• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Pretend Play

D. Manfaat Penelitian

3. Metode Pretend Play

a. Pengertian metode pretend play

Defenisi metode pretend play adalah bentuk permainan yang mengandung unsur pura-pura. Namun permainan ini berbeda dengan bermain peran, karena dalam pretend play selain terdapat sejumlah aturan, digunakan sejumlah peralatan tertentu yang menunjang permainan.

Dengan demikian dalam permainan bermain peran penekanannya lebih pada peran yang dimainkan, maka dalam pretend play lebih pada peralatan

yang dipakai dan yang menunjang unsur “pura-pura” yang ada dalam permainan.

Selain itu Pengertian metode pretend play diungkapkan oleh beberapa tokoh, diantaranya (Parsons, 2013:191) menyatakan bahwa Pretend play adalah bermain peran dengan unsur pura-pura yaitu anak berimajinasi memerankan sikap dan perilaku orang lain. Pretend play adalah jenis permainan pura-pura.metode pretend play didukung untuk mengembangkan interakssi sosial anak, negosiasi dan keterampilan komunikasi anak. Pretend play anak akan menggunakan gerakan, tindakan dan ucapan yang membantu anak untuk mengartikan suatu keadaan (Worthinton dan Van oers, 2016:5).

Seperti yang dikemukakan oleh Davis (2017:2) menjelaskan bahwa pada pretend play anak-anak berimajinasi seolah menjadi seorang tokoh vaforitnya yang di lengkapi peralatan atau media yang mendukung permainan tersebut. Selanjutnya Piaget (Santrock, 2007:252)mengemukakan pretend playadalah anak belajar menyesuiakan dengan bermain mengungkapkan pengalaman hidup dengan cara yang menyenangkan.

Menurut Teori Piaget tentang anak bermain pretend play mengarah pada tahapan fungsi simbolik yaitu tentang kemampuan anak untuk men ggambarkan secara mental sebuah objek yang tidak ada atau anak berimajinasi. Anak mulai menggunakan bahasa serta dalam permainan

tersebut dianjurkan kepada anak untuk bernalar dengan didukung oleh media atau peralatan yang disediakan (Goncu & Gaskins,2011:50).

Selanjutnya menurut Vygotsky (dalam Rubin,1983) menyatakan bahwa jenis permainan ini memungkinkan anak dapat memberikan arti terhadap objek dan perilaku, sehingga akan berkembang representasi simbol, yaitu anak dapat memberikan simbol apa yang dilihat dan dimainkan (Monk,dkk., 2004).

Menurut pendapat Russ (Fathrya & Lestari, 2014:167) menjelaskan bahwa pretend play adalah permainan drama sosila yang melibatkan penggunaan imajinasi dengan menggunakan simbolisasi atau media yang mendukung permainan. Mendukung pernyataan tersebut, Fehr, Karla K. &

Sandra W. Russ (2013:341) dalam penelitian menjelaskan bahwa pretend playadalah bermain pura-pura yang menggunakan media dan alat per mainan mendukung munculnya imajinasi anak, sehingga permainan tersebut sangat merasang untuk perkembangan sosial, autonomydankecakapan bahasa anak.

Berdasarkan beberapa urian mengenai metode pretend play dapat ditarik kesimpulannya bahwa pretend play merupakan permainan yang mengandung unsur berpura-pura dan menekankan pada sejumlah peralatan yang dimainkan.

b. Tujuan Metode Pretend Play

Metode pretend play memliki tujuan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan pretend playyaitu:

1. Melatih sejumlah keterampilan

Bermain pura-pura dapat melatih keterampilan terutama keterampilan berbicara. Ketika anak bermain pura-pura anak membutuhkan kosakaata untuk berkomunikasi dengan teman mainnya.

2. Mendorong motivasi dan minat anak terhadap sesuatu

Motivasi dan minat anak untuk belajar dapat meningkat melalui peran yang dimainkannya. Hal ini karenakan melalui bermain pura-pura anak belajar dengan cara yang menyenangkan.

c. Manfaat pretend play Manfaat pretend play yaitu : 1. Mengasa Kreativitas

Bermain pura-pura bisa menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak untuk menjadi bagi anak untuk menjadi apa pun yang disukainya. Ia bahkan bisa berperan sebagai tokoh di dalam film favoritnya.

