PENDAHULUAN
Latar belakang
Masalah Pokok
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Bank Syariah
Bank konvensional yaitu bank yang dalam kegiatannya baik dalam menghimpun dana maupun dalam menginvestasikan dananya memberikan dan memungut bunga. Bank syariah yaitu bank yang kegiatannya baik dalam penggalangan dana maupun penanaman dana didasarkan pada prinsip jual beli dan bagi hasil. Sebagai lembaga intermediasi, bank harus menyalurkan dana yang dihimpun dari masyarakat kepada pihak-pihak yang membutuhkan dana dalam bentuk pinjaman atau yang lebih dikenal dengan kredit pada bank konvensional atau pembiayaan pada bank syariah.
Bank Syariah atau yang selanjutnya disebut Bank Syariah adalah bank yang beroperasi tanpa mengandalkan bunga. Visi perbankan syariah secara umum adalah menjadi wadah terpercaya bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dengan sistem bagi hasil yang adil sesuai dengan prinsip syariah.
Pembiayaan
Struktur Pembiayaan
Bentuk pembiayaan perbankan syariah yang utama dan terpenting yang disepakati oleh para ulama adalah pembiayaan bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah. Ciri utama pembiayaan bagi hasil adalah keuntungan dan kerugiannya ditanggung bersama antara pemilik dana dan pengusaha. Pembiayaan ini merupakan bentuk pembiayaan bagi hasil dimana bank memiliki aset/ekuitas yang biasa disebut shahibul mal/rabbul.
Dalam praktiknya, mekanisme penghitungan bagi hasil dapat didasarkan pada dua metode, yaitu bagi hasil dan bagi hasil. Selanjutnya mitra dapat mengembalikan modalnya kepada bank beserta bagi hasil yang disepakati secara bertahap atau sekaligus.
Profitabilitas Bank
Metrik yang sering digunakan dalam hal ini adalah rasio atau indeks yang menghubungkan dua data keuangan. Ukuran profitabilitas yang digunakan adalah Return on Equity (ROE) pada perusahaan pada umumnya dan ROA pada sektor perbankan. Return on Assets (ROA) berfokus pada kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dari operasional bisnis, sedangkan Return on Equity (hanya mengukur return yang diterima dari investasi pemilik bisnis pada perusahaan tersebut.
Selain itu, ROA merupakan metode pengukuran yang paling obyektif berdasarkan data akuntansi yang tersedia, dan besar kecilnya ROA dapat mencerminkan hasil dari berbagai kebijakan perusahaan khususnya perbankan.
Kerangka Pikir
Hipotesis
Dalam upaya pengumpulan data, penulis melakukan penelitian di PT Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar yang berlokasi di Jalan DR. Data kualitatif, yaitu data yang tidak dapat dihitung atau data yang bersifat non-numerik, antara lain memuat sejarah singkat perusahaan dan struktur organisasi perusahaan. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara kepada manajer, staf dan karyawan perusahaan yang berkompeten dan berkaitan dengan objek penelitian ini.
Data yang diperoleh berupa dokumen perusahaan, literatur dan artikel yang relevan dengan objek penelitian, antara lain buku, referensi, jurnal umum dan internasional serta literatur.
Metode Pengumpulan Data
Metode Analisis Data
Sebagai lembaga keuangan syariah, Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar memiliki sistem operasional yang terstruktur secara sistematis. Untuk pembiayaan Mudharabah, Bank Sulselbar Syariah cabang Makassar memiliki prosedur yang harus dipatuhi oleh karyawan dan calon nasabah. Agar operasional pembiayaan Mudharabah di Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar dapat berjalan dengan lancar.
Mengisi formulir permohonan dari Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar sebagai bukti keseriusan dalam mengajukan pembiayaan. Calon nasabah bertanggung jawab untuk memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar. Karena pada tahap ini Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar akan dapat mengetahui apakah calon nasabah layak mendapatkan pembiayaan Mudharabah.
