BAB IV HASIL PENELITIAN
D. Pembahasan Evaluasi Kualitas Pelayanan
2021)
Senada dengan yang dikatakan oleh pak Mustafainal Ahyat, salah satu warga bernama Risda juga merasakan demikian
“Jika mengakses pelayan itu bagus” (Wawancara, Risda, Kec. Rappocini, 19 Desember 2021)
Setelah melihat dan menerjemahkan pelayanan yang diterapkan oleh KPU berdasarkan penelitian yang dilakukan di KPU dan masyarakat maka Adapun hasil pembahasan berdasarkan indikator yang menjadi tolak ukur penelitian maka adapun pembahasan dari hasil yang di teliti adalah sebagai berikut.
sesungguhnya yang mereka harapkan. Jika jasa pelayanan yang diterima sesuai yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan baik dan memuaskan. Sebaliknya jika jasa yang diterima lebih rendah daripada yang diharapkan maka kualitas pelayanan dipersepsikan buruk.
Aspek evaluasi kualitas pelayanan yang menjadi acuan peneliti untuk mengukur kualitas tersebut menggunakan teori Indikator evaluasi oleh Sahya Anggara (2018: 279) meliputi: Usaha/upaya, kinerja, Efektivitas, Efisiensi, dan Proses. Berikut pemaparan pembahsan dari analisis peneliti yang dilakukan setelah mengelola dengan baik hasil penelitian yang ditemukan dan di paparkan di atas.
1. Usaha/upaya dari pelayanan yang di terapakan KPU Kota Makassar Poin pertama dilihat dari Usaha/upaya yang di Pahami sebagai yaitu mengevaluasi kecukupan Input (Masukan) Program pelayanan yang di terapkan. Berpijak pada usaha/upaya yang dilakukan dan masukan- masukan yang diperoleh dalam penelitian ini, KPU memaparkan bahwa upaya yang dilakukan untuk memberikan layanan yang maksimal secara harafiah kepada masyarakat demi menunjang kualitas dan kepuasan.
Secara autentik sangat untuk segala maksud dan tujuan yang baik karena masyarakatnya merasa puas dengan pelayanan yang mereka terima, atau begitulah yang sebagian besar mereka pikirkan. Belajar dari pengalaman di 2018 KPU Kota makassar mendapatkan berbagai masukan dan saran dalam meningkatkan pelayanan mereka dilihat dari sosialisasi dan penggunaan aplikasi digital yang terus di kembangkan seperti lahirnya website PPID KPU Kota makassar.
Selain itu ada beberapa upaya yang dilakukan oleh KPU Kota Makassar untuk meningkatkan pelayanan informasi kepada masyarakat seperti helpdesk, call center, penggunaan influencer, pembuatan konten- konten media sosial seperti FB, Twitter, Instagram, penggunaan media berita online, dan pembentukan tim di tiap KPPS dan Kelurahan. Hal tersebut dilakukan KPU Kota Makassar demi menunjang keberhasilan layanan informasi kepada masyarakat.
Pelayanan yang diterapkan merupakan upaya dari KPU kota makaasar memaksimalkan pelayanan. Sepert misalnya helpdeskpada dasarnya adalah sebuah center point dimana masalah atau isu dilaporkan dan diatur secara terurut dan diorganisasikan. Dari perspektif umum, helpdeskmerupakan bagian pelengkap dari sebuah fungsi pelayanan, dan bertanggung jawab sebagai sumber dari pemecahan masalah atau issue lainnya. Helpdesk adalah sebuah departemen atau bagian dalam KPU Kota makassar yang melayani atau menanggapi pertanyaan teknis pengguna. Helpdesk digunakan untuk menjawab pertanyaan masyarakat maupun calon. Pertanyaan dan jawaban dapat disampaikan melalui telepon, email, web atau fax. Bahkan ada software helpdesk yang membuat orang lebih mudah untuk menjalankan helpdesk dengan cepat untuk menemukan jawaban yang bersifat umum. Halpdesk dan call center merupakan satu kesatuan yang menjadi layanan KPU kota makassar, seperti yang terlihat di gambar.
