BAB 3 Metodologi Penelitian
3.5 Metode Pengolahan Data dan Analisis Data
3.5.1 Pengolahan Data 1. Editing
Dilakukan untuk mengoreksi kelengkapan data yang sudah ada.
Bagaimana pengisian data itu apakah sudah lengkap unsur-unsur datanya dan apakah data yang dimasukan sudah benar dan sesuai.
31
2. Koding
Dilakukan untuk memberikan kode pada data yang akan dibuat, kode yang diberikan tersebut berupa angka. Selanjutnya kode tersebut dimasukkan dalam tabel kerja untuk mempermudah data pengerjaan.
3. Tabulasi
Kegiatan memasukkan data-data hasil penelitian kedalam tabel dengan variabel yang telah ditentukan.
4. Entri Data
Memasukkan data yang telah ditabulasi kedalam komputer kemudian dilanjutkan analisis data.
3.5.2 Analisis Data
1. Melakukan uji validitas dan reabilitas a) Uji Validitas
Dilakukan menggunakan analisis korelasi bivariat pearson pada program software yang digunakan dimana mengkorelasikan masing- masing item skor dengan item total dan hasilnya didapatkan pertanyaan yang valid maupun tidak pada kuisoner yang telah dibuat.
b) Uji Reabilitas
Uji reabilitas dilakukan untuk melihat datas tersebut apakah konsisten.
Dimana pengujian ini menggunakan analisis reabilitas pada program software dimana hasilnya nanti akan didapatkan nilai alpha cronbach dimana nilai alpha dibandingkan dengan rtabel.
2. Analisis Data
Analisis yang digunakan adalah statistik deskritif dengan 2 metode yang dipakai dengan bantuan program software dimana metode tersebut adalah frekuensi yang digunakan untuk analisis univariat untuk mengetahui persentase dari tiap variabel yang diamati dan crosstab yang digunakan untuk analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara perilaku perjalanan dan belanja online dengan berbagai objek yang diamati seperti gender, umur, tingkat pendidikan, jarak antara rumah ke tempat belanja, lama masa menggunakan platform belanja online serta pengetahuan belanja online. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini ada 2 yaitu:
1. Analisis Univariat
Analisis univariat merupakan analisis yang dilakukan terhadap setiap variabel penelitian, seperti faktor sosiodemografi, situs yang digunakan, frekuensi produk, karakteristik belanja online dan offline, yang akan menghasilkan nilai minimum, maksimum, kemudian mengetahui persentase tiap kelompok terhadap seluruh pengamatan.
2. Analisis Bivariat
Analisis Bivariat merupakan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dalam pengamatan. Dengan menggunakan uji statistik yang sesuai dengan skala data yang ada.
BAB IV
HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Propinsi Lampung. Sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 100 responden yang sudah pernah melakukan belanja online dan offline. Pengambilan sampel dilakukan dengan penyebaran kuisioner.
Pengambilan sampel penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 Februari-15 Maret 2022.
4.2 Analisis Data A. Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan bahwa variabel yang diukur memang benar-benar variable yang hendak diteliti. Pada penelitian ini Pernyataan yang akan di ajukan berupa Pernyataan Karakteristik Belanja Online dan Karakteristik Belanja Offline. Konsep dasar uji validitas yaitu:
1. Mengetahui kevalidan atau kesesuaian kuisoner yang digunakan dalam mengukur dan memperoleh data penelitian dari responden.
2. Kuisioner penelitian dikatakan berkualitas jika sudah terbukti validas dan reliabilitasnya.
3. Uji validitas menggunakan prinsip mengkorelasikan antara masingmasing skor item kuisioner dengan skor total jawaban responden.
Uji validitas juga dilakukan untuk menguji variabel Pernyataan Karakteristik Belanja Online pada Tabel 4.1 yang berisi 10 Pernyataan guna mengetahui apakah instrumen yang digunakan valid atau tidak.
Tabel 4.1 Variabel Pernyataan Karakteristik Belanja Online
No Pernyataan
1 Saya melakukan transaksi belanja online karena praktis
2 Saya melakukan transaksi belanja online karena adanya promo
3 Saya melakukan transaksi belanja online karena banyak pilihan pembayaran
4 Saya merasa bahwa belanja online lebih lengkap
5 Saya mudah membandingkan produk satu dengan yang lain apabila belanja online
6 Saya melakukan belanja online karena menghemat waktu
7 Belanja online menurut saya mengurangi biaya perjalanan dan biaya tambahan lain
8 Saya merasa belanja online lebih beresiko 9 Berbelanja online lebih sulit
10 Berbelanja online menyebabkan barang lama untuk diterima konsumen Sumber : Hasil Analisis, 2022
Uji validitas juga untuk menguji variabel pernyataan karakteristik belanja offline pada Tabel 4.2 yang berisi 10 Pernyataan guna mengetahui apakah instrumen yang digunakan valid atau tidak.
