• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Tabel 4.7 Kategori Uji N-Gain Skor Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Sebelum dan Setelah Perlakuan

Kriteria Indeks Gain N-Gain Ternormalisasi (G) Tinggi g > 0,70

0,16 Sedang 0,70 ≥ g ≥ 0,30

Rendah g < 0,30

Berdasarkan tabel 4.7 di atas dapat digambarkan hasil perhitungan uji N-Gain rata-rata yang diperoleh adalah 0,16 atau termasuk kategori rendah, maka peningkatan hasil belajar fisika peserta didik yang terjadi setelah menerapkan metode Student Team Achievement Division pada kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar termasuk kategori rendah.

Model pembelajaran Student Team Achievement Division diawali dengan menyampaikan tujuan dan memotivasi peserta didik, menyajikan/menyampaikan informasi kepada peserta didik, mengornaisasikan peserta didik dalam kelompok-kelompok belajar, membimbing kelompok bekerja dan belajar, evaluasi, dan memberikan penghargaan. Pada pelaksanaannya guru sebagai fasilitator dan pembimbing. Aktivitas belajar dominan berpusat pada peserta didik karena dengan model ini peserta didik dapat berdiskusi dan bertukar pendapat dengan teman, bertanya pada guru menanggapi pertanyaan dan mengungkapkan apa yang diketahui dengan semaksimal mungkin setelah itu guru memberikan soal untuk melihat kemampuan peserta didik mengenai materi yang diajarkan. Sehingga peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran di kelas.

Dari hasil analisis deskriptif diperoleh skor rata-rata peserta didik sebelum diterapkan penerapan model pembelajaran Student Team Achievement Division peserta didik lebih rendah dibandingkan skor rata-rata peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran Student Team Achievement Division.

Hal ini dapat terlihat pada skor rata-rata yang diperoleh peserta didik dan standar deviasi yaitu pretest skor rata-rata yang diperoleh peserta didik 17,83 dan standar deviasi 4,91 sedangkan posttest rata-rata skor yang diperoleh peserta didik 20,75 dan standar deviasi 4,08. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar fisika peserta didik kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran Student Team Achievement Division.

Hasil perhitungan analisis uji normalitas diperoleh hasil belajar fisika peserta didik kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar untuk pretest dan posttest berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Demikian uji parametrik dapat digunakan yakni uji t. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan uji t sampel berkorelasi. Hasil analisis thitung diperoleh sebesar 3,266 sedangkan untuk ttabel diperoleh 2,021. Hasil yang diperoleh menunjukkan thitung berada diluar penerimaan Ho, jadi Ho ditolak dan Ha diterima.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan hasil belajar fisika peserta didik sebelum dan setelah diajar dengan menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division. Fakta empiris yang telah dikemukakan memberi indikasi bahwa penerapan model pembelajaran Student Team Achievement Division merupakan salah satu pembelajaran fisika yang dapat meningkatkan hasil belajar fisika.

Berdasarkan hasil analisis inferensial dalam hal ini uji t yang telah dilakukan diketahui bahwa hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa thitung >

ttabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dari uji t yang telah dilakukan terlihat bahwa hasil belajar fisika peserta didik Kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar meningkat setelah diajar dengan menerapkan metode pembelajaran Student Team Achievement Division. Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar fisika peserta didik maka dilakukan uji N-Gain. Dari hasil analisis N-Gain diperoleh peningkatan hasil belajar fisika peserta didik sebesar 0,16 dan masuk dalam kategori rendah.

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari analsisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Student Team Achievement Division dapat meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar dimana ditunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik dilihat perbandingan antara pretest dengan posttest.

Hasil penelitian tersebut sesuai dengan penelitian terhahulu menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division telah diteliti (Khoirul Roisah:2012) menyimpulkan bahwa dengan model pembelajaran Student Team Achievement Division dapat meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik pada mata pelajaran IPS di kelas II MIN Ngepoh Tulungagung tahun pembelajaran 2012/2013 sebelum diberikan perlakuan rata – rata pretest sebesar 66 dan setelah diberi perlakuan dari hasil postes diperoleh rata – rata hasil belajar peserta didik sebesar 88,23.

