• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan untuk kepentingan diri sendiri, dilakukan dengan cara-cara menyenangkan, tidak diorientasikan pada hasil akhir, fleksibel, aktif, dan positif. Ini berarti bermain bukanlah kegiatan yang dilakukan demi menyenangkan yang lain, tetapi karena semata-mata karena keinginan diri sendiri. Oleh karena itu bermain itu menyenangkan dan dilakukan dengan cara-cara menyenangkan bagi pemainnya.

Di dalam bermain anak tidak berpikir tentang hasil karena proses lebih penting daripada tujuan akhir. Bermain juga bersifat fleksibel karena anak dapat membuat kombinasi baru atau bertindak dalam cara-cara baru atau berbeda dari sebelumnya. Bermain juga bersifat aktif karena anak benar- benar terlibat dan tidak pura-pura aktif. Bermain juga bersifat positif dan membawa efek positif karena membuat pemainya tersenyum dan tetawa karena menikmati apa yang mereka lakukan.

Bermain juga dapat di artikan sebagai kegiatan yang di lakukan demi kesenangan tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Kegiatan tersebut

0.00%

20.00%

40.00%

60.00%

80.00%

100.00%

Pra Siklus Siklus I Siklus II Siklus III

Tuntas Belum Tuntas

dilakukan secara suka rela, tanpa paksaan atau tekanan dari pihak luar. Anak- anak menyatakan bahwa bermain dan bekerja tergantung pada niat. Kegiatan dikelas seperti menulis, mengeja,membaca,atau bisa juga bermain kolase acara rutin pagi hari adalah bekerja karena aktivitas itu “harus” dilakukan karena anak-anak berniat untuk menyelesaikan tugas. Sebaiknya, permainan dapat dilakukan sekehendak anak.

Pada saat penulis melakukan observasi pada tanggal 20 Mei 2018 di PAUD Ar-Rahim Kelurahan Simpang Tiga Kabupaten Kaurpada anak usia 4- 6 tahun, penulismenemukan pembelajaran yang telah dilaksanakan anak usia dini lebih banyak melakukan permainan yang lebih tradisional seperti bermain kelereng, lempar batu,bermain lompat tali dan lain-lain.

Perkembangan motorik halus merupakan hal yang sangat penting bagi anak usia dini. Perkembangan kemampuan motorik halus pada anak usia dini memungkinkanya untuk melakukan lebih banyak kegiatan yang memerlukan keterampilan jari jemari tangannya. Keterampilan motorik halus anak memerlukan peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari hari. Salah satu kegiatan yang dapat menstimulasi kemampuan motorik halus anak adalah kegiatan kolase yang berpengaruh dalam keterampilan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan kolase dengan media keras merupakan salah satu teknik melatih kemampuan koordinasi motorik halus yang berhubungan dengan keterampilan gerak kedua tangan, serta mengkoordinasikan indera mata dan aktivitas tangan.

Kolase kertas merupakan komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan baik kain perca, kertas maupun kayu. Pada anak-anak kolase difokuskan pada kolase kertas, yakni komposisi arsitek dua dimensi dari kertas dan biji-bijian. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan permainan kolase kertas dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini di PAUD Ar-Rahim Kabupaten Kaur.

Jenis penelitian ini adalah PTK, yang digunakan oleh peneliti adalah PTK eksperimental. Yang dikategorikan sebagai PTK eksperimen ialah apabila PTK diselenggarakan dengan berupaya menerapkan berbagai teknik atau strategi secara efektif dan efesien di dalam suatu kegitan belajar mengajar. Di dalam kaitannya dengan kegiatan belajar mengajar, dimungkinkan terdapat lebih dari satu strategi atau teknik yang diterapkan untuk mencapai tujuan instruksional.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan, pemberdayaan, atau perbaikan keadaan. Dalam penelitian ini yang diperdayakan adalah motorik halus anak dalam melakukan aktivitas permainan kolase kertas.

