• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Data Dan Refleksi

Dalam dokumen Hanya berlaku yang Asli (Halaman 51-54)

BAB III METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian

7. Analisis Data Dan Refleksi

Analisis penelitian dilakukan oleh para peneliti terhadap data yang diperoleh melalui data kualitiatif dan kuantitatif. Data kualitatif ini yaitu berupa hasil observasi sedangkan data kuantitatif itu diperoleh dari hasil angket terhadap pembelajaran yang menggunakan metode Snowball Throwing berbantuan media gambar pada mata pelajaran ekonomi.

1) Observasi Aktivitas Guru

Penilaian guru dilakukan melalui observasi langsung dimana seorang guru yang sedang mengajar diobservasi langsung oleh observer. Untuk mengetahui peningkatan aktivitas guru, data aktivitas guru dianalisis dengan menentukan kategori aktivitas guru dengan berpedoman pada patokan atau standar berikut:

100

SAi

Keterangan:

N = Nilai Aktivitas Guru

SA = Jumlah Total Skor Prolehan

∑I = Jumlah Skor Maksimal45

45 Team Pustaka Yudistria, Panduan Lengkap KTSP (Yogyakarta: Pustaka Yudistria, 2007), h. 412

Tabel 3.4

Pedoman Kategori Aktivitas Guru46

No Skor Guru Kategori

1 86 Sampai10 Sangat Baik 2 66 Sampai 85 Baik

3 46 Sampai 55 Cukup Baik 4 0 Sampai 45 Kurang Baik 2) Lembar observasi untuk aktivitas belajar siswa

Observasi aktivitas siswa diamati oleh satu orang pengamat dengan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa. Data hasil pengamatan siswa dianalisis dengan menggunakan rumus.

%

100

jumlahskorideal eh yangdiprol jumlahskor

p

Selanjutnya hasil persentase yang diperoleh ditentukan dengan kategori penilaiannya, yaitu:

Tabel 3.5

Pedoman Kategori Aktivitas Siswa47

Nilai Kategori

A ≥ 20 Sangat aktif

14 ≤ A < 18 Aktif 10≤ A < 14 Cukup aktif 6 ≤ A < 10 Kurang aktif A < 6 Sangat kurang aktif

46 Ibid,. h. 418

47 Edi Januar Saputra, “Peningkatan Motivasi Belajar Melalui Penerapan Media Gambar Pada Mata Pelajaran IPS Kelas Ix Di Mts Putra Islahuddiny Kediri, (Skripsi, FTK UIN Mataram, Mataram, 2018), h. 52

3) Data motivasi belajar siswa

Untuk mengetahui data motivasi belajar siswa dianalisis dengan menentukan skor rata-rata hasil angket siswa dengan rumus sebagai berikut:

%

100 N p f

b. Refleksi

Refleksi adalah kegiatan mengulas kembali tentang perubahan yang dilakukan baik pada siswa, guru, maupun suasana kelas. Dalam penelitian ini, refleksi yang dilakukan oleh peneliti yaitu: bagaimana motivasi belajar siswa dengan penggunaan metode Snowball Throwing berbantuan media gambar dengan melihat hasil angket dan hasil observasi yang terdapat pada proses pembelajaran. Jika pada siklus I masih terlihat ada kekurangan, maka siklus dilanjutkan ke siklus selanjutnya.

37

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Setting Penelitian

1. Letak Geografis MA Darul Ishlah

Madrasah Aliyah Darul Ishlah terletak di Desa Mekar Damai Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah yang beralamat diLendang Batah Utara, Desa Mekar Damai, Kecamatan Praya Kab. Lombok Tengah.

Madrasah Aliyah Darul Ishlah didirikan diatas tanah seluas 2080 m2 dengan status bangunan milik sendiri. Madrasah Aliyah Darul Ishlah berdiri pada tahun 1989 dengan SK pendirian Wx.89/A/2/2/1991 status akreditasi C dengan nomor akreditasi 112/BAP-5M/KP/XII/1348.

