GAMBARAN UMUM WILAYAH PERENCANAAN
Prasarana Telekomunikasi
Pelayanan telekomunikasi di Provinsi Sumatera Barat dikelola oleh PT. Telkom Tbk, Kandatel II Sumatera Barat. Wilayah yang telah terjangkau jaringan telekomunikasi umumnya di wilayah perkotaan, termasuk di dalamnya adalah kota kecamatan dan kota kabupaten.
Pengembangan jaringan pelayanan tele- komunikasi menghadapi kendala pada terbatasnya kemampuan penyediaan jaringan dan satuan sambungan telepon. Namun dengan berkembangnya teknologi telekomunikasi seluler I telepon genggam, maka penyed iaan sambungan telepon kabel sementara bisa diatasi dengan penggunaan telepon seluler.
Hal yang perlu diperhatikan adalah pengaturan menara telekomunikasi seluler khususnya untuk kawasan perkotaan agar tidak mengganggu keindahan ruang udara di kawasan perkotaan .
Prasarana Energi
Pemenuhan energi listrik di Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh PT. PLN (Persero) KITLUR SUMBAGSEL dan PLN (Persero) P3B Wilayah Sumatera. Pembangkit listrik yang d ikelola oleh KITLUR umumnya berkapasitas besar, yang terdiri dari PLTA, PLTG, PLTD dan PLTU. Unit KITLUR telah dimekarkan untuk efektifitas operasional menjadi:
a. PT PLN (Persero) KIT Sumbagsel : mengelola pembangkitan berkapasitas besar untuk w ilayah Sumatera bagian Selatan.
b. PT PLN (Persero) P3B Sumatera : mengelola penyalu ran dan pengaturan beban untuk seluruh wilayah Sumatera.
64
Melintasi Puncak Lawang dan Embun Pagi
Selain itu beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) juga telah dibangun oleh perusahaan swasta, koperasi dan swadaya masyarakat seperti ditunjukkan pada Tabel 3.2 Namun demikian, sekitar 80 % PLTMH yang ada sudah tidak beroperasi lagi karena sudah masuknya jaringan PLN.
Kebutuhan tenaga listrik Provinsi Sumatera Barat dalam 5 tahun terakhir mencapai rata-rata 6,2% per tahun. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor komersil dengan tumbuh rata-rata sebesar 17 % per tahun, diikuti sektor publik rata-rata 8,2% per tahun, sektor rumah tangga 4,9% per tahun dan sektor i ndustri tumbuh rata- rata 4,6% per tahun.
Kapasitas pembangkit energi listrik yang ada dan akan dikembangkan kiranya mampu memenuhi kebutuhan energi listrik sampai tahun 2029 yang diperkirakan sebesar 7.300 GWh (7.300.000 MWh), atau tumbuh rata-rata 6,3% per tahun.
(lihat pada Tabel 3.2).
Sumberdaya Air
Provinsi Sumatera Barat memiliki kondisi geografis yang bergunung dan hidrografi sungai yang beragam. Struktur hidrografi dengan aliran sungai yang banyak di lerengnya dan menjadi hulu beberapa sungai yang cukup besar di Pulau Sumatera. Beberapa sungai besar yang berhulu dari provinsi ini adalah: Sungai Rokan, Sungai lnderagiri (disebut sebagai Satang Kuantan di bagian hulunya), Sungai Kampar dan Satang Hari.
65
Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan IRTBL) Kawasan Puncak Lawang dan Embun Pagi Kabupaten Agam. Sumatera Barat
GAMBARAN UMUM WILAYAH PERENCANAAN
TABEL3.2. Jumlah dan Total Daya PLTMH di Sumate ra Barat Tahun 2007
Kabupaten Jumlah [Unrt) Oaya [KVA) Total Br aya [KVA)
Kab. Agam 27 3- 60 317
2 Kab . 50 Kota 8 3- 10 51
3 Kab. Pasama n 30 2 - 60 280
4 Kab. Solok 14 3- 60 338
5 Kab. Pesis ir· Selata n 8 2- 40 85
6 Kab . Swl Sijunjung 2 5- 30 35
7 Kab. Tanah Data r 4 3- 15 26
Total 93 2- 60 1.132
Sumber: 01r.as Pertarnbangan dan Energ1 Prov1ns1 SumatHa Bar at, Tahun 2008
Semua sungai ini bermuara di pantai timur Sumatera, di Provinsi Riau atau Jambi. Sungai- sungai yang bermuara di pantai barat pendek- pendek, diantaranya Satang Anai, Satang Arau dan Satang Tarusan. Disamping itu Sumatera Sarat juga memiliki beberapa danau besar dan kecil yang tersebar di beberapa Kabupaten dan Kota. Diantaranya Danau Maninjau (99,5 km2),
Danau Singkarak (130,1 km2), Danau Diatas (31 ,5 km2), Danau Dibawah (14,0 km2), dan Danau Talang (5,0 km2).
