabulasi

Kegiatan memasukkan data-data hasil penelitian kedalam tabel dengan variabel yang telah ditentukan.

4. Entri Data

Memasukkan data yang telah ditabulasi kedalam komputer kemudian dilanjutkan analisis data.

3.5.2 Analisis Data

1. Melakukan uji validitas dan reabilitas a) Uji Validitas

Dilakukan menggunakan analisis korelasi bivariat pearson pada program software yang digunakan dimana mengkorelasikan masing- masing item skor dengan item total dan hasilnya didapatkan pertanyaan yang valid maupun tidak pada kuisoner yang telah dibuat.

b) Uji Reabilitas

Uji reabilitas dilakukan untuk melihat datas tersebut apakah konsisten.

Dimana pengujian ini menggunakan analisis reabilitas pada program software dimana hasilnya nanti akan didapatkan nilai alpha cronbach dimana nilai alpha dibandingkan dengan rtabel.

2. Analisis Data

Analisis yang digunakan adalah statistik deskritif dengan 2 metode yang dipakai dengan bantuan program software dimana metode tersebut adalah frekuensi yang digunakan untuk analisis univariat untuk mengetahui persentase dari tiap variabel yang diamati dan crosstab yang digunakan untuk analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara perilaku perjalanan dan belanja online dengan berbagai objek yang diamati seperti gender, umur, tingkat pendidikan, jarak antara rumah ke tempat belanja, lama masa menggunakan platform belanja online serta pengetahuan belanja online. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini ada 2 yaitu:

1. Analisis Univariat

Analisis univariat merupakan analisis yang dilakukan terhadap setiap variabel penelitian, seperti faktor sosiodemografi, situs yang digunakan, frekuensi produk, karakteristik belanja online dan offline, yang akan menghasilkan nilai minimum, maksimum, kemudian mengetahui persentase tiap kelompok terhadap seluruh pengamatan.

2. Analisis Bivariat

Analisis Bivariat merupakan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dalam pengamatan. Dengan menggunakan uji statistik yang sesuai dengan skala data yang ada.

BAB IV

HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Propinsi Lampung. Sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 100 responden yang sudah pernah melakukan belanja online dan offline. Pengambilan sampel dilakukan dengan penyebaran kuisioner.

Pengambilan sampel penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 Februari-15 Maret 2022.

4.2 Analisis Data A. Uji Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan bahwa variabel yang diukur memang benar-benar variable yang hendak diteliti. Pada penelitian ini Pernyataan yang akan di ajukan berupa Pernyataan Karakteristik Belanja Online dan Karakteristik Belanja Offline. Konsep dasar uji validitas yaitu:

1. Mengetahui kevalidan atau kesesuaian kuisoner yang digunakan dalam mengukur dan memperoleh data penelitian dari responden.

2. Kuisioner penelitian dikatakan berkualitas jika sudah terbukti validas dan reliabilitasnya.

3. Uji validitas menggunakan prinsip mengkorelasikan antara masingmasing skor item kuisioner dengan skor total jawaban responden.

Uji validitas juga dilakukan untuk menguji variabel Pernyataan Karakteristik Belanja Online pada Tabel 4.1 yang berisi 10 Pernyataan guna mengetahui apakah instrumen yang digunakan valid atau tidak.

Tabel 4.1 Variabel Pernyataan Karakteristik Belanja Online

No Pernyataan

1 Saya melakukan transaksi belanja online karena praktis

2 Saya melakukan transaksi belanja online karena adanya promo

3 Saya melakukan transaksi belanja online karena banyak pilihan pembayaran

4 Saya merasa bahwa belanja online lebih lengkap

5 Saya mudah membandingkan produk satu dengan yang lain apabila belanja online

6 Saya melakukan belanja online karena menghemat waktu

7 Belanja online menurut saya mengurangi biaya perjalanan dan biaya tambahan lain

8 Saya merasa belanja online lebih beresiko 9 Berbelanja online lebih sulit

10 Berbelanja online menyebabkan barang lama untuk diterima konsumen Sumber : Hasil Analisis, 2022

Uji validitas juga untuk menguji variabel pernyataan karakteristik belanja offline pada Tabel 4.2 yang berisi 10 Pernyataan guna mengetahui apakah instrumen yang digunakan valid atau tidak.

