• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saat ini sedang terjadi perubahan da lam memandang kegiatan pariwisata, dari yang semula berorientasi kepada produk yang dapat dijual massal ke bentuk pariwisata yang bersifa t khusu s.

Kelemahan pariwisata massal adalah menjadi penyebab penurunan kualitas dan daya duku ng li ngkungan . Ha l tersebut terjadi karena sejak awal produ knya didisain unt uk mendatangkan wisatawan dalam jumlah yan g besar. Produk yang dihasilkan umumnya tidak berbasis kualitas, namun lebih kepada harga yang murah, atau juga dikena l sebagai pemasaran berbasis produk.

Sebuah bentuk pemasaran yang lebih mengeskploitasi informasi produk tanpa peduli apakah konsumen akan membutuhkan atau menikmati produk tersebut.

(Lihat pada Gam bar Diagram 2. 6.)

Bentuk-bentuk pemasaran seperti itu sudah dirasakan tidak mampu memenuhi keinginan mereka untuk mendapatkan pengalaman baru yang dapat memperkaya nilai kunjungan mereka,

37

Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan IRTBL) Kawasan Puncak Lawang dan Embun Pagi Kabupaten Agam. Sumatera Barat

RENCANA TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN [RTBL)

GAM BAR DIAGRAM 2.6 Peran Kementerian Partwtsata dan Ekonomt Kreat1f Oalam

"Notion Branding

suMBER :Rencana Pengembangan Ekonom1 Kreat1f Indonesia 2009-2015.

bahkan terasa lebih mengganggu kebutuhan privasi mereka.

Dengan kata lain, pol a wisatawan sudah berubah dari buying product menjadi buying experience.

Beberapa objek wisata atau destinasi kemudian menyadari diperlukannya pembedaan yang lebih unik untuk membedakannya dari destinasi yang lain. Era pariwisata berbasis konsumen ini juga telah mengubah bentuk pemasaran dari semula berorientas i produk menjadi orientasi konsumen.

Akhir-akhir ini terjadi perubahan st rategi pariwisata berbasis budaya dengan wisata berbasis kreativitas. lni merupakan fen omena baru

38

Melintasi Puncak Lawang dan Embun Pagi

kepariwisataan masa depan, dimana wisatawan berperan aktif dalam mengadopsi budaya lokal.

Je nis pariwisata ini berbeda dengan pariwisata budaya dimana terjadi pemisahan peran antara wisatawan dengan tuan rumah, yakni tuan rumah menampilkan budayanya dan wisatawan mengkonsumsi secara pasif.

(Lihat pada Gambar Diagram 2. 7).

Bentuk wisata kreatif ini dipaham i sebaga i generasi baru dalam kepariwisataan setelah generasi pantai, dimana wisatawan datang untuk relaksasi dan kesenangan dan kemudian pariwisata budaya berorientasi pada museum dan tur budaya.

Kontribusi Ekonomi:

1. Memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan Dampak Sosial: lkim Bisnis: 2. Menciptakan iklim bisnis

yang positif

3. Membangun citra dan identitas bangsa 4. Berbasis pada sumber

daya yang terbarukan lnovasi dan

Kreativitas:

Citra dan ldentitas Bangsa:

5. Menciptakan inovasi dan kreativitas yang merupa- kan unggulan kompetitif suatu bangsa

SumberDaya Terbarukan:

6. Memberikan dampak sosial yang posit if

GAMBARDIAGRAM2.7 Mengapa Ekonomi Kreatif.

suMBER,htt p ://1 n dust ri k rea ti f -de pdag. blog spot. com.

Pariwisata kreatif dipahami sebagai bentuk pariwisata yang melibatkan interaksi dari pendatang, sehingga pendatang dapat belajar, berhubungan secara emosional, sosial, dan interaksi partisipasif dengan tempat, budaya dan masyarakat lokal.

Dengan kata lain, ekonomi kreatif merupakan manifestasi dari semangat bertahan hidup yang penting bagi Negara-negara maju dan juga menawarkan peluang yang sama untuk Negara- negara berkembang.

