• Tidak ada hasil yang ditemukan

penerapan model pembelajaran koopratif tipe

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "penerapan model pembelajaran koopratif tipe"

Copied!
118
0
0

Teks penuh

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah

Tentunya dengan harapan agar siswa dapat menjadi lebih baik, mengembangkan potensinya dan berguna bagi lingkungannya. Salah satu penyebab keberhasilan pendidikan ditentukan oleh kontribusi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Semakin aktif siswa berpartisipasi dalam interaksi belajar mengajar, maka akan semakin mudah untuk mencapai tujuan pendidikan.

Dan kegiatan yang dimaksud disini adalah keaktifan atau kegiatan yang dilakukan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah. Sehingga siswa dalam proses belajar menjadi lebih semangat, termotivasi dalam belajar dan tidak lagi merasa bahwa proses belajar dalam suasana tertekan.

Sasaran Tindakan

Hal ini dikarenakan metode dan pendekatan yang digunakan guru dalam mengajar kelas IV MI Al-Ikhlashiyah Perampuan masih bersifat konvensional sehingga rata-rata siswa bosan dan kurang berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran yang berakibat pada kurangnya hasil belajar siswa. 8 Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Pada Tema 8 Sub Tema 3 Kelas IV Pada MI Al-Ikhlashiyah Perampuan Tahun Ajaran.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat dan Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini bagi siswa dapat digunakan untuk meningkatkan keaktifan belajar pada topik 8 subtopik 3. b) Bagi guru. Hasil penelitian ini bagi guru dapat dijadikan sebagai bahan introspeksi diri sebagai pribadi yang memiliki kewajiban mendidik siswa sehingga memiliki kepedulian dalam memaksimalkan proses pendidikannya. Hasil penelitian ini bagi Madrasah dapat dijadikan acuan dan strategi dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui model pembelajaran kolaboratif Jigsaw.

Kajian Pustaka dan Hipotesis Tindakan

Pengertian Keaktifan Belajar

Pelaksanaan tindakan pada siklus II menekankan keikutsertaan siswa dalam proses penerapan model pembelajaran kooperatif dengan menggabungkan tokoh. Pada siklus II terjadi peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kolaboratif dengan jigsaw. Interpretasi Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa Dalam Pembelajaran Normatif.

Penelitian ini membahas tentang bagaimana penggunaan model pembelajaran kooperatif puzzle untuk meningkatkan hasil belajar IPS. Husni Abdullah, “Penerapan Model Pembelajaran Kolaboratif Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar”, Vol.

Gambar 1.1 Posisi Siswa dalam  Model  Jigsaw
Gambar 1.1 Posisi Siswa dalam Model Jigsaw

Model Pembelajaran Koopratif Tipe Jigsaw

Metode Penelitian

  • Setting Penelitian
  • Desain PTK
  • Rencana Tindakan
  • Jenis Instrumen dan Cara Penggunaannya
  • Pelaksanaan Tindakan
  • Cara Pengamatan (Monotoring)/Evaluasi
  • Indikator Keberhasilan

Pada tahap refleksi pada siklus II hasil belajar IPS mulai meningkat karena siswa mulai memahami model pembelajaran kooperatif puzzle sehingga siswa lebih berkonsentrasi pada pembelajaran. Dari data yang diperoleh pada siklus II terlihat adanya peningkatan baik aktivitas belajar siswa maupun hasil belajar siswa. Berdasarkan tindakan siklus ke siklus dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif puzzle dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, proses pembelajaran di kelas berjalan dengan baik dan hasil penelitian ini memenuhi indikator keberhasilan yang direncanakan.

Dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang peneliti lakukan, disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran IPS melibatkan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe puzzle. Karena model pembelajaran kooperatif memiliki bentuk yang berbeda-beda, tentunya membutuhkan interpretasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw puzzle yang tepat sasaran. Tahap kedua sampai keenam telah menunjukkan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw puzzle.

Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV di SDN Pamotan 1 Sorong-Sidowarjo dapat berjalan dengan baik dan telah mencapai keberhasilan yang ditentukan sebesar 80%. Berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Menemukan Kalimat Kunci Pada Setiap Paragraf”. Berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa”. Penelitian ini membahas tentang penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, siswa dapat fokus dalam belajar, sehingga pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran meningkat, juga dapat mempelajari keterampilan sosial.

