BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
2. Pandangan Islam Terhadap Transaksi
mubah atau boleh kecuali ada dalil yang mengharamkannya.
Dimana dalam Islam, terdapat beberapa tindakan yang dengan jelas dilarang atau diharamkan praktiknya, dalam hal ini diantaranya ialah termasuk dengan maysir, gharar, riba, ihtikar, dharar, tadlis, taghrir dan lainnya
Sesuai dengan prinsip umum ekonomi, yaitu ‗dengan modal sekecil-kecilnya, dan untung yang sebesar-besarnya‘
jadi tujuan dari orang membeli kripto pastinya untuk mendapatkan keuntungan.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kepada ahli, dimana dalam hal ini ialah kepada pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan, ditemukan bahwa transaksi cryptocurrency dilakukan oleh individu atau perorangan dan bukan dilakukan melalui suatu lembaga apapun.
48 Adapun untuk transaksi cryptocurrency dilakukan dengan cara mendepositkan uang kita ke rekening bank, lalu kemudian dilakukan exchange atau pertukaran antara deposit yang ada dengan nilai kripto yang akan dibeli. Proses exchange ini dilakukan terhadap pihak penyedia cryptocurrrency, misalnya yang ada di Indonesia ada Indodax.
Lalu setelahnya akan diberikan kode-kode tertentu yang merupakan kunci kepemilikan dari bitcoin atau kripto itu.
Kode tersebut jugalah yang disebut blokchain dan ditujukan untuk memblokir keterlibatan pihak yang tak diperkenankan.
Untuk menjual kembali prosesnya sama, dimana kita menawarkan kripto melalui agen exchanger, lalu setelah terjual nilai dari kripto akan dikonversi menjadi uang oleh pihak exchanger kepada pihak bank perantara.
Kripto itu memiliki nilai yang fluaktuatif, sangat fluktuatif, dimana naik atau turunnya itu bisa berubah dalam hitungan menit. Contohnya pada 3 tahun yang lalu harga bitcoin saat itu masih sekitar 200 juta rupiah untuk per 1 koinnya, namun kemudian harganya naik menjadi kisaran 900 juta rupiah lebih pada akhir tahun 2021, sebelum kembali turun dan sekarang harganya sekitar 400 juta rupiah per koinnya.
Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwasanya kripto memiliki nilai yang sangat fluktuatif atau naik-turun,
49 sehingga resikonya sangat tinggi, sangat tinggi dan lebih tinggi dari investasi lain, seperti saham dan sebagainya.
Sehingga hal ini jika dilihat dari perspektif Islam memuat 2 tindakan yang dilarang dalam Islam yaitu masysir atau bertaruh/berjudi dan dharar atau bahaya/resiko.
50 Cryptocurency berupa bitcoin diciptakan oleh Satoshi Nakamoto sekitar tahun 2009, namun baru mulai menarik minat masyarakat di tahun 2012 dan sampai sekarang telah banyak jenis uang kripto yang bermunculan, seperti cardano, dogecoin, litecoin dan lainnya.96
Adapun indikator yang menunjukkan pemahaman terhadap cryptocurrency adalah97:
1. Mengetahui cryptocurrency.
Dari 20 sampel yang digunakan, 11 sampel atau 55% nya menyatakan tidak tahu akan crytocurrency, sedangkan 9 sampel atau 45% sisanya menyatakan tahu akan cryptocurrency.
2. Dapat memberikan definisi dari cryptocureency.
Dari total 20 sampel, dan juga 9 sampel yang menjawab tahu akan crryptocureency. 6 sampel menyatakan tahu dan mampu mendefinisikan apa itu cryptocurrency, sementara 3 sampel lainnya menyatakan mengetahui cryptocurrency namun tidak dapat mendefinisikannya.
Nasution, and Sadalia, ―Analisis Fundamental Cryptocurrency Terhadap Fluktuasi Harga: Studi Kasus Tahun 2019-2020‖; Zain, ―Mining-Trading Cryptocurrency Dalam Hukum Islam.‖
96Cadizza and Yusandy, ―Pengaturan Cryptocurrency Di Indonesia Dan Negara-Negara Maju‖; Halaburda and Gandal, ―Competition in the Cryptocurrency Market‖; Yuniar Farida and Zhara Shafira Uswatun Khasanah,
―Analisis Performa Mata Uang Virtual (Cryptocurrency) Menggunakan Preference Ranking Organization Method For Enrichment Evaluation (Promethee),‖ Rekayasa 14, no. 1 (2021): 1–9.
