BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Inpres Bontomanai Kota Makassar disesuaikan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah dan di dalam menjalankan pengelolaannya, SD Inpres Bontomanai Kota Makassar
menerapkan adanya beberapa prosedur. Adapun prosedur-prosedur tersebut adalah perencanaan (planning), pelaksanaan dan pengawasan.
Ketiga prosedur yang dibuat oleh SD Inpres Bontomanai Kota Makassar dalam melakukan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pada setiap awal tahun ajaran baru SD Inpres Bontomanai Kota Makassar melakukan perencanaan dengan membentuk tim yang melibatkan beberapa pihak antaranya, kepala sekolah, bendahara sekolah, sebagian dewan guru, pengurus komite sekolah dan orang tua murid melalui rapat dan hasil kesepakatannya ditulis dalam RAKS, RAKS disusun untuk merencanakan kerja tahunan sekolah dan untuk menetapkan anggaran pendapatan dan belanja sekolah selama satu tahun. Kegiatan penyusunan RKAS diawali dengan mengumpulkan semua guru dan karyawan untuk melakukan pendataan kebutuhan atau kegiatan dari masing-masing bidang.
Perubahan RAKS juga dilakukan karena terdapat kegiatan awal yang telah direncanakan tetapi tidak dapat terealisasi pada tahun berjalan anggaran tersebut, sehingga sekolah akan menggantikan dengan kegiatan lain dan disusun dalam draft RKAS perubahan. Sumber dana yang digunakan untuk kegiatan di SD Inpres Bontomanai Kota Makassar, yaitu dana dari dana BOS Reguler. Penggunaan dana untuk masing- masing anggaran disesuaikan dengan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020, kegiatan yang dapat didanai dengan menggunakan Dana BOS hanya kegiatan operasinal sekolah seperti yang telah dijelaskan pada petunjuk teknis Bantuan Operasional Sekolah (BOS), antara lain:
1. penerimaan Peserta Didik baru;
2. pengembangan perpustakaan;
3. kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler;
4. kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran;
5. administrasi kegiatan sekolah;
6. pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan;
7. langganan daya dan jasa;
8. pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah;
9. penyediaan alat multi media pembelajaran;
10. penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama;
11. penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB; dan/atau
12. pembayaran honor.
Pelaksanaan program dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Inpres Bontomanai Kota Makassar diawali dengan melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam perencanaan penggunaan dana BOS. Pengelolaan dana BOS harus berdasarkan kesepakatan bersama, hasil kesepakatan penggunaan dana BOS harus dituliskan dalam bentuk berita acara yang dilampirkan tanda tangan semua peserta yang menghadiri rapat. Sekolah berusaha untuk menyediakan sumber daya yang cukup sehingga siswa mempunyai
kesempatan untuk belajar tapi sekolah juga harus menggunakan sumber daya seefisien mungkin. Kemudian pengawasan program dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sudah berjalan sangat baik berdasarkan proses pengawasan dan sudah dikatakan telah terlaksana dengan baik, kemudian proses pengawasannya dilakukan secara bersama-sama dan dilakukan setiap tiga bulan sekali atau empat kali dalam setahun.
Kemudian hasil pengawasan dibuatkan laporan pertanggungjawaban setiap triwulan. Pengawasan merupakan proses pengamatan dari pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua kegiatan yang dilakukan sesuai dengan perencanaan yang sudah ditentukan.
Bukan suatu hal yang rahasia lagi di mana suatu program yang berjalan pasti akan mengahadapi tantangan atau kendala. Hal ini juga terjadi pada SD Inpres Bontomanai Kota Makassar dalam perannya megelola dana Bantuan Operasional sekolah (BOS). Adapun kendala yang dihadapi oleh sekolah terkait dengan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah, masalah utamanya terletak pada lambatnya penyaluran dan pengelolaan di tingkat sekolah yang tidak transparan.
