• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metodologi Penelitian 1. Jenis Penelitian

14

itu supaya tidak terjadi penyelewengan di usia remaja. Persamaan skripsi ini dengan skripsi yang akan penulis bahas yaitu sama-sama mengambil tema tentang etika dalam Al-Qur’an, namun perbedaannya yaitu skripi yang akan penulis kaji tidak hanya membahas surah An-Nur tetapi surah yang lainnya juga yang kira-kira menyangkut dengan pembahasan yang akan penulis bahas. Kemudian tidak hanya membahas tentang etika batasan remaja saja tetapi etika yang lainnya juga akan penulis bahas.16

Keenam, skripsi yang ditulis oleh Kurniawati tahun 2006, dengan judul

“Nilai-nilai Pendidikan Keluarga dalam Kehidupan Keluarga Nabi Ibrahim A.S.” Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta. Skripsi ini membahas tentang etika dalam mendidik keluarga yang sesuai dengan Nabi Ibrahim A.S. Persamaan skripsi ini dengan skripsi yang akan penulis kaji yaitu sama-sama ingin memberi tau pendidikan dan akhlak yang baik dalam keluarga supaya tidak terjadi penyimpangan dalam kehidupan keluarga. Adapun perbedaannya yaitu skripsi ini hanya berkisar pada pembahasan tentang nilai-nilai pendidikan keluarga dalam kehidupan nabi Ibrahim, sedangkan skripsi yang akan penulis kaji cangkupannya lebih luas mengenai etika dalam keluarga menurut perspektif Al-Qur’an dalam kitab Tafsir Al-Ibriz dan Al-Azhar.17

E. Metodologi Penelitian

15

yaitu suatu penelitian yang datanya bersumber dari literatur atau berbagai buku-buku ilmiah yang seutuhnya diambil dari perpustakaan atau dokumentatif yang berkaitan dengan penulisan skripsi ini.18 Jenis penelitian telaah pustaka ini merupakan penelitian kualitatif, yaitu suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Penelitian ini lebih fokus kepada makna dan terikat nilai.19

2. Sumber Data

Untuk mendapatkan data dalam penulisan skripsi ini, maka penulis menggunakan sumber data yang relevan dengan skripsi ini. Kemudian sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini ada dua sumber, yaitu primer dan sekunder. Sumber primernya yaitu kitab Tafsir Al-Ibriz dan Tafsir Al-Azhar. Sedangkan sumber sekundernya yaitu kitab-kitab tafsir lainnya, buku-buku, jurnal, dan artikel-artikel yang terkait dengan penelitian ini.

3. Teknik Pengumpulan Data

Untuk merekap data dalam penelitian skripsi ini, penulis mengumpulkan data dengan penelusuran kepustakaan dari berbagai sumber perpustakaan serta mencari informasi terkait di artikel-artikel dan jurnal- jurnal sebagai bahan yang selanjutnya diteliti agar memperoleh penjelasan dari pertanyaan rumusan masalah.20 Kemudian penulis juga menggunakan metode dokumentatif, yang mana dengan menggunakan metode ini, penulis dapat memperoleh data atau informasi dari berbagai sumber tertulis baik dari buku, jurnal, atau dokumen lainnya.21

4. Metode Analisis Data

18 Mestika Zet, Metode Penelitian Kepustakaan, (Jakarta: Yayasan Obor, 2004), h. 3

19 Iskandar, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2009), Cet. 1, h. 11

20Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendidikan (Pendidik Kuantitatif , Kualitatif, R&D), (Bandung: Alfabeta, 2014) h. 329

21Iskandar , Metodologi Penelitian Kualitatif, h. 134

16

Metode diartikan sebagai prosedur atau tata cara yang sistematis yang dilakukan seorang peneliti dalam upaya mencapai tujuan seperti memecahkan suatu masalah, atau menguak phenomena tertentu. Dalam skripsi ini, penulis menggunakan metode deskriptif analitis. Deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah yang diteliti kemudian dideskripsikan sehingga dapat memberikan kejelasan terhadap kenyataan atau realitas. Sedangkan analitis adalah sebuah tahapan untuk menguraikan data-data yang terkumpul dan tersusun secara sistematis.

