BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Pembahasan
3. Apa saja kendala yang dihadapi oleh PT.
Rodeo Prima Jaya di dalam
kegiatan ekapor impor barang?
1. Persediaan kontainer sudah habis atau kontainer kosong.
2. Keterlambata n pengiriman barang.
3. Keteledoran karyawan.
4. Perbedaan mata uang.
Hasil observasi menunjukkan ada kendala yang dihadapi namun sudah mulai membaik karena kendala- kendala ersebut sudah diatasi.
Dokumentasi dilihat dari persediaan
container yang bertambah, dan membaiknya
kinerja karyawan.
perusahaan akan memperoleh daerah pemasaran yang lebih luas sehingga dapat melakukan penjualan yang efektif.
PT Rodeo Prima Jaya merupakan perusahaan yang mengekspor produk-produk buatan sendiri khususnya pada wilayah Indonesia, Eropa dan USA. Konsumen potensialnya tentu berada di luar negeri dan dalam negeri. Bentangan jarak antara produsen dan konsumen ini menjadikan kegiatan promosi sebagai alat utama dalam memperkenalkan dan menginformasikan produk dari perusahaan kepada konsumen di luar negeri.
Beberapa proses promosi yang dilakukan PT Rodeo Prima jaya yaitu melalui:
a. Traditional Marketing
Salah satu cara promosi yang dilakuka oleh PT Rodeo Prima Jaya saat ini adalah traditional marketing. Cara promosi ini menggunakan media cetak seperti brosur, media elektronik seperti TV dan Radio. Cara promosi ini memang dapat menjangkau pasar dalam area yang luas, meskipun biaya yang digunakan relatif mahal.
b. Digital Marketing
Saat ini kita memasuki era digital di mana hampir sebagian besar orang menggunakan media sosial dalam keseharian mereka. Maka PT Rodeo Prima Jaya juga memanfaatkan media online sebagai proses promosi produk yang dihasilkan. Dalam promosi ini PT Rodeo menggunakan websaite pribadi untuk lebih mudah para konsumen mengakses propil perusahaan mereka. Bentuk promosi produk melalui pemasaran digital dapat menjangkau pasar yang lebih spesifik yang luas dan juga biaya
yang dikeluarkan relatif lebih terjangkau dibandingkan strategi pemasaran dengan memasang iklan pada TV atau radio.
c. Direct Marketing (Promosi secara langsung)
Selain tradisional marketing dan digital marketing yang digunakan PT Rodeo dalam proses promosinya, PT Rodeo juga melakukan promosi melalui Promosi secara langsung atau direct marketing. Dalam proses promosi ini mempunyai keuntungan tersendiri dalam mempromosikan bisnis PT Rodeo. Karena dalam proses promosi secara langsung lebih efektif disebabkan proses promosi ini menggunakan sales representative yang dapat berkomunikasi langsung dengan pembeli. Kegiatan promosi ini memang lebih efektif untuk mendapatkan interaksi langsung dengan konsumen.
Tujuan Promosi Ekspor yang dilakukan PT Rodeo Prima Jaya:
a) Menerima order yang nantinya dapat memperkenalkan dan memperluas jaringan PT Rodeo Prima Jaya baik melalui media internet (www.ptrodeo.co.id), proses tradisional marketing dan direct marketing atau pertemuan secara langsung dengan konsumen.
b) Meningkatkan pendapatan atau income ekspor atas kerjasama baik melalui agen-agen di berbagai negara dan permintaan order atau pesanan perusahaan luar negeri (pihak importir).
c) Meningkatkan kekuatan PT Rodeo melalui: Service, Pricing dan Kualitas dan kuantitas.
