BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
41
Berdasarkan wawancara dengan Bapak Ismail selaku bidang pengelolaan wakaf dan zakat di Masjid Al-Markaz Al Islami Kabupaten Maros, mengatakan bahwa pengembangan Wakaf produktif pada masjid Al-Markaz Al Islami Kabupaten Maros meliputi beberapa diantaranya: Masjid Al Markaz yang terbaik dan tertinggi sebagai pusat penyiaran Islam di Kabupaten Maros dan juga terdapat pengembangan Madrasah Ibtidaiyah yang sudah berkembang sejak dulu sampai sekarang. (16.03.2021)
Dari beberapa wawancara diatas, peneliti melanjutkan wawancara dengan beberapa pengurus masjid Al Markaz Al-Islami Kabupaten Maros lainnya. Seperti hasil wawancara terhadap Bapak Rifai dan Bapak Darwis Abdullah mengenai beberapa pertanyaan tentang pengelolaan dan pengembangan wakaf produktif di Masjid Al-Markaz Al Islami Kabupaten Maros.
Berdasarkan wawancara bersama Bapak Rifai selaku bidang pengelolaan wakaf dan zakat di Masjid Al-Markaz Al Islami Kabupaten Maros, menurut beliau pada pengelolaan wakaf produktif di kelola oleh pengurus masjid Al-Markaz Al- Islami Kabupaten Maros itu sendiri, kemudian pada tahun 2017 pengelolaannya diresmikan langsung oleh pemerintah daerah yang dibuatkan peraturan daerah no.1 tahun 2017 tentang penetapan status masjid pemerintah Kabupaten Maros.
(16.03.2021).
Wakaf yang sesuai syari‟at Islam adalah wakaf yang memenuhi rukun dan syarat wakaf. Adapun syarat dan rukun wakaf yakni waqif, mauquf, mauquf alaih serta ijab dan qobul. Undang-undang No. 41 tahun 2004 tentang wakaf, mendefenisikan wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan
43
ibadah atau kesejahteraan umum menurut syariah (ketentuan umum dan pasal 2).
Berdasarkan wawancara dengan Bapak Darwis Abdullah selaku pengurus dibidang pengelolaan wakaf dan zakat di Masjid Al-Markaz Al Islami Kabupaten Maros, Wakaf Produktif seperti madrasah, minimarket, aula, dan pedagang yang dikelola sehingga menghasilkan keuntungan yang sebagian hasilnya dipergunakan untuk membiayai berbagai kegiatan tersebut. Harta wakaf benar- benar menjadi sumber dana dari masyarkat untuk masyarakat. Wakaf di Yayasan tersebut merupakan wakaf tanah yang menghasilkan wakaf produktif dengan cara memanfaatkan salah satu tanah kosong yang dibuat untuk madrasah, pedagang, aula dan lain sebagainya. (16.03.2021)
Keadaan keuangan yayasan badan wakaf untuk pemasukan dan penggunaan uang wakaf maupun infak termasuk ke dalam kategori yang cukup besar. Berdasarkan data yang telah diperoleh, penggunaan dana tersebut hanya diutamakan untuk kepentingan ibadah saja. Sehingga manajemen pengelolaan wakaf pada yayasan tersebut dapat dikatakan belum efektif, yang seharusnya dapat memberikan kontribusi maupun sumbangsih kepada masyarakat, khususnya pada kaum-kaum duafa atau orang yang membutuhkan.
Padahal kita semua sudah mengetahui, jika kita kaitkan dengan UUD Wakaf nomor 41 tahun 2004 “Peruntukan benda wakaf tidak semata-mata untuk kepentingan ibadah dan sosial melainkan diarahkan pula untuk mewujudkan kesejahteraan umum dengan cara meningkatkan potensi dan manfaat ekonomi benda wakaf”. Disini sudah jelas bahwa peran nazhir wakaf yaitu orang atau badan hukum yang diberi tugas untuk mengelola wakaf sangat dibutuhkan.