35
Tabel 4.2 Variabel Pernyataan Karakteristik Belanja Offline
No Pernyataan
1 Saya membeli makanan di toko, saya makan di tempat 2 Saya membeli makanan di toko, saya makan di rumah 3 saya berbelanja offline karena lebih mudah
4 Saya merasa melakukan belanja offline lebih cepat dan praktis 5 Melakukan belanja offline/datang langsung bisa melihat keadaan dan
kualitas produk yang akan dibeli
6 Berbelanja offline membutuhkan biaya perjalanan ke toko yang dituju 7 Saya lebih percaya berbelanja langsung karena dapat bertemu dengan
pemilik atau penjaga toko langsung Sumber : Hasil Analisis, 2022
Langkah-langkah uji validitas dengan Analisis Uji Statistik yaitu:
1. Menginput data dari hasil penyebaran kuisioner Karakteristik belanja online dan belanja offline yang telah dilakukan, dengan masing-masing 10 Pernyataan dan 7 Pernyataan. Karakteristik Belanja Online dapat dilihat pada Tabel 4.1 dan Pernyataan Karakteristik Belanja Offline dapat dilihat pada Tabel 4.2.
2. Setelah penginputan data langkah selanjutnya mengalasis data Uji Validitas dengan Analisis Uji Statistik. Dengan memasukan angka koding pada Belanja
Online dan Offline yang dimana “Sangat Tidak Setuju” bernilai 1, “Tidak Setuju”
bernilai 2, “Setuju” bernilai 3, dan “Sangat Setuju” bernilai 4.
3. Dari analisis yang dilakukan maka dihasilkan ouput Karakteristik Belanja Online pada Tabel 4.3 dan hasil output Karakteristik Belanja Offline pada Tabel 4.4.
Tabel 4.3 Hasil Uji Validitas Karakteristik Belanja Online Responden No Soal r hitung r Tabel Keterangan
1 0,551 0,195 Valid
2 0,605 0,195 Valid
3 0,627 0,195 Valid
4 0,613 0,195 Valid
5 0,584 0,195 Valid
6 0,630 0,195 Valid
7 0,704 0,195 Valid
8 0,399 0,195 Valid
9 0,189 0,195 Valid
10 0,362 0,195 Valid
Sumber : Hasil Analisis, 2022
Tabel 4.4 Hasil Uji Validitas Karakteristik Belanja Offline Responden No Soal r hitung r Tabel Keterangan
1 0,293 0,195 Valid
2 0,547 0,195 Valid
3 0,559 0,195 Valid
4 0,632 0,195 Valid
5 0,577 0,195 Valid
6 0,361 0,195 Valid
7 0,644 0,195 Valid
Sumber : Hasil Analisis, 2022
37
Dari hasil Uji Validitas dengan menggunakan Analisis Uji Statistik untuk pengetahuan didapat variabel Pernyataan pada Tabel 4.1 soal Karakteristik Belanja Online bahwa variabel nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7,8,9,10 Valid. Untuk Karakteristik Belanja Offline variabel nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 dinyatakan valid.
Uji validitas ini akan dibandingkan dengan rtabel dimana rtabel dilihat berdasarkan jumlah sampel dalam kuisioner. Sampel yang digunakan pada kuisioner kali ini adalah sebanyak 100 responden sehingga jika dilihat dari rtabel maka digunakan rtabel = 0.195 yang selanjutnya akan dibandingan dengan uji yang dilakukan dengan program aplikasi dimana data dianggap valid jika rhitungan ≥ rtabel. Angka rtabel yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 4.5.
