• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

1. Portofolio Optimal

Kegiatan berinvestasi adalah sebuah cara untuk memperoleh suatu keuntungan maupun memperoleh kerugian. Berinvestasi pada saham mengandung ketidakpastian/gharar dan juga memiliki tingkat risiko yang tinggi.Risiko yang ada tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni risiko sisematis dan risiko tidak sistematis. Risiko sistematis merupakan risiko yang diakibatkan oleh faktor buruk diluar perusahaan terkait, seperti inflasi/kenaikan harga barang secara umum. Sedangkan risiko yang tidak sistematis disebabkan oleh faktor buruk yang terjadi didalam perusahaan.26

Menurut Husnan, portofolio merupakan kumpulan investasi yang menyangkut identifikasi sekuritas-sekuritas mana yang akan dipilih, dan

26Ajeng Defi Aprilia, Ade Ali Nurdin dan Muhamad Umar Mai, “Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Dan Penentuan Nilai Risiko Pada Saham Syariah,” Journal of Applied Islamic Economics and Finance 1, no. 2 (Februari, 2021): 487.

berapa proporsi dana yang akan ditanamkan pada masing-masing sekuritas tersebut.27

Portofolio adalah satu bagian penting dalam manajemen keuangan.

Portofolio dapat diartikan sebagai kumpulan investasi (saham) dalam rangka untuk mendapatkan return yang optimal. Diharapkan dengan menginvestasikan dana di lebih dari satu sekuritas, akan ada kompensasi dari sekuritas lainnya. Sebagai contoh, jika berinvestasi pada dua sekuritas, sekuritas A dan sekuritas B. Sekuritas A mengalami kerugian, maka masih memiliki kemungkinan untuk dapat tertutupi (kompensasi) oleh keuntungan dari sekuritas B.28

Portofolio merupakan satu set investasi. Dengan membentuk suatu portofolio, investor dapat meminimalisir potensi kerugian yang akan didapatkan, karena ketika nilai dari satu sekuritas mengalami penurunan, masih ada saham pada sekuritas lain yang mengalami kenaikan.29 Tujuan dari pembentukan portofolio ini adalah untuk meminimalkan risiko investasi melalui diversifikasi.30 Pembentukan portofolio dilakukan dengan memilih kombinasi saham yang termasuk dalam kualifikasi portofolio yang memiliki tingkat return ekspektasi tinggi. Juga dipilih berdasarkan nilai dari kombinasi

27Satriya Bayu Laksana dan Prijati, “Analisis Portofolio Optimal Model Indeks Tunggal Pada Perusahaan Perbankan di BEI,” Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen 5, no. 1 (Januari 2016): 3.

28Guruh Sugiharto, “Analisis Portofolio Optimal Saham Syariah Pada Jakarta Islamic Index Di Bursa Efek Indonesia Periode Oktober 2010 - September 2011 (Pendekatan Indeks Tunggal)”

(Universitas Mataram, 2012), 36.

29Ajeng Defi Aprilia, Ade Ali Nurdin dan Muhamad Umar Mai, “Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Dan Penentuan Nilai Risiko Pada Saham Syariah,” Journal of Applied Islamic Economics and Finance 1, no. 2 (February, 2021): 487.”

30Sandy Setiawan, “Analisis Portofolio Optimal Saham-Saham LQ45 Menggunakan Single Index Model di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2016,” Journal of Accounting and Business Studies 1, no. 2 (Maret 2017): 2.

saham yang memiliki tingkat risiko yang rendah diantara pilihan saham yang tersedia.31

Dalam menginvestasikan modal yang dimiliki sangat jarang investor untuk menanamkan modalnya pada satu saham, investor seringkali melakukan diversifikasi saham dengan mengkombinasikan beberapa saham dalam portofolionya. Tujuan dilakukan diversifikasi ini adalah untuk mengurangi risiko yang ditanggung oleh investor. Apabila investor hanya menginvestasikan modalnya pada satu saham saja dan saham tersebut mengalami penurunan yang besar, maka kerugian yang ditanggung investor tersebut juga besar. Namun, jika investor menanamkan modalnya pada banyak saham (melakukan diversifikasi), cara ini lebih efektif, karena apabila suatu saham mengalami kerugian akibat penurunan harga saham dapat diminimalkan oleh capital gain atau keuntungan akibat dari harga saham lain yang mengalami kenaikan harga.32

Risiko investasi yang dapat dihindari dengan melakukan diversifikasi saham ini adalah risiko tidak sistematis.33 Risiko tidak sistematis terjadi karena kondisi perusahaan yang tidak baik dan kondisi ini hanya terjadi pada

31Rachmat Devit dan Sasi Agustin, “Analisis Portofolio Optimal Dengan Model Indeks Tunggal Pada Saham Perusahaan Pertambangan,” Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen 5, no. 8 (Agustus 2016): 5.

32Satriya Bayu Laksana dan Prijati, “Analisis Portofolio Optimal Model Indeks Tunggal Pada Perusahaan Perbankan di BEI.” Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen 5, no. 1 (Januari 2016): 2.