Jadi, metode deskriptif analisis yaitu sebuah metode pembahasan untuk memaparkan data yang telah tersusun dengan melakukan kajian terhadap data-data tersebut.

Kemudian dalam penyajian skripsi ini, penulis menggunakan metode tafsir maudhui’ (tematik), yaitu metode yang membahas ayat-ayat Al-Qur’an sesuai dengan tema atau judul yang telah ditetapkan. Semua ayat yang berkaitan dihimpun, kemudian dikaji secara mendalam dan tuntas dari berbagai aspek yang terkait dengannya.22

Dalam membahas permasalahan, penelitian ini megguakan teknis analisis komparatif yaitu dengan membandingkan teks (nash) ayat-ayat Al- Qur’an yang memiliki persamaan atau kemiripan redaksi bagi suatu kasus yang sama atau memiliki redaksi yang berbeda dengan suatu kasus yang sama, membandingkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan hadis yang pada lahirnya terlihat bertentangan dan membandingkan berbagai pendapat ulama tafsir dalam menafsirkan Al-Qur’an.23

F. Teknik dan Sistematika Penulisan

22 Hujair, A. H. Sanaky, Metode Tafsir: Perkembangan Metode Tafsir Mengikuti Warna atau Corak Mufassirin, (tt.p.: Al-Mawarid, 2008), Edisi ke-8, h. 279.

23 Nashrudin Baidan, Metode Penafsiran Al-Qur’an, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002), Cet. 1, h. 72

17

Mengenai teknik penulisan skripsi ini, penulis mengacu pada buku Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi terbitan IIQ JakartaPress tahun 2011 yang diterbitkan oleh IIQ (Institut Ilmu Al-Qur’an) Jakarta.

Secara keseluruhan, skripsi ini memuat lima bab yang sering berkaitandengan perincian dan sistematika sebagai berikut:

Bab pertama, penulis memuat pendahuluan. Pendahuluan tersebut berisi latar belakang yang membahas tentang pentingnya etika dalam keluarga serta alasan penulis memilih ayat-ayat etika dalam keluarga dan memilih kitab Tafsir Al-Ibriz dan Al-Azhar sebagai sumber pook pembahasan penulis. Setelah latar belakang diuraikan, penulis menjelaskan identifikasi masalah, pembatasan masalah dan perumusan masalah supaya pembahasan tidak melebar kemana-mana. Kemudian setelah itu dipaparkan tujuan penelitian dan manfaat penelitian, tinjauan pustaka, metodologi penelitian yang mencakup jenis penelitian, sumber penelitian, metode pengumpulan data, dan metode analisis data. Pada poin terakhir bab ini dipaparkan teknik dan sistematika penulisannya.

Bab kedua dikemukakan beberapa poin penting yang akan menunjang penulisan dalam menyelesaikan bab selanjutnya yaitu pengertian etika, jenis- jenis etika, sistematika etika, pandangan Al-Qur’an tentang etika di dalam keluarga. Diantara poin-poin tersebut, sudah memberikan penjelasan yang cukup jelas tentang etika. Kemudian, dengan adanya sistematika bab dua ini penulis bisa lebih mudah dan terarah dalam memberikan penjelasan tentang etika dalam keluarga kepada masyarakat.

Pada bab ketiga merupakan penjelasan tentang gambaran umum kitab Tafsir Al-Ibriz karya K. Bisri dan Tafsir Al-Azhar karya Hamka, Biografi K.

Bisri dan Hamka, sistematika penafsiran, karya-karya tafsir kedua mufassir

18

tersebut, serta metode dan corak penafsirannya kedua penafsiran tersebut.