Selama ini, keterlambatan transfer terjadi karena berbagai factor, seperti keterlambatan transfer oleh pemerintah pusat dan lamanya keluar surat pengantar pencairan dana oleh tim manajer BOS Daerah. Akibatnya, kepala sekolah harus mencari berbagai sumber pinjaman untuk mengatasi keterlambatan itu.
62 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengelolaan dana BOS pada SD Inpres Bontomanai Kota Makassar melalui beberapa tahapan dan proses penggunaan dana mulai dari perencanaa, pelaksanaan, dan pengawasan. Proses perencanaan atau penganggaran dana BOS di sesuaikan dengan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia nomor 8 tahun 2020.
Dalam pelaksanaan pengelolaan Dana BOS harus didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara tim manajemen BOS sekolah, dewan guru, dan komite sekolah yang harus didaftar sebagai salah satu sumber penerimaan dalam RAKS/RAPBS.
Proses pengelolaan dana BOS pada SD Inpres Bontomanai Kota Makassar ini segalanya tidak serta merta berjalan dengan baik dan lancar dengan kata lain pengelolaan dana BOS ini mempunyai hambatan atau kendala yang menjadi penghalang dalam kegiatan operasional SD Inpres Bontomanai Kota Makassar. Seperti adanya proses pencairan dana yang lambat sehingga menyebabkan terganggunya operasional SD Inpres Bontomanai Kota Makassar.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang diuraikan, maka penulis menyarankan sebagai berikut :
1. Bagi sekolah
Sehubungan dengan pengelolaan pembiayaan pendidikan, perlu kiranya untuk selalu melaksanakan manajemen sekolah yang
efektif dan efisien serta transparan. Sehingga, apa yang telah direncanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
2. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
Pemerintah harus dapat mengawasi dengan baik penggunaan dana yang diberikan kepada sekolah/madrasah agar tepat dan sesuai dengan penggunaan yang semestinya. Selain itu pemerintah harus memperhatikan alokasi anggaran yang diberikan kepada sekolah/madrasah agar dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan yang optimal dan berkualitas, agar pengelolaan dana pendidikan dapat terlaksana berdasarkan pada prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik.
64
DAFTAR PUSTAKA
Baridwan, Zaki (2008), Sistem Akuntansi Penyusunan Prosedur dan Metode.
Edisi Kelima. Yogyakarta: BPPE.
Duta, Riharjo (2003), Tinjauan Tujuan Terhadap Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada SMP Pawiatan Surabaya.
Fauzan (2001), Pengaruh Penerapan Good Corporate Gorfenance Terhadap Pelaku Etis Dalam Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah.
Harahap (2009), Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Horne dan John M Wachowicz, Jr. 2012. Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan.
Jakarta.
Husna dan Enny Pudjiastuti, Dasar-dasar Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers, 2008.
Indaswuri Desti Ines (2015). Analisis dan Rancangan Sistem Informasi pelaporan Bantuan Operasional Sekolah Unit Pelaksana Teknis Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar (UPT TK dan SD).
James A. Hall. 2009. System Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.
Julantika et al (2017). Akuntabilitas Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (Studi Kasus SDN Pringgowirawan 02 Jember).
Jumingan, 2015. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta : Bumi Aksara.
Kasmir (2008), Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Krisnayanti (2015). Analisis Persepsi Stake Holder Internal dan Eksternal Terhadap Transparasasi danAkuntabilitas Laporan Keuangan Pengelolaan Dana BOS Di SMPN I Banjar tahun 2013.
Miles, M.B & Huberman A.M. 1984, Analisis Data Kualitatif.Terjemahan oleh Tjrtjep Rohendi Rohod. 1992. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
Mohammad Nazir, 2005. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia Munawir (2005), Analisis Laporan Keuangan, Yogyakarta.
Soemarso (2004), Akuntansi Suatu Pengantar. Edisi Lima, Salemba Empat, Jakarta.
