BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
persediaan) dan dalam perhitungan rasio kas perusahaan belum mampu memenuhi kewajiban lancarnya dengan kas yang dimiliki perusahaan.
Berbeda dengan teori yang disampaikan Munawir (2016: 67) bahwa rasio likuiditas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan yang berjangka pendek tepat pada waktunya. Tingkat likuiditas yang tinggi memperkecil kegagalan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial jangka pendek kepada kreditur dan berlaku pula sebaliknya. Tinggi rendahnya rasio ini akan mempengaruhi minat investor untuk menginvestasikan dananya. Makin besar rasio ini maka makin efisien perusahaan dalam mendayagunakan aktiva lancar perusahaan.
2. Keadaan Solvabilitas PT AirAsia Indonesia Tbk Tahun 2016-2020 Analisis rasio solvabilitas PT AirAsia Indonesi Tbk diukur dengan debt to equity ratio dan deb to asset ratio. Berdasarkan hasil perhitungan debt to equity ratio PT AirAsia Indonesia Tbk menunjukkan bahwa selama tahun 2016-2020 mengalami fluktuatif. Hal ini merupakan hal kurang baik bagi PT AirAsia Indonesia Tbk karena menunjukkan bahwa PT AirAsia Indonesia Tbk terlalu bergantung dari dana kreditor. Tingkat solvabilitas PT AirAsia Indonesia Tbk berdasarkan debt to equity ratio dalam kondisi tidak baik. kecuali pada tahun 2020 dengan debt to equity ratio 104,3% > 90%.
Berdasarkan hasil perhitungan debt to asset ratio PT AirAsia Indonesia Tbk menunjukkan bahwa selama tahun 2016-2020 cenderung meningkat. Hal ini menunjukkan peningkatan setiap tahunnya maka ini merupakan hal kurang baik bagi PT AirAsia Indonesia Tbk karena
semakin beresiko ketika besar utang yang digunakan untuk pembelian asetnya. keadaan tingkat solvabilitas PT AirAsia Indonesia Tbk berdasarkan debt to asset ratio dalam kondisi baik.
Jadi hasil analisis rasio solvabilitas pada PT. AirAsia Indonesia Tbk mengalami fluktuatif selam tahun 2016-2020. Analisis debt to equity ratio menunjukkan kondisi perusahaan dalam keadaan tidak baik karena berada jauh di bawah nilai standar industri. Namun dilihat dari debt to asset ratio dalam kondisi baik.
Hasil penelitian di atas didukung dengan penelitian Lasabuda et al., (2019: 157) menunjukkan bahwa rasio solvabilitas yang diukur dengan jenis DER yang memberikan hasil kinerja financial dalam kondisi tidak sehat, sedangkan DAR menunjukkan rata-rata rasio berada sedikit, yang menandakan berada pada kondisi sehat. Teori yang mendukung hasil analisis ini adalah teori sinyal yang menyatakan bahwa perusahaan yang berkualitas baik akan memberikan sinyal pada pasar dengan demikian pasar diharapkan dapat membedakan perusahaan yang berkualitas baik dan buruk. Hutang memberikan informasi atau isyarat mengenai aktiva dan modal perusahaan karena hutang yang tinggi akan meningkatkan keyakinan akan aktiva dan modal perusahaan. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi DAR berarti semakin besar jumlah modal yang digunakan sebagai modal investasi.
3. Keadaan Profitabilitas PT AirAsia Indonesia Tbk Tahun 2016-2020.
Analisis rasio profitabilitas PT AirAsia Indonesia Tbk diukur dengan et dan return on equity. Berdasarkan hasil perhitungan return on asset PT AirAsia Indonesia Tbk menunjukkan bahwa selama tahun
2016-2020 mengalami fluktuatif. Hal ini menunjukkan PT AirAsia Indonesia Tbk mulai mengalami kendala dalam mendapatkan tingkat pengembalian atas invetasi yang telah dilakukan. Tingkat profitabilitas PT AirAsia Indonesia Tbk berdasarkan return on asset dalam kondisi kurang baik.
Berdasarkan hasil perhitungan return on equity PT AirAsia Indonesia, Tbk menunjukkan bahwa selama tahun 2016-2020 cenderung berfluktuatif. Hal ini menunjukkan PT AirAsia Indonesia Tbk belum efisien dalam penggunaan modal, juga pengembalian laba bersih atas modal yang diinvestasikan oleh pemilik perusahaan dalam keadaan kurang baik.
Keadaan tingkat profitabilitas PT AirAsia Indonesia Tbk berdasarkan return on equity dalam kondisi signifikan.
Jadi hasil analisis rasio profitabilitas pada PT. AirAsia Indonesia Tbk mengalami fluktuatif selam tahun 2016-2020. Analisis return on asset menunjukkan kondisi perusahaan dalam keadaan tidak baik karena berada jauh di bawah nilai standar industri. Begitupun dilihat dari return on equity juga berada dalam kondisi signifikan.
Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Herawati & Supriyanto (2019: 56) menunjukkan secara umum kinerja keuangan perusahaan berdasarkan analisis profitabilitasnya belum efisien. Kinerja keuangan perusahaan belum efisien disebabkannya penurunan masing-masing dalam tiga tahun pada Gross Profit Margin, Net Profit Margin, Return on Asset, dan Return on Equity.
Teori menurut Harahap (2016: 93) rasio profitabilitas merupakan rasio yang mengukur seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh kewajiban atau pihak luar dengan kemampuan perusahaan yang digambarkan oleh ekuitas. Setiap penggunaan utang oleh perusahaan akan berpengaruh terhadap rasio dan pengembalian.
