• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Bank NTB Syariah Dalam Mendukung Usaha Ternak

BAB III PEMBAHASAN

A. Peran Bank NTB Syariah Dalam Mendukung Usaha Ternak

Peran adalah elemen dinamis dari fungsi. Jika seseorang mema sukkan hak dan kewajibannya sesuai dengan fungsinya, maka dia akan kehilangan posisi. Setiap orang memiliki peran yang beragam yang berasal dari gaya hidup bermasyarakat.

Pacaran sosialnya dalam masyarakat adalah hubungan antara peran laki-laki atau perempuan dalam masyarakat. Peran diatur melalui cara norma yang relevan.

Peran adalah suatu unsur dinamis dari fungsi (reputasi) yang dimiliki melalui sarana seseorang, sedangkan reputasi adalah suatu ketetapan hak dan kewajiban yang dimiliki seseorang apabila seseorang menjalankan hak dan kewajibannya sesuai dengan fungsinya, maka ia memasukkan suatu fungsi.

Menurut Levinson dan Soekanto terdiri dari 3 hal, sebagai berikut:

1) Peran mencakup norma-norma yang berkaitan dengan fungsi atau wilayah seseorang dalam masyarakat. Peran dalam nuansa ini merupakan rangkaian peraturan yang menjadi pedoman seseorang dalam kehidupan bermasyarakat.

2) Peran adalah gagasan tentang apa yang dapat dilakukan oleh orang-orang dalam masyarakat sebagai perusahaan bisnis.

25 https:// infodakwahislam, 2013

20

3) Peran juga dapat dinyatakan sebagai perilaku laki-laki atau perempuan yang sangat vital bagi bentuk sosial masyarakat.

Dalam kehidupan berkelompok tadi akan terjadi interaksi antara anggota masyarakat yang satu dengan anggota masyarakat yang lainnya. Tumbuhnya interaksi diantara mereka ada saling ketergantungan. Dalam kehidupan bermasyarakat itu muncul adap yang dinamakan peran.26

Jika melihat pengertian tersebut bisa dikatakan peran adalah suatu sikap atau perilaku yang diharapkan oleh banyak orang atau sekelompok orang terhadap seseorang yang memiliki status atau kedudukan tertentu. Peran yang dijalankan seseorang merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan terkait dengan status yang dimiliki.

b. Bank NTB Syariah

Sebagai lembaga keuangan, Bank NTB Syariah pada dasarnya memiliki hobi prinsip untuk mengumpulkan kisaran harga dari masyarakat umum dan menyalurkan kembali kisaran harga tersebut ke jaringan dan menawarkan penawaran perbankan. Yang hobi membocorkan kisaran harga, Bank NTB Syariah memberikan penawarannya melalui sarana pembiayaan.

Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan melalui cara Muhammad, , ia mendefinisikan bahwa “Pembiayaan adalah karakteristik perantara bank, yang menyalurkan kisaran harga kepada masyarakat umum dalam bentuk pembiayaan yang diterima dari keuangan publik. tabungan atau deposito”.

Pemberian pembiayaan merupakan hobi yang sangat penting karena dengan pembiayaan dapat diperoleh sumber keuntungan utama dan sebagai pedoman bagi kelangsungan usaha bank.

Kehidupan Bank NTB Syariah memiliki dampak yang sangat baik, khususnya bagi para pelaku usaha peternakan yang

26 Irvan, “Peran Perbankan Syariah Dalam Mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah”, Skripsi, (Studi Kasus Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Arthan Madani), hal. 21-22.

