BAB I PENDAHULUAN
A. Hasil Penelitian
2. Pelaksanaan siklus II
6) Pelaksanaan proses belajar mengajar harus lebih maksimal untuk berusaha meningkatkan aktivitas siswa.
7) Penggunaan alokasi waktu sesuai dengan skenario yang disusun.
8) Peningkatan pengelolahan kelas lebih tertip dan kondusif agar tidak menggangu proses belajar mengajar.
9) Bimbingan kepada siswa lebih ditingkatkan agar siswa dapat memahami materi pembelajaran serta dapat memberikan pendapat dalam usaha pemecahan masalah.
10) Penyampaian materi lebih kontektstual sesuai dengan pengetahuan awal siswa yaitu dengan memulai dari hal-hal konkrit keabstrak atau masalah yang dipecahkan.
1) Rencana pelakasanaan siklus II
Dilaksanakan dua (2) kali pertemuan 2x90 menit. rencana pelaksanaan pembelajaran disusun sebagi berikut:
Kegiatan pembelajaran meliputi kegiatan awal, yaitu peneliti memeriksa kesiapan siswa, memberi pertanyaan apresepsi, motivasi, seperti pada siklus I, Peneliti mengulang materi yang telah diajarkan pada siklus I.
Kegiatan inti yaitu peneliti kembali mengajarkan teori menulis karangan deskripsi. Setelah dua kali pertemuan, peneliti mengevaluasi dengan memberikan tes menulis karangan deskripsi dengan menggunakan metode field trip.
2) Pelaksanaan tindakan II
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada siklus kedua sudah sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun sebelumnya proses pelaksanaan sebagi berikut:
Pada kegiatan awal guru memerikasa kesiapan dan persiapan siswa mengikuti proses pembelajaran, memberikan informasi SK/KD indikator yang akan dicapai, mengajukan materi yang akan diajarkan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pengetahuan yang dimiliki siswa tentang materi yang diajarkan.
Kegiatan inti peneliti menjelaskan kembali tentang materi yang pernah diajarkan. Selanjutnya, peneliti menyampaikan kriteria penilaian pada saat siswa menulis karangan deskripsi dengan menggunakan metode field trip.
3) Hasil observasi
Berdasarkan observasi yang telah dilaksanakan pada pembelajaran siklus II, siswa sudah mampu mencapai tujuan penelitian yang telah dilaksanakan. Kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus II tidak akan memengaruhi tercapainya tujuan yang diharapkan. Adapun observasi yang dilakukan pada siklus II sebagai berikut:
a) Meningkatkan keaktivan siswa dalam kelas
b) Dengan bimbingan peneliti, siswa sudah mampu menciptakan pembelajaran yang intraktif.
c) Motivasi siswa per individu mulai meningkat
Berikut ini tabel hasil observasi/pengamatan pada saat proses belajar berlangsung siklus II.
Tabel 4.4
Hasil Observasi Selama Proses Belajar Pada Siklus II No Nama siswa L/P Kehadiran Keseriusan
siswa
Keaktifan bertanya
Keaktifan menjawab 1 Adhitya
Anugerah
L - -
2 Justin Henderawan
L -
3 Kili sirapanji L
4 Muh Hidayat L -
5 Muh Anugrah L
6 Muh . pribadi L - -
7 Muh
Febriansyah
L
8 Muh. Fadil L -
9 Aqilah Kamila P
10 Azzah Alfiyah P
11 Daffina D P
12 Fadhillah M
13 Kaylah Fasyah P
14 Maya Fitriana p
15 Latifa Nasyirah
P
16 Naurah Riswari
P
17 Nur fadillah P
18 Jusmin Tawallah
P
19 Nur Aisyah P
20 Nurul Aras P
21 Putri Qadri P - -
22 Putri Aulia P -
23 Qaylah Yuniar P -
24 Siti Malik P
25 Siti Antariska P
26 Yuni Kohar P -
27 Zahra Salsabila
P
28 Zyalwa Mutiara
P
29 Thessalonica P
30 Sabrina Putri
P
31 Muh Habsy L - -
32 Rian basyasya L -
33 Argya Nabila P
34 Taufik Abdi L - -
35 Najwa Amalia P
36 Andi Maharani
P
37 Aulia Najwa P
Persentase 100% 89,20% 83,80% 81,10%
Grafik Hasil Observasi Siklus II
Dari data di atas dapat disimpulakan bahwa dalam aktivitas belajar mengajar, siswa sangat antusias baik untuk kehadiran siswa, keseriusan siswa, bertanya, serta menjawab pertanyaan dan pernyataan peneliti. Hasil observasi siswa pada siklus II persentase kehadiran 100% dari 37 siswa, keseriusan 89,20%
100 %
89,20 %
83,80 % 81,10 %
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
1 2 3 4
Kehadiran Keseriusan Siswa
Keaktifan Bertanya
Keaktifan Menjawab
dari 37 siswa, keaktifan bertanya 83,80% dari 37 siswa, keaktifan menjawab 81.10% dari 37 siswa.
