• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Berdasarkan hasil pengamatan peningkatan tekanan kapiler mengalami kenaikan pada frekuensi hujan pertama sampai frekuensi hujan keempat mencapai 50,5 mm.

sebagian kedalaman lapisan tanah karena keadaan tanah dalam keadaan kering sehingga pori tanah membesar dan mudah untuk meloloskan air namun pada periode hujan selanjutnya air permukaan mulai tergenang dan membutuhkan waktu untuk meloloskan air. Pada frekuensi hujan ketiga kemampuan tanah dalam meloloskan air semakin sulit karena gaya adhesi yang lebih tinggi sehingga mengecilkan pori tanah. Pada frekuensi hujan keempat genangan di permukaan tanah semakin tinggi dan kedalaman infiltrasi semakin lambat. Kemudian pada frekuensi hujan selanjutnya kedalaman infiltrasi yang bergerak dari atas ke bawah bertemu dengan peningkatan tekanan kapiler yang bergerak dari bawah ke atas sehingga pengamatan kedalaman infitrasi sudah tidak terlihat.

3. Peningkatan Tekanan Kapiler

Berdasarkan hasil pengamatan peningkatan tekanan kapiler mengalami kenaikan karena air tanah tertarik ke atas ke zona tidak jenuh sehingga air tanah mengalami penurunan. Tekanan kapiler meningkat dan air tanah semakin menurun. Air tanah menurun ketika tekanan kapiler masih berlangsung namun saat air infiltrasi dan tekanan kapiler bertemu air tanah mengalami peningkatan.

Berdasarkan hasil pengamatan di laboratorium fenomena kejut kapiler pada tanah lanau berlempung berpasir terjadi ketika penurunan muka air tanah pada awal musim hujan dikarenakan hujan yang masuk ke dalam tanah menutup pori-pori tanah sehingga tekanan kapiler naik. Penurunan tersebut

terlihat jelas pada periode hujan pertama sampai hujan kelima sedangkan pada frekuensi hujan selanjutnya air tanah mulai naik dikarenakan kedalaman infiltrasi dan peningkatan tekanan kapiler bertemu dan air dalam tanah mulai jenuh. Laju infiltrasi pada media tanah lanau berlempung berpasir relatif lambat karena pori tanah tersebut kecil dan sulit meloloskan air.

63

BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN

Dari uraian pada bagian pembahasan hasil penelitian, selanjutnya dapat dikemukakan beberapa hal yang menjadi kesimpulan sebagai berikut :

1. Hubungan frekuensi hujan dengan fluktuasi muka air tanah saat frekuensi hujan pertama sampai frekuensi hujan kelima terjadi penurunan kemudian mengalami kenaikan saat frekuensi hujan kelima pada menit ke 15 dan terus meningkat sampai menit ke 120.

2. Hubungan frekuensi hujan dengan kedalaman infiltrasi mulai pada frekuensi hujan pertama sampai frekuensi hujan keempat terus bertambah, namun pada awal frekuensi hujan kelima kedalaman infiltrasi sudah tidak dapat diamati. Hal ini disebabkan karena rembesan air dari infiltrasi telah bertemu dengan air kapiler yang bergerak dari bawah ke atas.

3. Hubungan frekuensi hujan dengan penigkatan tekanan kapiler, pada frekuensi hujan pertama mengalami kenaikan sampai frekuensi hujan ketiga, kemudian frekuensi hujan keempat mengalami stagnan pada menit pertama sampai menit ke 20 dan pada frekuensi hujan kelima

sudah tidak terbaca karena bertemunya air kapiler dengan air yang terinfiltrasi dari atas ke bawah.

4. Air tanah mengalami penurunan karena adanya tekanan kapiler namun ketika tanah jenuh maka air tanah mulai meningkat.

B. SARAN

1) Dalam penelitian ini menggunakan dinding kaca dengan tebal 12 mm sebaiknya pada penelitian selanjutnya diharapkan untuk tidak menggunakan kaca karena rentan pecah sebaiknya menggunakan fiber.

2) Diharapkan pada penelitian selanjutnya perlu memperhatikan parameter-parameter yang berpengaruh di lapangan dan kemudian diperhitungkan dalam simulasi laboratorium seperti kondisional lingkungan yaitu suhu ruangan karena sangat berpengaruh dengan penguapan tanah dan mengenai hujan yang diatur konstan perlu dikaji lebih lanjut dan perlu adanya perbedaan warna pergerakan air kapiler dengan air infiltrasi sehingga dapat diamati lebih jelas pergerakan air tersebut.

Bambang Triatmodjo,2008.hidrologi Terapan.Yogyakarta:Beta Offset.

Baver, L.D.1961. Soil physics. John Wiley & Sons Inc. New York.

Bouwer Herman,2002.Artificial recharge of groundwater:hydrogeology and engineering.Hydrogeology Journal, (2002)10:121-142

Bowles, J.E. 1989. Sifat-sifat fisis dan Geoteknis Tanah. Erlangga. Jakarta.

