4.5 Panggung Belakang
4.5.2 Panggung Belakang EP
SMA karena orang tua aku divorce dari aku umur 12 tahun” (Hasil wawancara dengan EP)
Sejak masih duduk di sekolah dasar EP yang aktif dalam dunia modelling, ia sudah arahkan untuk menjadi seorang model oleh ibunya. Setalah menjalani profesinya di dunia model ia mengakui bahwa gaya hidup yang semakin tinggi tetap harus ia jalankan, oleh karena itu menjadi model dewasa pun tidak ia tolak.
Alasan utamanya adalah fee yang di dapatkan sangatlah besar menurutnya.
Wanita berusia 23 Tahun ini sebenarnya merasa menyesal dengan tato yang ada pada beberapa bagian badannya, ia pun terkadang merasa beban menjadi model sexy. Tak jarang banyak cibiran yang ia dapatkan melalui media sosial termasuk di dalam akun Instagramnya namun semuanya ia lakukan karena tuntutan profesinya sebagai model juga selebgram yang sudah terlanjur memiliki ciri khas dengan kesexyanya. Banyaknya comment dari followers terkadang membuat ia merasa malu, karena tidak sedikit followers yang memberi comment negatif ketika ia mengupload foto sexynya ke dalam akun Instagramnya. Akan tetapi semua rasa yang ia rasakan tidak pernah ia perlihatkan di Instagramnya, ia terlihat lebih cuek dengan comment yang ada. Meskipun sebenarnya ia pun masih mempunyai rasa malu, dan sedikit menyesali dengan profesinya sebagai model sexy, ucapnya ketika saat ia diwawancara oleh peneliti.
EP yang memang sudah terbiasa dengan penampilan sexy di panggung depanya ini ternyata bertolak belakang dengan keinginan di dalam hati kecilnya, sebenarnya ia pun malu dan menyadari tak sepantasnya ia seberani ini untuk menjadi model beberapa majalah dewasa juga beberapa prodak pakaian tidur
wanita dewasa sepeti lingery. Namun kebutuhan yang harus ia cukupi membuatnya tak berfikir lagi dan ia merasa bahwa ini adalah salah satu bentuk keprofeionalnya.Ia pun tak begitu menghiraukan karena hal tersebut sebenarnya ia lakukan karena kebutuhan ekonomi, ia juga merupakan tulang punggung keluarga. Sebenarnya ia merupakan sesosok wanita pekerja keras, yang mempunyai rasa tanggung jawab yang sangat besar. Ia membiayai kehidupan ibunya juga biaya adiknya pun ia yang menanggung sendiri, mulai dari biaya sekolah sampai biaya kesehariannya.
“Hahaha malu sih aku juga kadang-kadang sama diri aku sendiri, apalagi kalau ketemu sama temen model yang baik yang ga berani ambil job sexy, tapi ya aku juga suka inget lagi sama kebutuhan hidup aku jadi ya ga udalah gpp. Lumayan juga kan fee kalau foto model sexy, coba kalau show-show biasa atau show wedding, ya kan yank? mereka cuma dapet ratusan ribu. Paling kendalanya sih suka takut aja ketauan sama keluarga, mamah aku ga tau sampe saat ini klo aku suka foto gitu-gitu.”
(Hasil wawancara dengan EP)
Dalam kehidupan sehari-hari, EP kembali seperti biasa, pakaian yang ia kenakan sehari-hari ketika berada di lingkungan rumah dan keluarganya berbeda sekali dengan apa yang ia posting, di lingkungan rumahnya ia berpakaian cukup sopan, tidak senonoh seperti apa yang ia kenakan di dalam akun Instagram. Ini terbukti dengan keluarga EP yang tidak mengetahui bahwa EP mempunyai tato di dalam tubuhnya. Ia menuturkan bahwa ia tak mungkin meminta izin untuk menggunakan tato karena basic keluarganya yang cukup agamis, bahkan EP sendiri mempunyai dasar agama yang cukup kuat, terbukti ia bisa membaca al- qurán dan tidak jarang juga ia melakukan sholat.
“Kalau di rumah terus kalau ketemu sama keluarga aku biasa aja, pake
client untuk briffing pemotretan atau aku lagi jalan-jalan ke mall ya aku sexy lagi, kenapa ya… soalnya aku ngerasa ga PD kalau ga sexy hehe”
(Hasil wawancara dengan EP)
Selain itu EP pun ternyata pernah menikah ketika baru lulus dari bangku SMA. Akan tetapi ia sangat menutupi hal ini, dan tidak pernah ia perlihatkan sekalipun di Instagramnya kalau ia berstatus janda atau ia pernah menikah.
