• Tidak ada hasil yang ditemukan

penerapan model pembelajaran kooperatif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "penerapan model pembelajaran kooperatif"

Copied!
213
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Siswa juga kurang memahami materi yang disampaikan karena siswa kurang terlibat dalam proses pembelajaran. Situasi demikian mempengaruhi hasil belajar siswa, terlihat dari rendahnya nilai hasil belajar siswa yang tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Menurut Pohan (2020:2), pembelajaran daring adalah pembelajaran yang berlangsung dalam jaringan dimana guru dan siswa tidak bertatap muka.

Hasil belajar adalah keterampilan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya, menurut Sudjana (2009:22). Hasil belajar merupakan suatu nilai yang menunjukkan hasil belajar tertinggi yang dicapai sesuai dengan kemampuan siswa dalam melakukan sesuatu pada waktu tertentu. Pada umumnya dalam suatu kelas siswa cenderung mempunyai hasil belajar yang berbeda dibandingkan dengan siswa lainnya.

Model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) diharapkan dapat meningkatkan keaktifan seluruh siswa dalam kelompoknya dan partisipasi dalam proses pembelajaran di sekolah. Dengan adanya peran aktif siswa dalam proses pembelajaran di sekolah, maka hasil belajar siswa juga akan meningkat.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Untuk mendeskripsikan sejauh mana peningkatan hasil belajar fisika siswa kelas X IPA SMA Negeri 13 Makassar setelah diperkenalkannya model pembelajaran STAD (Students Teams Achievement Divisions).

Manfaat Penelitian

KAJIAN PUSTAKA

Kajian Pustaka

  • Model Pembelajaran Kooperatif
  • Model Pembelajaran Student Team Achievement
  • Hasil Belajar
  • Pembelajaran Fisika
  • Hasil Penelitian yang Relevan
  • Pembelajaran Daring

Yang dimaksud dengan hasil belajar fisika dalam penelitian ini adalah hasil penilaian guru terhadap siswa untuk mengetahui sejauh mana. Penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil belajar yang dicapai siswa dengan menggunakan kriteria tertentu. Guru dapat mencapai hasil belajar fisika siswa dengan melakukan proses evaluasi, pengukuran dan penilaian.

Penilaian penguasaan materi pokok merupakan pengetahuan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah proses pembelajaran. Oleh karena itu, hasil belajar siswa di sekolah dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan kualitas pembelajaran. Divisi (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas II MIN Ngepoh Ranggunggunung Tulungagung tahun pelajaran 2012/2013.”

Dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan strategi pembelajaran kooperatif Student Team Achievement Division (STAD) pada mata pelajaran IPS dapat ditunjukkan bahwa hasil belajar siswa dapat meningkat. Dari hasil penelitian terlihat bahwa dengan diperkenalkannya model pembelajaran kooperatif Student Team Achievement Division (STAD) pada mata pelajaran bahasa Indonesia dapat menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dapat meningkat.

Tabel  2.1.  Perbedaan  Kelompok  Belajar  Kooperatif  dengan  Kelompok  Belajar  Konvensional
Tabel 2.1. Perbedaan Kelompok Belajar Kooperatif dengan Kelompok Belajar Konvensional

Kerangka Pikir

Namun dengan adanya pandemi yang dialami di Indonesia, pembelajaran biasanya dilakukan dari rumah atau dikenal dengan pembelajaran jarak jauh atau online. Tahun 2020 tentang Penetapan Status Kondisi Darurat Bencana Tertentu Wabah Penyakit Akibat Virus Covid-19 di Indonesia; 46962/MPK.A/HK/2020, tentang Pembelajaran Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Perguruan Tinggi;

19 Tahun 2020, tentang penyesuaian sistem kerja aparatur sipil negara dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 di lingkungan lembaga negara. Oleh karena itu, fisika berkembang dari ilmu kualitatif menjadi ilmu kuantitatif. Menurut Slavin, Student Team Achievement Division (STAD) terdiri dari lima fase utama yaitu (1) presentasi kelas, pada saat presentasi kelas siswa harus memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru karena akan membantu siswa bekerja dalam kelompok dan mengambil pelajaran. kuis individu dengan baik.

Hipotesis Penelitian

METODE PENELITIAN

  • Rancangan Penelitian
  • Populasi dan Sampel
  • Definisi Operasional Variabel
  • Prosedur Pelaksanaan Penelitian
  • Instrumen Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Ho = Tidak ada peningkatan hasil belajar Fisika siswa kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar setelah diajar dengan Model Pembelajaran Kooperatif Student Team Achievement Department (STAD). Ha = Siswa kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar mengalami peningkatan hasil belajar fisika setelah diajar melalui pengenalan model pembelajaran kooperatif Student Team Achievement Department (STAD). Uji N-Gain digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar fisika siswa setelah pembelajaran menggunakan model.

Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar fisika siswa Kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran Student Team Achievement Division. Guru mengecek kehadiran siswa (melalui WhatsApp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi online lainnya). Terdapat peningkatan hasil belajar fisika setelah diterapkan Model Pembelajaran Student Team Achievement Division pada siswa kelas X IPA 5 SMA N 13 Makassar.

𝐻0 = Tidak terdapat perbedaan hasil belajar fisika setelah diterapkan Model Pembelajaran Student Team Achievement Division pada siswa kelas X IPA 5 SMA N 13 Makassar. 𝐻𝑎= Terdapat perbedaan hasil belajar fisika setelah diterapkan Model Pembelajaran Student Team Achievement Division pada siswa kelas X IPA 5 SMA N 13 Makassar.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Dari tabel 4.1 terlihat skor rata-rata kelas antara skor terendah 6 hingga skor tertinggi 25 dari skor ideal 35. Dari data tersebut terlihat bahwa skor rata-rata siswa kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar sebesar 17,83 dan standar deviasinya sebesar 4,91.

