• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Pembahasan

26

Universitas Binawan

Universitas Binawan

metabolisme dan pencernaan. Glukosa akan dimetabolisme untuk menjadi ATP yang digunakan sebagai sumber utama untuk kontraksi otot saat beraktivitas. Glukoagon yang disimpan sebanyak 90% dalam satu kali makan akan dimetabolisme ketika tidak adanya pasokan karbohidrat. Ketika tubuh mengalami hipoglikemia tubuh akan membentuk glukosa dari asam amino dan gliserol dalam proses glikoneogenesis (11).

Di IGD terdapat beberapa profesi seperti dokter, perawat, analis kesehatan, keamanan, office boy (OB) dan bagian administrasi, yang masing-masing memiliki tanggung jawab dan pekerjaan sendiri di unit IGD.

Pada setiap bagian memiliki beban kerja yang berbeda. Seperti dokter, perawat dan analis kesehatan yang bekerja untuk menangani pasien terutama dalam hal darurat tidak bisa mendapatkan tidur yang cukup atau memilih untuk tidur. Dari penelitian didapatkan bahwa sebanyak 24 perawat tidak tidur dan hanya mendapat tidur kurang dari 3 jam karena banyaknya pasien yang memerlukan penanganan, 2 orang analis kesehatan tidak tidur karena banyaknya sampel yang berdatangan, 2 orang OB memilik waktu tidur kurang lebih 3 jam, bagian administrasi tidak tidur, dan bagian keamanan yang mengharusakan berjaga selama shift juga tidak tidur. Tela disebutkan bahawa bagian IGD adalah unit yang diharuskan untuk memberikan pelayanan selama 24 jam secara berlanjut untuk masyarakat yang membutuhkan.

Pada data didapatkan bahwa 28 (93.3%) orang karyawan tidak dapat mencapai tidur dalam atau tidur pulas dan hasil pemeriksaan glukosa sewaktunya didapatkan meninggi sebanyak 11 (36.6%) orang. Selama shift tersebut yang kadar glukosa sewaktu meniggi akan memakan makanan berat. Di hari pertama sebelum bekerja didapatkan hasil 66 mg/dL (nilai minimum) pada satu karena sebelum pemeriksaan dilakukan karyawan tersebut tidak makan 2 jam kebelakang sebelum pemeriksaan dan hasilnya meningkat sesudah bekerja menjadi 86 mg/dL karena selama shift malam karyawan tersebut memakan makanan berat. Hari kedua pada pemeriksaan sebelum bekerja didapatkan hasil minimum yaitu 79 mg/dL yang

28

Universitas Binawan

sebelumnya karyawan tersebut makan makanan berat 2 jam sebelum pemeriksaan lalu selama shift juga memakan makan berat sehingga kadarnya naik menjadi 97 mg/dL.

Sebanyak 8 (26.6%) orang dari 13 (43.3%) karyawan yang tidak tidur kadar glukosanya meninggi sedangkan 5 (16.6%) orang menurun.

Pada kadar glukosa darah sewaktu yang meninggi tersebut karyawan makan selama shift dan pada yang kadarnya menurun karyawan tidak makan selama shift. Dilihat dari faktor usia turut mempengaruhi kadar glukosa, pada karyawan dengan umur 40 tahun hasil glukosanya bertahan pada angka 98 mg/dL. Karyawan dengan usia 54 tahun kadar glukosanya meninggi yaitu 84 mg/dL ke 95 mg/dL Ada pula karyawan yang sedang mengonsumsi obat diet sehingga kadar glukosanya menurun dari 93 mg/dL ke 76 mg/dL.

Rata-rata dari keseluruhan hasil glukosa darah sewaktu sebelum bekerja adalah 94.37 dan rerata dari sesudah bekerja adalah 90.00.

Berdasakan hasil dari uji beda didapatkan nilai signifikansi 0.201 lebih dari 0.05 sehingga tidak didapatkan perbedaan yang signifikan antara kadar glukosa darah sebelum dan sesudah bekerja pada karyawan shift malam.

