• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Motivasi Belajar

1. Pengertian Motivasi

Kata “motif”, diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktivitas- aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Berawal dari kata

“motif” itu, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang

24 Tusriyanto, Pembelajaran IPS SD/MI, (Metro: STAIN Jurai Siwo Metro Lampung, 2014), h.27-28

25 Ibid., h.30-31

xxxiii

telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan/mendesak.26

Motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan.27

2. Pengertian Motivasi Belajar

Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling memengaruhi.

Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relatif permanen dan secara practice yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu.28

Firman Allah dalam Qur’an surat Ar-Ra’du ayat 11:

      

          

        

           

artinya: “Baginya (manusia) ada malaikat-mlaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.29

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Jahm dari Ibrahim, ia berkata, “Allah mewahyukan kepada salah seorang Nabi dari para nabi Bani Israil, yang isinya, “Katakan kepada

26 Sardiman A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rajawali Pers, 2014), h. 73

27 Oemar Hamalik, Proses Belajar, h. 158

28 Hamzah B, Uno, Teori Motivasi dan Pengukurannya, (Jakarta: Bumi Aksara, 2016), h.23

29 Q.S Ar-Ra’du (13): 11

xxxiv

kaummu, “Sesungguhnya tidak ada penduduk suatu kampung dan penghuni suatu rumah yang sebelumnya berada di atas ketaatan kepada Allah, lalu beralih kepada maksiat, melainkan akan berubah keadaan yang sebelumnya mereka senangi kepada keadaan yang mereka benci.”

Ia berkata, Hal ini dibenarkan dalam kitabullah yang berbunyi,

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri“.30

Kesimpulan ayat di atas adalah sebuah motivasi untuk mengubah diri sendiri menjadi lebih baik, terutama dengan ilmu.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

( .ٍر َمُن ُن اَو َةَب َششش يِبَأَ ُن ِر َب وششُبَأَ اَنَثَّدَح ) ۡۡۡرٍ.ي ۡرٍ.ب ۡرٍ.ي ۡرٍ.ب ۡرٍ.ك ٢٦٦٤

ِن َةشششَعيِبَر َع ،َسيِر ِإِ ُن ِهشششللا ُد َعاَنَثَّدَح : َلَااشششَق ۡرٍ.ب ۡرٍ.ن ۡرٍ.د ۡرٍ.ب ۡرٍ.ب

، ِجَر ۡرٍ.ع ۡرٍ.ل َأَا ِنَع ،َناَّبَح ِن ٰىَي َي ِن شِدَّمَحُم َع ،َناَم ُع ۡرٍ.ب ۡرٍ.ح ۡرٍ.ب ۡرٍ.ن ۡرٍ.ث

ُنِم ُم ا( :ﷺ ِهللا ُلوُسَر َلاَق :َلاَق ،َةَر َرُه يِب ۡرٍ.ؤ ۡرٍ.ل ۡرٍ.ي َأَ َع ۡرٍ.ن

، ِفيِع َّششضلا ِنِم ُم ا َنِم ِهششللا ىَلِإِ ُّبَح ۡرٍ.ؤ ۡرٍ.ل َأََو ٌر َخ ُّيِوَق ا ۡرٍ.ي ۡرٍ.ل

،ِهللاِب ِعَت اَو َكُعَف َي اَم ٰىَلَع ِر ا .ٌر َخ ٍّلُك يِفَو ۡرٍ.ن ۡرٍ.س ۡرٍ.ن ۡرٍ.ص ۡرٍ.ح ۡرٍ.ي

ُت َعَف يِّن ۡرٍ.ل َأَ َل : ُقَت َلَاَف ٌء َششش َكَباَصَأَ ِإَِو ، َج َت َلَاَو ۡرٍ.و ۡرٍ.ل ۡرٍ.ي ۡرٍ.ن ۡرٍ.ز ۡرٍ.ع .َلَعَف َءا َش اَمَو .ِهللا ُرَدَق : ُق ِكَٰلَو .اَذَكَو اَذَك َناَك ۡرٍ.ل ۡرٍ.ن .)ِناَطَّشلا َلَمَع ُحَت َت َل َّنِإَِف ۡرٍ.ي ۡرٍ.ف ۡرٍ.و

Artinya: (2664). Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami. Keduanya mengatakan: ‘Abdullah bin Idris menceritakan kepada kami, dari Rabi’ah bin ‘Utsman, dari Muhammad bin Yahya bin Habban, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, pada masing-masingnya ada kebaikan.

Bersemangatlah kepada apa saja yang bermanfaat untukmu, minta

30 http://wawasankeislaman.blogspot.co.id, diunduh pada 28 Mei 2018

xxxv

tolonglah kepada Allah, dan janganlah lemah. Apabila ada suatu hal yang menimpamu, janganlah engkau ucapkan: Andai saja aku melakukan ini, niscaya akan begini dan begini. Akan tetapi ucapkanlah: Qadarullah (Ini takdir Allah). Dan apa saja yang Allah kehendaki, Dia pasti melakukannya. Karena sesungguhnya ungkapan pengandaian membuka amalan setan.”

Imam Nawawi mengatakan tentang hadits di atas, “Bersemangatlah dalam melakukan ketaatan pada Allah, selalu berharaplah pada Allah dan carilah dengan meminta tolong pada-Nya. Jangan patah semangat, yaitu jangan malas dalam melakukan ketaatan dan jangan lemah dari mencari pertolongan”.

Syaikh Sholeh Al ‘Ushoimi hafizhohullah menyebutkan ada tiga cara agar tidak kendor semangat dalam belajar yang beliau simpulkan dari hadits di atas:

1. Semangat untuk meraih ilmu yang bermanfaat. Ketika seseorang mendapatkan hal yang bermanfaat tersebut, hendaklah ia terus semangat untuk meraihnya.

