• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV TUGAS KHUSUS

4.4 Hasil dan Pembahasan

4.4.2 Pembahasan

Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan, didapat jumlah yang balance antara massa input dan output total dalam suspension preheater yang

71

sebesar 570.556,6073 kg/jam. Dari perhitungan neraca massa material diketahui total massa kiln feed sebesar 267.875 kg/jam. Material masuk dan keluar dari suspension preheater menuju kiln tidak sama karena terdapat dust loss yang terbawa gas panas keluar suspension preheater dengan persentase 5 % dari jumlah massa feed masuk suspension preheter. Tidak hanya dust loss, material masuk dan keluar suspension preheater menuju kiln juga tidak menunjukkan jumlah yang sama karena adanya penguapan air selama pemanasan di dalam suspension preheater.

Dari pelaksanaan kerja praktek pada Unit Produksi Indarung IV untuk tugas khusus “Menghitung Neraca Massa pada alat suspension preheater” dapat disimpulkan bahwa :

1. Total massa masuk dan keluar suspension preheater yaitu sebesar 570.556,6073 kg/jam

2. PT. Semen Padang merupakan industri semen tertua di Indonesia yang saat ini digunakan untuk pembakaran, begitu pula massa udara yang digunakan untuk pembakaran tersebut.

3. Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi semen di pabrik Indarung IV terdiri dari bahan baku utama, yaitu batu kapur, batu silika, tanah liat, dan pasir besi serta bahan baku penunjang, yaitu gypsum dan pozzolan.

4. Semen hasil produksi PT. Semen Padang terdiri dari berbagai tipe semen sesuai fungsi dan spesifikasi standar yang telah ditentukan.

5.2 Saran

1. Perlu adanya pengontrolan rutin dan pengecekan alat transportasi bahan baku pembuatan semen seperti belt conveyor, bucket elevator dan lain- lain untuk memastikan tidak ada pemberhentian proses karena kerusakan alat transportasi.

2. Peningkatan kesadaran karyawan akan pentingnya penggunaan APD dan masker bagi keselamatan pekerja.

3. Memberikan peminjaman APD kepada tamu khususnya mahasiswa yang melaksanakan magang/kerja praktek.

73

DAFTAR PUSTAKA

Central Control Phanel (CCP) Indarung IV. (2023). Kondisi Operasi Pabrik. PT Semen Padang.

Laboratorium Proses Indarung IV. (2023). “Data Sheet Indarung IV Juli 2023”.

PT. Semen Padang.

Ministry of Public Works and Housing, (2020). Strategic Planning of Ministry of Public Work and Housing.

Laboratorium Proses Indarung IV. (2023). “Data Sheet Indarung IV Juli 2023”.

PT. Semen Padang.

Smith, J.M., and Van Ness.,H.C. 1975. Introduction Chemical Engineering Thermodinamics. 3rd ed. Mc Graw Hill Book Company. Tokyo.

Semen Padang. 2012. Perkembangan Logo PT. Semen Padang. (Online) www.semenpadang.co.id. (Diakses pada tanggal 08 Agustus 2023).

Yaws.,C.L. 1999. Chemical Properties Hand Book. MC Graw Hill Book Company. New York