Adapun batas-batas Madrasah Aliyah Darul Ishlah sebagai berikut.

a. Sebelah Barat berbatasan dengan Dusun Sangkuana b. Sebelah Timur berbatasan dengan Dusun Mertak Mas

c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Dusun Lendang Batah Selatan d. Sebelah Utara berbatasan dengan Dusun Pondok Pande49

2. Visi dan Misi MA Darul Ishlah

a. Visi Madrasah Aliyah Darul Ishlah Lendang Batah adalah:

‘’Unggul dalam prestasi berdasarkan iman dan taqwa’’.

b. Misi Madrasah Aliyah Darul Ishlah Lendang Batah adalah:

1) Mewujudkan insan yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt serta memiliki akhlakul karimah

48 Profil MA Darul Ishlah, Dokumentasi, Lendang Batah , 20 September 2020

49 Profil MA Darul Ishlah, Observasi, Lendang Batah, 21 September 2020

2) Meningkatkan prestasi siswa baik akademik maupun non akademik.

3) Menciptakan lingkungan sekolah/kelas dalam berkomunikasi dengan bahasa indonesia yang baik dan benar.50

3. Profil Ma Darul Ishlah

Nama Madrasah : MA. Darul Ishlah Alamat Madrasah : Lendang Batah Utara

: Desa Mekar Damai, Kecamatan Praya : Kabupaten Lombok Tengah

: Provinsi Nusa Tenggara barat

NPSN : 69728189

Status Akriditasi : Terakriditasi C

No. Akriditasi : 112/BAP-5M/KP/XII/13 NPWP Madrasah : 02.924.744.2-915.000 Kepemilikan Tanah : Pribadi

Luas Tanah : 2,080 m2 Luas Bangunan : 288 m2

Status Bangunan : Milik Sendiri.51 4. Keadaan Guru MA Darul Ishlah

Adapun jumlah guru MA Darul Ishlah tahun pelajaran 2020/2021 sebagai berikut:

Tabel 4.1

Keadaan Guru MA Darul Ishlah Tahun Pelajaran 2020/202152

No Nama Pendidikan Jabatan Mapel Diampu Ket

1 Muh. Amnan, S.Ag S1 Kepala Madrasah Non PNS

2 Heri Satriawan, S.Pd

S1 Tata Usaha TIK Non PNS

3 H. Syaefuddin S1 Komite Madrasah Non PNS

50 Papan Visi Misi MA Darul Ishlah Lendang Batah, 21 September 2020

51 Profil MA Darul Ishlah, Dokumentasi, Lendang Batah, 21 September 2020

52 Papan Nama Guru, Dokumentasi, Lendang Batah, 21 September 2020

4 Baiq Sri Muliani,

S.Pd S1 Guru Akidah Akhlak PNS

5 Rusnan, S.Pd S1 Guru Biologi Non PNS

6 Zakaria, S.Pd S1 Guru/Wali Kelas Ekonomi Non PNS

7 Muhamad Yani, S.Pd

S1 Waka Kesiswaan Penjaskes Non PNS

8 M. Hudhori M.,

S.Pdi S1 Guru Q.Hadits Non PNS

9 M. Basri, S.Pd S1 Guru Sosiologi Non PNS

10 Husniati Zikro,

S.Pd S1 Guru Bhs. Indonesia Non PNS

11 Suhardi, S.Pd S1 Guru/Wali Kelas Kimia Non PNS

12 Nazarudin, S.Pd S1 Guru Matematika Non PNS

13 Achmad Muliadi,

S.Pd S1 Guru/Wali Kelas Fisika Non PNS

Dari tabel di atas, dapat dipahami bahwa jumlah seluruh guru di MTs Hadil Ishlah adalah berjumlah 13 orang, yang terdiri dari berbagai macam lulusan perguruan tinggi. Keadaan tenaga pengajar sebagaimana tertera dalam tabel di atas, memungkinkan MA Darul Ishlah dapat menjalankan proses belajar mengajar dengan baik dan tepat karena tenaga pengajarnya sesuai dengan kualifikasi pendidikannya.