Dari tabel ujia beda didapatkan nilai t hitung 1.310 dengan derajat kebebasan (df) adalah 29, jika nilai t dilihat dengan tabel distribusi nilai t maka didapatkan hasil 2.045 yang artinya nilai t hitung kurang dari nilai t tabel sehingga Ho dapat diterima sedangkan Ha ditolak. Aktivitas terus- menerus menyebabkan kebutuhan energi semakin meningkat sehingga terdapat penurunan yang tidak signifikan pada kadar glukosa darah sewaktu karyawan shift malam. Kadar glukosa darah sewaktu karyawan shift malam masih dalam batas normal.

Penelitian ini mendapatkan di hari pertama karyawan tersebut mendapat jadwal shift malam setelah seminggu yang lalu mendapat jadwal jaga malam ada 4 orang (26.7%) yang kadar glukosanya meninggi dan 11 orang (73.3%) yang kadar glukosanya menurun. Dibandingkan dengan karyawan yang sehari sebelumnya mendapatkan jadwal jaga malam ada 8 orang (53.3%) kadar glukosa meninggi dan 7 orang (46.7%) yang kadar

Universitas Binawan

glukosanya menurun. Sehingga interval dari seseorang bekerja shift malam dapat mempengaruhi kadar glukosa seseorang, semakin banyak karyawan tersebut mendapatkan jadwal malam maka akan cenderung kadar glukosa tersebut naik. Maksimal karyawan bekerja shift malam di IGD Rumah Sakit Bhayangkara TK.I R. Said Sukanto dalam waktu satu bulan adalah 4 kali atau 2 kali dalam seminggu. Pada penelitian Vetter et al tahun 2018 jika seorang karyawan mendapat frekuensi shift malam dalam sebulan terlalu sering maka cenderung akan meningkatkan resiko penyakit diabetes mellitus tipe 2 atau kenaikan glukosa darah (8). Jika sering seseorang mendapatkan shift malam dalam waktu yang lama maka dikhawatirkan akan dapat merusak ritme sirkadian dan menimbulkan gangguan kesehatan.

Resiko untuk terkena diabetes akan naik 5% untuk setiap 5 tahun bekerja pada karyawan shift malam (23).

Cara pemeriksaan glukosa darah sewaktu dengan menggunakan darah kapiler pun harus menggunakan standar GLP (Good Laboratory Practice) yang secara prosedurnya pada pra-analitik, analitik dan post- analatik. Jika tidak mengikuti GLP mungkin saja terdapat hasil yang lebih tinggi atau lebih rendah. Seperti jika tidak menghapus darah pertama saat akan melakukan pemeriksaan maka bisa saja hasil yang didapat akan lebih tinggi karena adanya alkohol yang mempengaruhi (25).

30

Universitas Binawan

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

1. Rata-rata kadar glukosa darah sewaktu sebelum bekerja pada karyawan shift malam adalah 94.37 mg/dL.

2. Rata-rata kadar glukosa darah sewaktu setelah bekerja pada karyawan shift malam adalah 90.00 mg/dL.

3. Tidak ada perbedaan yang signifikan kadar glukosa dara sewaktu sebelum dan sesudah bekerja pada karyawan shift malam dengan p value = 0.201 (>0.05).

5.2 Saran

1. Untuk Rumah Sakit Bhayangkara TK.I R.Said Sukanto agar dapat memberikan konsumi yang seimabang sesuai standar gizi untuk para karyawan agar tetap terjaga masukan kalorinya. Serta tidak memberikan jadwal shift malam selama berturut dalam waktu yang berdekatan.

2. Untuk karyawan shift malam di IGD Rumah Sakit Bhayangkara TK.I R.

Said Sukanto agar tetap mengkonsumsi makanan berkalori untuk sumber energi selama bekerja pada malam hari.

3. Untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti mengenai perbedaan kadar glukosa darah sewaktu pada karyawan shift malam dalam jangka yang lebih panjang dengan variabel sampel yang lebih bervariasi dan berdasarkan beban kerja yang diukur menggunakan indikator baku.

Universitas Binawan

DAFTAR PUSTAKA

1. KEMENKES. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009

Tentang Kesehatan. In 2009. Available from:

http://downloads.esri.com/archydro/archydro/Doc/Overview of Arc Hydro terrain preprocessing workflows.pdf

2. KEMENPERIN. Undang - Undang RI No 13 tahun 2003. Ketenagakerjaan.

2003;(1).