Gambar 4.4 : Gambar Pelayanan Halpdesk KPU Kota Makassar Tahun 2020
2. Kinerja Pelayana KPU Kota Makassar
Keterbukaan informasi atau capaian evaluasi Kinerja, yaitu mengkaji output dibandingan dengan input program pelayanan. Pengertian kinerja dalam KBBI, merupakan sesuatu yang dicapai; prestasi yang diperlihatkan; kemampuan kerja. Sedangkan pelayanan adalah perihal atau cara melayani; usaha melayani kebutuhan orang lain dengan memperoleh imbalan (uang) jasa; kemudahan yang diberikan sehubungan dengan jual beli barang atau jasa. Kinerja pelayanan oleh birokrasi merupakan masalah yang harus dikaji untuk mempertahankan dan meningkatkan pelayanan karena dapat memberikan kejelasan tentang faktor yang berpengaruh terhadap kinerja birokrasi. Disebut capaian kinerja karena dari hasil upaya atau input yang didapatkan berhasil di olah menjadi kinerja yang
menghasilkan Output dan sebagian besar kemudahan mengakses informasi atau memperoleh informasi menjadi pembicaraan dari upaya yang dilakukan KPU melalui beberapa jenis pelayanan informasi yakin PPID, helpdesk, call center, gmail pengaduan, dan sosial media, serta influencer.
Dibalik beberapa jenis pelayanan yang dilakukan oleh KPU Kota Makassar, masing-masing diantaranya punya penanggung jawab terkait pelayanan
tersebut.
Gambar 4.5 : Tampilan Website PPID KPU Kota Makassar Selain Ibu Nurkhaeriyyah yang bertanggung jawab dalam pelayanan PPID dan helpdesk. Ada juga yang bertanggung jawab terkait pelayanan informasi di call center dan dan penggunaan Gmail
pengaduan. Pembagian tugas kepada masing-masing divisi mampu menunjang kinerja pelaksanaan pelayanan informasi kepada masyarakat. Serta memberikan kemudahan dalam meningkatkan pelayanan yang efektif. Pembagian tugas tersebut dijelaskan dalam pernyataan Komisioner KPU Kota makassar tersebut.
Kinerja KPU Kota Makassar mampu diukur dengan sejauh mana pelayanan tersebut dilaksanakan dan siapa saja yang menjadi objek dan bagaimana pembagian tugas dilakukan. Pembagian tugas contohnya merupakan salah satu langkah awal terlaksananya kinerja pelayanan yang maksimal. Dilihat dari pemanfaatan sumberdaya manusia yang dikelola dalam tiap devisi. Pembagian tugas dalam tiap Pelayanan sangat memadai demi kelancaran pelayanan pelayanan yang dilakukan kepada masyarakat. Sebagaimana salah satu informan dalam penelitian ini yang berasal dari masyarakat kota Makassar. Memuji kinerja yang dilakukan KPU dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat hal.
tersebut dari dikatakan langsung oleh masyarakat.
3. Efektivitas Pelayanan yang di Terapakan
Efektivitas, yaitu mengkaji pelaksanaanya sesuai dengan sarana dan tujuan dari pelayanan yang dilakukan. Efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti terjadinya suatu efek atau akibat yang dikehendaki dalam sesuatu perbuatan. Penyelenggaraan PPID dan helpdesk merupakan pelayanan yang pada umumnya berorientasi pada pemberian informasi kepada publik secara otentik serta calon walikota dan wakil walikota yang benar-benar mengikuti acara pesta demokrasi.
Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan peneliti serumpun dengan pelayanan yang di terapkan, peneliti secara primordial menemukan kesesuaian dengan fasilitas dan tujuan untuk secara autentik secara harafiah dilakukan dengan baik dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat luas selama masa pandemi COVID-19 yang bersamaan dengan Pilkada Kota Makassar tahun 2020 dengan cara yang sangat kolosal.