Tujuan dari penulisan beberapa poin tersebut agar kitab tafsir yang dibahas lebih spesifik dan memudahkan penulis untuk menyelesaikan bab selanjutnya.

Bab keempat berisi tentang penjelasan penafsiran ayat-ayat etika suami istri, etika memasuki ruang privasi dalam keluarga, etika anak terhadap orang tuanya, dan etika orang tua terhadap anaknya dalam kitab Tafsir Al-Ibriz dan Al-Azhar. Pada bab ini juga penulis menganalisa perbedaan dan persamaan penafsiran ayat-ayat etika yang dibahas dalam kedua kitab tafsir tersebut.

Bab kelima merupakan bab penutup yang berisi kesimpulan dan saran- saran. Kesimpulan ialah merupakan hasil akhir dari penelitian yang dilakukan terhadap masalah-masalah yang telah diuraikan pada bab sebelumnya.

Kemudian saran yaitu untuk acuan sementara untuk melakukan penelitian lebih lanjut dan mendalam terkait dengan objek masalah yang dikaji.

Kemudian di akhir penulisan, dicantumkan pula daftar pustaka yang memuat referensi-referensi yang penulis gunakan dalam melakukan penelitian sebagai bukti kevalidan dari pembahasan yang penulis kaji.

138 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Dengan adanya perbedaan madzhab yang dianut oleh para mufassir dalam menafsirkan Al-Qur’an, tentu saja mempengaruhi hasil penafsirannya terhadap suatu ayat Al-Qur’an. Kemudian perbedaan pendapat dalam menafsirkan ayat Al-Qur’an itu merupaka suatu hal yang wajar karena tingkat pengetahuan, pemikiran, pemahaman dan intelektualnya berbeda- beda. Untuk itu, dari uraian-uraian di atas, penulis menyimpulkan beberapa poin kesimpulan sebagai berikut:

1. KH. Bisri dan Hamka dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an keduanya sama-sama menggunakan pemikiran yang moderat dan sama- sama mengedepankan kemaslahatan umum. Dilihat dari sumber penafsirannya, KH. Bisri dan Hamka sama-sama memakai sumber penafsiran bi al-ra’yi. Keduanya tidak semata-mata mengutip pendapat dari orang terdahulu, tetapi beliau juga mengemukakan pendapat- pendapatnya sendiri mengenai tafsir ayat-ayat tersebut dengan merealisasikan tafsirnya sesuai dengan perkembangan zaman kekinian.

Akan tetapi, juga tidak semata-mata menuruti akalnya sendiri sehingga melalaikan apa yang di nukil oleh ulama’ terdahulu. Perbedaannya yaitu dalam cangkupan penafsirannya, KH. Bisri tidak begitu banyak memberika penjelasan dalam tafsirnya, karena memang kitab Tafsir Al- Ibriz ditulis untuk menjelaskan makna-makna Al-Qur’an dengan uraian secara singkat dan bahasa yang mudah dicerna oleh masyarakat pesisir Jawa, sehingga dapat dipahami oleh semua orang, baik yang berpengetahuan luas sampai yang berpengetahuan sekedarnya. Bahkan bagi orang yang tidak paham dengan kitab tafsir, mereka tidak sadar

139

bahwa kitab Al-Ibriz ini adalah sebuah kitab tafsir. Di dalam kitab Tafsir Al-Ibriz lebih sering memberikan penjelasan tambahan dengan menandainya di bawah kalimat seperti tanbih, fa’idah, qissah, mas’alah atau kadang-kadang muhimmah. Dalam bidang keagamaan, KH. Bisri dinilai bersifat moderat yang diambil dengan pendekatkan ushul fikih yang mengendapkan kemaslahatan dan kebaikan umat Islam yang disesuikan dengan situasi dan kondisi zaman dan masyrakatnya, oleh karena itu pemikirannya sangat kontektual. Kemudian Hamka dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an juga sangat moderat tidak fanatik terhadap suatu kitab tafsir, karena ingin menghubungkan sejarah Islam modern dengan Al-Qur’an dan berusaha keluar dari model penafsiran tradisonal. Selain itu Hamka juga menggunakan pendekatan klasik dengan pendekatan perkembangan politik dan kemasyarakatan.