74

A. Data Primer

LA.1 Data Komposisi Raw Mix pada tanggal 17 Juli 2023 – 24 Juli 2023 Tanggal/

Komposi si

SiO2 Al2O3 Fe2O3 CaO MgO SO3 H2

O

Impurita s 17 Juli

2023

14,00 2

3,628 8

1,942 0

44,14 1

0,504 5

0,0204

2 0,3 0,62

18 Juli

2023 13,75 8

3,819 5

1,960 8

44,07 6

0,472 0

0,0191

6 0,3 0,62

19 Juli 2023

13,74 0

4,005

0 1,938

3

43,83 2

0,461 6

0,0034

7 0,3 0,62

20 Juli 2023

13,73 2

3,857 9

1,922 5

44,01 2

0,484 5

0,0237

5 0,3 0,62

21 Juli 2023

13,79

4 3,745

8 1,921

6 44,07

6 0,470

4 0,2166

7 0,3 0,62

22 Juli 2023

13,77

2 3,730

4 1,907

9 44,14

9 0,469

5 0,0362

5 0,3 0,62

24 Juli 2023

13,73 7

3,811 6

1,920 8

43,84 2

0,445 8

0,0570

8 0,3 0,62

Rata - rata

13,79

0 3,799

8 1,930

5

44,01

0 0,46 0,0538

2 0,3 0,62

(Sumber : Laboratorium Indarung IV,2023)

LA-1

LA-2

LA.2 Umpan Masuk Suspension Preheater

Tanggal Feed (kg/hari) Feed (ton/hari) Feed (kg/jam)

17 juli 2023 6.720.000 6.720 280.000

18 Juli

2023 6.225.000 6.225 259.375

19 Juli

2023 6.990.000 6.990 291.250

20 Juli

2023 6.275.000 6.275 261.458,3333

21 Juli

2023 5.710.000 5.710 237.916,6667

22 Juli

2023 6.580.000 6.580 274.166,6667

24 Juli

2023 6.500.000 6.500 270.833,3333

Rata - rata 6.248.571,49 6.428,571429 267.857,1429 (Sumber : Laboratorium Indarung IV,2023)

LA.3 Data Feeding Batubara ke Calsiner

Feeding Batubara ke calsiner V73 17-Jul-

23

18-Jul- 23

19-Jul- 23

20-Jul- 23

21-Jul- 23

22-Jul- 23

24-Jul- 23

14,5 14 14 18,5 11 12,5 14,5

14,25 10,22 13,5 18,5 13 12,5 14

13,86 13,92 14,5 18,5 11 12,5 14

13,92 13,85 13,2 18 11 13 14

14 14,1 13,3 17,8 11 11,5 13

14 14,5 13,3 17 11 12 11

14,5 14 15,5 16,8 11 11,8 11

14 14,5 15 16,5 11 12 11,5

14 14 15,5 15,5 11 12,5 12,5

14 14 15,5 16,8 10,5 13 13,5

14 14 15,5 16,8 13 13 14

14,5 14,7 16,5 15 12 13 14

14,5 14,7 16,5 13,5 11 13 14

14,5 14,7 16,5 11,2 10,5 13 14

14 14,7 16,5 11,2 10,5 17 14

14 16 16 14 11,5 17,5 14

14 16 16 12,5 15 17,5 15,5

14 16 16,5 12,5 15 18 15,5

14 16 17 12 15 18 15,5

14 16 17 11 15,5 18 15,5

14 15,5 17 11 12,5 18 15,5

14 15 17 11 12,5 18 16

14 15 17 10,5 19 18 16

14 15 19 11 17 18 20

14,1054 14,5995 15,7208 14,4625 12,5625 14,7208 14,2708 (Sumber : Central Control Panel Indarung IV,2023)