5. Keadaan Siswa MA Darul Ishlah

Dalam proses belajar mengajar, siswa berperan sangat penting, karena siswa merupakan tolok ukur keberhasilan proses belajar mengajar. Oleh karena itu, keberadaan dan peran akif siswa mutlak diperlukan dalam proses belajar mengajar. Adapun jumlah siswa MA Darul Ishlah dalam tiga tahun terakhir sebagai berikut:

Tabel 4.2

Keadaan Siswa MA Darul Ishlah Tahun Pelajaran 2020/202153

Tahun 2018/2019 2019/2020 2020/2021

Kelas L P J L P J L P J

X 6 19 25 13 9 22 10 8 18

XI 16 10 26 8 14 22 14 7 21

XII 11 11 22 16 9 25 7 14 21

Julmah 33 40 73 37 32 69 39 37 60 6. Keadaan Saraana Dan Prasarana MA Darul Ishlah

Adapun jumlah sarana dan prasarana Madrasah Aliyah Darul Ishlah Lendang Batah Utara dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 4.3

Keadaan Ruangan MA Darul Ishlah54

Ruang Jumlah

Kelas 6

Perpustakaan 1

R. Guru 1

R. Kepala Sekolah 1 R. Tata Usaha 1 Tempat Olahraga 1

R. Osis 1

53 Profil Keadaan Siswa, Dokumentasi, Lendang Batah, 21 September 2020

54 Papan Sarana dan Prasarana, Dokumentasi, Lendang Batah, 21 September 2020

R. UKS 1

Gudang 1

WC Guru 1

WC Siswa 2

Mushola 1

Tabel 4.4

Perlengkapan MA Darul Ishlah55

No Nama Perlengkapan Jumlah

1 Meja belajar siswa (1/2) 70

2 Kursi siswa 70

3 Meja/kursi guru 8

4 Meja/kursi TU 2

5 Kursi ruang kepala 1

6 Papan tulis 6

7 Lemari kantor 4

8 Pengeras suara 3

9 Meja pimpong 1

10 Komputer 2

11 Printer 2

12 Leptop 3

13 Lcd projector 1

14 Jam tembok 8

15 Rak buku 4

Berdasarkan tabel diatas dapat peneliti simpulkan bahwa sarana dan prasarana yang dimiliki oleh MA Darul Ishlah sudah cukup lengkap sehingga dapat menunjang serta mendukung proses pengajaran yang lebih efekif dan efisien.

B. Hasil Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan untuk memperbaiki motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi dengan menerapkan metode

55 Papan Sarana dan Prasarana, Dokumentjasi, Lendang Batah, 21 September 2020

Snowball Throwing berbantuan media gambar pada siswa kelas X di MA

Darul Ishlah tahun pelajaran 2020/2021. Untuk mengetahui bagaimanakah peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi melalui metode Snowball Throwing kelas X MA Darul Ishlah Lendang Batah Utara.

Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus yaitu mulai tanggal 15 September sampai dengan 6 Oktober 2020.

Hasil penelitian ini bersifat kualitatif dan kuantitatif, karena data kualitatif diperoleh dari hasil observasi dan data kuantitatif diperoleh dari hasil angket yang diberikan disetiap akhir siklus. Data-data tersebut selanjutnya dianalisis dengan menggunakan rumus yang telah ditentukan.

Adapun penyajian dan analisis data setiap siklus dipaparkan sebagai berikut:

1. Hasil Penelitian Siklus I

Penelitian pada siklus I ini dilaksanakan dalam dua kali pertemuan.

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari selasa tanggal 15 September 2020 dan 22 September 2020.

a. Perencanaan

Pada tahap ini peneliti menyiapkan segala hal yang diperlukan dalam pelaksanaan tindakan.

1) Bersama Guru membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), tentang pokok bahasan kebutuhan menurut intensitas atau tungkatan dengan menerapkan metode Snowball Throwing berbantuan media gambar sesuai dengan kriteria yang sudah

ditentukan sebelumnya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. (Lampiran 1)

2) Peneliti bersama guru menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pelajaran Ekonomi pokok bahasan kebutuhan manusia dengan sub pokok kebutuhan menurut subjeknya dan kebutuhan menurut waktunya menggunakan metode Snowball Trowing berbantuan media gambar sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan sebelumnya. (lampiran 2)

3) Bersama Guru menyiapkan lembar observasi aktifitas guru selama proses pembelajaran berlangsung. (Lampiran 3)

4) Bersama Guru menyiapkan lembar observasi aktifitas belajar siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. (Lampiran 4)

5) Bersama Guru menyusun angket yang digunakan untuk mengukur motivasi belajar siswa. (Lampiran 5)

b. Pelaksanan Tindakan

Siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yaitu pada hari selasa tanggal 15 september dan 22 september 2020. Pada siklus I materi yang diajarkan adalah tentang kebutuhan manusia menurut intensitas atau tingkatan dan sifat atau sumber yang merasakan.