35

Tabel 4.2 Variabel Pernyataan Karakteristik Belanja Offline

No Pernyataan

1 Saya membeli makanan di toko, saya makan di tempat 2 Saya membeli makanan di toko, saya makan di rumah 3 saya berbelanja offline karena lebih mudah

4 Saya merasa melakukan belanja offline lebih cepat dan praktis 5 Melakukan belanja offline/datang langsung bisa melihat keadaan dan

kualitas produk yang akan dibeli

6 Berbelanja offline membutuhkan biaya perjalanan ke toko yang dituju 7 Saya lebih percaya berbelanja langsung karena dapat bertemu dengan

pemilik atau penjaga toko langsung Sumber : Hasil Analisis, 2022

Langkah-langkah uji validitas dengan Analisis Uji Statistik yaitu:

1. Menginput data dari hasil penyebaran kuisioner Karakteristik belanja online dan belanja offline yang telah dilakukan, dengan masing-masing 10 Pernyataan dan 7 Pernyataan. Karakteristik Belanja Online dapat dilihat pada Tabel 4.1 dan Pernyataan Karakteristik Belanja Offline dapat dilihat pada Tabel 4.2.

2. Setelah penginputan data langkah selanjutnya mengalasis data Uji Validitas dengan Analisis Uji Statistik. Dengan memasukan angka koding pada Belanja

Online dan Offline yang dimana “Sangat Tidak Setuju” bernilai 1, “Tidak Setuju”

bernilai 2, “Setuju” bernilai 3, dan “Sangat Setuju” bernilai 4.

3. Dari analisis yang dilakukan maka dihasilkan ouput Karakteristik Belanja Online pada Tabel 4.3 dan hasil output Karakteristik Belanja Offline pada Tabel 4.4.

Tabel 4.3 Hasil Uji Validitas Karakteristik Belanja Online Responden No Soal r hitung r Tabel Keterangan

1 0,551 0,195 Valid

2 0,605 0,195 Valid

3 0,627 0,195 Valid

4 0,613 0,195 Valid

5 0,584 0,195 Valid

6 0,630 0,195 Valid

7 0,704 0,195 Valid

8 0,399 0,195 Valid

9 0,189 0,195 Valid

10 0,362 0,195 Valid

Sumber : Hasil Analisis, 2022

Tabel 4.4 Hasil Uji Validitas Karakteristik Belanja Offline Responden No Soal r hitung r Tabel Keterangan

1 0,293 0,195 Valid

2 0,547 0,195 Valid

3 0,559 0,195 Valid

4 0,632 0,195 Valid

5 0,577 0,195 Valid

6 0,361 0,195 Valid

7 0,644 0,195 Valid

Sumber : Hasil Analisis, 2022

37

Dari hasil Uji Validitas dengan menggunakan Analisis Uji Statistik untuk pengetahuan didapat variabel Pernyataan pada Tabel 4.1 soal Karakteristik Belanja Online bahwa variabel nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7,8,9,10 Valid. Untuk Karakteristik Belanja Offline variabel nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 dinyatakan valid.

Uji validitas ini akan dibandingkan dengan rtabel dimana rtabel dilihat berdasarkan jumlah sampel dalam kuisioner. Sampel yang digunakan pada kuisioner kali ini adalah sebanyak 100 responden sehingga jika dilihat dari rtabel maka digunakan rtabel = 0.195 yang selanjutnya akan dibandingan dengan uji yang dilakukan dengan program aplikasi dimana data dianggap valid jika rhitungan ≥ rtabel. Angka rtabel yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 4.5.

