BAB II KAJIAN TEORI
5. Pandemi Covid-19
World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa Corona virus ini merupakan suatu penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Virus ini dapat menyebabkan sakit flu biasa bahkan bisa sampai penyakit yang lebih
52Fauny Anita Sari dan Bambang Hadi Santoso, “Analisis Portofolio Optimal Dengan Model Indeks Tunggal Pada Perusahaan Manufaktur Dalam Indeks LQ-45 di BEI.” Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen 7, no. 5 (Mei 2018): 7.
53Sandy Setiawan, “Analisis Portofolio Optimal Saham-Saham LQ45 Menggunakan Single Index Model di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2016,” Journal of Accounting and Business Studies 1, no. 2 (Maret 2017): 3.
54Mohammad Ichsanuddin dan Budiyanto, “Analisis Portofolio Optimal Dengan Model Indeks Tunggal Pada Perusahaan Retail di BEI,” Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen 5, no. 5 (Mei 2016): 2.
parah, seperti Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS-CoV) dan Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS-CoV). Covid ini merupakan penyakit yang bersifat zoonotic yang berarti virus ini ditularkan antara hewan dan manusia.
Menurut Kementrian Kesehatan Indonesia, kasus covid-19 ini berawal di Wuhan pada tanggal 30 Desember 2019. Penyebaran kasus ini sangat cepat terjadi bahkan hingga ke berbagai negara di belahan dunia.55
Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sudah menjadi pandemik, wabah global yang sudah meluas ke berbagai negara. Dari 212 negara yang terkena pandemik covid-19 tercatat hingga minggu pertama pada bulan Mei 2020, sedikitnya ada 4,1 juta manusia yang tertular virus ini, diantaranya ada 276 ribu manusia meninggal akibat wabah ini. Wabah ini membuat para wargadi Asia, Amerika, Eropa, Australia, Afrika dan Antartika merasa sangat khawatir. Banyak dari mereka yang langsung membatasi diri dengan aktivitas-aktivitas diluar, seperti melakukan social distancing (jarak jauh), berdiam diri dirumah, bekerja dan beribadah dirumah dalam waktu yang cukup lama. Virus Covid-19 ini awalnya timbul di daerah Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019.
Kemuadian, meluas cepat di Provinsi Hubei hingga pemerintah melakukan aturan lockdown. Hampir semua daerah disana melakukan karantina. Hanya butuh waktu kurang dari dua bulan, virus ini dengan sangat
55Silpa Hanoatubun, “Dampak Covid-19 Terhadap Perekonomian Indonesia,"
EduPsyCouns : Journal of Education, Psychology and Counseling 2, no.1 (2020): 147.
cepat menimbulkan kasus sebanyak 80.000 dan dengan jumlah kematian sebanyak 3.000 kasus. Hingga pada minggu ketiga di bulan Januari 2020, Covid-19 mulai menyebar hingga ke wilayah Asia, Amerika, Eropa, Australia dan Afrika. Ketika wabah ini mulai menurun di wilayah Cina, virus covid-19 ini justru melonjak di sejumlah negara Amerika, Eropa, Asia dan Afrika.
Pada awal Mei 2020, jumlah kasus yang terinfeksi covid-19 di Amerika Serikat, Spanyol, Italia, Inggris, Rusia, Perancis, Jerman, Brazil, Turki dan Iran sudah melebihi Cina sebagai sumber awal kehadiran virus ini. Sementara dalam kasus kematian, Amerika Serikat, Italia, Spanyol, Prancis, Inggris, Jerman, Iran dan Belgia merupakan negara-negara yang melebihi kasus di Cina disebabkan adanya virus covid-19 ini. Dalam upaya pencegahan penyebaran lebih luas virus ini, laju penularan di sejumlah negara terinfeksi sudah melakukan kebijakan lockdown, karantina wilayah hingga pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Laju penerbangan juga ikut diberhentikan sementara. Begitupun dengan transportasi darat dan laut yang juga ikut dibatasi kegiatannya. Beberapa sektor industri bahkan berhenti berproduksi.
Bahkan aktivitas manusia juga dicegah antar negara, provinsi, antar wilayah kabupaten dan kota yang terdampak wabah covid-19. Hal ini membuat perekonomian negara menjadi tertekan.56
56Dedi Junaedi, “Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pasar Modal Di Indonesia : Studi Kasus Indeks Saham Komposit (IHS),” Al-Kharaj : Jurnal Ekonomi, Keuangan dan Bisnis Syariah 2, no. 2 (2020): 110.