Nazhir merupakan salah satu dari rukun wakaf yang mempunyai tanggung jawab dan kewajiban memelihara, menjaga, dan mengembangkan wakaf serta menyalurkan hasil dan manfaat dari wakaf kepada sasaran wakaf juga memang nyatanya tidak memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Adapun data yang peneliti dapatkan dari narasumber yaitu data Realisasi Pemasukan Dan Pengeluaran Dana Tahun 2020 di Masjid Al Markaz Al-Islami Kabupaten Maros yaitu :
Tabel 4.2 Data Realisasi Pemasukan tahun 2020 Masjid Al Markaz Al-Islami Kabupaten Maros
No Jenis Pemasukan Jumlah
(Rp)
Rata-rata (Rp/Bulan)
Ket 1 Pindahan saldo tahun
2019
Rp. 89.636.925
2 Kotak amal jumat Rp. 305.775.000 Rp.25.481.250
3 Parkir Rp. 10.210.000 Rp.851.000
4 Penitipan Sendal Rp. 10.449.000 Rp.871.000 5 Sumbangan Jamaah Rp. 140.688.000 Rp.11.724.000 6 Iuran Pedagang Rp. 34.164.600 Rp.2.847.000 7 Sewa Gedung Rp. 216.700.000 Rp.18.058.000 8 Kotak Amal sholat Rawatib Rp. 241.543.000 Rp.20.129.000 9 Kotak Amal Ramadhan Rp. 35.697.000 Rp.2.975.000
Jumlah Rp. 1.084.863.525 Rp.82.936.250
Tabel 4.3 Data Realisasi Pengeluaran tahun 2020 Masjid Al Markaz Al-Islami Kabupaten Maros
No Jenis Pemasukan Jumlah
(Rp)
Rata-rata (Rp/Bulan)
Ket
1 Rutin Jumat Rp.54.600.000 Rp.4.550.000
2 Pengajian ba‟dah magrib dan subuh
Rp.66.400.000 Rp.5.533.000 3 Pembangunan dapur
Hadijah dan Tahfidz
Rp.214.615.000 Rp.17.885.000
45
4 Pemeliharaan Rp.223.358.550 Rp.18.613.000 5 Gaji petugas atau staf Rp.496.450.000 Rp.41.371.000
6 Ramadhan Rp.10.502.600 Rp.875.167
7 Oprerasional Rp.48.000.000 Rp.4.000.000 8 Pemeliharaan aset Rp.17.600.000 Rp.1.467.000 Jumlah Rp.1.131.525.550 Rp.94.294.167
Data diatas menunjukkan hasil pemasukan dan pengeluaran dana tahun 2020 di Masjid Al Markaz Al-Islami Kabupaten Maros mempunyai rata-rata pemasukannya tahun 2020 yaitu Rp. 82.936.250 dan rata-rata pengeluaran selama tahun 2020 yaitu Rp. 94.294.167. Disini kita lihat bahwa dana pemasukan dan pengeluaran selama tahun 2020 itu lebih banyak pengeluaran sehinggan saldo kas minus di tahun 2020.
1. Upaya-Upaya Yang Dilakukan Pada Badan Wakaf Di Masjid Al Markaz Al-Islami Kabupaten Maros Agar Dapat Mengelola Dan Mengembangkan Wakaf Secara Produktif
Beberapa kendala tetap saja ada meskipun pengelolaan yang dilakukan sudah cukup baik yang menyebabkan pengelolaan wakaf belum cukup mampu mensejahterakan masyarakat. Pengelolaan wakaf yang belum memberikan kesejahteraan bagi masyarakat akan menjadi tugas yang besar bagi nazhir dalam meningkatkan upaya pengelolaan.
Berdasarkan wawancara dengan M. Asri Ramli, MS. selaku bidang pengelola Zis, Wakaf dan Zakat, dalam pengelolaan wakaf produktif tersebut ada beberapa kendala, yakni yang pertama ialah rendahnya pola pikir masyarakat terhadap wakaf karena masih berpikir bahwa harta wakaf hanya diperuntukkan bagi pembangunan masjid dan mushollah saja, padahal wakaf
dapat dimanfaatkan lebih dari sekedar tempat ibadah saja. Kedua, kemampuan nazhir yang masih minim dalam mengelola wakaf, misalnya hanya mengelola wakaf sesuai dengan permintaann wakif karena dianggap telah memberikan hak dan kepercayaan secara penuh kepada nazhir. Ketiga, pengelolaan wakaf yang masih klasik. Keempat, sulitnya mendapatkan tenaga kerja tambahan pada pengelolaan harta wakaf seperti pekerja yang mencari makanan bagi hewan ternak sudah mulai sulit di dapat dan harus mencari ke daerah lain yang masih dibilang hutan dan perladangan masyarakat. (16.03.2021).
