BAB III METODOLOGI PENELITIAN
F. Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini teknik pengolahan data yang digunakan peneliti dalam menjawab rumusan masalah dan hipotesis yaitu menggunakan teknik pengolahan data yang statistik diantaranya teknik analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial.
1. Teknik analisis deskriptif
Analisis deskriptif merupakan bentuk analisis data penelitian yang berfungsi menguji generalisasi hasil penelitian yang didasarkan atas satu
sampel. Dimana pada teknik ini dilakukan untuk melihat hasil analisis hipotesis penelitian dapat digeneralisasikan atau tidak. Jika hipotesis nol (H0) diterima, berarti hasil penelitian dapat digeneralisasikan.72
Adapun langkah-langkah teknik analisis statistik deskriptif sebagai berikut:
a. Menghitung besarnya range dengan rumus:
R = NT โ NR Keterangan:
R : Range
NT : Nilai Tertinggi NR : Nilai Terendah
b. Menghitung banyaknya kelas interval dengan rumus:
i = 1 + (3,3) log n Keterangan:
i : interval
n : jumlah responden
c. Menghitung panjang kelas interval dengan rumus:
P= ๐น
๐
Keterangan:
P : Panjang Kelas R : Range
72Leni Masnidar Nasution, โStatistik Deskriptif,โ, Jurnal Hikmah, Vol. 14, No. 1 (2017): h.
52.
46
i : Interval
d. Menghitung mean (nilai rata-rata) dengan rumus:
๐ฅฬ = ๐ด๐๐. ๐ฅ๐ ๐ด๐๐ Keterangan:
๐ฅฬ : Mean (nilai rata-rata)
โ๐๐ : Jumlah frekuansi x๐ : Batas kelas interval
e. Menghitung persentase frekuensi dengan rumus:
P = ๐๐ x 100%
Keterangan:
P: Presentase
F: Frekuensi Jawaban n: Jumlah responden
f. Menghitung Standar Deviasi
๐๐ท = โโ๐๐(๐ฅ๐ โ ๐ฅ)2 n โ 1
Keterangan:
SD: Standar Deviasi
โfi: jumlah frekuensi x: Skor Siswa
N: jumlah responden.
a. Menghitung varian dengan rumus:
๐2=๐ ฮฃ๐๐.๐๐
2โ(ฮฃ๐๐.๐๐)2 ๐ (๐โ1)
b. Interpretasi skor responden dengan menggunakan tiga kategori, dengan rumus:73
Tabel 3. 2 Kategorisasi Skor Responden
Keterangan:
ยต : Mean
ฯ : Standar deviasi 2. Teknik analisis inferensial
Menurut Burhan dalam Abdul Kadir Statistik inferensial juga sering dikenal dengan istilah statistik induktif, yaitu statistik yang menyediakan aturan atau metode yang dapat digunakan untuk membuat ramalan, membuat taksiran dan mengambil kesimpulan yang bersifat umum dari sekumpulan data (sampel) yang dipilih secara acak dari saluruh data yang menjadi subjek kajian (populasi).74 Adapun cara yang digunakan peneliti dalam mengambil kesimpulan yaitu dengan menggunakan uji signifikansi parameter individual. Menurut Ghozali dalam Amirul Khoirudin bahwa Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t) merupakan uji yang
73 Saifuddin Aswar, Penyusunan skala psikologi Cet. II (Yogyakarta; Pustaka Pelajar, 2012), h. 149.
74 Abdul Kadir, โPengaruh Kompetensi Dosen Dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Analisis Statistika Mahasiswa Ftik Iain Kendari,โ Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian, Vol. 13, No. 1 (2018): h. 1.
Kategori Kategori
Tinggi X โฅ ( ยต + ฯ)
Sedang ( ยต - ฯ) โค X ห (ยต + ฯ)
Rendah X ห (ยต - ฯ)
48
dilakukan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen.
Analisis inferensial digunakan untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh Supervisi Pendidikan terhadap Peningkatan Mutu Sekolah di MAN 2 Bone. Untuk menyatakan ada atau tidaknya digunakan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Uji Prasyarat Penelitian 1) Uji Normalitas
Uji Normalitas digunakan untuk membuktikan sampel berasal dari suatu populasi berdistribusi normal atau tidak. Uji ini juga digunakan untuk menghasilkan angka yang lebih detail, apakah suatu persamaan regresi yang akan dipakai lolos normalitas. Uji normalitas dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS dengan kriteria pengujian sebagai berikut:
a) Nilai sig > 0,05; sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel penelitian berasal dari populasi yang terdistribusi normal
b) Nilai sig < 0,05; sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel penelitian berasal dari populasi yang tidak terdistribusi normal.75 2) Uji Linearitas
Uji linearitas dilakukan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat apakah linear atau tidak.
Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah hubungan antara variabel-variabel bebas dan terikat penelitian tersebut terletak
75 I Wayan Widana, Uji Persyaratan Analisis (Lumajang: Klik Media, 2020), h.2.
pada suatu garis lurus atau tidak. Pengujian linearitas diolah dengan bantuan program aplikasi SPSS 25 for windows dengan analisis Anova, kemudian membandingkan ๐นโ๐๐ก๐ข๐๐ dan ๐น๐ก๐๐๐๐ dengan kriteria pengujian sebagai berikut :
a) Jika nilai ๐นโ๐๐ก๐ข๐๐ < ๐น๐ก๐๐๐๐ maka terdapat hubungan yang linear antar variabel.
b) Jika nilai ๐นโ๐๐ก๐ข๐๐ > ๐น๐ก๐๐๐๐ maka tidak terdapat hubungan yang linear antar variabel.76
b. Analisis regresi sederhana
Adapun persamaan regresi sederhana Y= a+bX
Keterangan:
Y: Subjek dalam variabel dependen yang diprediksikan a: Bilangan konstan
b: Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b (+) maka naik, bila b (-) maka terjadi penurunan.
X: Subjek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu.
Untuk menghitung nilai a dengan menggunakan persamaan:
๐ผ = (โ ๐) (โ ๐2) โ (โ ๐) (โ ๐๐) ๐ โ ๐2โ (โ ๐)2
Untuk menghitung nilai b dengan menggunakan persamaan:
๐ = ๐ โ ๐๐ โ (โ ๐) (โ ๐) ๐ โ ๐2 โ (โ ๐)2
76 I Wayan Widana, Uji Persyaratan Analisis (Lumajang: Klik Media, 2020), h.54.
50
Keterangan:
X : Variabel Dependen Y : Variabel Independen c. Uji signifikansi (Uji t)
Uji ini digunakan untuk menguji dan mengetahui ada tidaknya Pengaruh Supervisi Pendidikan Terhadap Peningkatan Mutu Sekolah di MAN 2 Bone. Sebelum dilanjutkan dengan penguji hipotesis yang telah ditentukan maka terlebih dahulu dicari kesalahan baku regresi dan kesalahan baku koefisien b (penduga b) sebagai berikut77:
a) Untuk regresi, kesalahan bakunya dirumuskan:
๐๐ = โโ ๐2 โ (๐ โ ๐) โ ๐ (โ ๐๐) ๐ โ 2
b) Menghitung penduga untuk a dan b
๐๐ = ๐๐
โโ ๐2โ (โ ๐)2 d. Uji Hipotesis ๐
Hipotesis penelitian adalah Terdapat Pengaruh Supervisi Pendidikan Terhadap Peningkatan Mutu Sekolah di MAN 2 Bone sedangkan hipotesis statistiknya adalah:
H0 : ๐ฝ = 0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara supervisi pendidikan dengan peningkatan mutu sekolah di MAN 2 Bone.
Ha : ๐ฝ โ 0 : Ada pengaruh yang signifikan antara supervisi pendidikan dengan peningkatan mutu sekolah di MAN 2 Bone.
77Kadir, Kadir, Statistika Terapan Cet, I (Jakarta: Rajawali Pers, 2015), h. 181. (Jakarta:
Rajawali Pers, 2015). h. 181
Statistik uji yang digunakan untuk menguji signifikan dari koefisien a dan b pada persamaan regresi Y = a + bX adalah statistik uji t. Adapun rumus menentukan ๐กโ๐๐ก๐ข๐๐
๐ก
โ๐๐ก๐ข๐๐=
๐๐ ๐
Keterangan:
t : 0,05;n b : n-2k
sb : Simpangan baku/ kesalahan baku
Bandingkan ๐ก๐ก๐๐๐๐ untuk ๐ผ = 0,05 dengan ๐กโ๐๐ก๐ข๐๐. Jika ๐กโ๐๐ก๐ข๐๐ < ๐ก๐ก๐๐๐๐
maka H0 diterima dan Ha ditolak , hal ini berarti konstanta persamaan regresi tidak signifikan. sedangkan apabila ๐กโ๐๐ก๐ข๐๐ > ๐ก๐ก๐๐๐๐ maka H0 ditolak dan Ha diterima atau koefisien regresi bersifat signifikan
52 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum MAN 2 Bone
1. Sejarah Singkat MAN 2 Bone
MAN 2 Bone adalah salah satu satuan pendidikan dengan jenjang Madrasah Aliyah di Kel. Taโ, Kec. Tanete Riattang, Kab. Bone, Sulawesi Selatan. Dalam menjalankan kegiatannya, MAN 2 Bone berada di bawah naungan Kementerian Agama.