Penggunaan Model Pembelajaran Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS (IPS) Siswa Kelas V SD Inpres Salabenda Kecamatan Bunta. Ketika guru dan peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif puzzle, keaktifan siswa mulai meningkat. Dari data yang dikemukakan peneliti di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw puzzle dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada materi karya menghasilkan barang pada kelas IPS MI Al- Ikhlashiyah Perampuan sekarbela tahun ajaran 2019/2020.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Deskripsi Setting Penelitian

Letak Geografis MI Ai-Ikhlashiyah Perampuan Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat MI Al-Ikhlashiyah merupakan lembaga pendidikan dasar keagamaan di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang didirikan pada tanggal . Dalam proses belajar mengajar, siswa memegang peranan penting, karena siswa akan menjadi tolak ukur berhasil atau tidaknya proses belajar mengajar. Data di atas menunjukkan keadaan MI Al-Ikhlashiyah Perampuan Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat tahun ajaran 2019/2020.

Hasil Penelitian

Guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (LPP) yang disusun oleh peneliti. Pada kegiatan penutup guru memberikan apresiasi dan motivasi kepada siswa agar siswa dapat melaksanakan sholat berjamaah di mesjid setiap hari, kemudian guru mengajak siswa menutup kegiatan dengan mengucap Alhamdulillah secara bersama-sama, kemudian meminta siswa untuk berdoa sebelum pembelajaran di kelas berakhir. untuk mempelajari prosesnya dengan lebih baik. Dari hasil observasi pada siklus I terhadap keaktifan siswa peneliti dapat menyimpulkan bahwa keaktifan siswa dalam proses pembelajaran masih tergolong kurang aktif dimana persentase keaktifan siswa sebesar 48%, hal ini disebabkan karena siswa kurang berpartisipasi dalam pembelajaran. kegiatan.

Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru yaitu dengan mengikuti skenario yang telah dibuat, terlihat pada siklus I bahwa . masing-masing indikator diimplementasikan dengan sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa belum mencapai indikator kerja dalam penelitian, oleh karena itu peneliti harus melanjutkan siklus berikutnya untuk memperbaiki kekurangan dalam proses pembelajaran. Sama halnya dengan pelaksanaan tindakan pada siklus I yaitu langkah-langkah yang dilakukan guru, pada kegiatan pembukaan guru memberikan apersepsi dan motivasi kepada siswa.

Pada kegiatan inti ini, siswa yang ditugaskan pada pertemuan sebelumnya diminta untuk berkelompok membentuk kelompok-kelompok kecil, kemudian guru membimbing siswa selama proses pembelajaran agar siswa tidak bermain-main saat mengerjakan latihan, untuk pertemuan sebelumnya siswa sudah mengetahui alurnya, saat mereka melakukan latihan soal, agar siswa tidak terlalu bingung dengan model pembelajaran kooperatif tipe puzzle pada siklus kedua ini, setelah siswa selesai membagi ke dalam kelompok, guru memberikan latihan soal. berupa lembar siswa, yang telah disiapkan oleh peneliti. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi yang telah diajarkan. Pada kegiatan penutup, guru memberikan apresiasi dan motivasi kepada siswa agar siswa dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan baik, setelah itu guru mengajak siswa mengakhiri kegiatan dengan mengucapkan Alhamdulillah bersama. kategori aktivitas siswa sangat aktif Dari hasil observasi pada siklus I terhadap aktivitas siswa peneliti dapat menyimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam proses pembelajaran sudah sangat aktif dimana proporsi keaktifan siswa sebesar 76% yang berarti terdapat peningkatan aktivitas dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan hasil observasi kegiatan guru yaitu sesuai skenario yang dibuat pada II. Dari hasil observasi aktivitas siswa pada siklus kedua ini, peneliti dapat menyimpulkan bahwa aktivitas guru sudah sesuai dengan skenario yang dibuat oleh guru dan peneliti. Pada siklus I aktivitas belajar siswa 48,6% dalam kategori kurang aktif, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 76% dalam kategori benar.