97 Badriyah, Pemahaman Konsep.
51 3. Dapat menyebutkan contoh ataupun jenis dari
cryptocurrency.
Dari total 20 sampel, dan juga 9 sampel yang menjawab tahu akan crryptocureency. 6 sampel menyatakan tahu, dan mampu mendefinisikan apa itu cryptocurrency, sementara 3 sampel lainnya menyatakan mengetahui cryptocurrency namun tidak dapat mendefinisikannya. Dan dari 6 sampel yang mampu mendefinisikan apa itu cryptocurrency, semuanya juga mampu untuk menyebutkan contoh atau jenis kripto yang beredar.
Selain itu, dari hasil penelitian juga didapati bahwa dari 20 orang sampel yang ada, hanya 2 diantaranya yang menyatakan bahwa ia memiliki atau berinvestasi pada cryptocurrency, dalam hal ini ialah jenis bitcoin. Sedangkan 18/20 sisanya, menyatakan bahwa mereka belum pernah sama sekali memiliki atau berinvestasi pada jenis cryptocurrency manapun.
Berdasarkan hasil penelitian atas wawancara yang dilakukan kepada masyarakat Kecamatan Selebar tersebut dari 20 sampel yang diambil secara menyebar dapat disimpulkan bahwa hanya ada 6 sampel yang benar-benar mampu memahami cryptocurrency, sementara 14 sampel sisanya dikatakan tidak memahami cryptocurrency. Sehingga
52 dari hasil tersebut dapt diartikan bahwasanya masyarakat Kecamatan Selebar belum memahami terkait cryptocurrency.
2. Pandangan Islam Terhadap Transaksi Cryptocurrency Ditinjau dari segi Islam, semua kegiatan ekonomi sifatnya mubah atau boleh kecuali ada dalil yang mengharamkannya.
Hal ini sesuai dengan QS. An-Nisa ayat 29 yaitu:
ٍضاَزَت ٍَْع ًةَراَجِت ٌَىُكَت ٌَْأ َّلَِإ ِمِطاَبْناِب ْىُكَُْيَب ْىُكَناَىْيَأ اىُهُكْأَت َلَ اىَُُيآ ٍَيِذَّنا اَهُّيَأ اَي ْىُكُِْي ْىُكَسُفََْأ اىُهُتْقَت َلََو َ اًًيِحَر ْىُكِب ٌَاَك َ َّاللَّ ٌَِّإ َ
29. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu;
Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
Dalam Islam, terdapat beberapa tindakan yang dengan jelas dilarang atau diharamkan praktiknya, berdasarkan Fatwa DSN MUI No. 80/DSN-MUI/III/2011 menjelaskan bahwa dalam investasi Islam secara jelas, terdapat 15 tindakan yang dengan jelas dilarang atau diharamkan,98
1. Maysir, yaitu secara bahasa diartikan sebagai judi, yang secara umum berupa mengundi nasib dimana
98Pardiansyah, ―Investasi Dalam Perspektif Ekonomi Islam:
Pendekatan Teoritis Dan Empiris.‖
53 setiap kegiatannya bersifat untung-untungan (spekulasi).99
2. Gharar yaitu secara bahasa berarti menipu, memperdaya, ketidakpastian. Adapun gharar bisa ditinjau dalam 3 peristiwa. 100
3. Riba yang secara bahasa berarti bertambah dan tumbuh.101
4. Batil, yaitu jual beli yang tidak sesuai dengan rukun dan akadnya (ketentuan asal/pokok dan sifatnya) atau tidak dibenarkan dalam syariat Islam.
102
5. Bay‘ima‘dum, yaitu melakukan jual beli atas barang yang belum dimiliki.103
6. Ihtikar atau penimbunan, yaitu membeli barang yang sangat dibutuhkan masyarakat (barang pokok) pada saat harga murah dan menimbunnya dengan tujuan untuk menjual kembali pada saat harganya lebih mahal.104
99Ar Royyan Ramly, ―Konsep Gharar Dan Maysir Dan Aplikasinya Pada Lembaga Keuangan Islam,‖ Islam Universalia 1, no. 1 (2019): 62–82.