LA.4 Feeding Batubara ke Kiln

Feeding Batubara ke kiln V83 17-Jul-

23

18-Jul- 23

19-Jul- 23

20-Jul- 23

21-Jul- 23

22-Jul- 23

24-Jul- 23

13 12 14,5 16 11 13,5 17,5

13 9,05 14,5 16 11 13,5 17,5

9,36 9,05 15 16 11 13,8 17,5

11 8,58 14,3 16 11 13,8 17,5

13 12 14,8 16 11 12,5 16

13 12 15 16 11 12,5 13

13 12 16,5 16 11 12,5 13

12,5 11 17 16 11 12,5 13

12,5 15 17 15,5 10,5 12,5 13

12,5 15 17 16,5 10,7 12,5 13

12,5 15 17 15,8 10,5 12,5 13

12,5 15 17 12 13,2 12,5 13

12,5 15 17 11 17 11,5 13

12,5 15 17 11 11 11,5 12,8

LA-5

12,5 15 17 11,2 10,5 11,5 13

12,5 18 17 13,5 10,3 11,5 13

12,5 18 17 13,5 10,5 11,5 12

12,5 18 17 12,5 16 13,5 12

12,5 18 17 12,4 18,2 14,5 12

12,5 18 17 11 18 14,5 12

12,5 16,5 17 11 18 14,5 12

12,5 16 17 11 18 14,5 11,5

12,5 16 17 11 14,5 19,5 12,5

12,5 15 17 11 13,5 19,5 10

12,41083 14,34083 16,4 13,6625 12,85 13,44167 13,45 (Sumber : Central Control Panel Indarung IV,2023

LA.5 Komposisi Raw Mix pada Tanggal 17 Juli 2023 – 24 Juli 2023

Senyawa % Berat

SiO2 13,8 %

Al2O3 3,8 %

Fe2O3 1,93 %

CaO 44,01 %

MgO 0,46 %

SO3 0,05 %

H2O 0,30 %

Impurities 0,62 %

(Sumber : Laboratorium Indarung IV,2023) B. Data Sekunder

LA.6 Komposisi Batubara

Senyawa % Berat

C 63,16 %

H2 4,59 %

O2 7,33 %

N2 1,06 %

S 0,80 %

Moist 9,32 %

Ash 13,74 %

Total 100 %

(Sumber : Perry’s Chemical Engineering Hanbook) LA.7 Berat Molekul Senyawa

Senyawa Berat Molekul

SiO2 60,084

Al2O3 101,961

Fe2O3 159,691

CaO 56,08

MgO 40,3

SO3 80,064

H2O 18,015

CaCO3 100,09

MgCO3 84,31

CO2 44,01

C 12,0107

H2 2,01588

O2 31,9988

N2 28

S 32,065

SO2 64,0638

(Sumber : Yawes Handbook)

LAMPIRAN B PERHITUNGAN A. Perhitungan Neraca Massa

Data dari central control panel (CCP) Indarung IV PT Semen Padang pada tanggal 17 Juli 2023 – 24 Juli 2023 antara lain :

a. Massa total umpan masuk suspension preheater = 267.875 kg/h b. Persentase massa umpan masuk string A = 49 %

c. Persentase massa umpan masuk string B = 51 % d. Massa batubara masuk kalsiner = 14.300 kg/h e. Massa batubara masuk kiln = 13.800 kg/h

f. Derajat kalsinasi = 95 %

g. Udara Primer = 25 Nm3/min

h. Excess O2 = 10 %

i. Dust loss = 5 %

LB.1 Menghitung komposisi CaCO3 dan MgCO3 pada raw mix masuk suspension preheater :

% CaCO3 = BM CaCO3

BM CaO x % CaO

LB- 1

= 100,09gr/mol

56,08gr/mol x 44,01 %

= 78,54 %

% MgCO3 = BM MgCO3

BM MgO x MgO

= 84,31gr/mol

40,3gr/mol x 0,46 %

= 0,96 %

Tabel B.1 Komposisi Bahan Baku Kiln Feed

LB. 2 Menghitung Berat SP Total

Diketahui Kiln Feed = 267.875 kg/h

Berat Sesungguhnya = Umpan masuk SP – dust loss

= Umpan masuk SP – (umpan masuk SP x 5 %)

= 267.875 – (267.875 x 5 %)

= 267.875 – (13.393,75)

= 254.481,25 kg/h

Umpan SP Total Berat = Senyawa SiO2 x Kiln Feed

= 13,80 % x 267.875 kg/h

= 36.966,75 kg/h

Berat Sesungguhnya = Senyawa SiO2 x Berat Sesungguhnya

No. Komponen Persen massa

1 SiO2 13.80 %

2 Al2O3 3.80 %

3 Fe2O3 1,93 %

4 SO3 0,05 %

5 H2O 0,30 %

6 CaCO3 78,54 %

7 MgCO3 0,96 %

8 Impurities 0.62 %

Total 100.00

LB-2

= 13,80 % x 254.481,25 kg/h

= 35.118,4125 kg/h Tabel B.2 Komposisi umpan masuk SP

Senyawa Persen

SP Total Berat (kg/h)

