• Tidak ada hasil yang ditemukan

OBSETRI GINEKOLOGI

Dalam dokumen [SOAL] TRY OUT PREDIKSI UKMPPD BATCH MEI 2024 (Halaman 149-174)

Ny. L usia 28 tahun hamil 38 minggu datang ke puskesmas dengan keluhan keluar lendir darah disertai kenceng-kenceng. Dari pemeriksaan leopold didapatkan bagian terendah bulat keras dan sudah masuk PAP.

DJJ 140 x/menit, kontraksi 10.3.30”. Dari pemeriksaan VT teraba hidung, bibir, dagu, dan tangan. Pembukaan 4 cm. Apakah diagnosis yang tepat?

a. Kala 1 fase aktif dengan presentasi muka b. Kala 1 fase aktif dengan presentasi kepala c. Kala 1 fase aktif dengan presentasi tangan d. Kala 1 fase aktif dengan presentasi majemuk e. Kala 1 fase aktif dengan presentasi dahi

Ny. N usia 25 tahun G2P1A0 hamil 43 minggu datang ke poli untuk memeriksakan kehamilannya. Pasien belum merasakan kontraksi. Dari pemeriksaan fisik dalam batas normal, leopold 1 bulat lunak, leopold 2 keras panjang sisi kiri, leopold 3 bulat keras, leopold 4 bulat keras konvergen. Apakah diagnosis yang tepat?

a. Kehamilan normal b. Inpartu

c. Kehamilan post date d. Persalinan lama

e. Persalinan normal

Ny. Musia 32 tahun datang ke poli diantar suaminya ingin berkonsultasi mengenai kehamilannya. Pasien hamil ketiga usia kehamilan 8 minggu dan memiliki riwayat keguguran pada kehamilan sebelumnya. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan IgM toxoplasma (+), IgG toxoplasma (+), aviditas rendah. Apakah diagnosis pasien tersebut?

a. Infeksi akut toxoplasma b. Infeksi kronis toxoplasma c. Infeksi subakut toxoplasma d. Infeksi toxoplasma primer e. Infeksi toxoplasma sekunder

Ny. J usia G2P1A0 usia kehamilan 12 minggu dibawa ke IGD karena tidak sadarkan diri. Menurut keluarga pasien dalam 1 minggu ini mengeluhkan mual dan muntah dan memberat sejak 3 hari ini. Dari hasil pemeriksaan didapatkan pasien tampak tidak sadarkan diri, tekanan darah 80/50 mmHg, HR 120 x/menit, suhu 37 C, TFU setinggi umbilicus. Dan sudah tidak didapatkan mual muntah. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut?

a. Emesis gravidarum

b. Hiperemesis gravidarum grade 1 c. Hiperemesis gravidarum grade 2 d. Hiperemesis gravidarum grade 3 e. Mola hidatidosa

Ny. B usia 30 tahun G2P1A0 hamil 37 minggu datang ke puskesmas dengan keluhan keluar cairan dari jalan lahir sejak 1 jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/60 mmHg, HR 80 x/menit, RR 16 x/menit, suhu 36,7 C. Apakah pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis?

a. Nitrazin test

b. Tes asam asetat c. Whiff test

d. Inspekulo

e. Pewarnaan KOH

Ny. V usia 32 tahun G1P0A0 hamil 27 minggu datang ke rumah sakit dengan keluhan keluar cairan merembes dari jalan lahir sejak 8 jam yang lalu. Cairan yang keluar berbau busuk dan berwarna kehijauan. Pada pemeriksaan fisik pasien didapatkan tekanan darah 110/80 mmHg, HR 120 x/menit, RR 18 x/menit, suhu axila 39 C, nyeri palpasi fundus uteri (+) dan his (-). DJJ 190 x/menit. Pemeriksaan laboratorium didapatkan leukosit 25.000/µL. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien?

a. Persalinan prematur b. Endometritis

c. Korioamnionitis

d. Ketuban Pecah Dini

e. Cephalopelvic disproportio

Ny. C usia 28 tahun telah melahirkan anak ke-duanya yang saat ini berusia 2 bulan. Pasien belum menstruasi hingga saat ini dan rutin memberikan ASI kepada bayinya. Pasien datang untuk berkonsultasi mengenai KB yang tidak mengganggu kelancaran ASI dan mudah untuk diaplikasikan. Dari pemeriksaan fisik, tanda-tanda vital dalam batas normal. Apakah yang disarankan untuk pasien ini?

a. Kontrasepsi mantap b. Minipil

c. KB suntik 1 bulanan d. Pil kombinasi

e. LAM sampai bayi berusia 6 bulan

Ny. A usia 24 tahun G2P1A0 hamil 38 minggu dirujuk dari bidan ke RS karena setelah dipimpin 2 jam bayi tak kunjung lahir. Dari pemeriksaan dalam teraba dagu di anterior, hodge 4, pembukaan lengkap. Ibu tidak kuat mengejan. Hasil pemeriksaan tanda vital ibu dalam batas normal.