Kemudian ketika ayat yang ditafsirkannya itu relevan dengan apa yang pernah ia alami dalam kehidupan, maka pengalaman yang ia alami sendiri itu dikemukakan dalam tafsirnya. Hal ini dilakukannya dalam rangka untuk memperkuat penafsirannya. Dengan demikian, hasil penafsirannya dalam kitab Tafsir Al-Azhar memberikan penjelasan yang sangat jelas dan sangat luas.

2. Dalam menafsirkana ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tentang etika dalam keluarga, KH. Bisri dan Hamka mengalami persamaan dan perbedaan pendapat dalam menafsirkannya diantaranya:

a. Pada QS. Al-Isra’ [17]: 24 mengalami perbedaan pendapat yaitu KH.

Bisri berpendapat bahwa selain berbakti kepada orang tua, sang anak juga harus mendoakan kedua orang tuanya juga. Keterangan tersebut tidak di cantumkan oleh Hamka dalam penafsirannya.

b. Pada QS. Al-Baqarah [02]: 233, terjadi perbedaan pendapat. Menurut KH. Bisri makna penyusuan pada ayat ini bersifat umum utuk semua

140

ibu-ibu, sedangkan Hamka berpendapat pada ayat ini, diperbolehkan hanya untuk ibu yang sudah mengandung lagi padahal anaknya belum sempurna dua tahun penyusuannya. Selain ini tidak boleh karena penyusuan itu masih besifat khusus hanya untuk ibu-ibu yang telah diceraikan.

c. Terkait ayat-ayat etika dalam keluarga QS. Al-Baqarah [02]: 228, QS.

An-Nisa [04]: 19, QS. An-Nur [24]: 58-59, QS. Al-Luqman [31]: 13- 19, QS. Al-Isra’ [17]: 23, QS. An-Nisa [04]: 09, QS. Al-An’am [06]:

151, QS. At-Tahrim [66]: 06, penulis tidak menemukan perbedaan pendapat dalam penafsiran KH. Bisri dan Hamka. Hal tersebut di karenakan tidak ada pula perbedaan pendapat dan paham madzhab di antara KH. Bisri dan Hamka.

B. Saran-Saran

Setelah penulis menyimpulkan beberapa poin di atas, maka perlu adanya saran sebagai berikut:

1. Penulis merasa skripsi ini belumlah sempurna dalam mengkaji ayat- ayat yang berbicara tentang etika dalam keluarga. Penulis berharap bisa memberikan kesempatan kepada penulis lainnya untuk melanjutkan pembahasan tema ini lebih detail lagi.

2. Kajian yang membahas kitab tafsir Al-Ibriz untuk saat ini masih sedikit, sehinggaa diharapkan peneliti selanjutnya untuk tertarik meneliti kitab tafsir tersebut.

3. Semoga skripsi ini bisa dijadikan rujukan oleh orang tua untuk mendidik anaknya dengan etika dalam keluarga yang sesuai dengan syariat Islam.

141

DAFTAR PUSTAKA

Amin, Ahmad, Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT), Etika (Ilmu Akhlak), Jakarta: PT Bulan Bintang, Cet. 8, 1995.

Aminah, Siti, Nilai-Nilai Penilaian Akhlak dalam Al-Qur‟an Surah An-Nur Ayat 58, 59, 60 dan 61, Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, 2017, Tidak diterbitkan.

Amir, Mafri, Literatur Tafsir Indonesia , Ciputat Tangerang Selatan Banten:

Mazhab Ciputat, Cet. 2, 2003.

