• Tidak ada hasil yang ditemukan

Motivasi

Dalam dokumen FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS (Halaman 36-43)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

D. Motivasi

Motivasi untuk setiap orang adalah bagaimana merealisir konsep yang ada pada dirinya,yaitu bagaimana hidup ini dapat dijalani dalam suatu cara sesuai dengan peran dan fungsinya sehinggah dapat mencerminkan penghargaan seseorang atas kemampuan dirinya.setiap organisasi bagaimanapun besarnya akan memiliki pimpinan atau manajer, selalu bekerjasama dengan bawahannya dengan kata lain tidak bekerja sendiri, tetapi meminta bantuan orang lain untuk mengerjakan pekerjaannya. Dalam setiap usaha dimana sekelompok orang-orang melakukan pekerjaan secara bersama-sama dalam mencapai tujuan tertentu,dan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut tentunya didasari dengan motivasi.

Motivasi berasal dari kata “movere” yang berarti dorongan atau daya penggerak yang hanya diberikan kepada manusia, khususnya kepada para bawahan atau pengikut. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mendorong gairah kerja bawahan agar mereka ingia bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan, ketrampilannya untuk mewujudkan tujuan organisasi. Pada dasarnya suatu organisasi bukan saja mengharapkan karyawan atau pegawai yang mampu,

cakap,terampil tetapi yang terpenting adalah mereka ingin bekerja dan berkeinginan untuk mencapai hasil kerja yang optimal. Kecakapan dan ketrampilan karyawan tidak ada artinya bagi organisasi, jika mereka tidak memiliki keinginan untuk bekerja dengan mempergunakan kemampuan, kecakapan dan ketrampilan yang dimilikinya. Namun yang perlu diketahui bahwa motivasi itu tidak dapat dipaksakan melainkan muncul dari diri sendiri, dengan demikian motivasi itu bersifat indivudual dalam arti setiap orang termotivasi oleh berbagai pengaruh hinggah berbagai tingkat.

Ada hal menarik dan perlu diamati pada perilaku manusia yang beraktivitas dalam suatu organisasi dimana ada manusia yang tidak atau kurang mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya, ada pula yang memiliki potensi kemampuan tetapi tidak ada keinginan melaksanakan tugasnya dengan baik serta adapula yang mampu memamfaatkan potensinya dengan baik sehingga ada kemudahan memotivasi dirinya untuk melaksanakan tugas serta fungsi dengan baik,hal ini karena adanya dorongan dari dalam dan biasanya perilaku seperti ini menganggap dirinya bahagian dari organisasi tempatnya bekerja.

a. Pengertian Motivasi

Menurut Robbin, S. Dalam wijayanto (2012:147) motivasi adalah prosers yang memperhitungkan instensoty (intensitas), direction arahan), dan persistence (kegigihan) dalam upaya meraih tujuan.

Menurut stoner J.A., R.E freeman dan D.R gilbert jr dalam Wijayanto(2012:148) “motivasi adalah sebagai faktor yang mempengaruhi, menyalurkan, dan memelihara perilaku individu.

Menurut Mathis dan Jackson (2006:14) “motivasi adalah keinginan dalam diri seseoprang yang menyebabkan orang tersebut bertindak. Orang bertindak karena satu alasan: untuk mencapai tujuan. Jadi motivasi adalah sebuah dorongan yang diatur oleh tujuan dan jarang muncul dalam kekosongan.

Menurut Sedarmayanti (2009:233) Motivasi adalah kesediaan mengeluarkan tingkat upaya tinggi ke arah tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi kebutuhan individual

Dari definisi diatas yang dikemukakan memberi gambaran bahwa Motivasi adalah suatu dorongan atau keinginan dari dalam diri seseorang, yang menimbulkan rangsangan untuk bertindak melakukan suatu tindakan yang menurut penilaiannya dapat memberi mamfaat baginya agar keinginan terpenuhi.

b. Bentuk-bentuk motivasi

Menurut Siswanto (2005:124) bentuk motivasi ada empat elemen yaoitu:

1. Kompensasi Bentuk Uang

Salah satu bentuk yang paling sering diberikan kepada karyawan adalah berupa kompensasi. Kompensasi diberikan kepada karyawan biasanya berwujud uang. Penggunaan uang sebagai stimulus berkembang sebagai penyekesaian suatu masalah ketenagakerjaan yang belum pernah terjadi sebelumnya selama permulaan abad ke-19. Rasa takut kehiolangan pekerjaan dan sumber uang merupakan stimulus kerja yang sangat efektif karena uang sunguh-sungguh diperlukan bagi kelangsungan hidup.

2. Pengarahan dan pengendalian

Pengarahan dimaksudkan menentukan bagi karyawan mengenai apa yang harus merekla kerjakan dan apa yang tidak harus mereka kerjakan.

Sedangkan pengendalian dimaksudkan menentukan bahwa karyawan harus mengerjakan hal yang diinstruksikan. Fungsi pengarahan mencakup berbagai proses operasi standar, pedoman dan buku panduan, bahklan Management by objective (MBO)/Manajemen Berdasarkan sasaran.

Fungsi pengendalian mencakup penilaian kinerja, pemeriksaan mutu, dan pengukuran hasil kerja.

