• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

”dengan adanya bentuk pertanggung jawaban sosial perusahaan, mungkin perusahaan mendapatkan citera diluar dan membuktikan bahwa PDAM Kota Makassar bukan semata – mata mau orientasi bisnis saja tetapi juga dapat berorientasi terhadap masyarakat sosial”

Contoh pencatatan pembayaran bantuan kepada satgas covid-19 dewan keluarga masjid bukit baruga, pada tanggal 22 Juni 2020 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar melakukan pembayaran terhadap bantuan kepada satgas covid-19 dewan keluarga masjid bukit baruga sebesar Rp. 15.800.000

Tabel 2.4 Jurnal Transaksi Pembayaran Bantuan

Tgl Nama Perkiraan Kode

Jumlah

Debet Kredit 22

Juni 2020

Bantuan Kegiatan Sosial

Utang Usaha

96.08.92 50.01.10

Rp.15.800.000

Rp.15.800.000

Jumlah Rp.15.800.000 Rp.15.800.000

Dengan adanya hal ini dapat membuktikan bahwa Perusahaan Air Minum (PDAM ) Kota Makassar telah mengimplementasikan bentuk pertanggung jawaban sosial.

di olah oleh PDAM Kota Makassar berasal dari beberapa sungai yang ada di Kota Makassar. Adapun bahan penolong dalam pengelolaan bahan baku ini ialah Aluminium Sulfat dan Polyaluminium Chloride (PAC).

Proses – proses yang dilakukan oleh pihak PDAM Kota Makassat untuk mengelolah dan menyediakan air bersih ialah sebagai berikut : 1. Pengelolaan Bahan Baku

PDAM Kota Makassar memiliki bangunan Intake dimana bagunan ini merupakan bangunban pertama yang berfungsi sebagai tempat masuknya air dari sumber air baku. Pengelolaan air bersih PDAM Kota Makassar berasal dari sungai Jeneberang dan di bangunan Intake ini terdapat sebuah bar screenyang digunakan untuk menyaring benda – benda ataupun sampah – sampah yang terdapat di air tersebut. Kemudian air akan masuk ke bak yang akan di pompa untuk ke bangunan selanjutnya yaitu Water Treatment Plant (WTP).

2. Penambahan Bahan Kimia

Proses penambahan bahan kimia ialah proses pencampuran antara bahan kimia dengan air baku yang akan menghilangkan kotoran – kotoran, dan dilakukan pengadukan secara cepat sehingga air baku dan bahan kimia tercampur secara merata.

3. Proses Pengadukan

Pengadukan atau yang disebut juga dengan flokulasi ialah sebuah proses yang berfungsi untuk mengendapkan partikel flok yang besar dan padat, proses pengadukan ini dilakukan secara perlahan agar

partikel – partikel tersebut dapat diendapkan. Beberapa tipe flokulator terdiri dari hidrolis, mekamis dan clarifier.

4. Proses Pemisahan

Peroses pemisahan ialah tahap lanjutan setelah proses pengadukan, pada proses ini dilakukan pemisahan antara bahan padat dan air berdasarkan perbedaan antara berat dan jenisnya yang dilakukan pada tahap pengendapan. Tipe bak pemisah atau bak sedimentasi terdiri dari beberapa bak seperti bak persegi (aliran horizontal), bak persegi aliran vertikal (bak yang menggunakan tabung pengendap), bak bundar (aliran vertikal – radial dan kontak padatan), serta tipe bak clarifier.

5. Proses Penyaringan

Proses penyaringan atau filtrasi ialah proses pemisahan padatan dari air melalui tabung penyaringan untuk mengeluarkan pasir dan antrasit yang ikut ke dalam air. Jenis dari saringan yang digunakan terdiri dari saringan biasa (gravitasi), saringan pencucian antar saringan, dan saringan bertekanan. Proses penyaringan ini menggunakan kecepatan 6-11m/jam (untuk saringan biasa dan saringan pencuci antar saringan) sementara untuk saringan bertekanan dilakukan selama 11-33m/jam.

