BAB III Metode Penelitian
F. Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap pelaksanaan tindakan akan diimplementasikan seluruh rencana yang telah disusun. Pelaksanaan tindakan ini dimulai dengan melaksanakan rencana yang telah dibuat pada siklus I dan dilanjutkan dengan perencanaan pada siklus II.
G. Cara Pengamatan (Monitoring)/Evaluasi
Pengamatan dilakukan dengan menggunakan tekhnik kolaborasi antara peneliti dengan guru kelas IV MI Al-Ikhlashiyah Perampuan.
Peneliti dalam penelitian ini bertugas sebagai pelaku tindakan, sedangkan guru kelas bertugas sebagai observer. Dalam penelitian ini, keaktifan
27Imami Nur Rachmawati, “Pengumpulan Data Dalam Penelitian Kualitatif: Wawancara”, Vol, 11, Nomor 1, Maret 2007, h. 35.
belajar peserta didik di lihat dari antusias peserta didik itu sendiri dalam proses belajar mengajar di dalam kelas.
a. Analisis data dan Refleksi
1) Keterlaksanaan rencana pelekasanaan pembelajaran (RPP)
Data hasil observasi terkait dengan keterlaksanaan pembelajaran (RPP) dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan rumus persentase sebagai berikut:
Keterlaksaan RPP = x 100%
Keterangan :
X = jumlah langkah pembelajaran yang terlaksana.
Y = total langkah pembelajaran yang harus dilaksanakan.28 Intensitas persentase keterlaksanaan pembelajaran dicocok- kan dengan kriteria yang terlihat pada tabel berikut:
Tabel 1.1
Kriteria Pencapaian Tujuan Pembelajaran29
Interval Kategori
75 - 100% Sangat aktif
50 - 74% Aktif
25% - 49% Kurang aktif
0% - 24% Tidak aktif
2) Keaktifan belajar siswa
Penilaian keaktifan belajar siswa dapat diketahui dari hasil observasi terhadap perilaku siswa selama proses pembelajaran
28 Purwanto, Ngalim, Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010), hlm. 102.
29Ibid.
berlangsung. Keaktifan belajar siswa diamati dan dicatat dengan menggunakan lembar observasi yang sudah dibuat. Adapun rumus data persentase keaktifan belajar siswa menurut Anas Sudijono adalah sebagai berikut:
P= Jumlah skor yang diperoleh
X 100%
Jumlah skor ideal Keterangan:
P=75-100% terlaksana dengan sangat baik P=50-74% terlaksana baik
P=25-49% terlaksana kurang baik P=0-24% tidak terlaksana 30
Analisis data dari observasi kegiatan siswa dalam penelitian adalah merefleksikan hasil pengamatan berupa keaktifan belajar siswa yang dapat dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a) Berdasarkan pedoman penskoran yang telah dibuat, dihitung jumlah skor tiap-tiap “ya” dan “tidak” untuk masing-masing siswa.
b) Hasil penjumlahan semua skor “ya” dan “tidak” kemudian dipersentasekan untuk membuat kesimpulan mengenai keaktifan belajar siswa dikelas.
30 Nugroho Wibowo, “Upaya..., hlm. 133.
b. Refleksi
Refleksi dilakukan pada akhir setiap tahap siklus. Pada tahap ini, peneliti dan guru menganalisis pelaksanaan dan hasil yang diperoleh dalam pemberian tindakan tiap siklus, sehingga mereka mengetahui kendala dan masalah yang terjadi pada saat proses pembelajaran.
Refleksi dilakukan sebagai dasar untuk memperbaiki serta menyempurnakan tindakan pada siklus berikutnya. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi kegiatan guru dan siswa.
H. Indikator Keberhasilan
Penelitian tindakan akan dikatakan berhasil apabila:
1. Keaktifan siswa semakin meningkat.
2. Aktivitas guru masuk ke dalam kategori baik
3. Aktivitas belajar siswa masuk ke dalam kategori baik
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
a. Deskripsi Setting Penelitian
Adapun gambaran umum tentang MI Al-Ikhlashiyah Perampuan Kecamatan Labuapi adalah sebagai berikut :
1. Letak Geografis MI Ai-Ikhlashiyah Perampuan Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat MI Al-Ikhlashiyah adalah suatu lembaga pendidikan agama tingkat dasar dibawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, didirikan pada tanggal 21-01-1972.