Pangsa Pasar Ekspor PT Rodeo Prima Jaya yaitu:
a) Eropa b) USA c) Indonesia
2. Proses Ekspor Impor PT Rodeo Prima Jaya a. Tahap Pelaksanaan Kontrak Dagang
PT. Rodeo adalah perusahaan yang melakukan ekspor secara langsung, artinya perusahaan melakukan ekspor sendiri. Ekspor yang dilakukan oleh PT. Rodeo adalah termasuk dalam Ekspor Biasa, yang artinya barang dikirim keluar negeri sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Sebelum terjadinya proses ekspor-impor, harus ada langkah awal komunikasi antara eksportir dan importir.
PT Rodeo Prima Jaya melaksanakan kegiatan sesuai dengan prosedur pelaksanaan ekspor yang telah ditetapkan. Mulai dari tahap proses promosi sebagai langkah awal untuk memperkenalkan produk yang dihasilkan oleh perusahaan eksportir sampai memperoleh kontrak dagang yang telah disepakati oleh pihak eksportir dan importir.
Alur atau bagan komunikasi antara PT. Rodeo dengan buyer atau importir sampai terjadinya kontrak dagang dapat digambarkan sebagai berikut:
Bagan 4.3 Kontrak Dagang Perusahaan PT Rodeo Prima Jaya
Keterangan:
1) Tahap Promosi, PT Rodeo mempromosikan perusahaan dan komoditas yang di ekspor ke calon pembeli (buyer), dalam produksi produknya.
Tujuan dari promosi ini adalah menciptakan kompetensi tinggi oleh perusahaan PT Rodeo dengan perusahaan importir (calon buyer) sampai dalam penanganan kerjasama melalui pemerintah kedua belah pihak yang terlibat, dalam rangka memperkenalkan perusahaan dan produk yang diproduksi oleh PT Rodeo selaku eksportir serta menarik minat calon buyer khususnya di kawasan Eropa dan USA maupun Indonesia sendiri.
2) Tahap Inquiry, Calon buyer mempelajari proses promosi dari perusahaan PT Rodeo Jika tertarik, calon buyer mengundang eksportir untuk perkenalan dan meminta Surat Permintaan Harga (Inquiry).
PT Rodeo (Ekspotir)
Promotion
Inquiry
Offer Sheet
Order Sheet
Sample Produk Jadi
Buyer (Impotir)
Konfirmasi
Sales Kontrak
3) Tahap Offer Sheet, PT Rodeo memenuhi permintaan dari calon buyer dengan membuat Surat Penawaran Harga atau Offer Sheet yang berisi tentang uraian dan spesifikasi produk yang diminta oleh importir atau calon buyer.
4) Tahap Order Sheet, Calon buyer mempelajari surat penawaran dari PT Rodeo Jika tertarik, calon buyer mengirimkan Surat pemesanan atau Order Sheet, yang berisi pemesanan barang secara komplit dan detail mengenai spesifikasi dari barang yang dipesan. Dalam tahap ini calon buyer sudah disebut sebagai pembeli atau buyer.
5) Tahap Sampel Produk Jadi, PT Rodeo membuat sampel produk jadi sesuai dengan pesanan dari buyer. Selanjutnya sampel produk tersebut dikonfirmasikan dengan buyer, apakah produk tersebut sudah sesuai dengan keinginan buyer atau belum.
6) Tahap Konfirmasi, Konfirmasi dari buyer mengenai sampel produk dari PT Rodeo, apakah produk tersebut sudah sesuai dengan keinginan buyer atau belum. Apabila pesanan tersebut sudah sesuai dengan keinginan buyer dan telah disetujui, maka diteruskan dengan pembuatan kontrak dagang.
7) Sales Contract
Sales contract dibuat setelah perusahaan PT Rodeo dan buyer telah mencapai suatu kesepakatan untuk membuat kontrak dagang. Isi dari sales contract harus sesuai dengan data-data dari offer sheet dan order sheet.