Pesan besar yang ditawarkan ekonomi krea tif Ekonomi kreatif sebenarnya adalah wujud adalah pemanfaatan cadangan sumber daya dari upaya mewujudkan pembangunan yang bukan hanya terbarukan, bahkan terbatas, berkelanjutan melalui kreatifitas. Pembangunan yaitu ide, talenta dan kreativitas.

berkelanjutan adalah suatu iklim perekonomian

yang berdaya saing dan memiliki cadangan Ada beberapa arah pengembangan industri sumber daya yang terbarukan. kreatif yang lebih menekankan pada industri

berbasis:

39

Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan IRTBL) Kawasan Puncak Lawang dan Embun Pagi Kabupaten Agam. Sumatera Barat

RENCANA TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN [RTBLl

Desain: kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain grafts, desain

interior, desain produk, desain industri, konsultasi identitas perusahaan dan jasa riset pemasaran serta produksi kemasan dan jasa pengepakan.

Lapangan usaha kreatif dan budaya (creative cultural industry).

Lapangan usaha kreatif (creative industry).

Hak kekayaan intelektual seperti hak cipta (copyright industry).

Berdasarkan Studi Pemetaan lndustri Kreatif yang dilakukan oleh Departemen Perdagangan Indonesia (2007), maka industrl kreatif di Indonesia dapat didefinisikan sebagai berikut:

" lndustri yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut".

Subsektor yang merupakan industri berbasis kreativitas tersebut adalah :

1. Periklanan: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan jasa periklanan (komunikasi satu arah

40

Melintasi Puncak Lawang dan Embun Pagi

dengan menggunakan med ium tertentu), yang meliputi proses kreasi, produksi dan distribusi dari iklan yang dihasilkan, misalnya:

riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan, promos i, kampanye relasi public, tampilan iklan di media cetak (surat kabar, majalah) dan elektronika (tv dan radio), pemasi:mgan berbagai poster dan gambar, penyebaran selebaran, pamphlet, edaran, brosur dan reklame sejenis, distribusi dan delivery advertising materials atau samples, serta penyewaan kolom untuk iklan.

2. Arsitektur: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan jasa disain bangunan, perencanaan biaya konstruksi, konservasi bangunan warisan, pengawasan konstruksi baik secara menyeluruh dari makro (town planning, urban design, landscape archit~cture) sampai dengan level mikro (detail konstruksi, misa lnya arsitektur taman, design interior).

3. Pasar Barang Seni: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan perdagangan barang - barang asli, unik dan langka serta memiliki nilai estetika seni yang tinggi melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan, dan internet misalnya : alat musik, percetakan, kerajinan, automobile, film, seni rupa dan lukisan.

4. Kerajinan: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dibuat dan dihasilkan oleh tenaga pengerajin yang berawal dari desain awal sampai dengan proses penyelesaian produknya, antara lain meliputi : barang kerajinan yang terbuat dari batu berharga, serat a lam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, kayu,

logam (emas, perak, tembaga, perunggu, besi), kayu, kaca, porselin, kain, marmer, tanah liat dan kapur. Produk kerajinan pada umumnya hanya diproduksi dalam jumlah yang relative kecil (bukan produksi massal).

5. Desain: kegiatan' kreatif yang terkait dengan kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain indusrri, konsultasi identitas perusahaan dan jasa riset pemasaran serta produksi kemasan dan jasa pengepakan.

6. Fesyen: kegiatan kreatif yang terkait de ngan kreasi desain pakaian, desa in alas kaki dan desain aksesoris mode lainya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya, konsultasi lini produk fesyen, serta distribusi produk fesyen.

7. Video, Film dan Fotografi: kegiatan kreatifyang terkait dengan kreasi produksi video, film, dan jasa fotografi serta distribusi rekaman video dan film . Termasuk di dalamnya penulisan skrip, dubbing film, sinematografi, sinetron dan eksibisi film.

8. Permainan lnteraktif: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi permainan komputer dan video yang bersifat hibu ran, ketangkasan dan edukasi. Subsektor permainan interaktif bukan didominasi sebagai hiburan semata- mata tetapi juga sebagai alat bantu pembelajaran atau edukasi .

9. Musik: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi/komposisi, pertunjukan, reprodukasi dan distribusi dari rekaman suara.