Apakah tindakan yang tepat selanjutnya?

a. Manuver lovset b. Ekstraksi vakum c. Ekstraksi forcep d. Versi luar

e. Manuver muller

Ny. D usia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan terdapat benjolan pada jalan lahir disertai nyeri. Pada pemeriksaan didapatkan Tekanan darah 110/70 MmHg, HR 100 x/menit, RR 22 x/menit, suhu 38,0 C, pemeriksaan inpekulo ditemukan massa soliter kemerahan berukuran diameter ±3 cm yang menonjol dari dinding vagina. Fluktuasi (+). Benjolan tersebut terasa nyeri pada saat penekanan. Apakah kemungkinan diagnosis pada pasien?

a. Ca serviks b. Servisitis

c. Kista nabothi d. Abses gartner e. Abses bartholini

Ny. F usia usia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri perut setelah melahirkan 1 minggu yang lalu dan lochia berbau. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu axila 39 C. Pada pemeriksaan bimanual didapatkan uterus setinggi 2 jari di bawah pusat, lunak dan teraba nyeri. Apa tatalaksana yang tepat untuk kasus di atas?

a. Tidak perlu dilakukan apa-apa b. Klindamisin dan Seftazidim

c. Sepalosporin generasi tiga d. Oksitosin dan Metilgometrin

e. Ampicilin, Gentamycin dan Metronidazole

Ny. G usia 28 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri perut terutama bagian bawah disertai keputihan yang sudah berlangsung 2 minggu.

pasien aktif berhubungan seksual dengan beberapa pria tanpa menggunakan kondom. Siklus haid teratur, tidak terlambat menstruasi. Dari pemeriksaan didapatkan TD 130/70mmHg, HR 110 x/menit, RR 22 x/menit, suhu 38.8 C, nyeri goyang portio (+), cavum douglas tidak menonjol. Apakah kemungkinan diagnosis pada pasien?

a. Kista Ovarium b. Endometriosis c. Apendisitis Akut d. Kehamilan Ektopik

e. Pelvic Inflamatory Desease

Ny. H usia usia 30 tahun datang bersama suaminya untuk konsultasi KB. Sebelumnya pasien menggunakan injeksi hormon, tetapi sudah 3 minggu pasien lupa tidak injeksi. Pasien berhubungan intim dengan suaminya 2 hari yang lalu. Manakah tatalaksana yang tepat pada pasien ini?

a. Pil progestin 1x1 tablet

b. Pil kombinasi dosis rendah 2x1 tablet c. Pil kombinasi dosis tinggi 2x1 tablet d. Pil kombinasi dosis rendah 2x2 tablet e. Pil kombinasi dosis tinggi 2x2 tablet

Ny. J usia 60 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan keluar benjolan dari jalan lahir. Pasien memiliki 6 orang anak, Riwayat SC sebelumnya (-). Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 130/70 mmHg, HR 88 x/menit, RR 20 x/menit, suhu 36,5 C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan benjolan bulat dengan permukaan rata keluar dari jalan lahir 5 cm di bawah hymen. Grading kasus ini menurut POP-Q?

a. Grade 1 b. Grade 2 c. Grade 3 d. Grade 4 e. Grade 5

Ny. K usia usia 40 tahun P2A0 datang ke IGD dengan keluhan perdarahan dari jalan lahir yang banyak dalam 2 hari ini. Tanda-tanda kehamilan (-).

Pada pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan abdomen ditemukan TFU membesar setinggi simfisis, konsistensi padat, permukaan rata, mobile dan tidak nyeri. tanda kehamilan (-). Apa diagnosis yang tepat?

a. Ca Ovari b. Ca Cerviks c. Myoma Uteri d. Myoma Geburt e. Ca Endometrium

Ny. L usia 26 tahun G1P0A0 baru saja melahirkan bayi dengan berat badan lahir 3000 gram. Terdapat robekan vagina hingga kulit perineum mencapai 3/4 musculus sphincter ani externa. Berapa derajat robekan pasien tersebut?

a. Ruptur perineum derajat I b. Ruptur perineum derajat II c. Ruptur perineum derajat IIIa d. Ruptur perineum derajat IIIb e. Ruptur perineum derajat IV

Ny. M usia 24 tahun G1P0A0 usia hamil 12 minggu datang ke IGD dengan keluhan mual muntah. Perdarahan dari jalan lahir disangkal.

Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg, HR 110 x/menit, RR 22 x/menit, suhu 37 C. Pada pemeriksan fisik didapatkan TFU teraba setinggi umbilikus. Apakah tatalaksana definitif pada pasien ini?

a. Rehidrasi cairan b. Kuretase

c. AVM

d. Kuret vakum e. USG abdomem

Ny. S usia 25 tahun P1A0 hamil 40 minggu dirujuk oleh bidan karena perdarahan setelah melahirkan bayi di Puskesmas 1 jam yang lalu.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg, HR 120 x/menit, RR 20 x/menit, suhu 36 C. Tali pusat menjulur dari jalan lahir. Apakah tatalaksana yang tepat untuk pasien tersebut?

a. Masase Uterus b. Injeksi Oksitosin

c. Peregangan tali pusat d. Manual Plasenta

e. Kuret

Ny. B usia usia 35 tahun datang ke poliklinik untuk berkonsultasi karena tidak bisa memiliki keturunan. Pasien sudah menikah selama 7 tahun dan rutin melakukan hubungan suami istri tanpa kontrasepsi.

Pasien pernah abortus 1x pada usia 30 tahun. Apakah kemungkinan diagnosis pasien?

a. Infertilitas primer b. Infertilitas sekunder c. Endometriosis

d. PCOS e. PID

Ny. V usia usia 25 tahun G2P1A0 hamil 16 minggu datang ke dokter Obsgyn dengan keluhan keluar darah dan gumpalan dari jalan lahir sejak 1 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, HR 90 x/menit, RR 20 x/menit, suhu 36,5 C. Pemeriksaan bimanual: OUE tertutup dengan uterus mengecil. Apakah tatalaksana yang tepat pada kasus di atas?

a. Bed rest

b. Observasi dan simptomatis c. AVM

d. Pemberian progesteron e. Forcep

Ny. C usia 30 tahun G4P2A1 hamil 28 minggu datang ke klinik untuk periksa rutin kehamilan. Saat ini pasien tidak ada keluhan. Riwayat hipertensi sebelumnya (+). Dari pemeriksaan fisik TD 160/90 mmHg, HR 88 x/menit, RR 18 x/menit, suhu afebris, pemeriksaan DL dan urin rutin dalam batas normal. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien?

a. Eklamsia

b. HT Gestasional c. Hipertensi Kronik

d. Preeklampsia Ringan

e. Superimposed Preeklampsia

Nn. Z usia usia 18 tahun datang ke poli ginekologi dengan keluhan belum pernah menstruasi. Pada pemeriksaan fisik tampak payudara membesar dan terdapat rambut kemaluan. Pasien mengeluhkan nyeri perut bawah setiap bulannya. Pada pemeriksaan ginekologi didapatkan hymen bulging dan intak. Pada pemeriksaan MRI didapatkan gambaran homegen yang mengisi vagina. Manakah diagnosis yang tepat pada pasien?

a. Hematokolpos b. Hematometra c. Hematosalping

d. Hematoma vagina e. Endometriosis

Ny. A usia G2P1A0 hamil 42 minggu, datang ke rumah sakit dengan keluhan perdarahan disertai adanya nyeri perut. Anak pertama lahir SC karena sudah lewat waktu. Anak pertama berusia 1.5 tahun saat ini.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 100/60 mmHg, HR 110 x/menit, RR 18 x/menit, suhu 37,5⁰C. Kontraksi uterus dan DJJ tidak dapat dievaluasi. Apakah mekanisme yang mendasari?

a. Inkompetensi serviks

b. Ruptur cincin bandl uterus c. Kontraksi uterus hipertonis

d. Kegagalan invasi trofoblas saat pembentukan plasenta e. Lepasnya plasenta yang terletak di segmen bawah Rahim

Ny. S usia 28 tahun sudah menikah, datang ke puskesmas untuk mengikuti pemeriksaan IVA gratis. Saat ini pasien tidak ada keluhan.

Pada pemeriksaan tanda vital dalam batas normal, pada pemeriksaan inpekulo didapatkan portio tebal dan kenyal, namun tampak benjolan berukuran sekitar 1cm multiple berisi cairan, berwarna kuning pucat disertai eritema disekitarnya. Adnexa kanan dan kiri dalam batas normal. Apakah kemungkinan diagnosis pada pasien?

a. Kista gartner b. Polip serviks c. Kista nabothi d. Myoma Geburt e. Kista bartholine

Ny. D usia 25 tahun G1P0A0 usia kehamilan 33 minggu datang ke IGD RS dengan keluhan kenceng-kenceng yang semakin sering disertai keluar lendir darah. Pasien merasakan keluhan ini sejak 4 jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pembukaan 3 cm, effacement 25%, selaput ketuban (+). Apakah obat yang diberikan untuk mencegah efek buruk dari kasus ini?

a. Dexametason b. Prednisone c. Salbutamol d. Nifedipin e. Terbutalin

Dalam dokumen [SOAL] TRY OUT PREDIKSI UKMPPD BATCH MEI 2024 (Halaman 149-174)

Dokumen terkait