Tabel 4.5 Distribusi Nilai rtabel Signifikansi 5% dan 1%

N The Level of Significance

N The Level ofSignificance

5% 1% 5% 1%

3 0,997 0,999 38 0,32 0,413

4 0,95 0,99 39 0,316 0,408

5 0,878 0,959 40 0,312 0,403

6 0,811 0,917 41 0,308 0,398

7 0,754 0,874 42 0,304 0,393

8 0,707 0,834 43 0,301 0,389

9 0,666 0,798 44 0,297 0,384

10 0,632 0,765 45 0,294 0,38

11 0,602 0,735 46 0,291 0,376

12 0,576 0,708 47 0,288 0,372

13 0,553 0,684 48 0,284 0,368

14 0,532 0,661 49 0,281 0,364

15 0,514 0,641 50 0,279 0,361

16 0,497 0,623 55 0,266 0,345

17 0,482 0,606 60 0,254 0,33

18 0,468 0,59 65 0,244 0,317

19 0,456 0,575 70 0,235 0,306

20 0,444 0,561 75 0,227 0,296

21 0,433 0,549 80 0,22 0,286

22 0,432 0,537 85 0,213 0,278

23 0,413 0,526 90 0,207 0,267

24 0,404 0,515 95 0,202 0,263

25 0,396 0,505 100 0,195 0,256

26 0,388 0,496 125 0,176 0,23

N The Level of Significance

N The Level of Significance

5% 1% 5% 1%

27 0,381 0,487 150 0,159 0,21

28 0,374 0,478 175 0,148 0,194

29 0,367 0,47 200 0,138 0,181

30 0,361 0,463 300 0,113 0,148

31 0,355 0,456 400 0,098 0,128

32 0,349 0,449 500 0,088 0,115

33 0,344 0,442 600 0,08 0,105

34 0,339 0,436 700 0,074 0,097

35 0,334 0,43 800 0,07 0,091

36 0,329 0,424 900 0,065 0,086

37 0,325 0,418 1000 0,062 0,081

Sumber : Sugiono(1999). Metode Penelitian Bisnis, Bandung Alfabeta.

B. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah sesuatu yang merujuk pada konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama ketika mereka diuji ulang dengan tes yang sama pada kesempatan yang berbeda. Konsep dasar uji reliabilitas yaitu:

1. Kuisioner penelitian dikatakan berkualitas jika sudah terbukti validitas dan reliabilitasnya

2. Uji reliabilitas dilakukan setelah item kuisioner dikatakan valid

3. Uji reliabilitas bertujuan untuk melihat apakah kuisioner memiliki kosistensi jika pengukuran dengan kuisioner tersebut dilakukan secara berulang.

4. Kuisioner dinyatakan reliable jika nilai Cronbach alpha >0.6. Langkah- langkah uji reliabilitas yaitu menginput data yang valid dari uji validitas karena uji validitas menunjukan seluruh variabel valid maka data yang input untuk karakteristik belanja online sebanyak 10 variabel, dan untuk

39

karakteristik belanja offline sebanyak 7 item. Setelah data terinput langkah selanjutnya yaitu menganalisa data pada Analisis Uji Statistik dari analisa data maka dihasilkan output Cronbach alpha karakteristik belanja online sebesar dan karakteristik belanja offline sebesar . Nilai tersebut lebih be sar dari 0.6 maka pengujian ini dinyatakan reliable. Statistik pengujian dapat dilihat pada Tabel 4.6 dan 4.7.

Tabel 4.6 Pengujian Statistik Reliabilitas Output Software Uji Statistik Karakteristik Belanja Online

Cronh Alpha Banyak Variabel Alpha Keterangan

0.72 10 0.6 Reliabel

Sumber : Hasil Analisis, 2022

Tabel 4.7 Pengujian Statistik Reliabilitas Output Software Uji Statistik Karakteristik Belanja Offline

Cronh Alpha Banyak Variabel Alpha Keterangan

0.70 7 0.6 Reliabel

Sumber : Hasil Analisis, 2022

Setelah dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas ini, dapat diketahui bahwa 10 variabel Karakteristik Belanja Online dan 7 variabel Karakteristik Belanja Offline tersebut dinyatakan valid dan reliable sehingga dapat digunakan untuk analisa perhitungan selanjutnya.

4.3 Analisis Univariat a. Karakteristik Responden

Karakteristik responden digunakan untuk mengetahui keragaman dari responden berdasarkan umur, gender, pekerjaan, pendapatan,frekuensi produk online dan offline, situs/platform belanja online, pengalaman belanja online dan offline. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai kondisi dari responden dan kaitannya dengan masalah dan tujuan penelitian tersebut.

1. Umur

a. Karakteristik Umur Responden Secara Umum

Pada karakteristik umur responden secara umum menunjukkan hasil frekuensi kuisioner dengan kelompok umur antara lain 19-27 tahun dan 28-59 tahun menghasilkan 54% berumur 19-27 tahun, dan 46%

berumur 28-59 tahun.

Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Umur Secara Umum

Umur Frekuensi Persentase

19-27 Tahun 54 54%

28-59 Tahun 46 46%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Analisis, 2022

Gambar 4.1 Grafik Persentase Karakteristik Umur secara Umum

54,00%

46,00%

Frekuensi Umur Responden Secara Umum

19-27 Tahun

28-59 Tahun

41

b. Karakteristik Umur Responden Berbelanja Online

Pada karakteristik umur responden berbelanja online menunjukkan hasil frekuensi kuisioner dengan kelompok umur antara lain 19-27 tahun dan 28-59 tahun menghasilkan 66,67% berumur 19-27 tahun dan 33,33%

berumur 28-59 tahun.

Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Umur Responden Belanja Online

Umur Frekuensi Persentase

19-27 Tahun 50 66,67%

28-59 Tahun 25 33,33%

Total 75 100%

Sumber : Hasil Analisis, 2022

Gambar 4.2 Grafik Persentase Umur Responden Belanja Online c. Karakteristik Umur Responden Berbelanja Offline

Pada karakteristik umur responden berbelanja offline menunjukkan hasil frekuensi kuisioner dengan kelompok umur antara lain 19-27 tahun dan 28-59 tahun menghasilkan 16% berumur 19-27 tahun, dan 84% berumur 28-59 tahun.

66,67%

33,33%

Frekuensi Umur Responden Belanja Online

19-27 Tahun 27-59 Tahun

Tabel 4.10 Distribusi Frekuensi Umur Responden Belanja Offline

Umur Frekuensi Persentase

19-27 Tahun 4 16%

28-59 Tahun 21 84%

Total 25 100%

Sumber : Hasil Analisis, 2022

Gambar 4.3 Grafik Persentase Umur Responden Belanja Offline

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan melalui penyebaran kuisioner diketahui persentase umur responden. Persentase umur responden secara umum yang paling banyak adalah 19-27 tahun yaitu 54%

2. Jenis Kelamin

a. Karakteristik Jenis Kelamin Responden Secara Umum

Pada karakteristik jenis kelamin responden secara umum menunjukkan hasil frekuensi jenis kelamin yang telah disebarkan dan menghasilkan 35% laki-laki dan 65% perempuan.

16,00%

84,00%

Frekuensi Umur Responden Belanja Offline

19-27 Tahun 28-59 Tahun

43

Tabel 4.11 Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin secara Umum

Sumber : Hasil Analisis, 2022

Gambar 4.4 Grafik Persentase Jenis Kelamin Responden Secara Umum

b. Karakteristik Jenis Kelamin Responden Berbelanja Online

Pada karakteristik jenis kelamin responden berbelanja online menunjukkan hasil frekuensi jenis kelamin kuisioner yang telah disebar dan menghasilkan 44% laki-laki dan 56% perempuan.

Tabel 4.12 Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Responden Berbelanja Online

Sumber : Hasil Analisis, 2022

Gambar 4.5 Grafik Persentase Jenis Kelamin Responden Belanja Online Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

Laki-Laki 35 35%

Perempuan 65 65%

Total 100 100%

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

Laki-Laki 33 44%

Perempuan 42 56%

Total 75 100%

44,00%

56,00%

Frekuensi Jenis Kelamin Responden Belanja Online

Laki-Laki Perempuan

35%

65%

Grafik Persentase Jenis Kelamin Secara Umum

Laki-Laki Perempuan

c. Karakteristik Jenis Kelamin Responden Berbelanja Offline

Pada karakteristik jenis kelamin responden berbelanja offline menunjukkan hasil frekuensi jenis kelamin kuisioner yang telah disebar dan menghasilkan 2% Laki-Laki dan 92% Perempuan.

Tabel 4.13 Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Responden Berbelanja Offline

Sumber : Hasil Analisis, 2022

Gambar 4.6 Grafik Persentase Jenis Kelamin Responden Belanja Offline 3. Pekerjaan

a. Karakteristik Pekerjaan Responden Secara Umum

Pada karakteristik pekerjaan responden secara umum menunjukkan hasil frekuensi pekerjaan yang paling serig adalah mahasiswa dan wiraswasta.

Tabel 4.14 Distribusi Frekuensi Pekerjaan Responden Secara Umum

Pekerjaan Frekuensi Persentase

Mahasiswa 36 36%

Wiraswasta 26 26%

Ibu Rumah Tangga 19 19%

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

Laki-Laki 2 8%

Perempuan 23 92%

Total 25 100%

2,00%

92,00%

Frekuensi Jenis Kelamin Responden Belanja Online

Laki-Laki Perempuan

45

Pekerjaan Frekuensi Persentase

PNS 5 5%

Tidak Bekerja 12 12%

Buruh 1 1%

Polri/Satpam 1 1%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Analisis, 2022

Gambar 4.7 Grafik Persentase Karakteristik Pekerjaan Responden Secara Umum b. Karakteristik Pekerjaan Responden Berbelanja Online

Pada karakteristik pekerjaan responden berbelanja online menunjukkan hasil frekuensi pekerjaan kuisioner yang terbesar adalah sebagai mahasiswa dan wiraswasta.

