• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

Pada taraf signifikansi 5%. Karena thitung = 10,79 > ttabel = 1,671 maka H0 ditolak dan Ha di terima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan supervisi pendidikan terhadap peningkatan mutu sekolah di MAN 2 Bone.

76

pembinaan untuk menuju ke arah perbaikan situasi pendidikan yang lebih baik. Pembinaan yang dimaksud adalah berupa bimbingan menuju perbaikan keadaan pendidikan.78

Supervisi pendidikan yang ada di MAN 2 Bone masih berada pada kategori sedang ini menandakan bahwa masih ada yang perlu ditingkatkan agar supervisi pendidikan yang ada di MAN 2 Bone dapat berada pada kategori tinggi, salah satunya yaitu supervisor mensosialisasikan dengan jelas program supervisi pada setiap awal tahun pelajaran, memberikan petunjuk pengarahan jika terdapat kegiatan pembelajaran yang dinilai tidak tepat, serta memberikan saran penyempurnaan pada pekerjaan guru yang tidak tepat. Dengan demikian, usaha peningkatan kualitas guru serta perbaikan keadaan pendidikan ini dapat terlaksana dengan baik.

Supervisi pendidikan di MAN 2 Bone dilaksanakan setiap awal semester ganjil dan semester genap dengan metode observasi atau pengamatan yang dilakukan di setiap kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung. Kepala sekolah sebagai supervisor melaksanakan supervisi berdasarkan pedoman supervisi yang telah ditetapkan sebelumnya, kegiatan supervisi dilaksanakan dengan menggunakan metode mendengarkan arahan langsung dari supervisor. Supervisi pendidikan di MAN 2 Bone sudah rutin dilaksanakan yaitu pada setiap awal semester ganjil dan semester genap, namun masih ada saja guru yang belum siap untuk di supervisi ditandai dengan belum lengkapnya berkas administrasi perangkat pembelajaran yaitu masih ada guru yang tidak menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang semestinya sudah dilengkapi dan disusun karena sudah ada

78 Sohirun, Administrasi Dan Supervisi Pendidikan, h.164.

pemberitahuan jadwal sebelum dilaksanakan supervisi pendidikan. Adapun tindak lanjut yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai supervisor yaitu membimbing dan mengarahkan langsung kepada guru jika dalam proses pembelajaran didapatkan kurang baik serta kelengkapan administrasi pembelajaran yang belum lengkap, mengadakan pertemuan atau rapat bersama dengan seluruh guru dan staf untuk membahas mengenai masalah yang didapatkan pada saat pelaksanaan supervisi pendidikan serta berdiskusi bersama dalam mencari solusi terhadap masalah atau kendala yang dihadapi.

2. Gambaran Mutu Sekolah di MAN 2 Bone

Berdasarkan hasil analisis deskriptif mutu sekolah di MAN 2 Bone dengan 60 guru sebagai responden, sebanyak 8 responden dengan persentase sebesar 13,33% berada pada kategori rendah hal ini disebabkan komite sekolah kurang terlibat dalam kegiatan yang dilakukan oleh pihak sekolah.

Sebanyak 40 responden dengan persentase sebesar 66.67% berada pada kategori sedang hal ini disebabkan masih perlu adanya peningkatan sarana dan prasarana digunakan dalam menunjang proses belajar mengajar di sekolah dan juga dalam hal sumber daya manusia dalam hal ini guru dan staf selalu dilakukan upaya peningkatan dengan mengikuti berbagai workshop, seminar dan pelatihan dan sebanyak 12 responden dengan persentase 20%

berada pada kategori tinggi disebabkan guru dapat mengelola proses kegiatan pembelajaran secara optimal, menggunakan media pembelajaran yang disesuaikan materi yang diajarkan, sekolah selalu melakukan pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki, serta pihak sekolah juga memberdayakan sistem penghargaan/rewards untuk mengapresiasi kinerja guru.