Dalam penelitian ini telah dilaksanakan sebanyak tiga siklus dengan tiap siklus dilaksanakan 1 kali pertemuan. Masing-masing siklus dilaksanakan 4 tahapan, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan tahap refleksi.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan sebanyak 3 siklus dengan menggunakan permainan kolasediikuti oleh14anak, dapat diketahui nilai rata-rata skor pada Pra Siklus yaitu 35,5 dengan ketuntasan

belajar klasikal anak sebesar 21,43%. Pada Siklus I meningkatmenjadi nilai rata-rata skor yaitu 39,71 dengan ketuntasan belajar klasikal siswa sebesar 42,86%. Siklus II juga meningkat dengan nilai rata-rata skor yaitu 45,02 ketuntasan belajar klasikal 64,29%. Terakhir, pada Siklus III nilai rata-rata skor anak yaitu 49,17 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 92,86%.

Hasil penelitian menunjukan terjadinya peningkatan ketuntasan belajar klasikal anak pada Pra Siklus,Siklus I, Siklus II dan Siklus III.

Peningkatan yang didapat sudah mencapai target ketuntasan belajar yaitu 90%. Meningkatnya ketuntasan belajar klasikal anak dengan menerapkan permainan kolase, anak diajak belajar dengan bermain, juga berkelompok dan bekerja sama, sehingga anak dilibatkan secara langsung dalam proses pembelajaran, artinya pembelajaran dengan menggunakan permainanmemberikan kepada anak motivasi dan keberanian serta peran aktif anak sebelum, saat, dan sesudah pembelajaran.

Berdasarkan uraian yang telah dikembangkan diatas dapat dinyatakan bahwa permainan kolasesangat efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Hal ini sesuai dengan manfaat dari permainan kolase, yaitu: menstimulus kemampuan motorik halus anak; dapat meningkatkan kreativitas anak; dapat melatih konsentrasi anak; dapat mengenal warna dan kosa kata;anak dapat mengenal bentuk geometri dan yang bukan geometris;

melatih anak untuk menyelesaikan masalah lewat permainan kolase;

mengasah kecerdasan spasial anak; melatih ketekunan pada anak; dan meningkatkan kepercayaan diri pada anak.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti menyimpulkan bahwa penerapanpermainan kolasedapatmeningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini. Hal ini dibuktikan dari hasil penilaian perkembangan anak sebelum pembelajaran menggunakan permainan kolase (Pra Siklus) adalah 35,5 dengan ketuntasan belajar klasikal anak sebesar 21,43%. Setelah pembelajaran menggunakan permainan kolaseskor anak meningkat, pada Siklus Inilai rata-rata skor yaitu 39,71 dengan ketuntasan belajar klasikal siswa sebesar 42,86%. Skor anak pada Siklus II lebih meningkat, terbukti dengan nilai rata-rata skor yaitu 45,02 ketuntasan belajar klasikal 64,29%. Skor anak pada Siklus III lebih meningkat lagi dan mencapai target indikator kinerja yang ingin dicapai yaitu nilai rata-rata skor anak 49,17 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 92,86%. Karena pada Siklus III telah mencapai target ketuntasan, peneliti tidak melanjutkan permainan kolase Siklus IV.

B. Saran-saran

Berdasarkan hasil penelitian ini, diajukan beberapa saran, yaitu:

1. Kepala Sekolah

Hendaknya kepala sekolah menyadari bahwa keberhasilan kerja yang dicapai oleh guru kelas, membutuhkan dukungan sepenuhnya dari

69

pihak sekolah, dengan memberikan sarana dan suasana yang kondusif bagi guru untuk mengembangkan kreativitas dalam pembelajarannya.

2. Guru

Guru sebaiknya lebih berusaha menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan membuat media pembelajaran seperti kolase yang menarik sehingga anak merasa nyaman dan aktif mengikuti pembelajaran. Guru harus selalu berpikir inovatif dalam mengembangkan pembelajaran, salah satunya dengan berbagai macam model, metode dan media pembelajaran, karena anak usia dini sangat memerlukan bekal ilmu untuk menempuh pendidikan di jenjang selanjutnya.

