BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
C. Saran
Tari Gandang disajikan awal permulaan upacara Urak Balabek di Kuranji Kota Padang dan tari ini merupakan kebanggaan masyarakatnya yang difungsikan untuk menaikkan status dari anak sasian menjadi guru tuo. Maka dari itu diperlukan pembinaan ke dalam, antara lain masyarakat Kuranji Kota Padang mempertahankan mutu pertunjukan dengan adanya struktur dalam penyajian. Sementara itu, pembianaan ke luar juga diperlukan. Hal ini bertujuan supaya pemerintah memperhatikan kemajuan tari Gandang, walaupun tari sudah merupakan milik masyarakat Kuranji Kota Padang, tetapi secara umum hendaknya oleh pemerintah Kota Padang dalam pertunjukan-pertunjukan yang ada di Kota Padang.
Diharapkan baik masyarakat Kuranji Kota Padang maupun masyarakat Padang secara umum, diperlukan memahami nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam tari Gandang. Hal ini bertujuan supaya anak sasian, guru tuo, dan masyarakat Kuranji Dan Kota Padang memahami nilai emosional, intektual dan spiritual yang tertuang dalam tari Gandang.
Jika tidak adanya perhatian pemerintah maka lama kelaman tari tersebut akan bisa akan pemerintah atau hilang dalam masyarakatnya dan keunikan yang ada pada tari Gandang tetap terpelihara.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Toumy Al Syaibani, Omar Mohammad. 1979. Falsafah Pendidikan Islam.
Jakarta: Bulan Bintang.
Azra, Azyumardi 1988. Surau: Pendidikan Islam Tradisional Dalam transisi dan Modernisasi. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Berry, David. 2003. Pokok-Pokok Pikiran Dalam Sosiologi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Bertens,K. 2002. Etika. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Budiman, Kris. (1999). Kosa Semiotika. Yogyakarta: LkiS.
Brown, A.R Radcliffe. 1980. Struktur dan Fungsi Dalam Masyarakat Primitif.
Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.
Caturwati, Endang. 2011. Sinden-Penari di Atas & di Luar Panggung. Bandung:
Sunan Ambu STSI Press.
Daryusti. 2001. Kajian tari dari berbagai Segi. Bukittinggi: CV. Pustaka Indonesia.
___________ . (2006). Hegemoni Penghulu Dalam Perpsektif Budaya.
Yogyakarta : Pustaka.
___________ . (2010). Lingkaran Lokal Genius & Pemikiran Seni Budaya.
Yogyakarta: Cipta Media.
___________. 2011. Hegemoni Penghulu Dalam Perspektif Budaya Edisi Revisi.
Yogyakarta: Cipta Media
Dillistone.F.W . 2002.The Power Of Symbols. Yogyakarta : Kanisius
Hakimy, Idrus. 1991. Seribu Pepatah-Petitih-Mamang-Bidal-Pantun-Gurindam.
Bandung: Remaja Rosdakarya.
Harsojo. (1986). Pengantar Antropologi. Bandung: Bina Cipta.
138
Hartoko, Dick. (1984). Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta : Gramedia.
Hendro Puspito, D OC. 1989. Sosiologi Sistematik. Yogyakarta: Kanisius.
Ihromi, T.O. (1980). Pokok-Pokok Antropologi Budaya. Jakarta: Gramedia.
Imron.Ali.1995.Kebijaksanaan Pendidikan di Indonesia. Jakarta : Bumi Aksara
Kaelan.2003.Pendidikan Pancasila.. Yogyakarta : Paradigma
Kattsoff.Louis O.1992.Pengantar Filsafat.Yogyakarta : Tiara Wacana Yogya
Kayam, Umar. (1983). Seni, Tradisi, Masyarakat. Jakarta: Sinar Harapan.
Koentjaraningrat.1984. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta:
Gramedia.
Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat. 1987.
Pelajaran Adat Minangkabau: Sejarah dan Budaya. Padang: Tropic Offset Printing.
Liliweri, Alo. 2003. Dasar-Dasar Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Lusianan, Rizki. (2008). “Eksistensi Tari Bentan Di Desa Aie Duku Painan Timur Kabupaten Pesisir Selatan. Skripsi tidak diterbitkan. Padang : FBSS UNP.