Menurut Machali dan Hidayat dalam konteks pendidikan mutu mencakup input, proses dan output pendidikan. Input pendidikan yang ada di MAN 2 Bone mencakup input sumber daya manusia yang meliputi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan dan peserta didik, input sarana dan

78

prasarana pendidikan seperti ruang belajar, laboratorium, perpustakaan, sarana ibadah dan lain-lain, Input perangkat lunak yang meliputi struktur organisasi sekolah, peraturan undang-undang, deskripsi penugasan, perencanaan pendidikan, program pendidikan, dan lain sebagainya, Input Hubungan masyarakat dengan sekolah dan persetujuan kerja sama dengan pihak lain (MoU), dan Input harapan harapan seperti visi, misi, tujuan, sasaran yang akan dicapai oleh MAN 2 Bone.

Proses pendidikan adalah berubahnya suatu hal menjadi sesuatu yang lain. sesuatu yang berpengaruh dalam berjalannya proses disebut dengan input, sedangkan proses dari suatu hasil disebut output.79 Proses pendidikan yang ada di MAN 2 Bone sudah berjalan dengan baik terutama dalam hal proses dalam belajar mengajar, proses penilaian, proses pada sistem pengelolaan dan proses input dengan tujuan agar bisa menghasilkan output yang berkualitas.

Berdasarkan hasil penilaian responden, mutu sekolah berada pada kategori sedang yaitu disebabkan oleh faktor sarana dan prasarana yang masih perlu ditingkatkan seperti sarana laboratorium yang masih belum dipergunakan dengan baik karena alat laboratorium yang masih kurang.

Selain itu juga disebabkan oleh faktor sumber daya manusia dalam hal ini guru dan staf selalu dilakukan upaya peningkatan dengan mengikuti berbagai workshop, seminar dan pelatihan.

Melihat bahwa hasil analisis mutu sekolah di MAN 2 Bone yaitu pada kategori sedang maka perlu bagi pihak sekolah untuk meningkatkan dan melakukan perbaikan-perbaikan pada proses pendidikan tersebut, baik dari sumber daya manusianya yang paling utama maupun sumber daya material atau segala fasilitas yang digunakan dalam menunjang proses belajar mengajar di sekolah.

79 Imam Machali and Ara Hidayat, The Hand Book of Education Management: Teori Dan Praktik Pengelolaan Sekolah/Madrasah Di Indonesia (Jakarta: Prenadamedia Group, 2016), h.366.

3. Pengaruh Supervisi Pendidikan terhadap Peningkatan Mutu Sekolah di MAN 2 Bone

Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh antara supervisi pendidikan terhadap peningkatan mutu sekolah di MAN 2 Bone. Adanya pengaruh digambarkan pada hasil analisis uji regresi linear sederhana, bahwa diperoleh arah hubungan antara variabel X dengan variabel Y dengan hasil positif (+) yang bernilai 0,875. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh supervisi pendidikan berpengaruh positif terhadap peningkatan mutu sekolah (Y). Pada pengujian statistik (uji t), hasil nilai thitung sebesar 10,778 nilai ttabel sebesar 1,670 dengan signifikansi sebesar 0,05. Dengan kriteria pengujian jika thitung lebih besar dari nilai ttabel

maka (H0) ditolak dan (Ha) diterima. Sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara Supervisi pendidikan terhadap peningkatan mutu sekolah.

Pada uji determinasi ditemukan nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0,817 dengan persentase 66,7%. Angka tersebut mengandung arti bahwa variabel (X) supervisi pendidikan berpengaruh terhadap peningkatan mutu sekolah (Y) sebesar 66,7%. Dapat disimpulkan bahwasanya supervisi pendidikan berpengaruh terhadap peningkatan mutu sekolah dan termasuk pada kategori sedang. Adapun sisanya 33,3%

merupakan faktor lain yang tidak diteliti. Seperti pemimpin/kepemimpinan, kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan serta dana pendidikan.