Beberapa kendala yang telah dipaparkan sebelumnya, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan yakni :
a. Membenahi sistem kemampuan sumber daya manusia dalam hal ini nazhir, misalnya dengan menambah wawasan dan pengetahuan nazhir wakaf yang ada agar nazhir dapat menjadi lebih profesional, amanah, dan bertanggung jawab.
b. Membangun suatu lembaga kenazhiran sehingga wakaf-wakaf yang ada dapat dikelola secara optimal melalui lembaga kenazhiran.
c. Mengamankan seluruh harta wakaf seperti pembuatan AIW (Akta Ikrar Wakaf) dan sertfikat wakaf.
d. Memberikan wawasan kepada masyarakat agar lebih dapat mengerti bahwa wakaf tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat ibadah saja.
Upaya-upaya yang dipaparkan tersebut diharapakan dapat menjadi acuan sehingga keutamaan wakaf dapat disalurkan, seperti para wakif tetap mendapatkan pahala karena telah mewakafkan hartanya, sedangkan orang lain merasakan manfaat dari wakaf yang terlah diwakafkan oleh pihak wakif. Dengan
47
begitu pihak wakif dan penerimanya dapat saling merasakan manfaatnya untuk waktu yang lebih lama.
Pada dasarnya, harta benda wakaf harus dikembangkan secara produktif, dan pengembangannya disesuaikan dengan peruntukan dari benda yang diwakafkan. Indonesia memiliki tanah wakaf yang cukup banyak dan luas dengan posisi sangat strategis untuk dibagun sebagai tempat usaha atau disewakan, sehingga memungkinkan dikelola secara produktif. Kendala utama yang dihadapi adalah terbatasnya nazhir profesional dan dana dalam pengelolaan dan pengembangan harta wakaf. Agar hasil wakaf dapat benar-benar mesejahterakan masyarakat, maka diperlukan nazhir yang professional dan dapat mengelola wakaf dengan baik. Perlu diperhatikan saat ini adalah cara mengumpulkan wakaf tunai dari masyarakat, dimana dana tersebut dapat dipergunakan untuk membangun madrasah, minimarket, gedung (untuk disewakan), menghidupkan lahan pertanian dan perkebunan, serta menjalankan aktivitas peternakan yang berupa tanah wakaf. Lembaga wakaf akan mendapat kepercayaan untuk menghimpun dana wakaf dari masyarakat jika mampu menjadi lembaga wakaf yang kuat dan profesional. Lembaga wakaf ini menggunakan sistem kerja terstruktur berdasarkan bidang dan spesialisasi masing-masing, namun tetap untuk mencapai tujuan yang sama dalam mengelola semua harta wakaf. Maka untuk merealisasikan tujuan pembentukan lembaga wakaf ini, dibentuk dua bagian utama yaitu :
1. Bagian investasi dan pengembangan harta wakaf lama dan baru dan pencapaian hasil-hasilnya.
2. Bagian penyaluran hasil-hasil wakaf yang ada sesuai dengan tujuannnya.
Dari data dan hasil wawancara di atas dapat dilihat bahwa temuan penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu pengelolaan dan pengembangan wakaf produktif masih kurang maksimal diantaranya disebabkan oleh nazhir yang kurang berkompeten dan kurang lihai dalam memahami mindset masyarakat yang masih tradisional.