Mangunhardjana. (1997). Isme-Isme Dari A Sampai Z. Yogyakarta: Kanisius.
Martin, John. (1965). The Modern Dance. New York: Horizon
Moleong, Lexy J. 1994. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
N.H’Doubler.Margaret.1985.Tari Pengalaman Seni yang Kreatif.Surabaya :
Parani, Yulianti. (1983). Tari Indonesia dan Pertumbuhannya. Jakarta: LPKJ
Peursen, Van C.A. 1976. Strategi Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.
Piliang, Yusraf Amir. 2004. Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas- Batas Kabudayaan. Yogyakarta: Jalasutra.
Poerwanto, Hari. 2000. Kebudayaan & Lingkungan: Dalam Perspektif Antropologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Pritchard, Evans, E. E. 1986. Antropologi Sosial. London: Bumi Aksara.
Putra,Heddy Shri Ahimsa.2000.Seni Dalam Beberapa Perspektif : Sebuah Pengantar Dalam Heddy Shri Ahimsa Putra.Ketika Orang Jawa Nyeni.Yogyakarta : Galang Press
Royce,Anya Peterson.1976.Antropologi Tari.Bandung : Sunan Ambu Press STSI Rusliana, Iyus. 2002. Wayang Wong Priangan: Kajian Mengenai Pertunjukan
Dramatari tradisional di Jawa Barat. Bandung: Kiblat buku Utama.
Sakri, Adjat. (1989). Proses Komunikasi. Bandung: ITB
Sanapiah, Faisal. (1990). Penelitian Kualitatif : Dasar-dasar dan Aplikasinya.
Malang : YA3 Malang.
Sedyawati, Edi. (2000). Pertumbuhan Seni Pertunjukan. Jakarta: Sinar Harapan.
______________. 2006. Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Soedarso.1990. Tinjauan Seni : Sebuah Pengantar Untuk Apresiasi Seni . Yogyakarta : Suku Dayar Sana Yogyakarta
Soedijarto. 1993. Memantapkan Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Grasindo.
Soekanto, Soerjono. !993. Beberapa Teori Sosiologi Tentang Struktur Masyarakat. Jakarta: Citra Niaga rajawali Pers.
Sudarsono. 1984. Tari-Tarian Indonesia I. Jakarta: Proyek Pengembangan Media Kebudayaan Dirjen Kebudayaan Departemen P dan K.
Spradley, P, James. (1997). Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.
Sugiono. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung:
Alfa Beta.
Tilaar, H.A.R . 2007 . Mengindonesia Etnisitas dan Identitas Bangsa Indonesia : Tinjauan Dari Perspektif Ilmu Pendidikan . Jakarta : Rineka Cipta _________.2003. Kekuasaan & Pendidikan: Suatu Tinjauan dari Perspektif Studi
Kultural. Magelang: Indonesia Tera.
____________. 2007. Mengindonesia Etnisitas dan Identitas Bangsa Indonesia:
Tinjauan dari Perspektif Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Veeger, K.J. (1993). Realitas Sosial. Jakarta: Gramedia.
Winangun, Y.W. Wartaya. !990. Masyarakat Bebas Struktur. Yogyakarta:
Kanisius.
Wulansari, C Dewi. 2009. Sosiologi: Konsep dan Teori. Bandung: Refika Aditama.
Lampiran I
LEMBARAN KERJA ANALISIS DOMAIN
A. Lembaran kerja analisis domain pertama
Hubungan semantik : hubungan Jenis Bentuk : X (adalah termasuk) Y
1. Jenis aktor yang terlibat pada pertunjukan tari Gandang dalam upacara Urak Balabek
a. Penari b. Guru Tuo c. Anak Janang d. Iringan e. Anak Sasian f. Kako/Ninik Mamak g. Masyarakat
2. Jenis objek fisik yang terdapat pada pertunjukan tari Gandang dalam upacara Urak Balabek
a. Pentas arena b. Pentas tapal kuda c. Pentas Procenium
3. Jenis tindakan yang dilakukan pada pertunjukan tari Gandang dalam upacara Urak Balabek
a. Menentukan waktu dan tempat pertunjukan
b. Menyiapkan syarat-syarat yang akan dipenuhi untuk dapatnya tari Gandang dipertunjukkan
4. Jenis periode waktu yang digunakan para aktor
a. Tari Gandang dipergelarkan untuk mengawali Upacara Urak Balabek b. Sampai saat ini tari Gandang dipertunjukkan untuk mengawali upacara
Urak Balabek.