Amrullah, Haji Abdul Malik Karim (HAMKA), Tafsir Al-Azhar Juzu I, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982.

, Tafsir Al-Azhar Juz I-II, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1983.

, Tafsir Al-Azhar Juz IV,Jakarta: Pustaka Panjimas, 1983.

, Tafsir Al-Azhar Juz VIII, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982.

, Tafsir Al-Azhar Juz XV, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982.

, Tafsir Al-Azhar Juz XXI, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982.

, Tafsir Al-Azhar Juz XXVIII, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982.

, Tafsir Al-Azhar Juzu XXX, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1983.

Antini, “Nilai-nilai Pendidikan yang Terkandung dalam QS. An-Nur Ayat 30-31 dalam Mengantisipasi Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja,”

Skripsi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah Universitas Institut Ilmu Al- Qur‟an (IIQ) Jakarta, 2015. Tidak diterbitkan.

Azizah,Metode Rasulullah SAW dalam Pendidikan Rumah Tangga (Suatu Kajian Kehidupan Rumah Tangga Rasulullah SAW dengan Aisyah RA,Skripsi, Pendidikan Agama Islam Tarbiyah Universitas Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta, 2000. Tidak diterbitkan.

Badruzaman, Abad, "Etika Berkomunikasi: Kajian Tematik Term Qaul dalam Al-Qur‟an," dalam Jurnal Epistemé Pengembangan Ilmu Keislaman, Vol. 9 No.1 Juni 2014.

Baidan, Nasaruddin, Metodologi Penafsiran Al-Qur’an, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000.

142

, Nasaruddin, Metode Penafsiran Al-Qur’an, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, Cet. 1, 2002.

Burhanuddin, Etika Sosial Asas Moral dalam Kehidupan Manusia, Jakarta:

PT Rineka Cipta, 1997.

Dewi, Sari Mustika, Al-Hikmah dalam Surat Al-Luqman (Studi Penafsiran Muhammad „Ali „Asabuni dan Quraisy Syihab Terhadap Surah Al- Luqman ayat 12-19 Menggunakan Pendekan Semantik dan Munasabah), Skripsi, Prodi Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir Jurusan Al- Qur‟an Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2016. Tidak diterbitkan.

Al-Dzahabi, Muhammad Husein, al-Tafsir wa al-Mufassiri, Kairo: Dar al- Ihya‟ al-Turats al-„Arabi, 1976.

Al-Farmasi, Abdul Hayy, Metoode Tafsir Maudhu’Iy: Suatu Pengantar.

Penerjemah:Suryan A. Jamrah, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1994.

, Abdul Hayy, Metode Tafsir Maudhu’i: Sebuah Pengantar, penerjemah: Suryan A. Jamrah, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1996.

Aziz, Munawir, "Produksi Wacana Syiar Islam dalam Kitab Pegon Kiai Saleh Darat Semarang dan Kiai Bisri Musthofa Rembang." Jurnal Afkaruna Ilmu-Ilmu Keislaman, Vol. 9 No. 2 Desember 2013.

Ghofur, Saiful Amin, Profil Para Mufasir Al-Qur’an, Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2008.

Habibah, Syarifah, “Akhlak dan Etika dalam Islam", Jurnal Pesona Dasar, Vol. 1 No. 4 Oktober 2015.

Hamka, Afif, dkk., Buya Hamka, Jakarta: Uhamka Press, Cet. 1, 2008.

Hasan, Abdul Halim, dkk, Mengenal Jejak Mengenal Watak, Jakarta:

Yayasan Saifuddin Zuhri, 1994.

Herni, “Nilai-nilai Pendidikan Akhlak dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Surah An-Nahl 90),” Skripsi, Pendidikan Agama Islam Tarbiyah Universitas Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta, 2014. tidak diterbitkan.