Model pembelajaran Student Team Achievement Division merupakan alternatif untuk lebih mengefektifkan peserta didik karena dengan model ini peserta didik dapat berdiskusi dan bertukar pendapat dengan teman, bertanya pada guru, menanggapi pertanyaan dan mengungkapkan apa yang diketahui dengan semaksimal mungkin.

65 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil data yang diperoleh dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Hasil belajar fisika peserta didik sebelum diterapkan model pembelajaran Student Team Achievement Division pada peserta didik kelas X IPA 5 SMA N 13 Makassar tahun ajaran 2020/2021 berada pada kategori rendah.

2. Hasil belajar fisika peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran Student Team Achievement Division pada peserta didik kelas X IPA 5 SMA N 13 Makassar tahun ajaran 2020/2021 berada pada kategori sedang.

3. Terdapat peningkatan hasil belajar fisika peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran Student Team Achievement Division pada peserta didik kelas X IPA 5 SMA N 13 Makassar tahun ajaran 2020/2021 berada pada kategori rendah.

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka saran-saran yang dapat direkomendasikan baik untuk guru dan peneliti selanjutnya, yaitu:

1. Bagi pendidik, diharapkan dapat menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division dalam proses pembelajarannya sebagai salah satu alternatif dalam mata pelajaran fisika untuk mencapai hasil belajar fisika

yang diharapkan serta menjadikan peserta didik dominan aktif di dalam kelas.

2. Bagi peneliti selanjutnya, apabila ingin melakukan penelitian dengan judul yang sama diharapkan agar penelitian yang dilakukan lebih disempurnakan lagi.

3. Bagi pengembangan ilmu, diharapkan model pembelajaran Student Team Achievement Division dijadikan salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik.

67

DAFTAR PUSTAKA

Anderson, L. W, dan Krathwohl, 2015. A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assesing;A revision of Bloom’s Taxonomy of Education Objectives. New York: Addison Wesley Lonman Inc.

Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta

Ananda, Rusydi & Muhammad Fadhli. 2018. Statistik Pendidikan (Teori dan Praktik dalam Pendidikan). Medan: CV. Widya Puspita

Darwis. 2018. Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual dengan Metode Inkuiri. Jurnal Pendidikan Fisika, (Online), Vol. 6, No. 3, (https://journal.unismuh.ac.id, Diakses 14 Mei 2019).

Huda, Miftahul. 2014. Cooperative Learning Metode, Teknik, Struktur Dan Model Penarapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hanief, Yulingga Nanda & Wasis Himawanto. 2017. Statistik Pendidikan. Sleman:

Deepublish

Hamalik, Oemar. 2005. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem.

Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Haryadi Rudi, Jannah Rifatul. 2020. Pembelajaran Daring Fisika Pada Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). EDUMASPUL Jurnal Pendidikan. Vol.4- No.2.Universitas Muhammadiyah Enrekang: Enrekang. Hal.264-268.

Hamdayama, Jumanta. 2014. Model Dan Metode Pembelajaran Kreatif Dan Berkarakter. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Irawati, Ria. 2012. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Untuk meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Pokok Bahasan Identifikasi Unsur Cerita Siswa Kelas V MIN Rejotangan, Tulungagung: CV Jaya.

Mundilarto, 2010. Penilaian Hasil Fisika. Yogyakarta: P2IS UNY.

Purwanto. 2009. Evaluasi Hasl Belajar. Surakarta: Pustaka Pelajar.

Pohan, Albert Efendi. 2020. Konsep Pembelajaran Daring Berbasis Pendekatan Ilmiah. Jawa Tengah: CV Sarnu Untung

Retnawati, H. 2016. Validitas Rhabilitas dan Karakter Butir. Yogyakarta: Nuha Medika.

Riduwan. 2003. Dasar-Dasar Statistika. Bandung: Alfabeta

Rosenberg, M. J. 2001. E-learning: Strategies For Delivering Knowledge In The Digitalage. New York: McGraw-Hill.

Roisah, Khoirul. 2012. Penerapan Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas II MIN Ngepoh Tanggunggunung, Tulungagung: Edukasi.

Sudjana, Nana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito

Slavin, Robert E. 2016. Cooperative Learning Teori, Riset, dan Praktek. Bandung:

Nusamedia.

Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM.

Surabaya: Pustaka Pelajar.

Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya.

Sudijono, Anas. 2006. Pengantar Evaluasi Pendidikan, Yogyakarta: PT.

RajaGrafindo Persada.