2. Mendukung Perkembangan Fisik

Kegiatan-kegiatan seperti menuang minuman, mengganti pakaian boneka, menulis dipapan tulis, memeriksa pasien, dll. Yang dilakukan saat bermain pura-pura adalah latihan yang baik untuk mendukung perkembangan dan kemampuan fisik anak.

3. Mengasa Kemampuan Sosial Dan Bahasa Anak

Bermain pura-pura adalah cara yang menyenangkan untuk melatih kecakapan sosial dan bahasa anak. Percakapan yang dibangun bersama teman-temannya akan membuat kemampuan komunikasi dan kerja sama anak lebih terasah.

4. Mengasa Emapati

Lewat permainan peran, anak akan belajar lebih banyak tentang diri sendiri dan orang-orang atau lingkungan sekitarnya. Berpura-pura menjadi orang lain , merasakan apa yang dirasakan orang lain. Terbukti dapat mengasa empati dan kemampuan negosiasi anak.

5. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Bermain pura-pura akan memberikan ruang bagi anak untuk menyelami karakter yang disukainya dengan baik. Mengizinkan anak bermain sesuai peran disenanginya gemari akan meningkatkan rasa percaya diri mereka.

d. Jenis Metode Pretend Play

Metode pretend play memiliki dua jenis dikemukakan oleh Belsky dan Most (dalam cohen 1993) yaitu :

1. Jenis individual

Anak memainkan pretend play secara individual, yaitu melakukan permainan yang ditunjukan untuk diri sendiri. Misalnya anak berperan sebagai guru, berbicara sendiri seolah-olah sebagai guru tanpa ada lawan bicaranya.

2. Jenis kelompok

Anak memainkan pretend play secara berkelompok, yaitu anak melakukan permainan dengan temannya yang merupakan lawan bicaranya ataupun objek dari tingkah lakunya.

e. Langkah – Langkah pretend play

a. Guru menyampaikan tujuan dan tema secara jelas

b. Guru mengatur tempat duduk, melaksanakan kegiatan pembuka, inti, dan penutup.

c. Guru menciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan.

d. Guru menyiapkan alat permainan yang akan digunakan

e. Guru mengkomunikasikan kepada anak tujuan kegiatan bermain pura- pura.

f. Guru memberitahukan batasan-batasan yang harus dipatuhi anak.

g. Guru menawarkan peran kepada masing-masing anak untuk disepakati sebagai dokter, perawat, orang sakit, atau yang lainnya.

h. Guru memperjelas tentang peran yang akan diperankan.

i. Guru mampu mengembangkan keterampilan berbicara dengan menerapkan metode pretend play

.

f. Peran Guru dalam Pretend Play

Peranguru dalam pretend playsebagai berikut :

a. Guru menggunakan suara yang lembut saat menemani anak bermain sehingga anak akan senang bertanya dan memperbaiki sikapnya jika anak merasakan ada kesalahan.

b. Guru berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh yang sesuai c. sehingga anak mengetahui kata-kata yang akan dikeluarkan pada saat

bermain.

d. Guru memahami keunikan dan karakter anak.

g. Kekurangan pretend play Kekurangan pretend play yaitu :

a. Pelaksanaan pretend play membutuhkan waktu yang lama b. Peralatan yang digunakan seringkali sulit untuk di dapatkan c. Sulit di terapkan dikelas yang tidak kondusif

d. Kesulitan dalam pembagian peran serta tugas yang di mainkan dalam pretend play apa bila anak tidak dilatih dengan baik.

h. Kelebihan pretend play

Kelebihan pretend play yang berhubungan langsung dengan anak yaitu : a. Memberikan kesan pemebelajaran yang kuat dan tahan lama dalam

ingatan anak

b. Menjadi pengalaman yang sulit dilupakan c. Menjadikan kelas yang dinamis dan antuasias

d. Siswa dapat memerankan suatau peran yang dibahas dalam proses pembelajaran

Berdasarkan beberapa kekurangan dan kelebihan yang sudah dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa kekurangan dari pretend play yakni pelaksanaan yang membutuhkan waktu yang lama sedangkan kelebihan dari pretend play dalam pembelajaran yakni menimbulkan dan menciptakan perasaan senang dalam diri anak selama pembelajaran hal ini dikarenakan dunia anak merupakan dunia bermain.

Dokumen terkait