• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan

Dalam dokumen Bagi Hasil Mudharabah/ (Halaman 57-71)

BAB V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Pembahasan

1. Kebijakan Akuntansi terhadap PT. Bank Sulselbar Syariah

Kebijakan Akuntansi dari suatu entitas pelaporan adalah prinsip-prinsip akuntansi yang spesifik dan metode-metode penerapan prinsip-prinsip tersebut yang dinilai oleh manajemen dari entitas tersebut sebagai kondisi yang ada untuk menyajikan secara wajar posisi keuangan, perubahan yang terjadi pada posisi keuangan, dan hasil operasi sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum dan karena itu telah diadopsi untuk pembuatan laporan keuangan.

Kebijakan akuntansi meliputi pilihan prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi, peraturan dan prosedur yang digunakan manajemen dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Beberapa jenis kebijakan akuntansi dapat digunakan untuk subjek yang sama. Pertimbangan dan atau pemilihan perlu disesuaikan dengan kondisi perusahaan.

Tiga pertimbangan pemilihan untuk penerapan kebijakan akuntansi yang paling tepat dan penyiapan laporan keuangan oleh manajemen

1) Pertimbangan Sehat

Ketidakpastian melingkupi banyak transaksi. Hal tersebut harusnya diakui dalam penyusunan laporan keuangan. Sikap hati-hati tidak membenarkan penciptaan cadangan rahasia atau disembunyikan.

2) Substansi Mengungguli Bentuk

Transaksi dan kejadian lain harus dipertanggungjawabkan dan disajikan sesuai dengan hakekat transaksi dan realitas kejadian, tidak semata-mata mengacu bentuk hukum transaksi atau kejadian.

3) Materialitas

Laporan keuangan harus mengungkapkan semua komponen yang cukup material yang mempengaruhi evaluasi atau keputusan-keputusan. Laporan keuangan harus jelas dan dapat dimengerti, berdasar pada kebijakan akuntansi yang berbeda di antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain, dalam satu negara maupun antar negara. Pengungkapan kebijakan akuntansi dalam laporan keuangan dimaksudkan agar laporan keuangan tersebut dapat dimengerti.

Pengungkapan kebijakan tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. Pengungkapan hal ini sangat membantu pemakai laporan keuangan, karena kadang-kadang perlakuan yang tidak tepat atau salah digunakan untuk suatu komponen neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, atau laporan lainnya terbias dari pengungkapan kebijakan terpilih.

a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yakni Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) (sekarang Bapepam dan LK). Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasi ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana

diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut, antara lain persediaan yang dinyatakan sebesar nilai uang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value).

Laporan keuangan konsolidasi ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas.

b. Prinsip Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaan yang dikendalikannya, dimana Perusahaan memiliki lebih dari 50 %, baik langsung maupun tidak langsung, hak suara di anak perusahaan dan dapat menentukan kebijakan keuangan dan operasi dari anak perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari aktivitas anak perusahaan tersebut. Sebuah anak perusahaan tidak dikonsolidasikan apabila sifat pengendaliannya adalah sementara karena anak perusahaan tersebut diperoleh dengan tujuan akan dijual kembali dalam waktu dekat; atau jika ada pembatasan jangka panjang yang mempengaruhi kemampuan anak perusahaan untuk memindahkan dananya ke Perusahaan.

Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk peristiwa dan transaksi sejenis dalam kondisi yang sama. Apabila anak perusahaan menggunakan kebijakan akuntansi yang berbeda dari kebijakan akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasi, maka dilakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap laporan keuangan anak perusahaan tersebut.

Pada saat akuisisi, aktiva dan kewajiban anak perusahaan diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal akuisisi. Jika biaya perolehan lebih rendah dari bagian perusahaan atas nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi yang diakui pada tanggal transaksi, maka nilai wajar aktiva non moneter yang diakuisisi harus diturunkan secara proporsional, sampai seluruh selisih tersebut tereliminasi. Sisa selisih lebih setelah penurunan nilai wajar aktiva dan kewajiban nonmoneter tersebut diakui sebagai goodwill negative, dan diperlakukan sebagai pendapatan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan dengan menggunakan garis lurus selama 20 tahun.

c. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan, kecuali diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi–transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan dan kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi tahun yang bersangkutan.