Adapun batas-batas wilayah MI Al-Ikhlashiyah Perampuan Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat sebagai berikut:
a) Sebelah Timur : MA Al-Ikhlashiyah b) Sebelah Barat : Rumah warga c) Sebelah Utara : Rumah warga d) Sebelah Selatan : Jalan raya 2. Keadaan Siswa
Dalam proses belajar mengajar, siswa menduduki peranan penting, karena siswa yang akan menjadi tolak ukur berhasil tidaknya proses belajar mengajar. Oleh karena itu keberadaan dan peran aktif siswa mutlak diperlukan dalam proses pembelajaran.
3. Profil Sekolah
PROFIL MADRASAH A. KEBERADAAN
1. Nama Madrasah : MI AL-Ikhlashiyah Perampuan 2. Alamat : JL. TGH.M. Ra’is Perampuan
3. Kecamatan : LABUAPI
4. Kabupaten : LOMBOK BARAT
5. Provinsi : NTB
6. Di buka Tahun : 21-01-1972
7. NSS : 112520103006
8. NIS : 111252010010
9. Nomor Sertifikat : -
10. Lingkungan Madrasah : MILIK SENDIRI 11. Status Madrasah : TERAKREDITASI B
12. Jenis Madrasah : SWASTA
13. Luas Pekarangan Madrasah :
B. SARANA DAN PRASARANA MADRASAH 1. Unit Madr asah : 1 Unit 2. Ruang Kelas/Belajar : 7 Ruang 3. Ruang Guru/Pegawai : 1 Ruang 4. Ruang Perkantoran : 1 Ruang
5. Perpustakaan Madrasah : - Ruang 6. Rumah Dinas Guru : - Ruang
7. WC Madrasah : 1 Ruang
8. Ruang UKS/PKHS : - Ruang 9. Ruang Koperasi Madrasah : - Ruang C. KEBERADAAN GURU/PEGAWAI
1. Kepala Madrasah : 1 Orang 2. Guru PNS/Guru Tetap : 2 Orang
a. Guru Kelas : 9 Orang
b. Guru Penjaskes : 2 Orang
c. Guru Agama : 9 Orang
3. Guru Honorer/GTT : 18 Orang a. Guru Kelas : 9 Orang
b. Guru Penjaskes : 2 Orang c. Guru Bahasa Arab : 7 Orang d. Guru Bahasa Inggris : - Orang
e. Pengelola Perpustakaan Madrasah : - Orang 4. Penjaga Madrasah : 1 Orang
D. KEBERADAAN PESERTA DIDIK TAHUN AJARAN 2018/2019 Jumlah Peserta Didik Seluruhnya : 201 anak didik dengan rincian
Laki-Laki : 108 anak
Perempuan : 93 anak Sumber: Dokumen MI Al-Ikhlashiyah.
Dari data diatas, menunjukkan bahwa keadaan MI Al-Ikhlashiyah Perampuan Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat Tahun Pelajaran 2019/2020.