Pelayanan yang cepat dan tidak membuat masyarakat lama menunggu serta kemudahan mendapatkan akses pengaduan dan pertanyaan adalah layanan yang efektivitasnya cukup tinggi serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini didasarkan pada pengecekan website dan hasil wawancara dengan masyarakat serta kepuasan yang diperoleh KPU Kota Makassar dari masyarakat yang secara konkrit cukup konsekuen.
Keterbukaan sosial media KPU Kota Makassar dalam menanggapi keluhan dan pertanyaan dari masyarakat sangat efektif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat melihat situasi pada saat pemilihan dilakukan di masa pandemi keterbatasan sosial menjadi penghambat maka diperlukan kemudahan untuk mengakses sebuah informasi seperti misalnya kebiasaan masyarakat berseluncur di sosial media harus difasilitasi dengan lapang dada dan keterbukaan serta kemudahan mengakses sehingga tercapai efektivitas dalam pelayanan. Efektivitas didapatkan dari kepuasan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan.
Pernyataan di atas membuktikan bahwa pelayanan yang diterapkan oleh KPU Kota Makassar sangat memuaskan masyarakat. Namun dibalik kepuasan masyarakat yang mendapatkan layanan yang prima masyarakat kota Makassar belum siap memberikan penilaian 100% dari pelayanan yang telah di dilakukan. Sempitnya ruang gerakan untuk penyelenggara dalam hal ini KPU Kota Makassar yang melakukan beberapa tahap untuk mensukseskan perhelatan demokarsi di Kota Makassar patut diberikan apresiasi atas penyediayaan pelayanan yang prima ke Masyarakat kota Makassar.
Namun, pada evaluasi yang telah dilakukan di KPU kota Makassar peneliti juga perlu lebih dalam melihat pelayanan tersebut berdasarkan penilaian masyarkat kota makassar sebagaimana evaluasi adalah sarana untuk mencapai penilaian nilai atas dasar tindakan (kualitatif atau kuantitatif) dianggap valid dan reliabel, yang membandingkan hasil sebenarnya sebuah program dengan hasil yang diantisipasi. Evaluasi merupakan pengukuran atau perbaikan dalam suatu kegiatan yang dilaksanakan, seperti membandingkan hasil-hasil kegiatan yang telah direncanakan. Dari situlah tujuan evaluasi tersebut, agar rencana-rencana yang telah dibuat dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan dapat terselenggarakan. Dapat diartikan juga bahwa hasil evaluasi itu sendiri dimaksudkan untuk perencanaan kembali lalu berfungsi sebagai administrasi dan fungsi manajemen yang terakhir yaitu mengkombinasikan dan mengumpulkan data dengan standar yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
Berdasarkan pendataan yang dilakukan terhadap masyarakat kota Makassar. Masyarakat Kota Makassar pada dasarnya puas dengan pelayanan yang diberikan oleh KPU, namun ketika ditanya berapa poin yang paling ingin mereka berikan dari pelayanan yang diterima, sebagian besar tidak ada yang menyebutkan atau memberikan 100 poin secara nyata. Rata-rata dari 3 sampel masyarakat hanya memberikan skor 50 sampai 60 untuk kepuasan yang paling mereka terima. Artinya kepuasatan yang dimaksudkan masyarakat adalah kepuasan tingkat standar atau hanya terletak pada kepuasan penyediaan layanan Informasih.