4) Refleksi
Adapun keberhasilan yang diperoleh selama siklus II ini adalah:
a) Aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar sudah mengalami peningkatan. Siswa dapat membangun kerja sama untuk memahami tugas yang diberikan oleh peneliti. Siswa mulai berpartisipasi dalam kegiatan dan tepat waktu dalam melaksanakanya.
b) Meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar didukung oleh meningkatkan suasana pembelajaran kondusif. Peneliti intensif membimbing saat siswa mengalami kesulitan dan ini dapat dilihat dari hasil observasi dan evaluasi pemerolehan nilai siswa yang mengalami peningkatan.
c) Hasil evaluasi pada siklus kedua mencapai rata-rata 86,30% dari 37 siswa Tabel 4.5
Skor Perolehan Nilai Pada Siklus II
No Nama siswa L /P Aspek yang dinilai Nilai siklus II
1 2 3 4 5 6
1 Adhitya Anugerah L 19 12 13 16 13 13 86 2 Justin
Henderawan
L 17 10 13 15 10 10 75
3 Kili sirapanji L 18 12 13 17 13 12 85
4 Muh Hidayat L 18 10 13 15 13 11 80
5 Muh Pribadi L 18 12 13 16 13 12 84
6 Muh. Anugrah L 18 10 13 18 14 13 86 7 Muh. Febriansyah L 18 11 13 17 14 12 85
8 Muh. Fadil L 18 12 13 18 13 12 86
9 Aqilah .Kamila P 18 12 13 18 13 13 87 10 Azzah Alfiyah P 19 12 14 19 14 13 91
11 Daffina D. P 18 12 13 15 12 12 82
12 Fadhillah M P 18 12 13 17 13 12 85
13 Kaylah Fasyah P 18 12 13 17 13 13 86 14 Maya Fitriana P 18 11 13 17 13 13 85 15 Latifa Nasyirah P 17 10 12 15 12 11 77 16 Naurah Riswari P 19 13 14 18 13 13 90
17 Nur fadillah P 19 12 14 17 13 13 88
18 Jusmin Tawallah P 19 12 13 18 14 13 89
19 Nur Aisyah P 19 12 15 19 14 13 92
20 Nurul Aras P 18 12 13 17 12 13 85
21 Putri Qadri P 20 13 15 18 15 14 95
22 Putri Aulia P 18 11 13 17 13 12 84 23 Qaylah Yuniar P 18 13 14 17 13 13 88
24 Siti Malik P 19 12 13 18 13 12 87
25 Siti Antariska P 19 13 14 18 13 13 90
26 Yuni Kohar P 18 12 14 16 13 12 85
27 Zahra Salsabila P 18 12 13 18 13 12 83
28 Zyalwa Mutiara P 19 14 14 19 14 13 93
29 Thessalonica P 19 12 13 18 14 13 89
30 Sabrina Putri P 18 13 14 18 13 13 90
31 Muh Habsy L 17 10 13 16 12 10 78
32 Rian Basyasya L 18 10 13 17 13 11 82
33 Argya Nabila P 19 13 14 18 14 13 91
34 Taufik Abdi L 18 12 13 18 14 13 86
35 Najwa Amalia P 19 13 14 18 14 13 91
36 Andi Maharani P 19 13 14 18 13 13 90
37 Aulia Najwa P 18 12 14 18 13 12 87
Total 3193
Rata–rata 86,30 %
Berdasarkan siklus II, menulis karangan deskripsi dengan menggunakan metode field trip mengalami peningkatan. Hal tersebut berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa. Perolehan skor rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II adalah 86,30% dari skor ideal 100. Skor tertinggi 95 dan skor terendah adalah 75 yang berarti hasil belajar menulis karangan deskripsi dengan menggunakan metode field trip pada siswa kelas V-4 SD Negeri Mangkura II Makassar meningkat.
Tabel 4.6 Ketuntasan Belajar Siklus II
Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)
82-100 Tuntas 33 89,18%
0-81 Tidak tuntas 4 10,82%
Jumlah 37 100
Grafik Ketuntasan Belajar Siklus II
Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa dari 37 siswa kelas V-4 SD Negeri Mangkura II Makassar terdapat 4 orang siswa yang tidak tuntas belajarnya dengan presentase (10,82%), dan terdapat 33 dari 37 orang siswa yang masuk kategori tuntas belajarnya dengan persentase (89,18%).
a. Tahap Refleksi Siklus II
Adapun keberhasilan yang diperoleh selama siklus II ini adalah
1) Aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar sudah mengarah pada pembelajaran siswa. Siswa dapat membangun kerja sama untuk memahami tugas yang diberikan oleh peneliti. Siswa mulai berpartisipasi dalam kegiatan dan waktu dalam melaksanakanya.
89,18 %
10,82 % 0
10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
1 2
Tuntas Tidak Tuntas
2) Meningkatkanya hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar didukung oleh meningkatnya aktivitas peneliti dalam meningkatkan suasana pembelajaran menulis karangan deskripsi dengan menggunakan metode field trip peneliti intesif membimbing saat siswa mengalami kesulitan dan ini dapat dilihat dari hasil observasi dan evaluasi siswa yang mengalami peningkatan.
3) Hasil evaluasi pada siklus kedua mencapai rata-rata skor 86,30%.