4. Struktur Organisasi
Sebagai suatu lembaga pendidikan atau organisasi, struktur organisasi harus ada sebagai gambaran diri terorganisasinya pembagian tugas dalam lembaga atau organisasi tersebut, demikian pula dalam lembaga pendidikan, sebab pengorganisasian dan pengkoordinasian mutlak dibutuhkan demi efektivitas dan efesien kerja untuk tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, untuk lebih jelasnya tentang struktur organisasi MI Al-Ikhlashiyah Perampuan Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat Tahun Pelajaran 2019/2020 sebagai berikut:
STRUKTUR ORGANISASI MI AL-IKHLASHIYAH PERAMPUAN
TAHUN PELAJARAN 2019/2020
KEPALA SEKOLAH HANIS, S.Pd.I
BENDAHARA ZUHRIYAH, S.Pd
WK. KURIKULUM
ROSIANA ANDAYANI, S.Pd
WK. KESISWAAN MISKAH, S.Pd
OPERATOR/TU M. ZAWAWI, S.Si
WK. SARANA SUHARDI
WK. HUMAS SUHARTO, S.Pd.I
5. Visi dan Misi Sekolah
Visi dan Misi Madrasah Visi :
“Cerdas Kreatif dan Berakhlakulkarimah Misi :
1. Menciptakan suasana belajar yang kondusif dan efektif
2. Menumbuhkembangkan potensi dan kreatifitas seluruh madrasah 3. Menumbuhkembangkan pengamalan nilai agama dalam segala aspek 4. Menamkan sikap pantang menyerah untuk belajar dan bekarya
b. Hasil Penelitian
Penelitian ini terdiri dari dua siklus, dengan objek penelitian adalah siswa kelas IV MI Al-Ikhlashiyah Kecamatan Labuapi Lombok Barat Tahun Pelajaran 2019/2020. Adapun hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:
WALI KELAS V MISKAH, S.Pd
WALI KELAS IVB PUJI ASTUTI,
S.Pd WALI KELAS IA WALI KELAS IB
ROSIANA AN, S.Pd MARWANI, S.Pd.I
WALI KELAS IIA SUJAAH, S.Pd.I
WALI KELAS IIIA ZUHRIYAH, S.Pd
G U R U
SISWA/SISWI WALI KELAS IIB
LUKMIN, S.Pd.I
WALI KELAS IV JUNAIDI, S.Pd.I WALI KELAS IIIB
M. ZAWAWI, S.Si
WALI KELAS IVA ROHANIAH
S.Pd
1. Siklus I
a. Tahap Perencanaan
Pada tahap ini, sebelum guru memulai proses pembelajaran di kelas, peneliti telah mempersiapkan berbagai kebutuhan pembelajaran selama proses pembelajaran tersebut berlangsung, diantaranya yaitu:
1) Rencana pelaksanaan Pembelajaran 2) Lembar Observasi Guru
3) Lembar Observasi Siswa b. Tahap Pelaksanaan
Siklus I dilaksanakan pada hari Selasa 04 Mei 2020. Pada proses pembelajaran dilaksanakan sesuai RPP yang telah disiapkan oleh peneliti. Adapun proses kegiatan pembelajaran tersebut yaitu;
1. Perencanaan
Tahap perencanaan ini dilakukan pada hari kamis tanggal 04 Mei 2020. Pada tahap perencanaan ini sebelum melakukan pelaksanaan tindakan peneliti dan guru terlebih dahulu melakukan persiapan dan perencanaan agar peroses pembelajaran berjalan sesuai dengan yang diingiinkan. Adapun kegiatan yang dilakukan untuk tahap perencanaan tersebut adalah: menentukan tema pembelajaran, menentukan skenario pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disediakan, mempersiapkan media seerta perlengkapan yang sesuai denagan tujuan yang ingin dicapai, mempersiapkan tempat untuk melaksanakan demonstrasi,
mempersiapkan pormat penilaian sesuai dengan standar kompetensi dan indikator yang ingin dicapai, dan mempersiapkan lembar observasi guru dan lembar observasi siswa. Setelah kegiatan perencanaan dilaksanakan dengan baik kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan. Selain itu peneliti dan guru menentukan waktu untuk melakukan pengamatan.
2. Pelaksanaan Tindakan
Tahap pelaksanaan dilaksanakan pada hari Selasa 05 Mei 2020. Guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disiapkan oleh peneliti. Pembelajaran yang diawali dengan guru mengucapkan salam, mengajak siswa berdo‟a, dan mengabsen siswa. Kemudian menginformasikan tema yang akan dipelajari, menyampaikan tujuan pembelajaran, mengecek kesiapan belajar, memberikan motivasi, dan juga memberikan apersepsi kepada siswa. Pada kegiatan inti guru menyiapkan sumber materi berupa buku tema siswa dan membagikannya kepada masing-masing siswa, kemudian membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang, siswa di kelompokkan ke dalam kelompok masing-masing beranggotakan empat orang. Guru nenyuruh siswa yang mendapat angka 1 berkumpul dengan siswa yang mendapat nomer 1 pula, nomer 2 dengan nomer 2, nomer 3 dengan nomer 3, dan nomer 4 dengan nomer 4, yang kemudian
disebut dengan kelompok ahli. Siswa berdiskusi bersama kelompok ahli tentang hal yang di diskusikan dengan kelompok awal. Tiap orang dalam tim diberikan materi yang di tugaskan.
