Nahdlatul Ulama tidak hanya mengaku sebagai pengikut ideologi Ahlussunnahwal-Jama'ah saja, namun juga mengembangkannya secara lebih komprehensif. Kehadiran buku ini dapat membuat pembacanya bernostalgia, mengenang masa lalu dan menyulam wawasan pembaca yang ingin menelusuri mosaik sejarah Nahdlatul Ulama di Pulau Lombok.
RELAsI IsLAM, ADAT DAN HUKUM DI LOMBOK
Akar sejarah Pulau Lombok
Bergantinya dominasi di Pulau Lombok dan masuknya pengaruh budaya lain berdampak pada semakin kaya dan bervariasinya khasanah budaya Sasak. Sedangkan Pulau Lombok dan Sumbawa digabung menjadi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan ibu kota Mataram.
Dinamika Akulturasi Budaya Suku Sasak
Menantu adalah sebutan untuk istri atau suami dari anak seseorang, baik laki-laki maupun perempuan. Terkadang ahli waris adalah sebutan untuk ahli waris seseorang yang berasal dari satu nenek moyang laki-laki.
Stratifikasi Sosial Suku Sasak
Perkawinan seorang bangsawan misalnya dengan laki-laki dari golongan sosial bawah berarti anak yang dilahirkan tidak berhak menggunakan identitas bangsawan ibunya. Lapisan ketiga adalah kelas baris karang dan biasa disebut amaq atau loq untuk jantan dan le untuk betina.
Status dan Kedudukan Perempuan Sasak
Dalam adat perkawinan suku Sasak Lombok, sekufu' mempunyai arti kedua mempelai harus sebanding, seimbang dan setara dalam berbagai hal, yaitu; Sebelum dilaksanakannya akad nikah, mempelai laki-laki harus terlebih dahulu diterima sebagai warga Sasak.
Relasi Islam, Adat dan Hukum
Setiap negara mempunyai sistem hukum dan bentuk hukum yang berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor yang terjadi pada masing-masing negara. Hukum Islam, hukum adat dan hukum Barat tentunya mempunyai ciri khas masing-masing dan mempunyai sistem hukum yang berbeda satu sama lain.
Wawasan Konseptual Agama, Adat dan Hukum
- Dialektika Islam dan Adat
Hukum adat merupakan hukum non-undang-undang, yang sebagian besar berupa hukum adat dan sebagian kecil berupa hukum Islam. Meskipun hukum adat tidak mempunyai sanksi atau wewenang,66 peranannya dalam masyarakat tidak perlu dipertanyakan.
Akomodasi, Adaptasi dan Akulturasi Islam dengan Adat
Konsep ini jelas berbeda dengan teori resepsi Snouck Hurgronje yang menyatakan bahwa hukum Islam hanya mempunyai kekuatan hukum apabila diterima oleh hukum adat. Selain itu, mereka juga mengkualifikasi peran adat dengan berbagai persyaratan agar tetap sah sebagai bagian dari hukum Islam.
PAHAM KEAGAMAAN NAHDLATUL ULAMA
يونعم وأ يسح ءيش يأ لىإ يدالهاا
عطقلا ليبس ىلع يلمع عرشلا مكح ىلع هيف حيحصلا رظنلاب لدتسي ام .نظلا وا
Sedangkan hadits Nabi yang menunjukkan bahwa Al-Qur'an dan al-Hadits merupakan sumber hukum Islam adalah riwayat yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Daud. Dalam hadis ini Rasulullah bersabda bahwa beliau diberikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dan sumber hukum atas setiap permasalahan yang ada. Selain itu, ia juga diberikan sesuatu yang mirip dengan Al-Qur'an, yaitu al-Hadits sebagai pelengkap.