3. Menteri Kesehatan. PERMENKES RI No.30 Tahun 2019. 2019;3:1–9.

4. Vetter C, Fischer D, Matera JL, Roenneberg T. Aligning work and circadian time in shift workers improves sleep and reduces circadian disruption. Vol.

25, Current Biology. Boston: Elsevier; 2015. p. 907–11.

5. Dewi W, Widya K. Pengaruh usia, stres, dan diet tinggi karbohidrat Terhadap kadar glukosa darah. Vol. 8, Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan. Sukoharjo: Poltekkes Bhakti Mulia; 2018. p. 2086–

628.

6. Siregar T, Wenehenubun F. Hubungan Shift Kerja Dengan Tingkat Kelelahan Kerja Perawat Di Ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur Relationship Between Work Shift And Fatigue Level Of Nurses In The Emergency Room At Budhi Asih Hospital, East Jakarta [Internet]. Vol. 6, Jurnal Persada Husada Indonesia. Jakarta: Jurnal Persada Husada Indonesia; 2019. p. 1–8. Available from:

http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan

7. Anggraini M. Hubungan Antara Shift Kerja dengan IMT, Tekanan Darah dan Kadar Glukosa Darah Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Semarang. Vol. 1, Jurnal Ilmu Kedokteran. Semarang: Universitas Muhammadiyah Semarang; 2017. p. 1–5.

8. Vetter C, Dashti HS, Lane JM, Anderson SG, Schernhammer ES, Rutter MK, et al. Night shift work, genetic risk, and type 2 diabetes in the UK biobank.

Vol. 41, Diabetes Care. Boston: American Diabetes Association; 2018. p.

762–9.

9. Noor R. Diabetes Melitus Tipe 2. Vol. 4, Artikel Review. Lampung:

Universitas Lampung; 2015. p. 93–101.

10. Kementrian kesehatan republik indonesia. Tetap Produktif, Cegah Dan Atasi Diabetes Mellitus. pusat data dan informasi kementrian kesehatan RI.

Jakarta: KEMENKES RI; 2020.

11. Ezekia K, Nada KW. Metabolisme. Bali: Universitas Udayana; 2017. 1–6 p.

32

Universitas Binawan

12. Irawan A. Glukosa & Metabolisme Energi. Vol. 1, Sport Science Brief.

Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta; 2007. p. 6.

13. Sari MI. Reaksi-reaksi biokimia sebagai sumber glukosa darah. Medan:

Universitas Sumatera Utara; 2007.

14. Wahjuni S. Metabolisme Biokimia. Atmaja J, editor. Vol. 53, Journal of Chemical Information and Modeling. Denpasar: Udayana University Pers;

2013. 21–22 p.

15. Murray KR, Granner KD, Rodwell WV. Biokimia Harper. Toronto: Penerbit Buku Kedokteran : ECG; 2009.

16. Cahyaning Tyas L. Pemeriksaan Kadar Glukosa Darah Yang Diperiksa Secara Langsung Dan Ditunda 24 Jam [Internet]. Jombang: STIKES ICME Jombang; 2015. Available from: http://repo.stikesicme- jbg.ac.id/4686/1/Pemeriksaan Kadar Glukosa Darah.pdf

17. Wulandari YI, Mulyono. Analisis Kadar Glukosa Darah Pada Pekerja Shift Pagi dan Shift Malam di Sidoarjo. Dep Keselam dan Kesehat Kerja, Fak Kesehat Masyarakat, Univ Airlangga. 2019;2(2):128–37.

18. Fadhila N, Imanto M, Tjiptaningrum A, Telinga B, Lampung U. Perbedaan Kadar Glukosa Darah Puasa Pembuluh Kapiler Antara Pekerja Shift Pagi dan Shift Malam pada Pekerja Mesin Maintenance di PT . Tunas Baru Lampung The Difference Of Fasting Blood Glucose Levels Capillary Vessels Between Shift Workers in The Morning . 2019;9:38–42.