100Pardiansyah, ―Investasi Dalam Perspektif Ekonomi Islam:
Pendekatan Teoritis Dan Empiris.‖
101Pardiansyah, ―Investasi Dalam Perspektif Ekonomi Islam:
Pendekatan Teoritis Dan Empiris.‖
102Pardiansyah, ―Investasi Dalam Perspektif Ekonomi Islam:
Pendekatan Teoritis Dan Empiris‖.
103Trisno Wardy Putra, ―Investasi Dalam Ekonomi Islam,‖ Ulumul Syar,i 7, no. 2 (2018): 49–57.
104Moch. Bukhori Muslim, ―Ihtikar Dan Dampaknya Terhadap Dunia Ekonomi,‖ Jurnal Studi Al-Qur’an; 6, no. 1 (2010): 1–14.
54 7. Taghrir, yaitu upaya mempengaruhi orang lain,
baik dengan ucapan maupun tindakan yang mengandung kebohongan, agar terdorong untuk melakukan transaksi.105
8. Ghabn, yaitu ketidakseimbangan antara dua barang (objek) yang dipertukarkan dalam suatu akad, baik dari segi kualitas dan kuantitas.106
9. Talaqqial-Rukbhan. yaitu merupakan bagian dari ghabn, jual beli dari atas barang dengan harga jauh dibawah harga pasar karena pihak penjual tidak mengetahui harga tersebut.107
10. Tadlis, yaitu tindakan menyembunyikan kecacatan objek akad yang dilakukan oleh penjual untuk mengelabuhi pembeli seolah-olah objek akad tersebut tidak cacat.108
11. Ghishsh, yaitu merupakan bagian dari tadlis, yaitu penjual menjelaskan atau memaparkan keunggulan atau keistimewaan barang yang dijual serta menyembunyikan kecacatan.109
12. Tanajush/Najsh, yaitu tindakan menawar barang dengan harga yang lebih tinggi oleh pihak yang
105Pardiansyah, ―Investasi Dalam Perspektif Ekonomi Islam:
Pendekatan Teoritis Dan Empiris.‖
106Muslim, ―Ihtikar Dan Dampaknya Terhadap Dunia Ekonomi.‖
107Putra, ―Investasi Dalam Ekonomi Islam.‖
108Muslim, ―Ihtikar Dan Dampaknya Terhadap Dunia Ekonomi.‖
109Putra, ―Investasi Dalam Ekonomi Islam.‖
55 tidak bermaksud membelinya. Untuk menimbulkan kesan banyak pihak yang berminat membelinya.110
13. Dharar, yaitu tindakan yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian.111
14. Rishwah, yaitu suatu pemberian yang bertujuan untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya, membenarkan yangbatil dan menjadikan yang batil sebagai sesuatu yang benar.112
15. Maksiat dan zalim, yaitu perbuatan yang merugikan, mengambil, atau menghalangi hak orang lain yang tidak dibenarkan secara syariah. Sehingga dapat dianggap sebagai salah satu bentuk penganiayaan.113
Dari penelitian yang dilakukan terhadap ahli, yaitu bapak Mercyus dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, yang juga sebagai pemain dari kripto, diketahui bahwa faktor utama dalam berinvestasi kripto ialah untuk mendapatkan keuntungan, meski begitu investasi ini memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi, hal ini dikarenakan nilai atau valuenya yang sangat fluaktuatif. Adapun fluktuasi nilai atau harga ini
110Putra, ―Investasi Dalam Ekonomi Islam.‖
111Habiburrahman, Arahman, and Lamusiah, ―Transaksi Yang Mengandung Unsur Riba, Maysir, Dan Gharar Dalam Kajian Tindak Tutur.‖
112Putra, ―Investasi Dalam Ekonomi Islam.‖
113 Pardiansyah, ―Investasi Dalam Perspektif Ekonomi Islam: Pendekatan Teoritis Dan Empiris.‖
56 dipengaruhi oleh permintaan pasar global atau dunia. Sehingga naik ataupun turunnya nilai atau harga ini tidak dapat diprediksi.
Contoh kasusnya yaitu harga bitcoin pada akhir tahun kemarin atau tahun 2021 mencapai kisaran 900 juta rupiah per koinnya, yang kemudian turun dan sekarang mencapai kisaran 400 juta rupiah, yang artinya mengalami penurunan nilai sebesar 500 juta rupiah.
Dari sini bisa disimpulkan bahwasanya investasi pada kripto ini bersifat high risk high return, sehingga saat kita berinvestasi dalam jumlah besar pilihannya hanya ada ada 2 yaitu untung besar ataupun rugi besar.
