• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan Pertunjukan Tari Tradisional

Dalam dokumen sumatif ahir semester seni tari kelas 11 (Halaman 65-68)

a. Pengertian Pertunjukan

Pertunjukan karya tari yang dilaksanakan di sekolah lebih sering disebut pertunjukan.

Pertunjukan karya seni tari merupakan pertunjukan atau penyajian tari yang ditujukan kepada orang lain atau penonton. Tujuan diadakan pertunjukan karya seni tari di sekolah adalah sebagai wadah peserta didik dalam mengekspresikan pikiran dan perasaanya serta keterampilan dan bakat lewat gerak tari. Sebuah pertunjukan atau pertunjukan karya tari selalu berkaitan dengan unsur seni lainnya, yaitu seni musik dan seni rupa untuk menghasilkan sebuah karya seni yang indah dan memukau. Di sisi lain, bagi penonton pertunjukan atau pertunjukan karya tari menjadi sebuah ajang kegiatan apresiasi untuk mengembangkan kreativitas.

b. Teknik dan Prosedur Pertunjukan Tari Tradisional

Pertunjukan sebuah karya tari membutuhkan persiapan yang panjang dan rumit, serta melibatkan banyak orang. Oleh karena itu, jika menghendaki keberhasilan sebuah pertunjukan/pertunjukan, dibutuhkan teknik dan prosedur atau strategi khusus yang tertata dengan rapi. Susunan acara yang dibuat sembarangan akan membuat pertunjukan atau pertunjukan menjadi monoton dan membuat penonton bosan. Persiapan yang paling utama dalam sebuah pertunjukan atau pertunjukan adalah pemilihan materi tari serta bentuk penyajian tari baik secara tunggal, berpasangan ataupun kelompok. Langkah- langkah dalam penyelenggaraan pertunjukan atau pertunjukan tari sebagai berikut.

1. Menyusun Acara Pertunjukan

Pada saat menyusun acara pertunjukan, dimulai dari pemilihan materi yang sesuai dengan tujuan diadakannya pertunjukan, kepentingan sebuah pertunjukan, penggagas diadakannya sebuah pertunjukan, pengguna kegiatan pertunjukan tersebut dan isi acara pertunjukan tersebut.

2. Menentukan Waktu Pelaksanaan Pertunjukan

Waktu pelaksanaan sebuah pertunjukan harus sudah ditetapkan pada saat perencanaan kegiatan pertunjukan. Penentuan waktu pelaksanaan pertunjukan perlu mempertimbangkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan, tujuan, penggagas dan pengguna pertunjukan.

3. Menata Ruangan Pertunjukan

Ruang sebuah pertunjukan sangat penting untuk menunjang keberhasilan sebuah pertunjukan. Ruang pertunjukan tidak dapat ditata secara asal-asalan. Penataan ruang pertunjukan harus mengikuti kebutuhan dan karakter tari yang akan dipentaskan, baik untuk tari tunggal, berpasangan maupun kelompok. Jenis panggung juga perlu dipersiapkan dengan matang dengan menyesuaikan bentuk penyajian tarinya. Apakah akan menggunakan panggung terbuka atau tertutup. Bentuk panggung juga perlu diperhatikan, apakah menggunakan panggung proscenium ataukan tidak.

4. Menampilkan Tari Kelompok atau Berpasangan

Pentas di atas panggung sama juga mengadakan tatap muka dengan banyak orang atau penonton. Tugas penari di atas panggung untuk menguasai dan menghayati semua tokoh yang diperankan.

5. Menyediakan Kebutuhan Panggung

Hal-hal yang perlu dipersiapkan di atas panggung pada saat pelaksanaan pertunjukan adalah perangkat keras dan perangkat lunak.

a) Perangkat Keras

• Panggung yaitu semua tempat yang digunakan untuk melakukan aktivitas seni oleh para pemain

• Lampu/lighting yaitu tata lampu yang digunakan dalam pertunjukan yang akan menghasilkan kesan dalam sebuah panggung dan penampilan tari di atas panggung.

• Tempat duduk penonton yaitu lokasi atau tempat duduk penonton yang akan menonton sebuah pertunjukan.

• Aksesoris yaitu segala sesuatu yang digunakan untuk menyemarakkan pentas atau panggung. Penggunaan aksesoris berdasarkan kebutuhan, tema atau konteks pertunjukan.

b) Perangkat Lunak

• SDM (Sumber Daya Manusia) meliputi pemain/penari, pelatih dan panitia/event organizer)

• Penari, mutlak diperlukan dalam sebuah pertunjukan tari.

Pemilihan penari didasarkan pada kebutuhan pentas dengan mempertimbangkan kesesuaian kemampuan dan peran yang akan

ditampilkan.