BR, Sri Harto.(1993). Analisis Hidrologi Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

BR, Sri Harto. 2000. Hidrologi, Teori-Masalah-Penyelesaian.Yogyakarta:

Nafiri Offset.

Darwis dkk.2017 dan 2018.Pemodelan formasi sumur resapan untuk recovery air tanah dan pencagahan intrusi air laut ke dalam lapisan tanah pada lahan pertanian palawija di daerah pesisir pantai kabupaten Takalar. Laporan penelitian Hibah Bersaing Kegiatan Tahun I dan Tahun II. DP3M,Dikti.

Darwis et al, 2014 Pengaruh Jumlah Bambu-Rongga Sebagai Alat Pengimbuh Terhadap Durasi Kejut Kapiler Dan Waktu Pemulihan Muka Air Tanah Pada Periode Awal Musim Penghujan https;//tekniksipilunibos.ac.id/wpcontent/upload/2108/04/2017_PR OSIDING DARWIS_archive.pdf

Darwis, (2017a).Teknologi Konservasi Air Tanah Dangkal berbasis Potensi Lokal dengan Bambu sebagai Alat Pengimbuh Laporan Hasil Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi (PUPT), Oktober 2017 Darwis, 2018. Kejut Kapiler Prngaruh Jumlah Bambu-Rongga Sebagai Alat

Pengimbuh Terhadap Durasi Kejut Kapiler Dan Waktu Pemulihan Muka Air Tanah Pada Periode Awal Musim Penghujan https;//www.reseaerchgate.net/publication/323616784

Das, Braja.M.,1998. Mekanika Tanah (prinsip - Prinsip Rekayasa Geoteknis) jilid 1 Erlangga, Jakarta.

Fakhli.2014.”pengertiandanklasifikasigradasi”.https;//www.kumpulenginee r.com/2014/05/pengertian-dan-klasifikasigradasi.html (diakses pada tanggal 13 oktober 2018)

Hansbo,S.1975.Soil Material Science. Swedish:AWE/Gebers, Stockholm.

Hardiyatmo,H.C.,1999, Mekanika Tanah I, PT.Gramedia Pustaka Umum Jakarta.

Hardiyatmo,H.C.,2002. Mekanika Tanah I, Gadjah Mada University Press.

Yogyakarta.

Hardjowigeno,S. 1987.Ilmu Tanah. Mediyatama Sarana Perkasa. Jakarta.

Holtz,W.G. and Gibbs, H.J., 1956, “Engineering Properties of Expansive Clay Transaction”.ASCE.

Horton. R.E. 1939.Drainage Basins Characteristics. Trans. Am. Geophics.

Joerson. 1987. Banjir Rencana untuk bangunan Air. Badan Penerbit Pekerjaan Umum, Bandung.

Kartasapoetra, A.G. 1989. Kerusakan Tanah Pertanian dan usaha untuk merehabilitasinya. Bina Aksara.Jakarta.

Lee. R. 1990. Hidrologi Hutan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Pettijohn, F.J. 1987. Metode Penelitian Kuantitaif kualitatif. ALFABETA.

Bandung.

Terzaghi, K., and Peck, R.B., 1948, Soil Mechanics in Engineering Practice, John Wiley and Sons, New York; Chapman and Hall, London.

Terzaghi, K., Peck, R.B. 1987. Mekanika Tanah Dalam Praktek Reakayasa.

Penerbit Erlangga. Jakarta.

Verhoef, PNW. 1994. Geologi Untuk Teknik Sipil. Erlangga. Jakarta

2018).

Wilson, E.M. 1993. Hidrologi Teknik. Institut Teknologi Bandung.

: 2. Nita Anugrah Jupriadi

Laboratorium : Laboratorium Mekanika Tanah Jurusan Sipil Univ. Bosowa

1 Pemeriksaan kadar air mula-mula %

2

g/cm³

% g/cm³

%

%

%

%

3 Pengujian berat jenis (Specifik Gravity (GS)). -

4 pengujian batas-batas atterberg

1. Batas Cair (LL) %

2. Batas Plastis (PL) %

3. Indeks Plastisitas (PI) %

4. Activity %

Pengujian analisa saringan dan Hidrometer

%

%

%

%

%

%

%

%

Gravel %

Pasir %

Lempung dan Lanau %

Lanau %

Lempung %

1. Dry Density (γd)

Pengujian Sifat Fisis Tanah

Satuan 21.73

1.30 14.58 1.49 1.01 NILAI

3. Wet Density ( γ wet ) 4. Voit Ratio

No Parameter

2. Kadar Air (Water Content) Pemeriksaan Berat Isi

31.61 18.82 12.78 5. Porositas (n)

6.Derajat Kejenuhan (sr)

50.23 37.72 2.62

5

Makassar, Desember 2018

#100 (0,15 mm)

#200 (0,075 mm)

#20 (0,85 mm)

#80 (0,180 mm)

