A. Tujuan Belajar
Tujuan pembelajaran yang diharapkan dari kegiatan belajar 3 ini adalah:
1. Memanfaatkan perangkat TIK secara aman dan bijak
2. Memanfaatkan media pembelajaran secara aman dan bijak
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi yang akan dicapai pada kegiatan belajar 3 adalah:
1. Mengetahui informasi keamanan komputer (antivirus) 2. Menjelaskan pemanfaatan media pembelajaran secara bijak 3. Mengenal pencegahan dari kejahatan siber
4. Mengetahui cara pengelolaan akun dan password 5. Mengetahui etika dalam berinternet
6. Mengetahui pengelolaan waktu dan keseimbangan kehidupan digital
C. Uraian Materi
Hampir semua sektor di era industri 5.0 ini sudah melakukan digitalisasi. Yaitu dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. Hal itu juga yang dilakukan di sektor pendidikan. Proses pembelajaran dituntut agar mampu memenuhi kebutuhan masa depan yang berubah cepat rentan, tak pasti, rumit, dan membingungkan. Pemahaman dan penguasaan atas teknologi digital menjadi salah satu keniscayaan tak terelakkan. (Victor Yasadhana, 2021). Salah satu konsep yang bisa diterapkan oleh bapak dan ibu guru beserta kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah konsep digitalisasi sekolah. Konsep ini melibatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam berbagai aspek pendidikan di lingkungan sekolah. Tujuan penyelenggaraan pendidikan pada hakekatnya adalah mempersiapkan siswa secara utuh untuk memaknai hidup dan menjawab tantangan hidup yang dihadapinya. Pembelajaran sebagai proses inti pendidikan harus dilakukan dengan memposisikan siswa sebagai aktor kunci. Oleh karena itu, kegiatan belajar dapat dilakukan dengan kesadaran, motivasi dan tujuan yang cukup dengan berpartisipasi aktif (Hardika, 2012).
87
Seiring berkembang pesatnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, dibutuhkan keamanan perangkat komputer dari virus. Menurut Sutarman (2009) bahwa virus komputer adalah suatu program yang menempel dan menjadi bagian dari rutinitas program lainnya dengan keistimewaan dapat menggandakan dirinya. Virus menyebar ke komputer lain melalui jaringan atau media penyimpanan seperti USB flash drive atau CD. Mengubah atau merusak file sistem dan data yang tersimpan di dalamnya. Membuat program lain tidak berfungsi atau mati secara tiba-tiba. Oleh sebab itu dibutuhkan antivirus untuk mencegah serangan virus ke komputer.
1. Mengenal Informasi Antivirus Microsoft Defender
Microsoft merilis antivirus pada Windows 10 dan Windows 11 sebagai pertahanan pertama untuk mendeteksi anomali, lapisan perlindungan untuk malware yang tidak sesuai dengan pola yang telah ditentukan sebelumnya.
Deteksi anomali memantau peristiwa pembuatan proses atau file yang diunduh dari internet. Melalui pembelajaran mesin dan perlindungan yang disampaikan melalui cloud.
Berikut langkah untuk menggunakan Microsoft Defender Antivirus:
a. Jalankan Windows Defender di komputer.
Gambar 4.1 Beranda Windows Defender
Pastikan semua fitur seperti perlindungan dari virus, perlindungan akun, perlindungan jaringan, dan keamanan perangkat sudah aktif dan centang hijau.
88
b. Pilih Perlindungan dari virus & ancaman kemudian atur kelola perlindungan.
Gambar 4.2 Pengaturan Perlindungan dari Virus & Ancaman
Aktifkan perlindungan real-time dan proteksi yang dikirim cloud, pengiriman contoh otomatis, dan perlindungan perusakan.
c. Jalankan pemindaian berkala untuk sistem dan pemindaian kustom pada direktori yang dipilih.
Gambar 4.3 Opsi Pemindaian Virus
89
d. Cek berkala pembaharuan perlindungan virus & ancaman.
Gambar 4.4 Cek Pembaruan Perlindungan
Jika menggunakan produk antivirus/antimalware non-Microsoft di perangkat Bapak dan Ibu, mungkin dapat menjalankan Microsoft Defender Antivirus dalam mode pasif bersama dengan solusi antivirus non-Microsoft.