Optimisme kepemimpinan oleh Bapak Kepala Madrasah diharap mampu lebih mendongkrak prestasi akademik maupun non akademik Siswa/i MAN 2 Bone dikemudian hari, dan yang lebih penting Mutu SDM Pendidik dan Tenaga Kependidikan dapat lebih diperhatikan dan dikembangkan dimasa mendatang. kini Madrasah Aliyah Negeri 2 Bone dibawa kendali Bapak Drs. H. Muslimin, MM yang menggantikan bapak Drs. H.Abbas, M.Pd.I pada bulan September 2019 yang dimutasikan ke MAN 1 Bone, Kepala MAN 2 Bone terus berbenah dan meningkatkan sarana dan prasarananya sehingga dapat meningkatkan prestasi Madrasah, baik prestasi akademik maupun prestasi non akademik.
2. Profil MAN 2 Bone
Nama Madrasah : MAN 2 Bone
NPSN : 40320403
Alamat : Jln. Yos Sudarso
Kelurahan : Taโ
Kecamatan : Tanete Riattang
Kabupaten : Bone
Provinsi : Sulawesi Selatan Status Madrasah : Negeri
Tanggal Pendirian : 25 April 1990
Akreditasi : A
Status Tanah : Hak Milik
E-mail : [email protected] 3. Visi dan Misi MAN 2 Bone
Visi :
โMewujudkan Madrasah yang berkarakter, berprestasi, Cerdas, Inovatif, Terampil dan Amanahโ
Misi :
a) Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengembangan sikap ilmiah
b) Menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bersih dan nyaman c) Mengaplikasikan nilai-nilai akhlakul karimah
d) Mengembangkan kinerja dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan
e) Meningkatkan semangat keunggulan kepada peserta didik melalui pengembangan bakat dan minat siswa.
f) Meningkatkan kualitas pelayanan dengan cepat, tepat dan efektif
g) Mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran dan administrasi Madrasah.
4. Kondisi Guru dan Tenaga Kependidikan
Tabel 4. 1 Kondisi guru dan tenaga kependidikan
Sumber : Tata Usaha MAN 2 Bone
No Jabatan/Tugas Status
Jumlah PNS NON PNS
1 Kepala Madrasah 1 - 1
2 Wakil Kepala Madrasah 4 - 4
3 Guru 48 12 60
4 Tenaga Kependidikan 6 11 17
54
5. Kondisi Peserta Didik
Tabel 4. 2 Kondisi peserta didik
Sumber : Tata Usaha MAN 2 Bone 6. Kondisi Sarana dan Prasarana
Tabel 4. 3 Kondisi sarana dan prasarana
No Jenis Sarana dan Prasarana Jumlah Keterangan
1 Ruang Kepala Madrasah 1 Baik
2 Ruang Wakil Kepala Madrasah 1 Baik
3 Ruang Kelas 18 Baik
4 Ruang Guru 1 Baik
5 Ruang Tata Usaha 1 Baik
6 Laboratorium 1 Baik
7 Laboratorium Komputer 3 Baik
8 Perpustakaan 1 Baik
9 Masjid 1 Renovasi
10 Toilet 6 Baik
11 Lapangan 1 Baik
12 Lapangan Bulutangkis 1 Baik
13 Ruang Multimedia 1 Baik
14 Rumah untuk Penjaga 1 Baik
Rombel Jenis Kelamin
Jumlah
Lk Pr
Kelas X 107 138 245
Kelas XI 81 114 195
Kelas XII 78 146 224
Total 266 398 664
No Jenis Sarana dan Prasarana Jumlah Keterangan
15 Lemari 28 Baik
16 Rak Buku 7 Baik
17 Meja Guru dan Pegawai 72 Baik
18 Kursi Guru dan Pegawai 92 Baik
19 Meja Siswa 410 Baik
20 Kursi Siswa 580 Baik
21 Bangku 37 Baik
22 Kursi Tamu 3 Baik
23 Papan Tulis 21 Baik
Sumber : Tata Usaha MAN 2 Bone B. Hasil Penelitian
1. Karakteristik Responden
Untuk pembahasan secara mendasar dan komprehensif dari hasil penelitian ini, diperlukan gambaran tentang karakter responden yang mencakup jenis kelamin, pendidikan terakhir, dan status kepegawaian.
