BAB III METODOLOGI PENELITIAN
B. Temuan Khusus
5. Nilai-nilai yang terdapat dalam Tari Gandang untuk
Mengamati penyajian tari Gandang, dapat diamati dalam proses sakralisasi dan melihat nilai-nilai dan prinsip terwujudnya tari Gandang.
Lebih jauh jika meneruskan pengamatan ke sisi lain, yakni bahwa tari Gandang bukan hanya seni tari yang dipertunjukkan saja, tetapi berkaitan dengan ritus dan nilai sacral pada tari tersebut.
Tari ini berhubungan erat dengan lingkungan alam sebagai tempat tumbuhnya di sasaran pencak silat. Hal ini terlihat pada ekspresi gerak- geraknya daripencak silat yang dimodifikasi melalui stilisasi menjadi tari.
Menstilisasi gerak pencak silat pencipta tari Gandang menghasilkan gerak yang amat hanya dalam perwujudannya, sehingga memenuhi tiga unsure wiraga (bangun tumbuh dan kualitas gerak), wirama (mimic atau ritme), dan wirasa (wibawa dan ekpresi).
5. Nilai-nilai yang terdapat dalam Tari Gandang untuk Upacara Urak
Menurut Lia Rj. Dareh mengatakan bahwa penyajian tari Gandang dalam upacara adat Urak Balabek memiliki nilai-niai yang diingini secara bersama oleh masyarakat Kecamatan Kuranji kota Padang. Nilai-nilai tersebut terdiri dari nilai keabsahan, nilai kebersamaan, nilai moral, nilai keberanian (wawancara, 15 Desember 2010 di Balai Kajian Sejarah kota Padang).
Nilai keabsahan yang terwujud dalam penyajian tari Gandang dalam acara Urak Balabek bagi masyarakat Kuranji kota Padang yaitu dengan disajikan tari Gandang pada saat itu. Semulanya sebagai anak sasian (pemain pencak silat) disaat tari Gandang disajikan guru tuo untuk naik status sosialnya harus ikut menarikan tari Gandang. Maka dari itu, pada upacara adat Urak Balabek yang merupakan proses pembentukan dimana terjadi perubahan status social yang dulunya sebagai anak sasian (pemain pencak silat) dan sekarang berubah menjadi guru tuo. Dalam hal ini guru tuo fungsinya tidak lagi hanya menerima ajaran-ajaran yang diberikan guru tetapi ia sudah menjadi seorang menjadi seorang guru tuo yang harus memberi ajaran-ajaran yang sifatnya dapat mengayomi anak sasian. Untuk itu, akan terlihat disini keabsahan dari guru tuo yang telah dikeluhkan oleh niniak mamak dan penghulu dalam kecamatan Kuranji kota Padang menyangkut tanggung jawab moral sebagai anggota suku dari kaumnya.
Selanjutnya guru tuo kehidupannya sehari-hari dalam berkesenian dapat melatih dan membina anak sasian yang nantinya diharapkan sebagai generasi penerus dalam membina dan mengembangkan pencak silat di
kecamatan Kuranji kota Padang. Dalam pada itu guru tuo yang telah dikukuhkan sebagai guru silat, ia juga harus berusaha bagaimana untuk selanjutnya supaya bisa anak sasian menjadi guru tuo.
Sifat memaksa terlihat dalam tari Gandang yang disajikan dalam upacara Urak Balabek. Sifat memaksa yang dimaksud di sini adalah setiap orang yang akan diangkat menjadi guru tuo, maka ia harus dapat menarikan tari Gandang pada saat upacara tersebut. Nilai tersebut diatur dalam adat setempat dalam kecamatan Kuranji kota Padang.
Masyarakat Kuranji kota Padang menjunjung tinggi niali-nilai egaliter atau kebersamaan yang terlihat pada kepentingan umum sifat komunal dan kolektif sangat menonjol dilakukan pada penyajian tari Gandang dalam upacara Urak Balabek. Kekuasaan yang tertinggi menurut masyarakat Kuranji bersifat abstrak, yaitu nan bana (kebenaran). Kebenaran tersebut, harus dicari melalui musyawarah yang dibimbing oleh alur, patut, dan mungkin.