Berat Sesungguhnya (kg/h)

SiO2 13,80% 36.966,75 35.118,4125

Al2O3 3,80% 10.179,25 9.670,2875

Fe2O3 1,93% 5.169,9875 4.911,488125

SO3 0,05% 133,9375 127,240625

H2O 0,30% 803,625 763,44375

CaCO3 78,54%

210.389,02

5 199.869,5738

MgCO3 0,96% 2.571,6 2.443,02

Impurities 0,62% 1.660,825 1.577,78375

Jumlah 100 % 267.875 254.481,25

LB.3 Menghitung massa umpan input dan output material pada suspension preheater :

Massa umpan ke string A = %berat umpan string A

%berat umpantotal x massa umpan total SP

= 49 %

100 % x 267.875 kg/h

= 131.258,75 kg/h

Massa umpan ke string B = %berat umpan string B

%berat umpantotal x massa umpan total SP

= 51 %

100 % x 267.875 kg/h

= 136. 616,25 kg/h

LB.4 Menghitung Berat Sesungguhnya dibagi String A dan String B Diketahui :

Berat String A = Massa umpan ke String A – (Massa Umpan ke string A * Dustloss Asumsi )

= 131.258,75 kg/h – (131.258,75 kg/h x 5 %)

LB-3

= 131.258,75 kg/h – 6.562,9375 kg/h

= 124.695,8125 kg/h

Berat Sesungguhnya String A = Senyawa SiO2 x Berat String A

= 13,80 % x 124.695,8125 kg/h

=17.208,02213 kg/h

Berat String B = Massa umpan ke String B – (Massa Umpan ke string B* Dustloss Asumsi )

=136.616,25 kg/h – (136.616,25 kg/h x 5 %)

=136.616,25 kg/h – (6.830,8125kg/h)

= 129.785,4375 kg/h

Berat Sesungguhnya String B = Senyawa SiO2 x Berat String B

= 13,80 % x 129.785,4375 kg/h

=17.910,39038 kg/h

Dengan cara yang sama untuk menghitung komponen lainnya, selengkapnya tercantum dalam tabel berikut.

Tabel B.3 Berat String A dan String B

Senyawa Persen String A String B

Berat Sesungguhnya (kg/h)

SiO2 13,80% 17.208,02213 17.910,39038

Al2O3 3,80% 4.738,440875 4.931,846625

Fe2O3 1,93% 2.406,629181 2.504,858944

SO3 0,05% 62,34790625 64,89271875

H2O 0,30% 374,0874375 389,3563125

CaCO3 78,54% 97.936,09114 101.933,4826

MgCO3 0,96% 1.197,0798 1.245,9402

Impurities 0,62% 773,1140375 804,6697125

Jumlah 100 % 124.695,8125 129.785,4375

LB. 5 Menghitung Jumlah Raw Mix masuk kalsiner dan tidak masuk kalsiner Pada Suspension Preheater terdapat string A dan string B, dimana seluruh raw mix dalam string B masuk kedalam kalsiner dan hanya 70 % raw mix dalam string A yang masuk dalam kalsiner. Jumlah massa raw mix yang masuk dalam kalsiner sebagai berikut.

Diketahui :

Massa masuk ke kalsiner dari A53 = Berat sesungguhnya dari String A x 70 %

= 129.695,8125 kg/h x 0,7

= 87.287,06875 kg/h

LB-5

Raw mix masuk kalsiner = Senyawa SiO2 x Massa masuk ke kalsiner dari A53

= 13,80 % x 87.287,06875 kg/h

= 12.045,61549 kg/h

Raw mix masuk tidak kalsiner = Berat Sesungguhnya string A - Raw mix masuk kalsiner senyawa SiO2

= 17.910,39038 kg/h – 12.045,61549 kg/h

= 5.162,406638 kg/h

Dengan cara yang sama untuk menghitung komponen lainnya sehingga jumlah raw mix masuk kalsiner dan tidak kalsiner selengkapnya tercantum dalam tabel berikut.