Supervisi pendidikan diartikan sebagai bentuk pembinaan kepada guru. Kegiatan supervisu pendidikan di MAN 2 Bone dilakukan oleh kepala sekolah sebagai supervisor yang merencanakan, mengarahkan, dan memberikan pembinaan kepada guru yang bertujuan untuk menuju situasi atau mutu pendidikan menjadi lebih baik, hal tersebut sesuai dengan teori Sohirun yang mengatakan bahwa supervisi pendidikan adalah bentuk

80

pembinaan yang bertujuan untuk menuju kearah situasi pendidikan yang lebih baik.80

Kegiatan supervisi pendidikan di MAN 2 Bone telah terlaksana dengan baik. Supervisor dalam hal ini kepala sekolah mengadakan rapat bersama dengan guru sekaligus mensosialisasikan rencana program supervisi pada setiap awal tahun pelajaran yaitu sebanyak dua kali dalam satu tahun. Kegiatan supervisi rutin dilaksanakan yaitu setiap awal semester ganjil dan semester genap, supervisor mendatangi kelas secara acak dan mensupervisi guru yang mengajar dengan membawa pedoman atau instrumen supervisi. Setelah kegiatan supervisi dilakukan guru akan mendapatkan catatan perbaikan dari supervisor jika terdapat suatu pekerjaan guru yang dinilai kurang tepat.

Supervisor melakukan pembinaan sesuai dengan hasil penilaian yang didapatkan guru. Penilaian hasil kerja bukan hanya dalam bentuk angka melainkan dalam bentuk narasi guna memberikan gambaran kepada guru untuk meningkatkan kinerja guru yang tentunya juga akan meningkatkan mutu sekolah yang ada di MAN 2 Bone.

Hasil penelitian ini juga selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Fina pada tahun 2022 dengan judul Pengaruh Supervisi Pendidikan Kepala Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di MTs Madani Alauddin Kabupaten Gowa. Dalam penelitian tersebut diperoleh ttabel sebesar 1,686 sehingga nilai thitung (3,391) > ttabel (1,686), karena thtung > ttabel maka H0

ditolak dan Ha diterima maka terdapat pengaruh antara supervise pendidikan terhadap mutu pendidikan.

Dengan demikian, berdasarkan hasil perhitungan data yang diperoleh dari lapangan terlihat pengaruh signifikan antara supervisi pendidikan terhadap peningkatan mutu sekolah di MAN 2 Bone yang berada pada kategori sedang.

80 Sohiron, Administrasi Dan Supervisi Pendidikan (Pekanbaru: Kreasi Edukasi, 2015).

Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Sahertian yang menyatakan bahwa supervisi pendidikan adalah bentuk pemberian layanan atau pembinaan untuk para guru dalam melakukan pekerjaannya yang tentunya juga akan berpengaruh pada peningkatan mutu dan kualitas pendidikan.

81 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian yang telah dikemukakan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Gambaran supervisi pendidikan di MAN 2 Bone berada pada kategori sedang yakni dengan persentase 65% yang dilihat dari hasil penilaian 60 guru sebagai responden, terbagi dalam tiga kategori, yaitu kategori rendah sebesar 16,67%

dengan jumlah 10 responden, kategori sedang sebesar 65% dengan jumlah 39 responden dan kategori tinggi sebesar 18,33% dengan jumlah 11 responden.

2. Gambaran mutu sekolah di MAN 2 Bone berada pada kategori sedang yakni dengan persentase 66,67% yang dilihat dari hasil penilaian 60 guru sebagai responden, terbagi dalam tiga kategori, yaitu kategori rendah sebesar 13,33%

dengan jumlah 8 responden, kategori sedang sebesar 66,67% dengan jumlah 40 responden dan kategori tinggi sebesar 20% dengan jumlah 12 responden.

3. Terdapat pengaruh yang signifikan antara supervisi pendidikan terhadap peningkatan mutu sekolah di MAN 2 Bone, berdasarkan hasil analisis inferensial diperoleh nilai thitung sebesar 10,778 yang berarti lebih besar dari nilai ttabel (10,778 > 1,670), serta diperoleh nilai R Square sebesar 0,817 dengan persentase 66,7% yang berarti sebesar 66,7% peningkatan mutu sekolah dipengaruhi oleh supervisi pendidikan, adapun sisanya sebesar 33,3% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar dari variabel dalam penelitian ini.