Merujuk pada hukum Islamnya, seperti yang telah disebutkan sebelum-sebelumnya bahwa dalam Islam setiap kegiatan ekonomi sifatnya boleh, selama tidak melanggar apa yang dilarang dalam hukum Islam.
Dalam hal ini jika kita kaji, sifat dari transaksi kripto sendiri ialah bertaruh dengan resiko tinggi, sehinggga jika di terjemahkan ke dalam hukum Islam maka memuat setidaknya 2 hal yang dilarang dalam Islam, yaitu maysir dan dharar.
1. Maysir
Maysir atau spekulasi diartikan sebagai mengundi nasib, dimana setiap kegiatannya bersifat untung-
57 untungan (spekulasi).114 Hal ini sesuai dengan investasi kripto yang bersifat untung-untungan, dikarenakan nilai atau valuenya berfluktuatif, naik-turun mengikuti arah permintaan global.
2. Dharar
Dharar atau resiko, yaitu tindakan yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian.115 Dalam kasus investasi kripto, dengan jelas menimbulkan bahaya atau resiko yang tinggi terutamanya ialah bagi penggunanya sendiri, dimana karena sifatnya yang untung-untungan tersebut, sangatlah mungkin bagi si investor untuk mendapatkan resiko kerugian.
Sehingga dari sini dapat disimpulkan bahwa dari segi hukum Islam, investasi kripto sifatnya haram, karena memuat setidaknya 2 tindakan yang dilarang dalam Islam yaitu maysir atau judi/bertaruh dan juga dharar atau bahaya/resiko yang tinggi.
114Ramly, ―Konsep Gharar Dan Maysir Dan Aplikasinya Pada Lembaga Keuangan Islam.‖
115Habiburrahman, Arahman, and Lamusiah, ―Transaksi Yang Mengandung Unsur Riba, Maysir, Dan Gharar Dalam Kajian Tindak Tutur.‖
58 BAB V
PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Masyarakat Kecamatan Selebar belum memahami keberadaan kripto, hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakatnya masih belum mengetahui, mampu mendefinisikan, dan menyebutkan jenis dan contoh daripada kripto.
2. Dalam Perspektif Islam, investasi kripto hukumnya haram, karena mengandung 2 tindakan yang dilarang yaitu unsur maysir dan dharar.
B. Saran
1. Bagi calon investor cryptocurrency, diharapkan untuk dapat terlebih dulu memahami dan mempertimbangkan kembali resiko untung dan rugi yang akan diterima sebelum terjun untuk investasi pada cryptocurrency.
2. Bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian dengan tema yang sama, diharapkan dapat menyempurnakan penelitian ini, karena penelitian ini tentunya masih memiliki banyak kekurangan.
59 DAFTAR PUSTAKA
Ary Mazharuddin Shidiqqi. ―Penggunaan Internet Dan Teknolohi IOT Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan.‖ Jurnal Segawati 4, no. 3 (2020)
Aziz, Abdul. Manajemen Investasi Syariah. Bandung: Alfabeta, 2010.
Badriyah. Pemahaman Konsep. Jakarta: MediaKita, 2011.
Bagus, Ida, and Prayoga Bhiantara. ―Teknologi Blockchain Cryptocurrency Di Era Revolusi Digital.‖ SENAPATI, no.
0362 (2018).
BPS. ―Kecamatan Selebar Dalam Angka 2020,‖ 2020.
Bungin, Burhan. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik Dan Ilmu Sosial. Jakarta: Prenada Media Group, 2015.
Cadizza, Riza, and Trio Yusandy. ―Pengaturan Cryptocurrency Di Indonesia Dan Negara-Negara Maju.‖ Jurnal Hukum dan Keadilan “MEDIASI” 8, no. 2 (2021).
Clara, and Siti Nurbaiti. ―Kedudukan Hukum Bitcoin Sebagai Mata Uang Virtual Di Indonesia Berdasarkan Undang- Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang.‖ Jurnal Hukum Adigama 1, no. 1 (2018).
Disperindag. ―Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi
Bengkulu.‖ Last modified 2022.
https://disperindag.bengkuluprov.go.id/user/visimisi.
DPR. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011, 2011.
Dwicaksana, Haruli, and . Pujiyono. ―Akibat Hukum Yang Ditimbulkan Mengenai Cryptocurrency Sebagai Alat Pembayaran Di Indonesia.‖ Jurnal Privat Law 8, no. 2 (2020).