5. Jenis kelengkapan dalam pertunjukan tari Gandang.
a. Baju penari b. Baju pemusik
B. Lembaran Kerja analisis domain kedua Hubungan semantik: Lokasi bagi tindakan Bentuk X (adalah tempat melakukan kegiatan) Y
1. Pentas arena, adalah pentas tempat penari menari yang dapat dilihat penonton dari seluruh sisi.
2. Pentas tapal kuda adalah pentas yang penonton dapat melihat dari tiga sisi yaitu sisi kanan, kiri, dan depan
C. Lembaran kerja analisis domain ke tiga Hubungan semantik : Alat dan tujuan
Bentuk X (adalah suatu cara melakukan) Y
1. Cara aktor melaksanakan pertunjukan tari Gandang
a. Para penghulu melakukan rapat terlebih dahulu, untuk memasyarakatkan apakah sudah pantas seorang pesilat untuk diangkat atau berubah statusnya yang lebih tinggi disebut guru tuo.
b. Untuk dapatnya pesilat diangkat menjadi guru tuo diperlukan dua hal yaitu nasi langkok (nasi kunyit) dan uang secukupnya.
2. Penghulu menyampaikan hasil musyawarah pada guru tuo yang telah berhak untuk diangkat statusnya.
a. Menguji kemampuan guru tuo sebagai penari tari Gandang.
b. Penghulu memberikan nasehat pada penari.
D. Lembaran kerja analisis domain ke empat
Hubungan semantik : Rasional
Bentuk X (adalah suatu alasan untuk melakukan) Y
1. Alasan kenapa diperlukan adanya rapat para penghulu untuk mengangkat pesilat.
a. Supaya penari memiliki kesanggupan teknis dalam menari tari Gandang.
b. Untuk melatih penari terhadap kesabaran menghadapi pertarungan dengan lawan.
c. Sebagai silahturrahmi.
2. Alasan kenapa tari Gandang masih dapat dipertunjukkan
a. Karena pewarisnya masih ada
b. Karena masyarakat Kuranji Kota Padang dalam melakukan Urak Balabek selalu dipertunjukkan tari Gandang.
3. Alasan dulu anak sasian tidak membayar latihan tari Gandang karena didasarkan pada hubungan personal di sasaran.
E. Lembaran kerja analisis domain ke lima
Hubungan semantik : sebab-akibat Bentuk X (adalah suatu akibat dari ) Y
1. Akibat adanya tari Gandang dipertunjukkan
a. Sebagai bukti di masyarakat bahwa pesilat telah naik status menjadi guru tuo.
b. Sebagai eksisnya tari Gandang di masyarakat Kuranji dalam acara Urang Balabek.
2. Akibat adanya rapat para penghulu mengangkat pesilat.
a. Untuk mengetahui kemampuan pesilat yang akan diangkat jadi guru tuo.
b. Mengetahui kesabaran dari pesilat.
c. Supaya guru tuo mengetahui pesan moral yang dimiliki pesilat.
F. Lembaran kerja analisis domain ke enam
Hubungan semantik : Fungsi
Bentuk X (adalah suatu fungsi dari ) Y
1. Fungsi tari Gandang pada masyarakat Kuranji Kota Padang:
a. sebagai ritual atau upacara adat b. ekspresi emosi
c. pewaris nilai budaya d. pemersatu masyarakat.
2. Nilai-nilai pendidikan pada tari Gandang
a. kapasitas anak sasian untuk menerima pengangkatan status sebagai guru.
b. kapasitas untuk menyatakan akan dapat sebagai pamong dari anak sasian.
c. fungsi guru tuo dalam pencak silat.
Lampiran 2
Analisis Domain Terfokus
1. Jenis aktor yang terlibat pada pertunjukan tari Gandang: (1) Penari, (2) Guru Tuo, (3) Janang, (4) Iringan, (5) Anak Sasian, (6) Kako/Ninik Mamak, (7) Masyarakat.
