• Tidak ada hasil yang ditemukan

Frekuensi Umur Responden Belanja Online

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Frekuensi Umur Responden Belanja Online"

Copied!
320
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sehingga tidak jarang banyak orang yang beralih menggunakan internet untuk membuka berbagai website, salah satunya website belanja online. Hal ini juga berdampak pada aktivitas lain termasuk belanja kebutuhan sehari-hari, termasuk kebutuhan pangan sehingga berdampak pada peningkatan belanja online itu sendiri. Oleh karena itu, penulis kemudian melakukan penelitian mengenai analisis belanja online terhadap perilaku perjalanan belanja pada masa pandemi Covid-19.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami hubungan aktivitas belanja online dengan perjalanan berbelanja sehingga dapat membantu mengatasi permasalahan lalu lintas.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Batasan Masalah

Manfaat Penelitian

Sistematika Penulisan

Karakteristik belanja online dapat dilihat pada Tabel 4.1 dan Penjelasan mengenai karakteristik belanja offline dapat dilihat pada Tabel 4.2.

Tinjauan Pustaka dan Landasan Teori

Perilaku Perjalanan

  • Definisi Perilaku
  • Perilaku Perjalanan

Dimana perilaku merupakan respon terhadap apa yang dilakukan orang, maka perilaku tersebut berasal dari pengalaman yang diwujudkan dalam bentuk perilaku, respon, pengetahuan atau tindakan. Dengan kata lain, perilaku merupakan respon atau interaksi dari luar atau dalam diri seseorang terhadap apa yang terjadi. Jika dilihat dari sudut pandang biologis, perilaku adalah suatu aktivitas atau aktivitas organisme yang bersangkutan, yang dapat diamati secara langsung dengan mengukur melalui pengamatan langsung (observasi) atau secara tidak langsung dengan meminta seseorang untuk menggambarkan sikap.

Oleh karena itu, perilaku perjalanan dapat diartikan sebagai perilaku manusia terhadap perjalanan menuju tujuan lain.

Orientasi Belanja

  • Pengertian Belanja Online
  • Belanja Online

Stone dalam (Kusuma dan Septarini, 2013) menjelaskan konsep orientasi belanja sebagai gaya hidup berbelanja, mengonsep orientasi belanja sebagai bagian lain dari gaya hidup pembelanja, yang mencakup aktivitas belanja, opini, dan minat. Samuel, 2006) menggambarkan orientasi pembelian sebagai sesuatu yang kompleks dan mempunyai fenomena multidimensi (motif, kebutuhan, kepentingan, kondisi ekonomi, kelas sosial) dan aspek perilaku pasar (pemilihan sumber informasi, role model, atribut toko). Berdasarkan hal tersebut, orientasi belanja dapat dikatakan sebagai bagian dari gaya hidup seseorang karena menekankan pada aktivitas berbelanja individu dan dapat menggambarkan keinginan dan kebutuhan berbelanja individu. Pada hakikatnya, orientasi belanja seseorang berkaitan dengan gaya hidup orang tersebut secara umum.

Alasan orientasi belanja menurut Gert dan Shim dalam (Kusuma dan Septarini, 2013) adalah orang dengan orientasi yang berbeda akan menunjukkan karakteristik dan perilaku yang berbeda pula.

Aktivitas Belanja Online

Hal ini berbeda dengan Generasi Meskipun laki-laki diketahui memiliki preferensi lebih besar terhadap belanja online untuk produk tertentu, namun gender tidak memberikan dampak signifikan pada model yang dikembangkan dalam penelitian ini. Dalam beberapa literatur, penelitian belanja online menunjukkan bahwa pendidikan berpengaruh positif terhadap pengambilan keputusan belanja online.

Kemungkinan Tanpa Had: Apabila membeli-belah dalam talian, terdapat begitu banyak jenis item untuk dipilih.

Situs/Platform Belanja Online

Tokopedia.com merupakan salah satu toko online terbaik di Indonesia yang menawarkan model bisnis di pasar. Bukalapak adalah salah satu pasar online terbaik di Indonesia (juga dikenal sebagai jaringan toko online) yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT. Karena serangkaian sistem yang dibangun sesuai dengan konsep jual beli elektronik global, Shopee menjadi salah satu dari "5 startup e-commerce paling disruptif" yang diterbitkan oleh Tech In Asia.

LAZADA Indonesia didirikan pada tahun 2012 dan merupakan salah satu cabang jaringan ritel online LAZADA di Asia Tenggara.

Hubungan antara Belanja Online dan Perjalanan Belanja

Studi lain yang dilakukan terhadap pengguna internet di Los Angelas, kawasan yang mengandalkan efek komplementer, menyebutkan bahwa 15% responden mengecek produk secara digital sebelum membeli secara langsung, sementara 5% konsumen mengecek informasi sebelum membeli produk secara online. Dalam salah satu dari sekian banyak pengalaman transaksi jual beli, masyarakat yang sering melakukan jual beli digital cenderung memiliki waktu yang singkat untuk berbelanja langsung, walaupun tidak sepenuhnya mengurangi perjalanan, namun membantu mengatur waktunya.

