• Tidak ada hasil yang ditemukan

Motorik Halus

Dalam dokumen PDF Penerapan Permainan Kolase Kertas Dalam (Halaman 36-46)

BAB II LANDASAN TEORI

2. Motorik Halus

a. Perkembangan anak Usia Dini

Anak usia dini adalah kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik, para ahli menyebut masa usia 0-6 tahundengangolden age (masa keemasan) yaitu masa dimana otak anak mengalami perkembangan yang sangat cepat dan masa ini juga anak-anak selalu diwarnai keberhasilan untuk mempelajari banyak hal. Apabila anak pada usia ini terus diberikan

stimulasi, maka perkembangan jaringan otaknya akan terus tersambung.

Setiap rangsangan dan stimulasi yang diterima oleh anak akan menyambungkan dan memperkuat jaringan sel-sel otak yang telah ada.18

Perkembangan anak adalah segala perubahan yang terjadi pada anak yang meliputi seluruh perubahan, baik perubahan fisik, perkembangan kognitif, emosi, maupun perkembangan psikososial.

Perkembangan yang terjadi dalam usia anak (infancytoddlerhood di usia 0-3 tahun, early childhood usia 3-6 tahun dan middle childhood usia 6-11 tahun).19Pada masa golden age anak membutuhkan banyak stimulasi yaitu dari orang tua atau dari para pendidik di sekolahnya.

Ada berbagai macam keterampilan dasar yang harus dikembangkan, meliputi bahasa, sosial emosional, kognitif, moral, fisik atau motorik, seni dan kreativitas. Keterampilan motorik meliputi motorik kasar dan motorik halus.20

Dalam keterampilan dasar fisik motorik pada anak usia dini terbagi menjadi dua, yaitu keterampilan fisik motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar yaitu mencakup gerakan tubuh secara terkoordinasi, lentur, seimbang, lincah, lokomotor, non-lokomotor, dan mengikuti aturan.Sedangkan motorik halus mencakup keterampilan dan

18Suyadi, Teori Pembelajaran Anak Usia Dini (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014),h.30- 31.

19Zubaedi, Strategi Taktis Pendidikan Karakter(Depok: RajaGrafindo Persada, 2017), h. 6.

20Yuliani dan Bambang, Bermain Kreatif Berbasis Kecerdasan Jamak (Jakarta: Indeks, 2010), h. 26.

kelenturan menggunakan jari dan alat untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan diri dalam berbagai bentuk.21

Untuk meningkatkan keterampilan-keterampilan yang dimiliki oleh anak dapat dilakukan dengan berbagai cara. Apalagi dunia pendidikan anak usia dini merupakan sebuah dunia yang tidak terlepas dari bermain dan juga berbagai alat permainan anak-anak. Permainan merupakan salah satu cara yang tepat untuk mengembangkan berbagai keterampilan anak, baik dari segi kognitif, afektif, maupun psikomotorik sesuai dengan tahap usianya. Permainan yang menarik dapat dijadikan media bagi anak untuk belajar banyak hal.Dalam tahap perkembangan usia kelompok A (4-5 Tahun) dengan pemberian stimulasi yang optimal, maka seharusnya ada banyak keterampilan motorik halus yang sudah bisa anak lakukan seperti memasukkan mengkoordinasikan jari-jari tangan dengan mata dalam melakukan gerakan yang lebih rumit dengan baik, memasang dan melepas kancing baju, mengekspresikan diri melalui kegiatan seni.22

b. Pengertian Motorik Halus

Motorik ialah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan tubuh. Dalam perkembangan motorik unsur-unsur yang menentukan ialah otot, saraf, dan otak. Ketiga unsur itu melaksanakan masing-masing peranannya secara “interaksi positif”

artinya unsur-unsur yang satu saling berkaitan saling menunjang, saling

21Permendikbud RI Nomor 137 Tahun 2014, Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, h. 11.

22Setiadi, Pedoman Penyelenggaraan PAUD (Jakarta : Bee Media Pustaka, 2016), h. 8

melengkapi dengan unsur yang lainnya untuk mencapai kondisi motoris tang lebih sempurna keadaannya. Selain mengandalkan kekuatan otot, rupanya kesempurnaan otak juga turut menentukan keadaan. Anak yang pertumbuhan otaknya mengalami gangguan tampak kurang terampul menggerak-gerakan tubuhnya.23Keterampilan motorik halus adalah pengorganisasian penggunaan otot-otot kecil seperti jari-jemari dan tangan yang sering membutuhkan kecermatan, koordinasi mata dan tangan, keterampilan yang mencakup bermanfaat dengan alat-alat untuk bekerja dan objek yang kecil untuk pengontrolan terhadap mesin misalnya, menjahit dan mengetik.Keterampilan motorik halus meliputi menggambar, menulis, dan mengikat tali sepatu dan aktifitas yang melibatkan penggunaan gerakan tubuh kecil.24

Dari beberapa pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa motorik halus adalah keterampilan yang berpengaruh terhadap kesiapan anak dalam menulis (pengembangan bahasa), melatih koordinasi antara mata dan tangan yang dianjurkan dalam waktu yang cukup meskipun penggunaan tangan secara utuh belum mungkin tercapai dan juga kemampuan daya lihat.

c. Tujuan dan Fungsi Motorik Halus

Tujuan dan fungsi pengembangan motorik halus anak usia 4-6 tahun adalah:

23Zulkifli, Psikologi Perkembangan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), h. 31.