Tabel 4.5 Distribusi Nilai rtabel Signifikansi 5% dan 1%
N The Level of Significance
N The Level ofSignificance
5% 1% 5% 1%
3 0,997 0,999 38 0,32 0,413
4 0,95 0,99 39 0,316 0,408
5 0,878 0,959 40 0,312 0,403
6 0,811 0,917 41 0,308 0,398
7 0,754 0,874 42 0,304 0,393
8 0,707 0,834 43 0,301 0,389
9 0,666 0,798 44 0,297 0,384
10 0,632 0,765 45 0,294 0,38
11 0,602 0,735 46 0,291 0,376
12 0,576 0,708 47 0,288 0,372
13 0,553 0,684 48 0,284 0,368
14 0,532 0,661 49 0,281 0,364
15 0,514 0,641 50 0,279 0,361
16 0,497 0,623 55 0,266 0,345
17 0,482 0,606 60 0,254 0,33
18 0,468 0,59 65 0,244 0,317
19 0,456 0,575 70 0,235 0,306
20 0,444 0,561 75 0,227 0,296
21 0,433 0,549 80 0,22 0,286
22 0,432 0,537 85 0,213 0,278
23 0,413 0,526 90 0,207 0,267
24 0,404 0,515 95 0,202 0,263
25 0,396 0,505 100 0,195 0,256
26 0,388 0,496 125 0,176 0,23
N The Level of Significance
N The Level of Significance
5% 1% 5% 1%
27 0,381 0,487 150 0,159 0,21
28 0,374 0,478 175 0,148 0,194
29 0,367 0,47 200 0,138 0,181
30 0,361 0,463 300 0,113 0,148
31 0,355 0,456 400 0,098 0,128
32 0,349 0,449 500 0,088 0,115
33 0,344 0,442 600 0,08 0,105
34 0,339 0,436 700 0,074 0,097
35 0,334 0,43 800 0,07 0,091
36 0,329 0,424 900 0,065 0,086
37 0,325 0,418 1000 0,062 0,081
Sumber : Sugiono(1999). Metode Penelitian Bisnis, Bandung Alfabeta.
B. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah sesuatu yang merujuk pada konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama ketika mereka diuji ulang dengan tes yang sama pada kesempatan yang berbeda. Konsep dasar uji reliabilitas yaitu:
1. Kuisioner penelitian dikatakan berkualitas jika sudah terbukti validitas dan reliabilitasnya
2. Uji reliabilitas dilakukan setelah item kuisioner dikatakan valid
3. Uji reliabilitas bertujuan untuk melihat apakah kuisioner memiliki kosistensi jika pengukuran dengan kuisioner tersebut dilakukan secara berulang.
4. Kuisioner dinyatakan reliable jika nilai Cronbach alpha >0.6. Langkah- langkah uji reliabilitas yaitu menginput data yang valid dari uji validitas karena uji validitas menunjukan seluruh variabel valid maka data yang input untuk karakteristik belanja online sebanyak 10 variabel, dan untuk
39
karakteristik belanja offline sebanyak 7 item. Setelah data terinput langkah selanjutnya yaitu menganalisa data pada Analisis Uji Statistik dari analisa data maka dihasilkan output Cronbach alpha karakteristik belanja online sebesar dan karakteristik belanja offline sebesar . Nilai tersebut lebih be sar dari 0.6 maka pengujian ini dinyatakan reliable. Statistik pengujian dapat dilihat pada Tabel 4.6 dan 4.7.
Tabel 4.6 Pengujian Statistik Reliabilitas Output Software Uji Statistik Karakteristik Belanja Online
Cronh Alpha Banyak Variabel Alpha Keterangan
0.72 10 0.6 Reliabel
Sumber : Hasil Analisis, 2022
Tabel 4.7 Pengujian Statistik Reliabilitas Output Software Uji Statistik Karakteristik Belanja Offline
Cronh Alpha Banyak Variabel Alpha Keterangan
0.70 7 0.6 Reliabel
Sumber : Hasil Analisis, 2022
Setelah dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas ini, dapat diketahui bahwa 10 variabel Karakteristik Belanja Online dan 7 variabel Karakteristik Belanja Offline tersebut dinyatakan valid dan reliable sehingga dapat digunakan untuk analisa perhitungan selanjutnya.
4.3 Analisis Univariat a. Karakteristik Responden
Karakteristik responden digunakan untuk mengetahui keragaman dari responden berdasarkan umur, gender, pekerjaan, pendapatan,frekuensi produk online dan offline, situs/platform belanja online, pengalaman belanja online dan offline. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai kondisi dari responden dan kaitannya dengan masalah dan tujuan penelitian tersebut.
1. Umur
a. Karakteristik Umur Responden Secara Umum
Pada karakteristik umur responden secara umum menunjukkan hasil frekuensi kuisioner dengan kelompok umur antara lain 19-27 tahun dan 28-59 tahun menghasilkan 54% berumur 19-27 tahun, dan 46%
berumur 28-59 tahun.
Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Umur Secara Umum
Umur Frekuensi Persentase
19-27 Tahun 54 54%
28-59 Tahun 46 46%
Total 100 100%
Sumber : Hasil Analisis, 2022
Gambar 4.1 Grafik Persentase Karakteristik Umur secara Umum
54,00%
46,00%
Frekuensi Umur Responden Secara Umum
19-27 Tahun
28-59 Tahun
41
b. Karakteristik Umur Responden Berbelanja Online
Pada karakteristik umur responden berbelanja online menunjukkan hasil frekuensi kuisioner dengan kelompok umur antara lain 19-27 tahun dan 28-59 tahun menghasilkan 66,67% berumur 19-27 tahun dan 33,33%
berumur 28-59 tahun.
Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Umur Responden Belanja Online
Umur Frekuensi Persentase
19-27 Tahun 50 66,67%
28-59 Tahun 25 33,33%
Total 75 100%
Sumber : Hasil Analisis, 2022
Gambar 4.2 Grafik Persentase Umur Responden Belanja Online c. Karakteristik Umur Responden Berbelanja Offline
Pada karakteristik umur responden berbelanja offline menunjukkan hasil frekuensi kuisioner dengan kelompok umur antara lain 19-27 tahun dan 28-59 tahun menghasilkan 16% berumur 19-27 tahun, dan 84% berumur 28-59 tahun.
66,67%
33,33%
Frekuensi Umur Responden Belanja Online
19-27 Tahun 27-59 Tahun
Tabel 4.10 Distribusi Frekuensi Umur Responden Belanja Offline
Umur Frekuensi Persentase
19-27 Tahun 4 16%
28-59 Tahun 21 84%
Total 25 100%
Sumber : Hasil Analisis, 2022
Gambar 4.3 Grafik Persentase Umur Responden Belanja Offline
Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan melalui penyebaran kuisioner diketahui persentase umur responden. Persentase umur responden secara umum yang paling banyak adalah 19-27 tahun yaitu 54%
2. Jenis Kelamin
a. Karakteristik Jenis Kelamin Responden Secara Umum
Pada karakteristik jenis kelamin responden secara umum menunjukkan hasil frekuensi jenis kelamin yang telah disebarkan dan menghasilkan 35% laki-laki dan 65% perempuan.
16,00%
84,00%
Frekuensi Umur Responden Belanja Offline
19-27 Tahun 28-59 Tahun
43
Tabel 4.11 Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin secara Umum
Sumber : Hasil Analisis, 2022
Gambar 4.4 Grafik Persentase Jenis Kelamin Responden Secara Umum
b. Karakteristik Jenis Kelamin Responden Berbelanja Online
Pada karakteristik jenis kelamin responden berbelanja online menunjukkan hasil frekuensi jenis kelamin kuisioner yang telah disebar dan menghasilkan 44% laki-laki dan 56% perempuan.
Tabel 4.12 Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Responden Berbelanja Online
Sumber : Hasil Analisis, 2022
Gambar 4.5 Grafik Persentase Jenis Kelamin Responden Belanja Online Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
Laki-Laki 35 35%
Perempuan 65 65%
Total 100 100%
Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
Laki-Laki 33 44%
Perempuan 42 56%
Total 75 100%
44,00%
56,00%
Frekuensi Jenis Kelamin Responden Belanja Online
Laki-Laki Perempuan
35%
65%
Grafik Persentase Jenis Kelamin Secara Umum
Laki-Laki Perempuan
c. Karakteristik Jenis Kelamin Responden Berbelanja Offline
Pada karakteristik jenis kelamin responden berbelanja offline menunjukkan hasil frekuensi jenis kelamin kuisioner yang telah disebar dan menghasilkan 2% Laki-Laki dan 92% Perempuan.
Tabel 4.13 Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Responden Berbelanja Offline
Sumber : Hasil Analisis, 2022
Gambar 4.6 Grafik Persentase Jenis Kelamin Responden Belanja Offline 3. Pekerjaan
a. Karakteristik Pekerjaan Responden Secara Umum
Pada karakteristik pekerjaan responden secara umum menunjukkan hasil frekuensi pekerjaan yang paling serig adalah mahasiswa dan wiraswasta.