Dalam tahap ini, guru kelas melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode Snowball Throwing berbantuan media gambar sesuai rencana yang telah disusun bersama peneliti. Kegiatan diawali dengan berdoa bersama, kemudian dilanjutkan dengan mengabsen

siswa dan mengatur tempat duduk siswa. Sebagai kegiatan awal, guru melakukan apersepsi dengan tanya jawab dan menyampaikan tujuan pembelajaran.

Pada kegiatan inti, tindakan yang dilakukan guru adalah menjelaskan mekanisme pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode Snowball Throwing berbantuan media gambar yang dilakukan dalam tindakan sebagai berikut.

1) Guru membagikan sebuah media gambar yang baik agar siswa cepat memahami materi dan siswa mendeskripsikan gambar tersebut

2) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil

3) Guru memanggil masing-masing ketua kelompok ke depan untuk diberikan penjelasan tentang materi kebutuhan manusia menurut tingkatannya, kemudian guru mengarahkan masing-masing ketua kembali ke kelompoknya untuk menjelaskan kepada teman kelompoknya terkait materi yang sudah dijelaskan oleh guru 4) Guru membagikan satu kertas kepada setiap kelompok untuk

menuliskan pertanyaan menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.

5) Kemudian guru meminta setiap kelompok membentuk kertas pertanyaan tersebut menjadi seperti bola salju dan kemudian dilemparkan kepada kelompok yang lain dan begitu juga kelompok lain sebaliknya.

6) Kemudian guru memberikan kesempatan kepada perwakilan masing-masing kelompok untuk menjawab pertanyaan yang berbentuk bola yang sudah didapatkan secara bergantian.

Pada kegiatan akhir, guru bersama siswa menyimpulkan materi yang sudah dibahas dan guru menyampaikan materi yang akan dipelajari dipertemuan selanjutnya dan guru menutup pelajaran dengan berdo’a bersama dan salam.

Pada pertemuan kedua, pelaksanaan tindakannya sama dengan pertemuan pertama. Kemudian pada akhir pembelajaran guru membagikan angket kepada siswa untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa.56

c. Observasi

Observasi membutuhkan peran yang sangat aktif bagi peneliti untuk memperhatikan berbagai komponen yang akan diamati dalam proses pembelajaran. Hal yang perlu diobservasi adalah observasi terhadap aktivitas guru dan siswa dan aktivitas belajar siswa

1) Hasil Observasi Aktivitas Guru

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan observer terhadap aktivitas guru diproleh hasil pengamatan dapat dilihat pada tabel berikut:

56 Kegiatan pembelajaran siswa dan guru siklus I, observasi, Lendang Batah, 22 September 2020

Tabel 4.5

Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus 1

No Aspek yang diamati Skor

1 Kegiatan awal 2

2 Kegiatan inti 4

3 Kegiatan penutup 1

Jumlah 7

Dari data tersebut terlihat bahwa skor yang diperoleh guru adalah 7 dan tergolong dalam kategori terlaksana cukup baik, dapat dilihat pada ( lampiran 6)

2) Hasil Observasi Aktivitas Siswa

Dari hasil pengamatan yang dilakukan observer terlihat aktivitas siswa dalam penelitian saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung, diperoleh hasil pengamatan lembar observasi aktivitas siswa kelas X MA Darul Ishlah Lendang Batah.

