• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

F. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini teknik pengolahan data yang digunakan peneliti dalam menjawab rumusan masalah dan hipotesis yaitu menggunakan teknik pengolahan data yang statistik diantaranya teknik analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial.

1. Teknik analisis deskriptif

Analisis deskriptif merupakan bentuk analisis data penelitian yang berfungsi menguji generalisasi hasil penelitian yang didasarkan atas satu

sampel. Dimana pada teknik ini dilakukan untuk melihat hasil analisis hipotesis penelitian dapat digeneralisasikan atau tidak. Jika hipotesis nol (H0) diterima, berarti hasil penelitian dapat digeneralisasikan.72

Adapun langkah-langkah teknik analisis statistik deskriptif sebagai berikut:

a. Menghitung besarnya range dengan rumus:

R = NT โ€“ NR Keterangan:

R : Range

NT : Nilai Tertinggi NR : Nilai Terendah

b. Menghitung banyaknya kelas interval dengan rumus:

i = 1 + (3,3) log n Keterangan:

i : interval

n : jumlah responden

c. Menghitung panjang kelas interval dengan rumus:

P= ๐‘น

๐’Š

Keterangan:

P : Panjang Kelas R : Range

72Leni Masnidar Nasution, โ€œStatistik Deskriptif,โ€, Jurnal Hikmah, Vol. 14, No. 1 (2017): h.

52.

46

i : Interval

d. Menghitung mean (nilai rata-rata) dengan rumus:

๐‘ฅฬ… = ๐›ด๐‘“๐‘–. ๐‘ฅ๐‘– ๐›ด๐‘“๐‘– Keterangan:

๐‘ฅฬ… : Mean (nilai rata-rata)

โˆ‘๐‘“๐‘– : Jumlah frekuansi x๐‘– : Batas kelas interval

e. Menghitung persentase frekuensi dengan rumus:

P = ๐‘“๐‘› x 100%

Keterangan:

P: Presentase

F: Frekuensi Jawaban n: Jumlah responden

f. Menghitung Standar Deviasi

๐‘†๐ท = โˆšโˆ‘๐‘“๐‘–(๐‘ฅ๐‘– โˆ’ ๐‘ฅ)2 n โˆ’ 1

Keterangan:

SD: Standar Deviasi

โˆ‘fi: jumlah frekuensi x: Skor Siswa

N: jumlah responden.

a. Menghitung varian dengan rumus:

๐‘†2=๐‘› ฮฃ๐‘“๐‘–.๐‘‹๐‘–

2โˆ’(ฮฃ๐‘“๐‘–.๐‘‹๐‘–)2 ๐‘› (๐‘›โˆ’1)

b. Interpretasi skor responden dengan menggunakan tiga kategori, dengan rumus:73

Tabel 3. 2 Kategorisasi Skor Responden

Keterangan:

ยต : Mean

ฯƒ : Standar deviasi 2. Teknik analisis inferensial

Menurut Burhan dalam Abdul Kadir Statistik inferensial juga sering dikenal dengan istilah statistik induktif, yaitu statistik yang menyediakan aturan atau metode yang dapat digunakan untuk membuat ramalan, membuat taksiran dan mengambil kesimpulan yang bersifat umum dari sekumpulan data (sampel) yang dipilih secara acak dari saluruh data yang menjadi subjek kajian (populasi).74 Adapun cara yang digunakan peneliti dalam mengambil kesimpulan yaitu dengan menggunakan uji signifikansi parameter individual. Menurut Ghozali dalam Amirul Khoirudin bahwa Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t) merupakan uji yang

73 Saifuddin Aswar, Penyusunan skala psikologi Cet. II (Yogyakarta; Pustaka Pelajar, 2012), h. 149.

74 Abdul Kadir, โ€œPengaruh Kompetensi Dosen Dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Analisis Statistika Mahasiswa Ftik Iain Kendari,โ€ Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian, Vol. 13, No. 1 (2018): h. 1.

Kategori Kategori

Tinggi X โ‰ฅ ( ยต + ฯƒ)

Sedang ( ยต - ฯƒ) โ‰ค X ห‚ (ยต + ฯƒ)

Rendah X ห‚ (ยต - ฯƒ)

48

dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen.

Analisis inferensial digunakan untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh Supervisi Pendidikan terhadap Peningkatan Mutu Sekolah di MAN 2 Bone. Untuk menyatakan ada atau tidaknya digunakan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Uji Prasyarat Penelitian 1) Uji Normalitas

Uji Normalitas digunakan untuk membuktikan sampel berasal dari suatu populasi berdistribusi normal atau tidak. Uji ini juga digunakan untuk menghasilkan angka yang lebih detail, apakah suatu persamaan regresi yang akan dipakai lolos normalitas. Uji normalitas dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS dengan kriteria pengujian sebagai berikut:

a) Nilai sig > 0,05; sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel penelitian berasal dari populasi yang terdistribusi normal

b) Nilai sig < 0,05; sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel penelitian berasal dari populasi yang tidak terdistribusi normal.75 2) Uji Linearitas

Uji linearitas dilakukan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat apakah linear atau tidak.

Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah hubungan antara variabel-variabel bebas dan terikat penelitian tersebut terletak

75 I Wayan Widana, Uji Persyaratan Analisis (Lumajang: Klik Media, 2020), h.2.

pada suatu garis lurus atau tidak. Pengujian linearitas diolah dengan bantuan program aplikasi SPSS 25 for windows dengan analisis Anova, kemudian membandingkan ๐นโ„Ž๐‘–๐‘ก๐‘ข๐‘›๐‘” dan ๐น๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘’๐‘™ dengan kriteria pengujian sebagai berikut :

a) Jika nilai ๐นโ„Ž๐‘–๐‘ก๐‘ข๐‘›๐‘” < ๐น๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘’๐‘™ maka terdapat hubungan yang linear antar variabel.

b) Jika nilai ๐นโ„Ž๐‘–๐‘ก๐‘ข๐‘›๐‘” > ๐น๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘’๐‘™ maka tidak terdapat hubungan yang linear antar variabel.76

b. Analisis regresi sederhana

Adapun persamaan regresi sederhana Y= a+bX

Keterangan:

Y: Subjek dalam variabel dependen yang diprediksikan a: Bilangan konstan

b: Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b (+) maka naik, bila b (-) maka terjadi penurunan.

X: Subjek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu.

Untuk menghitung nilai a dengan menggunakan persamaan:

๐›ผ = (โˆ‘ ๐‘Œ) (โˆ‘ ๐‘‹2) โˆ’ (โˆ‘ ๐‘‹) (โˆ‘ ๐‘‹๐‘Œ) ๐‘› โˆ‘ ๐‘‹2โˆ’ (โˆ‘ ๐‘‹)2

Untuk menghitung nilai b dengan menggunakan persamaan:

๐‘ = ๐‘› โˆ‘ ๐‘‹๐‘Œ โˆ’ (โˆ‘ ๐‘‹) (โˆ‘ ๐‘Œ) ๐‘› โˆ‘ ๐‘‹2 โˆ’ (โˆ‘ ๐‘‹)2

76 I Wayan Widana, Uji Persyaratan Analisis (Lumajang: Klik Media, 2020), h.54.

50

Keterangan:

X : Variabel Dependen Y : Variabel Independen c. Uji signifikansi (Uji t)

Uji ini digunakan untuk menguji dan mengetahui ada tidaknya Pengaruh Supervisi Pendidikan Terhadap Peningkatan Mutu Sekolah di MAN 2 Bone. Sebelum dilanjutkan dengan penguji hipotesis yang telah ditentukan maka terlebih dahulu dicari kesalahan baku regresi dan kesalahan baku koefisien b (penduga b) sebagai berikut77:

a) Untuk regresi, kesalahan bakunya dirumuskan:

๐‘†๐‘’ = โˆšโˆ‘ ๐‘Œ2 โˆ’ (๐‘Ž โˆ‘ ๐‘Œ) โˆ’ ๐‘ (โˆ‘ ๐‘‹๐‘Œ) ๐‘› โˆ’ 2

b) Menghitung penduga untuk a dan b

๐‘†๐‘ = ๐‘†๐‘’

โˆšโˆ‘ ๐‘‹2โˆ’ (โˆ‘ ๐‘‹)2 d. Uji Hipotesis ๐‘›

Hipotesis penelitian adalah Terdapat Pengaruh Supervisi Pendidikan Terhadap Peningkatan Mutu Sekolah di MAN 2 Bone sedangkan hipotesis statistiknya adalah:

H0 : ๐›ฝ = 0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara supervisi pendidikan dengan peningkatan mutu sekolah di MAN 2 Bone.

Ha : ๐›ฝ โ‰  0 : Ada pengaruh yang signifikan antara supervisi pendidikan dengan peningkatan mutu sekolah di MAN 2 Bone.

77Kadir, Kadir, Statistika Terapan Cet, I (Jakarta: Rajawali Pers, 2015), h. 181. (Jakarta:

Rajawali Pers, 2015). h. 181

Statistik uji yang digunakan untuk menguji signifikan dari koefisien a dan b pada persamaan regresi Y = a + bX adalah statistik uji t. Adapun rumus menentukan ๐‘กโ„Ž๐‘–๐‘ก๐‘ข๐‘›๐‘”

๐‘ก

โ„Ž๐‘–๐‘ก๐‘ข๐‘›๐‘”

=

๐‘

๐‘ ๐‘

Keterangan:

t : 0,05;n b : n-2k

sb : Simpangan baku/ kesalahan baku

Bandingkan ๐‘ก๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘’๐‘™ untuk ๐›ผ = 0,05 dengan ๐‘กโ„Ž๐‘–๐‘ก๐‘ข๐‘›๐‘”. Jika ๐‘กโ„Ž๐‘–๐‘ก๐‘ข๐‘›๐‘” < ๐‘ก๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘’๐‘™

maka H0 diterima dan Ha ditolak , hal ini berarti konstanta persamaan regresi tidak signifikan. sedangkan apabila ๐‘กโ„Ž๐‘–๐‘ก๐‘ข๐‘›๐‘” > ๐‘ก๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘’๐‘™ maka H0 ditolak dan Ha diterima atau koefisien regresi bersifat signifikan

52 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum MAN 2 Bone

1. Sejarah Singkat MAN 2 Bone

MAN 2 Bone adalah salah satu satuan pendidikan dengan jenjang Madrasah Aliyah di Kel. Taโ€™, Kec. Tanete Riattang, Kab. Bone, Sulawesi Selatan. Dalam menjalankan kegiatannya, MAN 2 Bone berada di bawah naungan Kementerian Agama.

