NAHDLATUL ULAMA VERsUs GERAKAN 30 sEPTEMBER/PKI
A. Paham Komunisme dan Aksinya
B A B V
NAHDLATUL ULAMA VERsUs
cara apapun yang ingin mengubah dasar ideologi bangsa Indonesia tersebut, wajib dilawan dan ditumpas, dengan apapun.219
Sebelum terlalu jauh membicarakan tentang komunisme, perlu diketahui tentang Apa sih sebenarnya aspek-aspek perbedaan ajaran komunisme dengan Islam?. Berdasarkan putusan kongres PPI Masyumi ke VI dijelaskan sebagaimana berikut:220
Tabel
Daftar Perbedaan ajaran Islam dan Komunisme.221 Aspek-aspek Ajaran
Komunisme Alasan Bertentangan
Dengan Islam Komunisme adalah
falsafah yang berdasarkan materialisme-historis (paham kebendaan berdasarkan sejarah)
Ajaran Islam menyatakan bahwa yang menjadikan dan memberikan segala sesuatu, baik berwujud kebendaan maupun kerohanian adalah Allah SWT. (QS. 45:22; 25:2;
20:50; 18:84; 4:78) Komunisme memusuhi agama
dan mengingkari adanya tuhan (atheisme)
Ajaran Islam mengakui adanyaAllah SWT dan mengakui agama-agama (QS. 2:28; 109:6; 10:99)
Komunisme melenyapkan keluarga dan menjadikan wanita milik berrsama
Ajaran Islam memelihara dan mengatur serta menganggap suci ikatan keluarga dan perkawinan serta mengharamkan perzinahan (QS. 4:3, 17:32, 8:75, 47:22)
219 Tim PWNU Jawa Timur, Sikap NU Dalam Bidang Kebangsaan: Aswaja An-Nahdliyah, (Surabaya: Khalista, 2007), hlm. 7-12.
220 Samsuri. Komunisme Dalam Pergumulan Wacana Ideologi Komunisme. Millah Vol 1, No 1 Agustus 2001 Tentang Keputusan Kongres P. P. I Masyumi ke VI.
221 Daftar Perbedaan ajaran Islam dan Komunisme, Samsuri. Komunisme Dalam Pergumulan Wacana Ideologi Komunisme. Millah Vol 1, No 1 Agustus 2001.
Komunisme pada dasarnya melenyapkan hak milik perseorangan atas alat-alat produksi dan kekayaan
Ajaran Islam sebenarnya mengakui hak milik perseorangan atas alat-alat produksi dan kekayaan, asal diperoleh dengan cara yang halal. Atas hak milik ada batas kewajibannya serta dapat diatur dan dipimpin untuk kepentingan umum (QS. 13:26; 4: 31; 51:19; 2:219; 9:34 dan hadis nabi dihaji perpisahan (wada’) artinya: sesungguhnya darah kamu dan harta kamu haram diganggu sampai kamu menghadap tuhanmu, seperti sucinya hari dan bulan haji ini”)
Komunisme memperjuangkan dan melaksanakan cita-citanya dengan sistem diktator-proletar
Ajaran Islam menganjurkan bermusyawaroh, antara segala golongan rakyat (QS. 42:38; 3:159) Tabel di atas memberikan gambaran yang jelas betapa terdapat kesenjangan antara paham komunis dengan ajaran Islam itu sendiri.
Polarisasi kehidupan Islam sangat menghargai dan menghormati perempuan, kaum komunis sebaliknya. Demikian juga komunisme sangat tidak meyakini akan adanya agama sementara Islam adalah agama menuntun umatnya kejalan yang diridhoi tuhannya.
PKI atau Partai Komunis Indonesia, sebagai partai yang berideologi Marxisme Leninisme, atau Atheisme (Berfalsafah Anti Tuhan Dan Anti Agama), misalnya pernah mengadakan beberapa kali pemberontakan di Indonesia. Pertama, pada tahun 1948 atau tahun awal-awal kemerdekaan yang terkenal dengan nama MADIUN AFFAIR, dalam peristiwa pemberontakan ini banyak menelan korban bukan saja dari rakyat jelata, tetapi juga dari para santri dan ulama ketika itu. Setelah itu PKI bergerak dibawah tanah, kemudian PKI muncul kembali pada tahun 1950 dalam kehidupan politik di Indonesia dan ikut serta dalam pemilihan umum 1 tahun 1955.222
