• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAKSANAAN MAGANG

Dalam dokumen Laporan Akhir Kegiatan Magang (Halaman 31-39)

3.1 Analisa Kegiatan

Ketika melaksanakan magang industri, ada berbagai kegiatan yang perlu dianalisis untuk memastikan pengalaman magang berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun perusahaan. Berikut adalah beberapa kegiatan yang telah penyusun analisa selama melaksanakan 6 bulan kegiatan magang industri:

Tabel 1.1 Analisa Kegiatan

Subjek/Objek Analisa Hasil Analisa

Pembagian Tugas dan Struktur Organisasi

Pembagian Tugas

Peserta magang (trainee) memiliki tugas untuk membantu operasional dengan tingkat yang paling bawah, seperti: berpenampilan sesuai standar operasional prosedur, menjaga sanitasi peralatan dan area kerja serta personal hygiene, persiapan kerja, memanajemen stock produk (FIFO, FEFO dan LIFO), labeling produk, menyiapkan food sample, mengemas SOS, melaporkan SOS dengan melampirkan dokumentasi, mengisi form HACCP, dan mendapatkan ilmu dan pengetahuan secara full time mengenai Kitchen Knowledge.

Struktur Organisasi

Struktur Organisasi di Banquet Kitchen di ketuai oleh Head Chef dengan jajarannya yakni Senior Sous Chef, Junior Sous Chef, Chef de Parte (CDP), Demi Chef de Parte (Demi CDP), Demi Chef dan Commis.

Sedangkan struktur organisasi Suku Kitchen diketuai oleh Chef de Cuisine (CDC) dengan

24

jajarannya yakni, Senior Sous Chef, Chef de Parte (CDP), Demi Chef de Parte (Demi CDP), Demi Chef dan Commis.

Head Banquet dan CDC memberikan tanggungjawab untuk membimbing dan mengarahkan peserta magang kepada Commis secara langsung dengan Sous Chef (Banquet Kitchen) atau CDP (Suku Kitchen) sebagai penanggungjawab.

Penggunaan Alat Kerja

Terdapat berbagai jenis alat kerja yang menjadi pendukung utama keseluruhan operasional kerja, seperti: Blower Gas (menaikkan atau memperbesar tekanan udara atau gas yang akan dialirkan), Combi yang dapat digunakan dengan 3 mode memasak (Steam, Roast dan Steam Roast), dan Steamer untuk menanak nasi yang terdiri dari 3 susun dengan kapasitas masing-masing yakni 9kg beras.

Manajemen Waktu dan Jadwal Kerja

Manajemen waktu

Waktu kerja dikelola dengan cukup baik, tidak ada pemborosan waktu kerja. Namun, jam operasional kerja dapat bertambah kurang lebih 1 jam akibat permintaan tamu dan vendor penyelenggara event atau pesanan A’la Carte yang bertambah.

Perencanaan jadwal kerja

Jadwal kerja pada Banquet Kitchen dan Suku Kitchen dapat dikatakan realistis dan mendukung produktivitas selama operasional.

Hubungan Kerja Komunikasi internal

25

Pola komunikasi Team Banquet Kitchen dan Suku Kitchen terbilang cukup baik, baik antar staff maupun antara Leader dan Team.

Kerja sama tim (Teamwork)

Teamwok Banquet Kitchen Team maupun Suku Kitchen sangat baik, dimana sesama Team akan mendukung dan mem-backup tugas satu sama lain demi mendukung kelancara operasional saat preparation maupun ketika menangani event dan A’la Carte.

Pengelolaan Sumber Daya

Sumber daya manusia

Leader mampu mengelola team-nya, seperti memberikan kiat, motivasi dan mengevaluasi kinerja team.

Sumber daya material

Efisiensi penggunaan bahan dan alat pada saat operasional sangat baik karena Departemen Culinary memiliki tujuan untuk menekan angkat “waste” baik dari segi bahan, alat, waktu dan kinerja karyawannya.