Tabel 4.14 Distribusi Frekuensi Pekerjaan Responden Secara Umum
Pekerjaan Frekuensi Persentase
Mahasiswa 36 36%
Wiraswasta 26 26%
Ibu Rumah Tangga 19 19%
Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
Laki-Laki 2 8%
Perempuan 23 92%
Total 25 100%
2,00%
92,00%
Frekuensi Jenis Kelamin Responden Belanja Online
Laki-Laki Perempuan
45
Pekerjaan Frekuensi Persentase
PNS 5 5%
Tidak Bekerja 12 12%
Buruh 1 1%
Polri/Satpam 1 1%
Total 100 100%
Sumber : Hasil Analisis, 2022
Gambar 4.7 Grafik Persentase Karakteristik Pekerjaan Responden Secara Umum b. Karakteristik Pekerjaan Responden Berbelanja Online
Pada karakteristik pekerjaan responden berbelanja online menunjukkan hasil frekuensi pekerjaan kuisioner yang terbesar adalah sebagai mahasiswa dan wiraswasta.
Tabel 4.15 Distribusi Frekuensi Pekerjaan Responden Berbelanja Online
Pekerjaan Frekuensi Persentase
Mahasiswa 35 46,7%
Wiraswasta 20 26,6%
Ibu Rumah Tangga 6 8%
Tidak Bekerja 12 16%
PNS 2 2,7%
Total 75 100%
Sumber : Hasil Analisis, 2022
36,00%
26,00%
19,00% 12,00% 5%
1% 1%
Frekuensi Pekerjaan Responden Secara Umum
Mahasiswa Wiraswasta Ibu Rumah Tangga Tidak Bekerja PNS
Buruh
Gambar 4.8 Grafik Persentase Pekerjaan Responden Belanja Online c. Karakteristik Pekerjaan Responden Berbelanja Offline
Pada karakteristik pekerjaan responden berbelanja online menunjukkan frekuensi pekerjaan yang terbanyak adalah sebagai ibu rumah tangga.
Tabel 4.16 Distribusi Frekuensi Pekerjaan Responden Berbelanja Offline
Pekerjaan Frekuensi Persentase
Mahasiswa 1 4%
PNS 3 12%
Wiraswasta 6 24%
Buruh 1 4%
Polri/Satpam 1 4%
Ibu Rumah Tangga 13 52%
Total 25 100%
Sumber : Hasil Analisis, 2022
Gambar 4.9 Grafik Persentase Pekerjaan Responden Belanja Offline 46,70%
26,60%
8,00% 16,00%
2,70%
Frekuensi Pekerjaan Responden Belanja
Online
MahasiswaWiraswasta Ibu Rumah Tangga Tidak Bekerja PNS
4,00%
12,00%
24,00%
4,00% 4%
Frekuensi Pekerjaan Responden Belanja Offline
Mahasiswa PNS Wiraswasta Buruh Polri/Satpam
47
4. Pendapatan
a. Karakteristik Pendapatan Responden Secara Umum
Pada karakteristik pendapatan menunjukkan frekuensi pendapatan responden secara umum sehingga menghasilkan 54,7% mempunyai pendapatan 500 ribu rupiah sampai 1 juta rupiah, 17,3% mempunyai pendapatan 1 juta rupiah sampai 2 juta rupiah, 16% mempunyai pendapatan 2 juta rupiah s.d 3 juta rupiah, dan 9% mempunyai pendapatan >3 juta rupiah. Hasil frekuensi pendapatan responden berbelanja online dapat dilihat pada tabel 4.17.
Tabel 4.17 Distribusi Frekuensi Pendapatan Responden Secara Umum
Pendapatan Frekuensi Persentase
500 ribu rupiah s.d 1 juta rupiah
36 36%
1 juta rupiah s.d 2 juta rupiah 24 24%
2 juta rupiah s.d 3 juta rupiah 23 23%
>3 juta rupiah 17 17%
Total 100 100%
Sumber : Hasil Analisis, 2022
Gambar 4.10 Grafik Persentase Pendapatan Responden Secara Umum
36%
24%
23%
17%
Frekuensi Pendapatan Responden Secara Umum
Rp 500.000 s.d Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 s.d Rp 2.000.000
Rp 2.000.000 s.d Rp 3.000.000
>Rp 3.000.000
b. Karakteristik Pendapatan Responden Berbelanja Online
Pada karakteristik pendapatan menunjukkan frekuensi pendapatan responden berbelanja online sehingga menghasilkan .42,7% mempunyai pendapatan 500 ribu rupiah sampai 1 juta rupiah, 18,7% mempunyai pendapatan 1 juta rupiah sampai 2 juta rupiah, 21,3% mempunyai pendapatan 2 juta rupiah sampai 3 juta rupiah, dan 13% mempunyai pendapatan >3 juta rupiah. Hasil frekuensi pendapatan responden berbelanja online dapat dilihat pada tabel 4.18.