99.96

#40 (0,43 mm) 98.62

#60 (0,25 mm) 98.00

#4 (4,75 mm) 100

#10 (2,00 mm)

0.64

0.00

57.57 24.53 93.96

17.90 82.10

Diperiksa Oleh :

Hasrullah,ST Asisten Lab 85.84

82.10 99.98

Judul tugas Akhir

Lokasi : Tanah Asli (Taeng 1) Tanggal Percobaan : 30 November 2018

Laboratorium : Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Bosowa Dikerjakan Oleh :1. Andi Alfian Nur

2. Nita Anugrah Jupriadi

gram gram gram gram gram

%

%

Diperiksa Oleh :

Asisten Lab

: Analisis Tingkat "Kejut Kapiler" Muka Air Tanah Pada Lanau Berlempung Berpasir Dengan Metode Simulasi (Uji Laboratorium)

PEMERIKSAAN KADAR AIR SNI 1965 : 2008

No.Container 1 2

Berat Cawan (W1) 6.60 6.40

Berat Cawan + Tanah Basah (W2) 45.00 35.30

Berat Air (Ww = W2-W3) 6.80 5.20

Kadar Air (Ww/Wd*100%) 21.52 21.94

Berat Cawan + Tanah Kering (W3) 38.20 30.10 Berat Tanah Kering (Wd = W3-W1) 31.60 23.70

Makassar, november 2018 Dikerjakan Oleh :

Kadar Air Rata-rata 21.73

Hasrullah,ST

Judul tugas Akhir

Lokasi : Tanah Asli ( Taeng 1 )

Tanggal Percobaan : 30 November 2018

Laboratorium : Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Bosowa Dikerjakan Oleh :1. Andi Alfian Nur

2. Nita Anugrah Jupriadi

- I II

gram 42.50 50.40

gram 101.10 113.20 gram 116.70 128.60

gram 25 25

⁰C 29 29

0.99598 0.99598 2.65 2.59

Tabel Pembagian Jenis Tanah Berdasarkan Berat Jenis Temperatur

(C°) 4 16 17 18 19 20

(Sumber : Hardiayatmo, 1992) 21

22 23 24 25 26 28 29 30

0.99598 0.99568 0.99757 0.99733 0.99708 0.99682 0.99267

Gambut 1,27 - 1,80 0.99823

0.99802 0.99870

Lempung Tak organik 2,68 - 2,75 0.99862

Humus 1,37 0.99844

Lanau Tak organik 2,62 - 2,68 0.99897

Lempung Organik 2,58 - 2,65 0.99880

2,65 - 2,68 Water

Pasir 2,65 - 2,68 1

(SNI 1964:2008) SPECIFIC GRAVITY (Gs)

:Analisis Tingkat Kejut Kapiler pada tanah Lanau Berlempung Berpasir Dengan Metode Simulasi

Sampel

Berat Piknometer, (W1) Berat Piknometer + Air, (W2)

Berat Piknometer + Air + Tanah, (W3) Berat Tanah Kering, (Ws)

Temperatur

Faktor Koreksi, α = γT/γ20 Berat Jenis (Gs)

Berat Jenis rata-rata 2.621

Jenis Tanah Berat Jenis (Gs) Unit Weight of Kerikil

Lokasi : Tanah Asli ( Taeng 1 ) Tanggal Percobaan : 01 Desember 2018

Laboratorium : Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Bosowa Dikerjakan Oleh :1. Andi Alfian Nur

2. Nita Anugrah Jupriadi

Bore Hole No. -

Sample -

Sample Depth (Meter) m

Ring/Container Number - 1

Berar Ring ( W1 ) gram 66.80

Berat Cawan ( W2 ) gram 26.00

Berat Ring+Berat Cawan+Tanah Basah ( W3 ) gram 166.00

Tanah Basah ( W4 ) = W3-W2-W1 gram 73.20

Volume of Soil ( 5 ) cm3 52.16

Berat Ring+Berat Cawan+Tanah Kering ( W6 ) gram 161.10 Berat Tanah Kering ( W7 ) = W6-W1-W2 gram 68.30

Berat Air ( W8 ) = W4-W7 gram 4.90

Berat Jenis, Gs - 2.62

Volume of Dry Soil (9) = (7)/Gs cm3 26.06

Volume of Pore (10) = (5)-(9) cm3 26.10

Wet Density, gwet = (4)/(5) gr/cm3 1.40

Kadar Air w = ( W8 )/( W7 )*100% % 7.17

Dry Density, gdry = gwet/(1+w) gr/cm3 1.31

Porositas, n = ( W10 )/( W5 )*100% % 50.05

Derajat Kejenuhan Sr = ( W8 )/( W10 )*100% % 18.77 PENGUJIAN BERAT ISI (TEST RESULTS OF GENERAL PROPERTIES)

(SNI 1996:2008)

Hand Bor -1 1 Berlempung Berpasir Dengan Metode Simulasi (Uji

Laboratorium)

