BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Tabel 4.7 Dosen Menghargai Berbagai Macam Bakat Dan Cara Belajar Mahasiswa
Prinsip 7 – Menghargai berbagai macam bakat dan cara belajar
No Aspek Nilai skala
likert 36 Dosen adalah fasilitator perkuliahan yang efektif 4,15
(Baik) 37 Dosen memberikan sumber-sumber yang dibutuhkan
untuk membantu saya belajar
4,07 (Baik) 38 Struktur pembelajaran membantu saya menghindari
informasi yang berlebihan
3,86 (Baik) 39 Dosen Menyusun kursus dengan cara yang mudah
dipahami
3,81 (Baik) 40 Kuliah daring sangat membantu dalam melangsungkan
pembelajaran
3,70 (Baik) 41 Dosen sangat membantu dengan kebutuhan khusus
saya
3,56 (Baik)
Rata-rata 3,86
(Baik) Berdasarkan tabel 4.7 prinsip yang terakhir menunjukkan hasil yang baik, sama dengan prinsip 5 dan 6 yang dimana keenam aspeknya memiliki rata-rata nilai skala likert termasuk dalam rentang yang baik. Berdasarkan semua aspek pada prinsip 7 dapat diketahui bahwa rata rata nilai prinsip satu sebesar 3,86 yang menunjukkan kategori yang baik.
pembelajaran jarak jauh dilaksanakan. Pembahasan mengenai persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran jarak jauh berdasarkan tujuh prinsip praktik yang baik adalah sebagai berikut:
1. Mendorong hubungan antara mahasiswa dengan dosen
Pada prinsip 1 ini aspek-aspek paling mendukung dan memiliki hubungan yang sangat baik adalah penggunaan media komunikasi dalam proses pembelajaran berupa aplikasi zoom, google classroom, google meet, youtube, dan email. Penggunaan aplikasi youtube dan zoom pada proses pembelajaran jarak jauh dinilai paling baik dalam terwujudnya hubungan antara mahasiswa dengan dosen. Terdapat 6 aspek yang memiliki kategori baik yaitu aspek 4 sampai 9. Keenam aspek ini menunjukkan bahwa efektifitas dosen dalam berkomunikasi, tingginya frekuensi komunikasi antara dosen dan mahasiswa serta jumlah jam kerja yang cukup bagi dosen dapat dengan baik mendorong terjadinya hubungan antara mahasiswa dengan dosen. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh KL Hathway (2014) yang menunjukkan tingginya frekuensi hubungan antara mahasiswa dan dosen dapat meningkatkan kualitas pendidikan untuk para mahasiswa.
Aspek lain yang memiliki kategori baik adalah penggunaan aplikasi google classroom dan akses email yang memadai menjadi faktor yang penting untuk terjadinya hubungan antara mahasiswa dan dosen karena proses pembelajaran jarak jauh memerlukan interaksi dan diskusi secara daring.
Hubungan akan terasa mudah jika dosen dan mahasiswa memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan memahami manfaat yang akan didapat jika membangun hubungan yang positif. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Asrar, Tariq dan Rashid (2018) yang menunjukkan bahwa hubungan yang baik antara dosen dan mahasiswa merupakan faktor yang sangat penting dan dibutuhkan oleh mahasiswa untuk meningkatkan motivasi belajar serta menyelesaikan studi dan membangun karir mereka.
Berdasarkan hasil dari aspek-aspek yang telah diuji dari prinsip 1, dapat diketahui bahwa persepsi mahasiswa mengenai adanya dukungan dalam
hubungan antara mahasiswa dengan dosen tergolong baik dengan hasil rata- rata pengukuran sebesar 4,06.
2. Mengembangkan prinsip timbal balik dan Kerjasama antar mahasiswa
Pada prinsip 2 ini terdapat satu aspek yang memiliki nilai skala likert sangat baik yaitu proses interaksi antar mahasiswa yang didorong oleh dosen untuk dapat menjawab dan memberikan tanggapan terhadap diskusi yang dilakukan oleh mahasiswa lain pada saat proses pembelajaran jarak jauh dilaksanakan. Proses diskusi ini yang dapat menimbulkan berkembangnya prinsip timbal balik dan kerjasama antar mahasiswa dengan memanfaatkan aplikasi zoom atau google meet.