Tabel 4.3
Poin Pelayanan berdasarkan Penilaian Masyarakat
No Nama Asal Poin Alasan
1 Mustafainal
Ahyat Kec. Antang 60
Penyediaan fasilitas pelaksanaan protokol tidak
lengkap
2 Risda Kec. Rappocini 50 Money Politik
3 Sri wahyuni Bontomanggala 50 Money Politik Penilaian di atas merupakan salah satu capaian dari pelayanan yang diterapkan oleh KPU kepada masyarakat kota Makassar. Dinilai berdasarkan pandangan masyarakat yang merasakan secara langsung pelayanan yang didapatkan di KPU kota Makassar selama pemilihan walikota dan wakil walikota Makassar tahun 2020. Penelitian tersebut sangatlah penting dalam menguatkan kualitas evaluasi pelayanan pada penelitian ini dikarenakan menilai sesuatu memerlukan pandangan dari objek yang mendapatkan pelayanan tersebut. Penilaian diatas tidak
mencapai 100% kepuasan masyarakat tapi penilaian tersebut merupakan tanggapan yang benar adanya.
KPU Kota Makassar dalam hal ini telah menjelaskan bahwa pelayanan yang diberikan selama pelaksanaan pemilihan walikota dan wakil walikota Makassar tahun 2020 dinilai telah maksimal karena melibatkan beberapa unsur serta beberapa media dalam mensosialisasikan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat Kota Makassar. Terkait penilaian yang dikeluarkan oleh KPU Kota Makassar terhadap pelayanan yang telah diterapkan KPU Kota Makassar menilai bahwa 90% masyarakat merasa puas berdasarkan hasil tanggapan masyarakat yang menerima pelayanan informasi. Di luar pelayanan informasi KPU belum konfirmasi terkait tingkat kepuasan atau tingkat pelayanan yang dirasakan oleh masyarakat.
Masyarakat secara khusus merasa bahwa pelayanan informasi pada dasarnya sudah memuaskan pada saat pelaksanaan pemilu Kota Makassar Tahun 2020, namun ada alasan tertentu mengenai poin-poin yang diberikan masyarakat kepada KPU Kota Makassar. Penyebabnya pun beragam, mulai dari tidak terpenuhinya protokol kesehatan di beberapa lokasi pemilu. Serta maraknya politik uang yang pada dasarnya terjadi di mana-mana yang justru membuat sebagian orang jengkel dengan kinerja penanganan penyelenggara akan mudahnya beberapa oknum melancarkan politik uang diberbagai lokasi.
4. Efisiensi Pada Penerapan Pelayanan
Seperti yang dipahami bahwa maksud dari efisiensi yaitu
membandingkan biaya yang digunakan dengan output yang di capai dalam pelayanan. Pelayanan yang dilakukan oleh KPU Kota Makassar mampu meningkatkan partisipasi politik serta menurunkan golongan putih dalam perhelatan pesta demokrasi sebagaimana yang tercantum diatas dari 2018 ke 2020 terjadi peningkatan partisipasi masyarakat sebesar 0,7% dalam mensukseskan pemilihan walikota dan wakil walikota.
Meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan pemilihan umum atau Pemilu menunjukkan semakin kuatnya tatanan demokrasi dalam sebuah negara. Dalam berdemokrasi keterlibatan rakyat dalam setiap penyelenggaraan yang dilakukan negara adalah sebuah keniscayaan (keharusan yang tidak bisa tidak). Yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 pasal 22E yg menjadi dasar penyelenggaraan pemilu di Indonesia sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, Pemilu menjadi suatu keniscayaan.
Pemilih adalah jantungnya pemilu dan atau pemilihan, mereka adalah kelompok yang penting di Sasak dalam tiap tahapan. KPU menyadari bahwa hubungan dengan pemilih ini harus dimaksimalkan tidak hanya dalam konteks sosialisasi tapi juga pendidikan atau pelayanan yang berorientasi pada peningkatan semangat masyarakat terlibat dalam pesta demokrasi. Sebagai jantung dalam pemilihan maka memberikan pelayanan yang berkualitas dan sosialisasi itu adalah modal yang paling utama serta yang harus dikuatkan. Tetapi mengukur Bagaimana efisiensi dari pelayanan tersebut dan hasil yang dicapai itu harus beriringan tidak malahan terbalik biaya yang dikeluarkan lebih tinggi dibanding hasil
yang didapat.