Tabel 4. 4 Data jenis kelamin responden
No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase(%)
1 Perempuan 45 75%
2 Laki-Laki 15 25%
Jumlah 60 100%
Sumber : Data diolah, 10 Maret 2023
Tabel 4. 5 Data pendidikan terakhir responden
Sumber : Data diolah, 10 Maret 2023 No Pendidikan
Terakhir Frekuensi Persentase(%)
1 S1 42 70%
2 S2 18 30%
Jumlah 60 100%
56
Tabel 4. 6 Data status kepegawaian
No Status
Kepegawaian Frekuensi Persentase(%)
1 PNS 48 80%
2 NON-PNS 12 20%
Jumlah 60 100%
Sumber : Data diolah, 10 Maret 2023
2. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen a. Hasil Uji Validitas
Suatu instrumen dapat diketahui valid atau tidaknya dilihat dari perbandingan rhitung dengan rtabel. Jika rhitung lebih besar atau sama dengan rtabel, maka dikatakan valid. Untuk mengetahui rtabel maka didasarkan pada dk atau derajat kebebasan yaitu dk = n-2, n = 60, dk = 60-2 = 58, dengan taraf signifikansi 5% maka diperoleh rtabel = 0,254. Adapun hasil uji validitas dengan menggunakan SPSS 25 for windows yaitu pada tabel berikut ini :
Tabel 4. 7 Hasil Uji Validitas Variabel Supervisi Pendidikan
No. Item rhitung rtabel Keterangan
1 0,480 0,254 Valid
2 0,365 0,254 Valid
3 0,587 0,254 Valid
4 0,612 0,254 Valid
5 0,603 0,254 Valid
6 0,557 0,254 Valid
7 0,599 0,254 Valid
8 0,459 0,254 Valid
9 0,548 0,254 Valid
No. Item rhitung rtabel Keterangan
10 0,683 0,254 Valid
11 0,574 0,254 Valid
12 0,535 0,254 Valid
13 0,563 0,254 Valid
14 0,537 0,254 Valid
15 0,607 0,254 Valid
16 0,583 0,254 Valid
17 0,724 0,254 Valid
18 0,611 0,254 Valid
19 0,618 0,254 Valid
20 0,441 0,254 Valid
21 0,761 0,254 Valid
22 0,623 0,254 Valid
23 0,697 0,254 Valid
24 0,709 0,254 Valid
25 0,497 0,254 Valid
Sumber : Output SPSS 25
Hasil uji validitas item pernyataan sebagaimana pada tabel 4.7 yang digunakan untuk mengukur supervisi pendidikan diperoleh rhitung> 0,254.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan yang digunakan dalam angket dapat dinyatakan valid atau telah memenuhi syarat valid.
Tabel 4. 8 Hasil Uji Validitas Variabel Mutu Sekolah
No. Item rhitung rtabel Keterangan
1 0,522 0,254 Valid
2 0,659 0,254 Valid
3 0,374 0,254 Valid
58
No. Item rhitung rtabel Keterangan
4 0,614 0,254 Valid
5 0,709 0,254 Valid
6 0,447 0,254 Valid
7 0,619 0,254 Valid
8 0,645 0,254 Valid
9 0,66 0,254 Valid
10 0,557 0,254 Valid
11 0,497 0,254 Valid
12 0,597 0,254 Valid
13 0,737 0,254 Valid
14 0,681 0,254 Valid
15 0,676 0,254 Valid
16 0,614 0,254 Valid
17 0,589 0,254 Valid
18 0,741 0,254 Valid
19 0,603 0,254 Valid
20 0,642 0,254 Valid
21 0,681 0,254 Valid
22 0,670 0,254 Valid
23 0,610 0,254 Valid
24 0,643 0,254 Valid
25 0,687 0,254 Valid
Sumber : Output SPSS 25
Hasil uji validitas item pernyataan sebagaimana pada tabel 4.8 yang digunakan untuk mengukur mutu sekolah diperoleh rhitung > rtabel yaitu rhitung> 0,254. Sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan yang digunakan dalam angket dapat dinyatakan valid atau telah memenuhi syarat valid.
b. Hasil Uji Reliabilitas
Instrumen penelitian yang digunakan harus memiliki sifat reliabel.
Reliabel yaitu suatu instumen haruslah memiliki ukuran yang konsisten apabila digunakan dalam pengukuran berulang kali. Suatu instrumen kuesioner dikatakan reliabel apabila memiliki nilai Cronbach Alpha> 0,60.