Farida, Yuniar, and Zhara Shafira Uswatun Khasanah. ―Analisis Performa Mata Uang Virtual (Cryptocurrency) Menggunakan Preference Ranking Organization Method For Enrichment Evaluation (Promethee).‖ Rekayasa 14, no. 1 (2021).
Habiburrahman, habiburrahman, Rudi Arahman, and Siti Lamusiah. ―Transaksi Yang Mengandung Unsur Riba, Maysir, Dan Gharar Dalam Kajian Tindak Tutur.‖ Jurnal Ilmiah Telaah 5, no. 2 (2020).
60 Halaburda, Hanna, and Neil Gandal. ―Competition in the
Cryptocurrency Market.‖ SSRN Electronic Journal (2014).
— ―Competition in the Cryptocurrency Market.‖ SSRN Electronic Journal 1, no. 33 (2014).
Haryati, Mardhiyah. ―Investasi Menurut Perspektif Ekonomi Islam.‖ Journal of IslamicEconomics and Business) 1, no. 1 (2016).
Hasan, Maisyarah Rahmi. ―Regulasi Penggunaan Uang Digital Dagcoin Dalam Prespektif Hukum Islam Dan Hukum Positif.‖ el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies 1, no.
1 (2018).
Hidayat, Taufik. Buku Pintar Investasi Syariah. Jakarta Selatan:
MediaKita, 2011.
Huda, Nurul, and Risman Hambali. ―Risiko Dan Tingkat Keuntungan Investasi Cryptocurrency.‖ Jurnal Manajemen dan Bisnis (Performa) 17, no. 1 (2020).
Mashuri, Muhammad. ―Hubungan Hukum Para Pihak Dalam Perdagangan Berjangka Komoditi.‖ Yurijaya: Jurnal Ilmiah
Fakultas Hukum, 2017.
http://yurijaya.unmerpas.ac.id/index.php/fakultas_hukum/art icle/view/3/3.
Mills, Devin J., and Lia Nower. ―Preliminary Findings on Cryptocurrency Trading among Regular Gamblers: A New Risk for Problem Gambling?‖ Addictive Behaviors 92 (2019).
Milutinović, Monia. ―Cryptocurrency.‖ Ekonomika 64, no. 1 (2018).
Mubarok, Dadan Abdul Aziz. ―Pengaruh Celebrity Endorsment Terhadap Minat Beli Konsumen (Studi Kasus Pada Konsumen Mahasiswa Kelas Reguler Sore STIE INABA Bandung).‖ Jurnal Indonesia Membangun 15, no. 3 (2016).
Mulyanto, Ferry. ―Pemanfaatan Cryptocurrency Sebagai Penerapan Mata Uang Rupiah Ke Dalam Bentuk Digital Menggunakan Teknologi Bitcoin.‖ Indonesian Journal on Networking and Security 4, no. 4 (2015).
Muslim, Moch. Bukhori. ―Ihtikar Dan Dampaknya Terhadap Dunia Ekonomi.‖ Jurnal Studi Al-Qur’an; 6, no. 1 (2010).
Pardiansyah, Elif. ―Investasi Dalam Perspektif Ekonomi Islam:
61 Pendekatan Teoritis Dan Empiris.‖ Economica: Jurnal Ekonomi Islam 8, no. 2 (2017).
Puspasari, Shabrina. ―Perlindungan Hukum Bagi Investor Pada Transaksi Aset Kripto Dalam Bursa Berjangka Komoditi.‖
Jurist-Diction 3, no. 1 (2020).
Putra, Trisno Wardy. ―Investasi Dalam Ekonomi Islam.‖ Ulumul Syar,i 7, no. 2 (2018).
Ramly, Ar Royyan. ―Konsep Gharar Dan Maysir Dan Aplikasinya Pada Lembaga Keuangan Islam.‖ Islam Universalia 1, no. 1 (2019).
Rikmadani, Yudi Anton. ―Tantangan Hukum E-Commerce Dalam Regulasi Mata Uang Digital (Digital Currency) Di Indonesia.‖ SUPREMASI : Jurnal Hukum 3, no. 2 (2021).
Rohman, M. Najibur. ―Tinjauan Yuridis Normatif Terhadap Regulasi Mata Uang Kripto (Crypto Currency) Di Indonesia.‖ Jurnal Supremasi 11, no. April 2020 (2021).