• Pelatih/koreografer sangat diperlukan dalam sebuah pertunjukan karena kehadirannya sangat menentukan keberhasilan sebuah pertunjukan

• Panitia/event organizer adalah kelompok orang yang merencanakan dan mengatur jalannya pertunjukan. Panitia bertugas untuk mencarikan dana, sedangkan event organizer membuat perencanaan pertunjukan atau pertunjukan secara profesional.

• Patron (donator, pelindung, wali kelas, kepala sekolah dan pejabat pemerintah). Donatur adalah individu atau lembaga yang berperan penting dlam penyediaan dana. Peran penggalangan dana menjadi ujung tombak dalam sebuah pertunjukan/pertunjukan. Pelindung adalah seseorang yang dianggap mampu memberikan rasa tenang, aman, kepada seluruh orang yang terlibat dalam

sebuah pertunjukan.

c. Unsur Pendukung Pertunjukan Tari

Unsur pendukung dalam sebuah pertunjukan seni tari tradisional adalah gerak, musik iringan, tema, tata rias dan kostum, pola lantai, tempat/pentas, serta lighting. Sementara itu peran cabang seni yang lain memberikan kekuatan pada kadar estetis dan penampilan karya seni tari.

d. Pertunjukan Tari Tradisi

Kegiatan pertunjukan tari tradisi di sekolah merupakan bentuk kegiatan yang dapat memperdalam pengalaman peserta didik dalam hal kreativitas, kemampuan musikal, tanggungjawab dan pengenalan jati diri dalam berkesenian. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan pertunjukan tari adalah pembentukan panitia, pembuatan proposal kegiatan dan penyusunan jadwal kegiatan.

1) Pembentukan Panitia

Panitia adalah sebuah kelompok yang mengelola sebuah pertunjukan. Panitia terbagi menjadi 2 yaitu steering commite (panitia pengarah) yang bertugas sebagai penasihat dan pemberi petunjuk kepada kelompok bawahannya dalam melaksanakan tugas.

Organizing committee (panitia pelaksana) mempunyai tugas melaksanakan segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan di lapangan.

Panitia pertunjukan terbagi menjadi dua yaitu tim produksi yang bertugas mengelola pertunjukan dan tim artistik yang bertugas menciptakan karya seni sesuai dengan tema dan tujuan pertunjukan. Tim produksi terdiri dari: Pimpinan Produksi, Sekretaris Produksi, Bendahara, Seksi dokumentasi, Seksi publikasi, Seksi pendanaan, Ticketing, House manager, keamanan, akomodsi, konsumsi, transportasi, seksi gedung. Tim artistik meliputi, Sutradara/koreografer, Pimpinan artistik, Stage manager, Penata panggung, Penata cahaya, Penata rias dan busana, Penata suara dan Penata musik.

2) Pembuatan Proposal Kegiatan

Proposal kegiatan penting untuk dibuat agar pertunjukan dapat dilaksanakan dengan lancar. Kerangka proposal meliputi nama kegiatan, latar belakang, dasar pemikiran, pelaksanaan, pelaksana/ susunan panitia, anggaran, susunan acara dan penutup.

3) Penyusunan Jadwal Kegiatan

Jadwal kegiatan disusun agar kegiatan dapat terlaksana dengan efektif, efisien, baik dan bermutu. Penjadwalan kegiatan meliputi menentukan tema tari dan sinopsis, eksplorasi gerak, eksplorasi musik, membuat pola lantai, membuat set panggung dan tata lampu, gabungan gerak dan musik, berlatih ekspresi, geladi kotor, geladi bersih dan pertunjukan.

Pada evaluasi pelaksanaan, guru berperan sebagai pembimbing melakukan pengamatan setiap detail pengamatan sampai pertunjukan selesai dilaksanakan. Guru memberikan catatan-catatan pada setiap elemen pertunjukan tari yang ditujukan kepada setiap anggota panitia meliputi cara kerja, kekompakan kerja, kedisiplinan dan kerjasama masing-masing anggota panitia. Evaluasi pelaksanaan dilakukan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan, hambatan dan dorongan, serta cara mengatasi hambatan dan persoalan-persoalan yang muncul pada setiap seksi kegiatan. Selain itu, evaluasi proses dilaksanakan serta untuk mengetahui kondisi keuangan pada kegiatan tersebut.

Hasil evaluasi dapat digunakan sebagai pedoman untuk pelaksanaan kegiatan serupa pada masa yang akan datang. Selain memiliki tujuan, evaluasi juga memiliki manfaat yaitu memberikan umpan balik bagi panitia maupun pihak lain selain sebagai tolok ukur atas keberhasilan suatu kegiatan.

Dalam dokumen sumatif ahir semester seni tari kelas 11 (Halaman 65-68)

Dokumen terkait