6. Proses Desinfeksi

Proses desinfeksi merupakan proses pembunuhan kuman atau menghilangkan sebagian besar atau semua mikroorganisme yang terdapat dalam air. Desinfeksi yang digunakan dalam proses ini antara lain gas khlor dan kaporit.

Akuntansi lingkungan merupakan bentuk pertanggung jawaban perusahaan terhadap masyarakat sekitar perusahaan, bukan hanya dalam bentuk sosial tetapi juga dalam bentuk pelayanan masyarakat.

Hal itu bisa dilihat dari hasil penelitian ini informasi yang peneliti dapatkan bahwa air yang disalurkan ke masyarakat merupakan air baku yang telah di olah oleh perusahaan, melewati berbagai macam tahap sehingga air baku tersebut menjadi layak untuk digunakan oleh masyarakat. Terkait dengan kualitas air baku PDAM Kota Makassar telah menjamin kualitas air yang disalurkan kepada masyarakat karena hal ini tetap berada dalam pengawasan Menteri Kesehatan.

Mengenai limbah yang dihasilkan oleh perusahaan itu sendiri Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar membuktikan bahwa limbah yang dihasilkan perusahaan tidak akan dibuang begitu saja dalam artian tidak akan merugikan masyarakat, tetapi limbah yang dihasilkan atas adanya proses produksi air baku ini akan di olah kembali dan dipergunakan oleh perusahaan, karena limbah yang di hasilkan bukan limbah yang merugikan tetapi dapat memberi keuntungan juga kepada pihak PDAM kota Makassar sendiri.

2. Pengakuan Biaya di Perusahaan Air Minum (PDAM) Kota Makassar

Biaya lingkungan merupakan tanggung jawab perusahaan terkait bagaimana perusahaan menggunakan biaya tersebut untuk kebutuhan yang berhubungan dengan lingkungan sosial perusahaan.

Berdasarakan informasi yang didapatkan oleh peneliti pengakuan biaya untuk lingkungan atau CSR di Perusahaan Daerah Air Minum

(PDAM) Kota Makassar melalui tahap – tahap perakuan akuntansi yaitu : pengidentifikasian, pengakuan, pencatatan, dan penyajian. Hal itu terlihat dalam penelitian ini bahwa biaya yang dikeluarkan terkait dengan akuntansi lingkungan bukan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan begitu saja, melainkan telah di atur dalam RKAP Walikota. Pengakuan biaya dalam Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar terkait akuntansi lingkungan juga melibatkan biaya pemeliharaan lingkungan, biaya pemeliharaan lingkungan ialah biaya khusus yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk proses pemeliharaan lingkungan. Sebagai contoh dalam penelitian ini biaya pemeliharaan lingkungan yang disebutkan yaitu biaya reposisi level pompa intake, pencucian pasir di WTP, pengakutan kapasitor instalasi pengelolaan air bersih (IPA) PDAM, pengawasan proyek pengangkutan instalasi pengelolaan air bersih (IPA) PDAM, evaluasi Up – Rating WTP, penggunaan bahan kimia, biaya pelatihan setiap unit kerja, biaya pemeriksaan limbah, biaya penaman pohon, dan biaya mengukur tingkat pencemaran lingkungan.

3. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan / Coorporate Social Responsibility

Tanggung jawab sosial perusahaan adalah bentuk perhatian perusahaan terhadap masyarakat sekitar perusahaan itu sendiri, di Perusahaan Air Minum (PDAM) Kota Makassar telah melaksanakan berbagai bentuk pertanggung jawaban sosial kepada masyarakat baik masyarakat sekitar perusahaan itu sendiri ataupun masyarakat yang berada di sekitar area pengambian air baku, bentuk

