• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Tari Gandang dalam Upacara Urak Balabek

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

B. Temuan Khusus

3. Struktur Tari Gandang dalam Upacara Urak Balabek

Struktur pertunjukan tari Gandang dalam upacara adat Urak Balabek memerlukan waktu yang cukup panjang, karena banyak prosedur yang dilakukan terutama adanya kata sepakat oleh seluruh penghulu yang ada di kelurahan Kuranji. Musyawarah tersebut dilaksanakan oleh para penghulu secara bersama-sama dalam nagari di kantor balai adat. Banyak hal-hal yang harus dipersiapkan baik secara bersama-sama dalam nagari maupun dalam kaumnya sendiri yang mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan.

Kelurahan Kuranji dalam kecamatan Kuranji di Sumatera Barat adalah salah satu daerah di kota Padang. Tari Gandang di Kecamatan Kuranji dimiliki oleh masyarakat Kuranji di Kota Padang. Tari Gandang

yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat Kuranji kota Padang memiliki struktur dalam penyajiannya untuk acara Urak Balabek, yaitu penari, iringan, guru tuo, anak janang, anak sasian, kako/ninik mamak, penghulu, dan masyarakat.

Penari tari Gandang adalah seluruh pesilat yang baru naik statusnya menjadi guru tuo. Iringan adalah alat musik yang digunakan untuk mengiringi tari Gandang. Alat tersebut terbuat dari kayu dan kulit sapi berbentuk silinder, dimana sisi yang satu berdiameter kurang lebih 25 cm sedangkan sisi yang lain juga berdiameter kurang lebih 25 cm, sementara jarak kedua sisi kurang lebih 75 cm atau tiga jengkal orang dewasa.

Lingkaran ditiap ujung silindernya ditutup dengan kulit sapi yang sudah diolah atau dikeringkan. Berikut dapat dilihat gambar dibawah ini.

Gambar 7 Sajian tari Gandang pada saat Urak Balabek (Foto: Nilma Lafrida, 2010).

Guru tuo adalah pesilat yang sudah naik status. Untuk dapatnya pesilat diangkat statusnya menjadi guru tuo diperlukan dua hal yaitu nasi langkok (nasi kunyit) yang dibagi-bagikan dalam acara perubahan status.

Uang secukupnya untuk diberikan pada guru gadang. Uang tersebut disiapkan oleh orang yang akan menjadi guru tuo. Berikut dapat dilahat gambarnya.

Gambar 9. Saat membagi-bagikan ayam singgang.

(Foto : Nilma Lafrida, 2010).

Anak Janang bertugas dalam upacara Urak Balabek untuk (1) memberitahu bahwa guru tari tidak patut untuk menari, karena sebagai guru tari ia telah uzur dan tidak kuat lagi dalam bergerak, (2) mendata masing- masing sasaran, suku, dan gelar. Sasaran yang ada di Kuranji disebut sasaran Durian Tapak. Suku yang ada dalam masyarakat Kuranji yaitu suku (laras) Caniago, suku (laras) Jambak, suku (laras) Melayu, dan suku (laras) Koto. Saat sekarang sasaran kilat tradisional Durian Tapak di Kecamatan Kuranji boleh dikatakan aktif, karena minat dari pada anak sasian (pesilat) banyak dan para guru-guru sasaran untuk membimbing kegiatan ini juga aktif. Berikut ini dapat dilihat table dibawah ini.

Sasaran Silat Tradisional Durian Tapak Kecamatan Kuranji Kota Padang

Daftar Nama Guru-Guru

No Nama/Gala adat Suku Jabatan Alamat

1. Angku Lia RJ Darek Caniago Kako/Ninik Mamak Belimbing 2. Japan Malin Marajo Caniago Kako/Ninik Mamak Belimbing 3. Bustami Malin Marajo Caniago Kako/Ninik Mamak Belimbing 4. Idi RJ darek Caniago Kako/Ninik Mamak Pasa Lalang 5. Khatan RJ Darek Caniago Kako/Ninik Mamak Belimbing 6. Zaharuddin malin Marajo Caniago Kako/Ninik Mamak Kampung Tanjung 7. Uyu Malin Marajo Caniago Garu Gadang Lapau Munggu 8. Burkas RJ Darek Caniago Garu Gadang Simp. Koto Tingga 9. Zulkarnain Malin Darek Caniago Garu Gadang Kuranji 10. Suar Rj Darek Caniago Garu Gadang Tanah Sirah 11. Ijrul Aswat Malin Marajo Caniago Garu Gadang Tui Kuranji

12. Erman J Malin Marajo Caniago Garu Gadang Rimbo Tarok 13. Saidina Usman RJ Darek Caniago Garu Gadang Belimbing 14. M. Nasir Ace Jambak Garu Gadang Belimbing