0.00 - 1.00

Lokasi : Tanah Asli (Taeng 1) Tanggal Percobaan : 2 Desember 2018

Laboratorium : Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Bosowa Dikerjakan Oleh :1. Andi Alfian Nur

2. Nita Anugrah Jupriadi

No. Test -

Jumlah Pukulan (N) -

No. Cantainer - 1A 1B 2A 2B 3A 3B 4A 4B

Berat Tanah Basah + Container (W1) Gram 45.8 33.4 45.4 53.7 49.5 51.5 37.8 36.7 Berat Tanah Kering + Container (W2) Gram 37.5 27.6 37.7 43.8 41.6 41.6 31.7 30.9

Berat Container (W3) Gram 8.7 6.6 9.1 8.9 8.5 8.6 9.0 8.8

Berat Air (Ww=W1-W2) Gram 8.3 5.8 7.7 9.9 7.9 9.9 6.1 5.8

Berat Tanah Kering, (Wd=W2-W3) Gram 28.8 21.0 28.6 34.9 33.1 33.0 22.7 22.1 Kadar Air, Ww/Wd x 100% % 28.8 27.6 26.9 28.4 23.9 30.0 26.9 26.2 Rata-rata

Batas Cair (LL) didapat pada pukulan 25 Jadi, LL = Ln(25) + -4.121 Ln(25) + 44.87

(SNI 1996:2008)

PENGUJIAN BATAS-BATAS ATTERBERG Dengan Metode Simulasi (Uji Laboratorium)

Batas Cair (LL)

15 22 33 43

28.22 27.64 26.93 26.56

= 31.61 %

Makassar, 18 September 2018 Diperiksa Oleh :

Hasrullah,ST Asisten Lab

28.22

27.64

26.93

26.56 y = -1.6ln(x) + 32.563

24 26 28 30

12

Kadar Air (%)

Jumlah Ketukan

13 50

30

20 25

Judul tugas Akhir

Lokasi : Tanah Asli ( taeng 1 ) Tanggal Percobaan : 2 Desember 2018

Laboratorium : Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Bosowa Dikerjakan Oleh :1. Andi Alfian Nur

2. Nita Anugrah Jupriadi

- 1 2

- E1 E2

Gram 13 14.5

Gram 11.9 13.3

Gram 6.4 6.5

Gram 1.1 1.2

Gram 5.5 6.8

% 20.00 17.65

% Indeks Plastisitas PI = LL - PL

= 31.61 - 18.82 = 12.78 %

Activity, A

% Clay Sizes - 5

25.00 -5

=

18.82 PENGUJIAN BATAS-BATAS ATTERBERG (BATAS PLASTIS,PL)

(SNI 1996:2008) No Test

No. Container

Berat Tanah Basah + Container (W1) Berat Tanah Kering + Container (W2)

= 12.78

20.00 Berat Container (W3)

Berat Air (Ww=W1-W2)

Berat Tanah Kering, (Wd=W2-W3) Kadar Air, (Ww/Wd x 100%) Kadar Air Rata-rata

A = PI

= 12.78

0.64

Makassar, desember 2019 Diperiksa Oleh :

Hasrullah,ST Asisten Lab : Analisis Tingkat 'Kejut Kapiler' pada Lanau Berlempung Berpasir dengan Metode Simulasi (Uji Laboratorium)

Lokasi : Tanah Asli (Taeng 1) Tanggal Percobaan : 5 Desember 2018

Laboratorium : Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Bosowa Dikerjakan Oleh : 1. Andi Alfian Nur

: 2. Nita Anugrah Jupriadi

Berat tanah kering oven

Berat tanah kering tertahan sar. 200 sesudah dicuci Berat tanah lolos saringan 200 setelah dicuci SaringanDiameter

No. (mm) Tertahan Lolos

4 4.75 0.00 100.00

10 2.00 0.02 99.98

18 0.85 0.04 99.96

40 0.43 1.38 98.62

60 0.25 2.00 98.00

80 0.18 6.04 93.96

100 0.15 14.16 85.84

200 0.075 17.90 82.1

Pan - 100.00 0.00

Berat Jenis : 2.621 Rcp = R + Temperatur Correction - Zero Correction Zero Correction : 1 Rcl = R + Meniscus Correction

Meniscus Correction : 1

Gs Correction : 1.018

{a = 1.62 Gs/[(Gs-1)xGs]}

Berat Tanah, Ws : 50 gram

Waktu T % Butiran halus L

(menit) (°C) a.Rcp/Ws x 100% ( cm )