Optimisme kepemimpinan oleh Bapak Kepala Madrasah diharap mampu lebih mendongkrak prestasi akademik maupun non akademik Siswa/i MAN 2 Bone dikemudian hari, dan yang lebih penting Mutu SDM Pendidik dan Tenaga Kependidikan dapat lebih diperhatikan dan dikembangkan dimasa mendatang. kini Madrasah Aliyah Negeri 2 Bone dibawa kendali Bapak Drs. H. Muslimin, MM yang menggantikan bapak Drs. H.Abbas, M.Pd.I pada bulan September 2019 yang dimutasikan ke MAN 1 Bone, Kepala MAN 2 Bone terus berbenah dan meningkatkan sarana dan prasarananya sehingga dapat meningkatkan prestasi Madrasah, baik prestasi akademik maupun prestasi non akademik.

2. Profil MAN 2 Bone

Nama Madrasah : MAN 2 Bone

NPSN : 40320403

Alamat : Jln. Yos Sudarso

Kelurahan : Taโ€™

Kecamatan : Tanete Riattang

Kabupaten : Bone

Provinsi : Sulawesi Selatan Status Madrasah : Negeri

Tanggal Pendirian : 25 April 1990

Akreditasi : A

Status Tanah : Hak Milik

E-mail : [email protected] 3. Visi dan Misi MAN 2 Bone

Visi :

โ€œMewujudkan Madrasah yang berkarakter, berprestasi, Cerdas, Inovatif, Terampil dan Amanahโ€œ

Misi :

a) Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengembangan sikap ilmiah

b) Menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bersih dan nyaman c) Mengaplikasikan nilai-nilai akhlakul karimah

d) Mengembangkan kinerja dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan

e) Meningkatkan semangat keunggulan kepada peserta didik melalui pengembangan bakat dan minat siswa.

f) Meningkatkan kualitas pelayanan dengan cepat, tepat dan efektif

g) Mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran dan administrasi Madrasah.

4. Kondisi Guru dan Tenaga Kependidikan

Tabel 4. 1 Kondisi guru dan tenaga kependidikan

Sumber : Tata Usaha MAN 2 Bone

No Jabatan/Tugas Status

Jumlah PNS NON PNS

1 Kepala Madrasah 1 - 1

2 Wakil Kepala Madrasah 4 - 4

3 Guru 48 12 60

4 Tenaga Kependidikan 6 11 17

54

5. Kondisi Peserta Didik

Tabel 4. 2 Kondisi peserta didik

Sumber : Tata Usaha MAN 2 Bone 6. Kondisi Sarana dan Prasarana

Tabel 4. 3 Kondisi sarana dan prasarana

No Jenis Sarana dan Prasarana Jumlah Keterangan

1 Ruang Kepala Madrasah 1 Baik

2 Ruang Wakil Kepala Madrasah 1 Baik

3 Ruang Kelas 18 Baik

4 Ruang Guru 1 Baik

5 Ruang Tata Usaha 1 Baik

6 Laboratorium 1 Baik

7 Laboratorium Komputer 3 Baik

8 Perpustakaan 1 Baik

9 Masjid 1 Renovasi

10 Toilet 6 Baik

11 Lapangan 1 Baik

12 Lapangan Bulutangkis 1 Baik

13 Ruang Multimedia 1 Baik

14 Rumah untuk Penjaga 1 Baik

Rombel Jenis Kelamin

Jumlah

Lk Pr

Kelas X 107 138 245

Kelas XI 81 114 195

Kelas XII 78 146 224

Total 266 398 664

No Jenis Sarana dan Prasarana Jumlah Keterangan

15 Lemari 28 Baik

16 Rak Buku 7 Baik

17 Meja Guru dan Pegawai 72 Baik

18 Kursi Guru dan Pegawai 92 Baik

19 Meja Siswa 410 Baik

20 Kursi Siswa 580 Baik

21 Bangku 37 Baik

22 Kursi Tamu 3 Baik

23 Papan Tulis 21 Baik

Sumber : Tata Usaha MAN 2 Bone B. Hasil Penelitian

1. Karakteristik Responden

Untuk pembahasan secara mendasar dan komprehensif dari hasil penelitian ini, diperlukan gambaran tentang karakter responden yang mencakup jenis kelamin, pendidikan terakhir, dan status kepegawaian.

Tabel 4. 4 Data jenis kelamin responden

No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase(%)

1 Perempuan 45 75%

2 Laki-Laki 15 25%

Jumlah 60 100%

Sumber : Data diolah, 10 Maret 2023

Tabel 4. 5 Data pendidikan terakhir responden

Sumber : Data diolah, 10 Maret 2023 No Pendidikan

Terakhir Frekuensi Persentase(%)

1 S1 42 70%

2 S2 18 30%

Jumlah 60 100%

56

Tabel 4. 6 Data status kepegawaian

No Status

Kepegawaian Frekuensi Persentase(%)