Beberapa aspek lainnya yang membantu terjadinya interaksi timbal balik dan kerjasama antar mahasiswa adalah aspek 11 sampai 14 yang menunjukkan bahwa komunikasi antara dosen dengan mahasiswa dan sesama mahasiswa berjalan dengan baik. Hal ini dikarenakan tingginya frekuensi komunikasi antar mahasiswa dalam proses pembelajaran jarak jauh, adanya kesempatan dalam pembentukan kelompok belajar antar mahasiswa, adanya kesempatan dalam mendapatkan nilai tambah dengan memberikan jawaban atas pertanyaan mahasiswa lain di aplikasi zoom atau google meet. Selain itu, ketersediaan halaman pengantar situs web sangat membantu dalam mengenal mahasiswa lain di kelas.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Zhu, Herring, dan Bonk (2019) yang menunjukkan bahwa demi mewujudkan terjadinya pembelajaran yang baik dosen berperan penting untuk memberikan arahan dan memotivasi mahasiswa untuk saling menjawab dan menanggapi penyataan satu sama lain sehingga dapat tercipta lingkungan diskusi yang nyaman.
Manfaat dari adanya hubungan timbal balik dan kerjasama antar mahasiswa ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan aman, serta meningkatkan pemahaman mahasiswa dan membentuk kepercayaan diri mahasiswa terhadap kemampuannya dibandingkan dengan instruksi langsung dari dosen. Dengan demikian kuncinya tetap berada di mahasiswa yang
memiliki motivasi belajar yang tinggi dan dosen yang selalu ingin merespon.
Begitu ada kerjasama antara mahasiswa dan dosen maka teknologi dapat memfasilitasi komunikasi tersebut (Debard & Guidera, 2000).
Berdasarkan hasil dari aspek-aspek yang telah diuji dari prinsip 2, dapat diketahui bahwa persepsi mahasiswa mengenai adanya pengembangan prinsip timbal balik dan kerjasama antar mahasiswa tergolong dalam persepsi yang baik dengan hasil rata-rata pengukuran sebesar 3,99.
3. Menggerakkan pembelajaran yang aktif
Pada prinsip 3 semua aspek nya menunjukkan hasil yang baik. Mahasiswa menunjukkan bahwa tutorial dan pelatihan sangat membantu dalam mempelajari materi. Pembelajaran aktif sangat penting karena dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, daripada hanya duduk, mendengarkan dan menghafal, siswa dapat lebih mengeksplorasi dan menghubungkannya dengan situasi di kehidupan nyata serta menerapkan ilmu nya dalam kehidupan sehari-hari (Younies, Hussein, Shafiq, Fahel, & Chehade, 2016).
Berasarkan penelitian yang telah dilakukan startegi-strategi yaang dilakukan Dosen dalam upaya menggerakkan pembelajaran yang aktif memberikan hasil yang baik. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Yulia (2020) berikut adalah beberapa strategi untuk membangun pembelajaran yang aktif dalam pembelajaran jarak jauh diantaranya adalah yang pertama, memulai pembelajaran online dengan memperkenalkan diri masing-masing. Yang kedua, membuat forum diskusi terbuka dimana mahasiswa dapat memposting untuk meminta bantuan dengan mahasiswa lain demi mengembangkan dukungan sesama teman sebaya nya (peer learning).
Strategi yang terakhir adalah membentuk kelompok-kelompok kecil seperti kelompok belajar konvensional agar pembelajaran tetap terstruktur dan pembelajaran dengan teman sebaya dapat terawasi dengan baik. Strategi- strategi ini dapat mendorong peserta didik untuk bekerja sama membangun pembelajaran yang aktif yang akan membawa manfaat bagi semua individu yang terlibat.