Sukiman. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pedagogia.

Syarifudin, Ahmad. 2011. Pendedikan Alternatif, Bandung: Grafindo Media Pratama.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, Bandung:

Alfhabeta.

Syamsuddin. 2017. Implementasi Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Media Visual Terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 1 Campalagian. Jurnal Pendidikan Fisika, (Online), Vol. 5, No. 3, (https://journal.unismuh.ac.id, Diakses 02 Mei 2019)

LAMPIRAN

A. ANALISIS VALIDASI PERANGKAT B. RPP

C. BAHAN AJAR

D. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

ANALISIS VALIDASI PERANGKAT

Menetukan kelayakan instrument yang akan digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji Gregory menggunakan rumus: r = 𝐷

𝐴+𝐵+𝐶+𝐷. Jika r ≥ 0,75, maka instrumen dapat digunakan.

Berikut hasil analisis validasi instrumen yang digunakan dalam penelitian:

1. Hasil validasi RPP

No Aspek yang Dinilai validasi

1 2 Ket 1 Format

a. Sesuai Format 4 4 D

b. Kemampuan terkandung dalam kompetensi dasar 4 3 D c. Ketepatan penjabaran dari kompetensi dasar

d. Kejelasan rumusan indicator

e. Indikator dikembangkan menjadi beberapa tujuan pembelajaran

f. Kesesuaian tujuan pembelajaran dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik.

4 4 4 4

3 4 4 4

D D D D 2 Bahasa

a. Kebenaran tata bahasa 4 4 D

b. Kesederhanaan struktur kalimat 4 3 D

c. Kejelasan petunjuk atau arahan 3 4 D

d. Bersifat komunikatif 4 3 D

3 Isi

a. Kejelasan kompetensi yang harus dicapai 3 4 D b. Tujuan pembelajaran dirumuskan dengan jelas

dan operasional

3 4 D

c. Kejelasan materi yang akan disampaikan 4 4 D

d. Kejelasan skenario pembelajaran 4 3 D

e. Kesesuaian instrumen penilaian yang akan digunakan dengan kompetensi yang ingin ukur

4 4 D

f. Kesesuaian alokasi waktu yang akan digunakan 4 4 D

4 Waktu

a. Kesesuaian alokasi waktu yang digunakan 4 4

D 5 Metode Sajian (Kegiatan Awal)

a. Fase 1 : Menyampaikan Tujuan dan Memotivasi Peserta Didik

4 4

D Kegiatan Inti

b. Fase 2 : Menyajikan Informasi 4 4

D c. Fase 3 : Mengorganisasikan Peserta Didik Ke

Dalam Kelompok-kelompok Belajar

4 4 D

d. Fase 4 : Membimbing Kelompok Bekerja dan Belajar

4 4 D

e. Fase 5 : Evaluasi 4 4 D

Kegiatan Akhir

a. Fase 6 : Memberikan Penghargaan 4 4 D

Uji Gregory

Validator II

Validator I (1-2) (3-4)

(1-2) A B

(3-4) C D

r>0,75 r = 𝐷

𝐴+𝐵+𝑐+𝐷

r = 23

0+0+0+23

= 23

23

r = 1 (Layak digunakan) 2. Hasil Validasi Bahan Ajar

No Aspek yang Dinilai Validasi

1 2 Ket 1 Format

a. Kejelasan pembagian materi pembelajaran 4 4 D

b. Sistem penomoran jelas 4 4 D

c. Jenis dan ukuran huruf yang sesuai 4 4 D

d. Kesesuaian ruang/tata letak 3 3 D

e. Teks dan ilustrasi seimbang 4 3 D

f. Jenis dan ukuran huruf sesuai 4 4 D

2 Isi

a. Kebenaran konsep/materi 4 4 D

b. Sesuai dengan K13 4 3 D

c. Dukungan ilustrasi untuk memperjelas konsep 4 3 D

d. Mudah dipahami 4 4 D

e. Kontekstual, artinya ilustrasi/gambar yang dimuat berdasarkan konteks daerah/tempat tinggal/lingkungan peserta didik dan sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari

4 4 D

3 Bahasa dan Tulisan

a. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar

4 4 D

b. Menggunakan tulisan dan tanda baca sesuai dengan

EYD 4 4

D c. Menggunakan istilah-istilah secara tepat dan

mudah dipahami 4 4 D

d. Menggunakan bahasa yang komunikatif dan struktur kalimat yang sederhana, sesuai dengan taraf berpikir dan kemampuan membaca dan usia peserta didik