Hidayah, Siti, Akhlak dalam Perspektif Al-Qur‟an (Studi Analisis QS. Al- A‟raf/ 7: 199-202), Skripsi, Tafsir Hadis Ushuluddin dan Filsafat

143 Universitas Islam Negri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, 2009. Tidak diterbitkan.

Hidayat, Usep Taufik, "Tafsir Al-Azhar: Menyelami Kedalaman Tasawwuf Hamka," dalam Jurnal Buletin Al-Turas, Vol. 21 No. 1 Januari 2015.

Hujair, A. H. Sanaky, Metode Tafsir: Perkembangan Metode Tafsir Mengikuti Warna atau Corak Mufassirin, tt.p.: Al-Mawarid, 2008.

http://daerah.sindonews.com/read/1116090/21/setelah-mandi-bocah-7-tahun- disetubuhi-ayah-tiri. Diakses pada hari Jum‟at, 7 Agustus 2016, pukul 20.00 WIB.

Ikrom, Mohamad, Hak dan Kewajiban Suami Istri Perspektif Al-Quran, Jurnal Qalamuna, Vol. 1 No. 1 Juli 2015

Iskandar, Metodologi Penelitian Kualitatif, Jakarta: Gaung Persada Press, 2009.

Isnanto, R. Rizal, Buku Ajar Etika Profesi, Program Studi Sistem Komputer, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang, 2009. Tidak diterbitkan.

Juhro, Siti, Radikalisme dalam Perspektif Al-Qur‟an (Kajian Tafsir Al- Azhar), Skripsi Tafsir Hadis Ushuluddin Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta, 2015. Tidak diterbitkan.

Karimah, Siti Muftikatul, Isti‟dzan Bertamu dalam As-sunnah, Skripsi, Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Negri Walisongo Semarang, 2008. Tidak diterbitkan.

Kurniawati, Nilai-nilai Pendidikan Keluarga dalam Kehidupan Keluarga Nabi Ibrahim A.S., Skripsi, Pendidikan Agama Islam Tarbiyah Universitas Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta, 2006. Tidak diterbitkan.

Lisnawati, Relevansi Prinsip Muâsyarha Bil-Ma‟rûf dengan Pasal-Pasal Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, Skripsi, Fakultas Syariah Prodi Al-Ahwal Al-Syakhshiyah Palangkaraya, 2017, Tidak diterbitkan.

Al-Maraghi Ahmad Musthafa, Terjemah Tafsir Al-Maraghi, Semarang: PT.

Karya Toha Putra, Cet. 2, 1992.

Mamnuah, Menyentuh Mushaf dalam Tafsir Al-Ibriz (Telaah Ayat 79 Surah Al-Waqi‟ah), Skripsi Tafsir Hadis, Fakultas Ushuluddin, Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta, 2008. Tidak diterbitkan.

144

Mestika Zet, Metode Penelitian Kepustakaan, Jakarta: Yayasan Obor, 2004.

Mujib, A., dkk, Intelektualisme Pesantren, Jakarta: Diva Pustaka, 2004.

Al-Munawwar, Said Agil Husain, I’jaz Al-Qur’an dalam Metodologi tafsir, Semarang: Dina Utama, Cet. 1, 1994.

Alam, Lukis, “Aktualisasi Pendidikan Islam dalam Keluarga (Perspektif Al- Qur‟an Surah Al-Luqman)”, dalam Jurnal Muaddib Studi Kependidikan dan Keislaman, Vol. 6 No. 02 Juli 2017.

Murdiyatmoko, Janu, Sosiologi Memahami dan Mengkaji Masyarakat, Bandung: Grafindo Media Pratama, 2007.

Musthafa, Bisri, Al-Ibriz Lima’rifatiTafsir Al-Qur’an al-Aziz Juz I, Rembang:

Menara Kudus, 1959.