لاق يضقت ابم ملسو هيلع للها ىلص للها لوسر هل لاق الم ذاعم ثيدح دهتجأ لاق دتج لم نإف لاق للها لوسر ةنسبف لاق دتج لم نإف لاق للها باتكب
Artinya: “Dari Miqdam bin Ma'di Kariba Al-Kindy beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku telah diberi Al-Kitab (Al-Quran) dan yang sejenis dengannya (Al-Sunnah) ) Ketahuilah bahwa telah diberikan kepadaku Al-Kitab (Al-Quran) dan sejenisnya (Al-Sunnah)”. 107. Hadits tersebut menunjukkan kedudukan hadis Nabi sebagai sumber hukum Islam, keduanya merupakan wahyu yang turun sebagai pedoman dalam setiap permasalahan yang timbul. Al-Baghawy membawakan riwayat yang derajatnya masih diperdebatkan oleh para ulama dan terdapat kekurangan di dalamnya, yaitu riwayat Mu’adz bin Jabal bahwa Rasulullah pernah mengutusnya ke Yaman, demikian ungkapnya.
يضقي ام هيف دجو ناف للها باتك ف رظن مصلخا هيلع درو اذإ ركب وبأ ناك هيلع للها ىلص للها لوسر نم ملعو باتكلا ف نكي لم ناو هب ىضق مهنيب
Landasan Dasar Keagamaan Nahdlatul Ulama
Ijma' adalah kesepakatan para mujtahid umat Islam mengenai hukum syara (mengenai suatu hal) pada suatu waktu setelah wafatnya Nabi. Abdul Wahab Khalaf mengatakan bahwa ijma adalah kesepakatan seluruh mujtahid ulama dari kalangan umat Islam pada suatu waktu setelah wafatnya Nabi mengenai hukum syariah yang mereka hadapi. Menurut Imam Malik, ijma yang boleh diakui adalah ijma para ulama Madinah, sedangkan menurut Imam Ahmad.
Paham Keagamaan Nahdlatul Ulama
Dengan kefahaman seperti ini, ulama usul fiqh bersepakat bahawa proses penetapan hukum melalui kaedah qiyas bukanlah dengan menetapkan hukum dari awal (isbat al-hukm wa insya'uh), tetapi hanya untuk mendedahkan dan menjelaskan hukum ( al- kasyf wal-izhhar lil-hukm), iaitu dalam perkara yang belum jelas hukumnya. Jika illatnya sama dengan illat hukum yang disebutkan dalam nas, maka hukum bagi kes tersebut adalah hukum yang termaktub dalam nas. Justeru, pemahaman Ahlus Sunnah Wa al-Jama’ah Nahdlatul Ulama merangkumi aspek akidah, syari’ah dan akhlak.
Prinsip Nilai Ahlussunnah wal Jama’ah Nahdlatul Ulama
Dalam perkembangan selanjutnya, konsep Ahlussunnah wal Jama’ah mengalami proses pergulatan dan penafsiran yang intensif di kalangan ulama NU. Sejak Ahlussunnah wal Jama'ah ditahbiskan menjadi paham keagamaan jamaah NU, telah mengalami beberapa kontekstualisasi. Titik tolak ideologi Ahlussunnah wal Jama'ah terletak pada dalil-dalil ajaran Islam yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.
ينيدهلما نيدشارلا ءافللخا ةنسو ىتنسب مكيلع
Ada beberapa tokoh NU yang menafsirkan Ahlussunnah wal Jama'ah, diantaranya adalah KH. Pendapat ulama NU mengenai Ahlussunnah wal Jama'ah dimaknai dalam dua pengertian, yaitu: Pertama, Ahlussunnah wal Jamaa'ah sudah ada sejak zaman sahabat Nabi dan Tabi'in yang biasa disebut generasi Salaf. . . Pendapat ini didasarkan pada pemahaman Ahlussunah wal Jama'ah, yaitu orang-orang yang selalu mengikuti Sunnah Nabi.
متيدتها متيدتقا مهيأب موجنلاك يباحصأ
Achmad Siddiq yang mengatakan bahwa Ahlussunnah wal Jama'ah adalah pengikut jalur perjalanan Nabi. Saefudin Zuhri yang mengatakan bahwa Ahlussunnah wal Jama'ah adalah sekelompok pengikut Sunnah Nabi Muhammad SAW. Dalam konsep Ahlussunnah wal Jama'ah, baik dalam bidang hukum (syariah) dalam bidang keimanan, maupun dalam bidang akhlak selalu mengedepankan prinsip tengah.