21

memang menginginkan kisaran harga dalam rangka mengembangkan usaha dagangannya.27

4. Tinjauan Tentang Usaha Ternak Sapi

Sapi merupakan ternak yang paling penting sebagai pemasok daging, susu, kerja keras dan berbagai kebutuhan lainnya. Sapi menghasilkan sekitar 50% kebutuhan daging dunia, 95%

kebutuhan susu dan 85% kebutuhan berbahan dasar kulit. Sapi berasal dari famili Bovida e, terdiri dari Bison, banteng, kerbau (Bubalus), kerbau Afrika (Syncherus) dan Anoa. 28

Usaha peternakan adalah suatu sistem pencampuran unsur- unsur manufaktur dalam bentuk tanah, ternak, kerja keras dan modal untuk memasok produk ternak. Dalam usaha ternak skala kecil, peternak biasanya bercirikan sebagai pengambil keputusan yang berusaha membuat pilihan-pilihan yang mungkin kuat dan ramah dalam menjalankan dan menghadapi usaha ternak mereka.

Sifat sosial keuangan peternak (varietas ternak, umur, lama pemeliharaan, variasi tanggungan, lokasi kandang) dapat mempengaruhi peternak dalam melakukan seleksi yang dapat memberikan berkah bagi usaha ternaknya. Sehingga sifat sosial- keuangan akan berpengaruh pada keuntungan yang diperoleh dengan bantuan penggunaan petani, jadi sangat penting untuk menemukan unsur-unsur yang berpengaruh pada keuntungan peternak hewan ternak. 29

Peternakan adalah semua topik yang menyangkut sumber daya tubuh, benih, bibit dan/atau pakan, pakan, alat dan mesin ternak, budidaya ternak, panen, pascapanen, pengolahan, pemasaran, dan pemanfaatannya (UU No. 18 Tahun 2009).

Pemuliaan ternak memiliki masa depan yang menjanjikan, karena pengembangan ternak jenis ini pada dasarnya ditentukan dengan memanfaatkan berkah bagi kehidupan masyarakat. Sapi memiliki

27 Harum Rahman, Peranan Bank NTB Syariah dalam Meningkatkan Usaha Penggemukan Sapi Di Desa Tangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima, (Jurnal:

Program Studi Manajemen Inovasi Sekolah Pascasarjana Universitas Teknologi Sumbawa), Vol. 1, No. 9 Februari 2022.

28 Rary AR, Kelembagaan Pada Kelompok Peternak Sapi Potong, Skripsi, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanudin Makasar, 2017..

29 Sugeng Y. B, Sapi Potong, Penebar Swadaya, Jakarta 1992.

22

berkah yang sangat esensial, antara lain sebagai suplai daging, booming sesuai dengan keuntungan perkapita, suplai kerja keras, pupuk kandang sebagai pupuk, dan sebagai tabungan.30

Anggraini, menyatakan usaha peternak dapat di klasifikasikan menjadi tiga kelompok berdasarkan skala usaha dan tingkat pendapatan peternak, yaitu:

a. Peternakan sebagai usaha sambilan yaitu petani mengusahakan komoditas pertanian terutama tanaman pangan, sedangkan ternak hanya digunakan sebagai usaha sambilan dengan skala usaha rakyat untuk mencukupi kebutuhan keluarga dengan tingkat pendapatan dari ternak kurang dari 30%.

b. Peternakan sebagai cabang usaha, peternakan mengusahakan pertanian campuran dengan ternak dan tingkat pendapatan dan peternakan sebesar 30 - 70%.

c. Peternakan sebagai usaha pokok, peternak mengusahakan ternak sebagai usaha pokok dengan tingkat pendapatan mencapai 70 - 100%, peternakan sebagai skala industry dengan tingkat pendapatan dari usaha peternakan mencapai 100%.

Struktur industri peternakan di Indonesia sebagian besar tetap bertahan pada skala usaha rakyat. Ciri - ciri usaha rakyat yaitu tingkat pendidikan peternak, pendapat rendah, dan teknologi konvensional, lokasi ternak menyebar, ukuran usaha relatif sangat kecil, ketersediaan tenaga kerja keluarga, penguasaan lahan terbatas, produksi butiran terbatas, dan sebagian besar bergantung pada impor.31

Faktor lain yang menjadi permasalahan adalah sistem pemeliharaan ternak di Indonesia. Sebagian besar ternak sapi dipelihara secara tradisional dalam usaha rakyat. Ada tiga sistem pemeliharaan yang umum digunakan oleh ternak rakyat, yaitu:

a. Sistem Ekstensif yaitu sistem pengembalaan atau grazing ( NTT, NTB, Bali, Kalimantan Selatan, Sebagain Sumatera, dan

30 Samad Sastroamidjoyo, “Ternak Potong dan Kerja”, Jakarta:Yasaguna 1991.

31 Anggraini, “Analisis Usaha Peternakan Sapi Potong Rakyat Berdasarkan Biaya Produksi dan Tingkat Pendapatan Peernakan Menurut Skala Usaha, Skripsi, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, 2003.