Tabel 4.18 Distribusi Frekuensi Pendapatan Responden Berbelanja Online
Pendapatan Frekuensi Persentase
500 ribu rupiah s.d 1 juta rupiah
32 42,7%
1 juta rupiah s.d 2 juta rupiah 14 18,7%
2 juta rupiah s.d 3 juta rupiah 16 21,3%
>3 juta rupiah 13 17,3%
Total 75 100%
Sumber : Hasil Analisis, 2022
Gambar 4.11 Grafik Persentase Pendapatan Responden Belanja Online c. Karakteristsik Pendapatan Responden Berbelanja Offline
43%
19%
21%
17%
Frekuensi Pendapatan Responden Belanja Online
Rp 500.000 s.d Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 s.d Rp 2.000.000
Rp 2.000.000 s.d Rp 3.000.000
>Rp 3.000.000
49
Pada karakteristik pendapatan menunjukkan frekuensi pendapatan responden berbelanja offline sehingga menghasilkan 16% mempunyai pendapatan 500 ribu rupiah sampai 1 juta rupiah, 40% mempunyai pendapatan 1 juta rupiah sampai 2 juta rupiah, 28% mempunyai pendapatan 2 juta rupiah sampai 3 juta rupiah, dan 16% mempunyai pendapatan >3 juta rupiah. Hasil frekuensi pendapatan responden berbelanja offline dapat dilihat pada tabel 4.19.
Tabel 4.19 Distribusi Frekuensi Pendapatan Responden Berbelanja Offline Pendapatan Frekuensi Persentase 500 ribu rupiah s.d 1 juta
rupiah
4 16%
1 juta rupiah s.d 2 juta rupiah 10 40%
2 juta rupiah s.d 3 juta rupiah 7 28%
>3 juta rupiah 4 16%
Total 25 100%
Sumber : Hasil Analisis, 2022
Gambar 4.12 Grafik Persentase Pendapatan Responden Belanja Online 5. Frekuensi Produk
a. Frekuensi Jenis Produk Belanja Online
Pada frekuensi produk dibagi menjadi 2 jenis, yaitu frekuensi produk belanja online dan frekuensi produk belanja offline. Hasil kuisioner
16%
40%
28%
16%
Frekuensi Pendapatan Responden Belanja Offline
Rp 500.000 s.d Rp 1.000.000
Rp 1.000.000 s.d Rp 2.000.000
Rp 2.000.000 s.d Rp 3.000.000
>Rp 3.000.000
frekuensi produk dapat dilihat pada tabel 4.20 dan tabel 4.21 bahwa jumlah terbanyak produk yang dipilih adalah fashion.
Tabel 4.20 Distribusi Frekuensi Produk Belanja Online Responden Jenis Produk Frekuensi Persentase
Alat Tulis 1 1%
Fashion 57 57%
Hobi 10 10%
Makanan & Bahannya 5 5%
Otomotif 2 2%
Produk Gadget 6 6%
Produk Rumah Tangga 18 18%
Tiket 1 1%
Total 100 100%
Sumber : Hasil Analisis, 2022
Gambar 4.13 Grafik Karakteristik Responden Berdasarkan Frekuensi Jenis Produk Belanja Online
b. Frekuensi Jenis Produk Belanja Offline
Hasil dari kuisioner frekuensi jenis produk yang dibeli secara offline menunjukkan bahwa produk belanja offline terbanyak yang dipilih ialah makanan dan bahannya.
Tabel 4.21 Distribusi Frekuensi Produk Belanja Offline
Jenis Produk Frekuensi Persentase
Alat Tulis 2 2%
1%
57%
10% 5% 2%
6%
18%
1%
Persentase Frekuensi Jenis Produk Belanja Online
Alat TulisFashion Hobi Makanan &
Bahannya
51
Jenis Produk Frekuensi Persentase
Fashion 23 23%
Hobi 6 6%
Makanan & Bahannya 47 47%
Obat-Obatan 2 2%
Otomotif 5 5%
Produk Gadget 5 5%
Produk Rumah Tangga 10 10%
Total 100 100%
Sumber : Hasil Analisis, 2022
Gambar 4.14 Grafik Karakteristik Responden Berdasarkan frekuensi Jenis Produk Belanja Offline
6. Frekuensi Belanja Online dan Offline
Frekuensi Belanja dibagi menjadi 2 kategori yaitu Frekuensi Belanja Online dan Frekuensi Belanja Offline. Rentang waktu yang digunakan adalah dalam kurun waktu 1 (satu) bulan.
