• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan siklus I

BAB I PENDAHULUAN

A. Hasil Penelitian

1. Pelaksanaan siklus I

Siklus I dibagi dalam tahap perancanaan, tindakan, observasi, dan refleksi a. Perencanaan

Siklus tindakan I, rencana pembelajaran dilaksanakan empat (4) kali pertemuan dengan waktu 4x90 menit. Standar kompetensi:

51

mengungapkan informasi dalam bentuk karangan deskripsi dengan menggunakan metode field trip. Kompotensi dasar: menyusun karangan deskripsi dengan menggunakan metode field trip. Tujuan pembelajaran sebagai berikut:

1) Guru menetukan topik atau tema yang dapat dikembangkan oleh siswa menjadi sebuah karangan deskripsi.

2) Siswa menyusun kerangka karangan deskripsi.

3) Siswa mengembangkan kerangka karangan yang telah disusun menjadi sebuah karangan deskripsi.

b. Pelaksanaan tindakan

Tindakan ini dilaksanakan pada hari jumat, 23 februari 2016.

Pembelajaran pada tahap ini, dilaksanaakan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah disusun sebelumnya.

Pada kegiatan awal peneliti mengajak siswa berdoa kemudian memeriksa kesiapan dan persiapan siswa mengikuti proses pembelajaran, peneliti memberikan informasi SK/KD, indikator yang akan dicapai, mengajukan materi yang akan diajarkan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pengetahuan yang dimiliki siswa tentang materi yang diajarkan. Kegiatan selanjutnya, peneliti memberikan penjelasan tentang materi yang diajarkan.

c. Observasi

Tahap ini peneliti mengamati hasil kemampuan siswa dalam proses pembelajarn menulis karangan deskripsi dengan menggunakan metode field

trip, berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti selama pelaksanaan siklus I berlangsung.

Tabel 4.1

Hasil Observasi Selama Proses Belajar Berlangsung Pada Siklus I No Nama siswa L/P Kehadiran Keseriusan

siswa

Keaktifan bertanya

Keaktifan menjawab 1 Adhitya

Anugerah

L  - - -

2 Justin Henderawan

L  - - -

3 Kili sirapanji L  -  -

4 Muh Hidayat L  - - -

5 Muh Pribadi L  - - -

6 Muh

Anugrah

L  - - -

7 Muh

Febriansyah

L  - - -

8 Muh. Fadil L  -  

9 Aqilah Kamila

P   - 

10 Azzah Alfiyah

P    -

11 Daffina D P  -  

12 Fadhillah M    -

13 Kaylah Fasyah

P   - 

14 Maya Fitriana

p    -

15 Latifa Nasyirah

P    

16 Naurah Riswari

P   - 

17 Nur fadillah P    

18 Jusmin Tawallah

P   - 

19 Nur Aisyah P    -

20 Nurul Aras P    -

21 Putri Qadri P    

22 Putri Aulia P    -

23 Qaylah Yuniar

P    -

24 Siti Malik P    -

25 Siti Antariska P    

26 Yuni Kohar P    -

27 Zahra Salsabila

P  -  

28 Zyalwa Mutiara

P   - -

29 Thessalonica P    

30 Sabrina Putri P    

31 Muh Habsy L  - - 

32 Rian basyasya

L  - - 

33 Argya Nabila P  -  

34 Taufik Abdi L  - - -

35 Najwa Amalia

P   - 

36 Andi Maharani

P  -  -

37 Aulia Najwa P  -  -

Persentase 100% 56.7% 59.4% 45.9%

Grafik Hasil Observasi Siklus I

Data di atas, peneliti menyimpulkan bahwa siswa belum begitu antusias dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dan siswa juga masih kurang aktif dalam proses pembelajaran. Mereka masih ragu untuk bertanya atau menjawab pertanyaan yang disampaikan peneliti. Hasil observasi siswa pada siklus I persentase kehadiran 100% dari 37 siswa, keseriusan siswa 56.7% dari 37 siswa, keaktifan bertanya 59.4% dari 37 siswa, keaktifan menjawab 45.9% dari 37 siswa.

d. Refleksi

Setelah kegiatan belajar mengajar selesai maka peneliti mengkaji pelaksanaan pembelajaran dan kekurangan yang terdapat pada siklus I akan diperbaiki pada siklus II. Hasil yang diperoleh pada siklus I belum menunjukan hasil yang diharapkan, hal ini merupakan kekurangan yang harus dibenahi pada siklus lanjutan. Adapun perbaikan yang dilakukan sebagai berikut:

1) Pelaksanaan proses belajar mengajar harus lebih maksimal untuk berusaha meningkatkan aktivitas siswa

2) Penggunaan alokasi waktu sesuai dengan skenario yang disusun

100 %

56,7 % 59,4 %

45,9 %

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

1 2 3 4

Kehadiran Keseriusan Siswa

Keaktifan Bertanya

Keaktifan Menjawab

3) Peningkatan pengelolahan kelas lebih tertip dan kondusif agar tidak menggangu proses belajar mengajar

4) Bimbingan kepada siswa lebih ditingkatakan agar siswa dapat memahami materi pembelajaran serta dapat memberi pendapat dalam usaha pemecahan masalah

5) Penyampaian materi lebih kontekstual sesuai dengan pengetahuan awal siswa yaitu dengan memulai dari hal-hal konkrit baru keabstrak atau masalah yang dipecahkan.