Tabel B.4 Raw Mix masuk kalsiner

Senyawa Persen Raw mix masuk

Kalsiner(kg/h) Tidak Kalsiner (kg/h)

SiO2 13,80% 12.045,61549 5.162,406638

Al2O3 3,80% 3.316,908613 1.421,532263 Fe2O3 1,93% 1.684,640427 721,9887544

SO3 0,05% 43,64353438 18,70437188

H2O 0,30% 261,8612063 112,2262313

CaCO3 78,54% 68.555,2638 29.380,82734

MgCO3 0,96% 837,95586 359,12394

Impuritie

s 0,62% 541,1798263 231,9342113

Jumlah 100 % 87.287,06875 37.408,74375

Kalsiner terjadi proses kalsinasi 95 % untuk senyawa CaCO3 dan MgCO3

yang berlangsung pada rentang suhu 700 °C – 900 °C. Reaksi kalsinasi adalah reaksi pelepasan CO2 dari senyawa CaCO3 dan MgCO3. Reaksi ini merupakan reaksi yang paling banyak menggunakan energi dan terjadi di suspension preheater dan rotary kiln.

Diketahui :

m CaCO3 = Berat Sesungguhnya string B + Raw Mix masuk kalsiner

= 101.933,4826 kg/h + 68.555,2638 kg/h

= 170.488,7664 kg/h

m MgCO3 = Berat Sesungguhnya string B + Raw Mix masuk kalsiner

= 1.245,9402 kg/h + 837,95586 kg/h

= 2.083,89606 kg/h Mol CaCO3 = m CaCO3

BM CaCO3 = 170.488,7664kg/h

100,09kg/Kmol = 1.703,354445 Kmol/h

Mol MgCO3 = m MgCO3

BM MgCaCO3 = 2.083,89606kg/h 84,31kg/Kmol = 24,7170686751 Kmol/h

Berikut reaksi kalsinasi awal pada kalsiner : Reaksi 1 : CaCO3 CaO + CO2

Sehingga,

- CaCO3 yang bereaksi = 95 % x Mol CaCO3

= 95 % x 1.703,354445 kmol/h

= 1.618,18672275 kmol/h - CaCO3 sisa = Mol CaCO3 - CaCO3 yang bereaksi

= 1.703,354445 - 1.618,18672275

= 85,16772225

- CaO yang terbentuk = Mol CaCO3 bereaksi x Mr CaO

= 1.618,18672275 x 56,08

= 90,747,9114118

- CO2 yang terbentuk = Mol CaCO3 x Mr CO2

= 1.618,18672275 x 44,01

= 71.216,3976682 Reaksi 2 : MgCO3 MgO + CO2

Sehingga,

- MgCO3 yang bereaksi = 95 % x Mol MgCO3

= 95 % x 24,7170686751

= 23,4812152413

- MgCO3 sisa = Mol MgCO3 - MgCO3 yang bereaksi

= 24,7170686751 - 23,4812152413

= 1.2358534338

- MgO yang terbentuk = Mol MgCO3 bereaksi x Mr MgO

= 23,4812152413 x 40,3

LB-6

= 946.292974224

- CO2 yang terbentuk = Mol CaCO3 x Mr CO2

= 23,4812152413 x 44,01

= 1.033,40828277 Sehingga,

CO2 hasil kalsinasi di SP = total CO2 yang terbentuk

= 71.216,3976682 +

1.033,40828277

= 72.249,8059509 LB.6 Menghitung keluar kalsiner dan feed kiln

Keluar kalsiner CaCO3 = Reaksi sisa CaCO3 x Mr CaCO3

= 85,16772225 x 100,09

= 8.524,43732

Umpan kiln CaCO3 = material keluar kalsiner CaCO3 + raw mix yang tidak masuk kalsiner CaCO3

= 8.524,43732 + 29.380,82734

= 37.905,26466

Dengan cara yang sama untuk menghitung komponen lainnya, sehingga komposisi material setelah proses kalsinasi di kalsiner dan umpan kiln selengkapnya tercantum dalam tabel berikut.