2. Meminta tolong pada Allah untuk meraih ilmu tersebut.

3. Tidak patah semangat untuk meraih tujuan.31

Motivasi dari Hadits di atas adalah sebagai seorang manusia kita tidak boleh patah semangat untuk meraih tujuan yang ingin kita raih,

31 https://rumaysho.com, diunduh pada 27 Mei 2018

xxxvi

selalu semangat dalam meraih ilmu yang bermanfaat dan tidak bermalas- malasan.

Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

a. Adanya hasrat dan keinginan berhasil.

b. Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar.

c. Adanya harapan dan cita-cita masa depan.

d. Adanya penghargaan dalam belajar.

e. Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar.

f. Adanya lingkungan yang kondusif, sehingga memungkinkan seseorang siswa dapat belajar dengan baik.32

Motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non- intelektual. Peranannya yang khas adalah dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar. Siswa yang memiliki motivasi yang kuat, akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar.33

3. Ciri-Ciri Motivasi Belajar Siswa

Menentukan ada tidaknya motivasi belajar dalam diri seseorang, harus lebih dahulu diketahui ciri-ciri motivasi belajar yang ada di dalam diri seseorang. Ciri-ciri motivasi belajar siswa:

32 Hamzah B, Uno. Teori Motivasi, h. 23

33 Sardiman A.M, Interaksi dan Motivasi, h. 75

xxxvii

a. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai).

b. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa). Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapainya).

c. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah “untuk orang dewasa (misalnya masalah pembangunan agama, politik, ekonomi, keadilan, pemberantasan korupsi, penentangan terhadap setiap tindak kriminal, amoral, dan sebagainya.

d. Lebih senang bekerja mandiri.

e. Cepat bosan pada tugas-tugas rutin (hal-hal yng bersifat mekanis, berulang-ulang begitu saja, sehingga kurang kreatif).

f. Dapat mempertahankan pendapatnya.

g. Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini itu.

h. Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal.34

Apabila seseorang memiliki ciri-ciri yang disebutkan di atas, maka seseorang mempunyai motivasi yang cukup tinggi. Ciri-ciri tersebut sangatlah penting dalam proses kegiatan belajar. Dalam kegiatan belajar mengajar akan berhasih baik apabila seorang siswa belajar dengan tekun dan ulet dalam memecahkan berbagai masalah.

4. Fungsi Motivasi Belajar

Proses kegiatan belajar sangat diperlukan adanya motivasi. Hasil belajar akan optimal apabila ada motivasi dalam diri siswa itu sendiri.

Sehubungan pentingnya motivasi dalam hidup seseorang untuk mencapai tujuan, tiga fungsi motivasi sebagai berikut:

a. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.

b. Menentukan arah perbuatan, yakni kea rah tujuan yang hendak dicapai. dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.

c. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan dengan

34 Ibid., h. 83

xxxviii

menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.35

5. Macam-Macam Motivasi Belajar

Berbicara tentang macam atau jenis motivasi, dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Dengan demikian, motivasi atau motif-motif yang sangat bervariasi.

a. Motivasi dilihat dari dasar pembentukannya 1) Motivasi bawaan

Yang dimaksud dengan motivasi bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir, jadi motivasi itu ada tanpa dipelajari.

2) Motivasi yang dipelajari

Maksdunya motivasi timbul karena dipelajari.

Di samping itu menurut Frandsen jenis-jenis motif berikut ini:

a. Cognitive motivies

Motif ini merujuk pada gejala intrinsik, yakni menyangkut kepuasan individual.

b. Self-expression

Penampilan diri adalah sebagian dari perilaku manusia.

Untuk itu diperlukan kreativitas, penuh imajinasi. Jadi dalam hal ini seseorang memiliki keinginan untuk aktualisasi diri.

c. Self-enhancement

Melalui aktualisasi diri dan pengembangan kompetensi akan meningkatkan kemajuan seseorang.

b. Jenis motivasi:

1) Motif atau kebutuhan organis, meliputi misalnya; kebutuhan untuk minum, makan, bernapas, seksual, berbuat dan kebutuhan beristirahat.

2) Motif-motif darurat. Yang termasuk dalam jenis motif ini antara lain: dorongan untuk menyelamatkan diri, dorongan untuk membalas, untuk berusaha, untuk memburu.

3) Motif-motif objektif. Dalam hal ini menyangkut kebutuhan untuk melakukan eksplorasi, melakukan manipulasi, untuk menaruh minat.

c. Motivasi jasmaniah dan rohaniah

35 , Ibid., h. 85

xxxix

Ada beberapa ahli yang menggolongkan jenis motivasi itu menjadi dua jenis yakni motivasi jasmaniah dan motivasi rohaniah.

Yang termasuk motivasi jasmaniah seperti reflex, insting otomatis, nafsu. Sedangkan yang termasuk motivasi rohaniah adalah kemauan.

Soal kemauan itu pada setiap diri manusia terbentuk melalui empat momen.

1) Momen timbulnya alasan.

2) Momen pilih.

3) Momen putusan.

4) Momen terbentuknya kemauan.

d. Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik

1) Motivasi Intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. contohnya minat, bakat, kesehatan, disipli dan intelegensi.

2) Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya dari luar. contohnya dorongan dari keluarga, sahabat dekat, guru, lingkungan sekitar, dan sekolah.36

Macam atau jenis motivasi yaitu:

1) Motivasi Intrinsik

yang dimaksud dengan motivasi intinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.

2) Motivasi Ekstrinsik

Motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik.

motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar.37

Dokumen terkait