49 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dijelaskan tentang Pengelolaan dan Pengembangan Wakaf Produktif di Kabupaten Maros (Studi Kasus Mesjid Al Markaz Al-Islami Kabupaten Maros), maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Diketahuinya pengelolaan dan pengembangan wakaf produktif pada Mesjid Al Markaz Al-Islami Kabupaten Maros yang digunakan untuk pemberdayaan madrasah, minimarket dan ATM. Direkomendasikannya inovasi pengelolaan wakaf uang untuk pemberdayaan kepada masyarakat dengan membuat organisasi berbasis platform (fintech) baik dalam bentuk website maupun aplikasi android yang fokus melakukan pengelolaan wakaf uang untuk pemberdayaan madrasah, minimarket, aula dan pedagang.
2. Mesjid Al Markaz Al-Islami Kabupaten Maros tidak memiliki model pengelolaan dan pengembangan seperti yang ada di teori dan masil menggunakan cara tradisional. Pemahaman masyarakat yang masih kurang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya tren wakaf dikalangan masyarakat.
3. Pengelolaan dan pengembangan wakaf produktif yang selama ini sudah dilakukan secara optimal, baik mengoptimalkan harta benda wakaf yang sudah diserahkan wakif untuk kearah produktif supaya dapat menghasilkan keuntungan yang nantinya bisa dipergunakan untuk berbagai hal. Pihak yayasan sendiri terus memberikan sosialisasi
kepada masyarakat dan mengajarkan kepada santri-santri nya tentang wakaf produktif supaya menjadikan wakaf sebagai hal yang sebstansial dikalangan masyarakat dan selalu melakukan pengawasan pengelolaan internal yang meliputi, pengawasan menejemen organisasi, manajemen keuangan dan lainnya. Sedangkan pengawasan ekternal meliputi pengawasan dari pemerintah media massa dan pengawasan dari masyarakat.
B. Saran
1. Bagi pihak Badan Wakaf di Mesjid Al Markaz Al-Islami Kabupaten Maros dapat terus membina nazhir, mengelola dengan baik harta wakaf sebagai salah satu ibadah dalam mengurus harta Allah, serta tetap konsisten dan optimis dalam merubah pola pikir masyarakat yang masih minim pengetahuan tentang wakaf produktif sehingga dapat memajukan kesejahteraan umat.
2. Bagi pihak yang akan melakukan penelitian tentang wakaf agar memperluas wawasan guna untuk memutakhirkan hasil penelitian yang dilakukan sehingga dapat dijadikan acuan dalam penelitian selanjutnya.
3. Bagi pihak masyarakat agar lebih percaya terhadap badan wakaf dan nazhir supaya harta benda yang diwakafkan dapat dikelola dan dikembangkan secara tepat dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
4. Pengelolaan dan pengembangan wakaf produktif di Mesjid Al Markaz Al- Islami Kabupaten Maros masih sederhana dengan menejemen tradisional. Oleh karena itu pemerintah harus lebih giat lagi dalam mensosialisasikan dan membina nazhir agar wakaf produktif yang telah
51
ada dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas kepada kesejahteraan umat islam.
5. Pengelolaan wakaf produktif di Mesjid Al Markaz Al-Islami Kabupaten Maros diharapkan dapat segera merealisasikan rencana pengadaan lahan peternakan dan kios-kios untuk pedagang sehingga dapat membantu perekonomian masyarakat.
52
DAFTAR PUSTAKA
Atabik, Ahmad. 2014. Strategi Pendayagunaan dan Pengelolaan Wakaf Tunai di Indonesia. Jurnal Zakat dan Wakaf (ZISWAF). Vol. 1, No. 2, Hal. 315 -335.
Badan Pusat Statistik. 2020. Badan Pusat Statistik Republik Indonesia : Jakarta.
Badan Wakaf Indonesia. 2020. Wakaf Produktif Bisa Mandirikan Masyarakat Secara Ekonomi, (https://www.bwi.go.id/4713/2020/04/08/wakaf-produktif- bisa-mandirikan-masyarakat-secara-ekonomi/).
Beik, Irfan Syauqi. 2016. Ekonomi Pembangunan Syariah. Raja Grafindo Persada : Jakarta.
Direktorat Jenderal Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji. 2004. Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2004. Departemen Agama Republik Indonesia : Jakarta.
Fahri, M. B. 2018. Strategi Manajemen Pengelolaan Wakaf Produktif di Pesantren Yayasan Arwaniyyah Kudus. Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan. Vol. 5, No. 8, Hal. 695-708.