Berdasarkan hasil dari aspek-aspek yang telah diuji dari prinsip 3, dapat diketahui bahwa persepsi mahasiswa mengenai adanya gerakan dalam mewujudkan pembelajaran yang aktif tergolong dalam persepsi yang baik dengan hasil rata-rata pengukuran sebesar 3,89.
4. Memberikan umpan balik yang cepat dan tepat
Berdasarkan hasil dari prinsip 4 terdapat 1 aspek yang menunjukkan hasil yang sangat baik dan 5 aspek yang menunjukkan hasil baik. Berdasarkan aspek nomor 21 yang menunjukkan hasil yang sangat baik, dosen menguasai materi yang diajarkan sehingga dapat memberikan umpan balik yang cepat dan tepat ketika pembelajaran jarak jauh. Kelima aspek lainnya menunjukkan hasil yang baik karena dengan memberikan mahasiswa daftar penilaian pada tugas yang diberikan sebelum dikumpulkan dan pengelompokkan kasus secara otomatis dapat membantu mahasiswa untuk menilai hasil dari pekerjaannya sendiri sehingga membantu mahasiswa dalam mempelajari materi yang sedang diajarkan oleh dosen.
Berdasarka penelitian yang telah dilakukan oleh Yulia (2020) pemberian umpan balik yang cepat dan tepat merupakan komponen yang sangat penting dari semua pembelejaran yang efektif termasuk pada pembelajaran jarak jauh.
Umpan balik membantu menciptakan pengalaman belajar yang informatif, menarik dan memotivasi bagi peserta didik. Umpan balik baiknya terjadi secara terus menerus selama proses pembelajaran online berlangsung. Umpan balik yang diberikan sesegera mungkin, peserta didik dapat dengan jelas mengidentifikasi perilaku atau keterampilan mana yang perlu ditingkatkan.
Pendidik juga dapat memberikan umpan balik kelompok melalui latihan kolaboratif yang juga membantu mendorong keterlibatan teman sebayanya.
Hal ini dapat menunjukkan pandangan mahasiswa cara dosen memberikan umpan balik yang cepat dan tepat ketika pembelajaran jarak jauh dilaksanakan. Sikap dosen dalam merespon pertanyaan mahasiswa memiliki andil yang besar dalam penerapan prinsip 4 dalam proses pembelajaran jarak jauh. Hal ini selaras dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pavels Jurs dan Elita Spehte (2021) yang menunjukkan bahwa dalam Pendidikan jarak jauh,
pemberian umpan balik yang efektif dapat meningkatkan tanggung jawab mahasiswa untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Sikap dosen yang memberikan respon atas pertanyaan mahasiswa dengan cepat dalam kurun waktu 1 jam dan paling lambat 24 jam menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa mengenai proses pembelajaran jarak jauh berlangsung dengan baik dibawah penerapan prinsip 4 yaitu memberikan umpan balik yang cepat dan tepat. Persepsi mahasiswa mengenai adanya pemberian umpan balik yang cepat dan tepat saat pembelajaran jarak jauh dilaksanakan masuk dalam kategori persepsi yang baik dengan dengan hasil rata-rata pengukuran sebesar 3,87.
5. Mempertegas waktu dalam mengerjakan tugas
Kelima aspek pada prinsip 5 menunjukkan hasil yang baik. Aspek yang dapat mempertegas waktu dalam mengerjakan tugas yang dilakukan oleh mahasiswa adalah adanya garis besar program pembelajaran atau rancangan program pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh dosen yang berisi tanggal pengumpulan tugas. Selain itu, dosen juga memberikan instruksi mengenai tugas yang diberikan secara jelas perihal topik yang dibahas dalam mata kuliah.
Hal tersebut dapat membuat mahasiswa memahami instruksi dengan jelas.