a. Frekuensi Belanja Online
Tabel 4.22 Distribusi Tingkat Frekuensi Belanja Online
Tingkat Frekuensi Frekuensi Persentase
1 kali 28 28%
2 kali 17 17%
3 kali 17 17%
4 kali 5 5%
2%
23%
6%
47%
2% 5%
10%2%
Persentase Frekuensi Jenis Produk Belanja Offline
Alat Tulis Fashion
Tingkat Frekuensi Frekuensi Persentase
>4 kali 33 33%
Total 100 100%
Sumber : Hasil Analisis, 2022
Hasil Tabel 4.22 Menggambarkan bahwa dari 100 responden yang dipilih menjadi sampel secara keseluruhan, responden melakukan intensitas frekuensi pembelian palng besar adalah lebih dari 4 kali.
Gambar 4.15 Grafik Persentase Frekuensi Belanja Online b. Frekuensi Belanja Offline
Tabel 4.23 Distribusi Tingkat Frekuensi Belanja Offline
Tingkat Frekuensi Frekuensi Persentase
1 kali 29 29%
2 kali 15 15%
3 kali 14 14%
4 kali 12 12%
>4 kali 30 30%
Total 100 100%
Sumber : Hasil Analisis, 2022
28,00%
17,00%
17,00%
5,00% 33%
Frekuensi Belanja Online
1 Kali 2 Kali 3 Kali 4 Kali
>4 Kali
53
Hasil Tabel 4.19 Menggambarkan bahwa dari 100 responden yang dipilih menjadi sampel secara keseluruhan, responden melakukan intensitas frekuensi pembelian paling banyak ialah lebih dari 4 kali.
Gambar 4.16 Grafik Persentase Frekuensi Belanja Offline 7. Karakteristik Belanja Online
Keterangan :
STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju
S : Setuju
SS : Sangat Setuju
Tabel 4.24 Distribusi Frekuensi Jawaban Karakteristik Belanja Online
No Pernyataan STS TS S SS
N % N % N % N %
1 Saya melakukan transaksi belanja online karena praktis
3 3% 0 0% 63 63% 34 34%
2 Saya melakukan transaksi belanja online karena adanya promo
6 6% 6 6% 51 51% 37 37%
3 Saya melakukan transaksi belanja online karena banyak pilihan pembayaran
3 3% 5 5% 70 70% 22 22%
29,00%
15,00%
14,00%
12,00% 30%
Frekuensi Belanja Offline
1 Kali 2 Kali 3 Kali 4 Kali
>4 Kali
No Pernyataan STS TS S SS
N % N % N % N %
4 Saya merasa bahwa belanja online lebih lengkap
1 1% 20 20% 57 57% 22 22%
5 Saya mudah membandingkan produk satu dengan yang lain apabila belana online
2 2% 15 15% 58 58% 25 25%
6 Saya melakukan belanja online karena menghemat waktu
6 6% 11 11% 61 61% 22 22%
7 Belanja online menurut saya mengurangi biaya perjalanan dan biaya tambahan lain
3 3% 16 16% 58 58% 23 23%
8 Saya merasa belanja
online lebih beresiko 7 7% 34 34% 51 51% 8 8%
9 Berbelanja online
lebih sulit 24 24% 62 62% 12 12% 2 2%
10 Berbelanja online menyebabkan barang lama untuk diterima konsumen
6 6% 27 27% 61 61% 6 6%
Sumber : Hasil Analisis, 2022
Dari hasil survey terhadap 100 responden untuk pernyataan Karakteristik Belanja Online terdapat 4 pilihan jawaban yaitu sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, dan sangat setuju. Dari hasil kuisioner diperoleh hasil responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju paling besar adalah 24% yang terdapat pada Pernyataan nomor 9 (sembilan), jawaban Tidak Setuju persentase paling besar adalah 62% yang terdapat pada Pernyataan nomor 9 (sembilan), jawaban Setuju persentase paling besar adalah 70% yang terdapat pada Pernyataan pada nomor 3
55
(tiga), dan jawaban Sangat Setuju persentase paling besar adalah 37% yang terdapat pada Pernyataan nomor 2 (dua).