Pendekatan pada penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitiaan deskriptif memiliki tujuan untuk menjelaskan, menerangkan, atau menggambarkan suatu peristiwa sebagaimana mestinya. Penelitian ini dilakukan dalam rangka menganalisis peran Bank NTB Syariah dalam mendukung usaha ternak sapi di Desa Jenggik. Sebagaiman seperti yang dikemukakan oleh Bodgan dan Taylor, bahwa melalui penelitian kualitatif diharapkan dapat menghasilkan suatu uraian secara mendalam tentang ucapan, tulisan dan tingkah laku yang dapat di amati dari beberapa kalangan tertentu seperti, suatu

32 Mersyah R, Desain Sistem Budidaya Sapi Potong Berkelanjutan Untuk Mendukung Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Bengkulu Selatan. Skripsi, Disertai Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor, 2005.

24

individu, kelompok atau organisasi dalam konteks tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh.33

2. Kehadiran Peneliti

Peneliti dalam penelitian ini berfungsi sebagai instrument pengumpulan data yang paling utama atau sering disebut instrument kunci, yaitu peneliti terjun langsung ke lokasi penelitian guna melakukan observasi agar data yang di kumpulkan nyata, tidak ada tipuan data karena peneliti sendiri yang mengumpulkan data. Peneliti menjalin hubungan baik dengan sumber data agar proses wawancara dan observasi, narasumber menyadari sepenuhnya kehadiran peneliti yang bertindak sebagai peneliti.

Sesuai dengan yang di ungkapkan oleh Sugiyono bahwa salah satu ciri dari penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif adalah peneliti sebagai salah satu instrument kunci.34

3. Lokasi Penelitian

Lokasi dalam penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Jenggik, Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Peneliti memilih lokasi tersebut dikarenakan dari masalah yang ingin di teliti sangat relevan dengan fenomena yang ingin di kembangkan saat ini yaitu masalah usaha ternak sapi, berdasarkan hal tersebut peneliti mengambil lokasi penelitian di Desa Jenggik untuk mengetahui peran Bank NTB Syariah dalam mendukung usaha ternak sapi.

4. Sumber Data Penelitian

Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan dalam penilitian ini yaitu data primer. Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber data utama. Sumber data utama dalam penelitian ini yaitu pengusaha ternak sapi yang berada di Desa Jenggik Kecamatan Terara Lombok Timur.

33 Susilowati, “Kegiatan Humas Indonesia Bergera di Kantor Pos Depok II Dalam Meningkatkan Citra Instansi Pada Publik Eksternal”, Jurnal, Vol. VIII, No. 2, September 2017, hal. 50.

34 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D, (Bandung, Alfabeta, 2017), hal. 224

25

5. Prosedur Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi.

a. Observasi

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian35. Jenis teknik observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi nonpartisipan, yaitu kegiatan observasi dimana peneliti hanya menjadi pengamat, tidak ikut serta terhadap kegiatan masyarakat dalam pengelolaan ternak sapi.