33Sandy Setiawan, “Analisis Portofolio Optimal Saham-Saham LQ45 Menggunakan Single Index Model di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2016.” Journal of Accounting and Business Studies 1, no. 2 (Maret 2017): 3.

perusahaan yang bersangkutan saja.34 Investor yang realistis akan melakukan investasi tidak hanya pada satu investasi saja, akan tetapi melakukan diversifikasi pada berbagai instrumen investasi guna meminimumkan risiko dan memaksimalkan return. Strategi diversifikasi ini dilakukan dengan portofolio optimal, yang berarti keuntungan diperoleh dengan diversifikasi pada berbagai saham yang memiliki return yang cukup tinggi. Pemilihan portofolio optimal juga akan dipengaruhi oleh preferensi (cenderung menghindari) investor atas risiko. Investor yang rasional akan mempertimbangkan untuk membeli saham-saham yang termasuk dalam portofolio optimal. Cara ini juga disebut sebagai investasi aktif. Besarnya minat investor untuk bertransaksi pada saham-saham yang merupakan portofolio optimal (berkinerja baik) menunjukkan bahwa investor bersikap rasional.35

Portofolio saham merupakan cara yang paling efisien untuk membentuk kombinasi saham dari berbagai macam kumpulan saham dengan tujuan untuk mendapatkan return yang optimal sesuai dengan yang diharapkan. Portofolio optimal adalah portofolio yang dipilih oleh investor dari sekian banyak portofolio yang efisien. Membentuk portofolio yang optimal diperlukan perhitungan dan analisa atas saham yang akan

34Mohammad Ichsanuddin dan Budiyanto, “Analisis Portofolio Optimal Dengan Model Indeks Tunggal Pada Perusahaan Retail di BEI.” Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen 5, no. 5 (Mei 2016): 1.

35Sandy Setiawan, “Analisis Portofolio Optimal Saham-Saham LQ45 Menggunakan Single Index Model di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2016.” Journal of Accounting and Business Studies 1, no. 2 (Maret 2017): 7.

diinvestasikan. Salah satu model yang sederhana dan efektif yang dapat digunakan untuk pembentukan portofolio optimal adalah model indeks tunggal.36 Portofolio efisien merupakan portofolio yang memberikan return ekspektasi terbesar dengan tingkat risiko tertentu atau memberikan risiko yang terkecil dengan tingkat return ekspektasi tertentu. Portofolio efisien bukan berarti portofolio optimal. Portofolio efisien adalah portofolio yang baik tetapi bukan yang terbaik. Portofolio efisien hanya memiliki satu faktor baik, yakni return ekspektasian dan risiko belum terbaik. Sedangkan, portofolio optimal merupakan portofolio dengan kombinasi return ekspektasian dan risiko yang terbaik.37

Suatu portofolio dikatakan efisien apabila memenuhi kondisi sebagai berikut; 1) Memberikan return ekspektasi terbesar dengan risiko yang sama, dan 2) Memberikan risiko terkecil dengan tingkat return ekspektasi yang sama. Portofolio yang efisien dapat ditentukan dengan cara menentukan tingkat risiko tertentu dan memaksimalkan return ekspektasinya atau menentukan return ekspektasi tertentu kemudian meminimalkan tingkat risikonya. Dalam menentukan portofolio optimal, maka yang dilakukan pertama kali adalah menentukan portofolio yang efisien. Dari sekian banyak portofolio yang efisien, hanya ada satu portofolio yang optimal yang dipilih

36Mohammad Ichsanuddin dan Budiyanto, “Analisis Portofolio Optimal Dengan Model Indeks Tunggal Pada Perusahaan Retail di BEI. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen 5, no. 5 (Mei 2016): 2.

37Moehamad Andik Firmansyah dan Erwin Dyah Astawinetu, “Analisis Portofolio Optimal Dengan Menggunakan Model Indeks Tunggal Pada Saham IDX BUMN20 di Bursa Efek Indonesia Januari 2018 - Januari 2019. Jurnal Ekonomi Manajemen (JEM17) 4, no. 2 (November 2019): 35.

dari beberapa portofolio efisien tersebut. Penentuan portofolio optimal dilakukan dengan cara menentukan rasio antara ERB (Excess Return to Beta) yang merupakan selisih dari return ekspektasi dengan aktiva bebas risiko.