Apabila sudah disepakati mengenai isi dari sales contract tersebut, maka selanjutnya perusahaan PT Rodeo dan buyer menandatangani sales contract tersebut.
b. Proses Pengiriman Produk ke Negara Importir
Perusahaan PT Rodeo melakukan beberapa proses dalam mengirimkan produknya kepada buyer, yaitu:
1) Perusahaan memenuhi permintaan dari buyer tentang pemesanan produk dengan kontainer, tanggal pengkapalan dan juga pemesanan kapal di dalam kesepakatan sales contract (kontrak dagang).
2) Perusahaan melakukan proses suffing yaitu memasukkan barang kedalam container.
3) Perusahaan melakukan pengurusan dokumen untuk pengiriman barang atau Dokumen Of Lading yaitu dokumen yang menunjukkan nama pengangkut dan juga menunjukkan barang yang dimuat dalam kapal dengan tanggal penerbit.
4) Setelah menentukan tanggal pengapalan, maka perusahaan melakukan proses pengiriman barang dengan segera dan juga mengirimkan dokumen kepada importir.
5) Perusahaan memenuhi kewajiban menyerahkan barang, apabila barang tersebut telah melewati kapal di pelabuhan pengkapalan yang disebutkan, maka buyer menanggung semua resiko dan biaya kerusakan maupun kehilangan barang mulai dari tempat itu sampai tujuan.
c. Sistem Pembayaran yang dilakukan Rodeo antara lain:
1) L/C (Letter Of Credit)
Sistem pembayaran dengan L/C ini merupakan cara yang paling sering dan aman digunakan PT Rodeo untuk memperoleh hasil penjualan produksinya dari importir. Hal ini disebabkan, PT Rodeo dapat menyerahkan dokumen-dokumen sesuai dengan yang diisyaratkan dalam L/C. Keamanan kepastian sistem pembayaran melalui L/C dikarenakan:
a) Kepada perusahaan PT Rodeo (eksportir) dipastikan akan adanya pembayaran apabila dokumen-dokumen pengkapalan lengkap sesuai syarat-syarat L/C.
b) Kepada buyer (importir) dipastikan bahwa pembayaran hanya akan dilakukan oleh bank bila sesuai dengan persyaratan L/C.
Tujuan pemilihan penggunaan L/C oleh PT Rodeo Prima Jaya:
a) Memberikan pengamanan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi yang diadakan.
b) Adanya perjanjian dengan pihak bank dalam menyelesaikan transaksi komersial internasional.
c) Pembayaran melalui L/C merupakan instrumen yang didasarkan atas dokumen-dokumen dan syarat-syarat dalam L/C.
2) Advance Payment.
Sistem pembayaran ini buyer (importir) membayar di muka (pay in advance) kepada PT Rodeo (eksportir) sebelum barang-barang dikirim oleh PT Rodeo tersebut. Pada tahap ini, importir memberikan kredit kepada PT Rodeo untuk mempersiapkan barang- barangnya.
Realisasi penawaran harga antara lain:
a) Uang muka 20 % dari nilai kontrak, PT Rodeo akan memberikan jaminan uang muka senilai sama yang diterbitkan oleh Bank Umum.
b) Tahap I sebesar 35 % dari nilai kontrak, dibayarkan setelah prestasi kemajuan penyelesaian pekerjaan mencapai 60 %.
c) Tahap II sebesar 25 % dari nilai kontrak, dibayarkan setelah prestasi kemajuan penyelesaian pekerjaan mencapai 85 %.
d) Tahap III sebesar 20 % dari nilai kontrak, dibayarkan setelah prestasi kemajuan penyelesaian pekerjaan mencapai 100 %.