Semua kelompok memastikan anggota kelompoknya menerima informasi dari masing-masing anggota kelompok awal tadi.
Guru menghitung nilai siswa dari jawaban yang benar dan yang menemukan pasangan jawaban, dan memberikan reward kepada kelompok yang memperoleh nilai tertinggi.
Sebelum guru mengakhiri proses pembelajaran siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan, melaksanakan penilaian dan refleksi dengan tanggapan siswa dari kegiatan yang telah dilaksakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan untuknlangkah selanjutnya. Guru juga memberikan tugas berupa pekerjaan rumah, memberikan informasi materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya, dan mengajak siswa untuk berdo‟a sebagai tanda untuk mengakhiri kegiatan pembela jaran. Pada kegiatan penutup guru memberikan apresiasi dan motivasi kepada siswa agar siswa dapat melaksanakan shalat berjamaah dimasjid setiap hari kemudian guru mengajak siswa untuk menutup kegiatan dengan sama-sama mengucapkan Alhamdulillah, kemudian meminta siswa berdo‟a sebelum mengakhiri pembelajaran di kelas guna untuk lebih b rokahnya proses pembelajaran.
c. Observasi 1) Aktifitas siswa
Data aktifitas siswa pada siklus I dapat dilihat pada (lampiran ).
Secara lengkap, hasil observasi aktifitas siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 1.3 Hasil analisis Observasi Aktifias Siswa Siklus I
No Aspek yang diukur Hasil
1 Jumlah siswa 16
2 Jumlah skor ideal aktivitas siswa yang diukur
72
3 Jumlah skor yang diperoleh 35
4 Presentase aktivitas siswa 48,6%
5 Kategori aktivitas siswa Kurang
aktif
Dari hasil obsservasi pada siklus pertama tetntang keaktifan siswa maka peneliti dapat simpulkan bahwa keaktifan siswa dalam proses pembelajaran masih tergolong kurang aktif dimana jumlah presentase keaktifan siswa sebanyak 48% hal ini disebabkan karena siswa kurang berpartisifasi dalam kegiatan pembelajaran.
2) Aktivitas Guru
Selain hasil observasi prilaku siswa, kagiatan guru juga diobservasi oleh observer (peneliti). Berdasarkan hasil observasi kegiatan guru yaitu dengan mengikuti scenario yang sudah dibuat, pada siklus I terlihat bahwa
setiap indikator sudah terlaksana dengan sangat baik. Ringkasan hasil observasi kegiatan guru dapat dilihat pada table ibawah ini:
Tabel 4.2 Hasil Analisis Observasi Aktifitas Guru siklus I
No Aspek yang diukur Hasil
1 Jumlah aspek yang teramati 16
2 Jumlah skor aktivitas guru yang diukur 24
3 Total skor aktivitas guru 66,6%
Kategori aktivitas guru yang diukur Baik Keterlaksaan RPP = x 100%
Keterangan :
X = jumlah langkah pembelajaran yang terlaksana.