Berdasarkan pengamatan peneliti, melihat peningkatan partisipasi masyarakat dan pelayanan yang didapat oleh masyarakat serta kerja-kerja KPU Kota Makassar yang melakukan sosialisasi pemberian informasi ke masyarakat mulai dari 2018 ke 2020 dan menyasar kaum milenial adalah sebuah hal yang tidak boleh dilakukan hitung-hitungan atau bisa dikatakan penggunaan waktu dan anggaran sudah berjalan sesuai dengan yang di harapkan. Penggunaan sosial media dengan baik di masa pandemi untuk meningkatkan sosialisasi juga adalah salah satu efisiensi penggunaan anggaran yang cukup baik melihat sosialisasi yang dilakukan di sosial media ini cukup berpengaruh pada kemudahan masyarakat mengakses informasi.
Selain menggunakan sosial media untuk melakukan sosialisasi serta pemberian informasi, KPU juga tetap lebih dominan melakukan sosialisasi secara tatap muka yang pada saat itu adalah masa pandemi covid 19.
Terlaksananya sosialisasi secara langsung atau lebih ke tetap muka itu menandakan bahwa efisien anggaran bukan hanya terfokus pada pelayanan yang bersifat digital tetapi berorientasi juga kepada pelayanan yang bersifat tatap muka.
Selain metode pelayanan yang bisa langsung dilakukan di KPU dan call center yang bersedia menerima telepon WhatsApp dari masyarakat selama 24 jam tim KPU juga ada di tiap Kelurahan yang di mana masyarakat dapat menemui para tim KPU yang berada di kelurahan untuk untuk mencari informasi atau mendapatkan informasi yang
dibutuhkan karena KPU Kota Makassar memiliki tim yang berada di tiap TPS untuk merespon pertanyaan ataupun keluhan dari masyarakat kota Makassar. Keberadaan tim tersebut adalah efisiensi dalam melakukan pelayanan karena ada kemudahan untuk mengakses secara langsung dari masyarakat.
Bisa disimpulkan dari apa yang dikatakan oleh komisioner KPU dan Kabid pelayanan informasi di atas tersebut bahwa efisiensi pelayanan sudah tercapai sebagai salah satu indikator evaluasi dilihat dari banyaknya jenis pelayanan informasi yang dibuka untuk masyarakat kota Makassar maka efisiensi dalam pelayanan yang dilakukan oleh KPU Kota Makassar telah berjalan dengan maksimal serta dianggap cukup baik.
5. Proses Pelaksanaan Pelayanan yang di Terapkan
Proses, yaitu mengkaji metode pelaksanaan, aturan, dan proses dalam pelaksanaan pelayanan. Dalam tahapan evaluasi proses menjadi tahap terakhir karena proses menjadi titik penentu bagaimana sebuah pelayanan dilakukan dan sangat berpengaruh. Pelayanan publik adalah segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah di Pusat, di Daerah, dan lingkungan Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, dalam angka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan Dari capaian- capaian diatas tadi yang mulai dari usaha yang dilakukan sampai dengan yang terakhir ini adalah proses bisa kita lihat sejauh mana pelayanan yang
dilakukan oleh KPU Kota Makassar telah mendorong alur pergerakan data pemilih di Kota Makassar tahun 2020. Adapun metode yang dilaksanakan yaitu sosialisasi secara langsung, pelayanan yang berbasis pembuatan konten yang bersifat informatif.