pertanggung jawaban PDAM Kota Makassar terlihat jelas dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa PDAM Kota Makassar telah banyak melakukan pertanggung jawaban sosial bahkan pada saat pandemic covid 19. Dengan adanya hal ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar dapat membuktikan bahwa perusahaan ini bukan hanya mencari keuntungan untuk bisnisnya saja, melainkan juga dapat beriorentasi dengan masyarkat. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar telah mengeluarkan biaya – biaya terkait bentuk pertanggung jawaban perusahaan kepada masyarakat, seperti dalam biaya pemeliharaan lingkungan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar mengeluarkan biaya pemeriksaan limbah, biaya penanaman pohon, dan biaya mengukur tingkat pencemaran lingkungan, hal ini membuktikan bahwa PDAM Kota Makassar betul – betul mengukur dan menilai terkait biaya yang dikeluarkan sebagai bentuk pertanggung jawaban perusahaan kepada masyarakat, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar mengukur tingkat pencemaran lingkungan yang dihasilkan akibat adanya proses produksi yang dilakukan oleh PDAM Kota Makassar, semakin tinggi tingkat pencemaran lingkungan semakin besar nominal biaya pemeliharaan lingkungan dan begitu pula sebaliknya semakin rendah tingkat pencemaran lingkungan akibat adanya kegiatan perusahaan maka semakin rendah pula nominal biaya yang dikeluarkan, sehingga peneliti dapat menyimpulkan bahwa dalam pengimplementasian akuntansi lingkungan sebagai bentuk pertanggung jawaban

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar telah dilaksankaan dengan baik.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, penelitian ini sejalan dengan teori yang digunakan yaitu Stakeholders Teory dimana teori ini beranggapan bahwa pemangku kepentingan akan saling bergantung satu sama lain. Stakeholders Theory mengembangkan jangkauan stakeholder perusahaan bahwa perusahaan bukan hanya mementingkan kepentingan financial stakeholder tetapi juga mementingkan kepentingan non financial seperti pemasok, pelanggan, dan lingkungan masyarakat.

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Devi Widya Astuti (2019) yang beranggapan bahwa profibilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap luas tanggung jawab sosial perusahaan. Profibilitas yang tinggi akan memberikan informasi yang lengkap terkait dengan tanggung jawab sosial, karena prestasi perusahaan tidak hanya berasal dari internal melainkan dari eksternal perusahaan.

BAB V PENUTUP

A Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Implementasi Akuntansi Lingkungan Dalam Memenuhi Tanggung Jawab Sosial Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar dapat diperoleh kesimpulan : Penerapan akuntansi lingkungan di PDAM Kota Makassar telah dilaksankan dan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, terkait dengan tanggung jawab sosial perusahaan di PDAM Kota Makassar telah memenuhi Tanggung Jawab sesuai dengan Standar dan ketentuan yang berlaku, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar telah mengakui terkait biaya yang disalurkan untuk CSR dan telah dilakukan pencatatan, dan pelaporan dalam laporan keuangan.

B Saran

Berdasarkan kesimpulan, penulis ingin memberikan beberapa saran yaitu 1. Bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar

a. Terkait dengan pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan diharapkan dapat lebih ditingkatkan lagi, karena dengan hal ini bukan hanya dapat membantu masyarakat tetapi juga dapat meningkatkan efektifitas dan citera perusahaan di masyarakat.

b. Memperluas penyebaran pertanggung jawaban sosial dalam artian bukan hanya disekitar area perusahaan.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Penulis berharap bagi peneliti selenjutnya untuk dapat menambahkan beberapa narasumber agar mendapatkan informasi serta pengetahuan yang lebih.

       

DAFTAR PUSTAKA

Ambarwati, A., Moedjiono, M., & Supheni, I. (2018).Implementasi Akuntansi Lingkungan dalam Pelaksanaan CSR pada Pabrik Gula Lestari. Jurnal Ilmiah Cendekia Akuntansi, 4(2), 1-10.

Astuti, D. W. (2019). Pengaruh Profitabilitas, Leverage dan Ukuran Perusahaan Terhadap Luas Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial. Akuntansi Dewantara, 3(2).

Baranto, R. (2018). Pertanggungjawaban Sosial Pada Perlakuan Akuntansi Di

Perusahaan Untuk Pengembangan LingkunganMasyarakat. Parameter, 3(1).