4 3 D

e. Menggunakan arahan dan petunjuk yang jelas,

sehingga tidak menimbulkan penafsiran ganda 4 4 D 4 Manfaat/Kegunaan

a. Dapat mengubah kebiasaan pembelajaran yang tidak terarah menjadi terarah dengan jelas

4 3 D

b. Dapat digunakan sebagai pegangan bagi guru dan

peserta didik dalam pembelajaran 4 4 D

Uji Gregory

Validator II

Validator I (1-2) (3-4)

(1-2) A B

(3-4) C D

r>0,75 r = 𝐷

𝐴+𝐵+𝑐+𝐷

r = 18

0+0+0+18

= 18

18

r = 1 (Layak digunakan)

3. Hasil validasi LKPD

No Aspek yang Dinilai

Validator

Ket V1 V2

1

Format

a. Kejelasan pembagian materi 4 4 D

b. Sistem penomoran jelas 4 4 D

c. Jenis dan ukuran huruf yang sesuai 4 4 D d. Kesesuaian tata letak gambar, grafik,

maupun table 4 3 D

e. Teks dan ilustrasi seimbang 3 3 D 2

Isi

a. Kesesuain dengan RPP danbahan ajar

3 3 D

b. Isi LKPD mudah dipahami dan

kontekstual 4 3 D

c. Aktivitas peserta didik dirumuskan

dengan jelas dan operasional 4 4 D

d. Kesesuaian isi materi dan tugas-tugas

dengan alokasi waktu yang ada 3 4 D

3

Bahasa

a. Bahasa dan istilah yang digunakan dalam LKPD mudah dipahami

4 4 D

b. Bahasa yang digunakan benar sesuai

EYD dan menggunakan

arahan/petunjuk yang jelas sehingga tidak menimbulkan penafsiran ganda

4 4 D

4

Manfaat/Kegunaan LKPD

a. Penggunaan LKPD sebagai bahan ajar bagi guru

4 4 D

b. Penggunaan LKPD sebagai

pedoman belajar bagi peserta didik 4 4 D

Uji Gregory

Validator II

Validator I (1-2) (3-4)

(1-2) A B

(3-4) C D

r>0,75 r = 𝐷

𝐴+𝐵+𝑐+𝐷

r = 13

0+0+0+13

= 13

13

r = 1 (Layak digunakan)

4. Hasil Validasi Tes Hasil Belajar Peserta Didik BIDANG

TELAAH KRITERIA Validator

KET V1 V2

SOAL

a. Soal-soal sesuai dengan indicator

4 4 D

b. Soal-soal sesuai dengan aspek yang diukur

4 4 D

c. Batasan pertanyaan dirumuskan dengan jelas

4 4 D

d. Mencakup materi pelajaran secara representatif

4 3 D

a. Petunjuk pengisian soal dinyatakan dengan jelas

4 4 D

KONTRUKSI

b. Kalimat soal tidak menimbulkan penafsiran ganda

4 3 D

c. Rumusan pertanyaan menggunakan kalimat soal atau perintah yang jelas

4 4 D

d. Panjang rumusan pilihan jawaban relative sama

4 4 D

BAHASA

a. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar

4 4 D

b. Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti

4 3 D

c. Menggunakan istilah (kata- kata) yang di kenal peserta didik

4 4 D

WAKTU Waktu yang digunakan sesuai 3 4 D Uji Gregory

Validator II

Validator I (1-2) (3-4)

(1-2) A B

(3-4) C D

r>0,75 r = 𝐷

𝐴+𝐵+𝑐+𝐷

r = 14

0+0+0+14

= 14

14

r = 1,00 (Layak digunakan)

Secara keseluruhan komponen yang dinilai sudah memenuhi kriteria kevalidan, setelah menggunakan uji Gregory dapat dinyatakan bahwa Tes Hasil Belajar tersebut sudah layak digunakan karena nilai r 1,00 > 0,75 namun ada beberapa saran/komentar dari ahli yang perlu diperhatikan sekaligus sebagai revisi perangkat untuk kesempurnaan dalam penggunaan penelitian. Saran atau komentar tersebut adalah sebagai berikut:

Sesuaikan waktu pengerjaan dengan jumlah item soal Dengan penilaian umum

V1 : Dapat digunakan dengan sedikit revisi V2 : Dapat digunakan dengan sedikit revisi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 13 Makassar Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/semester : X IPA/Ganjil Materi Pokok : Gerak Lurus

Sub Materi : Besaran-besaran Gerak Lurus (Jarak, Perpindahan, Kelajuan, dan Kecepatan)

Alokasi Waktu : 2 Pertemuan (6 JP) A. Kompetensi Inti

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsive dan pro-aktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengatuhuan faktual, konsteptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomen dan kejadian, serta menerangkan proses prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memcahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, menyaji dalam ranah kongkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuaan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.3 Menganalisis besaran-besaran fisis pada gerak

lurus dengan kecepatan konstan dan gerak lurus dengan percepatan konstan.

3.3.1 Menjelaskan pengertian gerak lurus 3.3.2 Membedakan

jarak dan perpindahan 3.3.3 Membedakan

antara

kecepatan dan kelajuan 3.3.4 Membedakan

antara kecepatan rata-rata dan kecepatan sesaat 4.3 Menyajikan data dan grafik hasil percobaan

untuk menyelidiki sifat gerak benda yang bergerak lurus dengan kecepatan konstan dan bergerak lurus dengan percepatan konstan.

4.3.1 Menganalisis grafik posisi terhadap waktu

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat :

1. Menjelaskan pengertian gerak lurus dengan benar

2. Membedakan antara jarak dan perpindahan dengan benar 3. Membedakan antara kecepatan dan kelajuan dengan benar

4. Membedakan antara kecepatan rata-rata dan kecepatan sesaat dengan benar

5. Menganalisis grafik posisi terhadap waktu dengan benar D. Materi Pembelajaran

Gerak Lurus

• Perpindahan

• Jarak

• kecepatan

• Kelajuan

• Kecepatan rata-rata

• Kecepatan sesaat E. Metode Pembelajaran

1. Pendekatan : Saintifik

2. Metode : Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD)

F. Sumber Belajar

1. Subagya, Hari dan Insih Wilujeng. 2013. Buku Guru Fisika SMA/MA Kelas X. Jakarta: Bumi Aksara

2. Kanginan, Marthen. 2013. Fisika 1 untuk SMA/MA Kelas X Berdasarkan Kurikulum 2013. Jakarta: Erlangga

3. Drajat. 2013. Fisika untuk Kelas X SMA/MA Kelas X. Sidoarjo:

Masmedia Buana Pustaka G. Media Pembelajaran

1. Media

Aplikasi Whattsapp, Zoom , dan Google Classroom dll.

Slide Power Point , LKPD, bahan ajar, dan fasilitas Internet.

2. Alat dan bahan

Laptop, Handphone, Tablet dll.

H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu Pendahuluan Fase 1 : Menyampaikan Tujuan dan

Memotivasi Peserta Didik

• Melalui aplikasi Whattsapp group, Guru membuka proses pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoa

• Guru memeriksa kehadiran peserta didik (melalui Whattsapp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi daring lainnya).

• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

• Memberikan apersepsi dan motivasi dengan mengajukan pertanyaan : “ pada saat kita berada dan duduk diam di dalam mobil yang sedang melaju, apakah kita dikatakan bergerak?

15 menit

Inti Fase 2 : Menyajikan Informasi

• Guru menayangkan demonstrasi mengeanai materi pembelajaran tentang Gerak Lurus (melalui Whattsapp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi daring lainnya).

• Peserta didik mengamati demonstrasi yang ditayangkan oleh guru (melalui Whattsapp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi daring lainnya).

Fase 3 : Mengorganisasikan Peserta Didik Ke Dalam Kelompok-kelompok Belajar

• (melalui Whattsapp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi daring lainnya). Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 5-6 orang dan membagikan LKPD 1 (Jarak dan Perpindahan) ke masing- masing kelompok

• Guru menyampaikan prosedur kerja pada LKPD (melalui Whattsapp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi daring lainnya).