0.25 29 39 41 83.55 39 11.1 0.01240 0.08263

0.5 29 25 27 55.06 25 12.0 0.01240 0.06075

1 29 18 20 40.81 18 13.2 0.01240 0.04505

2 29 17 19 38.77 17 13.3 0.01240 0.03198

4 29 14 16 32.67 14 13.8 0.01240 0.02303

8 29 13 15 30.63 13 14.0 0.01240 0.01640

15 29 12 14 28.60 12 14.2 0.01240 0.01206

30 29 11 13 26.56 11 14.3 0.01240 0.00856

60 29 10 12 24.53 10 14.5 0.01240 0.00610

90 29 10 12 24.53 10 14.5 0.01240 0.00498

120 29 10 12 24.53 10 14.5 0.01240 0.00431

240 29 7 9 18.42 7 15.0 0.01240 0.00310

1440 29 6 8 16.39 6 15.2 0.01240 0.00127

0.0 0.0

(SNI 3423:2008)

Berat (gram) 500.00

195.9 304.10 PENGUJIAN ANALISA SARINGAN

Berat Tertahan Berat Kumulatif Persen (%)

(gram) (gram)

0.1 0.1

0.1 0.2

6.7 6.9

3.1 10.0

20.2 30.2

40.6 70.8

18.7 89.5

410.5 500

Berat total W1 500

R Rcp Rcl K D=K (L/t)0,5

Lokasi : Tanah Asli (Taeng 1) Tanggal Percobaan 5 desember 2018

Laboratorium : Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Bosowa Dikerjakan Oleh :1. Andi Alfian Nur

2. Nita Anugrah Jupriadi

Berat tanah kering oven

Berat tanah kering tertahan sar. 200 sesudah dicuci Berat tanah lolos saringan 200 setelah dicuci

Saringan Diameter

No. (mm) Tertahan Lolos

4 4.75 0.00 100.00

10 2.00 0.02 99.98

18 0.85 0.04 99.96

40 0.43 1.38 98.62

60 0.25 2.00 98.00

80 0.18 6.04 93.96

100 0.15 14.16 85.84

200 0.075 17.90 82.10

Pan - 100.00 0.00

(gram) (gram)

PENGUJIAN ANALISA SARINGAN

304.10 Berat Tertahan Berat Kumulatif Persen (%)

(SNI 3423:2008)

Berat (gram) 500.00

195.9

0.0 0.0

0.1 0.1

0.1 0.2

6.7 6.9

3.1 10.0

20.2 30.2

40.6 70.8

18.7 89.5

410.5 500

Hasrullah,ST Asisten Lab Makassar, September 2018 Berat total W1 500

Diperiksa Oleh :

0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00 90.00 100.00

0.01 0.1 1 10

Persen Lolos Saringan

Diameter Saringan (mm)

No.#

4 No.

#10 No.

#20 No.4#

40 No

#60 No.

#100 No.

#200 No.

#80

Lokasi : Tanah Asli ( Taeng 1 ) Tanggal Percobaan 5 Desembar 2018

Laboratorium : Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Bosowa Dikerjakan Oleh : 1. Andi Alfian Nur

2. Nita Anugrah Jupriadi

Berat Jenis : 2.62 gram/cm3

Zero Correction : 1

Meniscus Correction : 1

Gs Correction : 1.018

{a = 1.62 Gs/[(Gs-1)xGs]}

Berat Tanah, Ws : 50 gram

Rcp = R + Temperatur Correction - Zero Correction Rcl = R + Meniscus Correction

Waktu (menit)

T

(0C) R Rcp

% Butiran Halus a.Rcp/Ws x

100 %

Rcl L

(cm) K D=K

(L/t)0,5

0.25 29 39 41 83.55 40 11.1 0.01249 0.08323

0.5 29 25 27 53.94 26 12.0 0.01249 0.06119

1 29 18 20 39.69 19 13.2 0.01249 0.04538

2 29 17 19 37.66 18 13.3 0.01249 0.03221

4 29 14 16 31.55 15 13.8 0.01249 0.02320

8 29 13 15 29.51 14 14.0 0.01249 0.01652

15 29 12 14 27.48 13 14.2 0.01249 0.01215

30 29 11 13 25.44 12 14.3 0.01249 0.00862

60 29 10 11.5 23.41 11 14.5 0.01249 0.00614

90 29 10 11 22.39 11 14.5 0.01249 0.00501

120 29 10 11.5 23.41 11 14.5 0.01249 0.00434

240 29 7 8.5 17.30 8 15.0 0.01249 0.00312

1440 29 6 7.5 15.27 7 15.2 0.01249 0.00128

Hasrullah,ST Asisten Lab Diperiksa Oleh : PENGUJIAN ANALISIS HIDROMETER TANAH

(SNI 3423:2008)