Ferezagia, D. V. 2018. Analisis Tingkat Kemiskinan di Indonesia. Jurnal Sosial Humaniora Terapan. Vo. 1, No. 1, Hal. 1-6.
Fitri, R., dan Heni P. W. 2018. Analisis Prioritas Solusi Permasalahan Pengelolaan Wakaf Produktif (Studi Kasus Kabupaten Banjarnegara).
Jurnal Al-Muzara’ah. Vol. 6, No. 1, Hal. 41-59.
Hakim, Abdul. 2010. Manajemen Harta Wakaf Produktif Dan Investasi Dalam Sistem Ekonomi Syari‟ah. Jurnal Riptek. Vol. 4, No. 2, Hal. 21-28.
Haura, A., Lukman M. B., Hendri T. Analisis Pengelolaan Wakaf Uang pada Koperasi Jasa Keuangan Syariah (Pendekatan Analytical Network Process). Jurnal Al-Muzara’ah. Vol. 3, No. 1, Hal. 89-105.
Hermawati, dan Abrar. 2017. Implementasi Pengelolaan Tanah Wakaf di Rumah Asuh Dompet Amal Sejahtera Ibnu Abbas (DASI) NTB. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Ahawl as Syahsiyah. Hal. 28-46.
Ishak, Ayyub. 2014. Efektifitas Pengelolaan Wakaf di Provinsi Gorontalo. Jurnal Diskursus Islam. Vol. 2, No. 2, Hal. 169-190.
53
Kementrian Agama RI. 2010. Pedoman Pengelolaan Wakaf Tunai. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. Direktorat Pemberdayaan Wakaf.
Kementrian Agama Republik Indonesia :Jakarta.
Megawati, Devi. 2014. Pengelolaan dan Pengembangan Wakaf Produktif di Kota Pekanbaru. Jurnal Hukum Islam. Vol. XIV, No.1, Hal. 104-124.
Mubarok, Jaih. 2008. Wakaf Produktif. Simbiosa Rekatama Media : Bandung.
Munir, A. S. 2015. Optimalisasi Pemberdayaan Wakaf Secara Produktif. Jurnal Ummul Qura. Vol. IV, No. 2, Hal. 94-109.
Nurhidayani, Muaidy Y., dan Busaini. 2017. Pengelolaan dan Pemanfaatan Wakaf Tanah dan Bangunan. Jurnal Kajian Ekonomi Islam. Vol. 2, No. 2, Hal. 163-175.
Pratiwi, E., dan Irfan, S. B. Dampak Zakat Produktif di Kota Serang. IQTISHODIA Jurnal Ekonomi Islam Republika.
Saekhu. 2014. Seputar Persoalan Pelayanan Wakaf di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Economica : Jurnal Ekonomi Islam. Vol. 5, No. 2, Hal. 37-52.
Sukarna. 2011. Dasar-dasar Manajemen. Mandar Maju : Bandung.
Ulfiana, R., dan Yulianti, R. T. 2019. Optimalisasi Pengelolaan Wakaf Produktif di Majelis Wakaf dan Kehartabendaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Jurnal Syarikah. Vol. 5, No. 2, Hal. 1-13.
Usman, Nurodin. 2016. Pengelolaan Wakaf Produktif untuk Kesehatan (Studi Kasus Wakaf Masjid Agung Semarang). Jurnal Muaddib : Studi Kependidikan dan Keislaman. Vol. 4, No. 2, Hal. 1-20.
55
LAMPIRAN 1
PENELITIAN TERDAHULU No Nama Peneliti Judul
Penelitian
Jenis
Penelitian Hasil.Penelitian 1. Àgusdiwana
Suarni dan Sri Andayaningsi (2018)
Manajemen Keuangan Masjid se Sulawesi Selatan di Era Industri 4.0.