Penggunaan alur, patut, dan mungkin digunakan dengan akal yang sehat dan sangat menilai dengan menggunakan akan sebagai bimbingan iman. Hal ini akan terlihat pada saat seseorang yang akan diangkat menjadi guru tuo, secara adat pandangan terhadap seorang diri pribadi terhadap yang lainnya hendaklah sama walaupun seseorang itu mempunyai fungsi dan peranan yang saling berbeda. Walaupun fungsi dan peranan sebagai guru tuo telah berubah dari anak sasian, tetapi saling dibutuhkan dan saling membutuhkan sehingga terdapat kebersamaan. Dalam hal kebersamaan
terdapat adanya pada acara Urak Balabek tersebut seluruh kaum dari guru tuo yang akan diangkat hadir untuk memberikan support guru tuo untuk selanjutnya mempertahankan seni budaya terutama pencak silat di masyarakat Kuranji kota Padang. Dalam kehidupan sehari-hari antara guru tuo dengan anak sasian akan terjadi interaksi bagaimana untuk mengembangkan pencak silat.
Berdasarkan adanya kebersamaan dari kaum guru tuo yang diangkat merupakan suatu alat pemersatu dalam kehidupan masyarakatnya.
Kekangan kebersamaan sangat kuat dalam adat setempat kecamatan Kuranji yang bertujuan untuk mempersatukan kaum yang memang kadang kala tidak suka hidup bersama dengan kaumnya. Berdasarkan kesatuan dan kesadaran dalam budaya masyarakat Kuranji setiap guru tuo akan dinobatkan dapat menebalkan rasa dan kesadaran kesatuanbudaya yang sama.
Nilai moral dalam penyajian tari Gandang dalam upacara adat Urak Balabek pada masyarakat Kuranji kota Padang yang diungkap dalam tulisan ini adalah suatu ajaran yang baik dan benar yang dimiliki oleh guru tuo, yaitu mengenai masalah perbuatan, sikap, dan kewajiban. Guru tuo diharapkan memiliki perbuatan yang baik dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dicontoh oleh generasi muda dalam kaumnya bahkan dalam lingkungan masyarakat Kuranji. Perbuatan moral merupakan suatu ajaran- ajaran ataupun wejangan-wejangan, patokan-patokan baik lisan maupun
tertulis tentang bagaimana manusia hidup dan bertindak menjadi manusia yang baik.
Sikap sopan dalam penari menyajikan tari Gandang yang terlihat dalam awal penari akan menari terlebih dahulu melakukan penghormatan kepada guru tuo yang akan dilantik niniak mamak, penghulu, dan masyarakat yang hadir. Sikap sopan dalam penyajian tari Gandang merupakan persyaratan dalam kehidupan sehari-hari dari gambaran guru tuo. Sikap yang dimiliki oleh penari terbetuk menjadi kebiasaan dalam penari tari Gandang dalam bergerak pada saat menari.
Kewajiban guru tuo secara turun temurun yang harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat Kuranji adalah melatih dan membimbing anak sasian (pemain pencak silat) supaya bisa berpencak silat.
Pelajaran yang telah merupakan suatu kesepakatan secara adat kewajiban guru tuo melatih anak sasian ini dinyatakan selesai jika anak sasian sudah mampu dan sudah bias membimbing teman yang di bawahnya untuk berpencak silat dan berarti anak sasian tersebut sudah layah diangkat menjadi guru tuo.
Keberanian dapat juga berarti berani untuk melaksanakan, melakukan tari Gandang. Keberanian untuk melakukan dan melaksanakan tari Gandang telah merupakan tugas dan kewajiban dari guru tuo secara adat dalam masyarakat Kuranji kota Padang. Nilai keberanian oleh penari tari Gandang harus dimiliki oleh semua penari yang telah diangkat menjadi guru
tuo. Jika guru tuo belum berani menarikan tari Gandang berarti belum layak diangkat menjadi guru tuo.