B. Implikasi Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti, adapun implikasi dalam penelitian ini yaitu:

1. Melihat bahwa supervisi pendidikan memberikan pengaruh terhadap peningkatan mutu sekolah di MAN 2 Bone, maka lebih baiknya pelaksanaan supervisi pendidikan ini lebih dioptimalkan agar kepala sekolah sebagai dapat

melaksanakan kegiatan supervisi kepada seluruh guru sehingga menghasilkan kinerja guru yang lebih maksimal pula yang tentunya akan menuju pada mutu sekolah yang lebih baik. Selain itu, kepala sekolah juga harus selalu memberdayakan sistem penghargaan/rewards untuk mengapresiasi kinerja guru sehingga guru dapat lebih semangat lagi dalam melakukan pekerjaannya.

2. Bagi guru, hendaknya terus melengkapi berkas administrasi pembelajaran yang dimiliki terutama pada administrasi mengajar yang sangat dibutuhkan guru dalam kegiatan belajar mengajar agar nantinya proses belajar mengajar lebih terarah dan terus mengikuti berbagai pelatihan atau workshop untuk meningkatkan kinerja dan kualitasnya sebagai gutu, yang mampu meningkatkan mutu pendidikan khususnya output siswa yang ada di MAN 2 Bone.

3. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat dilakukan penelitian lanjutan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan mutu sekolah dengan kajian yang lebih luas.

83

DAFTAR PUSTAKA

Agustin, Putri, and Rita Intan Permatasari. “Pengaruh Pendidikan Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Divisi New Product Development (NPD) Pada Pt. Mayora Indah Tbk.” Jurnal Ilmiah M-Progress Vol. 10, No. 2 (2020): 174–184.

Ali, Jamilah H. “Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Guru Mata Pelajaran Ipa Pada Sdn Roja 1 Ende.” Jurnal Dinamika Sains Vol. 3, No. 1 (2019): 50–56.

Anggraeni, Irma, Aan Komariah, and Taufani C Kurniatun. “Kinerja Manajerial Kepala Sekolah, Kinerja Mengajar Guru Dan Mutu Sekolah Dasar.” Jurnal Administrasi Pendidikan Vol. 23, No. 2 (2016): 134–140.

Arbangi. Manajemen Mutu Pendidikan. Depok: Prenadamedia Group, 2018.

Aripin, Arafat Yasir, and Fitria Happy. “The Effect of Certification and Principal’s Supervision toward Teacher’s Performance.” International Journal of Progressive Sciences and Technologies (IJPSAT) Vol. 20, No. 2 (2020): 19–

27.

Asy’ari, Hasyim, Zahruddin Zahruddin, and Syipa Fauziah. “Implementasi Prinsip- Prinsip Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 Di SMK Ekonomika Depok Jawa Barat.” Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 2, No. 2 (2017): 205–233.

Aziz, Rosmiaty. Supervisi Pendidikan. Yogyakarta: Penerbit Sibuku, 2016.

Cut Suryani. “Implementasi Supervisi Pendidikan Dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran Di MIN Sukadamai Kota Banda Aceh.” Jurnal Ilmiah Didaktika Vol. 16, No. 01 (2015): 24.

Daryanto, and Tutik Rachmawati. Supervisi Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media, 2015.

Dewi, Philip Fatma. “Pengaruh Guru Profesional Dan Iklim Sekolah Terhadap Mutu Pembelajaran SD Muhammadiyah Terpadu Ponorogo.” Jurnal Muslim Heritage Vol. 1, No. 2 (2017): 369–388.

Fadli, Muhammad. “Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan.” Tadbir: Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Vol. 1, No. 2 (2017).

Fatnah. “Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Di SMP Negeri Amali Kecamatan Amali Kabupaten Bone”, Skripsi, UIN Alauddin Makassar, 2017.

Hanafi, Sain, Nursangka, and Hasbi. “Pengaruh Supervisi Pendidikan Dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Melalui Kompetensi Guru Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Sekolah Menengah Kejuruan Di

Kabupaten Takalar.” Journal Of Managemen Vol. 2, No. 3 (2019): 1–40.