Begawati, N. (2019). ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN DALAM PENGELOLAAN LIMBAH DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PADA RUMAH SAKIT STROKE NASIONAL BUKITTINGGI.

Dachi, C. S., & Djakman, C. D. (2020). Penerapan Stakeholder Engagement dalam Corporate Social Responsibility: Studi Kasus Pada Rumah Sakit Mata X. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, 8(2), 291-306.

Fadira, A., Ethika, E., & Herawati, H. (2020). PENGARUH TANGGUNG JAWAB SOSIAL (CSR), BIAYA LINGKUNGAN DAN TEKANAN STAKEHOLDER TERHADAP PENERAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN (Studi Empiris Pada Hotel di Kota Padang Provinsi Sumatra Barat) (Doctoral dissertation, Universitas Bung Hatta).

Hamidi, H. (2019). ANALISIS PENERAPAN GREEN ACCOUNTING TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN. EQUILIBIRIA, 6(2).

Hidayat, M., & Safitri, D. S. (2020).PENGARUH KINERJA LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN MELALUI IMPLEMENTASI CSR SEBAGAI VARIABEL INTERVENING. Jurnal Mirai Management, 5(2), 257-270.

Kamidin, M., Hasan, S., & As' ad, A. (2019).Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR). PARADOKS: Jurnal Ilmu Ekonomi, 2(2), 168-175.

Karmila, K. N. (2017). Analisis Potensi Pelaporan Akuntansi Lingkungan Sebagai Bentuk Pertanggungjawaban Perusahaan Terhadap Lingkungan. Skripsi.

DI Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

Larasati, R., Rofingatun, S., & Oeghoede, C. J. A. (2020). Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan Terhadap Pengelolaan Limbah Rumah Sakit (Studi Empiris pada Rumah Sakit di Kota Jayapura). Accounting Research Unit (ARU Journal), 1(1), 33-42.

Meiyana, A., & Aisyah, M. N. (2019). Pengaruh Kinerja Lingkungan, Biaya Lingkungan, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Corporate social responsibility Sebagai Variabel Intervening. Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen, 8(1), 1-18.

Nayenggita, G. B., Raharjo, S. T., & Resnawaty, R. (2019).Praktik corporate social responsibility (csr) di Indonesia. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 2(1), 61-66.

Nurfadila, N. (2019). Analisis Implementasi Akuntansi Lingkungan Dalam Menilai Kinerja Lingkungan Berdasarkan Psak Nomor 32 Dan 33 Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar. Bongaya Journal for Research in Accounting (BJRA), 2(1), 59-70.

Nurhandika, A., & Hamzah, A. (2020).Pengaruh Tata Kelola Perusahaan terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial dan Dampaknya pada Nilai Perusahaan. Sosio E-Kons, 11(3), 249-258.

Nurhandika, A., & Rahimi, F. (2020). ANALISIS PENGARUH KELONGGARAN SUMBER DAYA, MEKANISME TATA KELOLA PERUSAHAAN DAN UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK (KAP) PADA KUALITAS PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN. Jurnal Perspektif, 4(2), 66-81.

Pramiana, O., & Anisah, N. (2018).Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) Dalam Perspektif Shariah Enterprise Theory. Eksis: Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis, 13(2), 169-182.

Putra, Y. P. (2018). Pengaruh Kinerja Lingkungan Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Sebagai Variabel Intervening. BALANCE: Jurnal Akuntansi dan Bisnis, 2(2), 227- 236.

Rahim, S., & Mus, S. F. (2020). AKTUALISASI AJARAN ISLAM DALAM

PRAKTIK AKUNTANSI LINGKUNGAN. Jurnal Akuntansi

Multiparadigma, 11(3).

Ramadhani, I. S., & Dewi, R. S. (2020).Penerapan Akuntansi Lingkungan Pada Perusahaan Industri di Kecamatan Tanjung Morawa. Journal of Trends Economics and Accounting Research, 1(1), 7-12.

Ramadhani, I. S., & Dewi, R. S. (2020).Penerapan Akuntansi Lingkungan Pada Perusahaan Industri di Kecamatan Tanjung Morawa. Journal of Trends Economics and Accounting Research, 1(1), 7-12.

