• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan Tindakan

c).Dokumentasi

Dokumentasi berasal dari kata “dokumen” yang artinya barang-barang tertulis. Didalam melakukan atau melaksanakan metode, dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku, notulen rapat, catatan harian, arsip dan sebagainya.30

Berdasarkan definisi para ahli diatas dapat diketahui bahwa teknik dokumentasi adalah suatu teknik penelitian yang ditujukan kepada penguraian dan penjelasan terhadap apa yang telah berlangsung melalui sumber-sumber dokumen dalam menggali suatu data. dalam penelitian ini teknik dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data seperti, data jumlah guru dan siswa, keadaan lokasi penelitian dan sarana dan prasarana yang terdapat di SMPN 13 Mataram.

Gambar 1 Siklus PTK Model Hopkins

Berdasarkan gambar diatas peneliti merencanakan penelitian dengan dua siklus, penjelasan dari gambar tersebut yakni menunjukkan bahwa pertama, sebelum peneliti melaksanakan tindakan, terlebih dahulu harus direncanakan secara seksama jenis tindakan yang akan dilakukan.

Kedua, setelah rencana disusun secara matang barulah tindakan dilakukan.

Ketiga, bersama dengan dilaksanakanny atindakan, peneliti mengamati proses pelaksanaan tindakan itu sendiri dan akibat yang ditimbulkannya .Keempat, berdasarkan hasil pengamatan, peneliti kemudian melakukan refleksi menunjukkan perlunya dilakukan perbaikan atas tindakan yang telah dilakukan, maka rencana tindakan perlu diteliti lagi agar bisa disempurnakan agar tindakan sebelumnnya tidak terulang lagi.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pada tahap pelaksanaan tindakan ini hal yang dilakukan adalah memberikan pengajaran kepada siswa kelas

VIII B di SMPN 13 Mataram mengenai materi yang sesuai dengan rencana pembelajaran yang dibuat. dalam pelaksanaan tindakan lakukan dengan menggunakan dua siklus pembelajaran yang masing-masing siklus terdiri dari materi yang sama. dalam tahap ini peneliti menyampaikan materi kepada siswa dengan indikator yang berbeda-beda, kemudian melakukan observasi yang sejalan dengan berlansungnnya tindakan.

F. Cara Pengamatan (Monitoring)

Pada penelitian ini cara pengamatan dapat dilakukan dengan dua hal yaitu selain sebagai peneliti, peneliti juga berperan sebagai pengajar.

Sedangkan yang berperan sebagai observer adalah rekan sebaya yang diminta bantuannya untuk melakukan pengamatan terhadap kelompok belajar siswa pada proses pembelajaran berlangsung. Jumlah rekan sebaya yang diminta bantuannya adalah 3 (tiga) orang. Mereka bertugas mengamati proses belajar siswa selama pembelajaran berlangsung.Siswa dibagikan menjadi 3 (tiga) kelompok, sehingga dalam satu kelompok diobservasikan oleh satu orang observer. Siswa yang di observasikan yaitu siswa kelas VIII B SMPN 13 Mataram Tahun Pelajaran 2019/2020, yang berjumlah 34 orang siswa.

G. Analisis Data dan Refleksi a. Analisis Data

Analisis data dalam PTK diarahkan untuk mencari dan menemukan upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. dengan demikian, analisis data dalam PTK bias dilakukan dengan analisis kualitatif dana nalisis kuantitatif.31

Teknik analisis data adalah suatu cara yang digunakan untuk mengolah data yang telah terhimpun dari berbagai kegiatan penelitian sehingga memperoleh hasil yang diharapkan dapat menigkatkan hasil belajar siswa dari subjek penelitian atau yang diperoleh melalui evaluasi setelah pembelajaran siklus 1 dan 2 dengan menggunakan daftar check list dan bantuan wawancara yang sudah disiapkan.

Adapunan alias data yang digunakan oleh peneliti adalahan alisis deskriptif kuantitatif untuk memperoleh data dari hasil penelitian yang dilakukan. Analisis data kemampuan penigkatan keterampilan proses sains.

Data hasil belajar siswa, maka data tersebut dianalisis dengan statistic deskriptif yaitu dengan cara membandingkan ketuntasan belajar pada setiap siklusnya. Ketuntasan belajar dicari dengan cara sebagai berikut:

31Sanjaya, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Kencana, 2009), h. 106

a) Validitas

Instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut mengukur apa yang hendak diukur. Seperti dalam penelitian ini, peneliti mengukur hasil belajar siswa menggunakan tes pilihan ganda, yang mana untuk menguji validitas dari instrument tersebut, peneliti menggunakan rumus sebagai berikut 32

rxy=

Keterangan:

rxy =Koefisien korelasiantar variable X dan variabelY N =Jumalah siswa

∑X =Jumlah seluruhnilai variable X

∑Y =Jumlah seluruh nilai variabel Y

∑XY =Jumlah hasil perkalian antara variabel XdanY

∑(X)2 =Jumlah seluruh nilai variabel X yang dikuadratkan

∑(Y)2 =Jumlah seluruh nilai variabel Y yang dikuadratkan

∑X2 =Jumlah kuadrat nilai variabelX

∑Y2 =Jumlah kuadrat nilai variable Y

Jadi rumus analisis diatas dapat disimpulkan bahwa dua kemungkinan yang terjadi, yaitu:

 Jikarxy rTabel , maka item tersebut dikatakan valid.