Tabel B.5. Komposisi keluar kalsiner dan feed kiln

Senyawa Keluar Kalsiner Umpan Kiln

Berat (kg/h)

CaCO3 8.524,43732 37.905,26466

MgCO3 104,194803 463,318743

CaO 90.747,91142 90.747,91142

MgO 946,2929742 946,2929742

CO2 72.249,80595 72.249,80595

SiO2 29.956,00586 35.118,4125

Al2O3 8.248,755238 9.670,2875

Fe2O3 4.189,499371 4.911,488125

SO3 108,5362531 127,240625

H2O 651,2175188 763,44375

Impurities 1.345,849539 1.577,78375

Jumlah 217.072,5063 254.481,25

LB-8

LB. 7 Menghitung gas hasil pembakaran (GHP) keluar kiln

Pada rotary kiln terjadi proses pembakaran batubara di dalam burner dimana dibutuhkan panas dari udara sekunder (grate cooler) dan juga oksigen dari udara primer (lingkungan). Berikut komposisi batubara masuk kiln.

Tabel B.6. Komposisi Batubara pada kiln

Senyawa % Berat Kiln (kg/h)

C 63,16 % 8.716,08

H2 4,59 % 633,42

O2 7,33 % 1.011,54

N2 1,06 % 146,28

S 0,80 % 110,4

Moist 9,32 % 1.286,16

Ash 13,74 % 1.896,12

Jumlah udara primer yang dibutuhkan untuk pembakaran dalam burner yaitu sebagai berikut.

Udara primer = 15.000 Nm3/h (CCP Indarung IV, PT. Semen Padang) Density = 1,29 Kg/Nm3

Jumlah udara primer = udara primer x density

= 15.000 Nm/h x 1,29 Kg/Nm3 = 19.350 Kg/h

Sedangkan untuk udara transport pembawa fine coal yaitu sebesar 1.935 Kg/h yang diambil berdasarkan spesifikasi blower yang ada.

Untuk mengetahui jumlah udara sekunder perlu dilakukan perhitungan udara pembakaran di rotary kiln. Diasumsikan reaksi pembakaran di rotary kiln berlangsung sempurna dan komponen yang bereaksi adalah C, H dan S. Berikut reaksi pembakaran yang terjadi di dalam burner.

Mula = komposisi batubara pada kiln

Mr

Sisa = Mula – Bereaksi

C O2 + CO2

Mula 725,6929238 725,6929238

Bereaksi 725,6929238 725,6929238 725,6929238

Sisa 0 0 725,6929238

S O2 + SO2

Mula 3,443006393 3,443006393

Bereaksi 3,443006393 3,443006393 3,443006393

Sisa 0 0 3,443006393

2H2 O2 + 2H2O

Mula 314,2151319 157,1075659

Bereaksi 314,2151319 157,1075659 314,2151

Sisa 0 0 314,2151

Berdasarkan reaksi pembakaran batubara diatas maka dapat diperoleh kebutuhan O2 teoritis yaitu sebesar :

Kebutuhan O2 = 886,2435 Kmol

h x Mr O2

= 886,2435 Kmol

h x 31,9988 kg kmol = 2.835,872838 kg

h

Kebutuhan O2 sesungguhnya = excess O2 x kebutuhan O2 teoritis

= 10 % x 2.835,872838 kg h

= 31.194,60122 kg/h Kebutuhan N2 = 102.686,0798 kg/h Udara yang dibutuhkan = 133.881,8508 kg/h