Penelitian Terdahulu

Terlihat pada Tabel 4.46 bahwa responden yang menggunakan internet untuk membuka situs belanja online cenderung memiliki karakteristik belanja online yang tinggi.

Metodologi Penelitian

Bagan Alir Penelitian

Studi pustaka merupakan serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan metode pengumpulan data perpustakaan, membaca dan mencatat, serta mengelola bahan penelitian. Menurut Danial dan Warsiah, studi sastra adalah penelitian yang dilakukan peneliti dengan mengumpulkan sejumlah buku dan terbitan berkala yang berkaitan dengan masalah dan tujuan penelitian. Sugiyono (2016), Menurut Sugiyono, pengertian data primer adalah data yang diperoleh langsung dari suatu sumber dan diberikan kepada pengumpul data atau peneliti.

Menurut Sugiyon, ada pula yang berpendapat bahwa sumber data primer adalah wawancara dengan peneliti, baik observasi maupun observasi langsung.

Pra Survey

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk berusia diatas 18 tahun di Provinsi Lampung yang pernah melakukan transaksi belanja secara online maupun tatap muka. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random, dimana data yang digunakan merupakan data yang diambil secara acak tanpa memperhatikan tingkatan yang ada dalam populasi. Sebaran sampel penelitian ini diambil dari populasi yang ada yaitu penduduk umur 18-59 tahun di provinsi lampung yaitu 4.717.930 jiwa (sumber : Badan Pusat Statistik Lampung) dengan menggunakan rumus Slovin, dengan N = Jumlah penduduk penduduk umur 18 tahun -59 tahun di provinsi lampung dan e = 4,5%.

Jadi, jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 sampel / 100 responden yang merupakan penduduk usia 18-59 tahun di Provinsi Lampung.

Metode Pengumpulan Data(Prosedur Penelitian)

Cara pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan survei kuesioner kepada responden yaitu penduduk Provinsi Lampung yang berumur 18 sampai dengan 59 tahun yang dikumpulkan secara acak.

Survey

  • Pelaksanaan Survey Pelaku

Metode Pengolahan Data dan Analisis Data

  • Pengolahan Data
  • Analisis Data

Hasil Analisis dan Pembahasan

Gambaran Penelitian

Sampel pada penelitian ini diambil sebanyak 100 responden yang pernah berbelanja secara online dan offline.

Analisis Data

Uji validitas juga dilakukan untuk menguji variabel Pernyataan Karakteristik Belanja Online pada Tabel 4.1 yang berisi 10 pernyataan untuk mengetahui valid atau tidaknya instrumen yang digunakan. Uji validitas juga untuk menguji pernyataan variabel karakteristik belanja offline pada tabel 4.2 yang berisi 10 pernyataan untuk mengetahui valid atau tidaknya instrumen yang digunakan. Dari analisis yang dilakukan, produk Karakteristik Belanja Online dihasilkan pada Tabel 4.3 dan produk Karakteristik Belanja Offline terdapat pada Tabel 4.4.

Dari hasil uji validitas menggunakan analisis statistik uji pengetahuan, pernyataan variabel pada Tabel 4.1 mengenai karakteristik belanja online menunjukkan bahwa variabel jumlah valid.

Tabel 4.1 Variabel Pernyataan Karakteristik Belanja Online
Tabel 4.1 Variabel Pernyataan Karakteristik Belanja Online

Analisis Univariat

Dari hasil kuesioner diketahui bahwa responden yang tidak setuju mempunyai persentase terbesar sebesar 11% pada Pernyataan nomor 1 (satu), persentase jawaban Tidak Setuju terbesar sebesar 37% pada Pernyataan nomor 1 (satu) yaitu Setuju. jawaban mempunyai persentase paling tinggi, persentase terbesar adalah 74% pada Pernyataan nomor 6 (enam), dan persentase jawaban Sangat Setuju terbesar adalah 40% pada Pernyataan nomor 5 (lima). Responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0%, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 0%, responden yang menjawab setuju sebanyak 59%, dan responden yang menjawab setuju sebanyak 41%. STS TS S SS . 3% tidak setuju, 3% responden menjawab kurang setuju, 48% responden menjawab setuju, dan 46% responden menjawab sangat setuju.

Responden yang menjawab sangat tidak setuju ialah 0%, responden yang menjawab tidak setuju, 3%, responden yang menjawab setuju, 73% dan responden yang menjawab sangat setuju, 24%. Responden yang menjawab tidak setuju tidak kurang daripada 0%, responden yang menjawab tidak kurang daripada 13% tidak setuju, responden yang menjawab tidak kurang daripada 58% dan responden yang menjawab tidak kurang daripada 29% setuju . Responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 0%, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 9%, responden yang menjawab setuju sebanyak 62% dan responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 29%.