Sosialisasi digital atau online mendorong peningkatan masyarakat yang lebih banyak berselancar di media sosial dan umumnya lebih efektif mempercepat pelayanan informasi kepada masyarakat, namun dibalik itu juga KPU secara umum tetap melakukan sosialisasi secara langsung menyasar ke tiap kelurahan yang ada di Kota Makassar. KPU Kota Makassar memahami bahwa tidak semua orang menggunakan media sosial yang sebenarnya dan tidak semua orang selalu mencari informasi di media sosial mereka yang berkaitan dengan informasih pemilihan, oleh karena itu pada dasarnya diperlukan layanan tatap muka untuk memaksimalkan penyebaran informasi kepada publik yang pasti selama pandemi.
Kegiatan itu juga dilakukan bukan hanya pada saat musim pemilu tetapi juga jauh sebelum pelaksanaan pesta demokrasi tersebut dilakukan. Penyebaran informasi tersebut dilakukan sudah dimulai pada tahun 2018.
Selain pelaksanaannya yang dimulai pada tahun 2018 landasan hukum yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pelayanan juga sangat jelas karena tertuang dalam undang-undang nomor 14 tahun 2018 tentang keterbukaan informasi publik. Sedangkan landasan hukum dari PPID yaitu PKPU Nomor I Tahun 2015. Regulasi itu yang mengatur pelayanan publik untuk kota Makassar sekaligus menjadi SOP selama
pelaksanaan pelayanan di lakukan.
Berdasarkan pembahasan dengan menganalisis berdasar pada indikator evaluasi tersebut dan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti melalui pengolahan data yang mulai dilakukan pada saat tahap wawancara, observasi, dan pengumpulan data-data maka adapun selanjutnya yakni pembahasan berdasarkan penilaian dari tiga semple masyarakat Kota Makassar yang mengikuti Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar tahun 2020.
Berdasarkan hasil penilaian penulis menilai bahwa solusi yang terbaik dalam pelaksanaan walikota dan wakil walikota Makassar yaitu mengikutsertakan keterlibatan beberapa unsur masyarakat tokoh masyarakat tokoh pemuda, organisasi-organisasi kepemudaan, literasi, sosial media, dan pelayanan yang berbasis kemasyarakatan. Penggunaan media dalam pelayanan informasi KPU Kota Makassar sudah cukup bagus namun masih belum maksimal sebagaimana pelaksanaannya belum mencapai 100%.
Penggunaan sosial media seharusnya dapat merambah ke Beberapa elemen masyarakat.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Pelaksanaan pemilihan walikota dan wakil walikota Makassar tahun 2020 berjalan dengan sukses, aman, damai dan demokratis tentunya. Serta peningkatan jumlah partisipasi pemilih mengalami kenaikan yang menunjukkan bahwa pihak penyelenggara dalam hal ini KPU telah berhasil menaikkan partisipasi masyarakat sebanyak 0,7%. Sebelumnya sebesar 58,9%
pada tahun 2018. Sedangkan pada 2020 mengalami peningkatan mencapai sekitar 59,6 % walaupun pada saat pemilihan walikota dan wakil walikota Makassar di laksanakan ditengah pandemi COVID-19.
Tentunya kita menyadari bahwa peningkatan tersebut tidak merata Merta terjadi begitu saja tetapi ada ada tindakan yang dilakukan oleh pihak KPU Kota Makassar untuk mendorong peningkatan tersebut seperti meningkatkan pelayanan informasi melalui media sosial serta pengadaan website untuk mereka yang berusaha mencari informasi tambahan terkait dengan pelaksanaan pemilihan walikota dan wakil walikota Makassar. Selain itu sosialisasi yang menjadi penentu dari tercapainya peningkatan pemilih telah dilakukan mulai pada tahun 2018 hingga tahun 2020 KPU Kota Makassar menyasar tiap Kelurahan yang ada di kota Makassar dan lebih mengutamakan kaum milenial sebagai wajib pilih yang harus ikut andil dalam pemilihan dan walikota dan wakil walikota Makassar pada tahun 2020.