Kualitatif Penelitian berfokus dalam menganalisis manajemen keuangan masjid se Sulawesi Selatan di era 4.0., dengan menggunakan metode studi eksplorasi dalam bentuk wawancara dan data laporan keuangan. Dalam hasil penelitiannya,
menunjukkan masjid
telah memiliki laporan
pencatatan keuangan
akuntansi yang sangat
sederhana dan belum
ada standar laporan yang
mengatur sehingga audit
internal dan eksternal
belum ada, kemudian
keuangan masjid hanya
terorganisir pada
pendanaan pemerintah
daerah karena memiliki
kewajiban melaporkan
laporan keuangan pada
pemda setempat.
2. Mulyani (2013) Pengeloaan wakaf
Produktif di Yayasan Perguruan Tinggi Nahdatul Ulama‟
Kualitatif Berdasarkan pencarian fakta di lapangan diperoleh bahwa, wakaf produktif di Yapertinus ini ternyata belum bisa dimanfaatkan hasilnya.
Selain karena wakaf tersebut berbentuk wakaf jangka panjang dimana baru akan di petik hasilnya nanti pada tahun 2015, banyak kendala pengelolaan yang dihadapi Yayasan tersebut.
3. Dewi Angraeni (2016)
Pengelolaan Wakaf Produktif Pada Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (Umi) Makassar
Penelitian Lapangan / Kualitatif
Hasil penelitian ini mengungkap bahwa pengelolaan wakaf produktif pada
YWUMI berpedoman berdasarkan konsep manajemen Islam yang bertolak dari
lima prinsip dasar, yaitu (a) Amanah, (b) Fathonah, (c) Tabligh, (d) Shiddiq, dan
(e) Himayah. YWUMI
mengelola aset wakafnya
57
melalui tiga pilar utama, yaitu
pilar pendidikan, usaha, dan kesehatan. Dalam mengelola aset wakaf pilar
pendidikan YWUMI melakukan subsidi silang melalui iuran pendidikan yang
dialokasikan untuk membiayai sarana pendidikan yang berkualitas seiring dengan
kebutuhan dunia pendidikan saat ini.
4. Hasan Asy‟ari (2016)
Pengelolaan wakaf dan pengembang an wakaf produktif di Yayasan Pondok Pesantren Mifhtahul Al- Yasini
Penelitian Empiris
Peniliian ini
menyimpulkan bahwa pengelolaan wakaf produktif di yayasan ini tergolong maju dan produktif.
5. Mutia Ulfah (2019)
Analisis Manajemen Pengelolaan
Penelitian Lapangan/
Hasil dalam penelitian ini
adalah, masjid yang
seharusnya
Wakaf Produktif Dalam
Meningkatkan Kemanfaatan Harta Wakaf (Studi Pada Pengurus Nazhir Wakaf Di Masjid Al- Furqon Kota Bandar
Lampung)
Kualitatif menghasilkan
wakaf yang produktif itu nyatanya belum dapat memberikan kontribusi kepada
masyarakat. Hasil dari wakaf tersebut lebih diutamakan untuk kepentingan
masjid saja atau operasional masjid saja.
Dan pemanfaatan harta wakaf di
masjid tesebut masih sangat belum efektif.
6. Niryad Muqisthi Suryadi (2017)
Strategi Pengelolaan Wakaf Produktif Dalam Rangka Pemberdayaan
Umat Di
Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep
Jenis penelitian ini field research/
Kualitatif
Hasil penelitian menunjukkan perwakafan
di Kecamatan
Pangkajene
sebagian besar tanah wakaf belum bersertifikat atau masih dalam proses pendaftaran di Kantor Pertanahan. Adapun
perwakafan di
Kecamatan Pangakejene
dalam pengelolaannya
secara umum peruntukan
wakaf lebih banyak
59
ditujukan
kepada kepentingan ibadah dan masih kurang
wakaf yang
dikembangkan secara
produktif.
LAMPIRAN 2
PEDOMAN WAWANCARA
No Rumusan Masalah Coding
1.1 Berapa jumlah aset wakaf yang terdata di mesjid al-markas ?
TR,MD,I,DA,MAR
1.2 Bagaimana sistem pengelolaan wakaf produktif yang di jalankan di mesjid al markas ?
TR,MD,I,DA,MAR
1.3 Bagaimana pengembangan wakaf produktif di mesjid al-markas ?
TR,MD,I,DA,MAR
1.4 Apakah wakaf disini dikelolah oleh nadzir ?
TR,MD,I,DA,MAR1.5 Apa saja rincian benda wakaf yang terdata di mesjid al-markas ?
