• Tidak ada hasil yang ditemukan

Panggung Balakang LP

Dalam dokumen 01 COVER fanyx - Repository UNISBA (Halaman 38-43)

4.5 Panggung Belakang

4.5.1 Panggung Balakang LP

Dalam kesehariannya, LP berperan dengan sikapnya yang asli. Di sini ia berperilaku sesuka hatinya, tanpa takut ada orang lain yang memperhatikannya.

Ruang gerak LP di sini sangat bebas, karena ia kembali kepada pribadi yang sebenarnya. LP yang merupakan mahasiswi tingkat akhir ini ia berbicara secara spontanitas, tidak pernah mengontrol ketika sedang berbicara di kampus dengan teman-temannya, mungkin ia sangat nyaman dengan seperti itu, karena sifat ia yang sebenarnya adalah seperti itu. Gaya bahasa LP sama saja dengan teman lainnya yang ramai dengan penuh canda tawa saat berbicara di tengah-tengah waktu kosong kuliah. Dia pun berpakaian layaknya seorang mahasiswi ketika di lingkungan kampus.

“Ya kaya gini seneng banget kalau di kampus fan, ketemu sama temen- temen yang gesrek ga ada lima hahaha, jadi kalau lagi nunggu jam masuk kuliah berikutnya tuh aku suka main games ada lima itu loh, ga kuat suka ngakak aja, sampe kram perut, yang paling males kalau udah kalah terus suruh minta nomer hape cowok yang ngelewat, suka ga ngerti sama mereka teh seneng gitu kayaknya kalau ngeliat aku dipermalukan hahaha” (Hasil Wawancara dengan LP).

Ketika dalam wawancara di kampus, ada salah satu temanya yang mengatakan kalau LP malas dengan yang namanya mandi. Temannya mengatakan bahwa di balik cantiknya seorang LP, terdapat kemalasan untuk mandi. LPpun menanggapi seperti kutipan di bawah:

“hahaha parah dia mah fitnah fannn!!! Tapi emang iya sih hahaha aku tuh klo kuliah pagi terus kesiangan suka langsung pergi aja, soalnya absen kan sayang, nah apalagi kalau dosennya killer haha udah ga ada pilihan lain, aduh apa banget sih gw malu-maluin yah hahahaha tapi beres kuliah aku pulang lagi, terus mandi terus ke kampus lagi buat matkul yang kedua, untung rumah deketkan hahaha” (Hasil Wawancara dengan LP).

LP mengakui bahwa ia adalah seseorang yang friendly, pribadi yang mudah bergaul dengan orang lain karena menurutnya teman adalah sumber rezeki.

Selain itu ia pun merasa bahwa dirinya adalah pribadi yang mandiri, LP yang terlihat mewah di panggung depan ternyata ia tak sungkan dan tak merasa malu ketika ia harus pergi menggunakan angkot atau ojek pangkalan. Peneliti berpendapat tak akan ada yang menyangka LP yang di panggung depan sangat terlihat mewah, glamour, high class, tetapi dia tak merasa malu untuk berpergian naik angkot.

Di akhir tahun 2014, LP yang tak menyangka bahwa followers di Instagramnya semakin bertambah banyak. Saat di wawancarai, LP pun mengakui dulu saat awal menggunakan Instagram tak ada hal-hal yang benar sengaja dipersiapkan untuk mengupload sebuah foto ke dalam akun Instgaramnya. Hanya saja LP mengakui kalau dirinya ingin dikenal oleh followersnya sebagai seorang mahasiswi yang memiliki profesi sampingan sebagai model yang memiliki selera

“Dulu aku ga begitu niat kalau share foto di Instagram itu harus perfect, ya sekedar klo aku ingin share ya share aja, sebenernya sama aja sih kaya cewe lain, klo ngerasa cantik pasti di share kan? hahaha…Cuma aku emang sering sih upload foto-foto aku lagi pemotretan gitu jadi mereka tau kali ya kalau aku model” (Hasil Wawancara dengan LP).

LP yang diwawancarai setelah melalukan pemotretan mengaku senang karena dengan banyaknya follower di Instagram, selain sering mendapatkan uang jajan lebih dari para pelaku endorser, juga job ia sebagai model menjadi semakin banyak. Menurutnya ini adalah salah satu effect dari ia menjadi seorang Selebgram yang semakin mempunyai citra baik di depan khalayak yang membuat LP di senangi banyak orang. Ungkapan yang di lontarkan LP seolah-olah LP merasa bahwa impression management yang ia lakukan berhasil. Oleh karena itu semenjak menjadi seorang Selebgram LP mengakui bahwa penting sekali melakukan impression management untuk menampilkan sosoknya di panggung depan karena ia merasa di perhatikan oleh khalayak yang banyak meskipun sebenarnya di panggung belakang ia tak seperti apa yang di lakukan di panggung depan.