Fase 4 : Membimbing Kelompok Bekerja dan Belajar

• (melalui Whattsapp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi daring lainnya). Guru membimbing peserta didik dalam kelompok untuk menyelesaikan LKPD 1

• Guru mengarahkan peserta didik selama diskusi dengan cara membantu kelompok yang mengalami kesulitan

Fase 5 : Evaluasi

• (melalui Whattsapp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi daring lainnya). Guru membimbing semua peserta didik untuk mempresentasikan hasil kinerja kelompok, sementara kelompok yang lain diminta untuk menanggapi

• (melalui Whattsapp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi daring

110 menit

lainnya). Guru meminta peserta didik untuk menyampaikan hasil diskusinya Penutup Fase 6 : Memberikan Penghargaan

• (melalui Whattsapp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi daring lainnya). Guru meminta salah satu peserta didik untuk menyimpulkan hasil pembelajaran

• Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik

• Guru menyampaikan informasi materi untuk pertemuan selanjutnya

• Guru memeriksa kembali kehadiran peserta didik dan menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam. (melalui Whattsapp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi daring lainnya).

10 menit

Pertemuan II

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu Pendahuluan Fase 1 : Menyampaikan Tujuan dan

Memotivasi Peserta Didik

• Melalui aplikasi Whattsapp group, Guru membuka proses pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoa

• Memeriksa kehadiran peserta didik (melalui Whattsapp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi daring lainnya).

• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

• Memberikan apersepsi dan motivasi dengan mengajukan pertanyaan :

“Apakah kalian tahu apa itu kecepatan?

Menurut kalian kecepatan sama dengan kelajuan atau tidak?”

15 menit

Inti Fase 2 : Menyajikan Informasi

• Guru menyampaikan materi tentang Besaran dalam Gerak Lurus (melalui Whattsapp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi daring lainnya).

• Peserta didik mengamati materi yang disampaikan oleh guru (melalui

110 menit

Whattsapp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi daring lainnya).

Fase 3 : Mengorganisasikan Peserta Didik Ke Dalam Kelompok-kelompok Belajar

• (melalui Whattsapp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi daring lainnya). Guru membagikan LKPD 2 (Besaran dalam Gerak Lurus) ke masing- masing kelompok

• Guru menyampaikan prosedur kerja pada LKPD (melalui Whattsapp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi daring lainnya).

Fase 4 : Membimbing Kelompok Bekerja dan Belajar

• (melalui Whattsapp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi daring lainnya). Guru membimbing peserta didik dalam kelompok untuk menyelesaikan LKPD 2

• Guru mengarahkan peserta didik selama diskusi dengan cara membantu kelompok yang mengalami kesulitan

Fase 5 : Evaluasi

• (melalui Whattsapp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi daring lainnya). Guru membimbing semua peserta didik untuk mempresentasikan hasil kinerja kelompok, sementara kelompok yang lain diminta untuk menanggapi

• (melalui Whattsapp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi daring lainnya). Guru meminta peserta didik untuk menyampaikan hasil diskusinya Penutup Fase 6 : Memberikan Penghargaan

• (melalui Whattsapp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi daring lainnya). Guru meminta salah satu peserta didik untuk menyimpulkan hasil pembelajaran

• Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik

10 menit

• Guru menyampaikan informasi materi untuk pertemuan selanjutnya

• Guru memeriksa kembali kehadiran peserta didik dan menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam. (melalui Whattsapp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi daring lainnya).

I. Penilaian, berupa aspek kognitif 1. Teknik Penilaian : Tes tertulis 2. Bentuk Instrumen : Pilihan ganda

Makassar, Oktober 2020 Mengetahui;

Guru Bidang Studi Fisika Peneliti

SMA Negeri 13 Makassar

Hj. Nursyamsiah, S.Pd., M.Pd M. Ichsan F. Yatiman

NIP. 196707281988122004 NIM.10539145615

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 13 Makassar Mata Pelajaran : Fisika

Kelas/semester : X IPA/Ganjil Materi Pokok : Gerak Lurus Sub Materi : Percepatan

Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (3 JP) A. Kompetensi Inti

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsive dan pro-aktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengatuhuan faktual, konsteptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerangkan proses prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memcahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, menyaji dalam ranah kongkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuaan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.3 Menganalisis besaran-besaran fisis pada

gerak lurus dengan kecepatan konstan dan gerak lurus dengan percepatan konstan.

3.3.1 Menjelaskan benda bergerak dipercepat dan diperlambat

Dalam dokumen penerapan model pembelajaran kooperatif (Halaman 78-82)

Dokumen terkait