Udara sekunder = udara yang dibutuhkan – udara transport – udara primer

= 133.881,8508 kg/h – 1.935 kg/h – 19.350 kg/h

= 112.596,9 kg/h

]

\ LB-9

Gas hasil pembakaran (GHP) keluar dari kiln nantinya akan masuk kedalam unit suspension preheater bagian string A dengan jumlah sebagai berikut :

]

Tabel B.7. GHP keluar kiln

Senyawa Mol,Kmol/jam Massa, kg/jam

Oksigen 88,62434961 2.835,872838

Nitrogen 3.667,359991 102.686,0798

CO2 839,8372799 36.960,81877

SO2 3,443006393 220,572073

H2O 385,6078607 6.946,833581

LB. 8 Menghitung gas keluar suspension preheater

Pada suspension preheter terdapat dua keluaran gas panas yaitu gas panas keluar string A dan gas panas string B, dimana sumber panas yang dibutuhkan pada kedua string berbeda. Sumber panas yang didapat untuk string B berasal dari pembakaran batubara dan udara tersier dari grate cooler. Sedangkan pada string A digunakan sumber panas dari gas hasil pembakaran kiln. Untuk mengetahui gas keluaran dari string B maka dibutuhkan perhitungan dari reaksi pembakaran batubara. Berikut komposisi batubara masuk kalsiner.

Berat batubara pada SP = feeding batubara pada SP x % Berat komposisi batubara Tabel B.9. Komposisi batubara pada SP

Senyawa % Berat SP (kg/h)

C 63,16 % 9.031,88

H2 4,59 % 656,37

O2 7,33 % 1.048,19

N2 1,06 % 151,58

S 0,80 % 114,4

Moist 9,32 % 1.332,76

Ash 13,74 % 1.964,82

LB-11

\

Pada kalsiner terjadi proses pembakaran batubara dengan reaksi pembakaran sama dengan terjadi pada burner kiln. Berikut reaksi pembakaran dalam kalsiner.

Mula = komposisi batubara pada SP

Mr

Sisa = Mula – Bereaksi

C O2 + CO2

Mula 751,98615 751,98615

Bereaksi 751,98615 751,98615 751,98615

Sisa 0 0 751,98615

S O2 + SO2

Mula 3,567753 3,567753

Bereaksi 3,567753 3,567753 3,567753

Sisa 0 0 3,567753

2H2 O2 + 2H2O

Mula 325,59974 325,59974

Bereaksi 325,59974 325,59974 325,59974

Sisa 0 0 325,59974

Berdasarkan reaksi pembakaran batubara diatas maka dapat diperoleh kebutuhan O2 teoritis yaitu sebesar :

Kebutuhan O2 teoritis = 918,83537677 kmol/h

Excess O2 = 10 % x 918,83537677

= 91,883553767 kmol/h

= 2938,621854 kg/h Kebutuhan O2 sesungguhnya = O2 teoritis + excess O2

= 918,83537677 + 91,883553767

= 1.010,189145 kmol/jam = 32324,8404 kg/h

Jumlah N2 sesungguhnya = 79

21 x kebutuhan O2

LB-14

= 79

21 x 1010,189145

= 3.800,235353 kmol/h

= 106.406,5899 kg/h

Sedangkan untuk udara transport pembawa fine coal masuk kalsiner yaitu sebesar 4.816,1944 kg/h yang diambil berdasarkan spesifikasi blower yang ada.

Jumlah O2 transport = 21 % x 4.816,1944

= 1.011,400824 Jumlah N2 transport = 79 % x 4.816,1944

= 3.804,793576

Udara tersier dari grate cooler yang masuk kalsiner dapat dihitung dari pengurangan udara yang dibutuhkan dengan udara transport pembawa fine coal.

Berikut untuk perhitungan udara tersier masuk kalsiner.