Tabel 4.15 Distribusi Frekuensi Pekerjaan Responden Berbelanja Online

Pekerjaan Frekuensi Persentase

Mahasiswa 35 46,7%

Wiraswasta 20 26,6%

Ibu Rumah Tangga 6 8%

Tidak Bekerja 12 16%

PNS 2 2,7%

Total 75 100%

Sumber : Hasil Analisis, 2022

36,00%

26,00%

19,00% 12,00% 5%

1% 1%

Frekuensi Pekerjaan Responden Secara Umum

Mahasiswa Wiraswasta Ibu Rumah Tangga Tidak Bekerja PNS

Buruh

Gambar 4.8 Grafik Persentase Pekerjaan Responden Belanja Online c. Karakteristik Pekerjaan Responden Berbelanja Offline

Pada karakteristik pekerjaan responden berbelanja online menunjukkan frekuensi pekerjaan yang terbanyak adalah sebagai ibu rumah tangga.

Tabel 4.16 Distribusi Frekuensi Pekerjaan Responden Berbelanja Offline

Pekerjaan Frekuensi Persentase

Mahasiswa 1 4%

PNS 3 12%

Wiraswasta 6 24%

Buruh 1 4%

Polri/Satpam 1 4%

Ibu Rumah Tangga 13 52%

Total 25 100%

Sumber : Hasil Analisis, 2022

Gambar 4.9 Grafik Persentase Pekerjaan Responden Belanja Offline 46,70%

26,60%

8,00% 16,00%

2,70%

Frekuensi Pekerjaan Responden Belanja

Online

Mahasiswa

Wiraswasta Ibu Rumah Tangga Tidak Bekerja PNS

4,00%

12,00%

24,00%

4,00% 4%

Frekuensi Pekerjaan Responden Belanja Offline

Mahasiswa PNS Wiraswasta Buruh Polri/Satpam

47

4. Pendapatan

a. Karakteristik Pendapatan Responden Secara Umum

Pada karakteristik pendapatan menunjukkan frekuensi pendapatan responden secara umum sehingga menghasilkan 54,7% mempunyai pendapatan 500 ribu rupiah sampai 1 juta rupiah, 17,3% mempunyai pendapatan 1 juta rupiah sampai 2 juta rupiah, 16% mempunyai pendapatan 2 juta rupiah s.d 3 juta rupiah, dan 9% mempunyai pendapatan >3 juta rupiah. Hasil frekuensi pendapatan responden berbelanja online dapat dilihat pada tabel 4.17.

Tabel 4.17 Distribusi Frekuensi Pendapatan Responden Secara Umum

Pendapatan Frekuensi Persentase

500 ribu rupiah s.d 1 juta rupiah

36 36%

1 juta rupiah s.d 2 juta rupiah 24 24%

2 juta rupiah s.d 3 juta rupiah 23 23%

>3 juta rupiah 17 17%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Analisis, 2022

Gambar 4.10 Grafik Persentase Pendapatan Responden Secara Umum

36%

24%

23%

17%

Frekuensi Pendapatan Responden Secara Umum

Rp 500.000 s.d Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 s.d Rp 2.000.000

Rp 2.000.000 s.d Rp 3.000.000

>Rp 3.000.000

b. Karakteristik Pendapatan Responden Berbelanja Online

Pada karakteristik pendapatan menunjukkan frekuensi pendapatan responden berbelanja online sehingga menghasilkan .42,7% mempunyai pendapatan 500 ribu rupiah sampai 1 juta rupiah, 18,7% mempunyai pendapatan 1 juta rupiah sampai 2 juta rupiah, 21,3% mempunyai pendapatan 2 juta rupiah sampai 3 juta rupiah, dan 13% mempunyai pendapatan >3 juta rupiah. Hasil frekuensi pendapatan responden berbelanja online dapat dilihat pada tabel 4.18.