Beberapa faktor pemilihan Advance Payment:
a) Kepercayaan importir yang penuh terhadap PT Rodeo Prima Jaya (eksportir) bahwa pihak importir akan menerima barang- barang yang dipesan.
b) Keyakinan importir bahwa negara eksportir (Indonesia) tidak melarang ekspor barang yang bersangkutan setelah adanya pembayaran.
c) Keyakinan importir bahwa pemerintah di negara importir mengizinkan adanya pembayaran di muka, karena kebanyakan negara tidak mengizinkan.
d) Importir mempunyai ekuiditas yang cukup atau dapat memperoleh modal kerja melalui fasilitas impor.
e) Pembayaran Tunai (Cash on Delivery) Pembayaran langsung tunai oleh pihak importir (buyer) kepada PT Rodeo (pihak eksportir). Pada tahap ini, biasanya pihak importir (buyer) mempunyai perwakilan di Indonesia tempat pihak eksportir berada.
d. Pihak-pihak dan dokumen yang terlibat dalam kegiatan ekspor Impor PT Rodeo:
1) Eksportir
PT Rodeo mengekspor produk ke importir yaitu dengan menerbitkan dokumen-dokumen. Dokumen yang diterbitkan antara lain:
a) Invoice, Invoice merupakan nota perincian tentang keterangan barang-barang yang dijual dan harga dari barang-barang tersebut.
b) Packing List, Packing list adalah dokumen yang menjelaskan tentang isi barang yang dipak, dibungkus atau diikat dalam box yang berfungsi untuk memudahkan pemeriksaan bea dan cukai.
c) Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen Pabean yang digunakan untuk pemberitahuan pelaksanaan ekspor barang yang isinya antara lain: jenis barang ekspor, identitas eksportir, nama importir, NPWP, cara penyerahan barang.
2) Bank
Bank berperan dalam menerima pembayaran transfer devisa dari importir dan merupakan pelaksana pembayaran yang dilakukan dengan L/C atau nonL/C.
3) Bea Cukai
Bea Cukai merupakan instansi pemerintah yang menerima kelengkapan dokumen ekspor dan memberikan ijin pengapalan barang. Pada tahap ini, PT Rodeo melaporkan ekspornya ke Kantor Bea dan Cukai di Pelabuhan. Dokumen yang diterbitkan oleh pihak Bea dan Cukai adalah Ijin Muat Barang.
4) Departemen Perdagangan dan Perindustrian.
Instansi yang bertugas mengeluarkan peraturan tentang ekspor yang dilakukan oleh PT Rodeo yaitu kantor Perdagangan dan Perindustrian. Dokumen yang dikeluarkan adalah Surat Keterangan Asal Produk yang diekspor (Certificate of Origin).
5) Badan Usaha Transportasi (Forwarding Agent).
Forwarding agent adalah perusahaan jasa pengantar barang ekspor, yang tugasnya meliputi pengumpulan muatan, menyelenggarakan pengepakan sampai membukukan barang yang diperdagangkan.
Jasa yang digunakan oleh PT Rodeo Prima Jaya.
6) Ekspedisi Muatan Kapal Laut
Pihak maskapai pelayaran yang melayani jasa transportasi pengangkutan barang-barang ekspor ke luar negeri dan juga merupakan pihak yang menerbitkan B/L (Bill of Lading).
3. Kendala dan proses penanganan kendala yang dihadapi Oleh PT.
Rodeo Prima Jaya dalam Kegiatan Ekapor Impor Barang
Ekspor adalah sebuah kegiatan sederhanya memindahkan barang dari indonesia ke luar negeri, transaksi ini melibatkan banyak pihak, mulai dari kelompok maupun perseorangan, pemerintahan dan perusahaan. pada setiap kegiatan ekspor impor hambatan atau kendala adalah factor yang biasa terjadi dan menghambat saat berlangsungnya proses ekspor impor.