19. Subiyono, Martsiningsih MA, Gabrela D. Gambaran kadar glukosa darah metode GOD-PAP (Glucose Oxsidase – Peroxidase Aminoantypirin) sampel serum dan plasma EDTA (Ethylen Diamin Terta Acetat) [Internet]. Vol. 5, Jurnal Teknologi Laboratorium. Yogyakarta: Tekno Lab Jurnal; 2016. p. 45–

8. Available from:

https://www.teknolabjournal.com/index.php/Jtl/article/view/77

20. Siti et al. Analisis of Blood Glucose using Chemistry, Photometer, and Point of Care Testing (POCT). Mataram: Poltekkes Kemenkes Mataram; 2014. p.

633–8.

21. Siregar T M, Wulan S W, Setiawan D, Nuryati A. Kendali Mutu. Jakarta:

KEMENKES RI; 2018.

22. Perkeni. Konsensus Diabetes Mellitus [Internet]. Perkeni. Jakarta:

PERKENI; 2011. p. 1–27. Available from:

http://eprints.ums.ac.id/37501/6/BAB II.pdf

23. Mason IC, Qian J, Adler GK, Scheer FAJL. Impact of circadian disruption on glucose metabolism: implications for type 2 diabetes. Vol. 63,

Universitas Binawan

Diabetologia. Boston: Diabetologia; 2020. p. 462–72.

24. Faisal S, Mujianto B. Metodologi Penelitian dan Statistik. Jakarta:

KEMENKES RI; 2017.

25. Laisouw AJ, Anggaraini H, Ariyadi T, Semarang UM, Semarang UM.

Perbedaan Kadar Glukosa Darah Tanpa Dan Dengan Hapusan. Vol. 2030.

Semarang: Universitas Muhammadiyah Semarang; 2017. p. 661–5.

34

Universitas Binawan

LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Permohonan Penelitian

Universitas Binawan

Lampiran 2. Surat Permohonan Etik

36

Universitas Binawan

Lampiran 3. Formulir Permohonan Etik Penelitian Kesehatan

Universitas Binawan

38

Universitas Binawan

Universitas Binawan

40

Universitas Binawan

Lampiran 4. Surat Jawaban Permohonan Izin Penelitian

Universitas Binawan Lampiran 5. Formulir Laboratorium

42

Universitas Binawan

Lampiran 6. Surat Ethical Clearance

Universitas Binawan

Lampiran 7. Jadwal Penelitian

44

Universitas Binawan

Lampiran 8. Lembar Informasi Penelitian

Universitas Binawan

46

Universitas Binawan

Lampiran 9. Lembar Persetujuan (Informed Consent)

Universitas Binawan

Lampiran 10. Kegiatan Penelitian

48

Universitas Binawan

Lampiran 11. SPSS Frequencies

Statistics

Usia

N Valid 30

Missing 0

Mean 28.63

Median 26.00

Mode 22

Usia

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid 22 6 20.0 20.0 20.0

23 2 6.7 6.7 26.7

24 5 16.7 16.7 43.3

25 2 6.7 6.7 50.0

27 1 3.3 3.3 53.3

29 2 6.7 6.7 60.0

30 1 3.3 3.3 63.3

31 1 3.3 3.3 66.7

32 4 13.3 13.3 80.0

34 1 3.3 3.3 83.3

36 2 6.7 6.7 90.0

37 1 3.3 3.3 93.3

40 1 3.3 3.3 96.7

54 1 3.3 3.3 100.0

Total 30 100.0 100.0

Universitas Binawan Statistics

Jenis Kelamin

N Valid 30

Missing 0

Jenis Kelamin

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Laki-laki 12 40.0 40.0 40.0

Perempuan 18 60.0 60.0 100.0

Total 30 100.0 100.0

Statistics

Beban Kerja

N Valid 30

Missing 0

Beban Kerja

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Mencapai tidur dalam 3 10.0 10.0 10.0