24Sudarwan Danim, Perkembangan Peserta Didik(Bandung: Alfabeta, 2014), h. 47.

1) Mampu mengembangkan kemampuan motorik halus yang berhubungan dengan keterampilan gerak kedua tangan.

2) Mampu menggerakan anggota tubuh yang berhubungan dengan gerak jari-jemari seperti persiapan menulis, menggambar dan memanipulasi benda-benda.

3) Mampu mengkoordinasi indra mata dan tangan.

4) Mampu mengendalikan emosi dalam beraktivitas motorik halus.

d. Pendekatan Pengembangan Motorik Halus

Pendidik yang bekerja dengan anak-anak usia dini perlu menekankan pentingnya kegiatan bermain atau pengembangan motorik dan pengembangan lainya. Terdapat dua hal yang seyogyanya tidak di lupakan yaitu:

1) Pemahaman akan pentingnya hubungan kegiatan tersebut dengan pengembangan daya pikir dan daya cipta anak.

2) Bila anak tanpa bergerak bebas, tanpa kesempatan bermain dan tanpa kesempatan menjelajahi lingkungan anak akan kurang tumbuh secara optimal.

Fokus pendidikan di Taman Kanak-kanak pada umumnya adalah sebagai berikut:

1) Belajar melalui Bermain. Kegiatan belajar melalui bermain merupakan hal yang amat sesuai dengan kesenangan anak.

2) Belajar melalui Observasi. Anak menyukai hal yang baru, merasuk hati, karena itu pula ia gemar mengamati segala sesuatu yang

terdapat di sekitarnya atau hal yang dilihatnya dari buku dan rekaman bunyi, serta rekaman gambar.

3) Belajar melalui Eksplorasi. Anak tidak dapat berdiam diri, mereka ingin mencoba-coba, mengutak atik yang ada di sekitarnya.

4) Belajar melalui Imitasi. Anak gemar meniru prilaku orang di sekitarnya atau dari tontonan, bahkan menirukan berbagai bunyi, dan suara yang didengarnya.

5) Belajar melalui Seni dan gerak Anak.25

Adapun karakteristik pembelajaran di PAUD dalam bermain dan permainan anak sebagai berikut:

1) Anak-anak belajar melalui interaksi dengan alat-alat permainan dan perlengkapan serta dengan manusia.

2) Bermain merupakan cara yang paling baik untuk mengembangkan kemampuan anak.

3) Anak belajar paling baik belajar dari teman sebayanya.

4) Anak belajar dengan menggunakan seluruh alat inderanya.

5) Kebutuhan anak dalam pembelajaran.

6) Kematangan anak.

7) Anak-anak belajar dengan kecepatan yang tidak sama walaupun usianya sama.

8) Anak belajar mengikuti gaya belajarnya masing-masing.26

25Widya Pekerti, dkk, Metode Pengembangan Seni (Jakarta: Universitas Terbuka, 2010), h.1.44-1.45.

26Idad Suhada, Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini atau Raudhatul Athfal (Bandung:

Remaja Rosdakarya, 2016), h. 4.

e. Perkembangan Motorik Halus

Perkembangan fisik pada masa anak-anak ditandai dengan berkembangnya keterampilan motorik, sekitar usia tiga tahun, anak sudah dapat berjalan dengan baik dan sekitar usia empat tahun anak hampir menguasai cara berjalan orang dewasa. Gambaran tingkat pencapaian perkembangan motorik anak usia dini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini, yaitu:27

Tabel 2.1

Perkembangan Motorik Anak Usia Dini

Usia Motorik Kasar Motorik Halus

4-5 tahun 1. Menari mengikuti gerakan- gerakan binatang, pohon tertiup angin, pesawat terbang, dan sebagainya.

2. Melakukan gerakan menggantung (bergelayut).

1. Mengkoordinasikan jari-jari tangan dengan mata dalam melakukan gerakan yang lebih rumit dengan baik.

2. Memasang dan melepas kancing baju.

3. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni (menggambar, melukis, menari, dan lainnya).