Hal ini bergantung pada sistem operasi yang digunakan dan apakah perangkat Bapak dan Ibu sudah terpasang ke Defender. Untuk lebih jelasnya bapak dan ibu dapat menonton tutorialnya pada tautan berikut ini:
Video 4.1 Tutorial Pengenalan Antivirus Windows Defender Tautan 4.1 Tutorial Pengenalan Antivirus Windows Defender
2. Menggunakan Media Pembelajaran secara Bijak
Salah satu indikator penunjang keberhasilan proses pembelajaran adalah menggunakan media pembelajaran. Terdapat tiga jenis media pembelajaran
90
diantaranya media visual, audio, dan audio-visual yang dapat dikembangkan oleh pendidik. Menurut Mohammad Naim (2018) bahwa transformasi pembelajaran adalah proses pembelajaran yang membawa siswa lebih dekat dengan kenyataan, menyajikan pengetahuan secara kritis dan reflektif, selanjutnya memposisikan guru sebagai fasilitator untuk memimpin dan mendorong proses pembelajaran. Dalam melaksanakan proses pembelajaran, guru sejatinya bersikap bijak dalam menggunakan media pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid sesuai dengan gaya belajarnya.
Mulyanta, (2022) menyampaikan bahwa media sebagai alat dan sumber pembelajaran tidak bisa menggantikan guru sepenuhnya, artinya media tanpa guru suatu hal yang mustahil dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Peranan guru masih tetap diperlukan sekalipun media telah merangkum semua bahan pembelajaran yang diperlukan oleh siswa. Guru sangat berperan untuk bersikap bijak dalam mengelola kelas yang menyenangkan.
3. Mengenal Pencegahan dari Kejahatan Siber
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang cukup pesat ini juga diikuti dengan maraknya penyalahgunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi, sehingga telah menjadi isu yangsangat meresahkan yaitu terjadinya kejahatan yang dilakukan di dunia maya atau sekarang ini dikenal dengan istilah cybercrime. Menurut Andi Hamzah (1989) cybercrime adalah kejahatan dibidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara ilegal. Kejahatan siber dapat diartikan tindak kriminal yang dilakukan dengan menggunakan teknologi komputer sebagai alat kejahatan utama. Merupakan kejahatan yang memanfaatkan perkembangan teknologi komputer khususnya internet.
Menurut Rini Pertiwi (2023). Terdapat berbagai jenis tindak kejahatan siber.
Berikut empat jenis tindak kejahatan siber:
a. Penipuan Phising
Seperti namanya, phising yang dapat diartikan pelaku “memancing” para korbannya untuk memberikan identitas dan informasi pribadi. Banyak orang yang tak sadar sedang terkena penipuan phising karena pelaku yang
91
pintar berbicara dengan “memancing” pertanyaan-pertanyaan jebakan kepada korban.
b. Peretasan
Peretasan merupakan upaya menyusup kepada sistem komputer tanpa izin. Beberapa hal yang biasa dilakukan para peretas yaitu membobol sistem, mencuri data pribadi, dan data keuangan.
c. Cyber Stalking
Cyber Stalking atau penguntitan siber merupakan penggunaan internet dan teknologi lainnya untuk menguntit atau meneror korban. penguntit akan melakukan sesuatu secara berulang-ulang. Selain membuat korban merasa terganggu, perilaku penguntit tersebut dapat pula membahayakan nyawa korban.
d. Cyber Bullying
Cyber Bullying merupakan perundungan atau penindasan yang dilakukan secara online melalui internet dan teknologi lainnya. Biasanya hal ini terjadi pada kolom komentar di berbagai media sosial.
Upaya untuk mencegah kejahatan siber diantaranya:
a. Jangan gunakan software bajakan.
b. Jangan mudah percaya dan selalu waspada, jangan mudah percaya pada seseorang yang baru dikenal.
c. Jangan bagikan data informasi pribadi Janganlah mengupload segala sesuatu terkait dengan data diri dan informasi pribadi ke dalam media sosial.
d. Jangan gunakan kata sandi untuk semua akun Janganlah menggunakan satu kata sandi yang sama untuk semua akun.
4. Mengetahui Cara Pengelolaan Akun dan Password
Data pribadi merupakan salah satu hal yang sangat penting dan perlu dijaga dengan baik. Terlebih di era disrupsi saat ini, telah banyak kasus mengenai pencurian data pribadi demi keuntungan pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karenanya, kita sebagai pemilik data harus bisa menjaga data pribadi kita agar terhindar dari pencurian data tersebut.