Adapun hasil uji reliabilitas menggunakan SPSS 25 for windows yaitu sebagai berikut:
Supervisi Pendidikan
Mutu Sekolah
Tabel 4. 9 Hasil Uji Reliabilitas Variabel
No Variabel Koefisien Alpha Keterangan 1 Supervisi Pendidikan 0,913 Reliabel
2 Mutu Sekolah 0,933 Reliabel
Sumber : Output SPSS 25
Berdasarkan tabel 4.9 di atas, diketahui bahwa nilai koefisien alpha Supervisi Pendidikan sebesar 0,913 dan nilai koefisien alpha Mutu Sekolah sebesar 0,933 lebih besar dari 0,60, sehingga angket yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan reliabel.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,913 25
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,933 25
60
3. Hasil Pengolahan Data Supervisi Pendidikan dan Mutu Sekolah a. Analisis Deskriptif Supervisi Pendidikan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap supervisi pendidikan di MAN 2 Bone, dengan menggunakan 60 responden, maka diperoleh gambaran sebagai berikut:
1) Menghitung besar range atau rentang R = NT โ NR
= 125 โ 90
= 35
2) Menghitung jumlah kelas interval i = 1 + (3,3) log n
= 1 + (3,3) log 60
= 1 + (3,3) 1,778
= 1 + 5,867
= 6, 867
= 7 (dibulatkan)
3) Menghitung panjang kelas interval P = Ri
= 35
7
= 5
4) Menghitung nilai rata-rata (mean)
Tabel 4. 10 Tabulasi Data untuk menghitung Nilai Mean
No. Interval fi xi fi.xi
1 90-94 2 92 184
2 95-99 8 97 776
3 100-104 18 102 1836
4 105-109 12 107 1284
๐ ฬ =
๐ฎ๐๐.๐๐๐ฎ๐๐= 6420
60 = 107
5) Menghitung presentasi frekuensi P = ๐๐ x 100%
Tabel 4. 11 Data Presentasi Frekuensi
No. Interval fi Persentase
1 90-94 2 3,3%
2 95-99 8 13,3%
3 100-104 18 30%
4 105-109 12 20%
5 110-114 8 13,3%
6 115-119 6 10%
7 120-124 4 6,7%
8 125-129 2 3,3%
Jumlah 60 100%
No. Interval fi Xi fi.xi
5 110-114 8 112 896
6 115-119 6 117 702
7 120-124 4 122 488
8 125-129 2 127 254
Jumlah 60 6420
62
6) Menghitung standar deviasi
Tabel 4. 12 Data Standar Deviasi
No. Interval fi xi ๐๐ โ ๐ฬ (๐๐ โ ๐ฬ )2 fi (๐๐ โ ๐ฬ )2
1 90-94 2 92 -15 225 450
2 95-99 8 97 -10 100 800
3 100-104 18 102 -5 25 450
4 105-109 12 107 0 0 0
5 110-114 8 112 5 25 200
6 115-119 6 117 10 100 600
7 120-124 4 122 15 225 900
8 125-129 2 127 20 400 800
Jumlah 60 20 1100 4200
๐๐ท = โโ ๐๐(๐๐โ ๐ฬ )๐
๐โ1
= โ4200
60โ1
= โ4200
59
= โ71,18
= 8,43 = 8
7) Kategorisasi Skor Responden
Range = 35
Mean = 107
SD = 8
a) Rendah = X ห (ยต - ฯ)
= X < 107 โ 8)
= X < 99
b) Sedang = ( ยต - ฯ) โค X ห (ยต + ฯ)
= (107 โ 8 ) โค X < (107 + 8)
= 99 โค X < 115 c) Tinggi = X โฅ (ยต + ฯ)
= X โฅ (107+8)
= X โฅ 115
Tabel 4. 13 Kategorisasi Skor Responden No Batas
Kategori Interval Frekuensi Persentase Kategori 1 X ห (ยต - ฯ) X < 99 10 16,67% Rendah 2 ( ยต - ฯ) โค X
ห (ยต + ฯ) 99 โค X < 115 39 65% Sedang
3 X โฅ (ยต + ฯ) X โฅ 115 11 18,33% Tinggi
Adapun perolehan gambaran supervisi pendidikan pada tabel 4.13 yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu kategori rendah, kategori sedang dan kategori tinggi. Dikatakan kategori rendah karena supervisi pendidikan yang ada di MAN 2 Bone dilakukan dengan memilih kelas secara acak untuk disupervisi sehingga ada beberapa guru yang ketika disupervisi di kelas menjadi kaku dan gugup. Dikatakan kategori sedang karena pelaksanaan supervisi pendidikan di MAN 2 Bone telah terlaksana dengan baik dan telah dilakukan penjadwalan sebelum dilakukan supervise. Dan dikatakan kategori tinggi karena pelaksanaan supervise pendidikan di MAN 2 Bone telah terlaksana dengan baik dan sesuai jadwal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa supervisi pendidikan di MAN 2 Bone berada pada kategori sedang yakni dengan persentase 65%.