Makassar, 5 Desember 2018 Berlempung Berpasir Dengan Metode Simulasi

43

Des 26 85 52 261 137 134

0 45 98

Mar 3 10 157 5 0 134

12 1993

Jan 24 215 133

Des 26 85 52 261 137 134

0 50 86 38

Jan 10 23 80 153 0

0 62

Jan 11 93 141 15 0 62 64

10 1991

Des 1 28 0

Des 30 0 32 3 169 51

11 1992

Jan 11 93 141 15

-

Des 25 11 3 95 21 33

64

Jun 1 16

Des 23 43 195 174 10 106 106

20 8 14

Apr 25 - 104 0 0 51

9 1990

Mar 1 198 14 0

112

Jan 29 18 115 167 87 97

106

Jan 7 0 97 21 162 70

Des 23 43 195 174 10

49 65

44 25 55

Jan 25 48 119 140 140 112

8 1989

Des 10 146 4

Jan 25 48 119 140 140 112

25 10 147 46

Feb 2 0 0 147 73

21 29

Feb 1 0 152 0 0 38 55

6 1987

Des 22 80 176

Des 15 80 60 0 309 112

7 1988

Des 21 55 9 32

193

Des 16 15 281 261 214 193

55

Mar 22 0

- - -

19 - - -

Jan 27 45 155 105 -

247 161 166

Des 16 15 281 261 214 193

5 1986

Jan 18 150 12

-

Mar 6 10 115 200 - - -

- - -

Jan 5 0 120 50 - -

- -

Mar 18 35 0 158

3 1984

Feb 9 150 282

Sep 12 0 22 20 228 68

4 1985

Nov 30 150 5 40

135

Sep 6 0 74 194 63 83

120

93 98

Apr 13 95 120 83 93 98 122

56 50 135

Feb 9 150 282 56 50 135

2 1983

Apr 13 95 120 83

122

Des 30 20 109 0 143 68

Nov 25 5 84 280

Des 29 14 110 0 10 34 129 25 2006

Des 30 107 103 215

56

Des 19 24 55 200 21 75

75

Mar 27 102 5 16 119 61

Mar 28 3 66 228 4

90 129

0 106 61

Jan 5 9 141 61 12 75

24 2005

Des 20 98 38

Mar 25 96 0 0 147 61

0 0 110 51

Feb 4 69 125 200 75

110 51

Jan 20 0 128 0 0 32 117

22 2003

Jan 11 107 23

Jan 11 107 23 28 121 70

23 2004

Jan 21 93 0 0

78

Jan 13 47 64 150 60 80

117

Jan 21 93

Mar 6 0 161 0 0 40 153

28 121 70

Jan 10 0 210 100 0 80

21 2002

Jan 2 172 156 190

78

Mar 4 4 149 260 27 110

86

Feb 2 125 1 15 180 80

Des 28 0 145 200 0

93 153

100 26 75

Feb 2 36 200 35 42 110

20 2001

Feb 3 145 30

Mar 3 4 80 67 128 70

0 0 190 94

Feb 3 20 376 200 19

190 94

Feb 3 20 376 200 19 154 154

18 1999

Des 12 105 36

Jan 22 41 57 30 83 53

19 2000

Nov 3 185 0 0

79

Jan 2 28 183 250 21 121

154

Nov 3 185

Nov 14 9 103 0 13 31 65

0 31 43

Jan 3 25 235 50 6 121

17 1998

Okt 5 98 0 0

39

Feb 22 80 56 130 32 75

65

Okt 5 98 0 0 98 49

Des 30 54 49 126 30

98 49

35 80 65

Feb 13 0 91 64 0 76

16 1997

Jan 17 101 43

Feb 23 92 43 78 90 76

138 125 146 136

Des 19 87 62 200 113

10 79

Feb 12 0 144 0 0 36 136

15 1996

Feb 4 200 105 0

116

Des 13 136

130 93 82

32 2013 118

Jan 2 72 64 164 75 94

0 0 51

Jan 1 80 193 121 78 118

Des 10 98 104

Feb 18 97 7

39 0 112 67

Mar 19 0 56 80 0

112 67

Mar 14 60 115 67 20 66 67

30 2011

Des 27 120 20

Jan 20 118 9 25 133 71

31 2012

Feb 2 118 39 0

77

Feb 28 78 72 125 90 91

34

Feb 2 118

Jan 19 50 91 78 36 64 64

22 116 70

Feb 4 22 217 42 25 91

29 2010

Jan 11 80 51 71

44

Jan 31 40 102 158 35 84

50

Sept 6 59 50 8 90 52

Jan 12 11 78 89 21

0 51

5 94 64

Jan 29 17 113 32 14 84

28 2009

Jan 17 90 67

Jan 1 72 10 47 95 56

TABEL HUJAN MAKSIMUM HARIAN RATA-RATA

1 16

2 17

3 18

4 19

5 20

6 21

7 22

8 23

9 24

10 25

11 26

12 27

13 28

14 29

15 1998 65 30 2013 118

1996 136 2011 91

1997 76 2012 67

1994 61 2009 84

1995 205 2010 64

1992 64 2007 89

1993 134 2008 88

1990 106 2005 75

1991 51 2006 129

1988 55 2003 80

1989 112 2004 117

1984 135 2001 110

1987 193 2002 153

Harian Rata-rata

1982 135 1999 121

1983 122 2000 154

No Tahun Hujan Maks

No Tahun Hujan Maks

Harian Rata-rata

3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Σ

9329387

3188 44654 1151364.557 198660229

1991 51 106 -55 3054 -168807