Pada tahap ini bermanfaat bagi Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar untuk meminimalkan risiko pencairan dana kepada nasabah. Memastikan usaha yang dilakukan calon nasabah telah sesuai syariah sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar dalam menyalurkan pembiayaan. Dalam menentukan bagi hasil, terdapat ketentuan yang harus disepakati antara Bank Sulselbar Syariah cabang Makassar dan nasabah, yaitu: 1) Adanya kesepakatan antara Bank (Sahibul Maal) dengan nasabah.
Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar sebaiknya memperbanyak pembiayaan bagi hasil yang saat ini porsinya masih kecil. Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar hendaknya dapat mengatur struktur pendanaannya untuk meningkatkan kinerja keuangan secara optimal. Oleh karena itu, Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar sebaiknya meningkatkan pengawasannya untuk mengurangi risiko.
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Sejarah Singkat PT. Bank Sulselbar
Yaitu investasi nasabah (individu) pada Bank Sulsel Syariah dalam bentuk mata uang rupiah dengan pengelolaan Mudharabah (bagi hasil), dimana dana nasabah akan dikelola dengan percaya diri dan profesional dalam bisnis Bank Sulsel Syariah, Insya Allah akan mendapat bagi hasil. dari pendapatan bank sesuai dengan nisbah (bagian) bagi hasil yang disepakati pada awal pembukaan rekening. Pendapatan Bank Syariah dari pengelolaan dana tersebut akan dibagikan sesuai dengan Nisbah (bagian) bagi hasil yang disepakati pada awal pembukaan rekening. Bagi hasil dapat otomatis ditransfer ke rekening lain milik nasabah di Bank Sulsel Syariah.
Bertanggung jawab atas proses pembiayaan sesuai dengan prinsip syariah Islam dan pedoman produk keuangan Bank Sulselbar. Dari proses pembiayaan mudharabah di Bank Sulselbar Syariah Mandiri terdapat persyaratan yang harus dipenuhi nasabah antara lain: Oleh karena itu, pembiayaan Mudharabah di Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar dapat bersaing dengan pembiayaan lainnya. Karena kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap perbankan syariah khususnya pembiayaan Mudharabah, Bank Sulselbar Syariah Mandiri kalah dengan bank konvensional. a) Perlunya Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar untuk menciptakan produk keuangan mudharabah yang produknya dapat digunakan oleh pengusaha mikro.
Pada dasarnya dana disalurkan untuk kemudian dikembangkan oleh penerimanya. Oleh karena itu, Bank Sulselbar harus bias dalam mengeluarkan pembiayaan mudharabah dengan nominal kemampuan pembiayaan yang terjangkau oleh masyarakat kecil. Hal ini akan membantu pengusaha kecil untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan mudharabah. d) Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar sebaiknya membuat promosi agar pembiayaan mudharabah di Bank Sulselbar dapat lebih dikenal masyarakat dan menjadi alternatif utama ketika masyarakat membutuhkan modal untuk usahanya. Persyaratan tersebut akan menjadi pertimbangan bagi Bank Sulselbar Syariah cabang Makassar apakah pembiayaan yang diajukan nasabah dapat direalisasikan atau tidak.
Di bawah ini disajikan struktur pembiayaan Bank Sulselbar Syariah Cabang Makassar dalam bentuk tabel, dimana perhitungan struktur pembiayaan dilakukan dengan menghitung proporsi pembiayaan dengan pola jual beli, bagi hasil dan sewa dengan membandingkan besarnya masing-masing. . pembiayaan dengan total pembiayaan. Praktik pembiayaan musyarakah sebenarnya tidak jauh berbeda dengan praktik pembiayaan mudharabah di Bank Sulselbar Syariah, yang membedakan adalah kepada siapa pembiayaan tersebut disalurkan.
Visi dan Misi PT. Bank Sulselbar
Struktur Organisasi
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pembahasan
Kebijakan akuntansi suatu entitas pelapor adalah prinsip akuntansi khusus dan metode penerapan prinsip-prinsip tersebut yang dinilai oleh manajemen entitas sebagai kondisi yang ada untuk penyajian wajar posisi keuangan, perubahan posisi keuangan dan hasil usaha sesuai dengan akuntansi yang berlaku umum. prinsip-prinsip tersebut dan oleh karena itu telah diterima untuk penyusunan laporan keuangan. Kebijakan akuntansi mencakup pemilihan prinsip, fundamental, konvensi, peraturan dan prosedur yang digunakan oleh manajemen dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Tiga pertimbangan pemilihan penerapan kebijakan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan yang paling tepat oleh manajemen.