Y = total langkah pembelajaran yang harus dilaksanakan X= 16
Y= 24
16 x 100 = 66‟6%
24 3) Hasil evaluasi
Selain penilaian aktivitas guru dan siswa, penilaian terhadap hasil evaluasi setelah proses pembelajaran juga sangat penting karena hasil evaluasi memiliki korelasi atau hubungan dengan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, jika siswa itu aktif maka siswa akan faham jika siswa faham maka nilainya akan naik dan sebaliknya. Maka kita perlu melakukan evaluasi untuk mengetahui apakah kita akan melanjutkannya kesiklus berikutnya.
d. Refleksi
Dari hasil pengamatan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pada pelaksanaan siklus pertama siswa belum mencapai indikator yang diinginkan peneliti dikarenakan masih banyak terdapat kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu peneliti perlu melakukan perbaikan pada siklus berikutnya. Setelah peneliti menganalisis hasil pengamatan dari siklus pertama dapat kita lihat bahwa presentase aktivitas siswa sebesar 48,6 dengan kategori masih kurang. Sedangkan skor yang diperoleh guru dalam kegiatan pembelajaran sebesar 66% dengan katagori baik. Meskipun skor yang diperoleh guru baik namun keaktifan siswa maasih kurang. Hal ini menunjukkan bahwa siswa belum mencapai indikator kerja dalam penelitian oleh karena itu peneliti perlu melanjutkan kesiklus berikutnya guna memperbaiki kekurangan dalam proses pembelajaran.
Adapun kekurangan-kekurangan dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut.
1) Siswa tidak memperhatikan guru atau teman ketika sedang berdiskusi dalam kelompok
2) Siswa terlalu banyak bermain-main ketika pembelajaran berlangsung 3) Siswa lebih memperhatikan observer yang tengah mendokumentasikan
kegiatan pembelajaran dari pada gurunya.
4) Siswa masih merasa malu ketika disuruh untuk maju dan menginformasikan materi kepada teman kelompoknya.
Adapun perbaikan yang akan dilakukan dalam siklus selanjutnya adalah sebagai berikut:
1) Guru menegur siswa yang masih bermain-main
2) Guru menjelaskan lebih mendetail tentang peroses pembelajaran koopratif tipe jigsaw.
3) Memberikan motivasi verbal atau non verbal supaya siswa bersemangat dan serius untuk melakukan kerja kelompok.
2. Siklus II
Pada siklus ini peneliti akan memperbaiki kekuurangan kekurangan dalam proses pembelajaran pada siklus sebelumnya adapun kegiatan yang akan dilakukan pada siklus yang kedua ini aalah sebagai berikut:
a. Perencanaan
Tahap perencanaan pada siklus kedua ini dilaksanakan pada hari senin tanggal 11 April 2020. pada perencanaan kedua ini menekankan pada perbaikan proses pembelajaran dan melaksanakan langkah-langkah pembelajaran secara teliti sebagaimana tertulis dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), sehingga kekurangan pada siklus I diperbaiki pada siklus ke II. Sebelum memulai pembelajaran guru dan peneliti menyiapkan beberapa hal di antaranya:
1) Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah diperbaiki guna mengatasi kekurangan yang terjadi pada siklus sebelumnya.
2) Menyiapkan lembar observasi siswa untuk mengetahuai tingkat keberhasilan yang dicapai dari proses pembelajaran
3) Menyiapkan lembar observasi guru untuk mengamati keterampilan guru dalam proses pembelajaran
4) Menyiapkan instrumen berupa lembar kerja siswa (LKS) untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi yang telah di peraktikkan.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan pada siklus keduan ini dilakukan pada hari selasa tanggal 30 April 2019. Pelaksanaan tindakan pada siklus kedua ini menekankan kepada partisipasi siswa dalam proses penerapan model pembelajaran koopratif tipe jigsaw. Sama halnya dengan pelaksanaan tindakan pada siklus pertama yaitu, langkah-langkah yang dilakukan oleh guru adalah, pada kegiatan pembukaan, guru memberikan apersepsi dan motivasi kepada siswa. Kegiatan apersepsi dilakukan dengan menanyakan kabar dan kesiapan siswa untuk melaksanakan pembelajaran, hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang akrap dan terbuka antara siswa dan guru serta menghilangkan ketegangan ketika siswa hendak belajar.
Sehingga ketika melaksanakan pembelajaran akan terjadi interaksi kesegala arah yakni interaksi antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Dengan begitu pembelajaran bukan hanya berpusat pada guru akan tetapi juga akan berpusat pada siswa atau sering disebut dengan student
centre. Sehingga siswa akan berperan aktif dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. Kegiatan apersepsi ini dilakukan selama 10 menit.