Gambar 4.17 Grafik Frekuensi Jawaban Responden Karakteristik Belanja Online 8. Karakteristik Belanja Offline
Tabel 4.25 Distribusi Frekuensi Jawaban Karakteristik Belanja Offline
No Pernyataan STS TS S SS
N % N % N % N %
1 Membeli makanan di toko, responden makan di tempat
11 11% 37 37% 37 37% 15 15%
2 Membeli makanan di toko, reponden makan di rumah
8 8% 29 29% 41 41% 22 22%
3 Responden berbelanja offline karena lebih mudah
4 4% 17 17% 64 64% 15 15%
4 Responden merasa melakukan belanja offline lebih cepat dan praktis
4 4% 25 25% 54 54% 17 17%
5 Melakukan belanja offline/datang langsung bisa melihat keadaan dan kualitas produk yang akan dibeli
5 5% 5 5% 50 50% 40 40%
6 Berbelanja offline membutuhkan biaya perjalanan ke toko yang dituju
1 1% 11 11% 74 74% 14 14%
24,00%
62,00%
70,00%
37,00%
Persentase Karakteristik Belanja Online
STS TS S SS
No Pernyataan STS TS S SS
N % N % N % N %
7 Responden lebih percaya berbelanja langsung karena dapat bertemu dengan pemilik atau penjaga toko langsung
0 0% 12 12% 65 65% 23 23%
Sumber : Hasil Analisis, 2022
Dari hasil survey terhadap 100 responden untuk pernyataan Karakteristik Belanja Offline terdapat 4 pilihan jawaban yaitu sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, dan sangat setuju. Dari hasil kuisioner diperoleh hasil responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju persentase paling besar adalah 11% yang terdapat pada Pernyataan nomor 1 (satu), jawaban Tidak Setuju persentase paling besar adalah 37% yang terdapat pada Pernyataan nomor 1 (satu), jawaban Setuju persentase paling besar adalah 74% yang terdapat pada Pernyataan pada nomor 6 (enam), dan jawaban Sangat Setuju persentase paling besar adalah 40% yang terdapat pada Pernyataan nomor 5 (lima).
Gambar 4.18 Grafik Persentase Frekuensi Jawaban Responden Belanja Offline
11%
37,00%
74,00%
40,00%
Persentase Frekuensi Jawaban Karakteristik Belanja Offline
STS TS S SS
57
Berikut adalah penjelasan distribusi frekuensi jawaban responden tentang pernyataan kuisioner belanja offline.
Gambar 4.19 Grafik Persentase Pernyataan Karakteristik Belanja Online nomor 1 1) Dapat dilihat Gambar 4.19 Grafik Persentase Pernyataan Karakteristik
Belanja Online Nomor 1 yaitu Pernyataan mengenai responden melakuk transaksi belanja online karena praktis. Responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 0%, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0%, responden yang menjawab setuju sebanyak 59% dan responden yangmenjawab sangat setuju sebanyak 41%.
Gambar 4.20 Grafik Persentase Pernyataan Karakteristik Belanja Online nomor 2 2) Dapat dilihat Gambar 4.20 Grafik Persentase Pernyataan Karakteristik
Belanja Online Nomor 1 yaitu Pernyataan mengenai responden melakukan transaksi belanja online karena adanya promo. Responden yang menjawab
3%0%
63%
34%
Persentase pernyataan nomor 1
STS TS S SS
3%3%
46% 48%
Persentase Pernyataan nomor 2
STS TS S SS
sangat tidak setuju sebanyak 3%, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 3%, responden yang menjawab setuju sebanyak 48% dan responden yangmenjawab sangat setuju sebanyak 46%.
Gambar 4.21 Grafik Persentase Pernyataan Karakteristik Belanja Online nomor 3 3) Dapat dilihat Gambar 4.21 Grafik Persentase Pernyataan Karakteristik
Belanja Online Nomor 3 yaitu Pernyataan mengenai responden melakukan transaksi belanja online karena banyak pilihan pembayaran. Responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 0%, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 3%, responden yang menjawab setuju sebanyak 73% dan responden yangmenjawab sangat setuju sebanyak 24%.
Gambar 4.22 Grafik Persentase Pernyataan Karakteristik Belanja Online nomor 4 4) Dapat dilihat Gambar 4.22 Grafik Persentase Pernyataan Karakteristik
Belanja Online Nomor 4 yaitu Pernyataan mengenai responden merasa
0%3%
73%
24%
Persentase pernyataan nomor 3
STS TS S SS
0%13%
58%
29%
Persentase pernyataan nomor 4
STS TS S SS