Mahasiswa juga menunjukkan bahwa beban tugas yang diberikan pada pembelajaran jarak jauh ini bersifat realistis. Hal ini sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Isrokatun, Yulianti dan Nurfitriana (2022) bahwa para pendidik selalu menyiapkan RPP sebelum pembelajaran dan RPP yang digunakan dalam pembelejaran jarak jauh adalah RPP pembelajaran daring.
Fungsi Rencana Program Pembelajaran atau yang biasa disebut RPP merupakan hal yang sangat penting bagi guru karena dapat membuat pembelajaran berjalan lebih terstruktur dan terarah serta jelas tahapan-tahapan pembelajarannya. Pemberian nilai tambahan dalam penggunaan teknologi suara pada tugas presentasi yang dibuat dapat memotivasi mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhir. Secara keseluruhan, persepsi mahasiswa mengenai pembelajaran jarak jauh berlangsung dengan baik dibawah penerapan prinsip 5 yaitu mempertegas waktu dalam mengerjakan tugas. Persepsi mahasiswa
mengenai adanya ketegasan waktu dalam proses mengerjakan tugas saat pembelajaran jarak jauh dilaksanakan masuk dalam kategori persepsi yang baik dengan dengan hasil rata-rata pengukuran sebesar 3,90.
6. Menyampaikan harapan yang tinggi
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Younies, Hussein, Shafiq, Fahel dan Chehade (2016) menyampaikan harapan yang tinggi merupakan faktor penting untuk mendorong siswa yang belum atau tidak siap untuk melakukan pembelajaran, siswa yang segan yang tidak memanfaatkan kemampuannya dan siswa yang tidak memiliki motivasi belajar maupun yang memiliki motivasi belajar yang tinggi. Dengan menyampaikan harapan yang tinggi tersebut dapat memberikan hasil yang baik dalam proses pembelajaran.
Keempat aspek pada prinsip 6 yang menunjukkan hasil yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran jarak jauh telah menerapkan prinsip 6 pada pelaksanaannya. Aspek tersebut antara lain adanya kejelasan mengenai tugas atau proyek yang diberikan pada silabus yang telah dibuat oleh dosen serta kegiatan yang dilakukan oleh dosen pada proses pembelajaran memiliki tujuan yang sama dengan tujuan yang telah ditetapkan di silabus. Hal lain yang dapat mendukung penyampaian harapan yang tinggi adalah dengan memberikan penilaian tugas yang adil dan juga memberikan informasi perkuliahan yang jelas dan mudah dipahami. Hal ini sesuai dengan temuan Jaafar dan Tamuri (2013) bahwa guru yang baik merupakan guru yang memiliki efikasi diri yang tinggi karena hal itu dapat mendorong guru untuk menjalankan tugasnya sebagai guru yaitu membimbing dan mendidik, dimana untuk melakukannya diperlukan kesabaran, kekuatan dan kekreatifan yang tinggi. Guru yang memiliki efikasi diri yang tinggi senantiasa akan berfikir positif terhadap siswa dan meletakkan harapan yang tinggi kepada siswa nya agar dapat membawa siswa kepada kesuksesan. Persepsi mahasiswa mengenai adanya penyampaian harapan yang tinggi saat pembelajaran jarak jauh dilaksanakan masuk dalam kategori persepsi yang baik dengan dengan hasil rata-rata pengukuran sebesar 4,03.
7. Menghargai berbagai macam bakat dan cara belajar
Prinsip yang ke 7 memiliki 6 aspek dan keseluruhan aspeknya menunjukkan hasil yang baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran jarak jauh telah menerapkan prinsip 7 dalam pelaksanaannya.
Hal ini dapat membuat mahasiswa memiliki pandangan yang baik terhadap cara dosen yang dapat menghargai berbagai macam bakat dan cara belajar.
Aspek yang menunjukkan bahwa dosen menghargai berbagai macam bakat dan cara belajar mahasiswa yang diajar adalah dengan cara dosen menjadi fasilitator perkuliahan yang efektif dan dapat memberikan sumber-sumber yang dibutuhkan untuk membantu mahasiswa dalam proses pembelajaran.
Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Bangert (2004) bahwa menciptakan serangkaian kegiatan pembelajaran yang memungkinkan untuk memberikan banyak kesempatan untuk menunjukkan keahlian pengetahuan dan keterampilan adalah salah satu pendekatan dalam merencanakan instruksi yang dirancang untuk mengatasi beragam preferensi pembelajaran dan keterampilan yang dibawa peserta didik ke lingkungan pembelajaran.
Contohnya seperti tugas membaca dan diskusi sangat cocok untuk siswa dengan gaya belajar linguistik atau verbal. Persepsi mahasiswa mengenai adanya penerimaan mengenai berbagai macam bakat dan cara belajar yang dimiliki mahasiswa saat pembelajaran jarak jauh dilaksanakan masuk dalam kategori persepsi yang baik dengan dengan hasil rata-rata pengukuran sebesar 3,86.
Semua aspek tersebut pada akhirnya dapat membuat proses pembelajaran jarak jauh yang dilakukan secara daring dapat membantu dalam melangsungkan pembelajaran. Dengan melihat hasil dari pengujian 7 prinsip pada proses pembelajaran jarak jauh ini, terdapat 3 aspek dari 41 aspek yang memiliki nilai paling rendah. Dari ketiga aspek tersebut yang memiliki nilai paling rendah merupakan waktu yang dibutuhkan oleh dosen dalam menjawab pertanyaan mahasiswa ketika proses pembelajaran jarak jauh dilaksanakan.
Akan tetapi, rendahnya nilai pada ketiga aspek tersebut masih dalam rentang nilai yang baik. Terlebih dengan waktu yang dibutuhkan dosen untuk menjawab pertanyaan mahasiswa sesuai dengan rekomendasi yang dibutuhkan
agar pembelajaran jarak jauh berlangsung secara efektif untuk dilakukan yaitu dengan menjawab pertanyaan mahasiswa paling lambat dalam kurun waktu 24 jam. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Horspool dan Lange (2010) menjawab pertanyaan mahasiswa dalam kurun waktu 24 jam dapat mengurangi rasa cemas yang dimiliki oleh mahasiswa. Nilai yang rendah pada motivasi mahasiswa untuk mendapatkan nilai tambah dalam penggunaan teknologi voice over power point memiliki kemungkinan bahwa mahasiswa tidak terbiasa menggunakan teknologi ini sebagai penunjang dari hasil akhir yang mereka lakukan. Berdasarkan total rata-rata pada setiap prinsip yang menunjukkan hasil yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa ketujuh prinsip ini tidak dapat diabaikan ketika pembelajaran jarak jauh dilakukan. Kuncinya adalah untuk mengembangkan pola pikir bagi semua pemangku kepentingan di perguruan tinggi agar menganggap pendidikan online sebagai mekanisme penyampaian yang harus dibuat dengan hati-hati untuk membantu siswa dalam perjalannanya menuju keberhasilan menyelesaikan studi yang dipilih (Crews, Wilkinson, & Neill, 2015).
68
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa persepsi mahasiswa pendidikan kimia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berdasarkan ketujuh prinsip yang melakukan Pembelajaran jarak jauh ketika pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa terdapat 5 dari 41 aspek yang memiliki nilai rata-rata yang sangat tinggi. Tiga diantaranya datang dari prinsip 1 yang mendorong hubungan antara mahasiswa dengan dosen yaitu (1) media komunikasi menggunakan zoom, google classroom, google meet, youtube, email dan lainnya sudah cukup memadai memiliki rata-rata sebesar 4,37 (2) Postingan video di youtube sangat membantu memiliki rata-rata sebesar 4,37 (3) Diskusi menggunakan aplikasi zoom sangat membantu memiliki rata-rata sebesar 4,34. Sedangkan 2 lainnya merupakan aspek dari prinsip 2 yaitu mengembangkan prinsip timbal balik dan kerjsama antar mahasiswa dan prinsip 4 yaitu memberikan umpan balik yang cepat dan tepat. Aspek tersebut adalah dosen mendorong para mahasiswa untuk menjawab pertanyaan atau mengomentari mahasiswa lain pada saat melakukan diskusi menggunakan zoom atau google meet memiliki rata-rata 4,21 dan dosen menguasai materi yang diajarkan memiliki rata-rata 4,43.