4106703

1988 55 106 -51 2628 -134743 6907809

1994 61 106 -45 2027 -91226

3191479

2010 64 106 -43 1808 -76856 3267660

1992 64 106 -42 1786 -75508

2317398

1998 65 106 -42 1724 -71560 2970913

2012 67 106 -39 1522 -59395

867258

2005 75 106 -31 978 -30566 955710

1997 76 106 -31 931 -28419

257049

2003 80 106 -26 677 -17610 458149

2009 84 106 -23 507 -11416

83849

2008 88 106 -18 325 -5848 105365

2007 89 106 -17 290 -4927

0

2011 91 106 -15 226 -3386 50850

1990 106 106 -1 1 0

904

2001 110 106 4 14 52 194

1989 112 106 5 30 165

18953

2004 117 106 11 121 1325 14552

2013 118 106 12 138 1615

65263

1999 121 106 14 203 2883 41042

1983 122 106 16 255 4083

570529

2006 129 106 22 506 11365 255531

1993 134 106 27 755 20759

658208

1984 135 106 28 797 22505 635402

1982 135 106 28 811 23109

4668626

1996 136 106 30 899 26955 808201

2002 153 106 46 2161 100437

2000 154 106 47 2255 107059 5083523

=

30 - 1 =

= 39

Koefisien Variasi ( Cv ) :

Koefisien Skewness ( Cs ) : Cv =

=

29 x 28 x 3 =

=

= 34540937 49062270 0.704

= 30 x 1151365 106

39 0.369

Sd

Cs = n Σ ( Xi - Xr ) 3 Xr

( n - 1 ) ( n - 2 ) Sd 3 39

178794206193

= ( 44654 ) 51980678037

3.440 n - 1

3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Σ

-0.02451 0.00711927

3188 59.941 0.74668 -0.00140 0.03934501

1991 51 1.708 1.998 -0.29048 0.08438

-0.00939 0.00197983

1988 55 1.740 1.998 -0.25768 0.06640 -0.01711 0.00440900

1994 61 1.787 1.998 -0.21094 0.04450

-0.00706 0.00135514

2010 64 1.804 1.998 -0.19357 0.03747 -0.00725 0.00140381

1992 64 1.806 1.998 -0.19187 0.03681

-0.00494 0.00084217

1998 65 1.811 1.998 -0.18681 0.03490 -0.00652 0.00121775

2012 67 1.828 1.998 -0.17035 0.02902

-0.00167 0.00019827

2005 75 1.875 1.998 -0.12298 0.01513 -0.00186 0.00022877

1997 76 1.879 1.998 -0.11866 0.01408

-0.00042 0.00003174

2003 80 1.904 1.998 -0.09360 0.00876 -0.00082 0.00007676

2009 84 1.923 1.998 -0.07506 0.00563

-0.00011 0.00000506

2008 88 1.946 1.998 -0.05233 0.00274 -0.00014 0.00000750

2007 89 1.951 1.998 -0.04744 0.00225

0.00002 0.00000040

2011 91 1.960 1.998 -0.03781 0.00143 -0.00005 0.00000204

1990 106 2.023 1.998 0.02521 0.00064

0.00013 0.00000635

2001 110 2.041 1.998 0.04335 0.00188 0.00008 0.00000353

1989 112 2.048 1.998 0.05020 0.00252

0.00040 0.00002972

2004 117 2.069 1.998 0.07107 0.00505 0.00036 0.00002551

2013 118 2.072 1.998 0.07384 0.00545

0.00071 0.00006332

1999 121 2.081 1.998 0.08294 0.00688 0.00057 0.00004733

1983 122 2.087 1.998 0.08920 0.00796

0.00211 0.00027053

2006 129 2.110 1.998 0.11170 0.01248 0.00139 0.00015568

1993 134 2.126 1.998 0.12825 0.01645

0.00227 0.00029887

1984 135 2.129 1.998 0.13068 0.01708 0.00223 0.00029161

1982 135 2.130 1.998 0.13148 0.01729

0.00643 0.00119524

1996 136 2.134 1.998 0.13629 0.01858 0.00253 0.00034504

2002 153 2.184 1.998 0.18594 0.03457

2000 154 2.187 1.998 0.18877 0.03563 0.00673 0.00126979

29 x 28 x 27 x 4

=

30 - 1 =

Koefisien Variasi ( Cv ) :

Koefisien Skewness ( Cs ) : Cv =

=

29 x 28 x 3 =

= -0.04202 3.355

= -0.013

= 30 x -0.00140 1.998

0.160 0.080

= 0.160

Sd

Cs = n Σ ( Log Xi - Log Xr ) 3 Log Xr

( n - 1 ) ( n - 2 ) Sd 3 0.160

35.41051

= ( 0.74668 ) 14.53444

2.436

Sd = (Σ ( Log Xi - Log Xr ) ) 0.160

n - 1

3 Menentukan Jenis Distribusi / Uji Parameter Statistik

Cs 0 Ck 3 Cs = Ck =

Cs = Cv 3 + 3 Cv

Ck = Cv 8 + 6Cv 6 + + + 3

Selain dari nilai-nilai diatas Cs = Ck =

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa jenis distribusi yang dapat digunakan adalah Metode Log Pearson tipe III