2. Analisis Pengaruh Pelaksanaan Pembiayaan Mudharabah,Musyarakah, Jual Beli & Sewa

1. Prosedur pembiayaan Mudharabah

Dari prosedur pembiayaan mudharabah di Bank Sulselbar Syariah Mandiri terdapat persyaratan yang harus di penuhi oleh nasabah yanag diantaranya:

(1) Foto copy akte pendirian / Anggaran dasar badan Usaha notariil (2) Foto copy legalitas usaha sesuai dengan jenis bidang usaha (3) Foto copy NPWP

(4) Foto copy identitas ( KTP/SIM/PASPOR ) (5) Laporan keuangan

(6) Rencana usaha kedepan

Melihat dari syarat-syarat tersebut akan sangat tidak mungkin bisa diperoleh oleh banyak masyarakat. Sementara usaha masyarakat di wilayah Makassar kebanyakan masih berupa usaha rumahan. Dengan demikian akansangat tidak mungkin masyarakat bisa mendapatkan fasilitas pembiayaan mudharabah.

2. Persaingan dengan Bank Lain

Banyaknya bank-bank di Kota dan Kabupaten menjadikan persainganantar bank tidak bisa dihindarkan.Baik bank konvensional maupun banksyariah sama-sama bersaing dalam mencari pasar. Bahkan persaingan antarsatu bank beda KCP pun terjadi. Hal ini menyebabkan pembiayaanMudharabah di Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar harus bisa bersaing denganpembiayaan-penbiayaan lain.Kurangnya pengetahuan masyarakat tentangbank syariah khususnya pembiayaan Mudharabah menjadikan Bank Sulselbar Syariah Mandiri kalah dengan bank-bank konvensional.

3. Penyelesaian

a) Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar perlu membuat produk pembiayaan mudharabah yang mana dari produk tersebut bisa dimanfaatkan oleh kalangan pengusaha mikro. Tidak harus pengusaha besar, tapi pengusaha kecil yangsedang merintis usaha pun bisa mendapatkan fasilitas pembiayaanmudharabah. Pada dasarnya pembiayaan disalurkan untuk kemudian biasa dikembangkan oleh penerimanya. oleh karena itu Bank Sulselbar harus bias mengeluarkan pembiayaan mudharabah dengan kapasitas nominal pembiayaan bisa terjangkau oleh masyarakat kecil.

b) Para Marketing Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassarjuga harus bisa merangkul semua aspek pasar di masyarakat, sehingga terjalin rasa kepercayaan olehmasyarakat. Melakukan pengawasan usaha dengan baik, membinapengusaha baru yang sedang berdiri dan pemberian perhatian yang lebihkepada nasabahnya.

c) Persyaratan permohonan pembiayaan harus bisa lebih fleksible, artinya harus bisa menyesuaikan kondisi calon nasabah. Karena masih banyak pengusaha kecil di Makassar yang belum mempunyai laporan keuangan,perencanaan tahun berikutnya dll. Jadi dari segi persyaratan lebihdifokuskan kepada jaminan dan karakter nasabah. Dengan demikian akan membantu pengusaha-pengusaha kecil untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan mudharabah.

d) Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar harus membuat promosi yang mana agarpembiayaan mudharabah di Bank Sulselbar bisa lebih familier dimasyarakat dan bisa menjadi alternatif utama ketika masyarakat membutuhkan modal usahannya. Promosi yang dilakukan bisa denganmemperbanyak presentasi kepada para pengusaha dan memperbanyakpenyebaran brosur. Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar harus membuat strategipemasaran untuk menghadapi persaingan.

Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar sebagai sebuah lembaga keuangan syariah memiliki sistem operasional yang sudah tersusun secara sistematis. Dalam pembiayaan Mudharabah Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar memiliki prosedur yang harus di patuhi oleh pegawai maupun calon nasabah. Sehingga dalam operasional pembiayaan Mudharabah pada Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar dapat berjalan dengan baik. Adapun prosedur pembiayaan Mudharabah sebagai berikut:

1. Tahap Solisitasi

a. AO (Account Oficcer) melakukan survey tentang kondisi/potensi bisnis daerah yang mampu dijangkau cabang. Kemudian AO menetapkan rencana solisitasi calon nasabah yang akan menjadi target.

b. AO melaporkan hasil survey dan rencan solisitasi kepada Marketing Manajer.

c. Marketing manajer membuat surat tugas survey kepada Accout Oficcer yang disahkan oleh kepala cabang.