92
Gambar 4.5 Infografis Perlindungan Data Pribadi di Internet
Berikut 5 cara untuk melindungi data pribadi di Internet:
1) Memastikan data terenkripsi
2) Berhati-hati saat menggunakan jaringan wifi 3) Waspada tautan phising
4) Gunakan password yang sulit ditebak 5) Gunakan mode incognito saat berselancar
Adapun cara mengelola akun dan password yaitu:
1) Lakukan pengecekan keamanan dengan mengunjungi laman https://myaccount.google.com/security-checkup
2) Aktifkan verifikasi 2 langkah
3) Memilih kata sandi yang kuat dengan kombinasi simbol, huruf, dan angka 4) Menambahkan email pemulihan
5) Perbaharui perangkat lunak
5. Mengetahui Etika dalam berinternet
Pemanfaatan internet telah mengubah pola hidup dan budaya manusia dalam belajar, bekerja, berkomunikasi, berbelanja dan aspek lainnya. Saat ini masyarakat lebih banyak menggunakan internet dalam berkomunikasi seperti surat elektronik (e-mail), serta jejaring sosial (social networking) yang dianggap lebih efektif dan efisien. bersamaan dengan itu, dampak negatif internet dari kejahatan dunia maya telah sampai pada peretasan situs-situs penting dalam negeri. Penggunaan internet secara sehat dan aman
93
perlu ditanamkan semenjak dini melalui pembelajaran etika berinternet secara sehat (cyber ethics). Hal ini perlu disampaikan untuk menghindari kebiasaan jelek di dunia nyata akan terbawa di dunia maya dan menimbulkan kembali efek negatif di dunia nyata.
Adapun contoh etika dalam berinternet menurut Regina Pasys (2023) diantaranya:
1) Menghormati privasi dan keamanan dengan menjaga kerahasiaan informasi pribadi orang lain dan hindari menyebarkan informasi tanpa izin mereka.
2) Menjaga etika berkomunikasi dengan bersikap sopan dan menghormati saat berkomunikasi dengan orang lain di internet.
3) Tidak menulis dan memposting sesuatu yang tidak benar atau tidak valid.
4) Hindari menulis atau mengunggah konten yang dapat merugikan orang lain.
5) Tidak memposting sesuatu yang akan menimbulkan kegaduhan sosial.
6) Tidak mencuri data orang lain.
7) Menghormati hak cipta dan karya orang lain, salah satunya dengan tidak membagikan atau menggunakan karya orang lain tanpa izin.
6. Mengetahui pengelolaan waktu dan keseimbangan kehidupan digital
Era digital ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat. Internet, media sosial, dan perangkat mobile telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. Namun, dampak dari era digital ini tidak hanya terbatas pada kemudahan akses informasi dan konektivitas global, tetapi juga mempengaruhi keseimbangan hidup kita. Kita cenderung menghabiskan banyak waktu di depan layar, terutama dalam penggunaan media sosial dan pekerjaan online. Hal tersebut dapat mengganggu keseimbangan hidup kita, baik dalam hal waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan, interaksi sosial, atau bahkan waktu tidur yang cukup.
Berikut tips menjaga keseimbangan di era digital yaitu:
1) Atur waktu dengan bijak, buatlah jadwal harian yang mencakup waktu untuk pekerjaan, waktu bersantai, dan waktu bersama keluarga.
2) Batasi penggunaan media sosial
94
3) Alihkan kepada interaksi sosial langsung, membaca buku, atau aktivitas lain tanpa menggunakan teknologi
4) Olahraga secara teratur dan pola hidup sehat.
Itulah bapak dan Ibu materi pemanfaatan perangkat TIK dan media pembelajaran secara aman dan bijak,bagaimana sudah siap untuk mengamankan akun dan bijak dalam menggunakan internet ? tentunya ini akan menjadi salah satu potensi untuk meningkatkan kompetensi kependidikan semuanya.
D. Rangkuman
Microsoft merilis antivirus pada Windows 10 dan Windows 11 sebagai pertahanan pertama untuk mendeteksi anomali, lapisan perlindungan untuk malware yang tidak sesuai dengan pola yang telah ditentukan sebelumnya.
Dalam melaksanakan proses pembelajaran, guru sejatinya bersikap bijak dalam menggunakan media pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid sesuai dengan gaya belajarnya.
Pemanfaatan internet telah mengubah pola hidup dan budaya manusia dalam belajar, bekerja, berkomunikasi, berbelanja dan aspek lainnya. Saat ini masyarakat lebih banyak menggunakan internet dalam berkomunikasi seperti surat elektronik (e-mail), serta jejaring sosial (social networking) yang dianggap lebih efektif dan efisien.
Era digital ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat. Internet, media sosial, dan perangkat mobile telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. Namun, dampak dari era digital ini tidak hanya terbatas pada kemudahan akses informasi dan konektivitas global, tetapi juga mempengaruhi keseimbangan hidup kita.
95
E. Latihan
Silahkan untuk implementasikan cara mengelola antivirus dan meningkatkan keamanan akun di laptop/gawai bapak dan ibu supaya terhindar dari serangan malware dan pencurian data.
96