10. Seni Pertunjukan: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha pengembangan konten, produksi pertunjukan (missal:

pertunjukan balet. tarian tradisional, tarian

kontemporer, drama, musik tradisional, musik teater, opera, termasuk tur musik etnik), desain dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung dan tata pencahayaan .

11 . Penerbitan dan Percetakan : kegiatan kreatif yang terkait dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal. Koran, majalah, tabloid, dan konten digital serta kegiatan kantor berita dan pencarian berita . Subsector ini juga mencakup penerbitan pe·rangko, materai, uang kertas, blanko cek, giro, surat andil, obligasi surat saham, surat berharga lainya, passport, tiket pesawat. dan terbitan khusus lainnya. Juga mencakup penerbitan foto-foto, grafis (engraving) dan kartu pos, formulir, poster, reproduksi, percetakan lukisan, dan barang cetakan lainya, termasuk rekaman mikro film.

12. Layanan Komputer dan Piranti Lunak:

kegiatan kreatif yang terkait dengan pengembanga n te knologi informas i termasukjasa layanan computer, pengelolaan data, pengembangan database, piranti lunak, integrasi system, desain dan analisis system, desain arsitektur piranti lunak, desain prasarana piranti lunak dan piranti keras, serta desain portal termasuk perawatannya.

13. Televisi dan Radio: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha kreasi, produksi dan pengemasan acara televisi (seperti games, kuis, reality show, infotainment dan lainya), penyiaran, dan transmisi konten acara televisi dan radio, termasuk kegiatan station relay (pemancar kembali) siaran radio dan televisi.

14. Riset dan Pengembangan : keg iatan kreatif yang terkait dengan usaha inovatif yang

41

Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan IRTBL) Kawasan Puncak Lawang dan Embun Pagi Kabupaten Agam. Sumatera Barat

RENCANA TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN IRTBLI

GAMBAR2.2 Subsector lndustn Kreat,f.

menawarkan penemuan ilmu dan teknologi dan penerapan ilmu dan pengetahuan tersebut untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, dan teknologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar, termasuk yang berkaitan dengan humaniora seperti penelitian dan pengembangan bahasa, sastra dan seni, serta jasa konsultasi bisnis dan manajemen. (lihat pada garribar 2. 2.).

Hingga saat ini, beberapa inisiatif yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk menumbuh kembangkan industri kreatif ini antara lain:

42

Melintasi Puncak Lawang dan Embun Pagi

1. UU No.05/1984 tentang Perindustrian, yaitu pada Bab VI, Pasal 1 7 yang menyatakan bahwa desain produk industri mendapat perlindungan hukum.

2. UU No.31/2000, tentang Desain lndustri dalam Perlindungan Hak Atas Kekayaan lntelektual.

3. KepMen Perindustrian dan Perdagangan No.20/MPP/Kep/1/200 1 ten tang Pembentukan Dewan Oesain Nasional Pusat desain Nasional (PON).

4. Pusat Oesain Nasional (PON) sejak 2001-2006, telah memiliki 532 desain produk terbaik Indonesia.

5. Tahun 2006, Oepartemen Perdaganan Rl memprakarsai peluncuran Program

Indonesia Design Power yang beranggotakan Departemen Perdagangan Rl.

6. Departemen Perindustrian Rl, Kementrian Koperasi dan UKM serta Kamar Dagang Indonesia (KADIN).

7. Tahun 2007, diselenggarakan Pameran Pekan Budaya Indonesia, berdasarkan arahan Presiden, dan diprakarsai oleh Kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Masyarakat, serta melibatkan lintas departemen antara lain:

Departemen Perindustrian, Perdagangan, Budaya dan Pariwisata, dan kementerian UKM dan Koperasi.

8. Tahun 2007, Departemen Perdagangan Rl meluncurkan hasil studi pemetaan lndustri Kreatif Indonesia dan menetapkan 14 subsektor lndustri Kreatif Indonesia berdasarkan studi akademik atas Klasifikasi Baku Usaha lndiustri Indonesia (KBLI) yang diolah dari data Badan Pusat Statistik dan sumber data lainnya (asosiasi, komunitas

Aspek Teknis Perencanaan

Dokumen terkait