Adapun pada kegiatan inti juga tidak jauh berbeda dari pelaksanaan siklus pertama perbedaannya terletak pada hal-hal yang masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki sehingga siswa akan dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan tertib. Pada kegiatan inti ini, siswa yang telah ditunjuk pada pertemuan sebelumnya disuruh untuk membagi kelompok sehingga membentuk kelompok-kelompok kecil, kemudian guru membimbing siswa selama proses pembelajaran berlangsung supaya siswa tidak bermain-main ketika melakukan praktik, karena pada pertemuan sebelumnya siswa sudah mengetahui alur ketika melakukan peraktik sehingga siswa tidak terlalu bingung dengan model pembelajaran koopratif tipe jigsaw pada siklus kedua ini, setelah siswa selesai melakukan pembagian kelompok, guru kemudian memberikan latihan berupa lembar kerja siswa yang telah disiapkan oleh peneliti hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi yang telah mereka lakukan. Kegiatan inti ini dilaksanakan dalam waktu 50 menit.
Pada kegiatan penutup guru memberikan apresiasi dan motivasi kepada siswa agar siswa dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan baik kemudian guru mengajak siswa untuk menutup kegiatan dengan sama-sama mengucapkan Alhamdulillah.
c. Observasi
1) Aktifitas siswa
Data aktifitas siswa pada siklus II dapat dilihat pada (lampiran ).
Secara lengkap, hasil observasi aktifitas siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.4 Hasil Analisis Observasi Akifitas Siswa Siklus II
No Aspek yang diukur Hasil
1
Jumlah siswa 16
2
Jumlah skor ideal aktivitas siswa yang diukur 72
3
Jumlah skor yang diperoleh 55
4
Presentase aktivitas siswa 76%
5
Kategori aktivitas siswa Sangat aktif Dari hasil obsservasi pada siklus pertama tetntang keaktifan siswa maka peneliti dapat simpulkan bahwa keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sudah sangat aktif dimana jumlah presentase keaktifan siswa sebanyak 76% yang artinya ada peningkatan keaktifan dalam proses pembelajaran.
2) Aktifitas Guru
Berdasarkan hasil observasi kegiatan guru yaitu dengan mengikuti scenario yang sudah dibuat, pada siklus II terlihat bahwa
setiap indikator sudah terlaksana dengan sangat baik. Ringkasan hasil observasi kegiatan guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.5 Hasil Analisis Observasi Aktifitas Guru Siklus II
No Aspek yang diukur Hasil
1 Jumlah aspek yang teramati 23
2 Jumlah skor aktivitas guru yang diukur 24
3 Total skor aktivitas guru 95%
Kategori aktivitas guru yang diukur Sangat baik Keterlaksaan RPP = x 100%
Keterangan :
X = jumlah langkah pembelajaran yang terlaksana.
Y = total langkah pembelajaran yang harus dilaksanakan X= 23
Y= 24
23 x 100 = 95%
24
Dari hasil observasi aktifitas siswa pada siklus kedua ini, peneliti dapat simpulkan bahwa aktifitas guru sudah sesuai dengan skenario yang telah dibuat oleh guru dan peneliti.
d. Refleksi
Dari data-data yang telah diperoleh pada siklus kedua maka dapat kita lihat terdapat peningkatan baik pada keaktifan belajar siswa maupun pada hasil belajar siswa. Pada siklus pertama presentasi keaktifan belajar siswa sebesar 48,6% dengan kategori kurang aktif, kemudian mengalami peningkatan pada siklus kedua menjadi 76% dengan kategori sangat
aktif. Aktivitas guru juga mengalami peeningkatan, ini terlihat dari siklus I yang hanya mencapai 66,6% dengan kategori baik kini meningkat menjadi 95% dengan kategori sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peneliti tidak perlu untuk melanjutkan ke siklus berikutnya.