Hasil observasi dapat dilhat pada tabel dibawah ini Tabel 4.6

Hasil Analisis Observasi Aktivitas Siswa Siklus I

No Indikator Skor Rata-rata

1 Kesiapan siswa dalam menerima materi pelajaran 8 2,6 2 Aktivitas siswa dalam menggunakan media

gambar 7 2,3

3 Kerjasama antar anggota kelompok 6 2

4

Antusias siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar menggunakan metode Snowball Throwing

8 2,6

5 Partisipasi siswa dalam menyimpulkan hasil

belajar 9 3

Jumlah 38

Rata – rata 12,5

Kategori Cukup

aktif Dari tabel hasil observasi belajar siswa siklus I tersebut, terlihat bahwa skor rata-rata yang diperoleh adalah 12,5 dengan

kategori cukup aktif seperti yang terlihat pada (lampiran 7), oleh karena itu diadakannya perbaikan pada siklus I guna meningkatkan aktivitas belajar siswa, karena aktivitas belajar siswa tergolong cukup aktif.

3) Data Hasil Angket Motivasi Siswa

Angket merupakan salah satu jenis instrumen pengumpulan data untuk mengetahui tingkat motivasi siswa dalam belajar melalui penerapan metode Snowball Trowing berbantuan media gambar, angket diberikan kepada siswa atau responden yaitu pada kelas X MA Darul Ishlah pada akhir siklus. Butir instrumen angket yang digunakan sebanyak 20 dengan alternative sebanyak 5 opsi.

Adapun didalam angket digunakan pernyataan positif 12 item dan pernyataan negatif 8 item.

Berdasarkan pengisisan angket diperoleh hasil dari responden atau siswa kelas X diketahui bahwa tingkatan motivasi belajar siswa menggunakan metode Snoball Trowing berbantuan media gambar adalah.

Tabel 4.7

Data Hasil Analisis Angket Motivasi Siswa Kategori Cukup Tinggi Siklus I

Jumlah siswa

Jumlah siswa yg kategori cukup

tinggi

% motivasi siswa kategori

cukup tinggi

Kategori

18 10 55% Cukup

persentase motivasi siswa didapat dari frekuensi yang sedang dicari dan dibagi dengan jumlah frekuensi, dapat dihitung dengan rumus:

� = �

� % = 8 % = % Tabel 4.8

Data Hasil Analisis Angket Motivasi Siswa Kategori Tinggi Siklus I

Jumlah siswa

Jumlah siswa yg kategori tinggi

% motivasi siswa kategori

tinggi

Kategori

18 8 44% Cukup

Persentase motivasi siswa didapat dari frekuensi yang sedang dicari dan dibagi jumlah frekuensi, dapat dihitung dengan rumus

� = �

� % = 8

8 % = %

Dilihat dari analisis angket motivasi belajar siswa menggunakan metode Snowball Throwing berbantuan media gambar pada siklus I, motivasi siswa tergolong cukup dilihat dari persentase motivasi siswa 44%. Sesuai dengan hasil analisis tabel diatas, maka nilai skor analisis angket motivasi siswa berkategori cukup yang berkualifikasi pada interval antara 41- 60.

d. Refleksi

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari observasi aktivitas guru dan aktivitas belajar siswa pada siklus I, terdapat beberapa kekurangan yang masih perlu diperbaiki pada pelaksanaan siklus selanjutnya, setelah dilakukan analisis bersama dengan guru mata pelajaran, maka kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran yang masih perlu diperbaiki adalah sebagai berikut:

Kekurangan pada guru antara lain:

1) Merumuskan tujuan pembelajaran

2) Membimbing dan memotivasi siswa untuk belajar kelompok 3) Memberikan tugas rumah

Kekurangan pada siswa yang belum nampak antara lain:

1) Siswa mengajukan pertanyaan yang dianggap belum jelas setelah materi dijelaskan

2) Siswa yang mencoba memperbaiki kesalahan temannya dalam menjawab pertanyaan

3) Siswa yang membantu antar anggota kelompok

4) Siswa yang mencoba memperbaiki atau menambah kesimpulan yang dibahas

Evaluasi pelaksanaan pada siklus selanjutnya dimemperbaiki kekurangan-kekurangan yang terdapat pada siklus I seperti kekurangan kegiatan aktivitas guru dan aktivitas belajar siswa.