4. Keadaan Aktivitas PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Tahun 2016- 2020.
Analisis rasio aktivitas PT AirAsia Indonesia Tbk diukur dengan TATO. Berdasarkan hasil perhitungan TATO PT AirAsia Indonesia Tbk menunjukkan bahwa selama tahun 2016-2020 mengalami kenaikan. Hal ini menunjukkan kemampuan manajemen dan kualitas persediaan barang dagang PT AirAsia Indonesia Tbk dalam melakukan aktivitas penjualan kurang 58 baik.
Berdasarkan hasil perhitungan TATO PT AirAsia Indonesia Tbk menunjukkan bahwa selama tahun 2016-2020 cenderung konstan. Hal ini menunjukkan bahwa PT AirAsia Indonesia Tbk dengan keaadaan baik.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, ditarik kesimpulan dalam penelitian ini yaitu
1. Rasio likuiditas pada PT. AirAsia Indonesia Tbk mengalami penurunan selama tahun 2016-2020. Keadaan itu menunjukkan kondisi perusahaan dalam keadaan kurang maksimal.
2. Rasio solvabilitas pada PT. AirAsia Indonesia Tbk mengalami fluktuatif selama tahun 2016-2020. Analisis debt to equity ratio menunjukkan kondisi perusahaan dalam keadaan kurang maksimal.
3. Rasio profitabilitas pada PT. AirAsia Indonesia Tbk mengalami fluktuatif selama tahun 2016-2020. Analisis return on asset menunjukkan kondisi perusahaan dalam keadaan kurang maksimal.
4. Rasio aktivitas pada PT. AirAsia Indonesia Tbk mengalami kenaikan selama tahun 2016-2020. Analisis TATO menunjukkan kondisi perusahaan dalam keadaan baik.
B. SARAN
Adapun saran dapat diberikan kepada :
1. Bagi pihak perusahaan dan manajemen sebaiknya perusahaan harus lebih memperhatikan kondisi kinerja perusahaan tetap stabil dalam mengelola asetnya untuk meningkatkan keuntungan sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan.
53
2. Bagi Investor disarankan sebaiknya lebih berhati-hati menanggapi pengambilalihan suatu perusahaan karena rasio keuangan tidak selalu memberikan dampak yang baik bagi perusahaan.
3. Bagi peneliti selanjutnya disarankan sebaiknya menambah periode tahun penelitian karena akan lebih memperlihatkan kondisi kinerja keuangan dalam jangka panjang.
DAFTAR PUSTAKA
Afifah, F. L., Saroh, S., & Zunaida, D. (2021). Analisis Laporan Keuangan dalam Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan di Bursa Efek Indonesia (Studi Kasus pada Pt. Unilever Indonesia, Tbk Periode 2017-2019). Jiagabi, 10(1), 13–22.
Bambang Riyanto. 2013. Dasar-Dasar Pembelajaran Perusahaan. Edisi.
Keempat. BPFE-Yogyakarta.
Dewi, M. (2017). Analisis Rasio Keuangan untuk Mengukur Kinerja Keuangan PT Smartfren Telecom, Tbk. Jurnal Penelitian Ekonomi Akuntansi (JENSI), 1(1), 1-14.
Fahmi, I. (2017). Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Fahmi, Irham. (2011). Analisis Kinerja Keuangan: Panduan bagi Akademis, Manajer, dan Investor untuk Menilai dan Menganalisis Bisnis dari Aspek Keuangan. Alfabeta.Bandung.
Fithriyah, A. (2018). Analisis Laporan Keuangan sebagai Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan: Studi Kasus pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk Periode 2013-2017 (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Hanafi dan Halim (2016). Analisis Laporan Keuangan. Edisi. Kelima. Yogyakarta, UUP STIM YKPN.
Indra Bastian. 2006. Sistem Akuntansi Sektor Publik, Edisi 2, Jakarta.
Jekyen, N., Taufik, T., & Ghasarma, R. (2020). Analisis Kinerja Keuangan Pada Pt. Garuda Indonesia Tbk. dan Pt. Airasia Indonesia Tbk. Tahun 2015- 2018 (Doctoral dissertation, Sriwijaya University).
Kasmir, D. R. (2016). Pengantar Manajemen Keuangan: Edisi Kedua. Jakarta:
Prenada Media Group.
Maulana, A. D. (2020). Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan Rasio Profitabilitas Pada PT AirAsia Indonesia Tbk. Antara Sebelum dan Sesudah Go Public Selama Periode 2017-2019. Jurnal Manajemen Dirgantara, 13(1), 83-91.
Munawir. (2016). Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty.
Pradana, M. F. (2021). Analisis Rasio Keuangan Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Kasus pada PT. AirAsia Indonesia, Tbk).
Jamak: Jurnal Mahasiswa Akuntansi, 2 (1), 115-120.
Rahmiani, N. A. (2019). Analisis Kinerja Keuangan Pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Talasalapang Di Kota Makassar (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Makassar).
55
Rudianto. 2013. Akuntansi Manajemen: Informasi Untuk Pengambilan Keputusan Strategis. Jakarta: Erlangga.
Siregar (2010). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT Fajar Interpratama Manfdiri.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta:
Bandung
L
A
M
P
I
R
A
N
Lampiran 1.
Laporan Keuangan PT. AirAsia Indonesia Tbk 2016-2020
Lampiran 4 Tes Plagiasi Per BAB