b. Analisis Deskriptif Mutu Sekolah
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap supervisi pendidikan di MAN 2 Bone, dengan menggunakan 60 responden, maka diperoleh gambaran sebagai berikut:
64
1) Menghitung besar range atau rentang R = NT โ NR
= 125 โ 89
= 36
2) Menghitung jumlah kelas interval i = 1 + (3,3) log n
= 1 + (3,3) log 60
= 1 + (3,3) 1,778
= 1 + 5,867
= 6, 867
= 7 (dibulatkan)
3) Menghitung panjang kelas interval P = Ri
= 36
7
= 5,14 = 5
4) Menghitung nilai rata-rata (Mean)
Tabel 4. 14 Tabulasi data untuk menghitung nilai Mean
No Interval fi xi fi.xi
1 89-93 2 91 182
2 94-98 3 96 288
3 99-103 17 101 1717
4 104-108 17 106 1802
5 109-113 8 111 888
6 114-118 3 116 348
7 119-123 5 121 605
8 124-128 5 126 630
Jumlah 60 6460
๐
ฬ =
๐ฎ๐๐.๐๐๐ฎ๐๐= 6460
60 = 107,66
= 108 (dibulatkan )
5) Menghitung presentasi frekuensi P = ๐๐ x 100%
Tabel 4. 15 Data Presentasi Frekuensi No. Interval fi Persentase
1 89-93 2 3,3%
2 94-98 3 5%
3 99-103 17 28,3%
4 104-108 17 28,3%
5 109-113 8 13,3%
6 114-118 3 5%
7 119-123 5 8,3%
8 124-128 5 8,3%
Jumlah 60 100%
6) Menghitung standar deviasi
Tabel 4. 16 Data Standar Deviasi
No. Interval fi Xi ๐๐ โ ๐ฬ (๐๐ โ ๐ฬ )2 fi (๐๐ โ ๐ฬ )2
1 89-93 2 91 -17 289 578
66
No. Interval fi Xi ๐๐ โ ๐ฬ (๐๐ โ ๐ฬ )2 fi (๐๐ โ ๐ฬ )2
2 94-98 3 96 -12 144 432
3 99-103 17 101 -7 49 833
4 104-108 17 106 -2 4 68
5 109-113 8 111 3 9 72
6 114-118 3 116 8 64 192
7 119-123 5 121 13 169 845
8 124-128 5 126 18 342 1620
Jumlah 60 4 1052 4640
๐๐ท = โโ ๐๐(๐๐โ ๐ฬ )๐
๐โ1
= โ4640
60โ1
= โ4640
59
= โ78,64
= 8,86
= 9 (Dibulatkan)
7) Kategorisasi Skor Responden
Range = 36
Mean = 108
SD = 9
a) Rendah = X ห (ยต - ฯ)
= X < 108 โ 9)
= X < 99
b) Sedang = ( ยต - ฯ) โค X ห (ยต + ฯ)
= (108 โ 9 ) โค X < (108 + 9)
= 99 โค X < 117 c) Tinggi = X โฅ (ยต + ฯ)
= X โฅ (108+9)
= X โฅ 117
Tabel 4. 17 Kategorisasi Skor Responden No Batas
Kategori Interval Frekuensi Persentase Kategori
1 X ห (ยต - ฯ) X < 99 8 13,33% Rendah
2 ( ยต - ฯ) โค X
ห (ยต + ฯ) 99 โค X < 117 40 66,67% Sedang
3 X โฅ (ยต + ฯ) X โฅ 117 12 20% Tinggi
Adapun perolehan gambaran mutu sekolah pada tabel 4,17 yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu kategori rendah, kategori sedang dan kategori tinggi. Dikatakan kategori rendah karena komite sekolah kurang terlibat dalam kegiatan yang dilakukan oleh pihak skeolah. Dikatakan kategori sedang karena masih perlu adanya peningkatan sarana dan prasarana yang digunakan dalam menunjang proses belajar mengajar.
Dikatakan kategori tinggi karena guru dapat mengelola proses kegiatan pembelajaran secara optimal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mutu sekolah di MAN 2 Bone berada pada kategori sedang yakni dengan persentase 66,67%.
c. Analisis Pengaruh Supervisi Pendidikan terhadap Peningkatan Mutu Sekolah di MAN 2 Bone
1) Uji Prasyarat Penelitian a) Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak maka dilakukan pengujian One Sample kolmogrov Smirnov menggunakan aplikasi SPSS 25 for windows. Uji
68
normalitas dilakukan pada data hasil angket supervisi pendidikan dan mutu sekolah di MAN 2 Bone. Taraf signifikansi yang digunakan pada data tersebut adalah ฮฑ = 0,05. Berikut hasil uji normalitas pada data hasil angket supervisi pendidikan dan mutu sekolah di MAN 2 Bone.
Tabel 4. 18 Uji Normalitas Supervisi Pendidikan dan Mutu Sekolah
Sumber : Output SPSS 25
Berdasarkan output SPSS 25 for windows di atas diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,200 yang berarti nilai signifikan lebih besar dari nilai ฮฑ (0,200> 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa data supervisi pendidikan dan mutu sekolah berdistribusi normal, karena salah satu syarat suatu data berdistribusi normal yaitu jika nilai signifikan yang diperoleh lebih besar dari 0,05, sedangkan hasil yang diperoleh pada tabel di atas yaitu nilai signifikansi 0,200 > 0,05.
b) Uji Linearitas
Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan secara linear antara variabel bebas terhadap variabel terikat atau tidak, maka dilakukan uji linearitas menggunakan aplikasi SPSS 25 for windows. Berikut hasil
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 60
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std.
Deviation
5.09704990 Most Extreme
Differences
Absolute .089
Positive .089
Negative -.071
Test Statistic .089
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
uji linearitas pada data hasil angket supervisi pendidikan dan mutu sekolah di MAN 2 Bone:
Tabel 4. 19 Uji Linearitas Supervisi Pendidikan dan Mutu Sekolah
Sumber : Output SPSS 25
Berdasarkan Output SPSS 25 for windows di atas maka didapatkan hasil uji linearitas yaitu nilai signifikansi deviation from linearity sebesar 0,431, ini menandakan bahwa nilai signifikan yang diperoleh lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas dan variabel terikat yaitu Supervisi pendidikan dengan mutu sekolah di MAN 2 Bone, hal tersebut terjadi karna salah satu syarat variabel bebas dan variabel terikat saling berhubungan apabila nilai signifikansi memiliki nilai lebih besar dari 0,05, dan pada tabel di atas nilai signifikansi yang diperoleh yaitu 0,431 > 0,05.