Serdasarkan Permen PU Nomor 11 A/PRT/M/2006 tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai, pengelolaan sumberdaya air dilakukan dengan membagi 9 (sembilan) Wilayah Sungai (WS).
Selanjutnya secara ekologis wilayah Provinsi Sumatera Sa rat dibagi menjadi beberapa Wilayah Sungai (WS)/Daerah Aliran Sungai (DAS). Dan
66
Melintasi Puncak Lawang da n Embun Pagi
beberapa WS/DAS tersebut terdapat WS/DAS Lintas Provinsi yaitu :
WS/DAS Rokan melintasi Provinsi Sumatera Utara- Sumatera Sa rat -Riau.
WS/DAS Kampar dan lndragiri, melintasi Provinsi Sumatera Sa rat- Riau.
WS/DAS Satanghari, melintasi Provinsi Sumatera Sa rat - Jambi.
WS/DAS Satang Natal - Satahan melintasi , Provinsi Sumatera Sa rat- Sumatera Utara.
Kondisi ini memerlukan adanya sinkronisasi pola ruang antar wilayah agar tatanan kelestarian lingkungan dapat dipertahankan kelestariannya.
Sungai- sungai yang terse bar di Provinsi Sumatera Sarat menjadi penopang dalam mensuplai ketersediaan air bagi daerah irigasi yang diatur melalui saluran irigasi.
Gambaran Umum Kabupaten Agam
Kabupaten Agam terletak pada kawasan yang sang at strategis, dimana dilalui jalur Lintas Tengah Sumatera, Jalur Lintas Barat Sumatera dan dilalui oleh Fider Road yang menghubungkan Lin tas Barat, Lintas Tengah dan Lintas Timur Sumatera yang berimplikasi pada perlunya mendorong daya saing perekonomian, serta pentingnya memanfaatkan keuntungan geografi s yang ada.
Letak Geografis
Terletak pada posisi 000 01' 34" - 000 28' 43"
Lin tang Selatan dan 990 46' 39" - 1000 32' 50"
Bujur Timur. Kabupaten Agam sangat strategis karena dilalui jalur Lintas Tengah Sumatera dan Jalur Lintas Barat Sumatera serta dilalui oleh Fider Road yaitu jalur yang menghubungkan Lintas Barat, Lintas Tengah dan Lintas Timur Sumatera.
Luas Kabupaten Agam adalah 2.232,30 Km2 atau 5,29 o/o dari luas wilayah Provinsi Sumatera Barat.
Adapun batas wilayah Kabupaten Agam adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat;
Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Lima Puluh Kota;
Sebelah Se latan berbatasan dengan Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Tanah Datar, dan
Sebelah B9rat berbatasan dengan Samudera Indonesia.
Wilayah administrasi pemerintahan meliputi 16 Kecamatan, 82 Nagari dan 467 Jorong. Kemudian dalam wilayah tersebut terdapat dua buah pulau yaitu Pulau Tangah sel uas 1 Km2 dan Pulau Ujung seluas 1 Km2
Memiliki dua buah gunung yaitu Gunung Marapi dengan ketinggian 2.891 meter dan Gunung Singgalang dengan ketinggian 2.877 meter, satu buah danau yaitu Danau Maninjau seluas 9.950 ha dan tiga sungai yaitu Batang Antokan, Batang Kalulutan dan Batang Agam serta mempunyai pantai sepanjang 43 Km.
Kondisi lahan yang terdapat pada wilayah ini merupakan perbukitan/ pegunungan dan pesisir serta kawasan lindung. Basis ekonomi adalah pertanian yang terdiri dari perkebunan, pertanian lahan kering, lahan basah, hortikultura dan peternakan dengan kondisi iklim yang mendukung sepanjang tahun, serta perikanan.
(lihat pada Gam bar Peta 3. 2 & Gam bar Peta 3. 3)