Pada penelitian ini, peneliti melakukan observasi terhadap kegiatan usaha ternak yang di jalankan oleh usaha ternak sapi yang berada di Desa Jenggik.

b. Wawancara

Wawancara adalah suatu proses interaksi dan komunikasi verbal dengan tujuan untuk mendapatkan informasi penting yang di inginkan dari informan / narasumber. Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara tak berstruktur. Teknik wawancara tak bertsruktur digunakan peneliti untuk menggali informasi tentang bagaimana kondisi usaha ternak sapi di Desa Jenggik sebelum mereka melakukan pembiayaan di Bank NTB Syariah.

c. Dokumentasi

Peneliti menggunakan teknik dokumentasi untuk merekam data yang telah didapatkan dari sumber data yaitu mendokumentasikan proses observasi dalam bentuk foto, merekam kegiatan, wawancara ke dalam bentuk audio.36

6. Teknis Analisis Data

Penelitian ini menggunakan teknik analisis data interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Teknik analisis data model interaktif ini terdiri dari 3 tahapan analisis yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

35 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif. (Bandung: Penerbit CV.

Alfabeta Bandung, 2014), hal. 64.

36 Hardani, dkk. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, (Bandung: CV Alfabeta, 2020), hal. 150

26

a. Pengumpulan Data

Pada penelitian ini, peneliti mengumpulkan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.

Pada tahap pengumpulan data ini, peneliti mencatat ataupun merekam seluruh temuan atau informasi yang didapatkan dari lokasi penelitian secara rinci melalui ketiga metode yang di gunakan.

b. Reduksi Data

Data yang dikumpulkan bersifat beragam, sehingga peneliti harus melakukan reduksi data. Penelitian disini menelaah kembali catatan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi, selanjutnya memisahkan data yang penting dan tidak penting. Setelah itu peneliti mengklasifikasikan data yang telah dikumpulkan berdasarkan kategori - kategori sesuai dengan permasalahan yang diangkat, untuk mempermudah peneliti dan memberikan gambaran yang lebih jelas.

c. Penyajian Data

Langkah selanjutnya yaitu penyajian data. Dalam penyajian data, peneliti mendeskrifsikan data yang telah diklasifikasikan dengan melihat fokus dan tujuan penelitian.

Penyajian data bertujuan untuk memahami apa yang terjadi dan merencanakan langkah selanjutnya yang akan dilakukan.

d. Penarikan Kesimpulan

Langkah terakhir yaitu penarikan kesimpulan. Peneliti membuat analisis akhir dari kegiatan penelitian dalam bentuk laporan hasil penelitian.

7. Keabsahan Data

Teknik triangulasi yang dilakukan untuk pengecekan keabsahan data yang dipake peneliti ada 3 jenis yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu.

a. Triangulasi Sumber

Untuk menguji kredibilitas data dengan melakukan pengecekan data yang telah diperoleh dari berbagai sumber.

b. Triangulasi Teknik

Untuk menguji kredibilitas data dengan berbagi teknik yang berbeda kepada sumber data yang sama. Misalnya data

27

yang diperoleh dengan wawancara, maka akan di cek kembali dengan dokumentasi dan observasi.

c. Triangulasi Waktu

Untuk menguji kredibilitas data dengan cara melakukan pengecekan data dalam waktu dan situasi yang berbeda. Waktu sering juga mempengaruhi kredibilitas data.37

Dari tiga jenis triangulasi tersebut, penulis memilih keabsahan data dengan dua pendekatan yakni, triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Data di cek dan di analisis oleh peneliti sehingga akan menghasilkan suatu kesimpulan dari beberapa sumber yang sama dengan teknik yang berbeda dimana peneliti memperoleh data dengan wawancara, lalu di cek dengan cara observasi, dan dokumentasi.

28

Bab IV merupakan bab yang terahir dari penelitian ini. Bab ini membahas tentang penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran.

PAPARAN DATA DAN TEMUAN

A. Gambaran Umum Tentang Lokasi Penelitian 1. Sejarah Desa Jenggik

Sejak berdirinya Desa Jenggik ada 6 (enam) Kepala Desa yang memimpin Desa Jenggik. Berikut nama - nama Kepala Desa Jenggik Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur.