Selain itu, berdasarkan output SPSS 25 for windows di atas, maka diperoleh Fhitung sebesar 1,064 dan Ftabel sebesar 4,00 yang berarti nilai Fhitung lebih kecil dari nilai Ftabel (1,064 < Ftabel yang berarti bahwa terdapat hubungan yang linear antara supervisi pendidikan dan mutu sekolah. Linear dalam hal ini berarti berbanding lurus, dimana jika supervisi pendidikan baik maka mutu sekolah juga akan semakin baik.
2) Analisis Regresi Linear Sederhana Adapun persamaan regresi sederhana :
Y = a + b X
ANOVA Table Sum of
Squares df
Mean
Square F Sig.
Y * X Between Groups (Combined) 3807.050 28 135.966 5.298 .000 Linearity 3069.768 1 3069.768 119.62
1
.000 Deviation
from Linearity
737.282 27 27.307 1.064 .431
Within Groups 795.533 31 25.662
Total 4602.583 59
70
Untuk menghitung nilai ฮฑ dengan menggunakan persamaan :
๐ผ = (โ ๐) (โ ๐2) โ (โ ๐) (โ ๐๐) ๐ โ ๐2โ (โ ๐)2
= (6455)(689027) โ (6411)(693226) 60 (689027) โ (6411)2
= 4447669285 โ 4444271886 41341620 โ 41100921 = 3397399
240699 = 14,114
๐ = ๐ โ ๐๐ โ (โ ๐) (โ ๐) ๐ โ ๐2 โ (โ ๐)2
= 60 (693226) โ (6411)(6455) 60 (689027) โ (6411)2 = 41593560 โ 41383005
41341620 โ 41100921 = 210555
240699 = 0,874
Untuk menghitung nilai ๐ dengan menggunakan persamaan:
๐ = โ ๐ โ ๐ (โ ๐) ๐
= 6455 โ 0,874 (6411) 60
= 6455 โ 5603,214 60
= 851.786 60 = 14,196
Maka, Y = 14,197 + 0,874X
Untuk mengetahui adanya pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat, maka digunakan uji regresi linear sederhana menggunakan aplikasi SPSS 25 for windows. Berikut hasil uji regresi
linear sederhana pada data hasil angket supervisi pendidikan dan mutu sekolah di MAN 2 Bone:
Tabel 4. 20 Uji Regresi Linear Sederhana Supervisi Pendidikan dan Mutu Sekolah
Sumber : Output SPSS 25
Berdasarkan hasil uji regresi linear sederhana pada tabel di atas, maka diperoleh niai a (nilai konstan) sebesar 14,115 sedang diperoleh nilai b (nilai koefisien regresi) sebesar 0,875, sehingga persamaan regresinya dapat ditulis sebagai berikut:
Y = 14,115 + 0,875 X
Penjelasan dari persamaan regresi linear sederhana di atas adalah sebagai berikut:
a) Nilai konstanta = 14,115. Hal ini berarti jika supervisi pendidikan dalam keadaan konstan, maka tingkat mutu sekolah adalah sebesar 14,115.
b) Nilai koefisien regresi variabel supervisi pendidikan bernilai positif, yaitu 0,875. Artinya bahwa setiap peningkatan supervisi pendidikan naik satu, maka mutu sekolah di MAN 2 Bone akan meningkat sebesar 0,875. Karena koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X terhadap variabel y adalah positif.
Untuk memprediksi dan melihat seberapa besar kontribusi pengaruh yang diberikan oleh variabel X terhadap variabel Y, maka digunakan
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 14.115 8.698 1.623 .110
Supervisi Pendidikan
.875 .081 .817 10.778 .000
a. Dependent Variable: Mutu Sekolah
72
pengukuran koefisien determinasi dengan bantuan SPPS 25 for windows. Berikut hasil uji koefisien determinasi pada data hasil angket supervisi pendidikan dan peningkatan mutu sekolah di MAN 2 Bone : Tabel 4. 21 Uji Koefisien Determinasi Supervisi Pendidikan dan Mutu Sekolah
Sumber : Output SPSS 25
Pada tabel 4.21, diperoleh nilai koefisien determinasi (R Square) 0,817 atau dengan persentase 66,7% Mutu sekolah dapat dijelaskan menggunakan variabel supervisi pendidikan, dan sisanya 33,3%
dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
3) Uji Signifikansi (Uji t)
Uji t bertujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat Y. Uji t dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS 25 for windows. Berikut hasil uji t pada data hasil angket supervisi pendidikan dan mutu sekolah di MAN 2 Bone:
Tabel 4. 22 Uji t Supervisi Pendidikan dan Mutu Sekolah
Sumber : Output SPSS 25
Model Summary Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .817a .667 .661 5.141
a. Predictors: (Constant), Supervisi Pendidikan
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 14.115 8.698 1.623 .110
Supervisi Pendidikan
.875 .081 .817 10.778 .000
a. Dependent Variable: Mutu Sekolah
Berdasarkan tabel 4.22 didapatkan hasil P value sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari nilai alpha (0,000< 0,05) atau dengan melihat nilai thitung pada tabel di atas sebesar 10,778 yang berarti lebih besar dari nilai ttabel (10,778 > 1,670). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara supervisi pendidikan terhadap peningkatan mutu sekolah di MAN 2 Bone.