طْسِقْلاِب
Dengan bahasa lain, melalui model Ahalussunnah wal Jama'ah ingin menciptakan integritas dan solidaritas sosial umat. Keterbukaan yang begitu luas dalam menerima perbedaan pendapat menjadikan ajaran Ahlussunah wal Jama'ah mampu meredam berbagai konflik internal umat. Formalisme dalam aspek budaya dalam pandangan Ahlussunnah wal Jama'ah tidak terlalu penting.
نوُلَمْعَت
Metode Bermazhab dan Istinbath al-Ahkam Nahdlatul Ulama
Apabila langkah kerja hanya sebatas menyikapi peristiwa aktual yang bersifat kedaerahan atau insidental, maka cukup melengkapi metode pilihan (takhayyur), yaitu memilih kutipan doktrinal yang sudah jadi. Metode Qauly (tekstual); yakni dengan merujuk langsung pada teks pendapat Imam mazhab keempat atau pendapat para ulama pengikutnya. Di sekolah, untuk memperjelas dan memperluas ajaran yang akan dianut, dapat menggunakan kitab-kitab syarah yang disusun oleh ulama Sunni dari aliran yang sama, seperti qaul Imam al-Nawawi. Metode Manhaji (manhaji/mazhab metodologi); yaitu menyelesaikan permasalahan hukum dengan mengikuti pola pikir dan kaidah penetapan hukum yang ditetapkan oleh para pendeta aliran tersebut.
Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah Nahdlatul Ulama
Walaupun kamu tidak melihat Dia, Dia benar-benar melihat kamu." Lelaki itu berkata lagi: "Beritahu saya bila kiamat akan berlaku?" Nabi menjawab: "Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada orang yang bertanya." . Dia bertanya lagi, "Beritahu saya tentang tanda-tanda!" Nabi menjawab: "Jika seorang hamba perempuan telah melahirkan tuannya; jika kamu melihat orang yang berkaki ayam, tidak berpakaian (miskin ayah) dan kambing telah berlomba-lomba meninggikan bangunan-bangunan megah yang menjulang tinggi." Aku menjawab: "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui," katanya: "Dia adalah Jibril yang mengajar kamu tentang agama kamu." 135.
ناخيشلا هاور( ائيش هب اوكرشي لو هودبعي نأ دابعلا ىلع للها قح
- Keimanan kepada Allah Subahanahu Wata’ala
- Keimanan kepada Malaikat
- Keimanan kepada Para Rasul
- Keimanan kepada Kitab-Kitab Suci
- Keimanan kepada hari Akhir (Hari Kiamat)
Allah menentukan sesuatu mengikut kehendakNya dan mustahil kuasa lain memaksaNya melakukan sesuatu Ilmu. Allah mengetahui segala-galanya, Dia tahu apa yang telah Dia lakukan dan Dia tahu apa yang akan Dia lakukan, mustahil Dia tidak tahu. Yaum al-Hisab, sebagaimana sabdanya dalam Surah Al-Qur'an Al-Mu'min (40), ayat 27:.
باَسِْلحا
Keimanan kepada Qadha dan Qadar
Qadla adalah ketetapan Allah berdasarkan ilmu-Nya dari Zaman Kekal (zaman sebelum Allah menciptakan makhluk) mengenai apa yang terjadi di dunia dan akhirat atau setelah Zaman Kekal (zaman setelah makhluk diciptakan). Misalnya kehendak Allah agar si fulan menjadi orang yang bertakwa di zaman kekal disebut qadla. Namun segala sesuatu yang terjadi pada dasarnya adalah kehendak Allah sejak zaman kekal atau yang disebut dengan qadla.
Perbedaan Paham Ahlussunnah Waljama’ah NU Dengan Paham yang Lain
Islam saja belum cukup pada saat itu karena masih ada wahyu ilahi bagi para pendeta Syiah. Al-Qur'an dan Hadits didasarkan pada firman Allah Al-Qur'an, Qadim Tuhan dapat dilihat terutama di surga. Tidak ada usaha dan usaha dari manusia, semua dari Allah, cukuplah iman di hati.