2. Tahap Permohonan

Mengisi formulir pengajuan yang sudah di sediakan oleh bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar, sebagai bukti keseriusan mengajukan pembiayaan. Formulir ini menjadi arsip bank yang akan menjadi identitas calon nasabah. Dari formulir ini bank mendapatkan identitas lengkap dari calon nasabah yang akan mengajukan pinjaman. Calon nasabah mengajukan surat permohonan pembiayaan dengan cara mengisi formulir yang sudah disediakan oleh bank dengan melampirkan persyaratan.

a. Syarat Syarat Pembiayaan

Calon nasabah mempunyai tanggung jawab untuk memenuhi semuapersyaratan yang di tentukan oleh bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar. Yang mana persyaratan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan bagi bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar apakah pembiayaan yang diajukan oleh nasabah bisa di realisasi atau tidak.

Adapun persyaratan yang ditentukan oleh bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar sebagai berikut :

1. Badan Usaha :

a. Foto copy akte pendirian / Anggaran dasar badan Usaha notarial b. Foto copy legalitas usaha sesuai dengan jenis bidang usaha atau copy

NPWP

c. Foto copy identitas ( KTP/SIM/PASPOR ) d. Laporan keuangan

e. Past performance usaha

f. Rencana usaha kedepan

g. Foto copy bukti pemilik jaminan 2. Perorangan :

a. Foto copy legalitaas usaha b. Foto copy NPWP

c. Foto copy identitas diri, istri / suami d. Laporan kuangan

e. Past performance usaha f. Rencana usaha ke depan

g. Foto copy kepemilikan jaminan

3. Setelah nasabah mengajukan permohonan pembiayaan kemudian diserahkan kepada AO. Surat permohonan dicatat pada admistrasi“permohonan pembiayaan”.

a) Kemudian account officer menyerahkan surat permohonan berikut lampiran kepada kepala KCP untuk memperoleh keputusan awal

“disetujui untuk diproses atau tidak”.

b) Jika surat permohonan disetujui maka marketing manajer menyerahkan surat permohonan kepada AO untuk di investigasi. Jika ternyata surat permohonan ditolak surat permohonan diserahkan kepada AO untuk dibuatkan surat penolakannya.

4. Tahap Investigasi

AO melakukan pemeriksaan kebenaran/kewajaran/validitas suratpermohonan, melakukan wawancara dengan nasabah, melakukan

BIChecking, pengecekan dokumen barang jaminan.Tahap ini dilakukan untukmenindak lanjuti permohonan pembiayaan nasabah. Kemudian diserahkankepada marketing manager.

5. Tahap Analisa

Tahap analisa merupakan tahap yang penting bagi Bank Sulselbar Syariah. Karena pada tahap ini Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar akan dapat mengetahui apakah calon nasabah layak mendapatkan pembiayaan Mudharabah. Pada tahap ini berguna bagi Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar untuk meminimalkan risiko dari penyaluran pembiayaan kepada nasabah. Adapun yang dilakukan pada tahap ini adalah :

a. AO melakukan analisa terhadap nasabah meliputi :

1) Analisa aspek 5C (Character, Capacity, Capital,Collateral&Condition).

(a) Character

Analisa karakter berguna untuk mengetahui watak dan sifat calon nasabah. Analisa dilakukan untuk memastikan bahwa calon nasabah tidak memiliki sifat buruk, bukan penipu dan memilikireputasi buruk di masyarakat. Analisa karakter dapat dilakukan dengan cara :

(1) Dengan melakukan BI Checking.

(2) Melakukan wawancara dengan masyarakat sekitar calonnasabah.

(3) Melihat reputasi kerja.

(b) Capacity

Analisa capacity adalah analisa yang bertujuan untuk mengetahuikemampuan calon nasabah untuk menbayar angsuran dari pembiayaan. Analisa ini dapat dilakukan dengan melihat : (1) Melihat laporan keuangan calon nasabah (Pendapatan

danPengeluaran).

(2) Melihat banyaknya kewajiban yang ditanggung.

(c) Capital

Analisa yang bertujuan melihat kekayaan calon nasabah.

Hal inidilakukan sebagai penguat bahwa calon nasabah tidak hanyamengandalkan dana pembiayaan tapi masih memliki kekayaanlain yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan.

Kakayaannasabah yang dimaksut berupa asset tanah dan bangunan, tempatusaha, barang berharga (mobil, sepeda motor) dan peralatan kerja.

(d) Collateral

Analisa collateral adalah analisa yang digunakan untuk melihat nilai jaminan. Nilai jaminan minimal 70% dari jumlah pembiayaan. Jaminan ini berguna untuk mem back up jika dalamperjalanan angsuran nasabah tidak bisa memenuhi keawajibannya.