Laporan keuangan harus mengungkapkan seluruh komponen yang cukup signifikan untuk mempengaruhi penilaian atau keputusan. Laporan keuangan harus jelas dan dapat dipahami, berdasarkan kebijakan akuntansi yang berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan lain, dalam satu negara atau antar negara. Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan prinsip dan praktik akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) (sekarang Bapepam dan LK).
Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya, kecuali beberapa laporan keuangan disusun berdasarkan pengukuran lain sebagai berikut. Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan perusahaan dan anak perusahaan dimana perusahaan mempunyai lebih dari 50% baik langsung maupun tidak langsung hak suara pada anak perusahaan dan dapat menentukan kebijakan keuangan dan bisnis anak perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatan anak perusahaan. Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk peristiwa dan transaksi serupa dalam kondisi yang sama.
Apabila anak perusahaan menggunakan kebijakan akuntansi yang berbeda dengan kebijakan akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasi, maka dilakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap laporan keuangan anak perusahaan tersebut. Transaksi dan penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing Akuntansi Perusahaan dan anak perusahaan kecuali disajikan dalam mata uang Rupiah. Calon nasabah mengajukan surat permohonan pembiayaan dengan mengisi formulir yang disediakan oleh bank dengan melampirkan persyaratan.
Hasil Penelitian
Dari hasil bagi hasil mudharabah diatas terlihat bahwa pada tahun 2012, besarnya bagi hasil sama besarnya dengan tahun 2013 yang berarti laba bersih mudharabah mengalami peningkatan. Sementara bagi hasil, khususnya pada tahun 2013, proporsi hasil mudharabah sama besarnya dengan tahun 2012, yaitu terjadi penurunan proporsi bagi hasil mudharabah. Semakin tinggi pemanfaatan aktiva produktif yang dimiliki bank maka akan semakin tinggi pula keuntungannya.
Variabel profitabilitas dapat dihitung dengan membandingkan laba sebelum pajak dengan total aset yang dimiliki perusahaan. Peningkatan ROA ini terutama disebabkan oleh pencapaian laba bersih yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dari perhitungan di atas diketahui rata-rata ROA pada periode tersebut sebesar 1,69%, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen bank telah mampu mengelola aset yang dimiliki perusahaan dengan baik sehingga pendapatannya dapat meningkat.
Dalam praktiknya, Bank Syariah Mandiri lebih banyak menggunakan penyaluran sumber modal kerja seperti perdagangan dan jasa, dibandingkan penyaluran pembiayaan ke koperasi atau BMT. Pembiayaan musyarakah lebih umum digunakan dibandingkan pembiayaan mudharabah. Oleh karena itu pembiayaan musyarakah berpengaruh signifikan terhadap ROA. Penurunan kewajiban murabahah ini melebihi pembiayaan murabahah yang baru terbentuk sehingga berdampak pada penurunan profitabilitas.
Misalnya nasabah mempunyai kewajiban sebesar Rp5.000.000 kepada bank dengan membayar cicilan sebesar Rp1.000.000 dan margin bulan berjalan sebesar Rp100.000, namun nasabah ingin segera melunasi seluruh kewajibannya kepada bank yang disebut dengan pelunasan dipercepat, maka nasabah harus membayar Rp 5.500.000, jadi hanya membayar Rp 5.100.000 yaitu pokok dan margin bulan berjalan saja. Margin yang seharusnya diubah menjadi keuntungan namun hilang karena percepatan pelunasan akan mengurangi keuntungan yang juga akan mengurangi aset sehingga return on aset juga akan turun. Biaya penyusutan akan dilaporkan dalam laporan laba rugi. Akumulasi penyusutan akan mengurangi aset ijarah di neraca. Hasilnya Rp.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Analisis Penerapan Investasi Mudharabah Pada Asuransi Syariah (Studi Kasus Pada PT Asuransi Syariah Murabahah Cabang Makassar). Tesis.