1 PNS 48 80%

2 NON-PNS 12 20%

Jumlah 60 100%

Sumber : Data diolah, 10 Maret 2023

2. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen a. Hasil Uji Validitas

Suatu instrumen dapat diketahui valid atau tidaknya dilihat dari perbandingan rhitung dengan rtabel. Jika rhitung lebih besar atau sama dengan rtabel, maka dikatakan valid. Untuk mengetahui rtabel maka didasarkan pada dk atau derajat kebebasan yaitu dk = n-2, n = 60, dk = 60-2 = 58, dengan taraf signifikansi 5% maka diperoleh rtabel = 0,254. Adapun hasil uji validitas dengan menggunakan SPSS 25 for windows yaitu pada tabel berikut ini :

Tabel 4. 7 Hasil Uji Validitas Variabel Supervisi Pendidikan

No. Item rhitung rtabel Keterangan

1 0,480 0,254 Valid

2 0,365 0,254 Valid

3 0,587 0,254 Valid

4 0,612 0,254 Valid

5 0,603 0,254 Valid

6 0,557 0,254 Valid

7 0,599 0,254 Valid

8 0,459 0,254 Valid

9 0,548 0,254 Valid

No. Item rhitung rtabel Keterangan

10 0,683 0,254 Valid

11 0,574 0,254 Valid

12 0,535 0,254 Valid

13 0,563 0,254 Valid

14 0,537 0,254 Valid

15 0,607 0,254 Valid

16 0,583 0,254 Valid

17 0,724 0,254 Valid

18 0,611 0,254 Valid

19 0,618 0,254 Valid

20 0,441 0,254 Valid

21 0,761 0,254 Valid

22 0,623 0,254 Valid

23 0,697 0,254 Valid

24 0,709 0,254 Valid

25 0,497 0,254 Valid

Sumber : Output SPSS 25

Hasil uji validitas item pernyataan sebagaimana pada tabel 4.7 yang digunakan untuk mengukur supervisi pendidikan diperoleh rhitung> 0,254.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan yang digunakan dalam angket dapat dinyatakan valid atau telah memenuhi syarat valid.

Tabel 4. 8 Hasil Uji Validitas Variabel Mutu Sekolah

No. Item rhitung rtabel Keterangan

1 0,522 0,254 Valid

2 0,659 0,254 Valid

3 0,374 0,254 Valid

58

No. Item rhitung rtabel Keterangan

4 0,614 0,254 Valid

5 0,709 0,254 Valid

6 0,447 0,254 Valid

7 0,619 0,254 Valid

8 0,645 0,254 Valid

9 0,66 0,254 Valid

10 0,557 0,254 Valid

11 0,497 0,254 Valid

12 0,597 0,254 Valid

13 0,737 0,254 Valid

14 0,681 0,254 Valid

15 0,676 0,254 Valid

16 0,614 0,254 Valid

17 0,589 0,254 Valid

18 0,741 0,254 Valid

19 0,603 0,254 Valid

20 0,642 0,254 Valid

21 0,681 0,254 Valid

22 0,670 0,254 Valid

23 0,610 0,254 Valid

24 0,643 0,254 Valid

25 0,687 0,254 Valid

Sumber : Output SPSS 25

Hasil uji validitas item pernyataan sebagaimana pada tabel 4.8 yang digunakan untuk mengukur mutu sekolah diperoleh rhitung > rtabel yaitu rhitung> 0,254. Sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan yang digunakan dalam angket dapat dinyatakan valid atau telah memenuhi syarat valid.

b. Hasil Uji Reliabilitas

Instrumen penelitian yang digunakan harus memiliki sifat reliabel.

Reliabel yaitu suatu instumen haruslah memiliki ukuran yang konsisten apabila digunakan dalam pengukuran berulang kali. Suatu instrumen kuesioner dikatakan reliabel apabila memiliki nilai Cronbach Alpha> 0,60.

Adapun hasil uji reliabilitas menggunakan SPSS 25 for windows yaitu sebagai berikut:

Supervisi Pendidikan

Mutu Sekolah

Tabel 4. 9 Hasil Uji Reliabilitas Variabel

No Variabel Koefisien Alpha Keterangan 1 Supervisi Pendidikan 0,913 Reliabel

2 Mutu Sekolah 0,933 Reliabel

Sumber : Output SPSS 25

Berdasarkan tabel 4.9 di atas, diketahui bahwa nilai koefisien alpha Supervisi Pendidikan sebesar 0,913 dan nilai koefisien alpha Mutu Sekolah sebesar 0,933 lebih besar dari 0,60, sehingga angket yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan reliabel.

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

,913 25

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

,933 25

60

3. Hasil Pengolahan Data Supervisi Pendidikan dan Mutu Sekolah a. Analisis Deskriptif Supervisi Pendidikan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap supervisi pendidikan di MAN 2 Bone, dengan menggunakan 60 responden, maka diperoleh gambaran sebagai berikut:

1) Menghitung besar range atau rentang R = NT โ€“ NR

= 125 โ€“ 90

= 35

2) Menghitung jumlah kelas interval i = 1 + (3,3) log n

= 1 + (3,3) log 60

= 1 + (3,3) 1,778

= 1 + 5,867

= 6, 867

= 7 (dibulatkan)

3) Menghitung panjang kelas interval P = Ri

= 35

7

= 5

4) Menghitung nilai rata-rata (mean)