Kesesuaian antara Teori dan Praktik

Teori dan Praktik

Teori yang penyusun terima pada saat perkuliahan tidak semuanya sesuai dengan kondisi di lapangan. Salah satu contohnya yakni: pada saat melaksanakan praktik di perkuliahan, jumlah atau takaran bahan harus sesuai dengan yang tertera pada Perencanaan Praktik (PP). Sedangkan saat berada di industri peserta magang dituntut untuk bisa menentukkan takaran bahan dengan insting

26

tetapi tetap menghasilkan rasa makanan yang sesuai.

Kesenjangan

Banyak hal-hal baru yang penyusun temui selama melaksanakan magang industri di Conrad Bali Hotel yang tidak diperoleh di perkuliahan, seperti: teknik memotong yang baik dan benar; Cutting Board Color Code;

manajemen stock barang dengan metode FIFO, FEFO, LIFO dan Average; Safety Food Temperature; Western, Indian dan Japanese Inggredients; Product Labeling; Food Presentation; Types of Food Allergics; Food Based Product (Dairy, Gluten, dll); serta Dressing dan Sauce Recipes.

Kepuasan dan Manfaat Bagi Industri

Kontribusi peserta magang

Dengan adanya kegiatan magang industri ini, peserta magang memberikan manfaat nyata bagi industri tempat magang. Operasional sangat terbantu mulai dari pengadaan stock barang, perawatan alat, persiapan kerja, operasional A’la Carte, HACCP record, serta efektivitas dan evisiensi waktu dan tenaga kerja bagi karyawan.

Umpan Balik

Catatan yang diberikan mentor setelah penyusun menyelesaikan kegiatan magang adalah: diharapkan penyusun mampu mempelajari lebih dalam mengenai dasar- dasar kuliner, mengasah kemampuan melalui praktik yang konsisten, menyerap dan mengimplementasikan pengetahuan yang di

27

dapat di industri pada perkuliahan atau kehidupan sehari-hari, serta bekerja dengan kreatifitas dan inovasi untuk mengekspresikan diri pada makanan yang disajikan.

Dampak Lingkungan Kerja

Budaya Kerja

Budaya kerja di industri memberikan pengaruh pada produktivitas peserta magang, seperti: meningkatkan motivasi dan semangat kerja, membentuk kedisiplinan dan profesionalisme, peserta magang mampu beradaptasi dengan cepat, mempengaruhi pola pikir dan kreativitas, mempengaruhi loyalitas, membentuk keterampilan kolaborasi, serta mengajarkan manajemen waktu dan prioritas.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Conrad Bali Hotel menaruh perhatian khusus pada keselamatan kerja karyawan dan peserta magang (baik dalam skala paling kecil hingga besar), sehingga karyawan dan peserta magang merasa terjamin.

3.2 Proses Kerja

Selama melaksanakan magang industri di Conrad Bali Hotel, penyusun menganalisis alur produksi produk dari bahan baku hingga menjadi makanan yang siap untuk disajikan kepada tamu hotel.

Tabel 1.2 Hasil Analisa Kegiatan

Subjek/Objek Analisa Hasil Analisa

Analisis Proses

Tahapan proses kerja disetiap outlet dimulai dari:

1. Opening

Mencermati BEO atau Banquet Event Order (Banquet Kitchen); menyiapkan

28

peralatan persiapan seperti cutting board, knives, 3 jenis tempat sampah (sampah basah, sampah kering dan sampah plastik), merendam peralatan persiapan (knives, whisk, ledle, spatula, spoon, dan peeler) dengan larutan J-512 (larutan sanitasi);

menghidupkan wok stove, stove, dan deep fryer; menyiapkan seasoning dan sauce (garam, gula, kaldu jamur dan kaldu ayam bubuk); serta memeriksa food preparation hari sebelumnya.

2. Running

Mengolah produk (Banquet Kitchen);

memproduksi Canape (Suku); meng- handle A’la Carte Order (Suku); stand by and in charge di Buffet (Banquet Kitchen dan Suku); platting menu untuk Set Menu (Banquet Kitchen); serta menyiapkan food samples.