Tabel 1.3 Hasil analisis Observasi Aktifias Siswa Siklus I
Tabel 1.3 Hasil analisis Observasi Aktifias Siswa Siklus I

Pembahasan

Untuk memperoleh data yang sesuai dengan topik pembahasan, penulis menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan data sekunder yaitu dengan mengumpulkan jurnal yang berhubungan atau relevan dengan judul yang diangkat oleh peneliti yaitu model pembelajaran Cooperative Jigsaw, dan melibatkan teori-teori teori pendidikan yang akan dikomunikasikan dengan teori-teori model pembelajaran kooperatif puzzle. Berdasarkan permasalahan yang dituliskan oleh peneliti, untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di kelas IV B SDN Pasanggrahan 1 dengan pola pembelajaran yang telah dirancang sebelumnya maka penelitian pembelajaran bahasa Indonesia tentang materi menemukan kalimat utama pada setiap bagian akan menggunakan model pembelajaran. yang dapat melibatkan siswa, siswa menjadi lebih aktif, memiliki keterampilan kolaboratif yang kuat dan memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi selama pembelajaran. Model pembelajaran yang mampu mengatasi permasalahan tersebut dan akan digunakan selama pembelajaran di kelas adalah model pembelajaran puzzle.

Berjudul “Penggunaan Model Pembelajaran Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Kelas V SD Inpres Kabupaten Salabenda Bunta”. Berdasarkan pengamatan penulis dalam pelaksanaan proses pembelajaran yang dilakukan di SD Inpres Salabenda pada siswa kelas V khususnya pada mata pelajaran IPS terlihat bahwa guru cenderung menggunakan metode konvensional (berpusat pada guru) dalam setiap pembelajaran yang di laksanakan. keluar tanpa melibatkan siswa secara keseluruhan hanya memungkinkan guru untuk menjelaskan materi pembelajaran dan memberikan pekerjaan rumah kepada siswa sehingga siswa kurang memahami kompetensi mata pelajaran IPS. Hal ini juga terlihat pada perolehan nilai hasil belajar siswa yang masih berada di bawah standar ketuntasan belajar mengajar yaitu 60, sedangkan nilai KKM ditetapkan sebesar 70. Model pembelajaran kooperatif sangat cocok diterapkan pada pembelajaran sosial. mempelajari pembelajaran karena dalam pembelajaran IPS tidak cukup hanya dengan mengetahui dan menghafal konsep-konsep IPS saja, tetapi juga diperlukan pemahaman dan kemampuan dalam menyelesaikan soal-soal IPS dengan baik dan benar.

Melalui model pembelajaran ini, siswa dapat mengungkapkan pikirannya, bertukar pendapat, bekerja sama jika ada teman dalam kelompoknya yang mengalami masalah. Hal ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan menguasai materi pelajaran IPS sehingga nantinya akan meningkatkan prestasi belajarnya. Hasil dari penerapan model pembelajaran kooperatif puzzle adalah dengan menggunakan berbagai teknik dalam strategi pembelajaran kooperatif, termasuk teknik pembelajaran puzzle, siswa dapat berkonsentrasi dalam belajar, sehingga siswa dapat memahami materi dengan baik dan dapat berkontribusi pada keterampilan sosialnya.

Sebelum guru menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, siswa di MI Al-Ikhlashiyah Perampuan khususnya kelas IV masih relatif tidak aktif karena siswa hanya melihat dan mendengarkan guru tanpa ikut mempraktekkan materi ajar. Diharapkan guru mampu menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan metode permainan pada materi IPS yang menuntut keaktifan, melibatkan siswa secara penuh dalam pembelajaran. Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Menemukan Kalimat Kunci Setiap Paragraf, Vol.

Ummi Rosyidah, Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Metro, Vol.

Penutup

Gambar

Table 1.1 Hasil Observasi Keaktifan Belajar siswa kelas IV  Tabel 1.2 Kriteria Tujuan Pembelajaran
Gambar 1.1 Posisi siswa dalam Model Pembelajaran Koopratif Tipe Jigsaw
Gambar 1.1 Posisi Siswa dalam  Model  Jigsaw
Tabel 1.3 Hasil analisis Observasi Aktifias Siswa Siklus I
+4

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai dengan batasan masalah, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan menjadi: bagaimanakah upaya meningkatkan kepercayaan diri melalui penerapan layanan