Nilai rata-rata kelas mencapai nilai tertinggi 27 dari nilai ideal 35. Dari data tersebut terlihat bahwa rata-rata nilai siswa Kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar adalah 20,75 dan standar deviasinya adalah 4,08.

Dari tabel 4.4 hasil belajar pretest siswa diatas dapat dikatakan jumlah yang berkategori sangat rendah sebanyak 1 orang, rendah sebanyak 5 orang, sedang sebanyak 20 orang, tinggi sebanyak 10 orang dan sangat tinggi sebanyak 0 orang. Sedangkan pada post test siswa di atas dapat dikatakan jumlah yang masuk kategori sangat rendah sebanyak 0 orang, rendah sebanyak 2 orang, sedang sebanyak 17 orang, tinggi sebanyak 17 orang dan sangat tinggi sebanyak 0 orang. berjumlah 36 siswa kelas 5 SMA NEGERI 13 Makassar. Uji normalitas ini dilakukan berdasarkan data pretest dan posttest, meliputi tes hasil belajar fisika siswa sebelum dan sesudah perlakuan.

7,739 < Tabel2 = 7,815 yang berarti hasil belajar pretest fisika siswa Kelas Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa

3,266 > 2,021 menunjukkan bahwa thitung berada di luar penerimaan Ho, sehingga dapat disimpulkan Ha diterima, terdapat perbedaan hasil belajar fisika siswa sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division. Tes ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan yang terjadi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan, serta untuk mengetahui peningkatan hasil belajar fisika siswa pada kategori rendah, sedang, atau tinggi. Berdasarkan Tabel 4.7 diatas terlihat rata-rata hasil perhitungan tes N-Gain yang dicapai sebesar 0,16 atau termasuk dalam kategori rendah, sehingga peningkatan hasil belajar fisika siswa terjadi setelah penerapan metode Student Team Achievement Division di Kelas X IPA 5 dari SMA Negeri. 13 Makassar masuk kategori rendah.

Tabel 4.1 Statistik Skor Peserta Didik Kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar  Pada Saat Pretest  dan Posttest
Tabel 4.1 Statistik Skor Peserta Didik Kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar Pada Saat Pretest dan Posttest

Pembahasan

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada hasil belajar fisika siswa sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan model pembelajaran distribusi prestasi tim siswa. Dari uji-t yang dilakukan terlihat bahwa hasil belajar fisika kelas. Dari hasil analisis N-Gain diketahui bahwa hasil belajar fisika siswa meningkat sebesar 0,16 dan termasuk dalam kategori rendah .

Hasil belajar fisika siswa sebelum diterapkan model pembelajaran Student Team Achievement Distribution pada siswa kelas X IPA 5 SMA N 13 Makassar tahun pelajaran 2020/2021 berada pada kategori rendah. Hasil belajar fisika siswa setelah menggunakan model pembelajaran Division of Student Team Achievement pada siswa kelas X IPA 5 SMA N 13 Makassar tahun ajaran 2020/2021 berada pada kategori sedang. Setelah diperkenalkannya model pembelajaran pembagian prestasi tim siswa kepada siswa di kelas, hasil belajar fisika siswa meningkat

Untuk pengembangan ilmu pengetahuan, diharapkan model pembelajaran Student Team Achievement Division dapat dijadikan salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa. Penerapan pembelajaran berbasis masalah berbantuan media visual terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 1 Campalagian. Siswa mengamati demonstrasi yang disiarkan oleh guru (melalui WhatsApp Group, Zoom, Google Classroom dan aplikasi online lainnya).

Kategorisasi interval hasil belajar fisika siswa Tabel A.1.5 Kategorisasi interval hasil belajar pada pretest dan.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

  • Fase-fase pembelajaran Kooperatif tipe STAD
  • Tabel Tabulasi 2 x 2
  • Kriteria Reliabilitas
  • Kategori Skor Hasil Belajar Fisika
  • Statistik Skor Peserta Didik Kelas X IPA 5 SMA Negeri 13 Makassar
  • Persentase Distribusi Frekuensi Skor Peserta Didik Kelas X IPA 5 SMA
  • Persentase Distribusi Frekuensi Skor Peserta Didik Kelas X IPA 5 SMA
  • Distribusi Frekuensi dan Persentase Kategorisasi Hasil Belajar Fisika
  • Hasil Uji Normalitas Skor Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Pada
  • Hasil Uji Hipotesis Skor Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Pada
  • Kategori Uji N-Gain Skor Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Sebelum

Gambar

GAMBAR                                                                                                    Halaman  2.1 Taksonomi Kognitif Anderson-Krathwohl ...............................................
Tabel  2.1.  Perbedaan  Kelompok  Belajar  Kooperatif  dengan  Kelompok  Belajar  Konvensional
Tabel 2.2.  Fase-fase pembelajaran Kooperatif tipe STAD
Gambar 2.1. Taksonomi Kognitif Anderson-Krathwohl
+7

Referensi

Dokumen terkait

هجیتن و ثحب یریگ یم نایاپ رد ییامنزاب یرادنید داعبا تفگ ناوت ههد رد هقبط ره ةدش سپ فلتخم یاه بلاقنا زا نامتفگ زا رثأتم یملاسا نیاربانب ؛تسا هدوب هرود نآ یراج یعامتجا تیعضو و یسایس

یعامتجا 589 نردم ،ضقانتم هیامرس لکش نیرت هیامرس ینعی یراد یوس زا .دنشخب مسجت ار یلام یراد هب هک یلام یاهراکوزاس رب زکرمت اب زین رگید هب و نیرتزور نردم یترابع داصتقا لکش نیرت هیامرس