222 Wayan Badrika, Sejarah Nasional Indonesia dan Umum, (Jakarta: Erlangga, 1997), hlm. 98.
Daerah Madiun dan sekitarnya seperti Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Ngawi, Boyolali, Porwodadi, Bojonegoro, hingga Pati, terus melingkar sampai Magelang, merupakan basis pengembangan PKI. Madiun menjadi titik pusat yang disangga oleh daerah sekitar yang memiliki basis komunis yang sangat kuat. Dengan posisi strategis seperti itu maka ibukota negara dalam keadaan terancam, PKI bisa saja memberontak langsung dan menguasai ibukota sehingga mampu menguasai Indonesia dengan begitu cepat. Dengan kerja keras dan sistematis, maka memasuki tahun 1947 konsolidasi PKI sudah nyaris merata, kepengurusan partai sudah menjangkau daerah pedalaman sehingga berbagai manuver sudah mulai dilakukan.223
Perkembangan PKI sudah sangat meluas menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat dan alim ulama, terutama para kiai pimpinan pesantern serta pejabat setempat yang bukan komunis. Untuk melindungi dari tekanan komunis, maka para pimpinan Nahdlatul Ulama bermanuver untuk mencegah perluasan PKI, maka pada 24 Mei 1947 Nahdlatul Ulama menyelenggarakan Muktamar ke-17 di Kota Madiun, dan hampir semua pengurus Besar Nahdlatul Ulama hadir dalam Muktamar tersebut.224
PKI sadar betul bahwa Nahdlatul Ulama yang memiliki banyak pesantren yang merupakan kekuatan strategis dalam mempertahankan NKRI. Penculikan para kiyai pimpinan pesantren yang aktif dalam perjuangan kemerdekaan telah dimulai, dan dianggap menghambat agenda PKI karena itu harus dimusnahkan. Sebagai contoh KH. Imam Mursyid pemimpin pesantren Sabilil Muttaqin, dan pemimpin tarekat Syathariyah yang kharismatik dari Takeran diculik pada 17 September 1948 seusai sembahyang Jum’at. Akhirnya kiyai menyerah, sebab kalau melawan diancam pesantrennya dihabisi.225
Sebelum pemilu tahun 1955, yaitu tepatnya bulan April 1955, diadakannya konferensi Bandung, para politikus mengerahkan seluruh tenaga untuk menghadapi pemilu, demikian juga pada fase ini, PKI benar-benar sudah menggarap dengan serius termasuk maksimalisasi peran media massa, yaitu harian rakyat yang dicetak meningkat tiga
223 AbdulMuni’im DZ, Benturan NU PKI 1948-1965, (Depok: Langgar Swadaya Nusantara, 2013), hlm. 41.
224 Ibid., hlm. 44.
225 bid., hlm. 55-56.
kali lipat antara bulan februari 1954 (15.000 eksemplar), 1956 (55.0000 eksemplar) terbesar di antara media massa yang berafiliasi dengan PKI waktu itu. PKI adalah salah satu partai terkaya karena sumber dananya berasal dari iuran anggota dan sumber lainnya, dan sebagian besar uangnya mungkin berasal dari komunitas dagang cina yang memberikannya dengan senang hati atau karena tekanan dari kedutaan besar Cina.226
Peristiwa Madiun merupakan salah satu titik balik revolusi yang sangat penting. PKI tidak lagi menjadi ancaman bagi para pemimpin republik ini sampai pada tahun 1950-an, dan selamanya ternoda oleh pengkhianatannya terhadap Revolusi. Peristiwa Madiun menciptakan tradisi permusuhan tentara-PKI dan memperbesar pertentangan antara Masyumi dan PKI seperti halnya ketegangan antarmasyarakat terutama kalangan santri-abangan.227
Namun, PKI pada peristiwa ini dapat ditumpas habis dengan keikutsertaanNahdlatul Ulama sehingga tidak meluas dan hanya terjadi di kota Madiun Jawa Timur saja. Pemberontakannya yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 yang sampai meluas ke seluruh daerah di negara Indonesia.
Meskipun pernah ditumpas pada tahun awal-awal kemerdekaan, PKI ternyata tidak menyerah untuk bangkit, terbukti ketika negara dalam kondisi labil di berbagai bidang, seperti ekonomi, sosial, budaya, dan khususnya politik. PKI, secara mengejutkan menyatakan diri secara terbuka ikut pada pemilu pertama setelah kemerdekaan, tahun 1955. Dalam pemilu tersebut PKI dinyatakan keluar sebagai pemenang keempat sesudah PNI (Partai Nasional Indonesia) pimpinan Bung Karno, Masyumi (Majelis Syuro Muslimin), dan Nahdlatul Ulama. PKI berusaha masuk dalam pemerintahan (kabinet) dengan segala cara.
Politik menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan adalah taktik yang lumrah bagi PKI. Namun tetap mendapat perlawanan dari partai politik lain yang tidak seideologi dengannya terutama partai Islam. Di samping itu juga, PKI terus berupaya menancapkan kuku pengaruhnya di tengah masyarakat dengan menyebarkan ideologinya selagi ada kesempatan.
226 M.C.Ricklefs, Sejarah Indonesia Modern 1200-2008, (Jakarta: Serambi Ilmu, 1981), hlm. 517.
227 Ibid. hlm. 482.