Tabel 4. 10 Tabulasi Data untuk menghitung Nilai Mean

No. Interval fi xi fi.xi

1 90-94 2 92 184

2 95-99 8 97 776

3 100-104 18 102 1836

4 105-109 12 107 1284

๐’™ ฬ… =

๐œฎ๐’‡๐’Š.๐’™๐’Š๐œฎ๐’‡๐’Š

= 6420

60 = 107

5) Menghitung presentasi frekuensi P = ๐’๐’‡ x 100%

Tabel 4. 11 Data Presentasi Frekuensi

No. Interval fi Persentase

1 90-94 2 3,3%

2 95-99 8 13,3%

3 100-104 18 30%

4 105-109 12 20%

5 110-114 8 13,3%

6 115-119 6 10%

7 120-124 4 6,7%

8 125-129 2 3,3%

Jumlah 60 100%

No. Interval fi Xi fi.xi

5 110-114 8 112 896

6 115-119 6 117 702

7 120-124 4 122 488

8 125-129 2 127 254

Jumlah 60 6420

62

6) Menghitung standar deviasi

Tabel 4. 12 Data Standar Deviasi

No. Interval fi xi ๐’™๐’Š โˆ’ ๐’™ฬ… (๐’™๐’Š โˆ’ ๐’™ฬ…)2 fi (๐’™๐’Š โˆ’ ๐’™ฬ…)2

1 90-94 2 92 -15 225 450

2 95-99 8 97 -10 100 800

3 100-104 18 102 -5 25 450

4 105-109 12 107 0 0 0

5 110-114 8 112 5 25 200

6 115-119 6 117 10 100 600

7 120-124 4 122 15 225 900

8 125-129 2 127 20 400 800

Jumlah 60 20 1100 4200

๐‘†๐ท = โˆšโˆ‘ ๐‘“๐‘–(๐’™๐’Šโˆ’ ๐’™ฬ…)๐Ÿ

๐‘›โˆ’1

= โˆš4200

60โˆ’1

= โˆš4200

59

= โˆš71,18

= 8,43 = 8

7) Kategorisasi Skor Responden

Range = 35

Mean = 107

SD = 8

a) Rendah = X ห‚ (ยต - ฯƒ)

= X < 107 โ€“ 8)

= X < 99

b) Sedang = ( ยต - ฯƒ) โ‰ค X ห‚ (ยต + ฯƒ)

= (107 โ€“ 8 ) โ‰ค X < (107 + 8)

= 99 โ‰ค X < 115 c) Tinggi = X โ‰ฅ (ยต + ฯƒ)

= X โ‰ฅ (107+8)

= X โ‰ฅ 115

Tabel 4. 13 Kategorisasi Skor Responden No Batas

Kategori Interval Frekuensi Persentase Kategori 1 X ห‚ (ยต - ฯƒ) X < 99 10 16,67% Rendah 2 ( ยต - ฯƒ) โ‰ค X

ห‚ (ยต + ฯƒ) 99 โ‰ค X < 115 39 65% Sedang

3 X โ‰ฅ (ยต + ฯƒ) X โ‰ฅ 115 11 18,33% Tinggi

Adapun perolehan gambaran supervisi pendidikan pada tabel 4.13 yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu kategori rendah, kategori sedang dan kategori tinggi. Dikatakan kategori rendah karena supervisi pendidikan yang ada di MAN 2 Bone dilakukan dengan memilih kelas secara acak untuk disupervisi sehingga ada beberapa guru yang ketika disupervisi di kelas menjadi kaku dan gugup. Dikatakan kategori sedang karena pelaksanaan supervisi pendidikan di MAN 2 Bone telah terlaksana dengan baik dan telah dilakukan penjadwalan sebelum dilakukan supervise. Dan dikatakan kategori tinggi karena pelaksanaan supervise pendidikan di MAN 2 Bone telah terlaksana dengan baik dan sesuai jadwal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa supervisi pendidikan di MAN 2 Bone berada pada kategori sedang yakni dengan persentase 65%.

b. Analisis Deskriptif Mutu Sekolah

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap supervisi pendidikan di MAN 2 Bone, dengan menggunakan 60 responden, maka diperoleh gambaran sebagai berikut:

64

1) Menghitung besar range atau rentang R = NT โ€“ NR

= 125 โ€“ 89

= 36

2) Menghitung jumlah kelas interval i = 1 + (3,3) log n

= 1 + (3,3) log 60

= 1 + (3,3) 1,778

= 1 + 5,867

= 6, 867

= 7 (dibulatkan)

3) Menghitung panjang kelas interval P = Ri

= 36

7

= 5,14 = 5

4) Menghitung nilai rata-rata (Mean)

Tabel 4. 14 Tabulasi data untuk menghitung nilai Mean

No Interval fi xi fi.xi

1 89-93 2 91 182

2 94-98 3 96 288

3 99-103 17 101 1717

4 104-108 17 106 1802

5 109-113 8 111 888

6 114-118 3 116 348

7 119-123 5 121 605

8 124-128 5 126 630

Jumlah 60 6460

๐’™

ฬ… =

๐œฎ๐’‡๐’Š.๐’™๐’Š๐œฎ๐’‡๐’Š

= 6460

60 = 107,66

= 108 (dibulatkan )