Tabel 2.1

Daftar Nama Kepala Desa Jenggik

NO NAMA TAHUN

1. H. KAMALUDIN 1971-1979

2. LALU MUHAMMAD ALI 1980-1988

3. MUHSIN 1989-1997

4. H. L. TERANG FATHURRAHMAN 1998-2006

5. SAYUTI 2007-2012

6. SAMSUL, S. Ag 2013-2019

7. MUH. IZHAR, SH. 2021-Sekarang

Dari data tersebut bahwa sejak berdirinya Desa Jenggik mulai tahun 1971 sampai saat ini telah terjadi tujuh kali pergantian Kepala Desa. Dengan H. Kamaludin yang memimpin selama 9 tahun untuk membawa masyarakat kearah yang lebih baik dan lebih sejahtera, di susul dengan pemimpin selanjutnya yaitu Lalu Muhammad Ali selama 8 tahun, Kemudian kepala desa yang memimpin dari tahun 2021 sampai sekarang adalah Muh. Izhar SH. Dengan adanya Dana Desa yang disalurkan kepada Pemdes semakin meningkatkan pembangunan Desa.38

38 Dokumentasi, Data Diambil Pada Profil Desa Jenggik, 25 Juli 2022.

30

Tabel 2.2

Data Nama-Nama Kepala Dusun Di Desa Jenggik

NO NAMA DUSUN KEPALA DUSUN

1. Mejelo Timur Lalu Nasirudin

2. Mejelo Barat Nurudin

3. Rungkang Syamsudin

4. Batu Bangka Sudri

5. Samang Akmaludin

6. Batu Bangka Baru Kurnaen

Dari tabel diatas bahwa pada awalnya Desa Jenggik terdiri dari 5 dusun, akan tetapi tahun 2015 Desa Jenggik melakukan pemekaran dusun yaitu dusun Batu Bangka Baru. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah pada tahun 2015 Desa Jenggik melaksanakan pemekaran dusun. 39

2. Kondisi Geografis dan Tofografis Desa Jenggik

Desa Jenggik merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat.

Desa Jenggik memiliki jumlah hujan 4 bulan sampai 5 bulan dengan curah hujan rata-rata 14,8 mm, kelembapan 30%, suhu rata-rata 30º c, tinggi tempat dari permukaan laut 450 mdl, dengan bentang wilayah Desa Jenggik berbentuk dataran rendah, warna tanahnya abu-abu dan bertekstur debudan luas wilayah Desa Jenggik 293.500 Ha / m². Mayoritas masyarakat Desa Jenggik seorang petani dan peternak. Luas wilayah menurut penggunaan sebagai berikut:

 Pemukiman : -

 Persawahan : 209 ha

 Perkebunan : 104,800 ha

 Kuburan : 2.800 ha

 Pekarangan : 35.200 ha

 Perkantoran : 0,100 ha

39 Dokumentasi, Data Diambil Pada Profil Desa Jenggik, 25 Juli 2022.

31

 Prasarana umum lainnya : 17,600 ha

Adapun batas Desa Jenggik sebagai berikut:

a. Sebelah Utara : Desa Lando b. Sebelah Selatan : Desa Rarang c. Sebelah Timur : Desa Rarang d. Sebelah Barat : Lombok Tengah 40 3. Kondisi Sosial Budaya Desa Jenggik

Secara umum Kondisi sosial Budaya Desa dapat dilihat dari beberapa faktor diantaranya:

a. Kondisi Demografis / Kependudukan, berdasarkan data SID (Sistem Informasi Desa) pada tahun 2021 jumlah Penduduk Desa Jenggik, berjenis Kelamin Laki-laki = 3178 Jiwa, berjenis Kelamin Perempuan = 3161 Jiwa. Data ini akan selalu berubah setiap waktu karena pendataan atau updatingakan dilaksanakan setiap ada warga lahir, datang, pindah, dan meninggal di Desa Jenggik.41

Tabel 2.3

Jumlah Penduduk Berdasarkan Jumlah Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah Presentase (%)