(e) Condition

Analisa bertujuan untuk melihat kondisi perekonomian calon nasabah. Untuk melihat apakah usaha calon nasabah masih bias terus berkembang atau justru akan mengalami penenurunan.

Untuk memastikan usaha yang dilkakukan oleh calon nasabah sesuai dengan syariah.sehingga bisa sebagai bahan pertimbangan oleh Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar untuk manyalurkan pembiyaan.

1. Menghitung kewajaran besarnya pembiayaan.

2. Melakukan analisa Risiko.

3. Membuat kesimpulan dan menetapkan persyaratan pembiayaan

4. Prasyarat pembiayaan minimal Character dan Capacity harus positif

5. Mengisi formulir “Keputusan Komite Pembiayaan” (NAP) NotaAnalisa Pembiayaan.

b. Penentuan Bagi Hasil Pembiayaan Mudharabah

Dalam penentuan bagi hasil ada ketentuan yang harus disetujui oleh pihak Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar dan nasabah, Yaitu : 1) Adanya kesepakatan antara pihak Bank (Sahibul Maal) dan nasabah

(Mudharib) mengenai usaha yang akan dilakukan, dan jangka waktu.

2) Nisbah bagi hasil bedasarkan Revenue Sharing.

Untuk memperjelas penghitungan bagi hasil pada pembiayaan Mudharabah

c. Kemudian NAP diserahkan kepada marketing manajer untuk direview hasil analisa yang selanjutnya diserahkan kepada kepala cabang untuk dimintakan tanda tangan.

6. Tahap Persetujuan

Setelah NAP mendapatkan pengesahan dari kepala KCP, accout officer melakukan :

a. Membuat SP3 ( Surat Penegasaan Persetujuan Pembiayaan ).

b. SP3 Diserahkan kepada Marketing Manajer untuk dilakukan pengecekkan.

c. SP3 diserahkan kepada Kepala KCP untuk dilakukan penandatanganpengesahan.

d. Setelah SP3 disetujui AO menyampaikan kepada nasabah untuk ditandatangani diatas materai.

7. Tahap Pencairan

a. Pengajuan permohonan pencairan oleh nasabah.

b. Surat permohonan diterima oleh AO, kemudian AO membuat DaftarPengecekkan Realisasi Pembiayaan (DRP).

c. Account Officer melakukan pengecekkan kelengkapan pemenuhanpersyaratan pembiayaan yang telah disepakati antara lain : 1) Pengakadan pembiayaan, Akad pembiayaan telah

ditandatanganinasabah diatas materai.

2) Surat sanggup sudah ditanda tangani oleh nasabah diatas materai.

3) Jaminan yang diserahkan telah diikat sesuai ketentuan dan ditutupasuransinya.

4) Biaya adminstrasi, asuransi, dan biaya pengikatan jaminantelahdibayar oleh nasabah.

5) Hasil pengecekkan dituangkan dalam DRP.

d. DRP diserahkan kepada Kepala KCP untuk dilakukan pengecekkan danmemutuskan persetujuan pencairan.

e. AO membuatan memo pencairan yang disahkan oleh marketing manager.

f. Customer service menerima customer facility dan memo, kemudianmelakukan proses input pembukaan rekening pembiayaan nasabah.

g. Loan Administration melakukan pencairan (melalui modul loan).

8. Tahap Monitoring

a. Monitoring/Pembiayaan Nasabah

AO melakukan monitoring dan pembinaan berdasarkan klasifikasi sebagai berikut :

1. Laporan aktivitas usaha yang diterima cabang sesuai yangdipersyaratkan dalam SP3.

2. Laporan / daftar kewajiban menunggak yang dicetak.

3. Daftar kolektibilitas pembiayaan.

b. Monitoring Angsuran/Pembiayaan Akan Jatuh Tempo

Membuat harian membuat daftar angsuran / pembiayaan yang akan jatuh tempo pada 7 hari yang akan datang.

9. Tahap Pembiayaan Angsuran / Pelunasan

a. Teller menerima dana untuk kredit rekening dari nasabah, kemudian tellermelakukan input setoran di rekening kredit nasabah.

b. Loan Administration mendebet rekening (dana) untuk pembayan setoran,mencocokkan angsuran pembiayaan yang jatuh tempo pada hari itu.

c. Kemudian membuat tiket pendebetan / pembayaran angsuran yangkemudian dimintakan pengesahan kepada operation manager.

Dalam dokumen Bagi Hasil Mudharabah/ (Halaman 57-71)

Dokumen terkait