BAB III URAIAN PROSES
3.6 Tahap Pembentukan Semen
3.6.6 Proses Pemisahan Kedua (Cyclone)
51
dipengaruhi oleh komposisi klinker. Kandungan C2S yang tinggi mengakibatkan grindability akan tinggi pula.
2. Temperatur
Temperatur merupakan tingkat kesulitan susunan gypsum yang ditambah sebagai aditif didalam semen. Pada temperatur 120°C gypsum akan terurai dan akan berpengaruh terhadap fungsinya sebagai retarder dan dapat menimbulkan flase set pada semen.
3.6.1 Proses Pemisahan Pertama (Sepax Separator dan O-Sepa Separator) Terdapat 2 jenis separator di Indarung IV yaitu sepax separator dan O- sepax separator. Kedua jenis alat ini memiliki fungsi yang sama yaitu untuk pemisahan maerial kasar dan halus. Namun terdapat perbedaan seperti sepax separator memiliki 4 cyclone yang fungsinya untuk menampung material halus atau produknya sementara pada o-sepax tidak. Pada sepax separator terjadi pemisahan antara material halus dengan material kasar yang diakibatkan oleh perputaran rotor, dimana dihasilkan fine product dan reject product. Sepax separator merupakan separator dengan tipe dynamic separator. Sepax separator dilengkapi dengan rotor yang berputar. Prinsip kerja dari sepax separator yaitu material masuk dari bagian tengah separator dan akan jatuh kebagian bawah, material yang terjatuh akan terdistribusi karena adanya spreader plate, kemudian udara masuk dari bawah separator membawa material yang ringan menuju ke classifier, dimana classifier material yang kasar akan terlempar dan masuk ke reject cone sedangkan material yang halus dibawa oleh udara masuk ke dalam cyclone untuk dipisahkan antara material dengan gasnya untuk selanjutnya akan ditransportasikan dengan air slide ke bucket elevator menuju cement silo, sedangkan material kasarnya akan dikembalikan ke cement mill dengan air slide untuk digiling kembali.
aliran fluida diinjeksi melalui pipa output. Aliran gas atau fluida berputar membentuk vortex dikarenakan terinduksi dengan bentuk kerucut cyclone.
Partikel dengan ukuran atau kerapatan yang lebih besar akan terdorong ke arah luar vortex. Karena adanya gaya gravitasi dan momentum menyebabkan partikel- partikel tersebut jatuh ke sisi kerucut menuju tempat pengeluaran. Partikel dengan ukuran yang lebih kecil akan keluar melalui bagian atas dari cyclone melalui pusat yang bertekanan rendah. Cyclone membuat suatu gaya sentrifugal yang berfungsi untuk memisahkan partikulat dari udara kotor. Gaya sentrifugal timbul saat partikulat di dalam udara masuk ke puncak kolektor silinder pada sudut dan diputar dengan cepat mengarah ke bawah seperti pusaran air. Aliran udara mengalir secara melingkar dan partikulat yang lebih berat mengarah ke bawah setelah menabrak ke arah dinding cyclone dan meluncur ke bawah.
Gambar 3.23 Cement Silo
Fine product dari sepax separator dan telah dipisahkan dengan gas di cyclone selanjutnya akan dialirkan ke cement silo menggunakan air slide dan dilanjutkan dengan bucket elevator untuk dialirkan ke silo berdasarkan tipenya Sedangkan, produk semen yang tertangkap oleh EP dibawa oleh screw conveyor dan jatuh ke air slide yang sama dengan fine product dari sepax separator dan dialirkan bersama menuju cement silo.
53
Pada pabrik Indarung IV terdapat 8 silo semen dengan kapasitas sebesar 14.000 ton untuk setiap silo dan masing masing silo digunakan untuk penyimpanan semen dengan tipe yang berbeda. Untuk mengatur masuknya semen kedalam setiap silo, maka digunakan bottom gate yang digerakkan secara pneumatic. Didalam silo terdapat satu cone besar yang akan mengatur keluaran dari semen tersebut. Pada bagian dasar cone diberikan aerasi sehingga tidak terjadi penyumbatan aliran semen dan dapat mengalir lancer kearah tengah silo.
Semen ditarik menuju truck, kereta api (menuju Teluk Bayur) atau langsung menuju tempat pengantongan semen di PPI.
3.7 Tahap Pengantongan Semen
Proses pengantongan semen dilakukan di PPI (Packing Plant Indarung), Teluk Bayur dan beberapa daerah lainnya diluar Sumatera Barat. Semen dari cement silo dibawa ke elevator melalui air slide menuju PPI. Selanjutnya elevator mengangkut semen ke bagian kontrol semen untuk penyaringan sebelum dimasukkan kedalam hopper nya.Semen kemudian ditransportasikan menuju packer. Packer yang digunakan di PPI ini memiliki kapasitas pengemasan 40 zak/menit dengan jumlah 10 packer. Semen yang telah dipacking didalam kantong zak akan dibersihkan dari debu menggunakan dust filter. Selanjutnya semen akan ditransportasikan menggunakan belt conveyor menuju bowmer truck.