3. Anak PAUD

Anak hendaknya selalu terlibat secara aktif saat kegiatan belajar mengajar, anak sebaiknya fokus dan memperhatikan guru selama mengikuti pembelajaran, juga seharusnya mampu mengekspresikan diri dengan berani dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar.

4. Peneliti

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam penelitian berikutnya, dan peneliti dapat menciptakan media pembelajaran juga alat permainan edukatif lainnya pada saat menjadi guru nantin

DAFTAR PUSTAKA

Achmad, Kassim. 1981. Mengenal Teater Tradisional di Indonesia. Jakarta:

Dewa Kesenian Jakarta.

Aqib, Zainal. 2011. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru. Bandung: Yrama Widya.

Bahri, Husnul. 2016.Konsep Tumbuh Kembang dan Kompetensi Pendidikan Anak Usia Dini.Bengkulu: Vanda.

Chritine, Lerin. 2009.Permainan untuk Meningkatkan Kecerdasan dan Kreativitas Buah Hati. Jakarta: Trans Media.

Danim, Sudarwan. 2014. Perkembangan Peserta Didik.Bandung: Alfabeta.

Dariyo,Agoes.

2007.PsikologiPerkembanganAnak3TahunPertama.Bandung:Refika Adit ama.

Fadllillah. 2017.Bermain dan Permainan Anak Usia Dini.Jakarta:Kencana.

Hartiny Sam’s, Rosma. 2010. Model Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Teras.

Hurlock, Elizabeth B. 1978. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.

Kunandar. 2013.Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Guru. Jakarta: Rajawali Pers.

Kusuma, Wijaya dan Dedi Dwitagama. 2010.Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Indeks.

Muharrar, Syakirdkk. 2013.Kreasi Kolase, Montase, Mozaik Sederhana. Jakarta:

Erlangga.

Mulyani, Novi. 2016. Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta:

Kalimedia.

Musfiroh, Tadkiroatun dkk. 2016.Bermain dan Permainan Anak.

TangerangSelatan: Universitas Terbuka.

Pamadhi, Hajar dkk. 2010.Seni Keterampilan Anak. Yogyakarta: Universitas Terbuka.

Pekerti, Widya dkk.2010. Metode Pengembangan Seni. Jakarta: Universitas Terbuka.

Permendikbud RI Nomor 137 Tahun 2014.Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.

Setiadi. 2016. Pedoman Penyelenggaraan PAUD.Jakarta: Bee Media Pustaka.

Solichah, Silvana dkk. 2017.Keterampilan Kolase.Yogyakarta: Indopublika.

Suhada, Idad. 2016. Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini atau Raudhatul Athfal. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sujiono, Yuliani Nurani dan Bambang Sujiono. 2010. Bermain Kreatif Berbasis Kecerdasan Jamak. Jakarta: Indeks.

Suyadi. 2014.Teori Pembelajaran Anak Usia Dini. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Uton, Penny. 2012.Psikologi Perkembangan.Jakarta: Erlangga.

Wardhani, Igak dkk. 2007.Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.

Wiyani, Novan Ardy.2016. Konsep Dasar PAUD. Yogyakarta: Gava Media.

Yus, Anita. 2011.Penilaian Perkembangan Belajar Anak Taman Kanak-Kanak.

Jakarta: Kencana.

Zubaedi. 2017.Strategi Taktis Pendidikan Karakter.Depok: RajaGrafindo Persada.

Zulkifli. 2005.Psikologi Perkembangan.Bandung: Remaja Rosdakarya.

Anak memperhatikan guru menjelaskan cara melakukan kegiatan

Anak memperhatikan guru menjelaskan cara melakukan kegiatan

Dalam dokumen PDF Penerapan Permainan Kolase Kertas Dalam (Halaman 80-84)

Dokumen terkait