2. Jenis objek fisik yang terdapat pada pertunjukan tari Gandang: (a) Pentas arena, (b) Pentas tapal kuda, dan (c) Pentas Procenium.
3. Jenis tindakan yang dilakukan pada pertunjukan tari Gandang: (a) Menentukan waktu dan tempat pertunjukan, (b) Menyiapkan syarat-syarat yang akan dipenuhi untuk dapatnya tari Gandang dipertunjukkan.
4. Jenis periode waktu yang digunakan para aktor: tari Gandang dari dulu sampai sekarang dipergelarkan atau dipertunjukkan diawal upacara adat Urak Balabek.
5. Jenis kelengkapan dalam pertunjukan tari Gandang: (a) Baju penari dan (b) Baju pemusik.
6. Alasan kenapa diperlukan adanya rapat para penghulu untuk mengangkat pesilat menjadi guru tuo: (a) membicarakan kemampuan teknis dari penari tari Gandang, (b) penghulu menyampaikan pada guru tuo bahwa anak sasian yang akan diangkat memiliki kesabaran, dan (c) sebagai silaturrahmi.
7. Alasan kenapa tari Gandang masih dapat dipertunjukkan: (a) Karena pewarisnya masih ada (b) Karena masyarakat Kuranji Kota Padang masih memfungsikan tari Gandang.
8. Alasan dulu anak sasian tidak membayar latihan tari Gandang, karena didasarkan hubungan personal di sasaran.
9. Akibat adanya tari Gandang dipertunjukkan: (a) sebagai bukti di masyarakat bahwa pesilat telah naik status menjadi guru tuo dan (b) sebagai eksisnya tari Gandang di masyarakat Kuranji dalam acara Urang Balabek.
10. Akibat adanya rapat para penghulu mengangkat pesilat: (a) untuk mengetahui kemampuan pesilat yang akan diangkat jadi guru tuo, (b) mengetahui kesabaran dari pesilat, dan (c) supaya guru tuo mengetahui pesan moral yang dimiliki pesilat.
11. Pentas arena, adalah pentas tempat penari menari yang dapat dilihat penonton dari seluruh sisi.
12. Pentas tapal kuda adalah penonton dapat melihat dari tiga sisi yaitu sisi kanan, kiri, dan depan
13. Cara aktor melaksanakan pertunjukan tari Gandang: adalah (a) para penghulu melakukan rapat terlebih dahulu, untuk memasyarakatkan apakah sudah pantas seorang pesilat untuk diangkat atau berubah statusnya yang lebih tinggi disebut guru tuo, (b) untuk dapatnya pesilat diangkat
menjadi guru tuo diperlukan dua hal yaitu nasi langkok (nasi kunyit) dan (c) uang secukupnya.
14. Penghulu menyampaikan hasil musyawarah pada guru tuo yang telah berhak untuk diangkat statusnya: (a) menguji kemampuan guru tuo sebagai penari tari Gandang dan (b) Penghulu memberikan nasehat pada penari.
15. Fungsi tari Gandang pada masyarakat Kuranji Kota Padang: (a) sebagai ritual atau upacara adat, (b) ekspresi emosi, (c) pewaris nilai budaya, dan (d) pemersatu masyarakat.
16. Nilai-nilai pendidikan pada tari Gandang: (a) kapasitas anak sasian untuk menerima pengangkatan status sebagai guru, (b) kapasitas untuk menyatakan akan dapat sebagai pamong dari anak sasian, dan (c) fungsi guru tuo dalam pencak silat.
Lampiran 3
ANALISIS TAKSONOMI
1. ANALISIS TAKSONOMI: Domain jenis aktor yang terlibat pada pertunjukan tari Gandang di Kecamatan Kuranji Kota Padang.
Hasil yang diperoleh melalui observasi terfokus terhadap jenis aktor yang terlibat pada pertunjukan tari Gandang: (1) Penari, (2) Guru Tuo, (3) Anak Janang, (4) Iringan, (5) Anak Sasian, (6) Kako/Ninik Mamak, (7) Masyarakat.
Guna memperoleh taksonomi yang lengkap peneliti mencari persamaan yang didasarkan pada hubungan semantik “X”
merupakan suatu cara untuk melakukan “Y”. Berdasarkan jenis aktor yang terlibat dalam pelaksanaan pertunjukan tari Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang dapat dikelompokkan sebagai berikut.