Sedangkan untuk pengantongan di Teluk Bayur, semen akan dibawa menggunakan kereta api atau truck untuk nantinya akan dimasukkan kedalam silo dan proses pengantongan akan dilakukan menggunakan packer di Teluk Bayur.
Hal yang sama berlaku untuk pengantongan di luar Sumatera Barat. Semen akan dibawa dengan truk ketempat pengantongan disana dan disimpan pada silo yang terdapat disana. Proses pengantongan diluar Sumatera Barat dilakukan untuk mempermudah pemasaran, sehingga dapat mengurangi resiko kerusakan bila dikirim dengan jarak jauh.
Produk yang dihasilkan terdapat beberapa jenis, yaitu:
1. Semen Portland Tipe I (Ordinary Portland Cement)
Gambar 3.24 Semen Portland Tipe I
Semen Portland Tipe I digunakan untuk keperluan konstruksi umum yang tidak memerlukan persyaratan khusus terhadap panas hidrasi dan kekuatan tekan awal. Tahan terhadap air tanah yang mengandung sulfat 0 – 0.1% cocok digunakan untuk bangunan rumah pemukiman, gedung-gedung bertingkat dan lain-lain pada daerah yang tidak mengandung kadar sulfat tinggi.
2. Semen Portland Tipe II (Moderate Heat Portland Cement)
Gambar 3.25 Semen Portland Tipe II
Semen Portland Tipe II digunakan untuk konstruksi bangunan dari beton yang memerlukan ketahan sulfat (pada lokasi tanah dan air yang mengandung sulfat antara 0,1 – 0,2%).
55
3. Semen Portland Tipe III (High Early Strenght Portland Cement)
Gambar 3.26 Semen Portland Tipe III
Konstruksi yang menuntut kuat tekan awal tinggi pada fasa permulaan setelah pengikat terjadi. Kegunaan semen ini untuk pembuatan jalan beton, landasan lapangan udara, bangunan bertingkat tinggi, bangunan dalam air yang tidakmemerlukan ketahanan terhadap sulfat.
4. Semen Portland Tipe IV (Low Heat Portland Cement)
Semen tipe ini digunakan untuk konstruksi bangunan yang memerlukan tekan awal tinggi pada fase permulaan setelah pengikatan terjadi, misalnya pembuatan jalan beton, bangunan-bangunam bertingkat, bangunan dalam air 5. Semen Portland Tipe V (Sulphato Resistence Portland Cement)
Gambar 3.27 Semen Portland Tipe V
Dipakai untuk konstruksi bangunan – bangunan dengan ketahanan terhadap air tanah yang mengandung sulfat melebihi 0,2% dan sangat cocok untuk instalasi pengolahan limbah pabrik, konstruksi dalam air, jembatan,
terowongan, pelabuhan dan pembangkit tenaga nuklir.
6. Super Masonry Cement
Gambar 3.28 Super Mansory Cement
Semen ini dapat digunakan untuk konstruksi perumahan, gedung, jalan danirigasi yang struktur betonnya maksimal K-225. Semen ini dapat juga digunakan sebagai bahan bakupembuatan genteng beton, hallow brick, paving block, batako dan bahan bangunan lainnya.
7. Oil Well Cement, Class G-HSR (High Sulfate Resistence )
Gambar 3.29 Oil Well Cement
Semen tersebut merupakan semen khusus yang digunakan untuk pembuatan sumur minyak bumi dan gas alam dengan konstruksi sumur minyak bawah permukaan laut dan bumi.
57
8. Portland Composite Cement (PCC)
Gambar 3.30 Portland Composite Cement
Portland Composite Cement adalah bahan pengikat hidrolis hasil penggilingan bersama – sama terak semen Portland dan gypsum dengan satu atau lebih bahan anorganik atau hasil pencampuran bubuk semen Portland dengan bubuk bahan anorganik. Reaksinya antara C3A dan air adalah :
3CaO.Al2O3 + 3H2O 3CaO.Al2O3.H2O (3.14) Bahan Pozzolan tersusun atas 45-72% SiO2, 10-18% Al2O3, 1-6%
Fe2O3, 0,5-3% MgO dan 0,3-1,6% SO3. Bahan ini banyak digunakan secara luas untuk konstruksi umum, seperti struktur bangunan bertingkat, struktur jembatan, struktur jalan beton, bahan bangunan, plesteran, panel beton, paving block, hallow brick, batako, genteng dan ubin. Penggunaannya lebuh mudah, suhu beton lebih rendah sehingga tidak mudah retak, lebih tahan terhadap sulfat, lebih kedap air dan permukaannya lebih halus.
9. Portland Pozzolan Cement (PPC)
Gambar 3.31 Portland Pozzlan Cement
Portland Pozzolan Cement (PPC) adalah semen hidrolis yang terdiri dari campuran yang homogen antara semen Portland dengan bahan pozzolan halus, yang diproduksi dengan menggiling klinker semen Portland dan bahan pozzolan bersama - sama. Semen ini dapat digunakan secara luas untuk konstruksi beton (bendungan,dam dan irigasi) (Erlangga dan Zecy, 2014).