Sumarni (2015). Analisis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) Di Smpn 6 Satap Rambah Samo.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
L A M
P
I
R
A
N
FOTO BERSAMA INFORMAN
Foto bersama bendahara SD Inpres Bontomanai Kota Makassar pada saat wawancara Langsung. (ZKL, 15 Oktober 2020)
TRANSKIP WAWANCARA
Materi Wawancara
Peneliti Bagaimana tanggapan bapak mengenai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)?
Informan 1 menurut saya adanya dana BOS sangat membantu khususnya pada SD Inpres Bontomanai ini, meskipun penyalurannya sering telat sehingga sedikit menghambat proses operasional sekolah.
Informan 2 Adanya dana BOS sangat membantu bagi siswa yang kurang mampu sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak melanjutkan pendidikan.
Refleksi Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa dengan adanya dana BOS SD Inpres Bontomanai Kota Makassar sangat terbantu mengenai pendanaannya. Hanya saja pencairannya 4 tahun belakangan ini sering telat BOS yang biasanya cair 15 Januari sekarang BOS cair paling cepat dibulan Mei, jadi jika memang sudah bisa disalurkan dana BOS tersebut pemerintah-pemerintah pusat harus berani memberikan sanksi kepada pemerintah daerah yang gagal menyalurkan dana BOS tepat waktu.
Peneliti Berapa jumlah dana yang diterima sekolah pada setiap tahunnya?
Informan 1 dana yang cair pada setiap tahunnya itu Rp. 322.200.000,-
Informan 2 Kami biasa menerima dana BOS setiap tahunnya sebesar Rp.
322.200.000 dengan jumlah siswa 358 orang.
Refleksi Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa dengan jumlah dana yang diterima oleh sekolah tersebut sudah cukup untuk membiayai operasional penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
Peneliti Bagaimana pengelolaan dana bantuan Operasinal Sekolah (BOS)?
Informan 1 Di SD Inpres Bontomanai Kota Makassar pengelolaan dana BOS nya berpedoman pada buku petujuk teknis penggunaan dana BOS, dalam pengelolaan dana BOS itu sendiri ada 3 aktivitas, antara lain aktivitas perencanaan pengelolaan dana BOS, pelaksanaan pengelolaan dana BOS dan pengawasan pengelolaan dana BOS.
Informan 2 Kami mengelola dana BOS sesuai dengan petunjuk teknis yang diedarkan oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar, pengelolaannya ada 3 tahap antara lain, perencanaan, pengelolaan dan pengawasan.
Refleksi Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa dengan adanya petunjuk teknis dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sangat membantu bagi sumber daya manusia di SD Inpres Bontomanai Kota Makassar dalam mengelola dana BOS.
Peneliti Bagaimana perencanaan program dana Bntuan Operasional Sekolah (BOS)?
Informan 1 SD Inpres Bontomanai Kota Makassar biasa melakukan perencanaan itu di setiap awal tahun ajaran baru, dengan komponen yang terlibat antara lain kepala sekolah sebagai penanggung jawab, bendahara sekolah, sebagian dewan guru, komite sekolah, dan orang tua murid
Informan 2 perencanaan pengelolaan dana BOS pada sekolah SD Inpres Bontomanai Kota Makassar dilakukan setiap awal tahun ajaran baru dengan melibatkan kepala sekolah, bendahara sekolah, komite sekolah dan orang tua murid
Refleksi Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa perencanaan yang dilakukan oleh pihak sekolah SD Inpres Bontomanai sudah sangat tepat karena dilakukan pada awal tahun ajaran baru sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar.
Peneliti Bagaimana pelaksanaan program dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)?
Informan 1 Pelaksanaan program dana BOS di SD Inpres Bontomanai Kota Makassar sudah menggunakan petunjuk teknis 2020 yang sesuai dengan juknis yang diedarkan, dan pelaksanaannya diawali dengan melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada pihak yang terlibat. pelaksanaannya itu harus dilakukan berdasarkan
kesepakatan bersama dengan kepala sekolah, tim manajemen
BOS sekolah dan lain sebagainya seperti yang saya sebutkan sebelumnya, dan hasil kesepakatannya harus dituangkan secara tertulis dalam bentuk berita acara.