1. Laki-laki 3178 50,13%

2. Perempuan 3161 49,87%

Total 6339 100,00%

Tabel 2.4

Jumlah Penduduk Berdasarkan Struktur Usia

No Usia (Tahun) Laki-laki Perempuan Jumlah Presentase

1. 0-5 170 133 303 4,78%

40 Dokumentasi, Data Diambil Pada Profil Desa Jenggik, 25 Juli 2022.

41 Dokumentasi, Data Diambil Pada Profil Di Desa Jenggik, 25 Juli 2022.

32

2. 6-17 641 600 1241 19,58%

3. 18-30 686 684 1370 21,61%

4. 31-120 1303 1390 2693 42,48%

Jumlah 3178 3161 6339 100,00%

b. Kondisi Kesehatan Masyarakat, salah satu kunci keberhasilan pembangunan suatu Desa itu berhasil adalah dibidang kesehatan, juka hal kesehatan masyarakt terjamin dan pemenuhan hak - hak dasar manusia dibidang kesehatan terpenuhi, maka pembangunan yang di rencanakan dan akan dilaksanakan oleh pemerintah Desa akan berhasil. Dalam hal menunjang kesehatan masyarakat perlu di dukung dengan sarana kesehatan yang memadai, dengan 1 (satu) Polindes yang didukung oleh Bidan Desa dan Perawat Desa, dirasa sangat tidak maksimal untuk pelayanan dengan Desa seluas Desa Jenggik, untuk itu pada RPJM Desa tahun 2021- 2027, menjadi skala prioritas pembangunan fasilitas kesehatan, meskipun tidak menjadi skala prioritas Desa akan tetapi skala prioritas yang akan diusulkan dalam musrenbang kecamatan.

Dengan 6 (enam) Posyandu balita dan 6 (enam) Posyandu lansia yang ada di Desa Jenggik biasanya memfasilitasi dan menjadi solusi untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan balita yang ada di Desa Jenggik. Suatu keuntungan letak Desa Jenggik yang berdekatan dengan Puskesmas di Kecamatan Terara yang berada di wilayah Desa Rarang dan Terara sehingga penanganan pertama untuk Pelayanan kesehatan bisa terpenuhi.42

c. Pendidikan, Sektor prndidikan adalah hal penting dan menjadi indicator suatu keberhasilan Desa dan bidang pendidikan menjadi tolak ukur tingkat untuk kesejahteraan masyarakat suatu Desa.

Dengan pendidikan yang tinggi akan mendongkrak tingkat kecakapan seorang yang dapat mendorong munculnya keterampilan dan kreatifitas untuk jadi lebih berkembang berwirausaha. Jika itu berhasil akan muncul lapangan - lapangan

42 Dokumentasi, Data Diambil Pada Propil Di Desa Jenggik, 25 Juli 2022.

33

pekerjaan yang baru, sehingga masalah pengangguran akan teratasi dengan sendirinya. Dalam era digitalisasi pada saat ini, maka dengan pendidikan yang baik, masyarakat akan lebih mudah untuk menerima informasi-informasi yang menunjang untuk berkreatifitas.43

Tabel 2.5

Jumlah Penduduk Tamat Sekolah Berdasarkan Tingkat Pendidikan

No Pendidikan Jumlah Persentase

1. Tidak/Belum Sekolah 1829 28,85%

2. Belum Tamat SD/Sederajat 791 12,48%

3. Tamat SD/Sederajat 1371 21,63%

4. SLTP/Sederajat 1028 16,22%

5. SLTA/Sederajat 986 15,55%

6. DIPLOMA 1/11 31 0,49%

7. AKADEMI/DIPLOMA 111/S. MUDA 36 0,57%

8. DIPLOMA 1V/ STRATA 258 4,07%

9. STARA 11 7 0,11%

10. STRATA 111 1 0,02%

Jumlah 6338 100,00%

d. Agama, Dalam perspektif agama, masyarakat di Desa Jenggik termasuk masyarakat yang homogen hal ini dibuktikan bahwasanya masyarakat Desa Jenggik mayoritas beragam islam.