Saputra, A. J., & Siregar, M. J. (2019).Penerapan Akuntansi Lingkungan Untuk Mengoptimalkan Tanggung Jawab Sosial Bagi Para Pelaku Industri. JURNAL AKUNTANSI, EKONOMI dan MANAJEMEN BISNIS, 7(2), 148-154.

Sari, A. N. K., & Said, D. (2020). Implementasi Akuntansi Lingkungan terhadap Kinerja Perusahaan. JURNAL RISET AKUNTANSI TIRTAYASA, 5(1), 32- 38.

Wahyuni, I., Alimuddin, A., Habbe, H., & Mediaty, M. (2020). ESENSI AKUNTANSI LINGKUNGAN DALAM KEBERLANJUTAN PERUSAHAAN. Jurnal Ilmiah Akuntansi Manajemen, 3(2), 147-159.

Wauran, A. L. V. (2017). Pentingnya Sistem Akuntansi terhadap Pertanggungjawaban Sosial pada Suatu Perusahaan. Jurnal EMBA:

Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 4(4).

Wijayanto, A., Winarni, E., & Mahmudah, D. S. (2021). PENGARUH

PENERAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN. YOS SOEDARSO

ECONOMICS JOURNAL, 3(1), 99-136.

Yanti, S., Hendri, N., & Nusantoro, J. (2021). ANALISIS AKUNTANSI LINGKUNGAN PADA PENGELOLAAN LIMBAH SEBAGAI SALAH SATU BENTUK TANGGUNG JAWAB CSR SOSIAL PADA PERUSAHAAN PT SUGAR GROUP COMPANIES. Jurnal Akuntansi AKTIVA, 2(1), 308-314.

(https://makassar.terkini.id/komintmen-pada-lingkungan-hidup-pdam-makassar- bangun-rth/25Juni 2020/01.23/)

(https://media.neliti.com/media/publications/270177-akuntansi-dan-laporan- keuangan-untuk-bia-8853223a.pdf/23 Juni 2021/17.15)

(https://www.kompas.com/skola/read/2021/03/17/142637069/isi-aturan-tentang- lingkungan-hidup-uu-no-32-tahun-2009/23Oktober2021/22.10)

(https://zahiraccounting.com/id/blog/akuntansi-lingkungan/23oktober2021/22.10) (https://accounting.binus.ac.id/2019/05/14/memahami-corporate-social-

responsibility-csr/23oktober2021/22.15)

(https://www.dqlab.id/data-analisis-pahami-teknik-pengumpulan- data/09november2021/23.25)

L A M

P

I

R

A

N

1. Daftar Transkip Wawancara Bagian Verivikasi dan Akuntansi

No. Pertanyaan Jawaban Coding

1. Apakah PDAM Kota Makassar telah melaksanakan sistem akuntansi lingkungan?

Pelaksanaan akuntansi lingkungan telah

dilaksankan oleh PDAM Kota Makassar.

Msd

2. Jika PDAM Kota Makassar telah melaksanakan sistem akuntansi lingkungan.

Bagaimana perkembangan akuntansi lingkungan dari waktu ke waktu

Perkembangan akuntansi lingkungan dari waktu ke waktu semakin baik dalam hal pertanggung

jawabannya dan peruntukannya sesuai dengan ketentuan dari Pemerintah Kota terkait dengan peraturan dana CSR.

Msd

3. Apa perusahaan mengukur dan menilai terkait biaya yang akan dikeluarkan?

Biaya yang dikeluarkan pasti di ukur, karena hal tersebut memiliki pagu dalam ketentuan RKAP yang disiarkan oleh Walikota.

Msd

4. Berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk hal ini setiap tahunnya?

Biaya untuk CSR itu sendiri kurang lebih 1 (satu) miliyar rupiah untuk tahun 2020

Msd

5. Apa biaya – biaya yang dikeluarkan itu disalurkan untuk apa saja? Apa

khusus untuk CSR atau ada yang lain?

Iya biaya itu di khususkan untuk bantuan kegiatan sosial.