3. Penetapan pola kerja yang efgektif

Pada umumnya reaksi terhadap kebosanan kerja menimbulkan hambatan yang berarti bagi keluaran produktivitas kerja. Karena manajemen menyadari bahwa masalahnya bersumber pada cara pengaturan pekerjaan, mereka menanggapinya dengan berbagai teknik yang efektif dan kurang efektif. Teknik ini diantara lain pengayaan pekerjaan (menyesuaikan tuntutan pekerjaan dengan kemampuan seseorang, manajemen parstipatif (menggunakan berbagai cara untuk melibatkan pekerjaan dalam pengambilan keputusan/decision making yang mempengaruhi pekerjaan yang membosankankan kepada instrumentalia, untuk beristirahat, atau kepada sarana yang lebih fantastis

4. Kebajikan

Kebajukan dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan yang diambil dengan sengaja oleh manajemen untuk memengarungi sikap atau perasaan

para karyawan. Dengan kata lain, kebajikan adalah usaha untuk membuat karyawan bahagia.

c. Teori Motivasi

1. Teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow : Menrut Sedarmayanti (2009:234)

yaitu hirarki lima kebutuhan dengan tiap kebutuhan secara berurutan dipenuhi, maka kebutuhan berikutnya menjadi dominan.

Dalam setiap manusia terdapat lima tingkat kebutuhan:

a. Fisiologi, antara lain: rasa lapar, haus, perlindungan pakaian dan perumahan), seks dan kebutuhan lain.

b. Keamanan, antara lain : keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional.

c. Sosial, mencakup: kasih sayang, rasa dimiliki, diterima baik dan persahabatan.

d. Penghargaan, mencakup faktor rasa hormat internal seperti: harga diri, otonomi dan prestasi, dan faktor hormat, eksternal seperti : status, pengakuan dan perhatian.

e. Aktualisasi diri, yaitu dorongan untuk menjadi apa yang ia mampu menjadi mencakup : pertumbuhan, mencapai potensialnya, dan pemenuhan diri.

2. Teori X dan Teori Y menurut Sedarmayanti (2009:236)

a. Teori X : pengandaian bahwa pegawai itu negatif tidak menyukai kerja, malas, tidak menyukai tanggungjawab dan harus dipaksa agar berprestasi.

b. Teori Y : pengandaian bahwa pegawai menyukai kerja, kreatif, berusaha bertanggungjawab, dan dapat menjalankan pengarahan diri.

Dalam teori X dan Y, Herzberg memandang bahwa hakikat manusia, motif dan kebutuhannya sangat bermanfaat untuk digunakan sebagai bahan analisis dalam rangka mengadakan pendekatan motivasi untuk memperagakan kepemimpinan.

3. Teori Motivasi Higiene menurut sedarmayanti (2009:236)

Teori motivasi higieni adalah faktor intrinsik dihubungkan dengan kepuasan kerja, sementara faktor ekstrinsik dikaitkan dengan ketidakpuasan (Frederick herzberg)

4. Teori ERG menurut sedarmayanti (2009:236)

Pada teori ERG terdapat 3 kelompok kebutuhan utama yaitu : eksistensi, keterhubungan dan pertumbuhan.

5. Teori Kebutuhan Mc Clelland menurut sedarmayanti (2009:236) Teori kebutuhan berfokus pada tiga kebutuhan :

a. Achievement (kebutuhan akan prestasi) : dorongan untuk mengungguli, berprestasi sehubungan dengan seperangkat standar, bergulat untuk sukses.

b. Power (kebutuhan akan kekuasaan): kebutuhan untuk membuat orang- orang lain berprilaku dalam suatu cara yang orang-orang itu 9tanpa dipaksa) tidak akan berprilaku demikian.

c. Affiliation (kebutuhan akan pertalian) : hasrat untuk hubungan antar pribadi yang ramah dan karib (Mc Clelland)

6. Teori evaluasi kognitif menurut sedarmayanti (2009:237)

Membagi ganjaran ekstrinsik untuk perilaku yang sebelumnya secara instrinsik telah diberi hadiah cenderung mengurangi tingkat motivasi keseluruhan.

7. Teori penentuan tujuan menurut sedarmayanti (2009:237)

Tujuan khusus dan sulit menghantar ke kinerja lebih tinggi (Gene Broadwater)

8. Teori penguatan menurut sedarmayanti (2009:237)

Suatu lawan pendapat terhadap teori penentuan tujuan adalah teori penguatan yang menyatakan bahwa perilaku merupakan fungsi dan konsekuensinya.

9. Teori keadilan menurut sedarmayanti (2009:237)

a. Individu membandingkan masukan dan keluaran pekerjaan mereka dengan masukan dan keluaran orang lain, kemudian berespons untuk menghapuskan setiap ketidakadilan.

b. Teori keadilan mengenali bahwa individu tidak hanya peduli akan jumlah mutlak ganjaran untuk upaya mereka, tetapi juga akan hubungan jumlah ini dengan apa yang diterima orang lain.

10. Teori harapan menurut wijayanto (2012:157)

Teori harapan dikembangkan oleh victor vroom. Menurut vroom, kecenderungan tindakan dipengaruhi oleh kecenderungan kuat lemahnya harapan.

Dalam dokumen FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS (Halaman 36-43)

Dokumen terkait