Sikap NU dalam Beragama dan Bermasyarakat (Diniyah wal Ijtima’iyah)
- Sikap NU Di Bidang Politik
Politik bagi Nahdlatul Ulama berarti keikutsertaan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara utuh sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Politik bagi Nahdlatul Ulama harus dilaksanakan dengan moralitas, etika, dan budaya yang beriman kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. , dengan kemanusiaan yang adil dan beradab, yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan Indonesia, bangsa yang berpedoman pada kebijaksanaan. Kebijakan Nahdlatul Ulama dilaksanakan untuk memperkuat konsensus nasional dan dilaksanakan sesuai dengan akhlakul karimah sebagai pengamalan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.
Sikap NU Di Bidang Kebudayaan
Pertama, “Islam Pribumi” bersifat kontekstual, yaitu Islam dipahami sebagai ajaran yang berkaitan dengan konteks waktu dan tempat. Oleh karena itu, 'Islam pribumi' memiliki ideologi budaya yang lebih tersebar (spread culture ideologi), yang memperhatikan perbedaan lokal, dibandingkan ideologi budaya yang terpusat, yang hanya mengakui ajaran agama tanpa penafsiran. Islam Pribumi akan melancarkan kritiknya terhadap tradisi lokal yang mempraktikkan pola hidup yang tidak adil, hegemonik, dan tidak adil.
Sikap NU Di Bidang Pendidikan
Pada masa kolonial, Nahdlatul Ulama dengan tegas menolak bantuan pemerintah kolonial terhadap sekolah atau madrasah dan seluruh bidang kegiatannya. Terwujudnya kader Nahdlatul Ulama yang mandiri, kreatif dan inovatif dalam mencerahkan masyarakat. Hanya dengan cara inilah Nahdlatul Ulama mampu memberi makna terhadap keberadaan dan arti pentingnya bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.
Sikap NU Di Bidang Ekonomi
Dengan demikian dapat dirumuskan bahwa kedudukan Nahdletul Ulama dalam konteks pendidikan adalah penyelenggaraan pendidikan formal dan informal sesuai dengan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, untuk membentuk umat Islam yang bertaqwa, berbudi luhur dan berilmu. Hal ini dibuktikan dengan lahirnya lembaga-lembaga pendidikan Islam di berbagai jenjang, mulai dari pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, seperti berdirinya Universitas Nahdlatul Ulama di berbagai provinsi di Indonesia. Tujuannya adalah untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada umat Islam Indonesia di bidang perekonomian. Berdasarkan hal tersebut, sikap Nahdlatul Ulama dalam bidang perekonomian antara lain: Pertama, mengupayakan pemerataan kesempatan menikmati manfaat pembangunan, dengan mengutamakan pengembangan ekonomi kerakyatan. Hal ini ditandai dengan lahirnya BMT dan BMT. lembaga jasa keuangan lain yang mereka miliki terbukti membantu masyarakat dan yang kedua, mengembangkan usaha lain yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sikap NU Di Bidang Dakwah
Nahdlatul Ulama berkomitmen memperkuat pendekatan budaya sebagai elemen penting dakwah Islam di Tanah Air. 152 Muhammad Tholhah Hasan, Ahlussunnah Wal-Jama'ah; dalam Persepsi dan Tradisi NU, (Jakarta: Lantabora Press, 2005), hal. xiii-xviii. Sikap Nahdlatul Ulama dalam bidang dakwah yaitu berdasarkan sikapnya dalam bidang dakwah tidak lepas dari sikap-sikap yang ada di masyarakat sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, serta dengan bantuan hikmah, nasehat yang baik, dan apabila tidak mencapai tujuan dakwahnya, bila perlu gunakan metode diskusi atau debat yang tetap santun dan bermartabat untuk bergerak ke jalan kebenaran dengan berpedoman pada ajaran Nahdlatul Ulama dan ajaran Nabi Muhammad SAW. Ahlussunnah Waljama'ah.
Sikap NU di Bidang Kebangsaan
Semangat itu menunjukkan bahwa Nahdlatul Ulama mendorong warganya untuk selalu meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai agama. Dan itu merupakan semangat yang tujuannya sudah final bagi Nahdlatul Ulama. Keempat semangat inilah yang menjadi kunci Nahdlatul Ulama menjadi organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia dan dunia.