Tabel 4.18 Distribusi Frekuensi Pendapatan Responden Berbelanja Online

Pendapatan Frekuensi Persentase

500 ribu rupiah s.d 1 juta rupiah

32 42,7%

1 juta rupiah s.d 2 juta rupiah 14 18,7%

2 juta rupiah s.d 3 juta rupiah 16 21,3%

>3 juta rupiah 13 17,3%

Total 75 100%

Sumber : Hasil Analisis, 2022

Gambar 4.11 Grafik Persentase Pendapatan Responden Belanja Online c. Karakteristsik Pendapatan Responden Berbelanja Offline

43%

19%

21%

17%

Frekuensi Pendapatan Responden Belanja Online

Rp 500.000 s.d Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 s.d Rp 2.000.000

Rp 2.000.000 s.d Rp 3.000.000

>Rp 3.000.000

49

Pada karakteristik pendapatan menunjukkan frekuensi pendapatan responden berbelanja offline sehingga menghasilkan 16% mempunyai pendapatan 500 ribu rupiah sampai 1 juta rupiah, 40% mempunyai pendapatan 1 juta rupiah sampai 2 juta rupiah, 28% mempunyai pendapatan 2 juta rupiah sampai 3 juta rupiah, dan 16% mempunyai pendapatan >3 juta rupiah. Hasil frekuensi pendapatan responden berbelanja offline dapat dilihat pada tabel 4.19.

Tabel 4.19 Distribusi Frekuensi Pendapatan Responden Berbelanja Offline Pendapatan Frekuensi Persentase 500 ribu rupiah s.d 1 juta

rupiah

4 16%

1 juta rupiah s.d 2 juta rupiah 10 40%

2 juta rupiah s.d 3 juta rupiah 7 28%

>3 juta rupiah 4 16%

Total 25 100%

Sumber : Hasil Analisis, 2022

Gambar 4.12 Grafik Persentase Pendapatan Responden Belanja Online 5. Frekuensi Produk

a. Frekuensi Jenis Produk Belanja Online

Pada frekuensi produk dibagi menjadi 2 jenis, yaitu frekuensi produk belanja online dan frekuensi produk belanja offline. Hasil kuisioner

16%

40%

28%

16%

Frekuensi Pendapatan Responden Belanja Offline

Rp 500.000 s.d Rp 1.000.000

Rp 1.000.000 s.d Rp 2.000.000

Rp 2.000.000 s.d Rp 3.000.000

>Rp 3.000.000

frekuensi produk dapat dilihat pada tabel 4.20 dan tabel 4.21 bahwa jumlah terbanyak produk yang dipilih adalah fashion.

Tabel 4.20 Distribusi Frekuensi Produk Belanja Online Responden Jenis Produk Frekuensi Persentase

Alat Tulis 1 1%

Fashion 57 57%

Hobi 10 10%

Makanan & Bahannya 5 5%

Otomotif 2 2%

Produk Gadget 6 6%

Produk Rumah Tangga 18 18%

Tiket 1 1%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Analisis, 2022

Gambar 4.13 Grafik Karakteristik Responden Berdasarkan Frekuensi Jenis Produk Belanja Online

b. Frekuensi Jenis Produk Belanja Offline

Hasil dari kuisioner frekuensi jenis produk yang dibeli secara offline menunjukkan bahwa produk belanja offline terbanyak yang dipilih ialah makanan dan bahannya.

Tabel 4.21 Distribusi Frekuensi Produk Belanja Offline

Jenis Produk Frekuensi Persentase

Alat Tulis 2 2%

1%

57%

10% 5% 2%

6%

18%

1%

Persentase Frekuensi Jenis Produk Belanja Online

Alat Tulis

Fashion Hobi Makanan &

Bahannya

51

Jenis Produk Frekuensi Persentase

Fashion 23 23%

Hobi 6 6%

Makanan & Bahannya 47 47%

Obat-Obatan 2 2%

Otomotif 5 5%

Produk Gadget 5 5%

Produk Rumah Tangga 10 10%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Analisis, 2022

Gambar 4.14 Grafik Karakteristik Responden Berdasarkan frekuensi Jenis Produk Belanja Offline

6. Frekuensi Belanja Online dan Offline

Frekuensi Belanja dibagi menjadi 2 kategori yaitu Frekuensi Belanja Online dan Frekuensi Belanja Offline. Rentang waktu yang digunakan adalah dalam kurun waktu 1 (satu) bulan.