5) Menghitung presentasi frekuensi P = ๐’๐’‡ x 100%

Tabel 4. 15 Data Presentasi Frekuensi No. Interval fi Persentase

1 89-93 2 3,3%

2 94-98 3 5%

3 99-103 17 28,3%

4 104-108 17 28,3%

5 109-113 8 13,3%

6 114-118 3 5%

7 119-123 5 8,3%

8 124-128 5 8,3%

Jumlah 60 100%

6) Menghitung standar deviasi

Tabel 4. 16 Data Standar Deviasi

No. Interval fi Xi ๐’™๐’Š โˆ’ ๐’™ฬ… (๐’™๐’Š โˆ’ ๐’™ฬ…)2 fi (๐’™๐’Š โˆ’ ๐’™ฬ…)2

1 89-93 2 91 -17 289 578

66

No. Interval fi Xi ๐’™๐’Š โˆ’ ๐’™ฬ… (๐’™๐’Š โˆ’ ๐’™ฬ…)2 fi (๐’™๐’Š โˆ’ ๐’™ฬ…)2

2 94-98 3 96 -12 144 432

3 99-103 17 101 -7 49 833

4 104-108 17 106 -2 4 68

5 109-113 8 111 3 9 72

6 114-118 3 116 8 64 192

7 119-123 5 121 13 169 845

8 124-128 5 126 18 342 1620

Jumlah 60 4 1052 4640

๐‘†๐ท = โˆšโˆ‘ ๐‘“๐‘–(๐’™๐’Šโˆ’ ๐’™ฬ…)๐Ÿ

๐‘›โˆ’1

= โˆš4640

60โˆ’1

= โˆš4640

59

= โˆš78,64

= 8,86

= 9 (Dibulatkan)

7) Kategorisasi Skor Responden

Range = 36

Mean = 108

SD = 9

a) Rendah = X ห‚ (ยต - ฯƒ)

= X < 108 โ€“ 9)

= X < 99

b) Sedang = ( ยต - ฯƒ) โ‰ค X ห‚ (ยต + ฯƒ)

= (108 โ€“ 9 ) โ‰ค X < (108 + 9)

= 99 โ‰ค X < 117 c) Tinggi = X โ‰ฅ (ยต + ฯƒ)

= X โ‰ฅ (108+9)

= X โ‰ฅ 117

Tabel 4. 17 Kategorisasi Skor Responden No Batas

Kategori Interval Frekuensi Persentase Kategori

1 X ห‚ (ยต - ฯƒ) X < 99 8 13,33% Rendah

2 ( ยต - ฯƒ) โ‰ค X

ห‚ (ยต + ฯƒ) 99 โ‰ค X < 117 40 66,67% Sedang

3 X โ‰ฅ (ยต + ฯƒ) X โ‰ฅ 117 12 20% Tinggi

Adapun perolehan gambaran mutu sekolah pada tabel 4,17 yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu kategori rendah, kategori sedang dan kategori tinggi. Dikatakan kategori rendah karena komite sekolah kurang terlibat dalam kegiatan yang dilakukan oleh pihak skeolah. Dikatakan kategori sedang karena masih perlu adanya peningkatan sarana dan prasarana yang digunakan dalam menunjang proses belajar mengajar.

Dikatakan kategori tinggi karena guru dapat mengelola proses kegiatan pembelajaran secara optimal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mutu sekolah di MAN 2 Bone berada pada kategori sedang yakni dengan persentase 66,67%.

c. Analisis Pengaruh Supervisi Pendidikan terhadap Peningkatan Mutu Sekolah di MAN 2 Bone

1) Uji Prasyarat Penelitian a) Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak maka dilakukan pengujian One Sample kolmogrov Smirnov menggunakan aplikasi SPSS 25 for windows. Uji

68

normalitas dilakukan pada data hasil angket supervisi pendidikan dan mutu sekolah di MAN 2 Bone. Taraf signifikansi yang digunakan pada data tersebut adalah ฮฑ = 0,05. Berikut hasil uji normalitas pada data hasil angket supervisi pendidikan dan mutu sekolah di MAN 2 Bone.

Tabel 4. 18 Uji Normalitas Supervisi Pendidikan dan Mutu Sekolah

Sumber : Output SPSS 25

Berdasarkan output SPSS 25 for windows di atas diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,200 yang berarti nilai signifikan lebih besar dari nilai ฮฑ (0,200> 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa data supervisi pendidikan dan mutu sekolah berdistribusi normal, karena salah satu syarat suatu data berdistribusi normal yaitu jika nilai signifikan yang diperoleh lebih besar dari 0,05, sedangkan hasil yang diperoleh pada tabel di atas yaitu nilai signifikansi 0,200 > 0,05.

b) Uji Linearitas

Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan secara linear antara variabel bebas terhadap variabel terikat atau tidak, maka dilakukan uji linearitas menggunakan aplikasi SPSS 25 for windows. Berikut hasil

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 60

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std.

Deviation

5.09704990 Most Extreme

Differences

Absolute .089

Positive .089

Negative -.071

Test Statistic .089

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

uji linearitas pada data hasil angket supervisi pendidikan dan mutu sekolah di MAN 2 Bone:

Tabel 4. 19 Uji Linearitas Supervisi Pendidikan dan Mutu Sekolah

Sumber : Output SPSS 25

Berdasarkan Output SPSS 25 for windows di atas maka didapatkan hasil uji linearitas yaitu nilai signifikansi deviation from linearity sebesar 0,431, ini menandakan bahwa nilai signifikan yang diperoleh lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas dan variabel terikat yaitu Supervisi pendidikan dengan mutu sekolah di MAN 2 Bone, hal tersebut terjadi karna salah satu syarat variabel bebas dan variabel terikat saling berhubungan apabila nilai signifikansi memiliki nilai lebih besar dari 0,05, dan pada tabel di atas nilai signifikansi yang diperoleh yaitu 0,431 > 0,05.