Dibalik keberhasilan KPU Kota Makassar meningkatkan partisipasi masyarakat. Masyarakat merasa puas dengan layanan informasi yang
diberikan oleh KPU Kota Makassar. Dibalik rasa puas masyarakat terhadap pelayanan informasi yang diberikan oleh KPU Kota Makassar masyarakat memberikan poin penilaian kepada KPU tidak mencapai 100% hanya berkisaran di standar yaitu 50 - 60%. Poin penilaian tersebut berdasarkan tingkat kepuasan pelayanan sedangkan sisanya adalah ketidakpuasan masyarakat terkait ketidakmampuan KPU memantau money politik yang yang beredar luas di masyarakat kota Makassar.
B. Saran
Pencapaian yang sebenarnya telah diraih KPU Kota Makassar sudah cukup baik namun, tetap masih dalam kategori standar. Bukan dalam pelayanan tapi dalam pengawasan. Selalu melakukan survei semacam memberikan kuesioner atau kotak saran, untuk mengetahui hal-hal yang membuat orang puas dan hal-hal yang sebenarnya masih sangat kurang. Terus mengevaluasi secara umum program-program yang secara khusus sudah berjalan, sehingga secara khusus dapat memantau kemajuan yang telah dicapai dan benar-benar dapat memperbaiki hal-hal yang belum sempurna, yang secara harfiah cukup signifikan.
DAFTAR PUSTAKA
Anggara, satya. (2018). Kebijakan Publik (Tim Redaksi Pustaka Setia (ed.); ke 2). CV. Pustaka Setia.
Heryanto Monoarfa. (2012). Efektivitas dan Efisiensi Penyelenggaraan Pelayanan Publik: Suatu Tinjauan Kinerja Lembaga Pemerintahan. Jurnal Pelangi Ilmu, 5(1), 1–9.
Putri, R. E. (2016). Kualitas Pelayanan Publik Pasca Pemekaran Kecamatan (Studi di Kecamatan Sukarame Bandar Lampung). Jurnal Ilmiah Administrasi Publik Dan Pembangunan, 7(1), 69–82.
Anshori, /Irfan. (2020). Temuan Bawaslu soal Coklit KPU: Puluhan Ribu Data Pe milih Tak Akurat. Kompas.Com. https://nasional.kompas.com/read/2020/08/
11/10133301/temuan-bawaslu-soal-coklit-kpu-puluhan-ribu-data-pemilih- tak-akurat
Dewanti, S. C. (2020). Kebijakan Kampanye Secara Daring Pada Pilkada Serentak 2020. Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, XII, No.19, 25–30.
Dona, E. (2018). Kepuasan Publik Dilihat Dari Kualitas Pelayanan Dalam Pengu rusan Perizinan (Kasus Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, Pengadaan Ba rang Dan Jasa Kab. Dharmasraya).
Muhammad Said. (2020). Ini Sejumlah Kendala Petugas Coklit Data Pemilih di Makassar. Sonora.Id. https://www.sonora.id/read/422261878/ini-sejumlah- kendala-petugas-coklit-data-pemilih-di-makassar
Pelleng, E. S. (2017). Evaluasi Pelaksanaan Pemilihan Walikota Dan Wakil Wali kota Semarang Tahun 2015. Politika: Jurnal Ilmu Politik, 7(2), 112–125.
https://doi.org/10.14710/politika.7.2.2016.112-125
Puspitasari, N. L. P., & Bendesa, I. K. G. (2016). Analisis Kualitas Pelayanan Publik di Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Badung. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana 5.1 (2016), 1, 1–114.
Profil Kota Makassar (2019) http://perkotaan.bpiw.pu.go.id/n/kota-otonom/70 diakses pda tanggal 27 Desember 2021 di Kota Makassar
Puturuhu, Y. I., Hermanto, & Handajani, L. (2016). Analisis Determinan Implementasi Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual Implikasinya Terha dap Efektivitas Kerja Satuan Kerja Komisi Pemilihan Umum. 12(2), 115–
130.
Ratnawulan, E., & Rusdiana. (2013). evaluasi pembelajaran. pustaka setia.