(a), (b), (c), (d), dan (e) dapat dikelompokan sebagai aktor yang berperan penting dalam kegiatan pertunjukan tari Gandang.
(f) dan (g) dapat dikelompokkan orang yang bertanggung jawab terhadap pertunjukan tari Gandang.
2. ANALISIS TAKSONOMI: Domain jenis objek fisik yang terdapat pada pertunjukan tari Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang.
Hasil yang diperoleh melalui observasi terfokus terhadap jenis objek fisik yang terdapat pada pertunjukan tari Gandang: (a) Pentas arena, (b) Pentas tapal kuda, dan (c) pentas procenium
Guna memperoleh taksonomi yang lengkap peneliti mencari persamaan yang didasarkan pada hubungan semantik “X”
merupakan suatu cara untuk melakukan “Y”. Berdasarkan jenis objek fisik yang terlibat dalam pelaksanaan pertunjukan tari Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang.
dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a. pentas arena adalah tempat pertunjukan tari yang dapat penonton manyaksikan pertunjukan dari segala arah.
b. pentas tapal kuda adalah pentas tempat pertunjukan tari yang penonton dapat melihat pertunjukan tari dari tiga sisi yaitu dari sisi kanan, kiri, dan depan.
c. Pentas procenium adalah pentas panggung.
3. ANALISIS TAKSONOMI: Domain jenis tindakan yang dilakukan pada pertunjukan tari Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang.
Hasil yang diperoleh melalui observasi terfokus terhadap jenis tindakan yang dilakukan pada pertunjukan tari Gandang: (a) menentukan waktu dan tempat pertunjukan, (b) menyiapkan syarat-syarat yang akan dipenuhi untuk dapatnya tari Gandang dipertunjukkan.
Guna memperoleh taksonomi yang lengkap peneliti mencari persamaan yang didasarkan pada hubungan semantik “X”
merupakan suatu cara untuk melakukan “Y”. Berdasarkan jenis tindakan dalam pelaksanaan pertunjukan tari Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang dapat dikelompokkan sebagai berikut : (a). Merupakan tindakan awal perencanaan dan (b) merupakan tindakan operasional.
4. ANALISIS TAKSONOMI: Domain jenis periode waktu yang digunakan pada pertunjukan tari Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang.
Hasil yang diperoleh melalui observasi terfokus terhadap jenis periode waktu yang dilakukan pada pertunjukan tari Gandang dari dulu sampai sekarang disajikan diawal upacara adat Urak Balabek.
Guna memperoleh taksonomi yang lengkap peneliti mencari persamaan yang didasarkan pada hubungan semantik “X”
merupakan suatu cara untuk melakukan “Y”. Berdasarkan jenis
periode waktu dalam pelaksanaan pertunjukan tari Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang dapat dikelompokkan sebagai berikut : (a) merupakan waktu utama yang sudah mentradisi dan (b) merupakan waktu yang dibutuhkan masyarakat.
5. ANALISIS TAKSONOMI: Domain jenis perlengkapan yang digunakan pada pertunjukan tari Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang
Hasil yang diperoleh melalui observasi terfokus terhadap jenis perlengkapan yang dilakukan pada pertunjukan tari Gandang:
(a) Baju penari dan (b) Baju pemusik.
Guna memperoleh taksonomi yang lengkap peneliti mencari persamaan yang didasarkan pada hubungan semantik “X”
merupakan suatu cara untuk melakukan “Y”. Berdasarkan jenis perlengkapan dalam pelaksanaan pertunjukan tari Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang dapat dikelompokkan sebagai berikut : (a) dan (b).
6. ANALISIS TAKSONOMI: Domain alasan kenapa diperlukan adanya rapat para penghulu untuk mengangkat pesilat menjadi guru tuo.
Hasil yang diperoleh melalui observasi terfokus terhadap alasan kenapa diperlukan adanya rapat para penghulu
untuk mengangkat pesilat menjadi guru tuo: (a) membicarakan kemampuan teknis dari penari tari Gandang, (b) penghulu menyampaikan pada guru tuo bahwa anak sasian yang akan diangkat memiliki kesabaran, dan (c) sebagai silaturrahmi.
