BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
1. Paparan Data Siklus I
1) Peneliti melakukan diskusi awal dengan guru mata pelajaran untuk membahas permasalahan yang akan dipecahkan dalam penelitian ini.
2) Memahami silabus sesuai dengan materi pelajaran yang akan diajarkan.
Dapat dilihat pada lampiran.
3) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan langkah-langkah model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition. Dapat dilihat pada lampiran.
4) Merancang pembelajaran dengan membentuk kelompok, tiap kelompok 4 murid.
5) Membuat lembar observasi untuk melihat bagaiman kondisi belajar mengajar di kelas, ketika pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition.
6) Menyiapkan lembar kerja murid dan kunci jawaban.
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan siklus I model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition pada murid kelas IV SDN No. 21 Ujung,untuk tindakan siklus I dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan yaitu tiga kali pertemuan untuk proses pembelajaran dan satu kali pertemuan untuk tes hasil belajar, masing- masing dengan alokasi waktu 3x 35 menit.
Pelaksanaan tindakan siklus I pada pertemuan I dilaksanakan pada hari Kamis 23 Juli 2015 pukul 7.30-09.10, pertemuan II pada hari sabtu 25 juli 2015 pukul 7.30-09.10, pertemuan III pada hari senin 27 juli 2015 pukul 7.30-09.10 dengan materi Iman Kepada Malaikat..
c. Tahap Observasi Pembelajaran
Kegiatan observasi dilakukan secara kontinyu setiap kali pembelajan berlangsung dalam pelaksanaan tindakan dengan mengamati sikap atau perilaku siswa dalam proses pembelajaran selama berlangsungnya proses Cooperative Integrated Reading And Composition dalam pembelajaran pendidikan agama Islam sesuai dengan indikator penilaian yang sudah ditetapkan dengan menggunakan analisis kualitatif.
Kegiatan yang dilakukan oleh peneliti pada tahap ini adalah melakukan pengamatan terhadap kegiatan belajar siswa dan mencatatnya dalam lembar observasi. Lembar observasi tersebut digunakan untuk mengetahui perubahan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung di kelas.
Deskriptif tentang sikap siswa selama mengikuti proses pembelajaran pada siklus I yaitu murid yang hadir dalam proses belajar mengajar, kemampuan menyatakan pendapat, murid yang aktif dalam proses pembelajaran, kemampuan murid membaca, kemampuan murid menulis, tanggan jawab dan ketertarikan, murid yang melakukan kegiatan lain pada saat proses pembelajaran, kerja sama dalam kelompok. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel observasi sikap murud kelas IV selama menikuti proses pembelajaran berikut ini.
37
Tabel 4.4 Hasil Observasi Sikap Siswa Selama Mengikuti Proses Pembelajaran Siklus I
No Aspek yang diamati
Pertemuan
Rata-rata Persen 1 2 3 4
1. Murid yang hadir dalam proses belajar mengajar
16 15 16 T E S S
I K L U S I
15,6 97,5 2. Kemampuan
menyatakan pendapat.
5 8 10 7,6 47,9
3. Murid yang aktif dalam proses pembelajaran.
12 13 15 13,3 83,3
4. Kemampuan murid membaca.
14 14 15 14,3 89,5
5. Kemampuan murid menulis
14 14 15 14,3 89,5
6. Tanggung jawab dan ketertarikan
13 15 15 14,3 89,5
7. Murid yang melakukan kegiatan lain pada saat proses pembelajaran (main-main, ribut, dll).
6 3 2 3,6 22,9
8. Kerja sama dalam kelompok
5 8 10 7,6 47,9
Berdasarkan tabel 4.4 diperoleh data bahwa siklus I dari 16 murid. Murid yang hadir pada saat proes pembelajaran sebanyak 97,5 persen, kemampuan menyatakan pendapat 47,9 persen, Murid yang aktif dalam proses pembelajaran 83,3 persen,kemampuan murid membaca 89,5 persen, kemampuan murid menulis 89,5 persen, Tanggun jawab dan ketertarikan 89,5 persen murid yang melakukan kegiatan lain selama proses pembelajaran (main-main, ribut, dll) 22,9 persen, serta kerja sama dalam kelompok 47,9 persen.