Tidak mencapai tidur dalam 27 90.0 90.0 100.0

Total 30 100.0 100.0

50

Universitas Binawan Statistics

Durasi Tidur

N Valid 30

Missing 0

Durasi Tidur

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak Tidur 13 43.3 43.3 43.3

Tidur kurang dari 3 jam 16 53.3 53.3 96.7

Tidur lebih dari 3 jam 1 3.3 3.3 100.0

Total 30 100.0 100.0

Statistics

Hari Pertama Shift Malam

N Valid 15

Missing 0

Hari Pertama Shift Malam

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Meninggi 4 26.7 26.7 26.7

Menurun 11 73.3 73.3 100.0

Total 15 100.0 100.0

Universitas Binawan Statistics

Hari Kedua Shift Malam

N Valid 15

Missing 0

Hari Kedua Shift Malam

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Meninggi 8 53.3 53.3 53.3

Menurun 7 46.7 46.7 100.0

Total 15 100.0 100.0

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

Sebelum Bekerja 30 100.0% 0 0.0% 30 100.0%

Sesudah Bekerja 30 100.0% 0 0.0% 30 100.0%

Descriptives

Statistic Std. Error

Sebelum Bekerja Mean 94.37 2.625

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound 89.00 Upper Bound 99.73

5% Trimmed Mean 93.78

Median 93.50

Variance 206.654

Std. Deviation 14.375

Minimum 66

Maximum 130

Range 64

Interquartile Range 20

Skewness .706 .427

Kurtosis .689 .833

52

Universitas Binawan

Sesudah Bekerja Mean 90.00 1.681

95% Confidence Interval for Mean

Lower Bound 86.56 Upper Bound 93.44

5% Trimmed Mean 89.52

Median 89.00

Variance 84.759

Std. Deviation 9.206

Minimum 76

Maximum 118

Range 42

Interquartile Range 16

Skewness .803 .427

Kurtosis 1.313 .833

Statistics

Kadar Glukosa Sebelum Bekerja Hari

Pertama

Kadar Glukosa Sesudah Bekerja Hari

Pertama

Kadar Glukosa Sebelum Bekerja Hari

Kedua

Kadar Glukosa Sesudah Bekerja Hari

Kedua

N Valid 15 15 15 15

Missing 0 0 0 0

Mean 97.0667 87.6000 91.6667 92.4000

Median 96.0000 88.0000 93.0000 96.0000

Mode 85.00a 89.00 84.00 96.00a

Minimum 66.00 80.00 79.00 76.00

Maximum 130.00 101.00 105.00 118.00

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Sebelum Bekerja .112 30 .200* .953 30 .199

Sesudah Bekerja .110 30 .200* .937 30 .073

*. This is a lower bound of the true significance.

a. Lilliefors Significance Correction

Universitas Binawan Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 Sebelum Bekerja 94.37 30 14.375 2.625

Sesudah Bekerja 90.00 30 9.206 1.681

Paired Samples Test

Paired Differences

t df

Sig. (2- tailed) Mean

Std.

Deviation

Std. Error Mean

95% Confidence Interval of the

Difference Lower Upper Pair

1

Sebelum Bekerja - Sesudah Bekerja

4.367 18.261 3.334 -2.452 11.186 1.310 29 .201

54

Universitas Binawan

Lampiran 12. Curiculum Vitae

CURICULUM VITAE A. Biodata Pribadi

Nama : Denissa Nurhikmah

Jenis Kelamin : Perempuan

Tempat Tanggal Lahir : Bekasi, 24 Mei 2001

Kebangsaan : Indonesia

Status : Belum Menikah

Tinggi, Berat Badan : 160 cm, 47 kg

Agama : Islam

Alamat : RT 02 / RW 01 NO.158B Kel. Cisalak Pasar,

Kec. Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.

16453

No. Hp : 085770615488

Email : [email protected]

B. Riwayat Pendidikan

SMP : MTs. Nasyatulkhair (2012-2015)

SMA : SMK Analis Kesehatan DITKESAD (2015-

2018)

Perguruan Tinggi : Universitas Binawan, Fakultas Ilmu Kesehatan dan

Teknologi, Program Studi Laboratorium Medis DIV

(2018-2022) C. Pengalaman Organisasi

1. OSIS sebagai Seksi Kesenian (2017)

Universitas Binawan

2. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai Anggota 2 Informasi Komunikasi (INFOKOM) (2019)

3. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Basket sebagai Bendahara (2018)

D. Pengalaman Kerja

1. Swabber Drive-Thru FC Klinik (2021) 2. Freelancer

56

Universitas Binawan

Lampiran 13. Bukti Bimbingan

Dokumen terkait