Rasio ini yang akan menentukan portofolio optimal. Setelah sekuritas- sekuritas yang membentuk portofolio optimal, maka selanjutnya dapat ditentukan berapa proporsi dana yang akan diinvestasikan dalam portofolio optimal tersebut berdasarkan nilai tingkat return portofolio dengan tingkat keuntungan pasar.38

Pembentukan portofolio dilakukan dengan cara memilih kombinasi saham dari saham yang termasuk dalam kriteria atau kandidat portofolio yang memiliki nilai tingkat expected return yang paling tinggi diantara pilihan dari kombinasi saham yang ada. Portofolio optimal juga dipilih berdasarkan nilai dari kombinasi saham yang memiliki nilai tingkat risiko paling rendah diantara pilihan kombinasi saham yang ada.39

Sebelum menentukan portofolio optimal, maka langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan portofolio yang efisien. Portofolio efisien dapat ditentukan dengan memilih tingkat keuntungan ekspektasi tertentu dan meminimalkan tingkat risikonya, atau sebaliknya. Penentuan portofolio optimal dilakukan dengan menentukan rasio antara ERB (Excess Return to

38Fauny Anita Sari dan Bambang Hadi Santoso, “Analisis Portofolio Optimal Dengan Model Indeks Tunggal Pada Perusahaan Manufaktur Dalam Indeks LQ-45 Di BEI,” Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen 7, no. 5 (Mei 2018): 7.

39Rachmat Devit dan Sasi Agustin, “Analisis Portofolio Optimal Dengan Model Indeks Tunggal Pada Saham Perusahaan Pertambangan,” Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen 5, no. 8 (Agustus 2016): 2.

Beta) yang merupakan selisih dari return ekspektasi dengan aktiva bebas risiko. Rasio ini yang akan menentukan portofolio optimal. Kemudian, saham-saham yang membentuk portofolio optimal dapat ditentukan berapa proporsi dana yang akan diinvestasikan pada masing-masing saham tersebut.40

Perhitungan untuk menentukan portofolio optimal akan sangat dimudahkan jika hanya didasarkan pada sebuah angka yang dapat menentukan apakah suatu sekuritas dapat dimasukkan ke dalam portofolio optimal tersebut. Angka tersebut adalah rasio antara ekses return dengan beta (excess return to beta ratio). Rasio ekses return dengan beta adalah:

ERB

i

=

��

β

Keterangan :

ERBi = Excess return to beta sekuritas ke-i

E(Ri) = Return ekspektasi berdasarkan model indeks tunggal untuk sekuritas ke-i

RBR = Return aktiva bebas risiko (Sertifikat Bank Indonesia) βi = Beta sekuritas ke-i

40Fauny Anita Sari dan Bambang Hadi Santoso, “Analisis Portofolio Optimal Dengan Model Indeks Tunggal Pada Perusahaan Manufaktur Dalam Indeks LQ-45 di BEI," Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen 7, no. 5 (Mei 2018): 7.

Excess Return didefinisikan sebagai selisih return ekspektasi dengan return aktiva bebas risiko. Excess Return to Beta berarti mengukur kelebihan return relatif terhadap satu unit risiko yang tidak dapat di diversifikasikan yang diukur dengan beta. Rasio ERB ini juga menunjukkan hubungan antara dua faktor penentu investasi, yaitu return dan risiko.

Portofolio yang optimal akan berisi dengan aktiva-aktiva yang mempunyai nilai rasio ERB yang tinggi. Aktiva-aktiva dengan rasio ERB yang rendah tidak akan dimasukkan ke dalam portofolio optimal. Dengan demikian diperlukan sebuah titik pembatas (cut-off point) yang menentukan batas nilai ERB berapa yang dikatakan tinggi. Besarnya titik pembatas ini dapat ditentukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Urutkan sekuritas-sekuritas berdasarkan nilai ERB terbesar ke nilai ERB terkecil. Sekuritas dengan nilai ERB terbesar merupakan kandidat untuk dimasukkan ke dalam portofolio optimal.

b. Hitung nilai Ai dan Bi untuk masing-masing sekuritas ke-i sebagai berikut:

A

i

=

[� ��].β

Keterangan :

Ai = Variabel bantu yang dinotasikan dengan A

E(Ri) = Return ekspektasi berdasarkan model indeks tunggal untuk sekuritas ke-i

RBR = Return aktiva bebas risiko βi = Beta sekuritas ke-i

ei2 = Varian kesalahan residu yang merupakan variabel acak dengan nilai ekspektasinya sama dengan nol atau E(ei)=0

B

i

=

β

Keterangan :

Bi = Variabel bantu yang dinotasikan dengan B βi = Beta sekuritas ke-i

ei2 = Varian kesalahan residu yang merupakan variabel acak dengan nilai ekpektasinya sama dengan nol atau E(ei)=0

c. Hitung nilai Ci

C

i

=

+�

Keterangan :

Ci = Variabel bantu yang dinotasikan dengan C

m2 = Varian dari indeks pasar

d. Besarnya cut-off point (C*) adalah nilai Ci dimana niali ERB terakhir kali masih lebih besar dari nilai Ci.

e. Sekuritas-sekuritas yang membentuk portofolio optimal adalah sekuritas- sekuritas yang mempunyai nilai ERB lebih besar atau sama dengan nilai ERB di titik C*. Sekuritas-sekuritas yang mempunyai nilai ERB lebih

kecil dengan ERB di titik C* tidak diikutsertakan dalam pembentukan portofolio optimal.41

Dokumen terkait