15. Ipin Melayu Garu Gadang Gunung Sarik

16. Pian RJ Diili Caniago Garu Gadang Pasa Lalang 17. Zakirman Mandaro Sati Jambak Guru Tuo Belimbing 18. Gazali Malin Sampono Jambak Guru Tuo Lapau Munggu 19. Musrial Malin Sampono Jambak Guru Tuo Belimbing 20. Zukri Malin Marajo Caniago Guru Tuo Belimbing 21. Irman Malin Marajo Caniago Guru Tuo Pisang Pauh V 22. Kadril RJ Darek Caniago Guru Tuo Belimbing 23. Syafei Malin Bungsu Jambak Guru Tuo Belimbing 24. Mudar Malin Marajo Caniago Guru Tuo Bengkulu 25. Zamril RJ Darek Caniago Guru Tuo Belimbing 26. Asril RJ Darek Caniago Guru Tuo Belimbing 27. Syarif RJ Darek Caniago Guru Tuo Belimbing 28. S. Darmawi Malin Marajo Jambak Guru Tuo Belimbing 29. M.Nasir Malin Sampono Jambak Guru Tuo Belimbing 30. Masral RJ Darek Caniago Guru Tuo Belimbing 31. Firdaus Malin Marajo Caniago Guru Tuo Belimbing 32. Abd. Rahman Malin Marajo Caniago Guru Tuo Yogyakarta 33. Syafri RJ Amat Koto Guru Tuo Sungai Sapih 34.

Sumber: Sekretariat Sasaran Silat Tradisional Durian Tapak

Daftar Nama Anak Sasian

No. Nama Alamat

1. Firdaus Kalek Kuranji

2. Danul Kuranji 

3. Dodi Kuranji 

4. Izon Kuranji 

5. Riko Kuranji 

6. Siril Kuranji 

7. Topik Kuranji 

8. Aan Kuranji 

9. Pijal Kuranji 

10. Riki Kuranji 

11. Simet Kuranji 

12. Sirus Kuranji 

13. Tomy Kuranji 

14. Oyon Kuranji 

15. Andre Kuranji 

Sumber: Sekretariat Sasaran Silat Tradisional Durian Tapak

Aktifnya tempat sasaran silat ini, karena anak sasian (pesilat) dan guru-guru sasaran merasa penting terhadap kegiatan ini yang dalam kegiatan silat di Kuranji digunakan untuk menjalin sillaturrahmi antara guru-guru silat dengan anak sasian (wawancara dengan Burhan RJ darek, 15 Desember 2010).

Sebelum tari Gandang disajikan, terlebih dahulu diawali oleh anak sasian (pesilat) yang telah berdiri di sasaran untuk menunggu guru tuo.

Ketika guru tuo sudah berada di tengah arena, setelah itu penari tari Gandang memulai dari tepi arena pentas dengan langkah jalan biasa langkah ini dilakukan beberapa langkah tergantung jarak antara penari-penari dengan guru tuo. Selanjutnya penari tari Gandang melakukan hasrat pada guru tuo untuk memulai tari Gandang.

Untuk menjadi anak sasian harus memenuhi syarat yang telah disepakati secara turun-temurun, yakni seekor ayam jantan bujang (ayam jantan muda) yang sudah pandai bakukuak (berkokok), beras 1 (satu) gantang (dua liter), kain putih berukuran kurang lebih 2 (dua) meter, satu buah pisau, dan kemenyannya seadanya. Berikut dapat dilihat gambar di bawah ini.

Gamabar 10. Anak Sasian minta maaf pada guru tuo (Foto: Nilma Lafrida, 2010).

Kako/niniak mamak disebut juga dengan penghulu berfungsi terhadap jalannya pertunjukan tari Gandang. Kako/ninik mamak duduk ditikar untuk menyaksikan tari Gandang. Jika tidak sesuai dengan aturan yang telah disepakati (mamak rumah dan sumando menari bersamaan) maka Kako/ninik mamak/penghulu berhak untuk menghentian penyajian tari Gandang.

Selanjutnya dalam menari diharapkan juga tidak terdapat kesalahan dari penari, tetapi sewaktu-waktu bisa saja terjadi kesalahan dalam penyajian tari tersebut dapat diselesaikan oleh guru gadang di sasaran, tetapi kako/ninik mamak juga harus menyelasaikan di luar arena.

Penyelesaian dilakukan oleh kako/ninik mamak dengan dibicarakan secara mufakat dengan guru gadang. Hal ini bertujuan supaya kako/ninik mamak tidak merasa malu di galanggang.

Selera masyarakat Kuranji Kota Padang bertautan dengan apresiasi. Untuk itu dapat dilihat perwujudan apresiasi masyarakat terhadap pertunjukan tari Gandang yakni derajat pengenalan terhadap pertunjukan tari Gandang, dan intensitas pergaulan penari pada saat penyajian tari Gandang. Derajat pengenalan tari Gandang pada saat penyajian diawal upacara Urak Balabek terlihat adanya para guru tuo yang naik status dari anak sasian (pesilat) yang disajikan dihadapan penonton. Pembiasaan akan lebih merupakan frekwensi persentuhan penari tari Gandang dengan masyarakat penari pada saat penyajian tari setiap Urak Balabek. Intensitas pergaulan penari pada saat penyajian tari Gandang. Hal ini dapat dilahat

bagaimana kekuatan pergaulan penari dengan masyarakat pada saat dan setelah dipertunjukan tari Gandang.

Dokumen terkait