Msd

6. Setalah biaya tersebut dikeluarkan,tentu ada penyajian terkait biaya tersebut dalam laporan

Biaya yang dikeluarkan tersebut diakui sebagai pencatatan biaya, karena

Msd

keuangan,bagaimana penyajian biaya tersebut dalam laporan keuangan?

akuntansi lingkungan secara pencatatan khusus tidak tetapi pencatatan dalam penganggarannya ada. Perusahaan juga tidak membagikan laba dalam hal penyajian pembagian laba tetapi dianggap sebagai biaya kegiatan sosial.

7. Jika perusahaan telah mengeluarkan biaya untuk akuntansi lingkungan, apa bentuk pertanggung

jawaban sosial perusahaan kepada masyarakat?

Bentuk pertanggung jawaban sosial yang telah dilakukan oleh PDAM Kota Makassar seperti

membantu kebiatan sosial di masyarakat seperti bantuan pelayanan air jika terjadi kebakaran dan juga seperti sekarang dengan adanya pandemi covid bantuan tetap di salurkan untuk membantu

pemerintah kota dalam membantu masyarakat yang terkena dampak covid.

Msd

8. Setelah

pengimplementasian bentuk tanggung jawab sosial, apakah ada dampak yang ditimbulkan akibat hal ini?

Dengan adanya bentuk pertanggungjawaban sosial

perusahaan,mungkin perushaaan mendapatkan citera diluar dan

membuktikan bahwa

Msd

PDAM Kota Makasar bukan semata – mata mau orienti bisnis saja tetapi juga dapat berorientasi juga terhadap masyarakat sosial.

9. Bagaimana tanggapan masyarakat itu sendiri terkait adanya bentuk tanggung jawab sosial atau bentuk perhatian

perusahaan kepada masyarakat?

Alhamdulillah tanggapan masyarakat baik karena sampai saat ini belum ada tanggapan ataupun dampak di masyarakat terkait pelaksanaan CSR yang dilakukan

perusahaan.

Msd

10. Lantas menurut bapak pribadi apa CSR itu penting untuk dilakukan?

CSR itu penting sekali karena dengan adanya hal ini perusahaan dapat menjalin hubungan dengan mitra – mitra di sekitar lingkungan perusahaan dan masyarakat dan dengan hal itu membuat PDAM dapat lebih baik karena masukan –

masukan dari masyarakat di sekitar.

Msd

2. Daftar Transkip Wawancara Bagian Produksi

No. Pertanyaan Jawaban Coding

1. Bagaimana proses produksi air baku dari PDAM Kota Makassar menjadi air yang layak untuk digunakan oleh masyarakat?

Jadi proses pengolahan air baku di PDAM Kota Makassar ini terdiri dari beberapa proses dimulai dari air baku yang melewati jalur transmisi di saluran terbuka, lalu masuk ke intek di bagian presediman dimana tditempat itu kita mengetahui tingkat kekeruhan dari air baku tersebut, lalu di lakukan presedimen yaitu

pengendapan sementara sehingga tingkat

kekeruhan mengurang, lalu dari situ kemudian di pompa ke bagian

plafulasi mixedchamber yakni pencampuran dari air baku dengan bahan kimia, di PDAM Kota Makassar itu

menggunakan PAC, hal ini untuk mengikat lumpur yang ada, dosis dari DAC itu sendiri tergantung dari tingkat kekeruhan air baku, setelah pencampuran bahan kimia masuk ke tabung pulsator untuk menjatuhkan lumpur yang terikat agar tidak tercampur lagi dengan air baku,sehingga air yang tidak tercampur dengan lumpur akan masuk ke dalam pipa –

Amr 

pipa kecil dan masuk ke bak filtrasi untuk

kemudian di saring kembali. Setalah melalui proses penyaringan lumpur – lumpur yang ukuran kecil yang masih ikut dengan air baku akan masuk ke bak, dan air yang telah tersaring bersih akan masuk ke bak reserfoard, jadi air yang telah ada dalam bak tersebut sudah layak untuk disalurkan ke masyarakat.