Handayani, Lina, and Sukirman. “Kontribusi Supervisi Kepala Sekolah Pada Peningkatan Kualitas Pembelajaran Di SMP 3 Bae Kudus.” EduPsyCouns Journal Vol. 2, No. 1 (2020): 297–310.

Hermawan, Iwan. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif Dan Mixed Methode. Kuningan: Hidayatul Quran Kuningan, 2019.

Hidayat, Rahmat, and Abdillah. Ilmu Pendidikan Konsep, Teori Dan Aplikasinya.

Medan: Lembaga Peduli PengembanganPendidikan Indonesia(LPPPI), 2019.

Imron, Imron. “Analisa Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Menggunakan Metode Kuantitatif Pada CV. Meubele Berkah Tangerang.”

Indonesian Journal on Software Engineering (IJSE) Vol. 5, No. 1 (2019): 19–

28.

Irfan. “Konsep Al- Mu’amanah Dalam Al - Qur’an (Suatu Kajian Tafsir Tematik).”

Al-Tadabbur: Jurnal Kajian Sosial, Peradaban dan Agama Vol. 6, No. 2 (2020): 279–291.

Kadir. Kadir, Statistika Terapan Cet. Jakarta: Rajawali Pers, 2015.

Kadir, Abdul. “Pengaruh Kompetensi Dosen Dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Analisis Statistika Mahasiswa Ftik Iain Kendari.” Al-Izzah:

Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol. 13, No. 1 (2018): h. 1.

Kasmawati. “Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Mendukung Peningkatan Mutu Pendidikan Islam (Studi Multi Kasus Di MTs Negeri Dan MTs Madani Alauddin Kabupaten Gowa Sul-Sel).” Disertasi, Universitas Muslim Indonesia, 2022.

Kementrian Agama RI. Al-Qur’an Dan Terjemahan. Jawa Barat: Sygma Creative Media Grup, 2014.

Kristiawan, Muhammad, Yuyun Yuniarsih, Happy Fitria, and Nola Refika.

Supervisi Pendidikan. Bandung: Penerbit Alfabeta, 2019.

www.cvalfabeta.com.

———. Supervisi Pendidikan. Bandung: Alfabeta Bandung, 2019.

Kurniati. “Pendekatan Supervisi Pendidikan.” Jurnal Idaarah Vol. 4, No. 1 (2020):

54.

Machali, Imam, and Ara Hidayat. The Hand Book of Education Management: Teori Dan Praktik Pengelolaan Sekolah/Madrasah Di Indonesia. Jakarta:

Prenadamedia Group, 2016.

85

Maimunah. “Pendekatan Dan Teknik Supervisi Pendidikan.” Jurnal Al-Afkar Vol.

8, No. 1 (2020): 96.

Maimunah, Binti. Landasan Pendidikan. Yogyakarta: Penerbit Teras, 2009.

Marmoah, Sri. Administrasi Dan Supervisi Pendidikan Teori Dan Praktek.

Yogyakarta: Deepublish, 2018.

Mutohar Masrokan, Prim. Manajemen Mutu Sekolah : Strategi Peningkatan Mutu Dan Daya Saing Lembaga Pendidikan Islam. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2014.

Nasution, Leni Masnidar. “Statistik Deskriptif.” Jurnal Hikmah Vol. 14, No. 1 (2017): 52.

Nasyirwan. “Pencapaian 8 (Delapan) Standar Nasional Pendidikan Oleh Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Mutu Lulusan.” Manajer Pendidikan Vol. 9, No. 6 (2015): 725–726.

Nurul Rafiqa Yasmin. “Pengaruh Penerapan Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Di SMPN 3 Barru”, Skripsi, UIN Alauddin Makassar, 2018.

Pagga, Pagga. “Peranan Supervisi Pendidikan.” Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan Vol. 6, No. 1 (2020): 112–119.

Pemerintah Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan, 2021.