2. Hasil Penelitian Siklus II

Pelaksanaan penelitian pada siklus II ini tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan pada siklus I, namun pada siklus II ini dilakukan perbaikan kekurangan pada aktivitas guru berupa: merumuskan tujuan pembelajaran, memotivasi siswa untuk belajar kelompok dan memberikan tugas rumah, adapun dengan kekurangan pada aktivitas belajar siswa berupa: siswa yang mengajukan pertanyaan, memperbaiki kesalahan jawaban temannya, membantu antar anggota kelompok dan siswa yang mencoba memberikan kesimpulan, pembelajaran pada siklus II ini dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yaitu pada hari selasa 29 September 2020 dan 6 Oktober 2020.

a. Perencanaan

Dalam perencanaan tindakan pada siklus II ini peneliti menyiapkan hal yang diperlukan dalam pelaksanaan tindakan.

1) Bersama Guru membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), tentang pokok bahasan kebutuhan menurut intensitas atau tungkatan dengan menerapkan metode Snowball Throwing berbantuan media gambar sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan sebelumnya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. (Lampiran 1)

2) Peneliti bersama guru menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pelajaran Ekonomi pokok bahasan kebutuhan manusia dengan sub pokok kebutuhan menurut subjeknya dan kebutuhan menurut waktunya menggunakan metode Snowball

Trowing berbantuan media gambar sesuai dengan kriteria yang

sudah ditentukan sebelumnya. (lampiran 2)

3) Bersama guru menyiapkan lembar observasi aktifitas guru selama proses pembelajaran berlangsung. (Lampiran 3)

4) Bersama guru menyiapkan lembar observasi aktifitas belajar siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. (Lampiran 4)

5) Bersama guru menyusun angket yang digunakan untuk mengukur motivasi belajar siswa. (Lampiran 5)

b. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yaitu pertemuan pertama dilaksanakan pada hari selasa 29 September 2020 dan pertemuan kedua dilaksanakan hari selasa 6 Oktober 2020. Adapun materi yang di ajarkan pada siklus II yaitu pembahasan mengenai kebutuhan manusia dengan sub pokok kebutuhan menurut subjeknya dan kebutuhan menurut waktunya.

Dalam tahap ini, guru kelas melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode Snowball Throwing berbantuan media gambar sesuai rencana yang telah disusun bersama peneliti.

Dalam tahap ini, guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode Snowball Throwing berbantuan media gambar sesuai rencana yang telah disusun bersama peneliti. Kegiatan diawali dengan berdoa bersama, kemudian dilanjutkan dengan mengabsen siswa dan mengatur tempat duduk siswa. Sebagai kegiatan awal, guru

melakukan apersepsi dengan tanya jawab dan menyampaikan tujuan pembelajaran.

Pada kegiatan inti, tindakan yang dilakukan guru adalah menjelaskan mekanisme pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode Snowball Throwing berbantuan media gambar yang dilakukan dalam tindakan sebagai berikut.

1) Guru membagikan gambar yang baik agar siswa cepat memahami materi dan siswa mendeskripsikan gambar tersebut

2) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil

3) Guru memanggil masing-masing ketua kelompok ke depan untuk diberikan penjelasan tentang materi terkait, kemudian guru mengarahkan masing-masing ketua kembali ke kelompoknya untuk menjelaskan kepada teman kelompoknya terkait materi yang sudah dijelaskan oleh guru.

4) Guru membagikan satu kertas kepada setiap kelompok untuk menuliskan pertanyaan menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.

5) Kemudian guru meminta setiap kelompok membentuk kertas pertanyaan tersebut menjadi seperti bola salju dan kemudian dilemparkan kepada kelompok yang lain dan begitu juga kelompok lain sebaliknya.

6) Kemudian guru memberikan kesempatan kepada perwakilan masing-masing kelompok untuk menjawab pertanyaan yang berbentuk bola yang sudah didapatkan secara bergantian.

Pada kegiatan penutup, guru bersama siswa menyimpulkan materi yang sudah dibahas dan guru menyampaikan materi yang akan dipelajari dipertemuan selanjutnya dan guru menutup pelajaran dengan berdo’a bersama dan salam.