4. Membuat suatu bentuk dengan lilin atau tanah liat.

5-6 tahun 1. Melakukan koordinasi gerakan kaki-tangan-kepala dalam meniru tarian atau senam.

2. Meniti balok titian.

3. Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri.

1. Menggambar dan menulis.

2. Menggunting.

3. Menempel gambar dengan tepat.

4. Menyimpulkan tali sepatu.

5. Menyikat gigi tanpa bantuan.

27Novan Ardy Wiyani, Konsep Dasar PAUD(Yogyakarta: Gava Media, 2016), h. 111.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perkembangan motorik halus merupakan salah satu perkembangan yang sangat penting bagi kehidupan anak. Perkembangan motorik merupakan suatu perkembangan gerak yang menggunakan otot dengan mengkoordinasikan geak mata dan tangan. Melalui latihan-latihan yang tepat, gerak motorik kasar dan halus dapat ditingkatkan dalam hal kecepatan, keluwesan, dan kecermatan. Sehingga secara bertahap anak akan bertambah terampil dan mahir melakukan gerakan-gerakan yang diperlukan guna penyesuaian dirinya.

f. Cara-cara Mengembangkan Motorik Halus

Cara untuk mengembangkan kemampuan motorik halus yaitu: 1) meronce, 2) melipat, 3) menggunting, 4) mengikat, 5) membentuk, 6) menempel, 7) menyusun, 8) menulis awal. Dari beberapa cara di atas melipat, menggunting dan membentuk adalah cara yang tepat di gunakan dalam penelitian ini untuk mengembangkan kemampuan motorik halus pada anak.28

g. Perkembangan Keterampilan-keterampilan Motorik Halus

1) Keterampilan-keterampilan motorik halus melibatkan otot kecil yang memungkinkan fungsi-fungsi seperti menggenggam dan memanipulasi objek-objek kecil.

28Kassim Achmad, Mengenal Teater Tradisional di Indonesia (Jakarta: Dewa Kesenian Jakarta, 1981), h. 10.

2) Fungsi-fungsi seperti menulis, menggambar, dan mengenakan pakain bergantung pada keterampilan-keterampilan motorik halus kita.

3) Kemampuan bayi untuk meraih dan memanipulasi objek berkembang pesat pada tahun pertama usianya.

4) Meraih dan menggenggam secara sengaja pada usia tiga bulan, sebelum ini bayi menyambar objek dalam bidang pengelihatannya secara tak terkoordinasi, kerap tidak berhasil dan jarang dapat meraih objek yang dilihatnya tersebut.

5) Munculnya tindakan meraih dan menggenggam menandai pencapaian signifikan dalam kemampuan bayi untuk berinteraksi dengan lingkungannya.

6) Meski kaku dan mirip cengkraman, namun genggaman ini meningkat kemampuan untuk melakukan eksplorasi objek melalui perabaan.

7) Secara bertahap diperoleh keahlian yang lebih tinggi dalam memanipulasi objek, sehingga pada akhir tahun pertama usianya bayi mampu melakukan genggaman menjepit.

8) Ini merupakan perkembangan penting dalam hal kecekatan, karena genggaman jari dan ibu jari ini menjadi dasar keterampilan- keterampilan manual kita yang lebih canggih seperti menulis,

menggunakan gunting dan alat potong, membalik halaman buku,dan sebagainya.29

h. Cara Penilaian Motorik Halus

Penilaian aspek perkembangan motorik halus meliputi:

1) Dapat mengurus dirinya sendiri dengan sedikit bantuan, seperti:

makan,berpakaian,mandi, menyisir rambut, mencuci dan mengelap tangan, dan mengikat tali sepatu.

2) Dapat membuat berbagai bentuk dengan mengguakan misalnya tanah liat, plastisin, dan Play Dough.

3) Meniru membuat garis tegak, miring, lengkung, dan lingkara.

4) Meniru melipat kertas sederhana (1-12 lipatan).

5) Menggambar orang dengan bagian-bagiannya.

6) Belajar menggunting bebas dengan berbagai media.

7) Belajar menggunting bebas dengan berbagai media sesuai dengan pola (glombang, zig-zag, lingkaran, segi empat, segitiga).

8) Dapat membuat lingkaran dan bujur sangkar.

9) Menyusun menara kubus.

10) Menjahit sederhana dengan menggunakan tali sepatu, benang wol, rafia, dan sebagainya.

11) Menyusun menara kubus minimal delapan kubus.30

29Penny Uton, Psikologi Perkembangan (Jakarta: Erlangga, 2012), h. 63-64.

30Anita Yus, Penilaian Perkembangan Belajar Anak Taman Kanak-Kanak (Jakarta:

Kencana, 2011), h. 49.

Dalam dokumen PDF Penerapan Permainan Kolase Kertas Dalam (Halaman 36-46)

Dokumen terkait