3. Clossing

Banquet Kitchen

Mengemas SOS; melaporkan jumlah SOS;

clear up dan cleanning area; serta mengisi HACCP form.

Suku Kitchen

Clear up dan cleanning area; memeriksa stock A’la Carte Condiment untuk hari berikutnya; A’la Carte Prepare untuk hari berikutnya; Production (membuat salad dressing, A’la Carte menu, dll); restocking breads dan A’la Carte Condiment; serta mengisi HACCP form.

29 Efisiensi

Proses kerja secara menyuruh mulai dari opening, running hingga closing menghasilkan alur kerja yang jelas, tertata dan rapih.

Kesesuaian dengan standar

Seluruh proses operasional (Opening, Running, Clossing) disesuaikan dengan standar operasional prosedur Departemen Culinary Conrad Bali. SOP harus dipertahankan mengingat Conrad Bali Hotel merupakan salah satu Hilton Property dengan kategori pelayanan kelas atas.

3.3 Kendala dan Solusi

Selama melaksanakan magang industri di Conrad Bali Hotel, penyusun menemui beberapa kendala sebagai berikut:

Tabel 1.3 Kendala dan Solusi

Kendala Solusi

Kurangnya pemahaman awal mengenai jobdesc, penyusun sering kali tidak memahami jobdesc atau tanggung jawab yang diberikan karena minimnya pengalaman kerja atau arahan awal yang kurang jelas.

Berinisiatif untuk bertanya kepada senior jika ada hal yang tidak/kurang dipahami, membuat catatan dan meminta contoh praktik dari senior.

Perbedaan budaya kerja, seperti pola komunikasi, aturan kerja, atau etika kerja, membuat penyusun sedikit merasa kesulitan untuk beradaptasi.

Observasi lingkungan kerja dan pelajari budaya kerja yang berlaku, bersikap fleksibel dan terbuka untuk menerima masukan, dan bertanya atau berdiskusi dengan senior untuk memahami kebiasaan yang berlaku.

30 Belum mengetahui fungsi

dan cara mengoperasikan alat-alat yang terdapat pada kitchen.

Meminta petunjuk kepada senior kemudian membuat catatan mengenai cara mengoperasikan alat tersebut.

Belum mengetahui tata letak atau layout alat-alat dan bahan-bahan di kitchen.

Meminta pendampingan kepada senior untuk menjelaskan layout di kitchen, seperti tempat menyimpan cutting board, knives, bahan kering, vegetables, dan lain-lain.

Kurangnya kepercayaan diri, penyusun kerap merasa kurang percaya diri akibat tantangan yang dihadapi.

Fokus pada tujuan awal magang dan mencari inspirasi dari pengalaman orang lain, berkomunikasi dengan teman atau mentor untuk mendapatkan dukungan, dan apresiasi pencapaian kecil untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Kendala komunikasi, seperti sulit

menyampaikan ide dan menerima instruksi.

Tidak ragu untuk meminta klarifikasi jika terdapat instruksi yang kurang jelas.

Manajemen waktu yang kurang baik, penyusun mengalami kesulitan untuk mengatur waktu antara tugas magang dan tugas kuliah sebagai mahasiswa akhir.

Prioritaskan tugas berdasarkan urgensi dan kepentingannya, dalam hal ini penyusun memutuskan untuk fokus melaksanakan kegiatan magang industri terlebih dahulu.

Deadline pengumpulan laporan akhir kegiatan magang yang tidak sesuai dengan periode magang penyusun.

Menyusun sedikit demi sedikit laporan akhir, dan memanfaatkan waktu istirahat magang untuk mencari dan melengkapi data-data yang perlu dicantumkan pada laporan akhir.

31

BAB IV

Dalam dokumen Laporan Akhir Kegiatan Magang (Halaman 31-39)

Dokumen terkait