Sebelum dilanjutkan dengan penguji hipotesis yang telah ditentukan maka terlebih harus mencari kesalahan baku regresi dan kesalahan baku koefisien b (penduga b) sebagai berikut:
a) Untuk regresi, kesalahan bakunya dirumuskan:
๐๐ = โโ ๐2 โ (๐ โ ๐) โ ๐ (โ ๐๐) ๐ โ 2
=
โ699053 โ (14,196 (6455)) โ (0,874 (693226)) 60 โ 2
= โ699053 โ (91635,18) โ (605879,524) 58
= โ1538,296 58 = โ26,52 = 5,14
b) Untuk koefisien regeresi b (penduga b) kesalahan bakunya dirumuskan:
๐๐ = ๐๐
โโ ๐2โ (โ ๐)2 ๐ = 5,14
โ689027 โ (6411)2 60 = 5,14
โ689027 โ 41100921 60
74
= 5,14
โ689027 โ 685015,35 = 5,14
โ4011,65 = 5,14
63,33 = 0,081 4) Uji Hipotesis
a) Menentukan formulasi hipotesis
H0 : ๐ฝ = 0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara supervisi pendidikan dengan peningkatan mutu sekolah di MAN 2 Bone.
Ha : ๐ฝ โ 0 : Ada pengaruh yang signifikan antara supervisi pendidikan dengan peningkatan mutu sekolah di MAN 2 Bone.
b) Menentukan taraf nyata (๐ผ) dan nilai ttabel
ฮฑ = 5% = 0,05
df = n โ 2 = 60โ 2 = 58 ttabel = 58 = 1,671
๐ก =
๐๐ ๐
=
0,8740,081
= 10,79
Dari kriteria pengujuan untuk uji signifikan yaitu, jika thitung < ttabel
atau H0 di terima, berarti konstanta persamaan regresi tidak signifikan.
Sedangkan thitung > ttabel atau H0 ditolak atau koefisien regresi bersifat signifikan.
Pada taraf signifikansi 5%. Karena thitung = 10,79 > ttabel = 1,671 maka H0 ditolak dan Ha di terima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan supervisi pendidikan terhadap peningkatan mutu sekolah di MAN 2 Bone.
C. Pembahasan
1. Gambaran Supervisi Pendidikan di MAN 2 Bone
Berdasarkan hasil analisis deskriptif supervisi pendidikan di MAN 2 Bone dengan 60 guru sebagai responden, sebanyak 10 responden dengan persentase sebesar 16,67% berada pada kategori rendah hal ini menandakan bahwa supervisi pendidikan yang ada di MAN 2 Bone menurut beberapa guru masih kurang disebabkan karena kepala sekolah sebagai supervisor memilih kelas secara acak untuk disupervisi sehingga ada beberapa guru yang ketika di supervisi di kelas menjadi kaku dan gugup pada saat pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah. Sebanyak 39 responden dengan persentase sebesar 65%
berada pada kategori sedang hal ini menandakan bahwa kegiatan supervisi pendidikan di MAN 2 Bone telah terlaksana dengan baik, dimana supervisor selalu memberikan informasi mengenai jadwal supervisi yang rutin dilaksanakan pada setiap awal tahun pelajaran, selain itu supervisor juga telah melakukan pengarahan, saran penyempurnaan dan pembinaan kepada guru untuk terus mengoptimalkan kinerjanya, dan sebanyak 11 responden dengan persentase sebesar 18,33% berada pada kategori tinggi hal ini disebabkan karena pelaksanaan supervisi pendidikan di MAN 2 Bone telah terlaksana dengan baik dan optimal. Hal tersebut menggambarkan bahwa supervisi pendidikan di MAN 2 Bone, berada pada kategori sedang dengan persentase 65%.
Berdasarkan teori menurut Sohirun supervisi pendidikan artinya pembinaan. Pembinaan adalah segala kegiatan dan usaha berkaitan dengan perencanaan, penyusunan, pengembangan, pengarahan, penggunaan dan pengendalian secara efisien dan efektif. Supervisi pendidikan adalah suatu