Informan Pendukung Panggung Belakang LP

Disini peneliti mencari informan pendukung yang dapat menguatkan temuan peneliti di lapangan. Informan pendukung yang peneliti pilih untuk mengetahui lebih jelas lagi panggung belakang LP sebagai Selebgram yaitu Ramda Nur Fauziah yang memiliki status sebagai manager LP di media sosial

Ramda telah menjadi manager LP di media sosial Instagram semenjak pertengahan 2015 di bulan Agustus. LP yang memutuskan untuk menggunakan Ramda sebagai jasa manajer untuk menangani endorser yang semakin banyak.

Selain itu dengan adanya manager LP tidak perlu tahu lagi bagaimana proses negosiasi yang dilakukan oleh Ramda selaku manager dengan client sebagai pengendors. Setelah peneliti mewawancarai Ramda, ternyata alasan utama LP ingin menggunakan manager karena ia ingin lebih professional lagi, karena LP yang tak mampu menolak dan memberikan harga ketika endorser tidak mempunyai budget untuk promo.

“LP tuh orangnya ga tegaan, kalau ada brand yang ga punya budget, LP suka tetep bantuin dengan alesan kasian, kita sih bukanya ga mau bantuin tapi kan emang LP juga butuh persiapan kaya kesalon, itu kan juga ngeluari biaya, belum transport, kan kita suka fotonya di café-café, terus di cafenya kita ga mungkin ga pesen, jadi ya wajar kalau kita ngasih rate untuk setiap yang mau endors” (Wawancara di my loc caffe)

Selain Ramda menuturkan bahwa LP memiliki sifat yang tidak tegaan, ia pun menjelaskan kepada peneliti sikap LP menurut ia pribadi di caffe My Lok Braga pada tanggal 20 Januari 2016 dengan suasana penuh canda tawa yang memperlihatkan kehangatan juga menunjukkan kedekatan meraka sangatlah intim.

Peneliti : Nda, kalau menurut nda pribadi LP itu gimana? Kalau di Instagram kan kayaknya idaman banget

Ramda : LP aslinya? ga banget hahaha ga ngerti gua juga kenapa banyak cowok yang suka ama dia, padahal dia tuh aduh yaaa nyablak banget anaknya

Peneliti : Nyablak gimana?

Ramda : Ya gitu kalau ngomong kebun binatang dibawa-bawa hahaha Peneliti : Terus apalagi?

Ramda : Anaknya kurang minum air putih jadi suka ga fokus, kalau di

Peneliti : haha dasar, beda yah kalau lagi di media sosial Instagram, kayaknya ga banyak ngomong sampe komen juga jarang di bales

Ramda : Bukan pendiem dia mah, tapi emang males aja kali balesin Peneliti : Yang identik dengan LP apa?

Ramda : Pasti kalau orang yang belum kenal sama LP, terus nanya ke aku, mereka tuh pasti nyangkanya LP tuh jarang ngomong, lemah lembut padahal kita yang udah kenal aduh “teu”

hahaha jarang ngomong dari mana, bawel gini hahaha Peneliti : haha, Selain itu nda?

Ramda : Bandel, anaknya tuh, keliatanya kan penurut yah, padahal yah dia tuh nekad, mamahnya kan galak, LP sendiri nyebut mamahnya itu Kanjeng Mamih haha karena emang galak, tapi ya gitu udah tau mamahnya galak, ga suka kalau LP pulang malem tapi tetep aja dia suka boong bilangnya ngerjain tugas padahal mah ulin… haha

Peneliti : haha, oh ya? Terus kalau kuliah sama modelling seimbang?

Ramda : Dia mah ih aduh ga ngerti lagi, jarang pisan masuk, jadi weh banyak yang harus remedial, terus paling parah dia jarang dapet info kampus, sampe ini nih, sekarang dia di cuti paksa karena telat bayaran kampus, hadeuhhh ngakak gw liat kelakuanya haha

Peneliti : wahaha, pasti followers di Instagramnya ga akan nyangka yah haha

Ramda : Ga akan hahaha

Peneliti : Tapi di kehidupan nyata LP banyak tapi yah temennya

Ramda : Yah, karena LP kan emang baik orangnya, supel, terus kalau pertama kenal pasti kesanya Ramah, kalau udah kenal lama, ramahnya pake banget haha, ketawa-ketawa mulu kalau bareng sama dia, suka bodor ada aja kelakuanya ga kuat, untung geulis haha

Peneliti : Kalian cocok ya kalau ngomong, serius tapi sambil becanda jadi ga garing gini haha seru… seru….

Ramda : hahaha sok atuh serius sekarang mah

Peneliti : Tapi udah cukup kayaknya hahaha sok intinya menurut nda sebagai manager LP, LP itu orangnya gimana?

Ramda : Ya, kalau untuk nda, LP itu orangnya baik, ramah, dia itu kalau temenan ga pilih-pilih, ga tegaan juga tapi ya jeleknya dia itu males terus suka terburu-buru jadi ya anaknya teledor.

(Hasil Wawancara dengan Informan IV Ramda Nur Fauziah, 20 Januari 2016).

Dalam dokumen 01 COVER fanyx - Repository UNISBA (Halaman 38-43)

Dokumen terkait