Berikut kendala yang dihadapi oleh PT Rodeo Prima Jaya:
a. Persediaan kontainer sudah kurag.
b. Jadwal pengiriman sudah penuh dan pihak PT Rodeo selaku eksportir tidak dapat mengubah jadwal pengiriman sesuai perjanjian awal dengan buyer.
c. Keterlambatan pengiriman karena kondisi sekarang yang masih sulit dalam mengirim atau menerima barang ke luar negeri.
d. Keteledoran karyawan dalam melakukan paking barang yang akan di ekspor ke Konsumen, baik Luar Negeri maupun dalam negeri sendiri.
e. Terkadang salah menginput kode barcode produk sehingga menyebabkan produk susah di ekspor dan harus melalui proses pembuatan kode barcode ulang.
f. Keteledoran karyawan misalkan lupa menaruh stiker produk yang merupakan ciri khas dari produk Rodeo itu sendiri.
Proses penanganan kendala yang dihadapi PT Rodeo Prima Jaya:
a. Untuk mengatasi masalah container yang kurang maka PT Rodeo selalu menjadwalkan pengiriman dengan baik agar sesuai kapasitas muatan dan tidak terjadi keterlambatan kirim akibat kurangnya container.
b. PT Rodeo juga mengantisipasi double jadwal pengiriman dan meneliti dengan cermat ketika akan membuat kontrak perjanjian agar tidak terjadi kesalahan.
c. PT Rodeo selalu Memberi arahan kepada seluruh karyawan agar lebih berhati-hati baik dalam proses produksi maupun proses packing barang.
d. PT Rodeo selalu Memberi arahan kepada karyawan dan berupa teguran ketika karyawan melalukan kesalahan agar tidak terjadi kesalahan ulang yang berakibat faktal.
e. PT Rodeo Memberi arahan dan Berhati-hati dalam menerbitkan kode barcode terutama para karyawan yang sudah di tugaskan untuk bagian kode barcode agar tidak terjadi kesalahan lagi.
61 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain:
1. Promosi yang dilakukan PT Rodeo Prima Jaya, sebagai berikut:
a. Tradisional marketing
PT Rodeo menggunakan cara ini untuk promosi ini menggunakan media cetak seperti brosur, media elektronik seperti TV dan Radio. Cara promosi ini memang dapat menjangkau pasar dalam area yang luas.
b. Digital marketing (media online)
PT Rodeo Prima Jaya juga memanfaatkan media online sebagai proses promosi produk yang dihasilkan. Dalam promosi ini PT Rodeo menggunakan websaite pribadi untuk lebih mudah para konsumen mengakses propil perusahaan mereka. Bentuk promosi produk melalui pemasaran digital dapat menjangkau pasar yang lebih spesifik yang luas dan juga biaya yang dikeluarkan relatif lebih terjangkau dibandingkan strategi pemasaran dengan memasang iklan pada TV atau radio.
c. Direct marketing (promosi secara langsung)
Selain tradisional marketing dan digital marketing yang digunakan PT Rodeo dalam proses promosinya, PT Rodeo juga melakukan promosi melalui Promosi secara langsung atau direct marketing. Dalam proses promosi ini mempunyai keuntungan tersendiri dalam mempromosikan bisnis PT Rodeo. Karena dalam proses promosi secara langsung lebih
efektif disebabkan proses promosi ini menggunakan sales representative yang dapat berkomunikasi langsung dengan pembeli. Kegiatan promosi ini memang lebih efektif untuk mendapatkan interaksi langsung dengan konsumen.
Tujuan dari promosi ekspor yang dilakukan PT Rodeo adalah untuk mengenalkan perusahaan dan produk yang diproduksi kepada calon importir di luar negeri, meningkatkan pendapatan ekspor bagi perusahaan, memperluas pasar ekspor dan meningkatkan kekuatan PT Rodeo melalui kualitas dan kuantitasnya.