Responden yang menjawab sangat tidak setuju dengan 2%, responden yang menjawab tidak setuju dengan 10%, responden yang menjawab setuju dengan 59% dan responden yang menjawab sangat setuju dengan 29%. Responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 2%, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 13%, responden yang menjawab setuju sebanyak 55% dan responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 30%. Responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 4%, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 38%, responden yang menjawab setuju sebanyak 48% dan responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 10%.

Responden yang menjawab sangat tidak setuju sebanyak 4%, responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 52%, responden yang menjawab setuju sebanyak 39% dan responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 5%. Tingkat frekuensi belanja sembako offline... responden yang menjawab ojek online sebesar 2%, dan responden yang menjawab angkutan umum sebesar 8%.

Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Umur Secara Umum
Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Umur Secara Umum

Analisis Bivariat

Hasil analisis uji statistik Chi Square menghasilkan p-value sebesar 0,072 (p>0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gender dengan karakteristik belanja online, atau dengan kata lain gender tidak mempunyai pengaruh terhadap perilaku berbelanja. orang yang banyak berbelanja online, atau sebaliknya. Hasil analisis uji statistik Chi Square diperoleh p-value sebesar 0,089 (p>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gender dengan karakteristik belanja offline, atau dengan kata lain gender tidak mempunyai pengaruh terhadap belanja. perilaku. orang yang banyak berbelanja offline, atau sebaliknya. Hasil analisis uji statistik Chi Square menghasilkan p-value sebesar 0,003 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan karakteristik belanja online, atau dengan kata lain: usia mempengaruhi seseorang yang banyak berbelanja online, atau sebaliknya.

Hasil analisis uji statistik Chi Square diperoleh p-value sebesar 0,529 (p>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan karakteristik belanja offline, atau dengan kata lain usia tidak berpengaruh. mempengaruhi seseorang untuk banyak melakukan belanja offline atau sebaliknya. Hasil analisis uji statistik Chi Square diperoleh p-value sebesar 0,003 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan karakteristik belanja online atau dengan kata lain pekerjaan mempengaruhi pekerjaan seseorang untuk melakukan banyak belanja online atau sebaliknya. Berdasarkan Tabel 4.36 terlihat bahwa pekerjaan yang memiliki karakteristik belanja offline tinggi adalah ibu rumah tangga.

Hasil analisis statistik uji Chi Square diperoleh nilai p value sebesar 0,476 (p>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan karakteristik belanja offline atau dengan kata lain pekerjaan tidak mempengaruhi pekerjaan. seseorang untuk melakukan pembelian offline tingkat tinggi atau sebaliknya. Hasil analisis statistik uji Chi Square diperoleh nilai p value sebesar 0,510 (p>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan dengan karakteristik belanja online atau dengan kata lain pendapatan. Hasil analisis statistik uji Chi Square diperoleh nilai p-0,09 (p>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kepemilikan kendaraan dengan karakteristik belanja online dengan kata lain.

Hasil analisis uji statistik Chi Square diperoleh p-value sebesar 0,076 (p>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepemilikan kendaraan dengan karakteristik belanja offline, atau dengan kata lain kepemilikan kendaraan tidak mempengaruhi seseorang untuk melakukan belanja offline. belanja offline tinggi atau sebaliknya. Selain itu, terdapat juga hubungan yang signifikan antara frekuensi penggunaan internet dan karakteristik belanja online.

Tabel 4.26 Hubungan Jenis Kelamin dengan Karakteristik Belanja Online
Tabel 4.26 Hubungan Jenis Kelamin dengan Karakteristik Belanja Online

Penutup

Kesimpulan

Hasil survei usia menunjukkan bahwa kelompok usia 19 hingga 27 tahun umumnya sering berbelanja online maupun offline. Responden perempuan merupakan kelompok yang paling banyak melakukan aktivitas belanja online dan konvensional. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan karakteristik belanja online, pekerjaan dengan karakteristik belanja online, dimana pekerjaan tersebut adalah pelajar.

Saran

Keterlibatan masyarakat dan niat berwisata pada masa adaptasi kebiasaan baru berdasarkan survei pada masa pandemi Covid-19. Analisis Pengaruh Layanan Belanja Online Terhadap Perjalanan Mudik Dan Tempat Beraktivitas Dengan Metode Sem. Analisis Pola Konsumsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi yang tinggal di Kota Manado.

Gambar

Tabel 4.4 Hasil Uji Validitas Karakteristik Belanja Offline Responden  No Soal  r hitung  r Tabel  Keterangan
Tabel 4.3 Hasil Uji Validitas Karakteristik Belanja Online Responden  No Soal  r hitung  r Tabel  Keterangan
Gambar 4.5 Grafik Persentase Jenis Kelamin Responden Belanja Online Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
Tabel 4.11 Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin secara Umum
+7

Referensi

Dokumen terkait

The digital science learning module developed in this study was proven to be able to improve the learning outcomes of fifth-grade students in Madrasah Ibtidaiyah Negeri 12 Langkat..