Guna memperoleh taksonomi yang lengkap peneliti mencari persamaan yang didasarkan pada hubungan semantik “X”
merupakan suatu cara untuk melakukan “Y”. Berdasarkan alasan kenapa diperlukan adanya rapat para penghulu untuk mengangkat pesilat menjadi guru tuo dapat dikelompokkan sebagai berikut :
(a), (b), (c) merupakan suatu alam yang disepakati masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang.
7. ANALISIS TAKSONOMI: Domain alasan kenapa tari Gandang masih dapat dipertunjukkan di Kecamatan Kuranji Kota Padang.
Hasil yang diperoleh melalui observasi terfokus terhadap alasan kenapa tari Gandang masih dapat dipertunjukkan di Kecamatan Kuranji Kota Padang: (a) karena pewarisnya masih ada, dan (b) karena masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang masih memfungsikan tari Gandang.
Guna memperoleh taksonomi yang lengkap peneliti mencari persamaan yang didasarkan pada hubungan semantik “X”
merupakan suatu cara untuk melakukan “Y”. Berdasarkan alasan
kenapa tari Gandang dapat dipertunjukan di Kecamatan Kuranji Kota Padang, yaitu:
(a) dan (b) merupakan alasan utama bagi masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang.
8. ANALISIS TAKSONOMI: Domain alasan kenapa dulu anak sasian tidak membayar latihan tari Gandang.
Hasil yang diperoleh melalui observasi terfokus terhadap alasan-alasan kenapa dulu anak sasian tidak membayar latihan tari Gandang,karenadulu didasarkan pada hubungan personal di sasaran.
Guna memperoleh taksonomi yang lengkap peneliti mencari persamaan-persamaan yang didasarkan pada hubungan semantik “X” merupakan suatu cara untuk melakukan “Y”.
Berdasarkan alasan-alasan kenapa dulu anak sasian tidak membayar latihan tari Gandang.
9. ANALISIS TAKSONOMI: Domain akibat tari Gandang dipertunjukkan di Kecamatan Kuranji Kota Padang.
Hasil yang diperoleh melalui observasi terfokus terhadap akibat tari Gandang dipertunjukkan di Kecamatan Kuranji Kota Padang: (a) sebagai bukti di masyarakat bahwa pesilat telah naik status menjadi guru tuo dan (b) sebagai eksisnya tari Gandang di
masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang dalam acara Urang Balabek..
Guna melengkapi taksonomi yang lengkap peneliti mencari persamaan-persamaan yang didasarkan pada hubungan semantik
“X” merupakan suatu cara untuk melakukan “Y”. Berdasarkan jenis akibat dipertunjukkan tari Gandang dapat dikelompokkan sebagai berikut: (a), (b) merupakan kreatifitas masyarakat dalam membangkitkan, mempertahankan, serta mengembangkan nilai- nilai luhur tradisional yang ada di tengah-tengah masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang.
10. ANALISIS TAKSONOMI: Domain jenis akibat adanya rapat para penghulu mengangkat esilat.
Hasil yang diperoleh melalui observasi terfokus terhadap alasan kenapa diperlukan adanya rapat para penghulu untuk mengangkat pesilat menjadi guru tuo: (a) membicarakan kemampuan teknis dari penari tari Gandang, (b) penghulu menyampaikan pada guru tuo bahwa anak sasian yang akan diangkat memiliki kesabaran, dan (c) sebagai silaturrahmi. .
Guna melengkapi taksonomi yang lengkap, peneliti mencari persamaan-persamaan yang didasarkan hubungan semantik “X” merupakan suatu cara untuk melakukan “Y”.
Berdasarkan jenis akibat adanya rapat para penghulu untuk mengangkat pesilat menjadi guru tuo: (a), (b), (c) suatu kegiatan
yang merupakan suatu kesepakatan secara tradisi oleh masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang. .
11. ANALISIS TAKSONOMI: Domain pentas arena yang digunakan tempat penyajian tari Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang.
Hasil yang diperoleh melalui observasi terfokus terhadap jenis pentas arena yang digunakan tempat penyajian tari Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang, yaitu pentas tempat penari menari yang dapat dilihat penonton dari seluruh sisi.