Informan 2 sekolah kami baru-baru ini pengelolaan dana BOS nya telah menggunakan petunjuk teknis yang diedarkan oleh dinas pendidikan kota Makassar, dan kami melakukan sosialisasi dan koordinasi pada pihak-pihak yang terlibat. kami melaksanaan program dana BOS sesuai dengan kesepakatan bersama-sama dengan kepala sekolah, tim manajemen BOS, dewan guru dan orang tua murid kemudian hasil kesepakatannya harus dibuatkan berita acara
Refleksi Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan sosialisasi dan koordinasi pihak pengelola dana BOS bisa mengetahui apa-apa saja yang menjadi kebutuhannya dalam satu tahun kedepan.
Peneliti Bagaimana pengawasan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)?
Informan 1 pengawasannya sudah berjalan sesuai rencana oleh pihak pengawas dan dilakukan setiap 3 bulan sekali atau 4 kali dalam setahun, pengawasan terdiri dari tahap menentukan standar, pengukuran hasil, melakukan perbandingan dan pembetulan terhadap penyimpangan.
Informan 2 kami melakukan pengawasan penggunaan dana BOS setiap 3 bulan sekali atau 4 kali dalam setahun dan pengawasannya
sudah berjalan sesuai dengan rencana oleh pihak pengawas, pengawasan terdiri dari tahap menentukan standar, pengukuran hasil, melakukan perbandingan dan pembetulan terhadap penyimpanan
Refleksi Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan pengawasan setiap 3 bulan sekali atau 4 kali dalam setahun sudah baik karena proses pengawasan sangatlah penting karena tanpa adanya pengawasan yang baik tentunya akan menghasilkan tujuan yang kurang memuaskan baik bagi sekolah maupun bagi para sumber daya manusianya.
Peneliti Apa saja hambatan-hambatan dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)?
Informan 1 hambatan yang biasa terjadi, tidak semua akivitas dan pembangunan di sekolah dapat menggunakan dana BOS, terlambatnya pencairan dana BOS ke rekening sekolah, dana yang keluar tidak selalu sesuai dengan jumlah siswa, terbatasnya dana apabila dibandingkan dengan kebutuhan sekolah, hampir semua rekanan tidak menyiapkan documentasi barang yang dibeli, sebagian rekanan tidak bersedia membayar pajak/tidak memiliki NPWP sehingga membuat bendahara kerepotan dalam menyusun LPJ.
Informan 2 Ada beberapa hambatan yang biasa kami alami dalam mengelola dan BOS, salah satunya itu lambatnya pencairan dana BOS yang
menyebabkan terganggunya proses operasional sekolah.
Refleksi Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa bukan suatu hal yang rahasia lagi dimana suatu program yang berjalan pastilah akan menghadapi tantangan atau kendala, hal ini juga terjadi pada SD Inpres Bontomanai Kota Makassar dalam perannya mengelola dana BOS.
RIWAYAT HIDUP
SUKRUNNIKMATUN, lahir di Kabupaten Bima tepatnya di Dusun II Desa Rade Kecamatan Madapangga pada tanggal 12 Desember 1998.
Penulis merupakan anak pertama dari lima bersaudara, buah hati dari pasangan Taufik dan Ma’awiah. Penulis memulai pendidikan pada sekolah Dasar di Kabupaten Bima tepatnya di SD Inpres Rade Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2010. Peneliti kemudian melanjutkan pendidikan di MTs. Al-Husainy Kota Bima pada tahun 2010 sampai 2013, lalu melanjutkan ke tingkat menengah yakni di SMA Negeri 1 Madapangga kecamatan Madapangga Kabupaten Bima dengan mengambil jurusan IPA di tahun 2013 sampai 2016. Penulis diterima sebagai Mahasiswa Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS) Universitas Muhammadiyah Makassar (UMM) pada tahun 2016.