c.Pembahasan
Berdasarkan temuan dilapangan keaktifan belajar siswa di MI Al- Ikhlashiyah Perampuan masih tergolong kurang aktif. Hal ini dapat kita ketahui melalui hasil observasi peneliti sebelum menerapkan model pembelajaran koopratif tipe jigsaw yang menunjukkan bahwa siswa hanya mendengar dan melihat, tanpa ikut berperan akif untuk memperaktikkan materi yang sedang dipelajari. Penerapan model pembelajaran koopratif tipe jigsaw dalam tema 8 subtema 3 muatan IPS pra siklus terlihat masih kurang terlaksana dengan baik karena siswa hanya melihat dan mendengarkan guru tanpa ikut berpartisifasi pada saat pembelajaran berlangsung persentase pra siklus juga hanya menunjukkan 40% saja dan tergolong cukup. Temuan penelitian ini sesuai dengan kajian teori yang di kemukakan oleh Jhonson & Jhonson dalam Isjhoni bahwa pembelajaran kooperatif jigsaw dapat menambah interaksi positif dengan memiliki berbagai pengaruh positif terhadap perkembangan anak, antara lain:
1) Meningkatkan hasil belajar 2) Meningkatkan daya ingat
3) Dapat di gunakan untuk mencapai taraf penalaran ingkat tinggi
4) Mendorong tumbuhnya motivasi instrinsik ( kesadaran individual) 5) Meningkatkan hubungan antar manusia yang heterogen
6) Meningkatkan sikap anak yang positif terhadap sekolah 7) Meningkatkan sikap anak yang positif terhadap guru 8) Meningkatkan harga diri anak
9) Meningkatkan perilaku penyesuaian sosial yang positif 10) Meningkatkan keterampilan hidup bergotong royong.
Berdasarkan tindakan siklus ke siklus dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran koopratif tipe jigsaw dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa, proses belajar di dalam kelas berjalan dengan baik dan hasil penelitian ini telah memenuhi indikator keberhasilan yang telah direncanakan. Hasil ini dapat dilihat dari siklus ke siklus pada siklus I tingkat keaktifan siswa hanya mencapai 48% dengan kategori kurang aktif, sedangkan pada aktivitas guru juga belum mencapai kategori sangat baik karena hanya mencapai 66,6% dengan kategori baik.
Pada siklus II sudah terlihat peningkatan keaktifan siswa dalam belajar dengan menggunakan model pembelajaran koopratif tipe jigsaw. Kategori sangat aktif sudah di capai oleh siswa dengan persentase 89% dan peningkatan juga terlihat dari aktivitas guru yang juga meningkat menjadi 95% dengan kategori sangat baik.
Dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi yang telah peneliti lakukan telah memperoleh kesimpulan pelaksanaan pembelajaran muatan IPS dengan menerapkan model pembelajaran koopratif tipe jigsaw
membawa dampak positif yang dapat meningkatkan aktifitas guru dan meningkatkan keaktifan belajar muatan IPS kelas IV di MI Al-Ikhlashiyah Perampuan kecamatan Labuapi tahun 2019/2020.
Agar dalam penulisan skripsi ini memenuhi persyaratan ilmiah dicantumkan pula daftar-daftar artikel rujukan yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti terdahulu sebagai pijakan atau dasar penggunaan teorinya maka dalam penulisan skripsi ini menggunakan beberapa metode antara lain;
1. Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang sesuai dengan topic pembahasan tersebut penulis menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan data seunder, yakni dengan mengumpulkan jurnal-jurnal yang berhubungan atau yang relevan dengan judul yang diangkat oleh peneliti yaitu model pembelajaran koopratif tipe jigsaw, serta melibatkan teori-teori pendidikan yang akan dikomunikasikan dengan teori-teori model pembelajaran koopratif tipe jigsaw tersebut.
2. Metode Analisis Data
Metode analisis data adalah jalan yang dipakai untuk mendapatkan ilmu pengetahuan ilmiah dengan perincian terhadap objek yang diteliti, atau cara penanganan terhadap objek ilmiah tertentu dengan jalan memilih