Selain itu, berdasarkan output SPSS 25 for windows di atas, maka diperoleh Fhitung sebesar 1,064 dan Ftabel sebesar 4,00 yang berarti nilai Fhitung lebih kecil dari nilai Ftabel (1,064 < Ftabel yang berarti bahwa terdapat hubungan yang linear antara supervisi pendidikan dan mutu sekolah. Linear dalam hal ini berarti berbanding lurus, dimana jika supervisi pendidikan baik maka mutu sekolah juga akan semakin baik.

2) Analisis Regresi Linear Sederhana Adapun persamaan regresi sederhana :

Y = a + b X

ANOVA Table Sum of

Squares df

Mean

Square F Sig.

Y * X Between Groups (Combined) 3807.050 28 135.966 5.298 .000 Linearity 3069.768 1 3069.768 119.62

1

.000 Deviation

from Linearity

737.282 27 27.307 1.064 .431

Within Groups 795.533 31 25.662

Total 4602.583 59

70

Untuk menghitung nilai ฮฑ dengan menggunakan persamaan :

๐›ผ = (โˆ‘ ๐‘Œ) (โˆ‘ ๐‘‹2) โˆ’ (โˆ‘ ๐‘‹) (โˆ‘ ๐‘‹๐‘Œ) ๐‘› โˆ‘ ๐‘‹2โˆ’ (โˆ‘ ๐‘‹)2

= (6455)(689027) โˆ’ (6411)(693226) 60 (689027) โˆ’ (6411)2

= 4447669285 โˆ’ 4444271886 41341620 โˆ’ 41100921 = 3397399

240699 = 14,114

๐‘ = ๐‘› โˆ‘ ๐‘‹๐‘Œ โˆ’ (โˆ‘ ๐‘‹) (โˆ‘ ๐‘Œ) ๐‘› โˆ‘ ๐‘‹2 โˆ’ (โˆ‘ ๐‘‹)2

= 60 (693226) โˆ’ (6411)(6455) 60 (689027) โˆ’ (6411)2 = 41593560 โˆ’ 41383005

41341620 โˆ’ 41100921 = 210555

240699 = 0,874

Untuk menghitung nilai ๐‘Ž dengan menggunakan persamaan:

๐‘Ž = โˆ‘ ๐‘Œ โˆ’ ๐‘ (โˆ‘ ๐‘‹) ๐‘›

= 6455 โˆ’ 0,874 (6411) 60

= 6455 โˆ’ 5603,214 60

= 851.786 60 = 14,196

Maka, Y = 14,197 + 0,874X

Untuk mengetahui adanya pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat, maka digunakan uji regresi linear sederhana menggunakan aplikasi SPSS 25 for windows. Berikut hasil uji regresi

linear sederhana pada data hasil angket supervisi pendidikan dan mutu sekolah di MAN 2 Bone:

Tabel 4. 20 Uji Regresi Linear Sederhana Supervisi Pendidikan dan Mutu Sekolah

Sumber : Output SPSS 25

Berdasarkan hasil uji regresi linear sederhana pada tabel di atas, maka diperoleh niai a (nilai konstan) sebesar 14,115 sedang diperoleh nilai b (nilai koefisien regresi) sebesar 0,875, sehingga persamaan regresinya dapat ditulis sebagai berikut:

Y = 14,115 + 0,875 X

Penjelasan dari persamaan regresi linear sederhana di atas adalah sebagai berikut:

a) Nilai konstanta = 14,115. Hal ini berarti jika supervisi pendidikan dalam keadaan konstan, maka tingkat mutu sekolah adalah sebesar 14,115.

b) Nilai koefisien regresi variabel supervisi pendidikan bernilai positif, yaitu 0,875. Artinya bahwa setiap peningkatan supervisi pendidikan naik satu, maka mutu sekolah di MAN 2 Bone akan meningkat sebesar 0,875. Karena koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X terhadap variabel y adalah positif.

Untuk memprediksi dan melihat seberapa besar kontribusi pengaruh yang diberikan oleh variabel X terhadap variabel Y, maka digunakan

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 14.115 8.698 1.623 .110

Supervisi Pendidikan

.875 .081 .817 10.778 .000

a. Dependent Variable: Mutu Sekolah

72

pengukuran koefisien determinasi dengan bantuan SPPS 25 for windows. Berikut hasil uji koefisien determinasi pada data hasil angket supervisi pendidikan dan peningkatan mutu sekolah di MAN 2 Bone : Tabel 4. 21 Uji Koefisien Determinasi Supervisi Pendidikan dan Mutu Sekolah

Sumber : Output SPSS 25

Pada tabel 4.21, diperoleh nilai koefisien determinasi (R Square) 0,817 atau dengan persentase 66,7% Mutu sekolah dapat dijelaskan menggunakan variabel supervisi pendidikan, dan sisanya 33,3%

dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.