TR,MD,I,DA,MAR
1.6 Apa saja permasalahan dalam pengelolaan wakaf produktif ?
TR,MD,I,DA,MAR
1.7 apakah ada pengaruh bwi terhadap pengelolaan wakaf di mesjid al-markas ?
TR,MD,I,DA,MAR
1.8 Apa program kedepan untuk wakaf ini sendiri ?
TR,MD,I,DA,MAR61
LAMPIRAN 3 TRANSKIP
NO CODING TRANSKIP
1
TR kalau Aset itu berupa bangunan dan Wakaf tanah yang luasnya kurang lebih 3 Ha
MD Disini itu dek tanah wakafnya berupa Tanah yang luasnya kalau tidak salah kurang lebih 3 Ha.
I Ada Tanah dan Bangunan DA Tanah dan Bangunan
MAR Yang kami Kelola itu berupa tanah dan bangunan
2
TR
Sistem pengelolaan dikembangkan oleh pengurus sesuai Tyas dan fungsi masing-masing, termasuk pengelolaan Madrasah, Aula dan Perdagangan yang ada dalam lingkup Masjid.
MD Untuk lebih detailnya silahkan ke ketua I Dilakukan dengan sesai prinsip Islam.
DA Dikelola sebaik-baiknya demi untuk kebaikan bersama.
MAR Bagaimana kami mengelola dengan baik agar dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat
3
TR
Pengelolaan wakaf disini kami terus optimalkan seperti pemanfaat masjid sebagai Pusat Syiar, pengembangan Madrasah, dan usaha-usaha produktif lainya.
MD
Kami terus mengembangkan dan selalu menerima saran dari Masyarakat apa ya g harus kami kembangkan
I Untuk pengembanganya itu kami terus mengupayakanya.
DA
kami Masih terus memikirkan inovasi kedepanya untuk pengolaan dan pengembangan wakaf di Masjid ini.
MAR untuk saat ini karena keadaan lagi covid jadi terhambat sedikit perkembanganya
4
TR Wakaf dikelola oleh pengurus tahun 2017 dan pengelolaanya diinisiasi oleh PERDA No. 1 Tahun 2017
MD Pengurus Masjid yang mengelolah semua.
I Kalau itu yang bertanggung jawab adalah pengurus masjid
DA Pengurus Masjid ji dek MAR Pengurus disini dek
5 TR Tanah dan Bangunan Masjid MD Bangunan dan Tanah
I Tanah dan Bangunan
DA Tanah dan bangunan yang terus kami kembangkan MAR Tanah dan Bangunan dek
6
TR
Persoalan utamanya adalah keterbatasan dana sehingga pengembangan unit-unit usaha produktif belum berjalan secara optimal.
MD Mungkin kalau bicara kendala itu yang paling utama sekarang adalah dana.
I untuk kendala itu dek mungkin lebih kepada anggaran yang masih kurang
DA Dana dek
MAR Kurang sekarang dana karena pemasukan berkurang dikarenakan covid
7
TR sejauh ini masih belum ada MD Tidak adaji dek
I kalau persoalan itu mungkin ketua yang lebih tau dek DA Setau saya belum ada.
MAR kalau bicara pengaruhnya belum ada sejauh ini yang saya tahu.
8
TR
pengembangan masjid sebagai pusat wisata religi dan
pengembangan ekonomi syariah melalui bidang-bidang usaha yang akan dirintis kedepannya.
MD Kami terus memikirkan bagaimana agar supaya kedepanya disini itu besih lebih produktif dan bermanfaat untuk Masyarakat I Banyak yang telah kami rencanakan termasuk mendirikan
bidang usaha kecil disekitar Masjid
DA Kami memikirkan inovasi supaya bagaimana masyarakat bisa lebih cinta dan peduli lagi terhadap Masjid
MAR Pengembangan usaha dan bagaimana kedepan Masjid bisa dikelola dengan lebih baik lagi.
63