2. Proses pelaksanaan ekspor impor PT Rodeo Prima Jaya
Prosedur pelaksanaan ekspor impor yang dilakukan oleh PT Rodeo hingga terjadi kontrak dagang sebagai berikut: Promosi, Inquiry, Offersheet, Ordersheet, Sampel produk jadi, Konfirmasi Sales Contract (yang telah disetujui, serta ditandatangani oleh PT Rodeo dengan pihak importir). PT Rodeo melakukan ekspor secara langsung, yakni perusahaan melakukan ekspor sendiri. Cara ekspor yang dilakukan oleh PT Rodeo yakni Ekspor Biasa, yang artinya barang dikirim ke luar negeri sesuai dengan peraturan yang berlaku. Proses ekspor yang dijalankan PT Rodeo selama ini ada beberapa kendala, namun kendala tersebut bisa dilalui oleh PT Rodeo sehingga tidak ada keluhan dari importir. Oleh karena itu, prosedur pelaksanaan ekspor PT Rodeo mulai dari promosi hingga sales contract tersebut berjalan efektif dan berjalan baik.
3. Kendala dan penanganan hambatan saat melakukan Ekspor Impor PT Rodeo Prima Jaya
a. Berikut kendala yang dihadapi oleh PT Rodeo Prima Jaya, diantaranya:
Persediaan kontainer sudah kurag, Jadwal pengiriman sudah penuh dan pihak PT Rodeo selaku eksportir tidak dapat mengubah jadwal pengiriman sesuai perjanjian awal dengan buyer, Keterlambatan pengiriman karena kondisi sekarang yang masih sulit dalam mengirim atau menerima barang ke luar negeri, Keteledoran karyawan dalam melakukan paking barang yang akan di ekspor ke Konsumen, baik Luar Negeri maupun dalam negeri sendiri, Terkadang salah menginput kode barcode produk sehingga menyebabkan produk susah di ekspor dan harus melalui proses pembuatan kode barcode ulang dan Keteledoran karyawan misalkan lupa menaruh stiker produk yang merupakan ciri khas dari produk Rodeo itu sendiri.
b. Proses penanganan kendala yang dihadapi PT Rodeo Prima Jaya diantaranya: Untuk mengatasi masalah container yang kurang maka PT Rodeo selalu menjadwalkan pengiriman dengan baik agar sesuai kapasitas muatan dan tidak terjadi keterlambatan kirim akibat kurangnya container, PT Rodeo juga mengantisipasi double jadwal pengiriman dan meneliti dengan cermat ketika akan membuat kontrak perjanjian agar tidak terjadi kesalahan, PT Rodeo selalu Memberi arahan kepada seluruh karyawan agar lebih berhati-hati baik dalam proses produksi maupun proses packing barang, PT Rodeo selalu Memberi arahan kepada karyawan dan berupa teguran ketika karyawan melalukan kesalahan agar
c. tidak terjadi kesalahan ulang yang berakibat faktal dan PT Rodeo Memberi arahan dan Berhati-hati dalam menerbitkan kode barcode terutama para karyawan yang sudah di tugaskan untuk bagian kode barcode agar tidak terjadi kesalahan lagi.
5.2 Saran
Setelah mengadakan penelitian dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam penulisan tugas akhir ini, sekiranya penulis ingin memberikan saran yang mungkin dapat berguna bagi PT Rodeo Prima Jaya Semarang. Saran-saran ingin penulis kemukakan antara lain sebagai
berikut :
1. Strategi promosi yang digunakan oleh Perusahaan PT Rodeoyang meliputi promosi harus tetap dipertahankan atau pada saat mencoba promosi baru agar tidak melepas proses promosi lama terlebih dahulu, tetapi tetap mempertahankan promosi yang ada walaupun missal nantinya akan mencoba promosi baru
2. Diharapkan PT Rodeo mampu berkembang dengan penerapan strategi promosi ekspor dari perusahaan sendiri sesuai dengan yang dimiliki perusahaan untuk menambah dan memperluas komoditi pangsa pasar ekspor. Kegiatan yang dilakukan yakni salah satunya mencari investor- investor asing untuk bekerjasama dalam penanaman modal kepemilikan bersama.