Prabowo, Yoga Sari. “Supervisi Pendidikan Agama Islam ( Kajian Al- Qur ’ an Dan Hadits ).” Jurnal Edukasi Vol. 3, No. 1 (2015): 126–156.

Purwanto, Ngalim. Administrasi Dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.

Rahman, Abd. “Supervisi Dan Pengawasan Dalam Pendidikan.” Jurnal Pilar Vol.

12, No. 2 (2021): 50–65.

Rohman, Arif. Memahami Pendidikan Dan Ilmu Pendidikan. Yogyakarta:

LaksBang Mediatama Yogyakarta, 2008.

Sahertian. Supervisi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2000.

Sastradiharja, E Junaidi. “Supervisi Pembelajaran Berbasis Al-Qur’an.” Mumtaz:

Jurnal Studi Al-Qur’an dan Keislaman Vol. 1, No. 2 (2019): 51–68.

Setiyadi, Bradley. Supervisi Dalam Pendidikan. Jawa Tengah: CV. Sarnu Untung, 2020.

Shaifudin, Arif. “Supervisi Pendidikan.” El-Wahdah: Jurnal Pendidikan Vol. 1,

No. 2 (2020): h. 28.

Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Mishbah : Pesan Kesan Dan Keserasian Al-Qur’an.

Jakarta: Penerbit Lentera Hati, 2002.

Sitorus, Awaluddin, and Siti Kholipah. Supervisi Pendidikan (Teori Dan Pengaplikasian). Lampung: Swalova Publishing, 2018.

Slameto. “Supervisi Pendidikan Oleh Pengawas Sekolah.” Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 3, No. 2 (2016): 192.

Sohiron. Administrasi Dan Supervisi Pendidikan. Pekanbaru: Kreasi Edukasi, 2015.

Sudaryono. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan Mix Method. Depok:

Rajawali Pers, 2019.

Sukmawati, Henni. “Fungsi Supervisi Pendidikan.” Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 3, No. 2 (2017): 143–149.

Sulistiawan, Deni, Sukisno S. Riadi, and Siti Maria. “Pengaruh Budaya Organisasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai.” Jurnal Kinerja Vol. 14, No. 2 (2017): h. 64.

Timor, Handriyani, Udin Syaefudin Saud, and Dadang Suhardan. “Mutu Sekolah : Antara Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan Kinerja Guru.” Jurnal Administrasi Pendidikan Vol. 25, No. 1 (2018): 21–30.

Wahyuningsih, Sry. “Pengaruh Supervisi Pendidikan Terhadap Kemampuan Profesional Guru Dan Implikasinya Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Madrasah Ibtidaiyah Negeri Se-Kabupaten Banyumas”, Tesis, IAIN Purwokerto, 2017.

Widagdo, Bambang Wisnu, Murni Handayani, and Agus Suharto. “Dampak Pandemi Covid-19 Terhadsap Perilaku Peserta Didik Pada Proses Pembelajaran Daring Menggunkan Metode Pengukuran Skala Likert.” Jurnal Teknologi Informasi ESIT Vol. 15, No. 2 (2020): h. 66.

Widana, I Wayan. Uji Persyaratan Analisis. Lumajang: Klik Media, 2020.

Wijaya, Candra, and Muhammad Rifa’i. Dasar-Dasar Manajemen Mengoptimalkan Pengelolaan Organisasi Secara Efektif Dan Efesien. Medan:

Perdana Publishing, 2016.

Wulandari, Ayu, Eripudin, and Arifannisa. “Sistem Pendidikan Indonesia Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan.” Jurnal Pendidikan Edu Research Vol. 7, No.

2 (2018): 9–16.

87

Yati, Yuliza Utmi. “Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 19 Kota Jambi”, Skripsi, UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, 2019.

Yusup, Febrinawati. “Uji Validitas Dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Kuantitatif.” Jurnal Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 7, No. 1 (2018): h. 17.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

109

DOKUMENTASI

Tampak Depan MAN 2 Bone

Membagikan Angket Penelitian Kepada Guru

Membagikan Angket Penelitian Kepada Guru

Suasana Belajar Mengajar di MAN 2 Bone

Dokumen terkait