Tingkat kemayoritasan agama islam di Desa Jenggik sangat di pengaruhi oleh kultur yang sudah lama ada di Desa Jenggik,

43 Dokumentasii, Data Diambil Pada Profil Di Desa Jenggik, 25 Juli 2022.

34

selain itu pegangan agama ini diakibatkan oleh hubungan kekeluargaan dan kekerabatan yang ada dari dulu sampai sekarang.44

Tabel 2.6

Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama

No Agama Jumlah Persentase

1. Islam 6339 100,00%

2. Katholik 3. Kristen 4. Hindu 5. Budha

Jumlah 6339 100,00%

e. Budaya, Budaya atau kultur yang ada di masyarakat Desa Jenggik masih sangat kental, apalagi yang berhubungan dengan agama islam, hal ini dapat di pahami dikarenakan mayoritas agama yang di anut oleh masyarakat Desa Jenggik adalah agama islam, budaya yang berbasis kearifan lokak oleh sebagian masyarakat masyarakat Desa Jenggik masih terus dijaga dan terus dilaksanakan. Tradisi adat ketimuran yang ada dan berkembang di Desa Jenggik, banyak yang dipengaruhi oleh ritual ritual agama islam dan prilaku orang tua terdahulu.45

4. Kondisi Ekonomi Desa Jenggik

Desa Jenggik mempunyai potensi ekonomi sangat besar, meskipun kondisi ekonomi masyarakat Desa Jenggik tidaklah sama, secara potensi ekonomi Desa Jenggik terbagi menjadi 6 wilayah besar, tentunya karena terbagi menjadi 3 wilayah besar potensi

44 Dokumentasi, Data Diambil Pada Profil Di Desa Jenggik, 25 Juli 2022.

45 Dokumentasi, Data Diambil Pada Profil Di Desa Jenggik, 25 Juli 2022.

35

ekonomi sangatlah berbeda, sebagian besar bergerak disektor pertanian peternakan, UMKM dll, untuk semua wilayah mayoritas bertumpu pada sector pertanian meskipun ada yang bergerak di sektor lain sangatlah diharapkan kesemuanya bisa meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Desa Jenggik dengan naiknya taraf pendapatan penduduk Desa Jenggik.46

B. Peran Bank NTB Syariah Dalam Mendukung Usaha Ternak Sapi di Desa Jenggik Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur

Pada sub pembahasan ini peneliti memaparkan temuan-temuan yang telah di dapatkan selama kegiatan penelitian berlangsung. Hasil penelitian ini didapatkan dari kegiatan observasi yang dilakukan di Dusun Rungkang Desa Jenggik, dan melakukan wawancara dengan narasumber sebagai informan yang akan memberikan informasi terkait dengan peran bank NTB syariah dalam mendukung usaha ternak sapi di Desa Jenggik Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur dan di dukung dengan dokumentasi - dokumentasi pada saat melakukan penelitian.

1. Peran Bank NTB Syariah dalam mendukung usaha ternak sapi di Desa Jenggik Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur.

Bank Syariah mempunyai peranan penting untuk mendukung pembangunan nasional, khususnya pembangunan pertanian dan peternakan. Sudah selayaknya bank syariah berperan lebih dala m meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama untuk mengatasi kemiskinan.47

Selama ini peternak sapi di Desa Jenggik rata - rata sapi yang dipelihara bukan milik pribadi, biasanya sapi yang dipelihara itu adalah milik orang lain karena tidak semua petani memiliki modal yang cukup untuk membeli sapi sendiri. Dengan adanya kondisi seperti diatas peternak harus membagi hasil dengan pemilik sapi yang dipelihara tersebut, hal ini dapat menyebabkan kondisi yang tidak di inginkan oleh peternak seperti ditariknya sapi dari peternak oleh pemilik sebelum mendapatkan keuntungan

46 Dokumentasi, Data Diambil Pada Profil Di Desa Jenggik, 25 Juli 2022.

47 “Peranan Bank Syariah dalam meningkatkan usaha kecil” dalam http:/repository.iainbengkulu.ac.id, diambil pada tanggal 8 September, pukul 06.35.

Dokumen terkait