3. PT Rodeo seharusnya memberi arahan terlebih dahulu khusus nya untuk para karyawan dan memperketat proses rekrut karyawan agar bisa
menyeleksi calon karyawan yang baik dan dapat dibentuk dan mudah dalam melakukan perkejaan baik perorangan maupun kerja tim, sehingga dapat menciptakan karyawan yang kinerjanya bagus, disiplin dan tidak terjadi kesalahan dalam proses produksinya.
4. PT Rodeo harus bisa menjaga hubungan yang baik dengan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ekspor agar pelaksanaan ekspor berjalan dengan lancar sesuai dengan prosedur pelaksanaan ekspor yang telah diterapkan perusahaan, baik proses ketepatan penyerahan barang dan kepercayaan eksportir dengan pihak-pihak yang terlibat pada hasil yang berkesinambungan dengan baik.
5.3 Keterbatasan Penelitian
Peneliti tentunya tidak terlepas dari keterbatasan dalam melakukan penelitian yaitu:
1. Peneliti hanya menekankan pada suatu topik promosi dan proses ekspor impor yang ada di PT Rodeo, sehingga untuk topik yang lainnya belum tersampaikan dalam penelitian ini.
2. Objek penelitian hanya difokuskan pada promosi dan proses ekspor impor yang ada di PT Rodeo.
5.4 Agenda Penelitian Selanjutnya
Peneliti merasa perlu untuk memberikan saran kepada peneliti selanjutnya agar hasil penelitian selanjutnya lebih baik, berikut diantaranya:
1. Jumlah informan yang diambil oleh penelitian ini hanya tiga orang, jadi untuk peneliti selanjutnya dapat mewawancarai informan yang lebih banyak agar mendapatkan detail informasi yang bagus.
2. Penelitian ini merupakan sebuah pengembangan teori dan gagas baru, sehingga untuk melengkapi sebuah data hendaknya metode wawancara dan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan dipersiapkan dengan matang.
3. Meneliti hal yang lebih lengkap lagi selain dari promosi dan proses ekspor impor yang peneliti saat ini, bisa menggunakan metode yang berbeda juga agar hasil yang didapatkan bisa saling melengkapi dan lebih detail.
DAFTAR PUSTAKA
Amir Ms, 2004, Ekspor Impor Teori dan Penerapanya, Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta
Andi Susilo, 2008, Buku Pintar Ekspor-Impor, Trans Media Pustaka, Jakarta
A Shimp Terence, 2007, Periklanan Promosi (Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu), Erlangga, Jakarta
Franks Jefkins, 2004, Public Relations, PT. Gelors Aksara, Jakarta Jabbar Rahim, 2007, Strategi Promosi Ekspor, PPM, Jakarta
Kotler Philip dan Gary Amstrong, 2001, Prinsip-Prinsip Pemasaran Edisi 8, Erlangga, Jakarta
Kotler Philip and Keller Kevin Lane, 2009, Manajemen Pemasaran Edisi ke 13 Jilid 2, Erlangga, Jakarta
Marceline Livia Hedynata, 2016, Strategi Promosi Dalam Meningkatkan Penjualan Luscious Chocolate Potato Snack, Jurnal Manajemen Bisnis, Vol.1 No.1, Universitas Ciputra
M Suyanto, 2001, Marketing Strategy, Penerbit ANDI, Yogyakarta.
Rodiatul Muthmainah Dan Doni Putra Utama, 2019, Evaluasi Prosedur Kegiatan Ekspor Pada PT Bintang Asia Usaha, Journal Of Business Administration, Vol.3 No.2, Politeknik Negeri Batam
Swastha Basu Irawan, 2001, Manajemen Pemasaran Modern Edisi 11, Liberty, Yogyakarta
Tjiptono Fandy, 2001, Strategi Pemasaran Edisi pertama, Andi Offset, Yogyakarta.
William G Nickels, 2002, Pengantar Bisnis Buku 2, Salemba Empat, Jakarta