a. Frekuensi Belanja Online

Tabel 4.22 Distribusi Tingkat Frekuensi Belanja Online

Tingkat Frekuensi Frekuensi Persentase

1 kali 28 28%

2 kali 17 17%

3 kali 17 17%

4 kali 5 5%

2%

23%

6%

47%

2% 5%

10%2%

Persentase Frekuensi Jenis Produk Belanja Offline

Alat Tulis Fashion

Tingkat Frekuensi Frekuensi Persentase

>4 kali 33 33%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Analisis, 2022

Hasil Tabel 4.22 Menggambarkan bahwa dari 100 responden yang dipilih menjadi sampel secara keseluruhan, responden melakukan intensitas frekuensi pembelian palng besar adalah lebih dari 4 kali.

Gambar 4.15 Grafik Persentase Frekuensi Belanja Online b. Frekuensi Belanja Offline

Tabel 4.23 Distribusi Tingkat Frekuensi Belanja Offline

Tingkat Frekuensi Frekuensi Persentase

1 kali 29 29%

2 kali 15 15%

3 kali 14 14%

4 kali 12 12%

>4 kali 30 30%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Analisis, 2022

28,00%

17,00%

17,00%

5,00% 33%

Frekuensi Belanja Online

1 Kali 2 Kali 3 Kali 4 Kali

>4 Kali

53

Hasil Tabel 4.19 Menggambarkan bahwa dari 100 responden yang dipilih menjadi sampel secara keseluruhan, responden melakukan intensitas frekuensi pembelian paling banyak ialah lebih dari 4 kali.

Gambar 4.16 Grafik Persentase Frekuensi Belanja Offline 7. Karakteristik Belanja Online

Keterangan :

STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju

S : Setuju

SS : Sangat Setuju

Tabel 4.24 Distribusi Frekuensi Jawaban Karakteristik Belanja Online

No Pernyataan STS TS S SS

N % N % N % N %

1 Saya melakukan transaksi belanja online karena praktis

3 3% 0 0% 63 63% 34 34%

2 Saya melakukan transaksi belanja online karena adanya promo

6 6% 6 6% 51 51% 37 37%

3 Saya melakukan transaksi belanja online karena banyak pilihan pembayaran

3 3% 5 5% 70 70% 22 22%

29,00%

15,00%

14,00%

12,00% 30%

Frekuensi Belanja Offline

1 Kali 2 Kali 3 Kali 4 Kali

>4 Kali

No Pernyataan STS TS S SS

N % N % N % N %

4 Saya merasa bahwa belanja online lebih lengkap

1 1% 20 20% 57 57% 22 22%

5 Saya mudah membandingkan produk satu dengan yang lain apabila belana online

2 2% 15 15% 58 58% 25 25%

6 Saya melakukan belanja online karena menghemat waktu

6 6% 11 11% 61 61% 22 22%

7 Belanja online menurut saya mengurangi biaya perjalanan dan biaya tambahan lain

3 3% 16 16% 58 58% 23 23%

8 Saya merasa belanja

online lebih beresiko 7 7% 34 34% 51 51% 8 8%

9 Berbelanja online

lebih sulit 24 24% 62 62% 12 12% 2 2%

10 Berbelanja online menyebabkan barang lama untuk diterima konsumen

6 6% 27 27% 61 61% 6 6%

Sumber : Hasil Analisis, 2022

Dari hasil survey terhadap 100 responden untuk pernyataan Karakteristik Belanja Online terdapat 4 pilihan jawaban yaitu sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, dan sangat setuju. Dari hasil kuisioner diperoleh hasil responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju paling besar adalah 24% yang terdapat pada Pernyataan nomor 9 (sembilan), jawaban Tidak Setuju persentase paling besar adalah 62% yang terdapat pada Pernyataan nomor 9 (sembilan), jawaban Setuju persentase paling besar adalah 70% yang terdapat pada Pernyataan pada nomor 3

55

(tiga), dan jawaban Sangat Setuju persentase paling besar adalah 37% yang terdapat pada Pernyataan nomor 2 (dua).