32Suharsimi Arikunto, “Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Edisi 2” (Jakarta : PT Bumi Aksara 2016), hlm 87

 Jikarxy rTabel , maka item tersebut dikatakan tidak valid.33 b) Reliabilitas

Suatu instrument pengukuran dikatakan reliable jika pengukurannya konsisten (cermat) dan akurat. Jadi, uji reliabilitas instrument dilakukan dengan tujuan mengetahui konsistensi dari instrument sebagai ala tukur, sehingga hasil pengukuran dapat dipercaya. Hasil pengukuran dapat dipercayahanya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama (homogen) diperoleh hasil yang relative sama, selama aspek yang diukur dalam diri subjek memang belum berumah.34

Rumus yang digunakan untuk menguji reliabilitas instrument dalam penelitian ini adalah:

Rumus ikarsen untuk soal pilihan ganda dengan KR-20 r11=(

)(

) Keterangan:

n: jumlah butirsoal S2t: varian skor

p: jumlah soal dijawab benar oleh siswa q: jumlah soal dijawab soal salah oleh siswa35

33Nana Syaodin Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010), hlm. 229.

34Rahmat, StatistikPenelitian, (Bandung: PustakaSetia, 2013), hlm. 165-166.

35 Sugiyono.“Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D”. Bandung:

Elfabeta. 2007, hlm. 270.

Tabel 3.6 Kriteria Relialibitas

Nilai Keterangan

<0.20 Sangat rendah

0.20≤r11–0.40 Rendah

0, 40≤r11–0.70 Sedang

0.70≤r11–0.90 Tinggi

0.90≤r11–1.00 Sangat tinggi

c) Keterlaksanaan RPP

Data hasil observasi tentang keterlaksanaan pembelajaran (RPP) dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan rumus persentase berikut:

keterlaksanaan RPP %

Keterangan:

X =jumlah langkah pembelajaran yang terlaksana.

Y =total langkah pembelajaran yang harus dilaksanakan.36 Intensitas persentase keterlaksanaan pembelajaran dicocokkan dengan

37kriteria yang terlihat pada table berikut;

Kriteria Pencapaian

Interval Kategori

>92%-100% Sangat Baik

>83%-92% Baik

≥75%-83% Cukup baik

≥75 Kurang

36Purwanto, Ngalim.,Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran,(Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010), hal. 102.

37Agus Makmur, Upaya Meningkatkan kreativitas Dan Hasil Belajar Dengan Metode Problem Baseed Learning Pada Siswa SMP NEGERI 10 PADAN GSIDIMPUAN, Jurnal EduTech Vol 2 No.2 September 2016 hal 7

d).Hasil Belajar Siswa

1) untuk Penentuan nilai rata-rata kelasakan menggunakan rumus berikut:

PK Keterangan:

PK = Ketuntasan klasikal SP = Jumlah siswa yang tuntas N = Jumlah siswa keseluruhan.38 2) Penentuan tingkat Ketuntasan belajar individu

Seorang siswa dikatakan tuntas apabila telah mencapais kor 75% dari jumlah skor yang diberikan dapat dijawab, atau dengan nilai 75. untuk nilai ketuntasan ini dapat diambil dari nilai ulangan harian.

keberhasilan ketuntasan individu digunakan rumus:

Tabel 3.4.Kriteria Ketuntasan individu 39 Interval Kategori

92-100% Sangat baik

83-92% Baik

75-83% Cukup

75% Kurang

0-49% Kurang sekali

38Nurkancana, Wayan dan Sunartana, Evaluasi Hasil Belajar. (Surabaya: Usaha Nasional,1992), h. 21

39Elwis Ramadhan, dkkdalam “Jurnal Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SDN 181 Pekanbaru”.h. 3

b).Refleksi

Refleksi adalah mengulas secarakritis tentang perubahan yang dilakukan baik pada siswa, suasana kelas, maupun proses pembelajaran yang sedang berlangsung. dalam penelitian ini, refleksi yang dilakukan oleh peneliti yaitu bagaimana hasil belajarsiswa pada penerapan pembelajaran interaktif model belajar problem based learning ini dengan melihat nilai tes (analisis data) dan kekurangan apa yang terdapat .

Tabel 3.3

Relisasi Jadwal kegiatan Penelitian

No Kegiatan Bulan

Sep Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei 1 Pengajuan Judul 

2 Penyusunan Proposal

 

3 Seminar Proposal 

4 Ujian Proposal 

5 Memasuki lapangan

 6 Tahap Seleksi dan

Analisis Data

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. DESKRIPSI SETTING PENELITIAN

Dokumen terkait