, Al-Ibriz Lima’rifatiTafsir Al-Qur’an al-Aziz Juz II, Rembang:

Menara Kudus, 1959.

, A-Ibriz Lima’rifatiTafsir Al-Qur’an al-Aziz Juz IV, Rembang:

Menara Kudus, 1959.

, Al-Ibriz Lima’rifatiTafsir Al-Qur’an al-Aziz Juz VIII, Rembang:

Menara Kudus, 1959.

, Al-Ibriz Lima’rifatiTafsir Al-Qur’an al-Aziz Juz XV, Rembang:

Menara Kudus, 1959.

, Al-Ibriz Lima’rifatiTafsir Al-Qur’an al-Aziz Juz XVIII, Rembang: Menara Kudus, 1959.

, Al-Ibriz Lima’rifatiTafsir Al-Qur’an al-Aziz Juz XXI, Rembang:

Menara Kudus, 1959.

, Al-Ibriz Lima’rifatiTafsir Al-Qur’an al-Aziz Juz XXVIII, Rembang: Menara Kudus, 1959.

Nawangsari, Dyah. "Urgensi Pendidikan Seks Dalam Islam," dalam Jurnal Tadris Pendidikan Islam, Vol. 10 No. 1 Juni 2015.

Perpustakaan Nasional RI: Data Katalog Dalam Terbitan (KDT), Etika Islam dari Kesalehan Individual Menuju Kesalehan Sosial, Jakarta: Al-Huda, Cet. 1, 2003.

145 , Etika Berkeluarga, Bermasyarakat, dan Berpolitik (Tafsir Al-

Qur’an Tematik), Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur‟an, Cet.

1, 2009.

, Tafsir Al-Qur’an Tematik/ Lajnah Pentashihan Mushaf Al- Qur’an, Jakarta: Kamil Pustaka, Cet. 1, 2014.

, Etika Berkeluarga, Bermasyarakat, dan Berpolitik (Tafsir Al- Qur’an Tematik) Jilid 2 (Edisi Revisi), Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur‟an, 2014

Purwadi, Kamus Jawa-Indonesia, Jakarta: Pustaka Widyatama, 2003.

Quttub, Sayyid, Tafsir Fi Dzilalil Al-Qur’an Jilid 22, Jakarta: Gema Insani, 2004.

Ar-Rahmah, Ragam Pemaparan dalam Tafsir al-Ibriz Karya KH. Bisri Musthafa (Studi tentang Fa‟idah, Tanbih, Muhimmah, Qissah), Skripsi, Tafsir Hadis, Ushuluddin, Universitas Islam Negri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, 2014. Tidak diterbitkan.

Rauf, Abdul, Dimensi Tasawuf Hamka, Malaysia: Piagam Intan, Cet. 1, 2013.

Shihab, M. Quraish, Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhi’I atas Berbagai Persoalan Umat, Babdung: Mizan Utama, Cet. 1, 2007.

, Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, Bandung: Mizan, Cet. 3, 2009.

Sahriansyah, Ibadah dan Akhlak, Banjarmasin: IAIN ANTASARI PRESS, Cet. 1, 2014.

Sukiyah, “Pendidikan Akhlak Bagi Anak Didik dalam Perspektif Islam (Telaah Surah Ash-Shaffat Ayat 100-111)”, Skrips. Tidak diterbitkan Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendidikan (Pendidik Kuantitatif,

Kualitatif, R&D), Bandung: Alfabeta, 2014.

Utama, Karisma, Kehidupan Ringkas 26 Ulama NU, Bandung: Penerbit Mizan, Cet. 1, 1998.

Yulia Ningsih, “Nilai-nilai Pendidikan yang Terkandung dalam Surah An- Nur Ayat 58 Tentang Batas-batas Pergaulan dalam Rumah Keluarga”, Skripsi, Pendidikan Agama Islam, Tarbiyah, Universitas Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta, 2001. Tidak diterbitkan.

Dokumen terkait