2. Selama proses produksi air baku tersebut,apa ada limbah yang dihasilkan?

Limbah yang dihasilkan selama proses produksi air baku hanya lumpur – lumpur hasil sisa

prosuksi air baku yang diendapkan.

Amr 

3. Lalu limbah tersebut dikemankan, apa diolah kembali atau dibuang begitu saja oleh perusahaan?

Terkait dengan limbah yang dihasilkan perusahaan tidak membuang begitu saja, perusahaan membuat penampung limbah namanya slidelegon , kemudian lumpur ditampung dan selama kurang lebih setahun sekali lumpur yang telah ditampung kita keruk kembali dijadikan sebagai tanah

timbungan, jadi limbah yang dihasilkan oleh PDAM Kota Makassar tidak akan dibuang begitu saja, tetapi perusahaan dapat mengolah kembali, sehingga tidak

Amr 

mencemari lingkungan.

4. Terkait dengan limbah produksi yang dihasilkan,di olah kembali oleh

perusahaan,terkait dengan pengolahan limbah tersebut apa ada biaya tersendiri untuk pengelolahan limbah tersebut?

Biaya yang digunakan untuk mengolah limbah tersebut hanya biaya untuk sewa excavator, dengan truk.

Amr 

5. Apa – apa saja kendala yang didapatkan selama proses pengolahan air baku menjadi air yang layak untuk digunakan?

Terkait kendala selama proses produksi air baku selama musim hujan tingkat kekeruhan air menjadi semakin tinggi sehingga kami harus memperhitungkan terkait jumlah PAC yang akan digunakan, karena PDAM Kota Makassar tidak menggunakan PAC begitu saja, kita

mempunyai aturan dan standar – standar sebarapa banyak PAC digunakan untuk kadar kekeruhan air.

Amr 

7. Lalu bagaimana perusahaan dapat menilai bahwa air yang disalukan ke

masyarakat merupakan air yang memang telah teruji kualitasnya?

PDAM Kota Makassar akan melakukan penilaian sebelum air yang telah diproduksi di salurkan ke masyarakat, kita akan menilai terkait tingkat kekeruhan, warna air, bahkan bau dari air itu sendiri, karena perushaan akan terus di awasi oleh Menteri Kesehatan terkait kualitas air yang disalurkan, karena Menteri Kesehatan tidak hanya mengambi sample air dari PDAM Kota

Amr 

bisa saja dari titik – titik berbeda, bahwa di rumah – rumah masyarakat, jadi kami akan memastikan bahwa air yang disalurkan ialah air yang sesuai dengan standard an ketentuan Menteri Kesehatan.

8. Berbicara terkait bentuk pertanggung jawaban sosial perusahaan,apa – apa saja bentuk pertanggung

jawaban sosial perusahaan terhadap masyarakat?

Tanggung jawab sosial perusahaan di PDAM Kota Makassar telah dijalankan, seperti di bendungan leko pancing, setiap uangtahun PDAM Kota Makassar kita adakan kegiatan sosial.

Amr 

9. Bagaimana

pengimplementasian perusahaan terkait dengan bentuk – bentuk

pertanggung jawban sosial perusahaan?

Pengimplementasian bentuk kegiatan sosial seperti kita dakan perbaikan mesjid di sekitar area bandungan leko pancing,

penghijauan di sekitar bendungan tempat pengambilan air baku, bahkan kita usahakan agar bentuk pertanggung jawaban sosial PDAM Kota Makassar bukan hanya di sekitar area perusahaan dan area tempat pengambilan air baku, tetapi kita

usahakan agar

masyarakat bersinergi sehingga perusahaan tidak dipersulit juga dalam melakukan kegiatan apapun.

Amr 

10. Bagaimana tanggapan masyarakat itu sendiri terkait adanya bentuk tanggung jawab sosial atau bentuk

Tanggapan masyarakat baik, karena saat masyarakat kekuragan air bersih kita bagikan air

Amr 

Dalam dokumen implementasi akuntansi lingkungan dalam (Halaman 76-83)

Dokumen terkait