Rudiansyah, Rudiansyah. ―Telaah Gharar, Riba, Dan Maisir Dalam Perspektif Transaksi Ekonomi Islam.‖ Al-Huquq:
Journal of Indonesian Islamic Economic Law 2, no. 1 (2020).
Sakinah, Sakinah. ―Investasi Dalam Islam.‖ IQTISHADIA: Jurnal Ekonomi & Perbankan Syariah 1, no. 2 (2015).
Sari, Dewi Wulan, and Mohamad Yusak Anshori. ―Pengaruh Pembiayaan Murabahah, Istishna, Mudharabah, Dan Musyarakah Terhadap Profitabilitas (Studi Pada Bank Syariah Di Indonesia Periode Maret 2015 – Agustus 2016).‖
Accounting and Management Journal 1, no. 1 (2018).
Septia, Ervan, and Wiwin Yulianingsih. ―Perlindungan Hukum Bagi Investor Dalam Transaksi Cryptocurrency.‖ Revolusi Indonesia 1, no. 8 (2021).
Setiawan, Ezra Putranda. ―Analisis Potensi Dan Risiko Investasi Cryptocurrency Di Indonesia.‖ Jurnal Manajemen Teknologi 19, no. 2 (2020).
Sihombing, Septiana, Muhammad Rizky Nasution, and Isfenti Sadalia. ―Analisis Fundamental Cryptocurrency Terhadap Fluktuasi Harga: Studi Kasus Tahun 2019-2020.‖ Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen 2, no. 3 (2021).
Sugiyono. Metode Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung:
62 Alfabeta, 2019.
Syamsiah, Nurfia Oktaviani. ―Kajian Atas Cryptocurrency Sebagai Alat Pembayaran Di Indonesia.‖ Indonesian Journal on Networking and Security 6, no. 1 (2017).
Wardhana, Indrasari Wisnu. ―SK Kepala Bappepti.‖ 3–6, 2019.
Wikipedia. ―Pakar.‖ Last modified 2020.
https://id.wikipedia.org/wiki/Pakar#:~:text=Pakar atau ahli ialah seseorang,khayalak dalam bidang khusus tertentu.
Zain, Muhammad Fuad. ―Mining-Trading Cryptocurrency Dalam Hukum Islam.‖ Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam 12, no. 1 (2018).
L A M
P
I
R
A
N
DATA NARASUMBER (INFORMAN PENELITIAN)
NO NAMA UMUR ASAL KETERANGAN
1. Mercyus Xavireus - Dinas PErindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu
Ahli
2. Petri Marti 36 Betungan Masyarakat
3. Khairiah El Wardah
43 Perumahan Green Akasia, Bumi Ayu
Masyarakat
4. Meylina Susanty 41 Jl. Adam Malik, Pagar Dewa
Masyarakat
5. Mulyadi 48 Pagar Dewa Masyarakat
6. Novi Winda Sari 21 Jl. Pematang Indah, Sumur Dewa
Masyarakat
7. Ari Mitra 28 Jl. Pematang Indah, Sumur Dewa
Masyarakat
8. Dilut 49 Jl. Pematang Indah,
Sumur Dewa
Masyarakat
9. Kusmiyati 17 Jl. Adam Malik, Pagar Dewa
Masyarakat
10. Tri Wahyuni 22 Jl. Adam Malik, Pagar Dewa
Masyarakat
11. Agnesia Tentry 15 Jl. Adam Malik, Pagar Dewa
Masyarakat
12. Toni Saputra 27 Jl. Semangka, Perumahan Assyifa,
Betungan
Masyarakat
13. Yunisti Eriska Rager
26 Jl. Semangka, Perumahan Assyifa,
Betungan
Masyarakat
14. Mesy Eka Saputri 27 Jl. Semangka, Perumahan Assyifa,
Betungan
Masyarakat
15. M. Arif Darmawan
29 Bumi Ayu Masyarakat
16. Gresya Herlianti Putri
15 Jl. Adam Malik, Pagar Dewa
Masyarakat
17. Khodijah 52 Jl. Adam Malik,
Pagar Dewa
Masyarakat
18. Dina Rahmat 33 Jl. Adam Malik, Pagar Dewa
Masyarakat
19. Devi Karneli 30 Telaga Dewa Masyarakat
20. Silvia Suryani 36 Jl. Adam Malik, Pagar Dewa
Masyarakat
21. Dwi Mardaniaty 20 Jl. Adam Malik, Pagar Dewa
Masyarakat