Setelah diadakan tes Pendidikan Agama Isam pada siklus I dikelompokkan
dalam lima kategori , maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase seperti yang disajikan pada table berikut.
Tabel 4.5 Data distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar Siklus I
Interval Skor Kategori Frekuensi Persentase
0 – 34 Sangat Rendah 0 0
35 – 54 Rendah 3 18,75
55 – 64 Sedang 6 37,5
65– 84 Tinggi 6 37,5
85 – 100 Sangat Tinggi 1 6,25
Jumlah 16 100
Berdasarkan tabel 4.5 di atas, dapat dikemukakan bahwa dari 16 murid kelas IV SDN No. 21 Ujung tak seorang pun yang nilai hasil belajarnya berada pada kategori sangat rendah, 3 orang atau 18,75% nilainya berada pada kategori rendah, 6 orang atau 37,5% nilainya berada pada kategori sedang, 6 orang atau 37,5 nilainya berada pada kategori tinggi, dan 1 orang atau 6,25% nilainya berada pada kategori sangat tinggi.
Untuk melihat persentase ketuntasan belajar Pendidikan Agama Islam murid kelas IV SDN No. 21 Ujung Kec. Pasimasunggu Timur Kab. Kepulauan Selayar setelah diterapkan model pembelajaran Cooverative Integrated Reading And Composition pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut :
39
Tabel 4.6 Data ketuntasan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam pada siklus I
Berdasarkan tabel 4.6 dapat disimpulkan bahwa banyaknya murid yang ketuntasan belajarnya berada pada kategori tidak tuntas sekitar 56,25% sedang murid yang hasil belajarnya berada pada kategori tuntas sekitar 43,75%.
d. Tahap Refleksi
Pada akhir pertemuan siklus I diadakan tes siklus berupa tes hasil belajar Pendidikan Agama Islam yang terdiri dari 5 butir soal essai. Keberhasilan siswa dilihat pada perolehan nilai yang mencapai KKM Pendidikan Agama Islam.
Adapun KKM Pendidikan Agama Islam adalah 65. Setelah dianalisis ternyata hasil yang diperoleh belum memenuhi indikator keberhasilan, siswa yang memperoleh nilai lebih dari KKM hanya 7 orang sisiwa dengan presentase 43,75 %. Presentase tersebut belum memenuhi indicator kinerja yang harus dicapai yakni 85 % siswa yang memperoleh nilai lebih dari KKM sehingga penelitian ini dilanjutkan
ke siklus II. Hal ini disebabkan karena dalam pelaksanaan tindakan terdapat beberapa kekurangan. Adapun kekurangan-kekurangan tersebut adalah sebagai berikut:
Skor Kategori Frekuensi Persentase
0 – 64 Tidak tuntas 9 56,25
65 – 100 Tuntas 7 43,75
16 100
1. Masih ada siswa yang melakukan aktivitas lain pada saat pembelajaran berlangsung.
2. Keberanian murid untuk menyatakan pendapat masih sangat kurang.
3. Kekompokan dalam kelompok belum terlihat.
Dengan demikian maka penelitian dilanjutkan kesiklus II dengan melakukan berbagai perbaiakan sebagai berikut:
1. Diberikan sanksi terhadap siswa yang melakukan aktivitas lain seperti rebut dan main-main.
2. Menumbuhkan rasa percaya diri dengan memberikan motivasi kepada murid dengan imbalan dalam bentuk penilaian.
3. Murid dituntun bagaimana pola kerja sama yang baik dalam kelompoknya.
Hasil refleksi tersebut menjadi dasar acuan dilanjutkan pelaksanaan kegiatan ke siklus II dengan mengupayakan hasil belajar yang lebih maksimal.
2. Paparan Data Siklus II