15 Cv 4 3.104 Memenuhi

16 Cv 2

Log Pearson III -0.013

Memenuhi 2.436

5.4002 3.440 Memenuhi

Log Normal 0.241 Tidak

3.440 Memenuhi

Gumbel 1.1396 0.704 Tidak

Hasil

Kesimpulan

Sebaran Perhitungan

Normal 0.704 Tidak

Jenis Distribusi /

Syarat

G = Konstanta Log Pearson tipe III berdasarkan nilai Koefisien Kepencengan ( Cs ) Tabel nilai G untuk Cs = -0.013 ( Interpolasi )

Tabel Hasil Perhitungan nilai X untuk setiap kala ulang ( T ) tahun

200 1.998 2.564 0.160 2.410 256.746

100 1.998 2.317 0.160 2.370 234.310

50 1.998 2.047 0.160 2.327 212.103

25 1.998 1.747 0.160 2.278 189.806

10 1.998 1.280 0.160 2.204 159.777

5 1.998 0.841 0.160 2.133 135.842

2 1.998 0.002 0.160 1.998 99.629

T Log Xr G Sd Log X T X T

2.317 2.564 -0.1 0.017 0.836 1.270 1.716 2.000 2.252 2.482 -0.013 0.002 0.841 1.280 1.747 2.047

200 0.0 0.000 0.842 1.282 1.751 2.054 2.326 2.576

Cs Periode Ulang ( Tahun )

2 5 10 25 50 100

I = Intensitas Curah Hujan (mm/jam) R = Curah Hujan Rancangan (mm) t = Lama waktu konsentrasi diketahui :

R2 = mm

R5 = mm

R10 = mm

R25 = mm

R50 = mm

R100 = mm

R200 = mm

Contoh Perhitungan untuk t = 5 menit t = 5 menit

2/3

2/3

2/3

2/3

2/3

2/3

2/3

= 466.539 mm/jam

24 ( 5 / 60 ) I200 = 256.746

( 24 )

) = 425.769 mm/jam

24 ( 5 / 60 )

= 385.417 mm/jam

24 ( 5 / 60 )

I100 = 234.310

( 24 I50 = 212.103

( 24 )

) = 344.900 mm/jam

24 ( 5 / 60 )

= 290.335 mm/jam

24 ( 5 / 60 )

I25 = 189.806

( 24 I10 = 159.777

( 24 )

) = 246.841 mm/jam

24 ( 5 / 60 )

= 181.038 mm/jam 24 ( 5 / 60 )

I5 = 135.842

( 24 I2 = 99.629

( 24 ) 135.842

159.777 189.806 212.103 234.310 256.746 99.629

4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

18 90 26.359 35.939 42.272 50.216 56.115 61.991 67.927 67.054 73.475 85 27.382 37.335 43.914 52.167 58.295 64.398 70.565

80 28.512 38.875 45.725 54.318 60.699

73.297 80.316 75 29.765 40.584 47.735 56.706 63.368 70.002 76.706

70 31.166 42.494 49.982 59.376 66.351

81.231 89.009 65 32.745 44.647 52.513 62.383 69.711 77.010 84.384

60 34.540 47.094 55.392 65.802 73.532

91.729 100.513 55 36.602 49.906 58.700 69.732 77.924 86.082 94.325

50 39.004 53.180 62.551 74.306 83.036

106.442 116.635 45 41.842 57.050 67.102 79.713 89.078 98.404 107.827

40 45.260 61.710 72.584 86.225 96.354

128.946 141.293 35 49.473 67.456 79.341 94.253 105.325 116.352 127.494 30 54.828 74.757 87.929 104.454 116.725

168.967 185.146 25 61.914 84.418 99.293 117.954 131.811 145.611 159.554 20 71.845 97.959 115.219 136.874 152.953

0 25 50 75 100 125 150 175 200 225 250 275 300 325 350

0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65

Intensitas Curah Hujan ( mm/jam )

t ( menit )

Grafik Intensitas Curah Hujan Metode Mononobe

I2 I5 I10

PENGAMBILAN SAMPEL TANAH

PENGAMBILAN SAMPEL MENGGUNAKAN KALENG SUSU

PENGUJIAN SAMPEL TANAH DI LAB. UNIBOS

PENGAMBILAN TANAH DALAM SKALA BESAR

PROSES MENGOVEN TANAH

KALIBRASI ALAT

PROSES KONSTANNYA AIR TANAH

PEMBACAAN AIR KAPILER

PEMBACAAN AIR KAPILER, INFILTRASI, DAN AIR SUMUR

SETELAH DIHUJANI

PROSES PEMBERSIHAN ALAT

Dokumen terkait