• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah metoda survei dengan responden petani tomat setempat dan analisis residu pestisida pada buah tomat di laboratorium.

3.2. Definisi Operasional

1. Residu pestisida, adalah zat tertentu yang terkandung dalam hasil pertanian bahan pangan atau pakan hewan baik sebagai akibat langsung atau tidak langsung dari penggunaan pestisida (Direktorat Perlindungan Tanaman, 2004).

2. Batas maksimum residu pestisida.

Konsentrasi maksimum residu pestisida yang secara hukum diizinkan, atau konsentrasi yang dapat diterima pada hasil pertanian yang dinyatakan dalam mg/kg hasil ( Direktorat Perlindungan Tanaman, 2004).

3. Standar baku pembanding pestisida, merupakan standar baku aktif pestisida yang diketahui konsentrasinya yang akan digunakan membuat larutan baku pembanding primer dan larutan baku pembanding kerja (Direktorat Perlindungan Tanaman, 2004).

4. Larutan baku pembanding primer, merupakan larutan baku pembanding pestisida dengan konsentrasi bahan aktif tinggi yang akan digunakan untuk membuat larutan baku pembanding kerja dengan konsentrasi lebih rendah sesuai metode pengujian yang digunakan (Direktorat Perlindungan Tanaman, 2004).

32 5. Analisis residu pestisida, suatu kegiatan yang bertujuan untuk

mendapatkan informasi tentang komposisi kandungan residu pestisida dalam suatu contoh bahan, sehingga dapat digunakan untuk mengestimasi komposisi dan konsentrasi residu pestisida bahan tersebut (Direktorat Perlindungan Tanaman, 2004).

6. Metode analisis multi residu pestisida, metode analisis yang digunakan untuk mengetahui komponen beberapa residu pestisida dalam suatu contoh bahan, caranya meliputi tahap ekstraksi, pembersihan, penetapan dan evaluasi data (Direktorat Perlindungan Tanaman, 2004).

7. Bahan aktif, merupakan kandungan bahan kimia yang terdapat dalam formulasi suatu pestisida. Dapat dibedakan dalam beberapa golongan seperti: organokhlor, organofosfat, karbamat dan piretroid (Djojosumarto, 2006).

8. Kromatografi Gas, merupakan teknik pemisahan dengan menggunakan fase diam dan fase gerak yang dapat digunakan untuk tujuan kualitatif dan kuantitatif dimana sebagai fase geraknya berupa gas dan fase diamnya berupa zat padat (KGP) (Rohman dan Gholib, 2007).

9. HPLC (High Performance Liquid Chromatography), merupakan suatu metoda yang sensitif dan akurat untuk penentuan kuantitatif serta baik untuk pemisahan senyawa yang tidak mudah menguap seperti: asam amino, protein dan pestisida (Weiss, 1995).

10. Cara aplikasi pestisida yaitu cara pemakaian pestisida yang ditentukan oleh jenis organism pengganggu tanaman (OPT), jenis tanaman, dan jenis formulasi (Novizan, 2007).

33 11. Pengetahuan petani atau responden berdasarkan jawaban : 1) baik:

pertanyaan dijawab dengan benar oleh responden ≥75%, 2) tidak baik:

bila pertanyaan dengan benar dijawab responden ≤ 75%.

12. Frekuensi penyemprotan yaitu berapa kali dalam seminggu responden melakukan penyemprotan: 1) memenuhi syarat ≤ 2 kali seminggu, 2) tidak memenuhi syarat ≥ 2 kali seminggu.

13. Cara penyemprotan: 1) memenuhi syarat yaitu searah dengan arah angin dan memakai Alat Pelindung Diri (APD), 2) tidak memenuhi syarat yaitu berlawanan dengan arah angin dan tidak memakai APD.

14. Dosis adalah campuran dari pestisida yang digunakan untuk penyemprotan tanaman: 1) sesuai aturan: sesuai dengan petunjuk pada kemasan atau anjuran PPL, 2) tidak sesuai aturan: tidak mengikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran PPL.

3.3. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei sampai September 2009.

Pelaksanaan survei pendahuluan dan pengumpulan data sekunder dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2009. Pelaksanaan pengambilan data primer dengan menggunakan kuesioner dilakukan pada bulan Juli 2009, Pengambilan sampel buah tomat untuk di analisis dilaboratorium dilakukan pada bulan Agustus 2009. Pelaksanaan analisis laboratorium dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus sampai dengan 15 September 2009.

Tempat penelitian lapangan dilaksanakan di Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok dengan ketinggian 1.500 m diatas permukaan laut (dpl). Penelitian laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Barat

34 di Padang dan Laboratorium Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang pada bulan September 2009.

3.4. Teknik Pengumpulan Data

A. Analisis Residu Insektisida Secara Laboratorium Parameter yang di analisis antara lain adalah:

1. Jenis residu pestisida

2. Kadar residu pestisida dengan alat Kromatografi Gas dan HPLC.

A.1. Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tomat varietas Marta yang umum ditanam petani di Nagari Alahan Panjang. Bahan pereaksi yang digunakan adalah: aceton, diklorometan, petroleum eter, iso oktana, toluene, gas pembawa pada alat Kromatografi Gas yaitu nitrogen dengan kecepatan alir 40 ml/menit, fase pembawa HPLC yaitu methanol for HPLC dan aquabidest untuk pencuci kolom.