Selain hasil diatas, 36 aspek yang diuji pada penelitian ini menunjukkan hasil yang baik dengan rentang nilai skala likert 3,41 - 4,20. Aspek yang memiliki nilai paling rendah adalah aspek waktu yang dibutuhkan oleh dosen untuk memberikan respon terhadap pertanyaan mahasiswa dan aspek motivasi yang dimiliki oleh mahasiswa dalam penambahan nilai penggunaan teknologi voice over power point pada tugas akhir. Berdasarkan gambaran tersebut, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa pendidikan kimia yang melakukan pembelajaran jarak jauh di UIN Jakarta ketika pandemi Covid-19 memiliki persepsi yang baik dengan rata-rata total sebesar 3,94.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas terdapat saran yang bermanfaat untuk pengembangan penelitian selanjutnya yaitu dengan mengaplikasikan prinsip kedelapan yang diteliti oleh Grant dan Thornton (2007) yang menemukan bahwa praktik pedagogi yang baik memiliki aspek yang penting dalam merancang pengalaman mengajar dan memfasilitasi pembelajaran jarak jauh pada mahasiswa sarjana.
1. Sebaiknya Instrumen dikembangkan sendiri disesuaikan dengan responden 2. Sebaiknya menentukan responden yang tepat agar penelitian berjalan
sesuai rencana
3. Pastikan bahwa jaringan internet yang digunakan mahasiswa selama mengerjakan skripsi bagus
70
DAFTAR PUSTAKA
Adnan, M., & Anwar, K. (2020). Online Learning Amid the COVID-19 Pandemic:
Students' Perspective. Journal of Pedagogical Sociology and Psychology, 2(1), 45-51.
Afandi, M., Chamalah, E., & Wardani, O. P. (2013). Model dan Metode Pembelajaran di Sekolah. Semarang: UNISSULA PRESS.
As'ari, K. (2020). Hypnoteaching For Your Learning: Cara Efektif Melejitkan Potensi dan Prestasi Peserta Didik. Yogyakarta: Hijaz Pustaka Mandiri.
Asrar, D. Z., Tariq, N., & Rashid, H. (2018, June). The Impact of Communication Between Teachers and Students: A Case Study of the Faculty of Management Sciences, University of Karachi, Pakistan. European Scientific Journal, 32-39.
Bangert, A. W. (2004, juni 21). The Seven Principles of Good Practice: A framework for evaluating on-line teaching. Internet and Higher Education, 217-232.
Bigatel, P. M., Ragan, L. C., Kennan, S., May, J., & Redmond, B. F. (2012). The Identification of Competence for Online Teaching Success. Journal of Asynchronous Learning Networks, 16(1), 59-78.
Blignaut, S., & Trollip, S. R. (2003, September). Developing a taxonomy of faculty participation in asynchronous learning environments: an exploratory investigation. Computers & Education, 41(2), 149-172.
Cakiroglu, U. (2014). Evaluating students perspectives about virtual classrooms with regard to seven principles of good practice. South African Journal of Education, 34(2), 1-19.
Chickering, A. W., & Ehrmann, S. C. (1996, October). Implementing the Seven Principles: Technology as Lever. Retrieved from A Publication of the
American Association for Higher Education:
http://www.aahebulletin.com/public/archive/sevenprinciples.asp?pf=1 Chickering, A. W., & F.Gamson, Z. (1987). Seven Principles for Good Practice in
Undergraduate Education. Washington: Washington Center News.
Crews, T. B., Wilkinson, K., & Neill, J. K. (2015, MAret). Principles for Good Practice in Undergraduate Education: Effective Online Course Design to Assist Students Success. MERLOT Journal of Online Learning and Teaching, 11(1), 87-103.