3) Uji Signifikansi (Uji t)

Uji t bertujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat Y. Uji t dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS 25 for windows. Berikut hasil uji t pada data hasil angket supervisi pendidikan dan mutu sekolah di MAN 2 Bone:

Tabel 4. 22 Uji t Supervisi Pendidikan dan Mutu Sekolah

Sumber : Output SPSS 25

Model Summary Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .817a .667 .661 5.141

a. Predictors: (Constant), Supervisi Pendidikan

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 14.115 8.698 1.623 .110

Supervisi Pendidikan

.875 .081 .817 10.778 .000

a. Dependent Variable: Mutu Sekolah

Berdasarkan tabel 4.22 didapatkan hasil P value sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari nilai alpha (0,000< 0,05) atau dengan melihat nilai thitung pada tabel di atas sebesar 10,778 yang berarti lebih besar dari nilai ttabel (10,778 > 1,670). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara supervisi pendidikan terhadap peningkatan mutu sekolah di MAN 2 Bone.

Sebelum dilanjutkan dengan penguji hipotesis yang telah ditentukan maka terlebih harus mencari kesalahan baku regresi dan kesalahan baku koefisien b (penduga b) sebagai berikut:

a) Untuk regresi, kesalahan bakunya dirumuskan:

๐‘†๐‘’ = โˆšโˆ‘ ๐‘Œ2 โˆ’ (๐‘Ž โˆ‘ ๐‘Œ) โˆ’ ๐‘ (โˆ‘ ๐‘‹๐‘Œ) ๐‘› โˆ’ 2

=

โˆš699053 โˆ’ (14,196 (6455)) โˆ’ (0,874 (693226)) 60 โˆ’ 2

= โˆš699053 โˆ’ (91635,18) โˆ’ (605879,524) 58

= โˆš1538,296 58 = โˆš26,52 = 5,14

b) Untuk koefisien regeresi b (penduga b) kesalahan bakunya dirumuskan:

๐‘†๐‘ = ๐‘†๐‘’

โˆšโˆ‘ ๐‘‹2โˆ’ (โˆ‘ ๐‘‹)2 ๐‘› = 5,14

โˆš689027 โˆ’ (6411)2 60 = 5,14

โˆš689027 โˆ’ 41100921 60

74

= 5,14

โˆš689027 โˆ’ 685015,35 = 5,14

โˆš4011,65 = 5,14

63,33 = 0,081 4) Uji Hipotesis

a) Menentukan formulasi hipotesis

H0 : ๐›ฝ = 0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara supervisi pendidikan dengan peningkatan mutu sekolah di MAN 2 Bone.

Ha : ๐›ฝ โ‰  0 : Ada pengaruh yang signifikan antara supervisi pendidikan dengan peningkatan mutu sekolah di MAN 2 Bone.

b) Menentukan taraf nyata (๐›ผ) dan nilai ttabel

ฮฑ = 5% = 0,05

df = n โ€“ 2 = 60โ€“ 2 = 58 ttabel = 58 = 1,671

๐‘ก =

๐‘

๐‘ ๐‘

=

0,874

0,081

= 10,79

Dari kriteria pengujuan untuk uji signifikan yaitu, jika thitung < ttabel

atau H0 di terima, berarti konstanta persamaan regresi tidak signifikan.

Sedangkan thitung > ttabel atau H0 ditolak atau koefisien regresi bersifat signifikan.

Pada taraf signifikansi 5%. Karena thitung = 10,79 > ttabel = 1,671 maka H0 ditolak dan Ha di terima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan supervisi pendidikan terhadap peningkatan mutu sekolah di MAN 2 Bone.

C. Pembahasan

1. Gambaran Supervisi Pendidikan di MAN 2 Bone

Berdasarkan hasil analisis deskriptif supervisi pendidikan di MAN 2 Bone dengan 60 guru sebagai responden, sebanyak 10 responden dengan persentase sebesar 16,67% berada pada kategori rendah hal ini menandakan bahwa supervisi pendidikan yang ada di MAN 2 Bone menurut beberapa guru masih kurang disebabkan karena kepala sekolah sebagai supervisor memilih kelas secara acak untuk disupervisi sehingga ada beberapa guru yang ketika di supervisi di kelas menjadi kaku dan gugup pada saat pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah. Sebanyak 39 responden dengan persentase sebesar 65%

berada pada kategori sedang hal ini menandakan bahwa kegiatan supervisi pendidikan di MAN 2 Bone telah terlaksana dengan baik, dimana supervisor selalu memberikan informasi mengenai jadwal supervisi yang rutin dilaksanakan pada setiap awal tahun pelajaran, selain itu supervisor juga telah melakukan pengarahan, saran penyempurnaan dan pembinaan kepada guru untuk terus mengoptimalkan kinerjanya, dan sebanyak 11 responden dengan persentase sebesar 18,33% berada pada kategori tinggi hal ini disebabkan karena pelaksanaan supervisi pendidikan di MAN 2 Bone telah terlaksana dengan baik dan optimal. Hal tersebut menggambarkan bahwa supervisi pendidikan di MAN 2 Bone, berada pada kategori sedang dengan persentase 65%.

Berdasarkan teori menurut Sohirun supervisi pendidikan artinya pembinaan. Pembinaan adalah segala kegiatan dan usaha berkaitan dengan perencanaan, penyusunan, pengembangan, pengarahan, penggunaan dan pengendalian secara efisien dan efektif. Supervisi pendidikan adalah suatu

Dokumen terkait