Alat yang digunakan adalah: pencincang, ultra turaks, Kromatografi Gas, HPLC Shimadzu, alat sentrifus, labu ukur, pipet ukur mikro, dan syringe filter Whatman.

A.2. Pengambilan Sampel Buah Tomat

Sampel buah tomat yang diambil adalah buah tomat pada panen ke tiga, dari tiga lokasi kebun tomat yang diplih secara random. Lokasi tersebut adalah:

Lokasi satu pengambilan sampel buah tomat di Jorong Alahan Panjang, Lokasi dua di Jorong Taluak Dalam, dan Lokasi ketiga di Jorong Taratak Galundi.

Sampel buah tomat diambil di beberapa titik dengan sistem diagonal pada lahan petani tomat. Buah tomat tersebut dimasukkan kedalam plastik dan

35 disimpan dalam ice box untuk menjaga kesegaran buah tomat sampai di laboratorium.

Pengambilan tanaman contoh (sampel) tomat dilakukan sebagai berikut:

a) Dipilih daerah yang merupakan daerah sentra tanaman tomat yang frekuensi penyemprotannya tertinggi dan lahannya terluas (berdasarkan data kuesioner).

b) Sampel buah tomat yang dijadikan sampel adalah buah tomat yang siap untuk di panen ke tiga kali oleh petani, dipetik bagian atas dan bawah tanaman.

c) Pengambilan sampel dari tiap petak contoh diambil dengan sistem diagonal pada 9 (sembilan) titik pengambilan, kemudian sampel di homogenkan ke 9 (sembilan) titik tersebut menjadi satu sampel komposit dengan berat sampel 2 (dua) kg untuk empat perlakuan. Tanaman yang berada di barisan pinggir lahan tidak diambil untuk menghindari efek pinggir (border effect).

A.3. Prosedur Analisis

Buah tomat yang diambil sebagai sampel kemudian dilakukan analisis residu pestisida dengan beberapa perlakuan antara lain:

(1) tanpa dicuci, (2) dicuci dengan air.

(3) dicuci dengan mama lemon 0,2% lalu dicuci dengan air (4) dikupas kulit ari buah tomat.

Masing-masing lokasi diambil sampel seberat dua kg buah tomat untuk empat perlakuan. Buah tomat dicincang, masing-masing perlakuan diambil 15 gram, lalu dilumatkan dengan ultra turaks selama 30 detik.

36 Tambahkan pelarut lalu disentrifus, enap tuangkan, lalu di pipet 25 ml, kemudian dipekatkan dalam rotavapor sampai kering. Larutkan residu dalam 5 ml campuran iso oktan dan toluene (90 : 10). Sampel siap untuk digunakan setelah disaring terlebih dahulu kemudian diinjeksikan ke alat Kromatografi Gas dan HPLC (Dirjen Perlintan, 2004).

Untuk Kromatografi Gas suhu kolom pada 2000C dan suhu injector 2300C, dan untuk HPLC suhu kolom pada suhu kamar (±300C). Untuk setiap bahan aktif dibuatkan larutan standar.

Untuk perhitungan kadar residu dilakukan berdasarkan luas area sampel dibandingkan dengan standar pembanding, sesuai dengan waktu retensinya dengan rumus sbb:

Area contoh

Kadar bahan aktif = --- X kons pemb X Vol injek baku contoh Area baku pembanding

Vol akhir contoh

X --- X Faktor Pengali Vol injek contoh

Sumber: Dirjen Perlintan, 2004

Pengujian sampel buah tomat dilakukan dua kali dan diambil rata- ratanya. Residu insektisida pada sampel dibandingkan dengan nilai Batas Maksimum Residu (BMR) untuk sayuran.

B. Tindakan dan Persepsi Petani Terhadap Pestisida

Penelitian dilaksanakan di Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok. Pengumpulan data dilakukan dengan metoda wawancara kepada 40 orang petani (responden).

37 B.1. Survei Lapangan

Jumlah petani sampel sebagai responden berdasarkan tabel Kregjie dimana didapat jumlah sampel 40 orang dari 45 orang yang menjadi populasi.

Wawancara dilakukan dengan cara mendatangi petani tomat di lahan atau di rumah. Materi kuesioner untuk wawancara meliputi: data diri petani, pengalaman bertani, cara aplikasi pestisida, dan persepsi petani tentang pestisida (kuesioner pada lampiran).

Hasil wawancara di analisis secara deskriptif kuantitatif masing-masing variabel yang diteliti sesuai dengan proporsi masing-masing.

Instrumen yang digunakan adalah kuesioner melalui wawancara dengan responden. Yang menjadi populasi adalah petani tomat di Nagari Alahan Panjang, dimana untuk menjadi responden adalah petani tomat yang diambil secara acak.

Parameter yang diamati adalah:

1. Jenis pestisida yang dipakai 2. Dosis pestisida

3. Frekuensi pemakaian insektisida 4. Cara aplikasi pestisida

5. Tingkat pendidikan petani

BAB IV.

Dokumen terkait