Perangkat Organisasi Nahdlatul Ulama
- Lajnah
- Lembaga
- Badan Otonom
Organisasi pelaksana kebijakan NU yang berkaitan dengan pemuda atau pemuda Islam. Organisasi pelaksana kebijakan NU yang berkaitan dengan bidang keilmuan sebagai wadah berkumpulnya para ulama Nahdlatul Ulama. Organisasi implementasi kebijakan NU yang berkaitan dengan mahasiswa, dan sebagai wadah berkumpulnya mahasiswa Nahdlatul Ulama.
KELAHIRAN NU DI LOMBOK
Lombok Pra Kelahiran Nahdlatul Ulama
162 Tuan Guru adalah gelar yang diberikan kepada seseorang yang mempunyai kapasitas dan pengetahuan luas tentang agama Islam. Guru-guru ini berinteraksi dan belajar secara intensif dengan para ulama di sana, ulama-ulama yang berasal dari Timur Tengah sendiri dan dari Nusantara. Kemudian para ustadz tersebut kembali ke daerah Lombok dan menyebarkan ilmu agama Islam dengan tujuan pemahaman Ahlussunnah wal Jamiyah yang mereka terima pada masyarakat Lombok yang sebagian besar belum memeluk Islam atau pada masyarakat pemahaman yang masih kurang Islam.
Lahirnya Nahdlatul Ulama di Lombok
Kemudian Muhammad Faisal dan kiprahnya dalam pengembangan Nahdlatul Ulama di Lombok yang terangkum dari kitab Dr. Kemudian Muhammad Faisal menjadi generasi emas Nahdlatul Ulama ketiga di Lombok, NTB setelah TGH generasi pertama. Ketiga guru ulung tersebut merupakan sederet tokoh sentral yang memperjuangkan lahir dan berkembangnya Nahdlatul Ulama di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
NU SEBAGAI PARPOL (1952- 1971)
Terbentuknya NU Sebagai Partai Politik
Dikatakan demikian karena kewenangan kebijakan politik Partai Masyumi tidak berada di tangan Nahdlatul Ulama, melainkan hanya diposisikan sebagai penasehat. Padahal, para ulama Nahdlatul Ulama, secara massa, merupakan kelompok yang memiliki anggota terbanyak di Masyumi saat itu. Setelah Nahdlatul Ulama menjadi sebuah partai, Nahdlatul Ulama menjadi kekuatan politik baru dan besar di kancah politik nasional.
Pelaksanaan Fungsi Partai NU di Lombok NTB
Soal bergabungnya Tuan Guru Haji Lalu Muhammad Faisal Praya ke Partai Nahdlatul Ulama punya cerita menarik, begitu pula TGH. Pada pemilu pertama setelah Indonesia merdeka tahun 1955, Partai Nahdlatul Ulama Lombok (Sunda Kecil) berhasil mengirimkan TGH. Roeslan Tjakraningrat memastikan Partai Nahdlatul Ulama bisa leluasa bergerak di Lombok dan sekitarnya, apalagi pasca bubarnya Partai Masyumi.
NAHDLATUL ULAMA VERsUs GERAKAN 30 sEPTEMBER/PKI
Paham Komunisme dan Aksinya
Ajaran Islam menyatakan bahwa yang menjadikan dan memberi segala sesuatu, baik materiil maupun rohani, adalah Allah SWT. Ajaran Islam menjunjung tinggi dan mengatur serta menganggap ikatan keluarga dan perkawinan sebagai sesuatu yang suci dan mengharamkan perzinahan (QS. Ajaran Islam sebenarnya mengakui hak milik individu atas alat-alat produksi dan kekayaan, sepanjang diperoleh dengan cara yang halal.
NU Versus PKI di Lombok
Saat itulah Nahdlatul Ulama benar-benar menjadi partai politik yang sangat disegani dan ditakuti oleh PKI. Saat itu, Nahdlatul Ulama bersama partai non-komunis disegani dan ditakuti oleh partai politik. Nahdlatul Ulama kemudian mampu melebarkan sayapnya hingga ke Nusa Tenggara Barat dan menjangkau seluruh pelosok desa.