Sampai pada tanggal 8 Mei 2020, Worldometer mengkonfirmasi jumlah kasus lebih dari 4,09 juta dan kasus kematian sebanyak 276 ribu (CFR 6,9%) yang mana kasus tersebut dilaporkan pada 212 wilayah. Pusat utama dunia Amerika Serikat, Spanyol, Italia, Perancis, Jerman, Inggris, Iran, Turki, Cina, Rusia, Brazil dan Belgia. Diantara kasus kematian yang disebabkan oleh virus covid-19 ini, ribuan diantaranya adalah petugas kesehatan. Per tanggal 30 April 2020, wabah virus ini kembali mereda dalam kasus kematian. Sementara dalam pertumbuhan kasus yang terinfeksi masih terus mengalami peningkatan. Jumlah negara yang terdampak juga bertambah menjadi 2012 negara. Worldometer mengkonfirmasi terakumulai secara global total kasus terinfeksi sejumlah 3.303.850 kasus dan 233.813 kematian.
Total kasus harian bertambah dari 81.678 menjadi 85.2721 kasus. Sehingga ada 3.594 kasus baru setiap hari. Sedangkan untuk kasus kematian mengalami penurunan dari total 6.593 ke 5.793 orang. Tingkat penurunan angka kematian per hari sekitar 800 orang. Statistik Worldometer menunjukkan adanya kenaikan kasus yang signifikan terjadi di negara Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Jepang, Chili, Ceko, Ghana, Portugal, Peru, Prancis, Qatar, Maldiva, Kazakhastan, Belgia, Belanda, Panama, Afganistan, Swedia, Indonesia, Ukrania dan Dominika. Sementara untuk penurunan kasus yang signifikan terjadi di negara Spanyol, Belarus, Banglades, Brazil, Turki, Italia, Polandia, Tanzania, Meksiko, Singapura, Ekuador, Jerman, Nigeria,
Rumania, Bosnia, Iran, Kolombia, Firlandia, Oman, Afrika Selatan, Argentina, Aljazair dan Malaysia.57
Pandemi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah wabah yang berjangkit serempak dimana-mana atau meliputi geografis yang luas. Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ini muncul pertama kali di wilayah Wuhan, Tiongkok dan mulai menyebar hingga ke seluruh dunia.
World Health Organization (WHO) telah menetapkan kasus ini sebagai sebuah ancaman pandemi. Presiden Indonesia, Joko Widodo, melakukan Konferensi Pers pada tanggal 31 Maret 2020. Beliau mengumumkan mengenai kebijakan untuk menyikapi pandemi Covid-19 ini dengan mengeluarkan pernyataan bahwa kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)58, yang tentu saja kebijakan ini memiliki dampak terhadap perekonomian masyarakat Indonesia.
Kerangka Berpikir
Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data harga saham mingguan dari Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang sudah di seleksi dari daftar Kapitalisasi Pasar Terbesar (Kuarter 1, 2020). Kemudian, data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Data harga saham mingguan dan IHSG ini diperoleh menggunakan aplikasi Poem’s (Phillip Sekuritas). Data BI 7-Day Repo Rate
57Junaedi, “Dampak Pandemi Covid-19,” 111.
58Aprista Ristyawati, “Efektifitas Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Masa Pandemi Corona Virus 2019 oleh Pemerintah Sesuai Amanat UUD NRI Tahun 1945,” Administrative Law & Governance Journal 3, no. 2 (Juni 2020): 241.
yang diperoleh dari website resmi Bank Indonesia. Dari data yang telah dikumpulkan, kemudian diolah sehingga dapat ditentukan return dan risiko dari masing-masing sekuritas. Seteah return dan risiko diketahui, maka dilakukan penyusunan portofolio optimal dengan menggunakan Model Indeks Tunggal.
Sehingga, menghasilkan saham yang terpilih beserta proporsi dananya untuk masing-masing sekuritas tersebut. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut :
1
Gambar 2.1 Kerangka Berpikir
Model Indeks Tunggal
Portofolio Optimal Harga
Saham
IHSG
BI Rate
Risiko
Return Saham
Terpilih
Proporsi Dana