Tabel 4.2

Skor Perolehan Nilai Pada Siklus I

No Nama siswa L /P Aspek yang dinilai Nilai siklus

I

1 2 3 4 5 6

1 Adhitya Anugerah

L 14 10 5 10 10 5 54

2 Justin Henderawan

L 15 5 10 12 5 5 52

3 Kili sirapanji L 15 10 12 11 11 11 70

4 Muh Hidayat L 15 5 5 5 10 10 50

5 Muh Pribadi L 14 5 5 10 11 5 50

6 Muh Anugrah L 12 5 5 5 5 5 37

7 Muh.

Febriansyah

L 14 5 5 10 11 5 50

8 Muh. Fadil L 15 10 10 12 12 10 69

9 Aqilah .Kamila P 15 10 12 10 14 12 73 10 Azzah Alfiyah P 15 12 14 14 14 13 82

11 Daffina D. P 15 14 14 13 12 11 79

12 Fadhillah M P 15 11 12 11 12 12 73 13 Kaylah Fasyah P 15 11 10 12 13 11 72 14 Maya Fitriana P 15 14 13 11 10 5 68

15 Latifa Nasyirah P 12 5 5 5 5 5 37

16 Naurah Riswari P 17 12 16 14 12 13 84

17 Nur fadillah P 13 11 10 10 11 12 67

18 Jusmin Tawallah P 14 11 11 11 12 10 69

19 Nur Aisyah p 15 12 11 12 12 10 72

20 Nurul Aras P 15 10 14 11 12 12 74

21 Putri Qadri P 10 9 10 15 10 12 66

22 Putri Aulia P 15 5 5 10 12 5 52

23 Qaylah Yuniar P 15 5 5 10 10 10 55

24 Siti Malik P 15 12 12 13 12 11 75

25 Siti Antariska P 15 12 11 11 12 11 72

26 Yuni Kohar P 15 14 14 13 14 13 83

27 Zahra Salsabila P 15 10 10 11 12 5 63 28 Zyalwa Mutiara P 15 14 13 14 14 13 83

29 Thessalonica P 15 10 12 15 14 10 76

30 Sabrina Putri P 15 13 13 14 14 13 82

31 Muh Habsy L 12 5 5 5 5 5 37

32 Rian basyasya L 12 5 5 5 5 5 37

33 Argya Nabila P 17 12 16 13 14 12 84

34 Taufik Abdi L 14 12 12 12 13 12 75

35 Najwa Amalia P 17 12 12 14 14 13 82

36 Andi Maharani P 15 13 14 14 14 13 83

37 Aulia Najwa P 15 12 14 12 10 10 73

Total 2460

Rata–rata 66,48%

Jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran ini adalah 37 orang. Pada siklus I, menulis karangan deskripsi dengan menggunakan metode field trip yang diterapkan belum sempurna. Hal tersebut berdampak pada kemampuan siswa melaksanakan kegiatan menulis karangan deskripsi dan berakibat terhadap rendahnya prestasi siswa pada perolehan skor hasil tes. Skor rata-rata menulis karanga deskripsi dengan menggunakan metode field trip Siswa kelas V-4 SD Negeri Mangkura II Makassar 66.48% dari 37 siswa. Ini menunjukan bahwa prestasi tingkat penerimaan dan pengetahuan siswa belum memadai.

Tabel 4.3

Ketuntasan Belajar Siklus I

Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

82-100 Tuntas 8 21,7%

0-81 Tidak tuntas 29 78,3%

Jumlah 37 100%

Grafik Ketuntasan Belajar Siklus I

Tabel di atas menunjukan persentase ketuntasan belajar yaitu siswa memperoleh skor 0-81 Sebanyak dua puluh sembilan (29) orang dari 37 siswa atau sekitar (78,3%). Adapun siswa yang tuntas belajar yaitu siswa yang memperoleh skor tertinggi dari 82-100 sebanyak delapan (8) orang dari 37 siswa atau sekitar (21,7%). Oleh karena itu, dari data belajar siswa secara individual belum mencapai kriteria untuk mengetahui terjadinya peningkatan hasil belajar siswa maka penelitian ini masih dilanjutkan ke siklus II.

Data hasil evaluasi belajar siswa pada siklus I ini dapat kita ketahui bahwa persentase ketuntasan klasikal belum dapat memenuhi target yang diharapkan.

Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan pada siklus berikutnya.

Setelah kegiatan belajar mengajar selesai maka peneliti mengkaji pelaksanaan pembelajaran dan kekurangan yang yang terdapat pada siklus I akan diperbaiki pada siklus II. Hasil yang diperoleh pada siklus I belum menunjukan hasil yang diharapkan, hal ini merupakan kekurangan yang harus dibenahi pada siklus lanjutan. Adapun perbaikan yang dilakukan sebagai berikut:

21,7 %

78,3 %

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

1 2

Tuntas Tidak Tuntas

6) Pelaksanaan proses belajar mengajar harus lebih maksimal untuk berusaha meningkatkan aktivitas siswa.

7) Penggunaan alokasi waktu sesuai dengan skenario yang disusun.

8) Peningkatan pengelolahan kelas lebih tertip dan kondusif agar tidak menggangu proses belajar mengajar.

9) Bimbingan kepada siswa lebih ditingkatkan agar siswa dapat memahami materi pembelajaran serta dapat memberikan pendapat dalam usaha pemecahan masalah.

10) Penyampaian materi lebih kontektstual sesuai dengan pengetahuan awal siswa yaitu dengan memulai dari hal-hal konkrit keabstrak atau masalah yang dipecahkan.

Dokumen terkait