Darmadi. (2017). Pengembangan Model dan Metode Pembelajaran Dalam Dinamika Belajar Siswa. Yogyakara: Penerbit Deepublish.
Debard, R., & Guidera, S. (2000). Adapting Asynchronous Communication to Meet The Seven Principles of Effective Teaching. J. Educational Technology Systems, 28(3), 219-230.
Eliyasni, R., Rahmatina, & Habibi, M. (2020). Perkembangan Belajar Peserta Didik. Malang: Literasi Nusantara.
Fahmi, D. (2021). Persepsi: Bagaimana Sejatinya Persepsi Membentuk Konstruksi Berpikir Kita. Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia.
Firman, & Rahman, S. R. (2020). Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid- 19. Indonesian Journal of Education Science (IJES), 2(2), 81-89.
Firmansyah, Soeriaatmadja, A., & Wulanningsih, R. (2018). A Set of Sustainable Urban Landscape Indicators and Parameters to Evaluate Urban Green Open Space in Bandung City. IOP Conference Series Earth and Environmental Science, 1-10.
Hamalik, O. (2002). Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem.
Jakarta: Bumi Aksara.
Hanafi, H., Adu, L., & Zainuddin. (2019). Ilmu Pendidikan Islam. Sleman: Penerbit Deepublish.
Harmadji, D. D. (2021). Pembelajaran Jarak Jauh Kondisi Khusus. Latar Belakang Pembelajaran Kondisi Khusus, 6-7.
Hasan, N., & Khan, N. H. (2020). Online Teaching Learning during COVID-19 Pandemic: Students' Perspective. The Online Journal of Distance Education and e-Learning, 8(4), 202-213.
Hathaway, K. L. (2014). An Application of the Seven Principles of Good Practice to Online Courses. Research in Higher Education Journal, 1-12.
Horspool, A., & Lange, C. (2010, Juli 26). Applying the scholarship of teaching and learning: student perceptions, behaviours and success online and face- to-face. Assessment & Evaluation in Higher Education, 1-16.
Isa, M. (2019). Pengetahuan, PErsepsi dan Sikap Pengurus Masjid Terhadap Perbankan Syariah. Bogor: Bypass.
Isrokatun, I., Yulianti, U., & Nurfitriana, Y. (2022). Analisis Profesionalisme Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19.
JURNAL BASICEDU, 6(1), 454-462.
Jaafar, N., & Tamuri, A. H. (2013). Hubungan Antara Efikasi Kendiri Dengan Kualiti Guru Pendidikan Islam Sekolah Menengah Kebangsaan Malaysia.
Journal of Islamic and Arabic Education, 5(1), 41-60.
Jalal, M. (2020). Kesiapan Guru Menghadapi Pembelajaran Jarak Jauh di Masa COVID-19. Smart Kids Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia DIni, 2(1), 35- 40.
Johnson, S. (2014). Applying the Seven Principles of Good Practice: Technology as a Lever - in an Online Research Course. Journal of Interactive Online Learning, 13(2), 41-50.
Jurs, P., & Spehte, E. (2021). The Role of Feedback in the Distance Learning Process. Journal of Teacher Education for Sustainability, 23(2), 91-105.
Keliwar, S., & Nurcahyo, A. (2015, Oktober). Motivasi dan Persepsi Pengunjung Terhadap Obyek Wisata Desa Budaya Pampang di Samarinda. Jurnal Manajemen Resort dan Leisure, 12(2), 10-27.
Koeckeritz, J., Malkiewicz, J., & Henderson, A. (2002). The Seven Principles of Good Practice Applications for Online Education in Nursing. Nurse Educator, 27(6), 283-287.
Mariyaningsih, N., & Hidayati, M. (2018). BUKAN KELAS BIASA Teori dan Praktik Berbagai Model dan Metode Pembelajaran Menerapkan Inovasi Pembelajaran di Kelas-Kelas Inspiratif. Surakarta: Kekata Publisher.
Martono, N. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.