Pada pertemuan kedua, pelaksanaan tindakannya sama dengan pertemuan pertama. Kemudian pada akhir pembelajaran guru membagikan angket kepada siswa untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa.57

c. Observasi

1) Hasil Observasi Aktivitas Guru

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan observer terhadap aktivitas guru pada siklus II diproleh hasil pengamatan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.9

Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II

No Aspek yang diamati Skor

1 Kegiatan awal 3

2 Kegiatan inti 4

3 Kegiatan penutup 2

Jumlah 9

Dari tabel diatas terlihat bahwa skor yang diperoleh guru dalam peroses pembelajaran adalah 9 dari 10 skor maksimal yang

57 Kegiatan pembelajaran siswa dan guru siklus I, observasi, Lendang Batah, 6 Oktober 2020

diperoleh, dan tergolong dalam kategori sangat baik, dapat dilihat pada (lampiran 9).

Dengan demikian pembelajaran dengan menggunakan metode Snowball Throwing berbantuan media gambar dapat di cukupkan

sampai siklus II.

2) Hasil Observasi Aktivitas Siswa

Dari hasil pengamatan yang dilakukan observer terhadap aktivitas belajar siswa pada saat pelaksanaan pembelajaran, diperoleh hasil pengamatan observasi siswa pada siklus II yaitu:

Tabel 4.10

Hasil Analisis Observasi Aktivitas Siswa Siklus II

No Indikator Skor Rata-rata

1 Kesiapan siswa dalam menerima materi pelajaran 10 3,3 2 Aktivitas siswa dalam menggunakan media

gambar 9 3

3 Kerjasama antar anggota kelompok 10 3,3 4

Antusias siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar menggunakan metode Snowball Throwing

8 2,6 5 Partisipasi siswa dalam menyimpulkan hasil

belajar 9 3

Jumlah 46

Rata – rata 15,2

Kategori Aktif

Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa rata-rata aktivitas belajar siswa yaitu 15,2 dan berkategori aktif. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus II meningkat yaitu dari rata-rata 12,5 pada siklus I meningkat menjadi 15,2 pada siklus II

dan berkategori cukup aktif pada siklus I menjadi aktif pada siklus II.

Tabel hasil analisis observasi aktivitas siswa siklus II menunjukan bahwa siswa dalam mengikuti pembelajaran mengalami peningkatan. Untuk lebih rincinya hasil analisis observasi aktivitas siswa siklus II dapat dilihat pada (lampiran 10).

3) Hasil Angket Motivasi Belajar Siswa

Untuk menentukan motivasi belajar siswa peneliti menggunakan angket, untuk itu dijabarkan hasil angket motivasi belajar siswa pada siklus II sebagai berikut:

Tabel 4.11

Data Hasil Analisis Angket Motivasi Belajar Siswa Kategori Cukup Tinggi Silkus II

Jumlah siswa

Jumlah siswa yg kategori cukup

tinggi

% motivasi siswa kategori

cukup tinggi

Kategori

18 4 22% Kurang

Persentase motivasi belajar siswa didapat dari frekuensi yang sedang dicari dan dibagi dengan jumlah frekuensi dan dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

� = �

100%= 4

18 100%=22%

Tabel 4.12

Data Hasil Analisis Angket Motivasi Belajar Siswa Kategori Tinggi Silkus II

Jumlah siswa

Jumlah siswa yg kategori tinggi

% motivasi siswa kategori

tinggi

Kategori

18 14 77% Tinggi

Persentase motivasi belajar siswa didapat dari frekuensi yang sedang dicari dan dibagi dengan jumlah frekuensi dan dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

� = �

100%= 14

18 100%=77%

Dapat dilihat pada tabel diatas bahwa tingkat motivasi belajar siswa tergolong tinggi apabila dilihat dari persentase motivasi siswa yaitu 77%. Dan skor ini dalam kategori tinggi yakni berada pada interval 61 – 80. Sedangkan kan persentase yang berkategori kurang berada pada interval 21– 40.

Dilihat dari analisis motivasi belajar siswa pada siklus I dan siklus II. Motivasi belajar siswa dapat meningkat dari setiap siklus.

Motivasi belajar siswa yang berkategori tinggi berjumlah 8 siswa dan siswa yang berkategori cukup tinggi berjumlah 10 siswa pada siklus I, pada siklus II siswa yang berkategori tinggi berjumlah 14 siswa dan siswa yang berkategori cukup tinggi berjumlah 4 siswa.

Dalam dokumen Hanya berlaku yang Asli (Halaman 51-54)

Dokumen terkait