Jumlah O2 tersier = Kebutuhan O2 – Jumlah O2 transport

= 32.324 kg/h – 1.011,400824 = 31.313,43957 Kebutuhan N2 = 79/21 x O2 tersier

= 79/21 x 31.313,43957

= 3.681,331095

Jumlah N2 tersier = Kebutuhan N2 x Mr N2

= 3.681,331095 kmol/h x 28 = 103.077,2707

Sehingga kebutuhan udara tersier dalam kalsiner yaitu sebesar 134.390,7120 kg/h. Berdasarkan hasil perhitungan gas keluar kalsiner maka di dapat gas panas keluar SP pada string B dari proses pembakaran dan udara transport maupun udara tersier.

Massa Input = Kebutuhan O2 sesungguhnya + Komposisi O2 batubara pada SP

= 32324,8404+ 1048,19

= 33.373,0304

Massa Output = Kebutuhan O2 teoritis + Komposisi O2 batubara pada SP

= 2938,621854 + 1.048,19

= 3.986,811854

Dengan cara yang sama untuk menghitung komponen lainnya, selengkapnya tercantum dalam tabel berikut.

LB-15

Tabel B.10. Gas Panas Keluar SP string B

Senyawa Massa Input, kg/jam Massa Output, kg/jam

Oksigen 33.373,0304 3.986,811854

Nitrogen 106.558,1699 106.558,1699

H2O 0 7.587,886762

H2 656,37 0

CO2 - 33.094,53428

SO2 - 228,5638148

Dust loss - 6.830,8125

Total 140.587,5703 158.286,7791

Sedangkan gas panas keluar SP pada string A dapat diperoleh dari gas panas kiln yang masuk ke dalam string A.

Tabel B.11. Gas Panas Keluar SP String A

Senyawa Massa input, kg/jam Massa Output, Kg/jam

Oksigen 2.835,872838 2.835,872838

Nitrogen 102.686,0798 102.686,0798

H2O 6.946,833581 7.320,921018

H2 0 0

CO2 36.960,81877 36.960,81877

SO2 220,572073 220,572073

Dust loss 0 6.562,9375

Total 149.650,177 156.587,202

Tabel B.12 Neraca Massa overall pada suspension preheater

Senyawa Input, kg/jam Output, Kg/jam

String A String B

SiO2 18.113,7075 18.853,0425 35.118,4125

Al2O3 4.987,8325 5.191,4175 9.670,2875

Fe2O3 2.533,293875 2.636,693625 4.911,488125

SO3 65,629375 68,308125 127,240625

H2O 393,77625 1.742,60875 0

CO2 0 0 72.249,80595

CaCO3 103.090,6223 107.298,4028 37.905,26466

MgCO3 1.260,084 1.311,516 463,318743

Impurities 813,80425 847,02075 1.577,78375

CaO 0 0 90.747,91142

MgO 0 0 946,2929742

Ash

131.258,75

1.964,82 1.964,82

C 9.031,88

255.682,6263

S 114,4

Total 149.060,11

Maka Neraca Overall nya :

Senyawa Input Output

SiO2 36.966,7500 35.118,4125

Al2O3 10.179,2500 9.670,2875

Fe2O3 5.169,9875 4.911,4881

SO3 133,9375 127,2406

CaCO3 210.389,0250 37.905,2647

MgCO3 2.571,6000 463,3187

CaO 0,0000 90.747,9114

MgO 0,0000 946,2930

C 9.031,8800 0,0000

S 114,4000 0,0000

Oksigen 36.208,9032 6.822,6847

Nitrogen 209.244,2496 209.244,2496

H2O 9.083,2186 14.908,8078

H2 656,3700 0,0000

CO2 36.960,8188 142.305,1590

SO2 220,5721 449,1359

Impurities 1.660,8250 1.577,7838

Ash 1.964,8200 1.964,8200

Dust loss 0,0000 13.393,7500

Total 570.556,6073 570.556,6073

LAMPIRAN C

DOKUMENTASI KEGIATAN

LC-1

Dokumen terkait