Semuanya ia lakukan agar tidak menurunkan orderan job ia sebagai model dan tentu saja citra dirinya di depan khalayak. EP yang pernah merasakan hidup kekurangan ini menuturkan bahwa ia memang memilih terlebih dahulu untuk menerima endorsement yang branded saja karena pilihanya itu harus masuk dengan stylenya yang tentu saja akan menunjang citra dirinya di depan khalayak.
Namun EP tetap ingin membantu para endorser yang baru merintis dengan tidak memberikan rate yang terlalu tinggi.
Informan Pendukung Panggung Belakang EP
Peneliti mewawancai informan pendukung panggung belakang untuk lebih memperjelas lagi pribadi sebenarnya yang hanya ia lakukan di hadapan orang- orang terdekatanya yang merupakan sisi panggung belakang dari seorang Selebgram sexy seperti EP pada tanggal 23 Januari 2016 di Javana Bistro caffe.
Bagas seorang pria yang sedikit gemulai ini adalah teman dekat EP yang berteman semenjak pertama kali bertemu di tempat EP pemotretan di tahun 2011.
Ia menuturkan bahwa ia adalah teman terdekat EP yang selain sering menemani EP pemotretan ia juga adalah teman satu kosan di daerah Arcamanik Bandung.
EP seorang wanita yang memiliki solideritas yang tinggi karena EP denganya sama-sama pernah merasakan hidup susah dan berjuang bersama-sama mencari kerjaan.
“Kalau di bilang mah aku teh asisten plus plus cin, EP pemotretan cusss, EP hangout cusss, kemana-mana akika selalu ikut hahaha”
Peneliti mengajukan beberapa pertanyaan kepada Bagas mengenai pribadi EP yang memang hanya dia selalu teman dekat mengetahui panggung belakang yang tak EP tampilkan di panggung depan
Peneliti : Gas, EP udah foto apa aja? Kamu kan selalu ikut ya
Bagas : Wuhhh, jam terbang deseu sudah melanglang buana cin…
banyak sekali… Model sexy buat majalah sudah biasa, foto konsep juga sudah biasa, prodak daleman wanita kaya lingery itu lumayan sih
Peneliti : EP orangnya gimana sih Gas aslinya?
Bagas : Dia itu bawel ya biasalah cewek ya, dia tuh paling males keluar kalau emang ga ada tujuan, senengnya diem di kosan, kaya burung aja ngerem
Peneliti : Deket sama keluarganya ga Gas?
Bagas : Deket kok, kalau EP Pulkam (pulang kampung) aku suka ikut juga
Peneliti : Loh, EP bukanya asli Bandung ya? Ko pulang kampung
Bagas : Ya ampun neee, ga bisa di ajak becandaan deh. Ya maksudku kalau EP ke rumah mamahnya aku selalu ikut begituuu
Peneliti : haha dasar, terus kalau ketemu mamahnya, EP suka pake baju yang sexy juga?
Bagas : Kagalahhh… EP di gantung deh kalau mamahnya ngeliat dia pake baju sexy
Peneliti : Ada pengalaman yang ngegambarin kedeketan kamu sama EP ga?
Bagas : Banyak cin… Nih yah pernah waktu EP lagi sepi job, tagihan mobilnya ekeu yang bayar. Pernah juga waktu gua yang lagi ga ada duit, EP yang beliin gua beras huhu sedih deh hahaha Peneliti : Oh ya? Pernah sampe susah seneng bareng-bareng ya kalian Bagas : Ya tentu dong, ada pasang surutnya kan kalau jon free lance
kaya kita
Peneliti : Tapi di Instagram kayaknya heddon banget kehidupan EP?
Bagas : Ya kita kan sering kesana kemari, mereka kan ga tau kalau kita
Seringya kan makan minum di tanggung mereka, ya kita ga ngeluarin uang donggg
Peneliti : Oh gitu, Kalau belanja, EP kan sering belanja
Bagas : Dia belanja kalau lagi ada duit, sama aja kok kaya kita, kalau lagi ga ada duit ya udin diem di rumah
Peneliti : EP dimata Bagas gimana?
Bagas : Baik orangnya, Loyal sama temen sendiri, ga perhitungan Peneliti : Tau ga kalau di Instgram EP itu Selebgram?
Bagas : Ya jelas tau dong, yang motion endorsan siapa? Akika itu cin, merangkap juga jadi fotographer ekeu haha
(Hasil Wawancara dengan Informan V Bagas, 23 Januari 2016).