Guna memperoleh taksonomi yang lengkap peneliti mencari persamaan yang didasarkan pada hubungan semantik “X”
merupakan suatu cara untuk melakukan “Y”. Berdasarkan jenis pentas arena yang digunakan tempat penyajian tari Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang, merupakan kesepakatan masyarakat secara bersama.
12. ANALISIS TAKSONOMI: Domain jenis alasan kenapa pentas tapal kuda digunakan tempat pertunjukan tari Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang.
Hasil yang diperoleh melalui observasi terfokus terhadap alasan-alasan kenapa pentas tapal kuda digunakan tempat pertunjukan tari Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji
Kota Padang, yaitu karena penonton dapat melihat dari tiga sisi yaitu kanan, kiri, dan depan.
Guna memperoleh taksonomi yang lengkap peneliti mencari persamaan-persamaan yang didasarkan pada hubungan semantik “X” merupakan suatu cara untuk melakukan “Y”.
Berdasarkan alasan-alasan kenapa pentas tapal kuda dapat melihat dari tiga sisi yaitu kanan, kiri, dan depan..
13. ANALISIS TAKSONOMI: Domain jenis cara aktor melaksanakan pertunjukan tari Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang.
Hasil yang diperoleh melalui observasi terfokus terhadap jenis cara aktor melaksanakan pertunjukan Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang: (a) penari adalah pelaku yang menarikan tari Gandang; (b) guru tuo adalah pesilat yang diangkat dari anak sasian; (c) anak sasian adalah yang mengerti tari Gandang sebelum dipertunjukan; (d) anak janang adalah yang mengatur pertunjukan; (e) iringan yang bertugas mengiringi tari Gandang; (f) kako/ninik mamak adalah yang bertanggung jawab terhadap penyajian tari Gandang; dan (g) masyarakat adalah sebagai penonton dala tari Gandang.
Guna melengkapi taksonomi yang lengkap, peneliti mencari persamaan-persamaan yang didasarkan hubungan
semantik “X” merupakan suatu cara untuk melakukan “Y”.
Berdasarkan jenis cara aktor melaksanakan pertunjukan tari Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang sebagai berikut: (a), (b), (c), (d), (e), (f), dan (g) merupakan kegiatan operasional.
14. ANALISIS TAKSONOMI: Domain penghulu menyampaikan hasil musyawarah pada guru tuo yang berhak untuk diangkat statusnya.
Hasil yang diperoleh melalui observasi terfokus terhadap penghulu menyampaikan hasil musyawarah pada guru tuo yang berhak untuk diangkat statusnya: (a) menguji kemampuan guru tuo sebagai penari tari Gandang dan (b) Penghulu memberikan nasehat pada penari.
Guna melengkapi taksonomi yang lengkap, peneliti mencari persamaan-persamaan yang didasarkan hubungan semantik “X” merupakan suatu cara untuk melakukan “Y”.
Berdasarkan penghulu menyampaikan hasil musyawarah pada guru tuo yang berhak untuk diangkat statusnya yaitu: (a),(b) merupakan suatu syarat yang sudah disepakati bersama dalam menentukan penyajian tari Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang.
15. ANALISIS TAKSONOMI: Domain fungsi tari Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang.
Hasil yang diperoleh melalui observasi terfokus terhadap jenis fungsi tari Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang: (a) untuk upacara adat, yaitu: pengangkatan penghulu, pesta perkawinan, dan perhelatan anak nagari, (b) ekspresi emosi, (c) pewaris nilai budaya, (d) pemersatu masyarakat.
Guna melengkapi taksonomi yang lengkap, peneliti mencari persamaan-persamaan yang didasarkan hubungan semantik “X” merupakan suatu cara untuk melakukan “Y”.
Berdasarkan jenis fungsi tari Gandang pada masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang, dapat dikelompokan sebagai berikut:
(a), (b), (c), dan (d) merupakan aktifitas yang menjadi harapan masyarakat terhadap keberadaan tari Gandang.
16. ANALISIS TAKSONOMI: Domain jenis nilai-nilai pendidikan pada tari Gandang di masyarakat Kecamatan Kuranji Kota Padang.
Hasil yang diperoleh melalui observasi terfokus terhadap nilai-nilai pendidikan pada tari Gandang: (a) kapasitas anak sasian untuk menerima pengangkatan status sebagai guru, (b)