Gambar 4.17 Grafik Frekuensi Jawaban Responden Karakteristik Belanja Online 8. Karakteristik Belanja Offline

Tabel 4.25 Distribusi Frekuensi Jawaban Karakteristik Belanja Offline

No Pernyataan STS TS S SS

N % N % N % N %

1 Membeli makanan di toko, responden makan di tempat

11 11% 37 37% 37 37% 15 15%

2 Membeli makanan di toko, reponden makan di rumah

8 8% 29 29% 41 41% 22 22%

3 Responden berbelanja offline karena lebih mudah

4 4% 17 17% 64 64% 15 15%

4 Responden merasa melakukan belanja offline lebih cepat dan praktis

4 4% 25 25% 54 54% 17 17%

5 Melakukan belanja offline/datang langsung bisa melihat keadaan dan kualitas produk yang akan dibeli

5 5% 5 5% 50 50% 40 40%

6 Berbelanja offline membutuhkan biaya perjalanan ke toko yang dituju

1 1% 11 11% 74 74% 14 14%

24,00%

62,00%

70,00%

37,00%

Persentase Karakteristik Belanja Online

STS TS S SS

No Pernyataan STS TS S SS

N % N % N % N %

7 Responden lebih percaya berbelanja langsung karena dapat bertemu dengan pemilik atau penjaga toko langsung

0 0% 12 12% 65 65% 23 23%

Sumber : Hasil Analisis, 2022

Dari hasil survey terhadap 100 responden untuk pernyataan Karakteristik Belanja Offline terdapat 4 pilihan jawaban yaitu sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, dan sangat setuju. Dari hasil kuisioner diperoleh hasil responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju persentase paling besar adalah 11% yang terdapat pada Pernyataan nomor 1 (satu), jawaban Tidak Setuju persentase paling besar adalah 37% yang terdapat pada Pernyataan nomor 1 (satu), jawaban Setuju persentase paling besar adalah 74% yang terdapat pada Pernyataan pada nomor 6 (enam), dan jawaban Sangat Setuju persentase paling besar adalah 40% yang terdapat pada Pernyataan nomor 5 (lima).

Gambar 4.18 Grafik Persentase Frekuensi Jawaban Responden Belanja Offline

11%

37,00%

74,00%

40,00%

Persentase Frekuensi Jawaban Karakteristik Belanja Offline

STS TS S SS

57

Berikut adalah penjelasan distribusi frekuensi jawaban responden tentang pernyataan kuisioner belanja offline.

Gambar 4.19 Grafik Persentase Pernyataan Karakteristik Belanja Online nomor 1 1) Dapat dilihat Gambar 4.19 Grafik Persentase Pernyataan Karakteristik

Belanja Online Nomor 1 yaitu Pernyataan mengenai responden melakuk transaksi belanja online karena praktis. Responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 0%, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0%, responden yang menjawab setuju sebanyak 59% dan responden yangmenjawab sangat setuju sebanyak 41%.

Gambar 4.20 Grafik Persentase Pernyataan Karakteristik Belanja Online nomor 2 2) Dapat dilihat Gambar 4.20 Grafik Persentase Pernyataan Karakteristik

Belanja Online Nomor 1 yaitu Pernyataan mengenai responden melakukan transaksi belanja online karena adanya promo. Responden yang menjawab

3%0%

63%

34%

Persentase pernyataan nomor 1

STS TS S SS

3%3%

46% 48%

Persentase Pernyataan nomor 2

STS TS S SS

sangat tidak setuju sebanyak 3%, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 3%, responden yang menjawab setuju sebanyak 48% dan responden yangmenjawab sangat setuju sebanyak 46%.

Gambar 4.21 Grafik Persentase Pernyataan Karakteristik Belanja Online nomor 3 3) Dapat dilihat Gambar 4.21 Grafik Persentase Pernyataan Karakteristik

Belanja Online Nomor 3 yaitu Pernyataan mengenai responden melakukan transaksi belanja online karena banyak pilihan pembayaran. Responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 0%, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 3%, responden yang menjawab setuju sebanyak 73% dan responden yangmenjawab sangat setuju sebanyak 24%.

Gambar 4.22 Grafik Persentase Pernyataan Karakteristik Belanja Online nomor 4 4) Dapat dilihat Gambar 4.22 Grafik Persentase Pernyataan Karakteristik

Belanja Online Nomor 4 yaitu Pernyataan mengenai responden merasa

0%3%

73%

24%

Persentase pernyataan nomor 3

STS TS S SS

0%13%

58%

29%

Persentase pernyataan nomor 4

STS TS S SS

Dalam dokumen Frekuensi Umur Responden Belanja Online (Halaman 49-52)

Dokumen terkait